You are on page 1of 12

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN KE BALAI PEMBIBITAN TERNAK

UNGGUL DAH HIJAUAN PAKAN TERNAK INDRAPURI-ACEH
( BPTU-HPT INDRAPURI )

Disusun Oleh:

Nama : MACHFUD
NIM : 1105104010043

JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM-BANDA ACEH
2014

Dalam pengembangannya dan untuk mengoptimalkan aplikasi teknologi tersebut telah dikembangkan teknologi kriopreservasi sperma dan embrio. Beberapa teknologi budidaya yang diyakini mampu meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak dalam rangka penyediaan bibit unggul diantaranya adalah teknologi inseminasi buatan (IB) dan teknologi transfer embrio (TE). Walaupun tidak mempunyai laju pertumbuhan yang sama . maka peran teknologi perbibitan menjadi sangat penting. Peranan ini dapat dilihat dari fungsi produk peternakan sebagai penyedia protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Sapi aceh merupakan salah satu plasma nutfah sapi potong lokal yang ada di Indonesia selain sapi bali dan sapi Madura. peningkatan kesejahteraan masyarakat akan diikuti dengan peningkatan konsumsi produk-produk peternakan.Namun demikian. secara hipotesis. abad ini merupakan abad yang penuh persaingan dan pertarungan ketat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang membutuhkan talenta kuat. Rata – rata konsumsi protein hewani baru 4. yang dengan demikian maka turut menggerakkan perekonomian pada sub sektor peternakan. Padahal. Untuk memenangkan pertarungan ini maka dibutuhkan manusia-manusia cerdas dan kuat. Hal ini biasa dipenuhi dengan konsumsi protein hewani yang memadai. I.19 gram/kapita/hari. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor peternakan memiliki peranan penting dalam kehidupan dan pembangunan sumberdaya manusia Indonesia. Bibit ternak merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam pembangunan subsektor peternakan. Agar tujuan dan sasaran pembangunan peternakan untuk memenuhi kebutuhan bibit nasional. kenyataannya menunjukan bahwa konsumsi produk peternakan masyarakat Indonesia masih rendah. Selain itu. Oleh karenanya tidak mengherankan bila produk-produk peternakan disebut sebagai bahan “pembangun” dalam kehidupan ini. selanjutnya produksi embrio secara in vitro.

profesor riset Puslitbang Peternakan Kementerian Pertanian dalam seminar sehari di aula Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh. Bahkan di lapangan terjadi seleksi negatif dengan memotong sapi yang bagus. Tujuan 1.dengan sapi silangan namun sapi potong local mampu menunjukkan produktivitas dan efisiensi ekonomi yang maksimal pada berbagai kondisi yang terbatas Pada saat bersamaan harus juga dibangun pengembangan peternakan sapi secara intensif dan secara terprogramSelain populasi sapi Aceh cendrung menurun karena permintaan dan pemotongan tidak sebanding dengan pertambahan populasi. Mahasiswa dapat mengetahui keunggulan sapi aceh yang bisa di programkan untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong 3. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang pengembangan sapi aceh C. ujarnya. Terkait dengan pemotongan betina produktif. maka diperlukan kebijakan dari pemerintah pusat dan Pemda sebagai payung hukum untuk dijabarkan oleh dinas teknis dan masyarakat dalam upaya pengembangbiakan sapi Aceh. sementara peternak memelihara yang kecil-kecil saja. Mahasiswa dapat mengetahui program pembibitan sapi lokal aceh di BPTU 2. namun ke depan harus dilakukan revitalisasi terutama merancang program pengembangan sapi Aceh jangka panjang dengan penentuan wilayah pembibitan dan memberikan insentif bagi peternak yang melakukan pemurnian dan pembibitan sapi Aceh. Demikian dikatakan Dr Syamsul Bahri. juga disinyalir keturunannya cenderung lebih kecil akibat perkawinan yang tidak terkontrol seperti kawin sedarah (inbreeding). dan ketersediaan pakan. sampai saat ini belum dapat dihindari karena sulitnya pengawasan di lapangan. Disebutkan saat ini memang tersedia Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) sapi Aceh di Indrapuri. “Pemerintah perlu melakukan usaha pembibitan dan pemurnian sapi Aceh termasuk membatasi kegiatan persilangan untuk maksud yang tidak jelas”. Guna mempertahankan populasi sapi Aceh dari kepunahan. Manfaat . B. Jumat (27/7) dihadiri para peneliti dan penyuluh dari berbagai dinas Lingkup Pertanian.

282/Kpts/TU. Dalam melaksanakan tugasnya. Provinsi Aceh merupakan suatu lembaga pemerintah Republik Indonesia (RI) yang memiliki target untuk menghasilkan bibit Sapi Aceh unggul yang bermutu. perawatan kesehatan dan pemuliaan ternak khususnya sapi aceh II. Balai ini didirikan di atas lahan seluas 430 Ha (sertifikat No. Selanjutnya pada tahun 2002 BPT dan HMT berubah namanya menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Aceh Indrapuri – NAD dengan adanya SK Mentan No. . Mohd. I Provinsi Aceh dengan SK Mentan Nomor: 313/Kpts/Org/5/1978 pada tanggal 25 Mei 1978. PEMBAHASAN Latar Belakang BPTU-HPT Indrapuri Aceh Besar Balai Pembibitan Ternak Unggul dah Hijauan Pakan Ternak Indrapuri-Aceh pertama kali didirikan bernama Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT dan HMT) oleh drh.Melalui kunjungan ke balai pembibitan ternak ( BPTU-HPT ) Indrapuri Aceh Besar dapat membuka wawasan dalam usaha pembitan. BPTU Sapi Aceh . Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Aceh Indrapuri. Roesli Yusuf (Alm). Kadis Peternakan dan Kakanwil Deptan Provinsi DI Aceh yang merupakan lanjutan dan pilot proyek (small holder) milik Dinas Peternakan Tk. produksi dan pemasaran Sapi Aceh Unggul. berkualitas dan bersertifikat dalam jumlah produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional. 210/4/2002 tanggal 6 April 2002. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.1 tahun 1983 dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Aceh Besar) di Desa Reukih Dayah Kecamatan Indrapuri Aceh Besar. pengembangan.Indrapuri sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah Pembibitan Ternak melaksanakan pemuliaan. khususnya di Wilayah Aceh serta di seluruh wilayah kerja Indonesia.

Sapi aceh merupakan salah satu plasma nutfah sapi potong lokal yang ada di Indonesia selain sapi bali dan sapi Madura. BPTU Sapi Aceh Indrapuri-NAD mengalami perubahan nomenklatur kembali pada tahun 2013 yaitu dengan SK Mentan Nomor: 56/Permentan/OT. serta persyaratan kesehatan hewan agar terhindar dari resiko penyakit hewan menular yang dapat mengganggu produktifitas. memberikan pelayanan teknik kegiatan pemeliharaan bibit sapi aceh unggul. Namun oleh keterbatasan informasi. sehingga rumpun Sapi Aceh perlu di pertahankan populasinya agar tidak punah. sebagai pelaksana perkawinan (breeding) sapi aceh unggul. sebagai pelaksanaan pemeliharaan bibit sapi aceh unggul. diantaranya berupa kemampuan adaptasi dan reproduksi yang baik terhadap kondisi lingkungan fisik. Upaya pengembangan Sapi Aceh memerlukan bibit yang memenuhi standar. sebagai pelayanan distribusi dan pemasaran hasil produksi dan pemasaran hasil produksi bibit sapi aceh unggul. Sapi Aceh memiliki potensi bibit. pelaksanaan pencatatan (recording) bibit sapi aceh unggul. Sapi Aceh telah ditetapkan sebagai salah satu Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal atau plasma nutfah. Dalam perkembangannya BPTU Sapi Aceh Indrapuri – Aceh terjadi pasang surut akibat konflik yang berkepanjangan di Aceh dan musibah tsunami(2004) yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan dan kelangsungan Balai.140/5/2013 tanggal 24 Mei 2013. Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Aceh Indrapuri Sapi Aceh mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai pelaksana uji performance sapi aceh unggul. Walaupun tidak mempunyai laju pertumbuhan yang sama dengan sapi silangan namun sapi potong local mampu menunjukkan produktivitas dan efisiensi ekonomi yang maksimal pada berbagai kondisi yang terbatas. Dalam perkembangannya. Secara genetik Sapi Aceh memiliki keunggulan tersendiri. BPTU Sapi Aceh Indrapuri . pemberian pelayanan teknik kegiatan pemeliharaan bibit sapi aceh unggul. serta daya tahan terhadap beberapa penyakit terutama penyakit parasitik. Sapi Aceh termasuk bangsa sapi potong yang banyak dipelihara petani di Aceh sebagai sapi penggemukan atau tenaga kerja pengolah lahan pertanian. sehingga diperlukan upaya pengukuran performan reproduksi dan produksi Sapi Aceh. nilai ekonomis serta dapat diandalkan untuk memenuhi kepentingan/kebutuhan nilai gizi asal hewani bagi manusia. sejauh ini belum ada suatu standar baku untuk bibit Sapi Aceh. iklim maupun cuaca di daerah tropis. adaptasi terhadap kondisi pakan yang jelek.

5821 LU dan 95025’21.Sebelah Utara dengan Desa Aneuk Glee . Kondisi Geografis Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri Aceh terletak pada koordinat base station BPTU-HPT Indrapuri 00 5033’22.Sebelah barat dengan kawasan hutan.5969 BB dengan topografi umum berbukit-bukit dengan lembah yang agak merata yang berada pada 30 – 80 dpl.60 C dengan kelembaban 84.berubah namanya menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU- HPT) Indrapuri. Menempati areal yang telah bersertifikat seluas 430 Ha. dengan batas- batas wilayah sebagai berikut : . mempunyai struktur tanah dengan struktur lempung dan liat.147 mm/tahun dengan intensitas hari hujan mencapai 98 hari/tahun. Visi : Terwujudnya pembibitan Sapi Aceh di UPT dan masyarakat untuk pelestarian plasma nutfah .Sebelah selatan dengan kawasan hutan . Termasuk dalam daerah dengan iklim yang panas dengan suhu rata-rata 26.Sebelah Timur dengan irigasi proyek Krueng Jreu . .83% dengan curah hujan rata-rata 1. Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri berjarak sekitar 30 Km dari Banda Aceh (Ibukota Provinsi Aceh) dengan jarak tempuh perjalanan antara 45-60 menit dan berjarak sekitar 34 km dari Jantho (Ibukota Kabupaten Aceh Besar) serta berjarak sekitar 5 km dari ibukota Kecamatan Indrapuri.

untuk meningkatkan ketersediaan bibit sapi Aceh. bagian pundak tidak rata dan sedikit menonjol 3. Kuping dan daun telinga tidak jatuh. Tanduk mengarah ke samping. Meningkatnya produktifitas sapi Aceh.melengkung ke atas kemudian ke depan dan lebih kecil 4. Warna dominan merah bata 2. Meningkatnya pendapatan peternak 3. Melestarikan Sumber Daya Peternakan Sapi Aceh dan Plasma Nutfah Sapi Aceh Betina Ciri-ciri Sapi Aceh Betina 1.Misi: 1. Tidak berpunuk. tidak besar dan agak runcing 5. 2. Tinggi gumba rata-rata 105 cm .

Berpunuk 3. Pelayanan Teknis Pemeliharaan Bibit Ternak Sapi Aceh . Tinggi gumba rata-rata 110 cm KEGIATAN TEKNIS LAPANGAN BPTU – HPT ACEH Kegiatan teknis pada Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Aceh Indrapuri yang dilakukan baik rutin maupun proyek antara lain pelayanan teknis perneliharaan bibit temak sapi. Tanduk mengarah ke samping. Sapi Aceh Jantan Ciri-ciri Sapi Aceh Jantan 1. produksi bibit ternak. Warna dominan merah bata dan pada daerah pundak lebih gelap 2. tidak besar dan agak runcing 5. melengkung ke atas dan lebih besar 4. pelayanan teknis produksi. Kuping dan daun telingan tidak jatuh.

Ternak bibit dan benih 2. Kelompok ternak Sapi Brahman yang didatangkan dari Australia pada pertengahan bulan Juni 2006. Manusia yang keluar masuk di lokasi BPTU 3. yaitu: 1. kandang. Perawatan khusus juga dilakukan terhadap ternak yang melahirkan dan yang akan melahirkan. Program vaksinasi dan pengobatan. Deteksi dini penyakit hewan. maka segera dipisahkan dari kelompok untuk mendapatkan perawatan secara khusus. bila teriihat ada yang menampakkan kelainan atau kondisi sakit. Pemeliharaan dan Perawatan Ada tiga kelompok ternak sapi yang dipelihara pada Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Aceh Indrapuri -Provinsi Aceh. Tindakan biosekuriti diterapkan terhadap: 1. Kelompok ternak Sapi Aceh yang merupakan sapi lokal Aceh yang diharapkan kemurniannya untuk program pembibitan. peralatan dan alat angkut . Tindakan biosekuriti adalah semua tindakan yang merupakan perlindungan pertama untuk pengendalian wabah dan pencegahan kemungkinan penularan penyakit dengan ternak serta penyebaran penyakit. 3. pemberantasan dan pengobatan penyakit. Selain itu juga perlu diterapkan tindakan biosekuriti yang ketat. Persyaratan bebas penyakit hewan menular utama. c). Observasi dilakukan pada setiap pagi dan sore hari untuk semua kelompok sapi. Pakan. 2. Tindakan perawatan kesehatan ternak meliputi: a).a. Kelompok ternak persilangan antara Sapi Brahman dengan Sapi Aceh Perawatan meliputi kegiatan yang berhubungan dengan sanitasi kandang dan lingkungan sekitar. b).

maka ternak yang dikurung/dikandangkan. sedangkan deteksi dini yang dilakukan melalui pengambilan sampel dapat dilakukan oleh paramedik dibawah pengawasan dokter hewan yang berwenang. b. dilakukan evaluasi sebagai bahan tindak lanjut yang diperlukan. Agar tidak terjadi pencampuran antar kelompok. Tujuan pengembalaan ini selain untuk exercises dan mendapatkan makanan secara alami. sagu dan mineral. selain itu juga untuk mendapatkan sinar matahari secara penuh karena sapi-sapi yang dikandangkan kurang mendapat sinar matahari. Pemberian Pakan Pemberian pakan dilakukan pada pagi hari berupa konsentrat yang terdiri dari campuran bungkil kelapa. Media pembawa penyakit hewan lainnya Untuk mengetahui lebih cepat kemungkinan terjadinya penyakit hewan terhadap ternak bibit pada BPTU perlu dilakukan deteksi dini melalui sistem pemeriksaan reguler sekurang- kurangnya 3 bulan sekali yang meliputi pemeriksaan terhadap penampilan fisik hewan. Hasil pemeriksaan selanjutnya harus didokumentasikan secara tertib.4. feses. maka lokasi padang pengembalaan harus terpisah. sekreta dan sampel lainnya pada ternak bibit. . Untuk menjaga kesehatan dan kondisi ternak. sesuai dengan jenis penyakit yang akan diuji. sampel darah. Sampel yang telah diambil selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Hewan Regional yaitu Balai Besar Veteriner (BBVet) atau Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV). Pada siang hari diberikan pakan hijauan berupa rumput gajah yang sudah dicincang dengan menggunakan mesin chopper. Padang pengembalaan terdiri dari pengembalaan alam dan padang pengembkokalaan buatan yang didominasi dengan rumput Brachiaria decumbens (Bd). dan untuk keperluan pengembalaan dilakukan di padang rumput dengan cara rotasi kandang. Deteksi dini terhadap penampilan fisik hewan dilakukan oleh dokter hewan yang berwenang di BPTU.

.Aceh Besar dapat saya simpulkan:  Melalui pembibitan. pengeloalaan dan biosekuriti yang memadai merupakan kunci sukses dalam ilmu usaha peternakan. pengembangan. Rumput setelah di coper III. PENUTUP Kesimpulan Dari hasil kunjungan ke BPTU Indrapuri.

 Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Aceh Indrapuri.co. Provinsi Aceh merupakan suatu lembaga pemerintah Republik Indonesia (RI) yang memiliki target untuk menghasilkan bibit Sapi Aceh unggul yang bermutu. Saran Perlu adanya program lebih lanjut terhadap pelayanan peternak rakyat untuk memperbaiki mutu dan kualitas sapi aceh melalui program inseminasi buatan semen beku Bull sapi aceh.id .com http://www. 1981. http://MRZAENPEMULIAANTERNAK.blogspot.Edisi II.id http://keswannakaceh.BEFE.dirjenpeternakan.go. Yogyakarta. S. DAFTAR PUSTAKA Reksohadiprodjo.Pembibitan ternak lokal. berkualitas dan bersertifikat dalam jumlah produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional.