KULIAH II

Besaran, Satuan, dan pengukuran

• Fisika berasal dari bahasa
Yunani ARTI FISIKA
• Fisika adalah ilmu
pengetahuan yang
mempelajari sifat dan gejala FISIKA
pada benda-benda mati di
alam

• Mengukur: membandingkan sesuatu
dengan sesuatu lain yang sejenis
yang ditetapkan sebagai satuan
• Satuan: nilai standar bagi
pembanding alat ukur
• Besaran: segala sesuatu yang dapat
diukurPENGERTIAN
dan dinyatakan dengan
BESARAN, SATUAN, DAN
angka PENGUKURAN

BESARAN FISIS

Besaran Skalar Besaran Pokok
(nilai) (ada 7)

Besaran Vektor BESARAN Besaran Turunan
(nilai dan arah) SATUAN

Besaran Tensor Besaran Tambahan
(ruang) (tidak punya dimensi)

• Jarak Bandar Lampung - Bakauheni 120 km, dapat
ditempuh dalam waktu 2 jam dengan mobil yang
melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/ jam
• Besaran = Jarak
Nilai Besaran = 120
Satuan = km
• Besaran = Waktu
Nilai Besaran =2
Satuan = jam

CONTOH

TURUNAN Besaran yang satuannya POKOK diturunkan dari besaran pokok Besaran yang satuannya telah ditetapkan (distandarkan) Besaran .

Besaran Satuan Dimensi Panjang Meter (m) L Massa Kilogram (kg) M Waktu Sekon (s) T Arus listrik Ampere (A) I Suhu Kelvin (K) θ Jumlah zat Mol J Intensitas cahaya Kandela (cd) N BESARAN POKOK DALAM SATUAN INTERNASIONAL .

BESARAN POKOK (TAMBAHAN) Besaran Satuan Sudut datar Radian (rad) Sudut ruang Steradian (sr) .

m2.s-2 Usaha kg.m-3 Kecepatan m.s-3 .m. Besaran Satuan Luas BESARAN TURUNAN m 2 Volume m3 Massa Jenis kg.m-1.s-2 Gaya kg.s-2 Tekanan kg.s-1 Percepatan m.

SISTIM SATUAN DINAMIS (2) Sistem MKS Sistem CGS METER CENTIMETER KILOGRAM GRAM SEKON SEKON .

BESARAN VEKTOR DAN BESARAN SKALAR BESARAN VEKTOR BESARAN SKALAR Perpindahan Jarak Kecepatan Laju Percepatan Kekuatan Gaya Waktu Momentum Volume Kuat Medan Magnet Kerja Torsi ( Momen-Gaya ) Massa ( Inersia ) .

STANDAR AWALAN YG DI GUNAKAN KELIPATAN 10 AWALAN SIMBOL FAKTOR AWALAN SIMBOL FAKTOR Tera T 1012 Centi c 10-2 Giga G 109 Milli m 10-3 Mega M 106 Micro μ 10-6 Kilo k 103 Nano n 10-9 Hecto h 102 Piko p 10-12 Deka da 101 Femto f 10-15 Deci d 10-1 Atto a 10-16 .

FAKTOR PENGGALI DALAM SI FAKTOR NAMA AWALAN SIMBOL 10-18 atto a 10-15 femto f 10-12 piko p 10-9 nano n 10-6 mikro μ 10-3 milli ml 103 kilo K 106 mega M 109 giga G 1012 tera T .

CONTOH • 1 km = 1 x 103 m = 1000 m • 2 nm = 2 x 10-9 m • 3 MW = 3 x 106 W • 40 µC = 40 x 10-6 C .

KONVERSI SATUAN • Konversi satuan adalah mengubah nilai besaran yang dinyatakan dalam suatu satuan tertentu menjadi nilai besaran yang sama yang dinyatakan dalam satuan yang berbeda • Konversi satuan dilakukan dengan mengalikan atau membagi nilai besaran dengan faktor konversi .

• 1 kg = 2.. 2046 lb 3 kg = 3 kg x  6.6138 lb 1 kg 1 kg 3 lb = 3 lb x  .2046 lb (faktor konversi) 2.. 2046 lb CONTOH . kg 2.

CONTOH • 3 mg= … kg ? 3 10 g 3 3 mg = 3 mg x  3x10 g 1 mg 3 3 1 kg 6 3x10 g = 3x10 g x 3  3x10 kg 10 g .

Diketahui faktor konversi 1 in. 2.54 cm maka. = 2. KUIS (10 MENIT) 1. 3 in. 3 cm = … in. Konversikan sesuai satuan yang diminta: a. = … cm b. a. 3 nm = … mm b. 3 GV = … mV .

dimensi suatu besaran menujukan bagaimana besaran tersebut atas besaran-besaran pokok • Dimensi besaran pokok dinyatakan dengan huruf kapital atau huruf kapital yang diberi kurung [ ] . DIMENSI • Dimensi suatu besaran merupakan hubungan antara besaran itu dengan besaran-besaran pokok.

Besaran Satuan Dimensi Panjang DIMENSI m BESARAN L Massa Kg POKOK M Waktu s T Arus listrik A I Suhu K θ Jumlah zat Mol N Intensitas cahaya cd J .

T-2 Tekanan Pa (kg.s) I.s-3) M.L-1.T-2 Daya W (kg.m-1.s-2) TURUNAN M.s-2) M.T-2 Usaha J (kg.L.L2.m2.s-2) M.L2.T-3 Frekuensi Hz (s-1) T-1 Muatan listrik C (A.T . Besaran DIMENSI Satuan BESARAN Dimensi Gaya N (kg.m2.m.

kg • r = jarak antara dua benda. m2 = massa benda 1 dan 2. N r • G = Tetapan gravitasi universal • m1. DIMENSI BESARAN TURUNAN • Persamaan gaya gravitasi Newton m1m2 F G 2 • F = Gaya gravitasi. m • Tentukan dimensi G .

L. DIMENSI BESARAN TURUNAN 2 2 m1m2 Fr Nm F G 2 G G[] 2 r m1m2 kg 2 2 1 2 M .L .T3 G[] 2 M .T L G[]M .

Tentukan Dimensi dari LATIHAN a. Gaya c. Kecepatan b. impuls Jawab Kecepatan = perpindahan / selang waktu = [L] [T]-1 = L T-1 Gaya = massa / percepatan = [M] [L] [T]-2 = M L T-2 Impuls = gaya / waktu = [M] [L] [T-2] [T-1] = M L T-3 .

Volume d. Luas . Massa jenis c. LATIHAN • Tentukan dimensi besaran – besaran di bawah ini a. Usaha b.

PENGUKURAN BESARAN • Pengukuran panjang • Pengukuran massa • Pengukuran waktu .

ALAT UKUR PANJANG •Mistar •Jangka sorong •Mikrometer Sekrup .

MISTAR • Hasil pengukuran besaran dinyatakan dengan beberapa angka pasti dan satu angka taksiran yang terletak di belakang • Pengukuran dengan mistar memiliki ketelitian 1 mm .

16 (salah) • X0 = 3.2 (salah) 2 3 4 .• Hasil pengukuran X0 = 3.23 (benar) MISTAR • X0 = 3.24 (benar) • • X0 = 3.

JANGKA SORONG • Pengukuran dengan jangka sorong memiliki ketelitian 0.1 mm .

JANGKA SORONG – CARA KERJA • Mengukur diameter luar benda • Mengukur diameter dalam benda • Mengukur kedalaman benda .

JANGKA SORONG – CARA PEMBACAAN SKALA • Skala utama. satuan cm • Skala nonius. satuan mm • Cara pembacaan • Perhatikan skala nonius yang berimpit dengan salah satu skala utama • Perhatikan skala utama sebelum nol pada skala nonius • Hasil pembacaan = Skala Utama + Skala Nonius .

01 mm . MIKROMETER SEKRUP • Pengukuran dengan mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0.

MIKROMETER SEKRUP – • Poros tetap KOMPONEN • Poros geser / putar • Skala utama • Skala nonius • Pemutar • Pengunci .

dan putar kembali sampai tepat. . MIKROMETER SEKRUP – CARA KERJA • Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka • Buka rahang dengan cara memutar ke kiri pada skala putar hingga benda dapat masuk ke rahang. • Letakkan benda yang diukur pada rahang. • Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat digerakkan dan terdengar bunyi 'klik'.

ALAT UKUR MASSA • Neraca Lengan • Neraca Kimia • Neraca Digital .

ALAT UKUR WAKTU • Jam matahari • Jam Pasir • Arloji • Stop Watch .

2 = angka pasti. 4 = angka taksiran) .24 cm (3. BILANGAN PENTING • Bilangan Penting adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan hasil pengukuran dengan alat ukur • Bilangan Penting terdiri atas beberapa angka pasti dan satu angka taksiran • Contoh: 3.

BILANGAN EKSAK • Bilangan Eksak adalah bilangan pasti yang diperoleh dari kegiatan membilang • Contoh: 3 butir telur 4 lembar kertas 6 ekor kambing .

14 m (5 angka penting) • Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol adalah angka penting.02 cm (4 ap) . • 70. ATURAN MENYATAKAN BANYAKNYA ANGKA PENTING • Semua angka bukan nol adalah angka penting • 258.

kecuali jika angka sebelum nol diberi garis bawah. angka penting berakhir pada garis bawah • 700 (3 ap).0 (3 ap) • 320 (2 ap) . • 84. ATURAN MENYATAKAN BANYAKNYA ANGKA PENTING • Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol termasuk angka penting.

025 (2 ap) • 0. ATURAN MENYATAKAN BANYAKNYA ANGKA PENTING • angka nol di sebelah kiri angka bukan nol bukan angka penting • 0.00470 (3 ap) .

8 kg (8 = angka taksiran) 2.17 kg (1 & 7 = angka taksiran) ditulis 255.37 kg + (7 = angka taksiran) 255. ATURAN BERHITUNG DENGAN ANGKA PENTING • Hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan penting hanya boleh memiliki satu angka taksiran • Contoh: 252.2 kg .

(4 = angka taksiran) 206 cm (0 & 6 = angka taksiran) ditulis 210 cm . ATURAN BERHITUNG DENGAN ANGKA PENTING • Hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan penting hanya boleh memiliki satu angka taksiran • Contoh: 570 cm (7 = angka taksiran) 364 cm .

ATURAN BERHITUNG DENGAN ANGKA PENTING • Jumlah angka penting hasil perkalian atau pembagian dua bilangan penting.3 m x 14 m = 354. sama dengan jumlah angka penting yang paling sedikit dari salah satu faktor • Contoh: 25.2 m2 (3 ap) (2 ap) Ditulis: 350 m2 .

sama dengan jumlah angka penting yang paling sedikit dari salah satu faktor • Contoh: 394.3 m/s (4 ap) (2 ap) Ditulis: 26 m/s . ATURAN BERHITUNG DENGAN ANGKA PENTING • Jumlah angka penting hasil perkalian atau pembagian dua bilangan penting.5 m : 15 s = 26.

ATURAN BERHITUNG DENGAN ANGKA PENTING • Hasil perkalian atau pembagian antara bilangan penting dan bilangan eksak memiliki angka penting sebanyak bilangan pentingnya • Contoh: 8.84 cm (3 ap) (bil.57 cm x 12 = 102. eksak) Ditulis: 103 cm .

856667 cm (3 ap) (bil.86 cm . ATURAN BERHITUNG DENGAN ANGKA PENTING • Hasil perkalian atau pembagian antara bilangan penting dan bilangan eksak memiliki angka penting sebanyak bilangan pentingnya • Contoh: 8. eksak) Ditulis: 2.57 cm : 3 = 2.

ATURAN BERHITUNG DENGAN ANGKA PENTING • Jumlah angka penting dari hasil pemangkatan atau penarikan akar sama dengan jumlah angka penting dari bilangan yang dipangkatkan atau ditarik akarnya • Contoh: (4.621568 m3 (3 ap) Ditulis: 80.32 m)3 = 80.6 m3 .

ATURAN BERHITUNG DENGAN ANGKA PENTING • Jumlah angka penting dari hasil pemangkatan atau penarikan akar sama dengan jumlah angka penting dari bilangan yang dipangkatkan atau ditarik akarnya • Contoh: √25 cm2 = 5 cm (2 ap) Ditulis: 5.0 cm .

ATURAN PEMBULATAN • angka kurang dari 5 dibulatkan ke bawah • 6.42 • angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas • 6.42 • 6.425 angka 5 dibulatkan ke bawah jadi 6.435 angka 5 dibulatkan ke atas jadi 6.43 • angka 5 dibulatkan menjadi genap • 6.426 angka 6 dibulatkan ke atas jadi 6.44 .423 angka 3 dibulatkan ke bawah jadi 6.

NOTASI ILMIAH n a x 10 • a bilangan penting 1 ≤ a < 10 • n bilangan bulat • 10n menyatakan orde .

. PEMAHAMAN • Marco mengukur meja dengan penggaris. • Ternyata panjang mejanya adalah 3 meter dan lebarnya 1 meter. alat ukur. satuan. Jadi luas meja itu adalah 3m2 • Manakah yang termasuk besaran pokok. besaran turunan.