You are on page 1of 4

LAPORAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT

UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN
PENILAIAN JAMBAN SEHAT DI SEKOLAH

1. LATAR BELAKANG
Jamban sehat merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting di sekolah.
Setiap siswa, guru, dan penghuni sekolah lainnya harus menggunakan jamban untuk
buang air besar dan buang air kecil sehingga menjaga lingkungan sekolah agar tetap
bersih, sehat dan tidak berbau, tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya dan
tidak mengundang lalat atau serangga yang menjadi penular penyakit diare, kolera,
disentri, tifoid, cacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, dan
keracunan.
Terdapat 7 kriteria jamban sehat:
1. Tidak mencemari air
2. Tidak mencemari tanah permukaan
3. Bebas dari serangga
4. Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan
5. Aman digunakan oleh pemakainya
6. Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya
7. Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan

Beberapa cara dan langkah untuk memelihara jamban sehat di sekolah:
- Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air
- Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih
- Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat
- Tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran
- Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih)
- Bila ada kerusakan, segera diperbaiki

Peran guru / pembimbing agar memiliki dan menggunakan jamban sehat:
- Menyiapkan jamban di sekolah
- Manfaatkan setiap kesempatan untuk mengingatkan tentang pentingnya menggunakan
jamban sehat
- Membagi tugas kepada siswa didik secara bergilir untuk membersihkan jamban
- Memasang brosur (poster, leaflet, sticker) tentang manfaat penggunaan jamban sehat.

2. PERMASALAHAN DI MASYARAKAT

Mengingat di beberapa daerah di Indonesia masih banyak terdapat keterbatasan. PELAKSANAAN Penilaian dan penyuluhan tentang jamban sehat dilaksanakan di beberapa Sekolah yaitu TK dan SDN 46 duampanua. TK dan SD 46 Duampanua Pinrang . maka perlu diadakan penyuluhan kepada guru dan siswa tentang jamban sehat di sekolah. Manfaat yang dapat diambil dari pemanfaatan jamban sehat di sekolah yaitu untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dengan demikian dapat mewujudkan seluruh warga sekolah yang sehat. dan tidak menimbulkan datangnya lalat yang dapat menjadi penular penyakit diare. Kegiatan yang dilakukan antara lain tinjauan langsung terhadap jamban di sekolah tersebut dan memberikan penyuluhan singkat kepada guru dan siswa-siswi di sekolah tersebut. cacingan. Oleh karena itu. tidak mencemari sumber air yang ada di sekitarnya. pemeliharaan kebersihan jamban. maupun pemanfaatan jamban oleh siswa dan guru. penyediaan jamban oleh sekolah. tipus. termasuk penggunaan jamban yang tepat. Kabupaten Pinrang. disentri. maka diadakan penilaian dan diskusi mengenai Jamban Sehat di sekolah. perlunya penerapan pola hidup bersih dan sehat pada anak sejak dini. dan TK dan SD 133 Bittoeng. dan cara memelihara jamban. syarat-syarat jamban sehat. EVALUASI Dari hasil penilaian jamban beberapa sekolah tersebut didapatkan masalah sebagai berikut: 1. Penilaian jamban sehat di TK dan SD 133 Bittoeng dilaksanakan pada hari Selasa. 5. 4. sehat dan tidak berbau. manfaat menggunakan jamban bersih. 28 September 2013. Pentingnya untuk membuang air besar dan kecil di jamban adalah untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih. 3. Materi penyuluhan berupa pengetahuan mengenai definisi jamban sehat. Penerapan Hidup bersih dan sehat pada anak sekolah sangat penting untuk menciptakan bangsa yang sehat. baik dalam hal. PEMILIHAN INTERVENSI Oleh karena permasalahan yang terjadi di atas. dan lain-lain. kolera. 24 September 2013 dan di TK dan SD 46 Duampanua pada hari Sabtu.

Ng. Ng Winda Hijaya Tanda Tangan: . 2. Kami juga melakukan penyuluhan dan himbauan kepada guru dan siswa untuk memelihara kebersihan jamban dan senantiasa menggunakan jamban. dan hanya 1 untuk seluruh siswa-siswi TK. jamban masih kotor dan tidak terawat. Kegiatan ini berjalan sebagaimana yang diharapkan. Namun tingkat pengetahuan peserta masih kurang mengenai materi penyuluhan sebelum diadakannya penyuluhan. siswa cukup antusias untuk berdiskusi terkait materi penyuluhan. TK dan SD 133 Bittoeng Keadaan jamban masih tidak memadai. Winda Hijaya dr. Ramli Yunus LAPORAN PENYULUHAN Nama Peserta dr. PENDAMPING PESERTA dr. H. Namun setelah penyuluhan. Jumlah jamban yang sangat sedikit yaitu hanya 1 untuk seluruh siswa-siswi SD. Hampir sebagian besar siswa yang hadir masih memiliki pengetahuan yang minim berkaitan dengan materi penyuluhan yang akan disampaikan.

TK Satu Atap SDN 46 Duampanua & SDN 46 Duampanua 2. H. Hari / Tanggal Selasa 24 September 2013 Sabtu. Sulawesi Selatan Tema Penyuluhan Penyuluhan dan Penilaian Jamban Sehat Sekolah Tujuan Penyuluhan Untuk mengevaluasi keadaan jamban sekolah serta memberikan pemahaman kepada guru dan siswa tentang manfaat penggunaan jamban yang sehat di lingkungan sekolah. 28 September 2013 Waktu 09. TK Satu Atap SDN 133 Bittoeng & SDN 133 Bittoeng Jumlah Peserta ± 80 orang siswa. . 5 orang guru. Ramli Yunus Tanda Tangan: Nama Wahana Puskesmas Lampa.Nama Pendamping dr.30 Tempat 1.00 – 09. Kabupaten Pinrang.