BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Daun termasuk organ pokok pada tubuh tumbuhan. Pada umumnya
berbentuk pipik bilateral, berwarna hijau, dan merupakan tempat utama
terjadinya fotosintesis. Berkaitan dengan itu, daun memiliki struktur mulut
daun yang berguna unuk pertukaran gas CO2, O2, dan uap air dari daun ke alam
sekitar dan sebaliknya. Pada suku tmbuhan keladi (Aracea), untuk
mempertahankan siklus air di ujung daun memiliki struktur hidatoda cone,
sebagai tempat meneteskan air (gutasi). Bentuk pipih dorsoventral dan
menghadap ke arah datangnya sinar memiliki logika untuk efisiensi
penangkapan sinar (Nugroho, 2006).
Struktur luar dan dalam daun berkaitan dengan perannya dalam proses
fotosintesis dan transpirasi. Daun biasanya rata dan tipis sehingga
memudahkan masuknya sinar matahari ke dalam sel. Luasnya permukaan daun
juga memungkinkan terjadinya pertukaran gas. Di dalam helaian daun juga
terdapat jaringan pembuluh (Mulyani, 2006).
Susunan daun pada batang sangat mempengaruhi penerimaan cahaya
matahari oleh daun-daun tumbuhan. Tata letak daun ini juga dapat
mencerminkan tata letak daun cabang yang akan tumbuh dari tunas-tunas
ketiak. Untuk mempelajari susunan daun pada batang (tata letak daun,
filotaksis) perlu diperhatikan antara lain berapa banyak daun yang terdapat
pada setiap buku. Bagaimana hubungan tata letak suatu daun dengan daun daun
pada buku atau buku-buku berikutnya. Bagaimana hubungan antara suatu daun
dengan daun tau daun-daun diatasnya. Bagaimana keadaan ruas-ruas yang
memisahkan buku-buku tempat daun melekat (Mulyani, 2006).
Mesofil daun yang terdapat di antara epidermis atas dan eidermis bawah
dibedakan menjadi dua macam, yaitu: parenkim palisade yang terdiri atas sel
yang panjang dan tidak mempunyai ruang antar sel dan parenkim spons yang
terdiri atas sel yang berbentuk tidak teratur dengan ruang antar sel yang besar.
Parenkim palisade lebih banyak mengandung kloroplas. Pada epidermis
terdapat stomata yang membantu pertukaran gas antara jaringan daun dan
atmosfer. Setiap stomata terdiri atas dua buah sel penutup yang mengelilingi
lubang kecil (Mulyani, 2006).

suku empon-empon (Zingiberaceae). seperti pada tumbuhan tebu (Saccharum officinarum). Sebagai pelindung kuncup yang masih muda. yaitu: 1. yaitu sebagai berikut: 1. Upih daun selain merupakan bagian daun yang melekat atau memelik batang. 2009). Tangkai daun (Petiolus) . Tujuan Praktikum Adapun tujuan praktikum dari pengamatan daun. Upih Daun atau Pelepah Daun (Vagina) Daun yang berupih umumnya hanya kita dapati pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan yang berbiji tunggal (Monocotyledoneae) dan suku rumput (Gramineae). juga dapat mempunayai fungsi lain. golongan palma (Palmae). B. Untuk melihat susunan dan mempelajari anatomi daun Ghymnospermae 4. Untuk melihat dan mempelajari susunan daun monokotil 3. pisang (Musa paradisiaca). Memberi kekuatan pada batang tanaman.B. seperti pada pisang (Musa paradisiaca) (Tjitrosoepomo. 2. Untuk melihat dan mempelajari tipe daun dorsiventral 2. Untuk melihat dan mempelajari tipe stomata pada Tradescantia spathacea BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Tangkai daun merupakan bagian daun yang mendukung helaiannya dan bertugas untuk menempatkan helaian daun tadi pada posisi sedemikian rupa. Daun yang hanya terdiri atas helaian daun saja dapat mempunyai pangkal yang demikian lebarnya. Daun ini disebut daun duduk (Sessilis). Hanya terdiri atas tangkai dan helaian daun saja. maupun warnanya. misalnya pada jeruk (Citrus sp). Tumbuhan yang demikian banyak macam dan ragamnya itu mempunyai daun yang helaiannnya berbeda-beda pula. tanpa upih dan tangkai sehingga helaian langsung melekat atau duduk pada batang. 2009). Bersegi . misalnya pada rumput teki. Daun yang terdiri atas helaian saja. misalnya pada tangkai papaya (Carica papaya). Bentuk-bentuk tangkai daun yaitu: 1. Bulat dan berongga. baik mengenai bentuk. Daun terdiri atas upih dan helaian daun disebut daun berupih atau berpelepah. dikatakan memperlihatkan sifat heterofili.) 2. mangga (Mangifera indica L. maka suatu sifat yang sesungguhnya hanya berlaku untuk helaiannya disebut pula dengan sifat daunnya. Kita tidak mudah menemukan dua jenis tumbuhan yang helaian daunnya sama persis bentuk dan warnanya (Tjitrosoepomo. hingga dapat memproleh cahaya matahari yang sebanyak-banyaknya. misalnya pada biduri (Calotropis gigantea) 4. ciri-ciri daun yang tidak lengkap: 1. 3. Lazimnya lalu disebut daun bertangkai. 2009). misalnya padi (Oryza sativa) dan jagung (Zea mays ). 2009).umumnya tangkai daun berbentuk silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya. ukuran. C. kalau masing-masing terdapat pada cabang yang berlainan. Daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya: pohon pisang (Musa paradisiaca L) podon pinang (Areca catechu L) dan bambu (Bambusa sp) (Tjitrosoepomo. Contoh: Nangka (Artocarpus integra Merr). Menurut Tjitrosoepomo (2009). 3. Setengah lingkaran dan seringkali sisi atasnya beralur dangkal atau beralur seperti pada pisang (Tjitrosoepomo. Helaian daun (Lamina) Helain daun merupakan bagian daun yang terpenting dan lekas menarik perhatian. hingga pangkal daun tadi seakan-akan melingkari . 4. 2. Suatu tumbuhan yang memperlihatkan bentuk daun yang berlainan pad satu pohon. Pipih dan tepinya melebar (bersayap.

pada suatu tumbuhan seringkali mempunyai alat-alat tambahan atau pelengkap antara lain berupa: 1. Daun ini disebut helaian daun semu atau palsu (fillodia). 2009). Daun ini disebut daun memeluk batang (amplexicaulis) seperti terdapat pada tempuyung (Sonchus oleraceus). Menurut Tjitrosoepomo (2009). . batang atau memeluk batang. Daun yang terdiri atas tangkai sajadan dalam tangkai tadi biasanya lalu menjadi pipih sehingga menyerupai helaian daun. Selaput bumbung (ocrea atau ochrea). misalnya pada pohon acacia. Daun penumpu (stipulla). e) Daun penumpu yang berlekatan dan mengambil tempat diantara dua tangkai daun seperti seringkali terjadi pad tumbuhan yang pada satu buku-buku batang mempunyai dua daun yang duduk berhadapan. Daun penumpu ada yang mudah sekali gugur misalnya pada pohon nangka (Artocarpus integra). misalnya pada mengkudu (Morinda citrifolia). yang terdapat dekat dengan pangkal tangkai daun umumnya berguna untuk melindungi kuncup yang masih mudah. Menurut letaknya daun penumpu dapat dibedakan dalam: a) Daun penumpu yang bebas terdapat dikanan kiri pangkal tangkai dain. Selapaut bumbung dianggap sebagai daun penumpu yang kedua sisinya saling berlekatan dan melingkari batang. 2. d) Daun penumpu yang berlekatan menjadi satu yang mengambil tempat berhadapan dengan tangkai daun dan biasanya agak lebar hingga melingkari batang (stipula petiolo opposita atau stipula antidroma). Alat ini berupa selaput tipis yang menyelugungipangkal suatu ruas batang jadi terdapat diatas suatu tangkai daun. Daun ini disebut daun penumpu bebas (stipulae liberae) yang terdapat pada pohon kacang tanh (Archis hypogaea) b) Daun penumpu yang melekat pada kanan kiri pangkal tangkai daun (stipulae adnatae) yang terdapat pada mawar (Rosa sp). Misalnya pada kacang kapri (Pium sativum). misalnya terdapat pada Polygonum sp (Tjitrosoepomo. yang biasanya berupa dua helai lembaran serupa daun kecil. c) Daun penumpu yang berlekatan menjadi satu yang mengambil tempat di dalam ketiak daun (stipulla axularisbatau stipula untrapetiolaris). 5.

Bangun bulat telur (ovatus). Bangun perisai (peltatus). jika perbandingan panjang:lebar= 2:1 seperti pada daun nangka (Artcarpus integra). Bangun delta (deltoideus). Bulat atau bundar (orbiculris). Bentuk-bentuk bagun daun seperti berikut (Tjitrosoepomo. misalnya pada teratai besar (Nelumbium nelumbo). Bagian yang terlebr terdapat dibawah tengah-tengah helaian daun. yaitu bangun segitiga yang sama ketiga sisinya misalnya pada daun air mata pengantin (Antigonon leptopus). 3. 2. yaitu jika panjang:lebar= 2-3:1 misalnya pada daun srikaya (Annona squamosa). D. 3. 2009). Bangun segitiga (tringularis). 2. Alat ini berguna untuk mencegah mengalirnya air hujan ke dalam ketiak antara batang dan upih daun sehingga kemungkinan pembusukan dapat dihindarkan (Tjitrosoepomo. 5. suatu selaput kecil yang biasanya terdapat pada batas anatara upih dan helaian daun rumput (Gramineae). 4. jika panjang: lebar= 3-5:1 misalnya pada daun kamboja (Plumiera acuminata) 6. Lidah-lidah (lingua). misalnya daun kembang sepatu (Hibicus rosa) b. artinya helaian daun dari pangal ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya. Bagian yang terlebar terdapat diatas tengah-tengah helaian daun. Bangun lanset (lanceolatus). 4. Bentuk Daun Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar itu dapat dibedakan 4 golongan daun yaitu daun dengan (Tjitrosoepomo. daun yang biasanya bangun bulat. Tidak ada bagian yang terlebar. 2009): 1. yaitu bangu seperti segitiga sama kaki misalnya pada bunga pukul empat (Mirabilis jalapa). c. Bagian yang terlebar terdapat kira-kira di tengah-tengah helaian daun. Pangkal daun bertoreh: a. 2009): 1. memiliki tangkai daun yang tidak tertananm pada pangkal daun. . Jorong (ovalis). Bagian yang terlebar berada ditengah-tengah helaian daun. Misalnya pada pada daun jarak 3. Bagian yang terlebar terdapat dibawah tengah-tengah helaian daun. 7. Memanjang (oblongus).

dan pelepah daun (vagina). Bangun tombak (hastatus). Bangun anak panah (sagitatus). tetapi pangkal daun memperlihatkan suatu lekukan. misalnya pada daun kaki kuda. Bangun segitiga terbalik atau bangun pasak. yaitu bangun yang seperti bulat telur. Bentuk dan ukuran daun berbiji sangat bervariasi. Bagian yang terbesar terdapat diatas tengah-tengah helaian daun 1. E. c. d. misalnya daun sidagur (Sida retusa). b. yaitu bangun segi empat yang sisinya tidak sama panjang. Seperti halnya batang dan akar. seperti bangun tombak. Bangun belah ketupat (Rhomboideus). Bangun jantung sungsang (obcordatus). Bangun ginjal (reniformis). Bangun bulat sungsang (obovatus). yaitu daun yang pendek lebar dengan ujung yang tumpul atau membulat dan pangkal yang berlekuk dangkal. misalnya pada bangkuang(Pachyrrhizus erosus) 8. Bangun jantung (cordatus). Histologi Daun Daun yang lengkap terdiri atas helai daun (lamina). daun juga tersusun atas beberapa . 3. Daun bertelinga (auriculstus). misalnya pada daun semanggi (Marsilea crenata). misalnya pada daun waru (Hisbiscus tiliaceus). tangkai daun (petiolus). 4. misalnya pad daun tempuyung (Shonchus asper) (Tjitrosoepomo. Bangun sudip seperti bangun bulat telur terbalik tetapi bagian bawahnya memanjang. pangkal dengan lekukan yang lancip pula d. ujung tajam. yaitu daun tak seberapa lebar. e. yaitu seperti bulat telur tetapi bagian yang lebar terdapat dekat ujung daun. 2009). tetap pangkal daun di kanan kiri tangkai membulat. Pangkal daun bertoreh atau berlekuk a. misalnya pada daun tapak liman dan daun lobak (Raphanus sativus) (Tjitrosoepomo. misalnya pada daun sawo (Manilkara kauki) 2. 2009). seperti bangun anak panah tetapi bagian pangkal daun dari kanan kiri tangkai mendatar. misalnya daun wewehan (Monochoria hastata).

1. Epidermis Sifat terpenting daun adalah susunan selnya yang kompak dan adanya kutikula dan stomata. Penebalan kutin ini membentuk lapisan kutikula yang tipis atau tebal. Sel-sel epidermis daun tidak mengandung kloroplas kecuali pada sel penutup dan epidermis daun tumbuhan yang hidup tenggelam dalam air. Sel penutup pada stomata dapat berada ditempat yang sama tingginya. 1995). Epidermis daun terdapat dipermukaan atas disebut epidermis atas (epidermis adaksial atau epidermis ventral) maupun dipermukaan bawah disebut epidermis bawah (epidermis abaksial atau epidermis dorsal). Dinding sel epidermis mengalami penebalan yang tidak merata. 2006). namun pada sisik tunas yang bertahan lama ada kemungkinan dibentuk periderm (Hidayat. epidermis bertahan sebagai sistem dermal. jaringan dasar yang menyusun mesofil daun. Seperti pada akar dan batang. yakni jaringan epidermis. lebih tinggi atau lebih rendah dari epidermis (Hidayat.sistem jaringan yaitu jaringan pelindung. jaringan pembuluh dan jaringan dasar yang disebut mesofil. dapat terdiri dari lignin. Pada monokotil dan Ghymnospermae. jaringan pengangkut (Mulyani. 2006). tetapi penebalan itu umumnya terdiri dari kutin. 1995). Stomata bisa ditemukan dikedua sisi daun (daun amfistomatik) atau hanya di satu sisi yakni disebelah atas atau adaksial (daun epistomatik) atau lebih sering disebelah bawah atau sisi abaksial (daun hipostomatik). Stomata berguna sebagai jalan pertukaran gas pada tumbuhan dan sebagai pengatur besarnya transpirasi (Mulyani. Umumnya epidermis terdiri dari 1 lapis sel tetapi adapula yang terdiri dari . Dinding sel yang menghadap keluar umumnya berdinding lebih tebal. stomata sering tersusun dalam deretan memanjang yang sejajar dengan sumbu daun. Pada daun lebar yang terdapat di kelompok dikotil. daun terdiri dari sistem jaringan dermal. Karena daun biasanya tidak mengalami penebalan sekunder. letak stomata tersebar.

Meskipun jaringan tiang nampak lebih rapat. 2006). sisi panjang selnya saling terpisah sehingga udara dalam ruang antarsel tetap mencapai sisi panjang. beberapa lapis sel (epidermis ganda. Sesuai dengan fungsinya parenkim mesofil merupakan daerah fotosintesis terutama karena mengandung kloroplas (Mulyani. jaringan pagar dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Mesofil dapat bersifat homogen atau terbagi menjadi jaringan tiang (palisade) dan jaringan spons (jaringan bunga karang). Sel parenkim palisade memanjang dan pada penampang melintangnya tampak berbentuk batang uang tersusun dalam deretan. Jumlah lapisan sel epidermis bagian atas biasanya lebih banyak daripada permukaan bawah. Mesofil Mesofil merupakan lapisan jaringan dasar yang terletak antara epidermis atas dan epidermis bawah dan di antara berkas pengangkut. kloroplas pada sitoplasma melekat di tepi dinding sel itu. Jaringan tiang terdiri dari sejumlah sel yang memanjang tegak lurus terhadap pemukaan helai daun. a. Jumlah epidermis bawah berlapis banyak maka akan terdapat ruang substomata yang besar antara sel penutup dengan jaringan mesofil (Nugroho. Daun yang memiliki parenkim palisade di lapisan atas atau parenkim spongiosa di lapisan bawahnya disebut daun dosiventral atau . Parenkim Palisade Parenkim palisade merupakan sel yang bentuknya silindris. multiple epidermis). 2. 1995). tersusun rapat berjajar seperti pagar. Mesofil dapat tersusun atas parenkim yang relatif homogen atau berdifferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang). Hal tersebut mengakibatkan proses fotosintesis dapat berlangsung efisien (Hidayat. 2006). Jaringan tiang lebih kompak daripada jaringan spons yang memiliki ruang antarsel yang luas. Bagian utama helai daun adalah mesofil yang banyak mengandung kloroplas dan ruang antarsel.

Parenkim sponsa tersusun atas sel-sel yang bentuknya bervariasi. Kekhususannya adalah lobus (rongga) yang terdapat antara sel satu dan lainnya. Membedakan antara sel parenkim palisade dengan parenkim spons tidak mudah. 3. Tulang daun berfungsi untuk menguatkan . Sistem Pembuluh Daun Jaringan pembuluh bersama dengan jaringan nonpembuluh disekelilingnya sering dinamakan tulang daun atau vena. 2006). b. Jaringan spons terdiri dari sel bercabang yang teratur bentuknya. bercabang-cabang. umumnya tidak teratur. pada daun terdapat urat-urat halus yang berperan sebagai pembuluh nadi yang membawa makanan ke seluruh tubuh. Parenkim Spons Bentuk sel parenkim spons bermacam-macam. Hubungan antara sel dan sel lainnya terbatas pada ujung cabang itu. khususnya apabila parenkim palisade terdiri atas beberapa lapisan. bifasial. Apabila parenkim palisade terdapat di kedua sisi atau tidak dijumpai parenkim palisade pada kedua sisinya disebut daun isobilateral atau isolateral atau unifasial. Ada tumbuhan yang mempunyai tulang daun tunggal. Selain itu. 2006). Apabila palisade terdiri atas beberapa lapisan. biasanya lapisan paling dalam sangat mirip dengan parenkim spons yang ada di sekitarnya (Mulyani. misalnya Coniferales dan Equisetum (Mulyani. berisi kloroplas dan tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk jaringan seperti bunga karang (sponsa) (Mulyani. 2006). sedangkan jaringan tiang sinambung hanya dalam arah tegak lurus terhadap permukaan (Mulyani. 2006). Dilihat dari hubungan antara sel-sel yang berdampingan maka jaringan spons memiliki kesinambungan horizontal yang sejajar dengan permukaan daun.

Jaringan Penguat Jaringan penguat pada daun dapat berupa kolenkim dan sklerenkim. Floem juga terdiri dari buluh tapis. terutama di ibu tulang daun terdiri dari trakea. Sel-sel xilem mengalirkan air dan mineral. 2006). Pada dikotil. sel pengiring. Berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem. Pada kebanyakan monokotil. xilem selalu berada di sebelah atas floem karena tulang daun merupakan kelanjutan dari tangkai daun yang berasal dari batang. tetapi merupakan sistem transpor yang berhubungan dengan sistem pembuluh pada bagian lain tumbuhan. sedangkan sel-sel floem mengedarkan zat-zat organik hasil fotosintesis. daun. 2006). trakeid. Dalam hal ini. Tulang daun yang paling besar terletak di pusat helai daun. tulang daun meluas secara paralel pada helai daun (Mulyani. Selain itu. 2006). dan parenkim. kecuali pada Pteridophyta dan Ghymnospermae floem tanpa sel pengiring (Nugroho. berlanjut ke tangkai daun dan bergabung dengan sistem pembuluh batang. dan parenkim floem. Susunan xilem seperti pada batang. Kolenkim biasanya terdapat dekat tulang daun . 4. Semakin kecil berkas pengangkut semakin sederhana susunannya. urat-urat daun pada tumbuhan berperan sebagai kerangka daun (Mulyani. xilem di sebelah dalam dan floem di luar. serabut. Di dalam berkas pengangkut. terdapat pada tulang daun. Fungsi tulang daun tidak hanya sebagai penguat dan pemberi bentuk helai daun. cabang-cabang halus tulang daun menyebar hampir di seluruh bagian daun.

walaupun kenyataannya sel dapat berupa campuran beberapa substansi. 2006). pada mesofil daun. sel tanin pada Anacadiaceae dan sel mirosin terdapat pada Cruciferae dan Capparideaceae (Nugroho. contohnya daun Citrus sp¸ dapat dijumpai rongga minyak esensial. prenkim. 5. Epidermis dengan susunan sel yang kompak tanpa adanya ruang antar sel dan terdapat kutikula pada permukaan luarnya akan berfungsi pula sebagai jaringan penguat pada daun (Nugroho. Jaringan transfusi beragam dalam jumlah dan . substansi sekretori dapat pula dijumpai dalam idioblas. Histologi Daun Ghymnospermae Sebagian besar Ghymnospermae daunnya terlalu hijau dan xeromorf. Pada tumbuhan Monocotyledoneae serat banyak dijumpai pada berkas pengangkut sedang pada anggota suku Gramineae serat membentuk balok panjang pada salah satu sisi ataupun kedua sisi berkas pengangkut. dan sel albumin. Salah satu kekhususan daun Ghymnospermae adalah adanya jaringan transfusi. Selain kelenjar. 2006). yang besar tepat di bawah epidermis. sel-sel sekretori ini klasifikasikan menurut substansi yang di sekresikan. F. dan tepi daun tumbuhan Dicotyledoneae. Pada daun. Jaringan Sekretori Jaringan sekretori berupa kelenjar dapat dijumpai pada daun-daun lebar dengan struktur berupa masa sel-sel parenkim padat dan terdapat di ujung berkas-berkas pembuluh. contohnya sel-sel resin di jumpai pada tumbuhan anggota suku Rubiceae dan Euphorbiaceae. Jaringan ini mengelilingi berkas pengangkut dan tersusun atas trakeida.

2006). yaitu: tipe Cycas dan Conifer (Mulyani. Tulang daun dikelilingi oleh endodermis. Mesofil terdiri atas parenkim palisade dan parenkim spons seperti pada Angiospermae. Epidermis daun jarum (Conifer). mempunyai kutikula tebal. Di bawah floem terdapat satu lapisan sel parenkim transfusi (Muyani. Ada dua tipe daun Ghymnospermae. Protoxilem diiringi oleh sedikit parenkim yang terdapat pada sisi abaksial (bawah) dan metaxilem pada sisi adaksial. sel epidermisnya berdinding tebal. misalnya Pinus dan Cedrus. Hipodermis selapis (uniseriate) atau dua lapis (bisceriate) terdapat di antara epidermis adaksial (atas) dan parenkim palisade. dan stomatanya tersembunyi dan terdapat pada permukaan abaksial daun. Stomata terdapat pada semua sisi daun dan melengkung ke dalam kriptofor (Muyani. terdiri atas sel yang berdinding sangat tebal dan ditutupi oleh kutikula tebal.susunannya. . tergantung genusnya. 2006). 2006). Daun Pinus dan daun Cycas tampak seperti kulit dan keras. Xilem sekunder berkembang di dekat floem dari kambium yang terletak di antara dua tipe jaringan pembuluh.

. Mulyani. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Jakarta: Asdi Mahasatya. Pengantar Anatomi Tumbuhan. 2006. Jakarta: Penebar Swadaya. S. Y. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2006. 2009. 2008. E. Tjitrosoepomo. Anatomi Tumbuhan. Bandung: ITB. DAFTAR PUSTAKA Hidayat. B. dkk. 2004. E. Malang: UIN Press. Petunjuk Struktur Perkembangan Tumbuhan (Anatomi Tumbuhan). S. Anatomi Tumbuhan Berbiji. 1995. Yogyakarta: Kanisius. Savitri. Sutrian. Nugroho. Morfologi Tumbuhan.