no penulis judul Alat Analisis Objek

Dampak Pinjaman Kredit
Rentenir terhadap Kesejahteraan Pedagang Pasar
Pasar Tradisional Pakan Selasa
Juwita Fajar Hari Tradisional dalam Tinjauan
1 Kecamatan IV
(2009) Ekonomi Islam (Studi Kasus di Pasar Tradisional
Kabupaten Agam
Pakan Selasa Kecamatan IV
Kabupaten Agam)

Peran Rentenir terhadap Pemenuhan
Aliran Sungai Winongo
Fitria Endang Susana Kebutuhan Pedagang Kecil di Daerah Aliran Sungai
2 Kecamatan
(2012) Winongo Kecamatan
Wirobrajan Yogyakarta
Wirobrajan Yogyakarta

Identifikasi Penentu Candra Utama pasar Tradisional Pakan Selasa 3 Peminjaman Kredit oleh Pedagang Kecil kepada (2010) Kecamatan beringin harjo Rentenir .

Deli Serdang Sumatera Utara . BMT VERSUS RENTENIR DALAM PEMBERDAYAAN Chuzaimah Kecamatan Percut Sei Tuan. 4 EKONOMI MASYARAKAT Studi Kasus di Batubara(2004) Deli Serdang Sumatera Utara Kecamatan Percut Sei Tuan.

PRAKTEK RENTENIR PENGHAMBAT MOH. ZAINOL TERWUJUDNYA SISTEM HUKUM PERBANKAN SYARI’AH DI 5 ARIEF PERBANKAN SYARI’AH DI KABUPATEN KABUPATEN SUMENEP SUMENEP alat analisis yang digunakan adalah Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Fandi Ahmad analisis analisis Matrik Boston 6 Penjualan Kendaraan Motor pada CV Turangga Mas CV Turangga Mas Motor Munadi Consulting Group (BCG) dan analisis Motor SWOT .

PERAN BAITUL MAL WA TAMWIL (BMT) TAQWA 7 Rozalinda MUHAMMADIYAH DALAM MEMBEBASKAN Pegadaian Syariah Ajibarang MASYARAKAT DARI RENTENIR DI KOTA PADANG STRATEGI BMT DAN PRAKTIK RENTENIR 8 Sofyan Rizal bmt Tawangsari Sukoharjo DALAM PERSPEKTIF pengaruh rentenir terhadap kesejahteraan pedagang 9 Denise Tria Akmala pasar legi bugisan yogyakarta treadisional pasar legi bugisan yogyakarta .

BANK MEGA SYARIAH 10 Sri Dewi Yusuf TAMWIL (BMT) DALAM CABANG SEMARANG . PERAN STRATEGIS BAITUL MAAL WA.

sanksi-sanksi perbankan dirasakan berat bagi mereka. dan kelurahan Patang Puluhan di Yogyakarta telah menjadi nasabah rentenir.Analisis Kesimpulan kesimpulan dampak pinjaman kredit (praktik riba) yang dilakukan oleh sebagian pedagang merupakan sorotan utama dalam penelitian ini. maupun memenuhi kebutuhan hidupnya. 140 orang dari 246 pedagang kecil di tiga kelurahan yaitu kelurahan Pakunen. Sebagai jalan pintas. Keberadaan rent yang “melembaga” layaknya sebuah lembaga keuangan formal bagi pedagang pasar tradisional. Tingginya bunga yang diberikan tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima untuk meningkatkan keuntungan akibat kredit. Lebih jauh lagi pedagang kecil umumnya tidak mampu menyediakan jaminan bagi keperluan peminjaman kredit. terlihat dengan aktivitas transaksi yang mereka lakukan dengan rent satu kali seminggu. Rentenir sendiri adalah orang yang secara informal memberikan pinjaman (kredit) kepada nasabah berupa uang dengan membebankan bunga yang cukup tinggi . kelurahan Wirobrajan. Sementara untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan resmi seperti bank. mempunyai persyaratan lebih sulit. kesimpulan pedagang kecil yang kekurangan modal kerja untuk menjalankan usaha.

faktor aksesibilitas. Berdasarkan tingkat peminjaman kredit pedagang kecil kepada rentenir.kesimpulan Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor penentu yang mendorong pedagang kecil untuk meminjam kredit dari rentenir adalah faktor kepercayaan. mayoritas . dan faktor transaksi.

41. . penerapan system bagi hasil dan peningkatan sumber daya manusia anggota dan pengurus. 38% masih berada dalam pendampingan. Ini dinilai cukup penting agar BMT memiliki kebebasan dalam memainkan peran lebih optimal dalam melakukan pemberdayaan masyarakat lapisan bawah. pendampingan. Hanya disayangkan bahwa kesadaran itu belum sepenuhnya direspon pemerintah dengan berbagai kebijakan yang dapat menumbuhsuburkan BMT di Indonesia. Dari hasil analisis terlihat bahwa BMT sampai dengan bulan oktober 2007 BMT telah berhasil memberdayakan masyarakat yang menjalankan ekonomi mikro dengan rincian 242 anggota Kube. Di balik kelemahan yang dimilikinya.3% berhasil menjadi pengusaha mikro. semua pihak cukup menyadari bahwa BMT ini memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat lapisan bawah. Keberhasilan ini – meski hanya 79% .dicapai dengan melaksanakan berbagai program seperti perekrutan anggota secara pro aktif dengan system jemput bola. hal pertama yang diharapkan dari pihak pemerintah adalah regulasi yang jelas yang dapat memberi perlindungan dan payung hukum bagi BMT khususnya. Karena itu. dan 20.7% mengalami kegagalan. dan LKM pada umumnya.kesimpulankan BMT Kube Sejahtera merupakan salah satu BMT yang sangat potensial di Provinsi Sumatera Utara dalam memberdayakan masyarakat dan mengeliminir peran rentenir dalam bidang permodalan bagi masyarakat desa.

Bunga yang dikatan hasil dari kesepakatan.dari kesimpulan Setelah kami coba menelaah tentang kasus rentenir yang kerap meresahkan masyarakat ada beberapa kesimpulan yang kami dapat berdasarkan penjelasan diatas yaitu. tidaklah dilarang bahkan secara tegas hukum positif Indonesia melegalkan adanya “bunga” pada setiap transaksi apapun termasuk pada pembahasan kali ini mengenai pinjam meminjam uang yang tercermin dalam pasal 1754 dan 1765 BW kesimpulan strategi pemasaran yang dapat digunakan adalah dengan melakukaninvestasi dan bekerja sama dengan pemasok untuk membuka cabang CV Turangga Mas Motor di lokasi lain dan melaksanakan upaya meminimalkan biaya dan operasi yang tidak efisien agar tetap mempunyai cash flow yang . perjanjian lahir atas kesepakatan kedua belah pihak yang memenuhi syarat sahnya perjanian berdasar pasal 1320 BW. Apabila terdapat pemberlakuan bunga pada kesepakatan pinjam meminjam tersebut baik yang dilakukan perorangan maupun badan merupakan hak periogratif kedua belah pihak.

Di tengah sumber daya yang terbatas dan kompetitor yang demikian kuat. Kelima. rendahnya kesadaran pengamalan ajaran agama dalam masalah keharaman riba. prosedurnya mudah dan jangka waktu pelunasan relatif singkat. kebutuhan untuk modal usaha maupun kebutuhan mendesak lainnya. Ketiga. Kepada pemerintah diharapkan untuk memberikan kemudahan kepada pedagang kecil untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR). Hal ini disebabkan karena: Pertama. Kedua.kesimpulan : BMT Taqwa Muhamaddiyah yang mengambil basis pasar tradisonal di Kota Padang ini sudah lama berdiri. kesimpualan : pendekatan alternatif dalam markting dapat dilakukan untuk menggarap segmen lembaga perbankan dan keuangan syariah. Kepada para mubaligh diharapkan untuk lebih sering memberikan pencerahan dan penyadaran kepada masyarakat tentang keharaman ekonomi ribawi. serta menciptakan spiritual advocate menjadi hal yang sangat efektif agar dapat terus mempertahankan pasar dan bahkan dapat melebarkan pangsa pasar perbankan syariah . di tengah semakin kompetitifnya persaingan dunia perbankan. proses pinjamannya cepat. Keempat. sehingga ketergantungan terhadap rentenir bisa diminalisir. kesimpulanya : Diharapkan kepada pengelola BMT untuk lebih bersikap proaktif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal permodalan. kurangnya sosialisasi tentang BMT. sulitnya mengakses lembaga keuangan termasuk BMT. namun masyarakat sampai hari ini masih menggunakan jasa rentenir dalam mengatasi masalah permodalan mereka. maka pendekatan marketing alternative seperti fokus pada segmen radikal marketing dan penciptaan value.

Alternatif (pilihan) menjadikan BMT sebagai sebuah lembaga keuangan terpercaya. makin terbuka bagi umat Islam .Berpijak dari berbagai peran dan keberhasilan BMT dalam pemberdayaan perekonomian umat bahwa secara ekonomi dan keuangan. dinyatakan dengan realitas dana yang telah dipercayakan BMT kepada para pengusaha kecil untuk dikelola dalam rangka membantu dan meningkatkan produktivitas para usaha mikro tersebut. telah mampu menumbuhkan respon positif baik secara moril maupun material. dalam arus perekonomian modern. BMT layak diperhitungkan dan signifikan dalam meningkatkan ekonomi rakyat.Peran strategis yang ditunjukan BMT sebagai alternatif wadah simpan pinjam dan bermitra kerja. Kepercayaan yang telah ada.