You are on page 1of 27

PERCOBAAN I

METODE SAMPLING

1.1 PENDAHULUAN

1.1.1 Tujuan
Tujuan percobaan ini adalah sebagai berikut mengenalkan mahasiswa
terhadap metode-metode penganbilan sampel dan pengukuran parameter-
parameter.

1.1.2 Latar Belakang
Sampling adalah proses mengumpulkan beberapa bagian dari suatu
material. Pengambilan sampel air adalah mengumpulkan volume material suatu
badan air yang akan diteliti. Pengambilan sampling air merupakan salah satu
bagian yang tak terpisahkan dari pengukuran kualitas air,yaitu untuk mendapatkan
data kualitas air yang benar.
Metode sampling dapat dilakukan dalam bidang penelitian. Pada
penelitian kualitas air permukaan, yang dipantau secara umum menggunakan
parameter fisik, kimia dan biologi. Parameter yang dipantau secara kontinyu
(tanpa jeda) umumnya hanya parameter pH, DO, Temperatur dan Daya hantar
listrik (Konduktivitas).
Dalam percobaan ini, Parameter yang akan diukur adalah Air sumur, Air
gambut dan Limbah cair Tahu, dengan indikator, pH, temperatur, transiparsi dan
konduktivitas. Dengan terpantaunya indikator tersebut diharapkan dapat
memberikan gambaran tentang kondisi umum kualitas air secara cepat. Sehingga
praktikan dapat menggambarkan pengaruh dari tiap-tiap sampel yang ada
terhadap parameter indikator. Metode sampling dapat dilakukan dalam beberapa
bidang lingkungan seperti PDAM, PDAL, BLH, AMDAL dan berbagai bidang
industri lainnya (Irianto, 2004).

I-1

I-2

1.2 DASAR TEORI

1.2.1 Metode Sampling
Sampling bukanlah suatu pengembangan modern tetapi pendahuluan metode
statistik dan kontrol kualitas dalam berbagai industri berperan banyak terhadap
kedudukan sekarang ini. Penarikan sampel membutuhkan pengalaman. Dalam
teknik sampling terdapat istilah-istilah yang perlu dimengerti secara jelas,
misalkan sampel adalah bagian terpilih dari materi yang memiliki sifat-sifat yang
pada dasarnya sama dengan keseluruhan materi (Khopkar, 2003).
Beberapa hal yang menyangkut teknik pengambilan sampel air dikemukakan
dalam Kumpulan Standar Nasional Indonesia Bidang Pekerjaan Umum mengenai
Kualitas Air, yaitu :
1. Pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan dalam pemilihan lokasi
pengambilan sampel sebagai berikut :
a. Sampel air limbah harus diambil pada lokasi yang mewakili seluruh
karakteristik limbah dan kemungkinan pencemaran yang akan ditimbulkannya.
b. Sampel air dari badan air harus diambil pada lokasi yang dapat
menggambarkan karakteristik keseluruhan badan air. Oleh karena itu, sampel
air perlu diambil dari beberapa lokasi dengan debit air yang harus diketahui.
c. Sumber pencemar yang mencemari badan air yang dipantau harus diketahui.
d. Jenis bahan baku dan bahan kimia yang digunakan (Effendi, 2003).
Pada dasarnya, pengambilan sampel air dapat dilakukan terhadap air
permukaan maupun air tanah.
1. Air permukaan
Air permukaan meliputi air sungai, danau, waduk, dan genangan air lainnya.
Pengambilan sampel di sungai yang dekat dengan muara laut yang dipengaruhi
oleh air pasang harus dilakukan agak jauh dari muara. Adapun pengambilan
sampel air sungai dapat dilakukan di lokasi-lokasi sebagai berikut.
a. Sumber alamiah
b. Sumber air tercemar
c. Sumber air yang dimanfaatkan.

Terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi sifat contoh 2. Sampel seperti itu dikatakan sampel tak bias (unibased sample) atau sampel yang representatif. Tidak ada peraturan mengenai kapan pengambilan sampel lingkungan dilakukan. Sumur produksi air tanah untuk pemenuhan kebutuhan perkotaan. desa. Pada umumnya pendekatan dalam menetukan waktu pengambilan sampel adalah dengan mengasumsikan saat media lingkungan yang akan diambil sampelnyacukup homogen atau konstan sehingga sampel dapat mewakili kondisi yang disyaratkan (Hadi. b. Pengambilan sampel yang berupa air tanah bebas dapatdilakukan di tempat- tempat sebagai berikut. Bagian hilir daerah pertanian yang menggunakan pestisida. Metode pendugaan inilah yang dikenal sebagai teori sampling. 2003). Kita ingin menduga secara cermat parameter dart statistik. Kapasitas Alat Tergantung Dari Tujuan Pengujian . Air Tanah Air tanah dibedakan menjadi air tanah tidak tertekan dan air tanah tertekan. b. Karakteristik sampel disebut statistik. 2007). dsb (Effendi. Bila jumlah unsur populasi itu terlalu banyak. Tersuspensi di dalamnya 5. Mudah dan aman di bawa 6. Contoh mudah dipindahkan ke dalam wadah penampung tanpa ada sisa bahan 4. Kita sebetulnya tidak tertarik pada statistik. Lokasi kawasan industri. dsb. Bagian hulu dan hilir dari lokasi penimbunan. Sebaliknya sampel bias adalah sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama pada semua unsur populasi untuk dipilih (Suryabrata. Ini berarti sampel harus mencerminkan semua unsur dalam populasi secara proporsional. Pengambilan sampel yang berupa air tanah tertekan dapat dilakukan di tempat sebagai berikut. Alat pengambil contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. 2003). padahal kita ingin menghemat biaya dan waktu. a. I-3 2. Mudah dicuci dari bekas contoh sebelumnya 3. kita harus puas dengan sampel. a.

alat sederhana ini paling sering digunakan dan dipakai untuk mengambil air permukaan atau air sungai kecil yang relatif dangkal. Alat Pengambil Contoh sederhana Alat pengambil contoh sederhana dapat berupa ember plastik yang dilengkapi dengan tali. Contoh alat pengambil air botol biasa dengan pemberat . I-4 Adapun Jenis Alat Pengambilan Contoh sebagai berikut : 1. Contoh alat pengambil air botol biasa secara langsung. Gambar 1. Dalam praktiknya. Keterangan gambar: A : pengait B1 : tuas posisi tertutup B2 : tuas posisi terbuka C1 : tutup gelas botolcontoh posisi tertutup C2 : tutup gelas botol contoh posisi terbuka D : tali penggantung E : rangka metal botol contoh Gambar 3. gayung plastik yang bertangkai panjang. Contoh alat pengambil contoh sederhana gayung bertangkai panjang Keterangan gambar : A adalah pengambil contoh terbuat dari polietilen B adalah handle (tipe teleskopi yang terbuat dari aluminium atau stanlestil) Gambar 2.

. 2009). danau atau waduk. Contoh yang diperoleh ini merupakan contoh gabungan selama periode tertentu (lihat Gambar 7). dimana contoh yang diperoleh merupakan gabungan contoh air mulai dari permukaan sampai ke dasarnya (lihat Gambar 6). Alat pengambil Contoh Otomatis Alat pengambil contoh jenis ini digunakan untuk mengambil contoh air dalam entang waktu tertentu secara otomatis. Point sampler tipe horizontal 3. Contoh Alat pengambil contoh air Gabungan 4. Point sampler tipe vertical Gambar 5. Alat pengambil contoh pada kedalaman tertentu Alat pengambil contoh untuk kedalaman tertentu atau point sampler digunakan untuk mengambil contoh air pada kedalaman yang telah ditentukan pada sungai yang relatif dalam. Gambar 4. Ada dua tipe point sampler yaitu tipe vertikal dan horisontal (lihatGambar 4 dan 5). Contoh alat pengambil contoh otomatis (Fauzi . I-5 2. Gambar 7. Gambar 6. Alat pengambil contoh gabungan kedalaman Alat pengambil contoh gabungan kedalaman digunakan untuk mengambil contoh air pada sungai yang dalam.

Penetapan frekuensi pengambilan contoh Kualitas air biasanya bervariasi menurut waktu. di tengah dan setelah keluar dari danau (SNI-03-7016-2004. Umumnya metode pengambilan contoh sesaat ini dapat dipakai untuk sumber alamiah. industri ataupun pertanian. dan waktu yang dipilih mewakili sebagian periode dalam hari (Sutrisno. I-6 Untuk mendapatkan contoh yang baik dan representatif diperlukan beberapa persyaratan antara lain : 1. 2. Contoh sesaat Apabila suatu sumber air mempunyai karakteristik yang tidak berubah dalam suatu periode atau dalam batas jarak tertentu maka contoh sesaat cukup mewakili keadaan waktu dan tempat tersebut. setelah melalui suatu daerah permukiman. dan setahun. seminggu. Sedangkan perubahan kualitas air dapat diketahui di hilir sungai. tetapi tidak mewakili keadaan air buangan atau sumber air yang banyak dipengaruhi bahan buangan (SNI-03-7016-2004. Pengambilan sampel agar pada waktu yang berlainan dalam sehari. misalnya hanya selama periode beroperasinya industri atau selama terjadinya proses pembuangan. Perubahan kualitas air sehari terjadi pada air limbah karena proses industri. 2004). Pemilihan lokasi yang tepat Lokasi pengambilan contoh ditetapkan sedemikian rupa sehingga dapat diketahui kualitas air alamiah dan perubahan kualitas air yang diakibatkan oleh kegiatan manusia. Contoh gabungan waktu Hasil pemeriksaan contoh gabungan waktu menunjukkan keadaan rata-rata dari tempat tersebut dalam suatu periode. Variasi biasa terjadi dalam waktu sehari. 2004). Kualitas air alamiah diukur pada lokasi di hulu sungai yang belum mengalami perubahan oleh kegiatan manusia. Pada danau atau waduk sekurang- kurangnya diperlukan tiga titik pengambilan contoh yaitu sebelum masuk. 3. 2006). b. Cara pengambilan contoh a. Metode pengambilan contoh gabungan waktu ini tidak dapat dilakukan untuk pemeriksaan .

atau bagian-bagian penampang tersebut memiliki kualitas yang berbeda. a. sampel disiapkan sehingga tidak terjadi kontaminasi. Agar dapat dilakukan analisa. diusahakan transportasi sample dari lokasi ke laboratorium secepatnya dilaboratorium sampel disimpan ditempat gelap dan pada temperatur ± 4°C pada temperatur ini kegiatan biologis dapat dicegah dan dihambat (Fauzi. Penyaringan dilakukan dengan melewatkan contoh melalui kertas saring yang ukuran porinya 0. silica dan fosfor terlarut. c. sebab pada umumnya kualitas air danau/waduk menunjukkan gejala yang berbeda kualitasnya karena kedalaman atau lebarnya. Transportasi dan Penyimpanan Sebelum dibawa ke laboratorium. Pisahkan zat terekstrak ke dalam tempat khusus dan ditutup rapat untuk pemeriksaan selanjutnya (SNI-03-7016-2004. 2004). Metode pengambilan contoh gabungan tempat ini umumnya tidak dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air danau atau waduk. Ekstraksi dilakukan dengan cara memasukkan contoh yang telah diukur volumenya kedalam labu pemisah. 2009) . 2004). 5. Metode pengambilan contoh gabungan tempat ini berguna apabila diperlukan pemeriksaan kualitas air dari suatu penampang aliran sungai yang dalam atau lebar. Kemudian ditambahkan larutan pengekstrak dengan volume tertentu.45 µm. untuk mempercepat proses penyaringan dapat digunakan pompa isap (SNI-03-7016-2004. 2004). Ekstraksi Ekstraksi contoh diperlukan untuk pemeriksaan pestisida serta minyak dan lemak. Dalam hal ini selalu digunakan metode pemeriksaan secara terpisah (SNI-03-7016-2004. Contoh gabungan tempat Hasil pemeriksaan contoh gabungan tempat. I-7 bebrapa unsur yang memerlukan pemeriksaan contoh sesaat (SNI-03-7016-2004. 4. Perlakuan contoh di lapangan Perlakuan pendahuluan yang dilakukan terhadap contoh antara lain adalah penyaringan dan ekstraksi. Penyaringan Penyaringan contoh diperlukan untuk pemeriksaan logam terlarut. b. 2004).

. I-8 Pengawetan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. yang menyebabkan terjadi perubahan reaksi biokimia di dalam kehidupan biota air. aside- alkalinitas. Temperatur air harus diukur di lapangan. Pengawetan dengan penambahan H2SO4 pekat sampai pH < 2 dan pendinginan 4°C (untuk 1 liter contoh air ditambah ± 1 ml H2SO4 pekat). yang mungkin disebabkan oleh pembuangan limbah. bisa juga digunakan termometer elektronik yang bisa dipasang bersamaan dengan alat DO meter dan Conductivitymeter. 2004). warna dan konduktivitas.2. maka termometer tersebut dicelupkan ke dalam air dan dibiarkan sampai cairan dalam kolom termometer berhenti bergerak.2 Transparansi (Kecerahan) Secchi disk merupakan alat untuk mengukur kecerahan perairan. Umumnya ukuran yang digunakan adalah piringan dengan ukuran dengan diameter 18 inchi. 2006). Cara pengukurannya sangat tergantung pada termometer yang digunakan. Pengawetan dengan penambahan HNO3 pekat sampai pH < 2 dan pendinginan 4°C (untuk 1 liter contoh air ditambah ± 1 ml HNO3 pekat). 1. Pengawetan dengan cara pendinginan ± 4°C untuk parameter BOD. d. 2006). Untuk termometer elektronik dengan probe yang panjang dapat digunakan untuk mengukur temperatur air pada berbagai kedalaman (Sutrisno. 1. Pengukuran temperatur dapat dilakukan menggunakan termometer air raksa dari celcius. untuk parameter COD. untuk parameter logam berat dan kesadahan. yaitu sebagai berikut : a. karena temperatur air akan berubah menyesuaikan dengan temperatur udara disekitarnya. TOC. fosfat dan ammonia. c.2. Pengawetan dengan penambahan NaOH sampai pH 12 untuk parameter H2S dan CN (SNI-03-7016-2004. Jika digunakan termometer gelas. Jika terjadi peningkatan temperatur yang tinggi. b.1 Temperatur Parameter temperatur air perlu diperiksa karena parameter temperatur merupakan parameter fisik air yang penting dalam menunjang kehidupan biota air. (Sutrisno.

semakin banyak garam-garam terlarut yang dapat terionisasi. Caranya piringan diturunkan ke dalam air secara perlahan menggunakan pengikat/tali sampai pengamat tidak melihat bayangan secchi. basa dan garam merupakan daya hantar listrik (konduktor) yang baik. 1. I-9 Dibuat menggunakan piringan metal dengan warna hitam dan putih. kedalaman kecerahan oleh pembacaan piringan secchi adalah penjumlahan kedalaman tampak dan kedalaman tidak tampak bayangan secchi dibagi dua (Yunus. Selanjutnya secara perlahan piringan diangkat kembali sampai bayangannya tampak kembali. dan konsentrasi ion-ion terlarut sangat berpengaruh terhadap nilai DHL. misalnya sukrosa dan benzene yang tidak dapat mengalami disosiasi merupakan penghantar listrik yang kurang baik ( SNI 3414-2008 ). tali ditahan/ berhenti diturunkan. sedangkan bahan organik. Reaktivitas. Asam. DHL dapat dikatakan sebagai penetapan pendahuluan dalam pemeriksaan kualitas air. Dengan mengetahui besarnya DHL. bilangan valensi. Secchi disk digunakan untuk melihat seberapa jauh jarak (kedalaman) penglihatan seseorang ketika melihat ke dalam perairan. Daya hantar listrik merupakan ukuran kemampuan suatu zat penghantar arus listrik dalam temperature tertentu yang dinyatakan dalam micro mohs per centimeter OC. dimana satuan yang digunakan adalah micros/cm. Untuk mengantarkan arus . Oleh karena itu. Saat bayangan piringan sudah tidak tampak. maka kadar mineral dalam air tersebut rendah pula. semakin tinggi pula nilai DHL.3 Konduktivitas (Daya Hantar Listrik) Konduktivitas (Daya Hantar Listrik/ DHL) adalah gambaran numerik dari kemampuan air untuk meneruskan aliran listrik. satuan yang lebih umum digunakan adalah microsiemens (ms). Kedalaman air dimana piringan tidak tampak dan tampak oleh penglihatan adalah pembacaan dari alat ini. 2008). Dengan kata lain. DHL / konduktivitas diukur dengan alat conductivity-meter digital. Jika DHL-nya tinggi. secara garis besar jumlah mineral yang ada dalam air dapat diketahui.2. maka kadar mineralnya tinggi dan sebaliknya jika DHL-nya rendah.

10 listrik. Air garam > 100. pH air yang bersifat asam yaitu kecil dari 7 (< 7) yakni pada daerah vulkanik. misalnya proses nitrifikasi akan berakhir pada pH yang rendah (Mutthaqim.2. 1989). Air tanah segar 30 – 200 ms.0 – 30 ms. 2003) Air limbah dan bahan buangan industri akan mengubah pH air yang akhirnya akan mengganggu kehidupan biota akuatik. 1. Air hujan 5.0 ms. I . 4. Air destilasi (akuades) 0. Nilai daya hantar listrik untuk berbagai jenis air. pH air yang bersifat basa adalah besar dari 7 (> 7) (Asdak. Metode ini berfungsi untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan tanah yang tersuspensi dalam air. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai pH antara 7 – 8. 2010). ion-ion bergerak dalam larutan memindahkan muatan listriknya yang bergantung pada ukuran interaksi anatar ion dalam larutan (Saeni.5. Adanya karbonat. sementara adanya asam-asam mineral bebas dan asam karbonat menaikkan keasaman (Effendi. 3. 2008). Air laut 1500 – 5500 ms. 2. 5. 2002). Dengan reaksi : pH = -log (H+). hidroksida dan bikarbonat menaikkan kebasaan air.5 – 5. Metode pengukuran pH dapat dilakukan dengan elektroda potensiometri. Dimana prinsip dari metode ini adalah mengukur konsentrasi H+ dalam air secara potensiometri.4 pH pH suatu larutan menunjukkan aktivitas ion hidrogen dalam larutan tersebut dan dinyatakan sebagai konsentrasi ion hidrogen (mol/p) pada suhu tertentu. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan.000 ms (Hanief. meliputi : 1. Nilai pH suatu perairan mencirikan keseimbangan antara asam dan basa dalam air dan merupakan pengukuran konsentrasi ion hidrogen dalam larutan. Metode lain yaitu dengan menggunakan pH meter. .

Sampel air gambut (Diambil pada tanggal 4 Desember 2015.3.30 WITA di jalan Intansari. Aquadest. Stopwacth 10.2 Bahan Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam Praktikum ini adalah sebagai berikut : 1.01 M 5. Larutan buffer pH 4. Kelurahan Sungai Ulin. Kelurahan Sungai Sipai. pukul 17. pukul 11. Larutan standar KCl 0. pH 7. Horizontal water sampler 2. . Gelas Piala 250 ml 8. TDS Meter 1. dan pH 10 6. Piringan secchi (secchi disc) 4. Pipet tetes 6. I .3 METODOLOGI PERCOBAAN 1. Sampel air sumur (Diambil pada tanggal 4 Desember 2015.30 WITA di jalan Pondok Lima.11 1. Bajarbaru ) 2. pukul 19. Sampel limbah cair pabrik tahu (Diambil pada tanggal 4 Desember 2015. Banjarbaru).00 WITA di jalan Jeruk. Conductivity meter 3. Gelas Ukur 50 ml 7.1 Alat Adapun alat-alat yang digunakan dalam Praktikum ini adalah sebagai berikut : 1. 4. pH meter dan Elektroda 5. 3.3. Kelurahan Sungai Besar. Termometer 9. Martapura).

Dicatat apa yang dijelaskan 3. 2. Dicatat nilai yang ditunjukkan dilayar 6.3.3 Transparansi (Kecerahan) 1.3. Didengarkan penjelasan asisten Laboratorium kimia 2. I .12 1.01 M 2.4 Konduktivitas (Daya Hantar Listrik) 1. Dicelupkan elektroda ke dalam larutan sampel 5.3. 2.3. 1. kalibrasi dengan mencelupkan eletroda pada larutan buffer. Diangkat dan mencatat temperatur yang ditunjukkan pada temperatur. Dibilas elektroda dengan akuades 4.3. Dicelupkan elektroda kedalam larutan standar KCl 0. Diukur diameter secchi disc 4. Dikalibrasi alat conductivity meter.3.3. Digambar alat yang diperagakan 1.3. 4. Didengarkan Penjelasan Asisten laboratorium kimia. 3. Dibilas elektroda dengan aquadest.5 pH 1. Dimasukkan termometer dan membiarkan selama ± 1 menit sampai cairan dalam termometer tidak bergerak lagi. Diulangi langkah sampai 2 kali pada setiap sampel 1.3. hingga menunjukkan nilai 1413 3.3.2 Temperatur 1. Diambil sampel dengan gelas piala. Dicatat apa yang dijelaskan.1 Metode Sampling 1.3 Prosedur Kerja 1. Dibilas elektroda dengan akuades 7.3. Diambil 50 ml sampel 2. kemudian dengan larutan sampel . Digambar alat yang diperagakan (Water Sampler ) 1. Dibilas termometer dengan air sampel 3.

Diulangi langkah untuk kalibrasi pH 7 dan pada sampel lainnya. . I .13 3. Dicelupkan elektroda pada larutan sampel 4. Didiamkan beberapa saat dan mencatat nilai yang ditunjukkan pada layar pH meter. 5.

Nama Sampel Temperatur 1.1 Hasil Pengamatan Tabel 1.4.13 S/cm 2. I . Cara penggunaanya Water sampler dilempar ke badan air dalam keadaan katup terbuka. Hasil Pengamatan Metode Sampling Nama Alat Fungsi Horizontal Water Sampler Sebagai alat pengambil contoh air secara horizontal pada badan air yang tidak mengalir seperti danau dan waduk. Limbah Cair Tahu 1.11 S/cm 0. Hasil Pengamatan Konduktivitas (Daya Hantar Listrik) Nilai Konduktivitas No Nama sampel Rata-rata 1 2 1.45 mS/cm 1. Air Sumur 29°C 2.13 S/cm 0.4 HASIL DAN PEMBAHASAN 1.11 S/cm 3. Air Gambut 0. Limbah Cair Tahu 28°C Tabel 3. Setelah itu.40 mS/cm 1.13 S/cm 0.11 S/cm 0.14 1. Air Sumur 0. Tabel 2. tali ditarik sampai tabung water sampler dapat diambil. Air Gambut 29°C 3. Apabila tabung sudah terisi penuh maka pemberat diturunkan yang menyebabkan katup tertutup rapat.425 mS/cm . sehingga memungkinkan air masuk ke dalam tabung water sampler. Hasil Pengamatan Temperatur No.

Tabel 6. Limbah Cair Tahu 992 Tabel 7. Hasil Pengamatan Kecerahan (Transparansi) Nama Alat Fungsi Secchi Disc (Piringan Secchi) Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur transparansi (kecerahan) diameternya 20 cm.4 2. I . Hasil Pengamatan pH No Nama Sampel Nilai pH 1. Limbah Cair Tahu 3. Air Gambut 6. Kedalaman dimana pola pada disk tidak lagi terlihat diambil sebagai ukuran transparasi. Air Sumur 6. Air Gambut 62 3. Cara penggunaanya disk dipasang pada tiang atau tali.8 3. dan diturunkan perlahan-lahan kedalam air. Hasil Nilai TDS Menggunakan Alat TDS Meter No Nama Sampel Nilai TDS (S/cm) 1. Hasil Pengamatan dan warna bau dan kekeruhan Air Sumur Air Gambut Limbah Tahu Warna Putih Sedikit Putih Putih Keruh Bau Tidak Berbau Tidak Berbau Berbau Tidak sedap (Asam) Kekeruhan Tidak Keruh Tidak Keruh Keruh Tabel 5. Air Sumur 75 2.15 Tabel 4.7 .

Untuk limbah cair tahu 28°C. Piringan secchi digantungkan pemberat di pusatnya serta dipasang pengait untuk diikatkan dengan tali. Suhu air sangat berpengaruh tehadap jumlah oksigen terlarut dalam air. air gambut 29°C dan air sumur 29°C. Pengukuran temperatur sampel dilakukan di laboratorium terdiri dari air sumur sungai ulin. Apabila contoh air tidak langsung digunakan maka contoh air dapat disimpan dalam kotak pendingin dengan pendinginan 4°C sehingga ketika air akan diuji kandungan senyawa kimia air tidak berubah selama penyimpanan.4. Piringan secchi ditarik perlahan-lahan sampai piringan secchi terlihat lagi di permukaan . Oleh sebab itu sebaiknya pengukuran suhu dilakukan langsung di tempat pengambilan sampel. suhu semua sampel air yang diteliti masih dalam batas aman namun masih perlu pengujian parameter lainnya. air gambut sungai sipai dan air limbah cair tahu sungai besar. Kecerahan (transparansi) dapat diukur dengan piringan secchi (secchi disc).16 1. Water sampler dilempar ke badan air dalam keadaan katup terbuka. danau dan waduk. Contoh air dikeluarkan dengan membuka katup pada bagian bawah tabung. Piringan secchi yang konvensional adalah piringan yang permukaannya dicat putih dan hitam sedangkan pada belakang piringan di cat hitam. Horizontal water sampler digunakan untuk mengambil contoh air dengan kedalaman tertentu pada suatu badan air yang tidak mengalir seperti sumur. Itu diperuntukkan agar piringan secchi dapat mudah dilihat oleh pengamat pada saat diturunkan ke dalam air. Dari data yang didapat. I .2 Pembahasan Pada metode pengambilan air menggunakan horizontal water sampler. Menurut MENKES/PER/IV/2010 tentang suhu air yaitu ± 3°C dan suhu maksimum yang diperbolehkan sesuai suhu kamar adalah standar 30°C. Untuk mengukur kecerahan air. tali ditarik sampai tabung water sampler dapat diambil. Jika suhu tinggi air akan lebih cepat jenuh dengan oksigen dibanding suhunya rendah. piringan secchi diturunkan ke badan air sampai piringan secchi tidak terlihat lagi. Apabila tabung sudah terisi penuh maka pemberat diturunkan yang menyebabkan katup tertutup rapat. Setelah itu. sehingga memungkinkan air masuk ke dalam tabung water sampler.

DO adalah sejumlah oksigen yang .17 badan air kemudian menghitung kedalamannya dengan mengukur panjang tali piringan secchi yang basah dengan menggunakan meteran. sedangkan DO apabila banyaknya okisgen yang terlarut dalam air semakin tinggi DO-nya air pun semakin baik. maka dapat diketahui bahwa kecerahan badan air itu tinggi karena batas pada saat piringan secchi tidak terlihat lagi maka disekitar kedalaman itulah cahaya matahari mampu menembus air. karena nilai transparansi tidak dapat dijadikan sebagai data yang akurat dalam pengukuran kecerahan dari suatu badan air. Pada pengamatan terhadap warna dan bau yaitu air sumur adalah putih dan tidak berbau. sinar matahari lebih cerah sehingga memudahkan dalam pengukuran transparansi. air gambut sedikit putih dan tidak berbau sedangkan limbah cair tahu berwarna putih keruh dan mengeluarkan bau yang tidak sedap (asam). Apabila semakin dalam kedalaman badan air yang dapat dilalui piringan secchi. Untuk nilai kecerahan yang akurat. Pada kegiatan menentukan volume suatu sampel perlu diperhatikan miniskusnya. Pengukuran pada waktu hujan dan mendung ataupun cuaca buruk tidak disarankan.00-14. Miniskus cekung yaitu bila cairan tersebut memiliki adhesi yang lebih besar dari pada kohesi yaitu suatu keadaan dimana permukaan zat cair berada pada alat ukur sempit tampak melengkung kebawah. Miniskus adalah bentuk permukaan cairan saat terjadinya gaya adhesi dan kohesi. maka bagian bawah miniskus akan tampak terlihat.00. diusahakan pengukuran dilaksanakan pada pukul 10. hal ini dikarenakan pada jam tersebut. COD dan BOD ialah apabila semakin tinggi nilai BOD dan COD berarti air semakin tercemar dan ditandai dengan penampakan fisik yaitu air semakin keruh. I . Miniskus cembung yaitu bila cairan tersebut memiliki kohesi yang lebih besar dari pada adhesi yaitu suatu keadaan dimana permukaan zat cair berada pada alat ukur sempit tampak melengkung keatas seperti sampel air limbah tahu (keruh). 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Kualitas Air Minum adalah 5 NTU (Nephelometrix Turbidity Unit). Kekeruhan pada air berhubungan dengan DO. seperti larutan berwarna jernih yaitu air sumur dan air gambut bagian atas miniskus akan tampak terlihat. Batas maksimal kekeruhan air layak minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

. COD adalah jumlah oksigen yang diperlukan untuk seluruh bahan organik yang terkandung dalam air. Kandungan DO biasanya berbanding terbalik dengan COD dan BOD. Pada sampel air gambut warna air gambut sedikit jernih dan material organik tidak begitu banyak. maka semakin tinggi pula nilai DHL. hal tersebut terjadi akibat pengambilan sampel dilakukan tidak lama setelah hujan turun sehingga air permukaan gambut terkontaminasi dengan air hujan. BOD adalah suatu karakteristik yang menunjukan jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk mengurai atau mendekomposisi bahan organik dalam kondisi aerobik. Kekeruhan pada badan air dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan manusia dan kandungan organik yang ada pada air tersebut. maka cahaya matahari yang masuk ke permukaan air akan berkurang dan mengakibatkan menurunnya proses fotosintesis oleh tumbuhan air. dinyatakan dalam miligram O2 per liter. Pada sampel hasil pengukuran dapat diketahui jika sampel limbah cair tahu telah tercemar hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kekeruhan tinggi pada sampel. Bila jumlah DO berkurang maka akan berakibat pada meningkatnya nilai BOD dan COD. Pengukuran konduktivitas atau daya hantar listrik merupakan gambaran dari kemampuan air untuk meneruskan aliran listrik. Bahan-bahan terlarut dalam air juga menyerap panas yang mengakibatkan suhu air meningkat. selain itu pengambilan sampel air gambut hanya dilakukan pada permukaan saja jadi material organik yang ada pada air tersebut tidak ikut terbawa dalam sampel sehingga air gambut sedikit jernih. dari proses inilah BOD dan COD didapatkan. Semakin banyak garam mineral yang terlarut dan berbentuk ion.18 terlarut dalam suatu perairan. Dengan demikian suplai oksigen yang diberikan oleh tumbuhan dari proses fotosintesis berkurang. Pada air sumur diketahui jika air sumur jernih maka dapat disimpulkan kandungan BOD dan COD dalam sumur tidak begitu banyak atau tidak ada. tercemarnya suatu perairan dengan ditandai dengan perubahan fisik air yang semakin keruh. I . pada dasarnya tahu merupakan endapan protein dari kedelai. Pada pengendapan tidak semua mengendap. Pengukuran konduktivitas dilakukan dengan bantuan alat conductivity meter. sehingga jumlah oksigen terlarut dalam air (DO) berkurang. Apabila kondisi air di suatu perairan semakin keruh.

air gambut sebesar 0.89 mg/L . . Nilai TDS dari masing-masing contoh air yaitu air sumur 75 ppm.19 Nilai konduktivitas sebuah zat cair menjadi referensi atas jumlah ion serta konsntrasi padatan. TDS mengandung banyak ion-ion dan zat organik. hal tersebut sesuai dengan semestinya dimana air limbah banyak mengandung senyawa kimia dan zat organik sehingga tidak dapat diminum. Sehingga nilai konduktivitas dapat menentukan nilai TDS dalam air. TDS atau total disolved solid adalah ukuran zat terlarut baik itu zat organik maupun anorganik yang terdapat pada perairan. semakin keruh warna sampel maka semakin tinggi nilai TDSnya. Didapatkan nilai konduktivitas pada air sumur sebesar. Semakin tinggi kadar TDS dalam air maka semakin besar daya hantar listriknya. Pada sampel limbah cair tahu melebihi baku mutu yaitu 992 ppm. maka didapat nilai TDS pada air gambut di bawah baku mutu.01 M.061 mg/L sedangkan pada limbah cair tahu sebesar 0. air gambut 62 ppm. Sedangkan pada perhitungan menggunakan conductivity meter dengan satuan ppm.081 mg/L. Sedangkan pada air gambut masih dibawah baku mutu air minum. 0. dan limbah cair tahu 992 ppm. selain itu pengambilan sampel air gambut hanya dilakukan pada permukaan saja sehingga material organik yang ada pada air tersebut tidak ikut terbawa dalam sampel. Dari perhitungan nilai konduktivitas masing-masing sampel maka dapat diketahui bahwa terdapat banyak zat terlarut atau mineral yang terlarut pada limbah cair tahu dibandingkan dengan air sumur dan air gambut. I . Hal ini dapat dilihat dari fisik sampel sendiri. zat organik memiliki sifat dapat menghantarkan listrik dengan baik. Nilai TDS yang diperbolehkan untuk air minum menurut MENKES/PER/IV/2010 sebesar 500 ppm. Berdasarkan hasil yang diperoleh TDS paling banyak adalah pada sampel limbah cair tahu. hal tersebut terjadi akibat kesalahan pengambilan sampel dimana pengambilan sampel dilakukan tidak lama setelah hujan turun sehingga air permukaan gambut terkontaminasi dengan air hujan. Dalam percobaan ini diketahui pada air sumur masih aman karena masih dibawah baku mutu yang diperbolehkan untuk air minum dimana nilai TDS maksimum sebesar 500 ppm. Sebelum digunakan alat ini terlebih dahulu harus di kalibrasi dengan larutan standar KCL 0.

Setelah dilakukan pengukuran pH. selain itu pengambilan sampel air gambut hanya dilakukan pada permukaan saja jadi material organik yang ada pada air tersebut tidak ikut terbawa dalam sampel .4 yang bersifat asam lemah. Sampel ketiga menggunakan limbah cair tahu diambil di Sungai Besar pukul 11. Hasilnya pH 3.20 Pada pengukuran pH pada contoh air menggunakan alat pH meter. tidak sesuai dengan sifat asli gambut yang memiliki pH Asam Kuat.5.5. tujuannya untuk mencapai ketepatan pengukuran agar mendapatkan hasil yang akurat. Sedangkan pada sumur yang memiliki kedalaman lebih dai 100 meter cenderung bersifat basa karena air yang ada didalamnya mengandung banyak mineral dari batuan sampel air sumur masih dapar digunakan sebagai air minum karena nilai pHnya masih dalam rentang 6.30 WITA.8 (hampir netral). maka pH meter harus dikalibrasi terlebih dahulu. Nilai pH yang diperbolehkan untuk air minum menurut MENKES/PER/IV/2010 sebesar 6. Sehingga air limbah cair tahu tidak memenuhi kualitas pH untuk standar air minum karena dari proses pengolahannya banyak menimbulkan . bahwa sumur yang memiliki kedalaman kurang dari 30 meter cenderung memilik sifat asam hal tersebut terjadi akibat aktivitas fermentasi dari material organik seperti daun.5-8. bangkai atau tumbuhan air sehingga berakibat pada penurunan pH air. sesuai dengan proses pengolahan tahu dari kedelai dimana proses penggumpalan ditambahkan dengan asam cuka.00 WITA dimana kedalaman sumur berkisar 7- 10 meter. I .30 WITA. air sumur tersebut memiliki pH 6.5-8. hal ini terjadi akibat pengambilan sampel dilakukan tidak lama setelah hujan turun sehingga air permukaan gambut terkontaminasi dengan air hujan. Berikut hasil pengurukaran pH pada masing-masing sampel. Keuntunganya menjaga kondisi alat atau bahan agar tetap sesuai dengan spesifikasinya. Kalibrasi dilakukan dengan larutan buffer pH 4. pukul 19.7 dan 10. Sebelum pH meter digunakan untuk mengukur pH. Menurut info medion (2011).7. Sampel yang pertama yaitu air sumur yang dimbil di Perumahan Sungai Ulin. Sampel Kedua yang diukur adalah Air Gambut yang diambil di Sungai Sipai Pukul 17. Pada percobaan pertama mengukur pH masing-masing pada sampel. Hasilnya pH 6. sehingga limbah cair tahu bersifat asam.

21 senyawa kimia dan senyawa organik. I . pH dapat dinaikkan dengan cara standarisari dengan larutan NaOH. .

Hasil yang diperoleh untuk temperatur pada sampel air sumur 29°C. TDS meter adalah alat untuk mengukur jumlah zat terlarut baik itu zat organik maupun anorganik yang terdapat pada perairan dalam part per million (ppm). Hasil pengukuran pH pada sampel air sumur adalah 6.5 PENUTUP 1. 3.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya pada pengambilan sampel diperhatikan tata cara pengambilan sampel yang benar sehingga hasilnya sesuai dengan ketentuaan. 2. 5.8.068 mg/L sedangkan pada air sumur 0.89 mg/L. 9. Sedangkan pada pengukuran dengan TDS meter pada limbah cair tahu yaitu 992 ppm.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil adalah : 1. air gambut 29°C dan limbah cair tahu 28°C. 1. pada air gambut yaitu 0. 4.5. sedangkan pada air sumur 75 ppm. pH meter yaitu alat yang digunakan untuk menunjukkan sifat asam atau basa pada air. Seccih disc adalah alat yang digunakan untuk mengukur transparansi (kecerahan). . 8. Water sampler adalah alat yang digunakan untuk pengambilan sampel air. 6. Hasil yang diperoleh untuk konduktivitas pada limbah cair tahu yaitu 0.4.7.5. sedangkan air limbah cair tahu adalah 3. Conductivity meter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui kemampuan air dalam menghantarjan listrik. pada Air gambut yaitu 62 ppm. 7. Termometer adalah alat untuk mengukur suhu.22 1.081 mg/L. I . air gambut 6.

com/doc/34337385/SNI-03-7016-2004-Pengambilan- contoh-dalam-rangka-pemantauan-kualitas-air-pada-suatu-Daerah- pengaliran-sungai. Hanief. 2008. 2010.html. Mutthaqim. Fauzi. 2004. 2006. http://www.com/2009/05/limnologi3. Dampak & Penanggulangannya. DHL. Gramedia Pustaka. Diakses tanggal 4 Desember 2015 Khopkar. Jakarta. Kimia Lingkungan. http://yunuzmuhammad. Hefni.com/2008/11/phturbiditydhlkoagulasi. I .23 DAFTAR PUSTAKA Effendi. 2003. Bogor. pH. Diakses tanggal 4 Desember 2015 Sutrisno. Muhammad.com/2010/06/pencemaran-airdampak- penanggulangannya. 2008.com/2008/05/secchi-disc-26-tahun- menanti-diakui. Balai Pustaka. Totok. Muhammad Febry. Diakses tanggal 4 Desember 2015 Hadi. Koagulasi.Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta. Jakarta. 1989. Yunus. Diakses tanggal 4 Desember 2015 Saeni. 26 Tahun Menanti Diakui.html. Turbidity. A. Diakses tanggal 4 Desember 2015 . Jakarta.SM. http://iptekakdinbemfaperi. Suryabrata. 2009. Teknologi Penyediaan Air Bersih. M. Bandung. Ahlil. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. http://andalucygroup.html. Universitas Indonesia. 2007. S. http://ahlil-mutthaqim.html.blogspot.scribd. Limnologi. 2003.blogspot. Secchi Disc.blogspot.blogspot. IPB. Pencemaran Air. Metodologi Penelitian. Telaah Kualitas Air. 2003. Ilham. SNI-O3-7016-2004.S. Tata Cara Pengambilan Contoh dalam Rangka Pemantauan Kualitas Air pada Suatu Daerah Pengaliran Sungai. PT Raja Graindo Persada.

13 = 0.625 x 1.75)/2} x 0.11 = 0.11 S/cm = 0. Air Gambut TDS = {(0.625 x 0.24 LAMPIRAN PERHITUNGAN METODE SAMPLING Perhitungan Total Dissolve Solid (TDS) TDS (mg/l) = {(0.75)/2} x 1.425mS/cm = 0.75)/2} x 0.13 S/cm = 0.75)/2} x rata-rata konduktivitas (S/cm) Nilai TDS : a.081 mg/L b.5 + 0.5 +0.5 +0.89 mg/L .5 + 0. I . Air Sumur TDS = {(0. Limbah Cair Tahu TDS = {(0.625 x 0.425 = 0.068 mg/L c.

Peralatan dan instrumentasi yang terkalibrasi d. Dalam pemilihan lokasi harus mempertimbangkan tujuan dari pengukuran /pemantauan dan pengetahuan tentang kondisi geografi dari badan air yang akan diteliti. Sebutkan peraturan-peraturan didaerah kita yang terkait dengan pemantauan kualitas air.25 LAMPIRAN DAFTAR PERTANYAAN 1. Metode analisis dengan tingkat akurasi dan presisi yang dapat diterima c. Apa yang diperlukan agar hasil data penguukuran dapat dikatakan valid? Jelaskan! 2. 1. Jelaskan bagaimana cara menentukan lokasi pengambilan sampel? 3. lokasi pengambilan contoh dipilih agar contoh air yang diambil benar-benar mewakili badan air tersebut. . Contoh air yang respresentatif b. JAWABAN 1. agar diperoleh hasil pengukuran yang respresentatif. Cara menentukan lokasi pengambilan sampel Pemilihan lokasi pengambilan contoh sampel air merupakan salah satu langkah penting dalam prosedur pengambilan contoh air. Jelaskan parameter kunci dalam penentuan kualitas air? 4. I .Data hasil pengukuran agar dikatakan valid yang diperlukan adalah a. Sumber daya manusia (analisis atau laporan) yang dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai Pengertian pengambilan contoh air yang respresentatif adalah contoh air yang komposisinya sama dengan komposisi badan air yang akan diteliti kualitasnya. Maksud dan tujuan pengambilan contoh air adalah mengumpulkan volume air dari bagian air yang akan diteliti kualitasnya dengan volume sekecil mungkin tetapi karakteristik dan komposisinya masih sama dengan karakteristik badan air tersebut.

Selain itu juga diperlukan persiapan pereaksi. Jika terjadi peningkatan temperatur yang tinggi. oksigen terlarut. karena air murni yaitu air yang tidak mengandung zat-zat pengotor tidak berwarna. Parameter tersebut antara lain adalah suhu. Penetapan gas tersebut seperti oksigen dan karbon dioksida. Kecerahan sangat dipengaruhi oleh warna dan kekeruhan air. I . b. warna dan penetapan gas lainnya. Temperatur Temperatur merupakan parameter fisika air yang penting dalam menunjang kehidupan biota air dan dalam penentuan kualitas air . larutan standar dan alat-alat gelas secukupnya. pH. Warna Warna air adalah sifat fisik air yang disebabkan oleh karakteristik zat-zat yang terdapat di dalam air. akan menyebabkan terjadinya perubahan reaksi biokimia di dalam kehidupan biota air . c.26 2. Pemeriksaan parameter lapangan biasanya dilakukan dengan peralatan lapangan yang telah dipersiapkan sebelumnya. maka pemeriksaannya harus dikerjakan di lapangan. yang mungkin disebabakan oleh pembuangan limbah berbahaya (misalnya air pendingin dari PLTU) atau dari sumber lain. transparansi. Alat untuk mengukur kecerahan adalah secchi disc. asiditi. Transparansi ( kecerahan) Transparansi adalah parameter fisik untuk menyatakan kemampuan sinar matahari menembus kedalaman air. dan pada kondisi ekstrim dapat menimbulkan kematian pada biota air. Parameter kunci dalam penentuan kualitas air adalah Parameter yang dapat berubah dengan cepat dan tidak dapat diawetkan. Jika biota air banyak mati maka kualitas air tersebut termasuk tercemar. alkaliniti. pemeriksaannya dapat ditangguhkan dalam waktu beberapa jam apabila contoh disimpan dalam botol KOB yang terisi penuh. . bukan disebabkan oleh molekul air itu sendiri. Semakin tinggi kekeruhan dalam air maka kecerahannya semakin kecil. a. Perlu diperhatikan agar peralatan yang dipergunakan di lapangan terlebih dahulu dikalibrasi dan ketelitian alat cukup memenuhi keperluannya.

b. 4. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan No. Data pH juga diperlukan untuk proses pengolahan air. orang tidak mau minum air keruh. I . air payau atau air laut). Data konduktivitas dalam air berguna untuk memperkirakan atau mengevaluasi kualitas air atau jenis air ( air permukaan. hal ini disebabksn karena adanya mineral yang terlarut dalam air yang terionisasi. Konduktivitas ( Daya Hantar Listrik) Daya Hantar Listrik adalah kemampuan air untuk menghantarkan arus listrik. misalnya pengolahan limbah secara biologis. Data pH ini sangat diperlukan untuk mengetahui apakah air tersebut memenuhi persyaratan tertentu.27 d. karena efisiensi proses pengolahan air sangat dipengaruhi oleh pH air. kadar lumpur kasar dan kecerahan dalam air. Derajat keasaman (pH) pH merupakan parameter untuk menyatakan suatu keasaman air. Data ini sering dihubungkan dengan kadar zat terlarut (TDS) didalam air.2 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Sungai.5-8. proses koagulasi dan lain-lain. . karena kekeruhan dalam air disebabkan oleh senyawa anorganik atau organik yang tersuspensi yang mungkin saja dapat membahayakan kesehatan orang yang meminumnya. Peraturan-peraturan didaerah kita yang terkait dengan pemantauan kualitas air adalah : a. semakin banyak ion H+ di dalam air semakin rendah pH air.2 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. untuk menyatakan banyaknya ion H+ di dalam air. terutama untuk kualitas air minum. Data kekeruhan ini sangat berguna. f. e. Kekeruhan (turbidity) Kekeruhan dalam air disebabkan oleh zat-zat yang tersuspensi (tidak larut). Parameter pH juga digunakan untuk keperluan industri atau pertanian lainnya. Kekeruhan air berhubungan erat dengan parameter zat padat tersuspensi (TSS). air tanah.5. Peraturan Daerah Kota Banjarmasin No. misalnya untuk air minum disyaratkan pH antara pH 6.