You are on page 1of 8

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR …

TENTANG

KELOMPOK KERJA (POKJA) NASIONAL ERADIKASI POLIO

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. Bahwa penyakit polio merupakan penyakit
menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian
Luar Biasa/ Wabah yang dapat mengancam
kehidupan anak, namun dapat dicegah
penularannya dengan imunisasi;
b. bahwa berdasarkan hasil sidang World Health
Assembly pada bulan Mei 2012 menyatakan
bahwa penuntasan Eradikasi Polio menjadi
program prioritas bagi kesehatan masyarakat
dunia, dan merekomendasikan WHO
mengembangkan strategi Polio Endgame yang
komprehensif. The Global Polio Eradication
Initiative’s Polio Eradication and Endgame Strategic
Plan 2013-2018;
c. bahwa berdasarkan The Global Polio Eradication
Initiative’s Polio Eradication and Endgame Strategic
Plan 2013-2018 yang telah disetujui WHO,
tercantum bahwa untuk penuntasan Eradikasi
Polio perlu penghapusan semua Oral Polio Vaccine
(OPV);
d. bahwa berdasarkan hasil desk review pada
tanggal 20 sampai dengan 23 Oktober 2014 yang
diikuti oleh organisasi profesi, pakar, akademisi,
rumah sakit, dinas kesehatan, ITAGI, perwakilan
WHO, SEARO, Unicef, CDC Atlanta
merekomendasikan agar melaksanakan Kampanye
Polio di seluruh provinsi, peralihan tOPV ke bOPV,
introduksi vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV),
tahapan pemeliharaan menuju Eradikasi Polio,
serta mempertahankan status Eradikasi Polio;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud huruf a dan b diatas, perlu ditetapkan

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637). 3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3273). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063). 6. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3447). . Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1991 Nomor 49. -2- Kelompok Kerja Nasional Eradikasi Polio dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. 4. 7. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 20. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Mengingat : 1. 2. Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235).

organisasi profesi. bidang pelaksanaan. lintas sektor. peralihan tOPV ke bOPV. dan mempertahankan status Eradikasi Polio diatur dalam Petunjuk Teknis yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. PT Bio Farma. bidang logistik. peralihan tOPV ke bOPV. dan bidang monitoring dan evaluasi. KELIMA : Biaya pelaksanaan kegiatan kampanye polio. dan mempertahankan status Eradikasi Polio. . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. KETIGA : Pokja Nasional Eradikasi Polio bertugas untuk menyelenggarakan secara menyeluruh kegiatan kampanye polio. Komite Penasihat Ahli Imunisasi. KEEMPAT : Ketentuan lebih lanjut tentang pelaksanaan kegiatan kampanye polio. WHO. -3- 8. KEDUA : Struktur Pokja Nasional Eradikasi Polio terdiri dari bidang perencanaan. civil society organization. tahapan pemeliharaan menuju Eradikasi Polio. peralihan tOPV ke bOPV. 10. 9. MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG KELOMPOK KERJA NASIONAL ERADIKASI POLIO KESATU : Kelompok Kerja (Pokja) Nasional Eradikasi Polio terdiri dari lintas program. introduksi vaksin IPV. introduksi vaksin IPV. introduksi vaksin IPV. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290/Menkes/Per/XI/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. Komite Nasional PP KIPI. bidang komunikasi. BPKP. dan mempertahankan status Eradikasi Polio dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kejaksaan Agung. Unicef. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 585).

Pokja Nasional Eradikasi Polio bertanggungjawab kepada Menteri Kesehatan RI. NILA JUWITA MOELOEK . KETUJUH : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. serta sumber dana lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. KEENAM : Dalam melaksanakan tugasnya.. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal . -4- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa 7. . Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah 8. Badan POM Ketua II : Direktur…. Kepala Bagian Hukormas. Menteri Dalam Negeri Pengarah : 1. Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan 6. Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan 5. Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Pemberdayaan Masyarakat Desa) Wakil Ketua : 1. Menteri Kesehatan 2. Kepala Badan POM Ketua Pelaksana : Sekretaris Direktorat Jenderal PP dan PL Ketua I : Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan NAPZA. Ditjen PP dan PL . Ketua Komite Penasihat Ahli Imunisasi Indonesia 3. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan 3. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Penyakit Tidak Menular Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang 2. Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan 4. -5- LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : TENTANG KELOMPOK KERJA NASIONAL ERADIKASI POLIO KELOMPOK KERJA NASIONAL ERADIKASI POLIO Penasihat : 1. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Sekretaris : 1. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan 2.

Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. -6- 2. Pengendali Teknis Inspektorat 3. Kepala Subdit Penyediaan Oblik dan Perbekkes 2. Bidang Logistik Ketua : Direktur Obat Publik. Bidang Perencanaan Ketua : Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Wakil Ketua : Kepala Bagian PI P2PL Sekretaris : Kepala Bagian PI Ditjen Binfar Anggota : 1. Apt B. Eselon 3 Ditjen Pemberdayaan Masyarakat Desa 5. Bappenas 3. Bidang Pelaksanaan Ketua : Direktur Simkar Kesma Wakil Ketua : Eselon 2 di Ditjen Pemberdayaan Masyarakat Desa .Kepala Divisi Pemasaran Dalam Negeri PT (Persero) Bio Farma 4. SKM. Indah Hartati. Eka Desi Purwanti. Itjen Kemenkes Kasie perencanaan penyediaan obat. Ditjen Bina Pembangunan Daerah. MKM 5. Ditjen PP dan PL 2. Bidang Hankam I. Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Wakil Ketua : Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Ditjen PP dan PL Sekretaris : Kasie Bimbingan dan Evaluasi Subdit Imunisasi Anggota : 1.Kepala Subdit Kesehatan Masyarakat. S.Si. Kepala Sub Bagian TU Dit. Depdagri (cari es 3) 4. BPKP 6. SKM C. Reza Isfan. Simkar Kesma A. SKM 6. Kasubdit pengawasan Lembaga Pemerintah. Kepala Bagian Keuangan. Hashta Meyta. Subdit penyediaan Binfar 5.

Unicef . Kasie Bimev Subdit Surveilans 2. WHO 4. Ketua IDAI 9. PERSI 10. Kepala Subdit Bina Pelayanan Kesehatan Dasar. binfar 6. Direktorat BUKR 4. Direktorat BUKD 2. BPOM (es 3)  surat tertulis 6. Kepala Subdit Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di RSU Publik. Ketua Komnas PP KIPI Rotary Lions Club D. Kepala Subdit pengelolaan obat publik. Fina Hidayati Tams (WHO) Anggota : 1. WHO EPI 11. Bidang Komunikasi Ketua : Kepala Puskomlik Wakil Ketua : Kasubdit Kesehatan Matra Sekretaris : Kasubbag Humas Ditjen PP dan PL Anggota : 1.Kemendagri 8. Kepala Subdit Kesehatan Matra 7. POLRI 9. Ditjen BGKIA 3. Ketua IDI 7. Unicef 12. Ketua Muslimat NU Ketua Aisyiah Ketua Perdhaki Ketua Al-Hidayah Ketua Yayasan Abdi Dharma Jagadhita Ketua PBNU Ketua Kwarnas Pramuka 10. AL) 10. Ketua IBI 8. Ketua TP PKK Pusat 11. -7- Sekretaris : Kepala Subdit Imunisasi dr. Kepala Subdit Bina Pelayanan Kesehatan Rujukan di RSU Privat. AU. TNI (AD. Sekretaris ITAGI Ketua Adinkes 3. Direktorat BUKR 5. Kepala Subdit Bina Kelangsungan Hidup Bayi. Kepala Subdit…….

Eselon 3 Bidang di Limbah B3 di KLHK 3. -8- E. Dit Oblik Binfar MENTERI KESEHATAN. Bidang Monitoring dan Evaluasi Ketua : Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjen PP dan PL Wakil Ketua : Kepala Pusat Biomedis Balitbangkes Sekretaris : Kepala Subdit Surveilans Anggota : 1. Kepala Subdit Bina Kelangsungan Hidup Balita dan Anak Pra Sekolah Kasie Standarisasi Subdit Surveilans Bidang di Pusat 3 balitbangkes 6. Es 3 BPOM Kasie Pemantauan Ketersediaan subdit penyediaan. NILA DJUWITA MOELOEK . Kepala Subdit Pengamanan Limbah Udara dan Radiasi 2.