You are on page 1of 2

1. Penambahan Na.

cmc dalam laruran : menurut farmako edisi IV4bahwa
na.cmc merupakan garam natrium polikarboksimetil eter selulosa yang
tidak kurang dari 5,6 % dan tidak lebih dari 9,5% natrium. Pemerian
serbuk putih atau granul, higroskopik dan dimana kelarutannya mudah
terdispersasi dalam air, membentuk suspensi kaloidal. Na.cmc sering
digunakan sebagai stabilator, pengental,pengemulsi, pengikat dan
pemberi bentuk yang baik bagi suatu produk seperti makanan.
2. Onset adalah waktu tempuh obat mulai diberikan sampai mulai
memberikan efek., dan durasi adalah waktu obat mulai
bekerja/memberikan efek sampe terasa khasiatnya.
3. Metformin merupakan zat anti hiperglikemik oral golongan biguanid.
Dengan mekanisme yaitu menurunkan kadar glukosa darah dan
tidak meningkatkan sekresi insulin. Metformin jga tidak mengalami
metaboliosmne dihati, diekskresikan dalam bentuk yang tidak berubah
dalam air kemih dan sejumlah kecil dalam tinja. metformin bekerja
menghambat pembentukan gula di dalam hati.
4. Penurunan kadar glukosa darah pada pemberian metformin
pengingkatan asupan kadar glukosa dalam otot, penurunan glikogenesis
yang meningkat dan menghambat absobsi glukosa internal. Metformin
meningkatkan sensifitas insulin di hati dan jaringan pariferal (otot).
5. Farmakokinetik metformin metformin mencapai kadar puncak dalam
darah setelah 2 jam dan di ekskresikan melalui urin.
6. flavonid mampu menurunkan kadar glukosa darah yaitu zat yang
terkangdung mampu meregenerasi sel beta pangkreas, dan mampu
merangsang sekresi insulin, ( dheer dan bhatnagar,2010) mekanisme lain
dari flavonid yaitu mengurangi penyerapan glukosa dan mengatur aktifitas
ekspresi enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat (brahmachari
,2011) . flavonoid mempunyai mekanisme yang sama dengan obat
hiperglikemik oral sulfonileurea dalam menurunkan kadar glukosa darah
dengan cara meningkatkan sekresi insulin pada organ pangkreas.