You are on page 1of 35

BOARDING SCHOOL

 Klasik

 Kartu Lipat

 Majalah

 Mozaik

 Bilah Sisi

 Cuplikan

 Kronologis

1.

Jul

7

Diposkan 7th July 2012 oleh MUJAbgs

0

Tambahkan komentar

2.

Jul

7

Diposkan 7th July 2012 oleh MUJAbgs

0

Tambahkan komentar

3.

Jul

7

Diposkan 7th July 2012 oleh MUJAbgs

0

Tambahkan komentar

4.

Jul

7

BOARDING SCHOOL

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usah orang dewasa untuk membimbing anak didik agar
tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa. Pendidikan mempunyai peranan
yang sangat penting dalam mengembangkan potensi-potensi manusia yaitu potensi
jasmani dan rohani. Pendidikan hendaknya mampu mengembangkan aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik anak didik secara maksimal. Di zaman era globalisasi ini
banyak pengaruh negatif yang kita temukan di lapangan yaitu adanya kenakalan
remaja, pergaulan bebas, dan tawuran antar pelajar. Oleh krena itu dunia pendidikan
melakukan inovasi dan kreasi dengan menawarkan konsep boarding school atau
sekolah asrama.

Di sekolah boarding school Anak didik bisa belajar lebih maksimal, fokus,
bisa berinteraksi langsung dengan guru, dan selalu terkontrol akativitas di asrama.
Manfaat lain adalah anak didik bisa belajar mandiri. Di lingkungan sekolah, para
siswa dapat melakukan interaksi dengan sesama siswa, bahkan berinteraksi dengan
para guru setiap saat. Contoh yang baik dapat mereka saksikan langsung di
lingkungan mereka tanpa tertunda. Dengan demikian, pendidikan kognisi, afektif, dan
psikomotor siswa dapat terlatih lebih baik dan optimal.

Boarding School yang baik dijaga dengan ketat agar tidak terkontaminasi oleh
hal-hal yang tidak sesuai dengan sistem pendidikan atau dengan ciri khas suatu
sekolah berasrama. Dengan demikian peserta didik terlindungi dari hal-hal yang
negatip seperti merokok, narkoba, tayangan film/sinetron yang tidak produktif dan
sebagainya.

Oleh karena itu pemakalah akan menjelaskan lebih lanjut tentang boarding
school pada makalah berikut ini.

di mana di sekolahb tersebut disediakan berbagai fasilitas tempat tinggal. 2006. Boarding school atau sekolah berasrama. Boarding school adalah lembaga pendidikan di mana para siswa tidak hanya belajar tetapi juga bertempat tinggal dan hidup menyatu dengan di lembaga tersebut. semua siswa dapat berpartisipasi dalam program belajar. BAB II PEMBAHASAN A. Maksudin mendefinisikan bahwa boarding school adalah sekolah yang memiliki asrama. Dan school berarti sekolah. mutu akademik dan skill menjadi prioritas boarding school. hlm. belajar secara total di lingkungan sekolah. dimana peserta didik dan juga para guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya. ruang tidur. perpustakaan. ruang belajar dan tempat olah raga. kesenian. Boarding School mengkombinasikan tempat di rumah. Selama 24 jam anak didik berada di bawah pendidikan dan pengawasan para guru pembimbing. dipindah ke institusi sekolah. Mengapa boarding school ? Jawabnya adalah karena kelebihan model sekolah ini. Boarding berarti asrama. dapat memanfaatkan secara . di mana para siswa hidup. Karena itu segala jenis kebutuhan hidup dan kebutuhan belajar disediakan oleh sekolah (Maksudin. Para murid mengikuti pendidikan reguler dari pagi hingga siang di sekolah kemudian dilanjutkan dengan pendidikan agama atau pendidikan nilai-nilai khusus di malam hari. Boarding School adalah sistem sekolah berasrama. Pengertian Boarding school terdiri dari dua kata yaitu boarding dan school. Adapun kelebihannya yaitu: kelas lebih kecil.8). ruang tamu.

ekonomi dan agama. Karena sudah sejak lama lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menghadirkan konsep pendidikan boarding school yang mengadopsi “Pondok Pesantren”. (23 Maret 2009). 47. Ketika dipertengahan tahun 1990 an masyarakat Indonesia mulai gelisah dengan kondisi kualitas generasi bangsa yang cenderung terdikotomi secara ekstrim-yang pesantren terlalu ke-agama dan yang sekolah umum terlalu ke- duniawian-ada upaya untuk mengawinkan pendidikan umum dan pesantren dengan melahirkan term baru yang disebut boarding school atau internat yang bertujuan untuk melaksanakan pendidikan yang lebih komprehensif-holistik. politik. Hal ini juga dilator belakangi oleh pendidikan bangsa Indonesia yang selama ini dipandang belum memenuhi harapan yang ideal. . ilmu dunia (umum) dapat capai dan ilmu agama juga dikuasai. Pembaruan Pesantren.1[1] Boarding School bukan sesuatu yang baru dalam konteks pendidikan di Indonesia.3[3] 1[1] Maksudin ( 2006) Pendidikan Nilai Sistem Boarding School di SMP IT Abu Bakar(Hasil Penelitian Untuk Disertasi). Maka sejak itu mulai munculah banyak sekolah-sekolah boarding yang didirikan. Yogyakarta : Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga 2[2] Sutrisno Muslimin. optimal sumber-sumber belajar. dan dapat berkomunikasi langsung dengan pembimbing. 2006). (Yogyakarta: Pustaka Pesantren. Boarding school yang pola pendidikannya lebih komprehensif-holistik lebih memungkinkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ideal untuk melahirkan orang-orang yang akan dapat membawa gerbong dan motor pergerakan kehidupan social.com/ . dalam http://sutris02. 3[3] Abd A’la.wordpress. “Boarding School: Solusi Pendidikan Untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan”.2[2] Kehadiran boarding school (pesantren) menjadi suatu keniscayaan untuk dilibatkan. Sebab sekolah ini didirikan dengan tujuan mengadakan transformasi sosial bagi masyarakat sekitar.

dan ada yang nasionalis. Untuk yang bercorak agama terbagi dalam banyak corak ada yang fundamentalis. Dijelaskan sebagai berikut: 1. Namun juga tidak dipungkiri kalau ada factor- faktor yang negative kenapa orang tua memilih boarding school yaitu keluarga yang tidak harmonis. terdapat 3 corak yaitu bercorak agama. sebagian besar masyarakat yang terdidik dengan baik menganggap bahwa lingkungan sosial seperti itu sudah tidak lagi kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan intelektual dan perkembangan anak. dimana orang tua tidak hanya Suami yang bekerja tapi juga istri bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka boarding school adalah tempat terbaik untuk menitipkan anak-anak mereka. sosialnya. . dan yang paling penting adalah pendidikanya yang sempurna. Sebagian besar penduduk tidak lagi tinggal dalam suasana masyarakat yang homogen. Dari banyak sekolah-sekolah boarding di Indonesia. Hal ini berimbas pada pola perilaku masyarakat yang berbeda karena berada dalam pengaruh nilai-nilai yang berbeda pula. 4[4] Ibid. moderat sampai yang agak liberal. Faktor-faktor Pendukunya Berkembangnya Boarding School Keberadaan Boarding School adalah suatu konsekuennsi logis dari perubahan lingkungan sosial dan keadaan ekonomi serta cara pandang religiusitas masyarakat. majemuk. keamanannya. Lingkungan sosial yang kini telah banyak berubah. nasionalis-religius. Oleh karena itu. terutama di kota-kota besar. kebiasaan lama bertempat tinggal dengan keluarga besar satu klan atau marga telah lama bergeser kearah masyarakat yang heterogen. dan yang ekstrim karena sudah tidak mau/mampu mendidik anaknya dirumah. baik makannya. kesehatannya.4[4] B. dan plural. Kehadiran boarding school telah memberikan alternative pendidikan bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya. Seiring dengan pesatnya modernitas.

Bagi kalangan menengah-atas yang baru muncul akibat tingkat pendidikan mereka yang cukup tinggi sehingga mendapatkan posisi-posisi yang baik dalam lapangan pekerjaan berimplikasi pada tingginya penghasilan mereka. Keadaan ekonomi masyarakat yang semakin membaik. diantaranya adalah: 1. 6[6] Abd A’la. 2. . 49. (Yogyakarta: Pustaka Pesantren. mendorong pemenuhan kebutuhan di atas kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Sejak awal berdirinya lembaga ini sangat menekankan kepada moralitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemandirian. Untuk itu masyarakat tidak ingin hal yang sama akan menimpa anak- anak mereka.com/2009/06/14/boarding-school-dan- pesantren-masa-depan/#more-162 (14 Juni 2009). 2006). sedang. system boarding school mengisolasi anak didik dari lingkungan sosial yang heterogen yang cenderung buruk. boarding school telah mengembangkan aspek-aspek tertentu dari nilai-nilai yang ada pada masyarakat. “Boarding School dan Pesantren Masa Depan”. Indikatornya adalah semakin diminati dan semaraknya kajian dan berbagai kegiatan keagamaan. Halim Fathani Tahya. kesederhanaan. Dari segi sosial. Kecenderungan terbaru masyarakat perkotaan sedang bergerak ke arah yang semakin religius. Pembaruan Pesantren. dan sejenisnya. dan akan terus berubah. 6[6] Karakteristik system pendidikan Boarding School. Intinya. Hal ini mendorong niat dan tekad untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak melebihi pendidikan yang telah diterima oleh orang tuanya. Karakteristik Boarding School Secara embrional.wordpress.5[5] C. Di lingkungan sekolah dan asrama dikonstruksi suatu lingkungan sosial yang relatif homogen 5[5] A. Cara pandang religiusitas masyarakat telah. ada keinginan untuk melahirkan generasi yang lebih agamis atau memiliki nilai-nilai hidup yang baik mendorong orang tua mencarikan sistem pendidikan alternatif. 3. Modernitas membawa implikasi negatif dengan adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan ruhani dan jasmani. dalam http://masthoni.

boarding school menjanjikan pendidikan yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan ruhani.unicom. Oleh karena itu anak didik akan benar-benar terlayani dengan baik melalui berbagai layanan dan fasilitas. Homogen dalam tujuan yakni menuntut ilmu sebagai sarana mengejar cita-cita. Diharapkan akan lahir peserta didik yang tangguh secara keduniaan dengan ilmu dan teknologi.elib. 8[8] Muhammad Nurkhamid. intelektual dan spiritual.7[7] D. 3. 2. Dari segi semangat religiusitas.ac.id. Menurut system bermukim siswa8[8] No Tipe Boarding School Keterangan . “Jenis-jenis Boarding School”. 1 All Boarding School Seluruh siswa tinggal di asrama/sekolah 2 Boarding day school Sebagian siswanya tinggal di asrama dan sebagian lagi tinggal di sekitar asrama 3 Day boarding Mayoritas tidak tinggal di asrama meskipun sebagian ada yang tinggal di asrama 2. Tipe Boarding School keterangan 1 Junior boarding school Sekolah yang menerima murid dari tingkat SD 7[7] Ibid. Menurut Jenis Siswa9[9] No. Klasifikasi Boarding School Jenis-jenis Boarding School. . 9[9] Ibid. yakni teman sebaya dan para guru pembimbing. Dari segi ekonomi. boarding school memberikan layanan yang paripurna sehingga menuntut biaya yang cukup tinggi. serta siap secara iman dan amal saleh. dalam www. 1.

Perbedaan Sekolah Formal dan Boarding School 1. Menurut system sekolah No. kehidupan siswa ada di . namun umumnya tingkat SMP saja. dll) 2 Kegiatan Jadwal kegiatan terbatas pada Jadwal kegiatan harian teratur harian KBM 3 Sistwm Pengajaran formal di kelas dan Pengajaran formal. sampai dengan SMP. 1 Fasilitas Fasilitas standar sekolah Dilengkapi fasilitas hunian dan umum berbagai fasilitas pendukung (sarana ibadah. Perbedaan Sekolah Formal dan Boarding School No Kriteria Sekolah Formal Boarding School . olahraga. pendidikan kegiatan ekstrakurikuler pendidikan khusus /informal (keagamaan dll) 4 Aktivitas Siswa dating kesekolah untuk Siswa belajar dan tinggal di belajar kemudian pulang sekolah. 2 Co-educational school Sekolah yang menerima siswa laki-laki dan perempuan 3 Boys school Sekolah yang menerima siswa laki-laki saja 4 Girls school Sekolah yang menerima siswa perempuan saja 5 Pre. ekstrakurikuler. Tipe Boarding School Keterangan 1 Military school Sekolah yang mengikuti aturan militer dan biasanya menggunakan seragam khusus 2 5 day boarding school Sekolah dimana siswa dapat memilih untuk tinggal diasrama atau pulang di akhir pekan E.professional arts school Sekolah khusus untuk seniman 6 Special-Need Boarding Sekolah untuk anak-anak yang bermasalah dengan School sekolah biasa 3.

Perbedaan Secara Terjemahan Arsitektural No. politik. terlihat dari segi religius berpakaian dan kebiasaan 2. kurikulum Departemen Agama. dan konsep ajaran islam yang meliputi penerapan kehidupan sehari. dan kurikulum tambahan khas Boarding School 6 Karakter Terdiri dari satu atau beberapa Banyak massa yang menyebar arsitektur massa yang kompak dengan massa hunian umumnya mengelilingi massa hunian 7 Pemanfaat Waktu sangat terbatas pada Tidak terbatas di jam belajar. Perhatian lebih optimum. religius mendukung terjadinya menggunakan keteraturan pola . juga an waktu KBM di jam pelajaran 8 Proses Perhatian guru tidak optimum. karena pendidikan karena keterbatasan waktu dan waktu interaksi yang dimiliki lebih perbandingan jumlah siswa banyak. hari) science) 11 Nuansa Hampir tidak tampak Sangat kental.bidang sosial. budaya. Kriteria Sekolah Formal Boarding School 1 kurikulum Tidak membutuhkan ruang Membutuhkan belajar khusus belajar khusus untuk tahfidz dan tarih islam 2 Jumlah anak Ruang kelas berukuran Ruang kelas 72 m² (kapasitas 30 didik minimum 90 m² (kapasitas 45 orang) dan ruang kelas 30 m² orang) (kapasitas 18 orang) 3 Konsep Bebas Lingkungan sekolah islami (membangkitkan penghayatan terhadap nilai-nilai islam) bangunan sebagai penghayatan Islam 4 Nuansa Arsitektur tidak harus Arsitektur sangat mendukung. sekolah 5 kurikulum Kurikulum standar Nasional Kurikulum standar Nasional. perbandingan siswa dan dan guru yang relative besar guru lebih kecil 9 Jumlah 40-45 orang Minimla 18 orang maksimal 30 siswa orang 10 konsep Sekuler (memisahkan agama Islam integrated (hal ini berdasar dan ilmu pengetahuan.

anak didik tidak hanya mendapatkan pelajaran secara kognitif. Dengan sistem pesantren atau mondok. Selama siang dan malam ini. yang tanpa disertai contoh dan pengalaman makmum kepada imam yang salatnya khusuk. maupun memberikan contoh bagaimana mengamalkan berbagai ilmu yang diajarkan tersebut. Para siswa bisa menyaksikan langsung. mereka melakukan proses pendidikan. pengalaman spiritual dan beradaptasi untuk ketenangan. . F. Dengan mengasramakan anak didik sepanjang 24 jam. bagaimana cara salat yang khusuk. Ini sangat berbeda dengan pelajaran salat. menjadi bagian yang masjid menjadi focus perancangan tidak terpisahkan dari kegiatan komunitas sekolah. dan psikomotor siswa. Jangan-jangan pelajaran di ke kelas bisa berbeda dengan pelaksanaan di rumah saat murid/santri melaksanakannya sendiri. maka sistem mesantren ini memiliki prasyarat agar para guru dan pengelola sekolah siap mewakafkan dirinya selama 24 jam. seorang siswa atau santri tidak hanya belajar secara kognitif. Sistem boarding school mampu mengoptimalkan ranah kognitif. guru. baik ilmu pengetahuan. Salah satu cara terbaik mengajarkan dunia afektif adalah pemberian teladan dan contoh dari para pemimpin dan orang-orang yang berpengaruh di sekitar anak. melainkan juga afektif dan psikomotor. dan orang-orang yang mengajarkan mereka. bahkan mengikuti imam. menghubungkan ruang dalam dan ruang luar 5 Pembagian Jumlah ruang kelas Jumlah ruang kelas berdasarkan kelas berdasarkan ruang murid seluruh jumlah siswa putra dan secara keseluruhan putri 6 Fungsi Peletakan masjid tidak Masjid aktif. melainkan dapat menyaksikan langsung bagaimana perilaku ustadz. Keunggulan Boarding School Banyak keunggulan yang terdapat dalam sistem asrama atau boarding school ini. misalnya. afektif. misalnya.

para siswa dan guru-gurunya dapat saling berwasiat mengenai kesabaran. tapi juga implementasi baik dalam konteks belajar ilmu ataupun belajar hidup.wordpress.com/2009/06/14/boarding-school-dan- pesantren-masa-depan/#more-162 (14 Juni 2009). ucapan. Bahkan pembelajaran tidak hanya sampai pada tataran teoritis . life skill sampai membangun wawasan global. academic development. Dengan fsilitas lengkap sekolah dapat mengekplaitasi potensi untuk membangun lembaga pendidikan yang kompeten dalam menghasilkan output yang berkualitas. Aktornya tidak hanya guru atau bisa dibalik 10[10] A. kedekatan antara guru dengan siswa selalu terjaga. dan penanaman nilai-nilai kejujuran. Pembinaan mental siswa secara khusus mudah dilaksanakan. komitmen komunitas siswa terhadap tradisi yang positif dapat tumbuh secara leluasa. kepatuhan dan kemandirian dapat terus-menerus diamati dan dipantau oleh para guru / pembimbing. segala aktifitas siswa akan senantiasa terbimbing. kasih sayang. Dalam sekolah berasrama semua elemen yang ada dalam kompleks sekolah terlibat dalam proses pendidikan. toleransi.10[10] Sekolah berasrama biasanya mempunyai fasilitas yang lengkap. tradisi positif para siswa dapat terseleksi secara wajar. Kelebihan-kelebihan lain dari sistem ini adalah sistem boarding lebih menekankan pendidikan kemandirian. Halim Fathani Tahya. masalah kesiswaan akan selalu diketahui dan segera terselesaikan. Pelayanan pendidikan dan bimbingan dengan sistem boarding school yang diupayakan selama 24 jam. kebenaran. terciptanya nilai-nilai kebersamaan dalam komunitas siswa. akan diperoleh penjadwalan pembelajaran yang lebih leluasa dan menyeluruh. sebagai penunjang pencapaian target program pendidikan sekolah berasrama. tanggungjawab. dalam http://masthoni. “Boarding School dan Pesantren Masa Depan”. prinsip keteladanan guru akan senantiasa diterapkan karena murid mengetahui setiap aktifitas guru selama 24 jam. Sekolah berasrama dapat merancang program pendidikan yang komprehensif-holistik dari program pendidikan kaagamaan. Dengan pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum diharapkan akan membentuk kepribadian yang utuh setiap siswanya. Berusaha menghindari dikotomi keilmuan (ilmu agama dan ilmu umum). perilaku dan sikap siswa akan senantiasa terpantau. .

nasionalis. tidak mengadopsi pola-pola pendidikan kedisiplinan militer secara kaffah. keadaan ini sangat kondusif untuk membangun wawasan nasional. apakah religius. Ideologi Boarding school yang tidak jelas Term ideology yang digunakan untuk menjelaskan tipologi atau corak sekolah berasrama. Sekolah berasrama berupaya secara total untuk menjaga keamanan siswa- siswinya. moderat sampai liberal. tapi siswa melihat langsung praktek kehidupan dalam berbagai aspek. Makanya. Begitu juga dalam membangun religious society. Sekolah berasrama mampu menampung siswa dari berbagai latar belakang yang berbeda. akibatnya terdapat kekerasan dalam sekolah berasrama. Faktor-faktornya adalah sebagai berikut: 1. atau nasionalis-religius. Masalahnya dalam implementasi ideologinya tidak dilakukan secara kaffah. Hal itu juga serupa dengan yang nasionalis. 2. kemempuan akademik yang sangat beraga. Yang mengambil corak religius sangat beragam dari yang fundamentalis. Siwa tidak bisa lagi diajarkan bahasa-bahasa langit. Siswa berasal dari berbagai daerah yang mempunyai latar belakang sosial. dan siswa terbiasa berinteraksi dengan siswa yang berbeda. gurunya bukan hanya guru mata pelajaran. tingkat kecerdasan. Problematika Boarding School Sampai saat ini sekolah-sekolah berasrama dalam pengamatan saya masih banyak mempunyai persoalan yang belum dapat diatasi sehingga banyak sekolah berasrama layu sebelum berkembang dan itu terjadi pada sekolah-sekolah boarding perintis. Tata tertib dibuat sangat rigid lengkap dengan sanksi-sanksi bagi pelanggarnya. budaya. Dikotomi guru asrama vs guru sekolah . banyak sekolah berasrama yang mengadop pola penidikan militer untuk menjaga keamanan siswa-siswinya.tapi semua orang dewasa yang ada di Boarding School adalah guru. G. maka semua elemen yang terlibat mengimplmentasikan agama secara baik. Terlalu banyak improvisasi yang bias dan keluar dari pakem atau frame ideology tersebut.

mereka mengenyam suasana meninggalkan tempat menginap. dalam http://sutris02. Kondisi ini yang telah banyak berkontribusi dalam menciptakan kejenuhan anak berada di sekolah Asrama. dua kompetensi tersebut harus melekat dalam Boarding school. siswa harus mengalami semacam proses berangkat ke sekolah. Tapi kalau bicara tentang pola pengasuhan sangat beragam. Kalau bicara kurikulum academicnya dapat dipastikan hampir sedikit perbedaannya. berinteraksi dengan sesama siswa di jalan. Guru sekolah (mata pelajaran) bertugas hanya untuk mengampu mata pelajarannya. “Boarding School: Solusi Pendidikan Untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan”. Karena menurut Komaruddin Hidayat (Direktur Executive Madania). Pabrikan guru tidak “memproduksi” guru-guru sekolah berasrama. sementara guru pengasuhan adalah tersendiri hanya bicara soal pengasuhan. Dengan begitu. serta melihat aktivitas masyarakat sepanjang jalan. dan dapat membaca setiap fenomena yang ada disekitarnya.wordpress. Semuanya mengacu kepada kurikulum KTSP-nya produk DEPDIKNAS dengan ditambah pengayaan atau suplemen kurikulum international dan muatan local. sehingga siswa dituntut memiliki mobilitas tinggi. Kedua-duanya mempunyai efek negative. pola militer melahirkan siswa yang berwatak keras dan terlalu lunak menimbulkan watak licik yang bisa mengantar sang siswa mempermainkan 4. Sampai saat ini sekolah berasrama kesulitan mencari guru yang cocok untuk sekolah berasrama. dari yang sangat militer (disiplin) sampai ada yang terlalu lunak. kesehatan dan kebugaran yang baik. masing-masing sekolah mendidik guru asramanya sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga tersebut.com/ .11[11] 11[11] Sutrisno Muslimin. Kurikulum Pengasuhan yang tidak Baku Salah satu yang membedakan sekolah-sekolah berasrama adalah kurikulum pengasuhannya. Sekolah dan Asrama Terletak dalam Satu Lokasi Umumnya sekolah-sekolah berasrama berada dalam satu lokasi dan dalam jarak yang sangat dekat. Padahal idealnya. 3. Akibatnya.

tetapi juga menyediakan guru yang menggantikan peran orangtua dalam pembentukan watak dan karakter. membosankan. dubutuhkan waktu yang lama (rata-rata 4 bulan) untuk siswa menyesuaikan diri dan masuk kedalam konsep pendidikan boarding yang integrative. Solusi Terhadap Problematka Boarding School Kebanyakan dari siswa yang sekolah pada Boarding School adalah kemauan dari orang tua siswa bukan dari siswa itu sendiri. dan menerapkan manajemen berbasis sekolah secara konsisten.H. efektive. Dalam konteks manajemen sekolah. sangat ampuh serta efektif dalam membentuk kepribadian mereka. Dari sosok ditakuti atau disegani ke sosok yang ingin diteladani. Sekolah berasrama tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas akademik dan fasilitas menginap memadai bagi siswa. . Kedekatan akan mengubah posisi guru di mata para murid. Hal ini disebabkan karena citra seklolah berasrama yang menakutkan. kaku. Oleh sebab itu perlu di-design sekolah berasrama yang menarik nyaman dan menyenangkan. boarding school model pengelolaannya harus lebih lentur. Akibatnya. Dr Georgi Lozanov (1897) menyatakan bahwa suatu tindak tanduk yang diperlihatkan oleh gurunya kepada para siswa dalam proses belajarnya. Kedekatan antara siswa dan guru dalam sekolah berasrama yang tercipta oleh intensitas pertemuan yang memadai akan mempermudah proses transfer ilmu dari pendidik ke peserta didik. merupakan tindakan yang paling berpengaruh.

.

dan pengasuh di seklolah-sekolah berasrama. dan lingkungan yang kondusif harus didorong untuk mencapai cita-cita anak bangsa. . Selama 24 jam anak hidup dalam pemantauan dan control yang total dari pengelola. Di sekolah berasrama anak dituntut untuk dapat menjadi manusia yang berkontribusi besar bagi kemanusiaan. tenaga pengajar berkualitas. Anak betul-betul dipersiapkan untuk masuk kedalam dunia nyata dengan modal yang cukup. Mereka tidak hanya hidup untuk dirinya dan keluarganya tapi juga harus berbuat untuk bangsa dan Negara. tidak hanya kompetensi akademis. Oleh sebab itu dukungan fasilitas terbaik. guru. tapi skill-skill lainnya dipersiapkan sehingga mereka mempunyai senjata yang ampuh untuk memasuki dan manaklukan dunia ini. BAB III PENUTUP Kesimpulan Sekolah Berasrama adalah alternative terbaik buat para orang tua menyekolahkan anak mereka dalam kondisi apapun.

Halim Fathani. ( 2006) Pendidikan Nilai Sistem Boarding School di SMP IT Abu Bakar(Hasil Penelitian Untuk Disertasi).elib. Jakarta: Pranada Media Group. Mahmud. dalam www. Yogyakarta : Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga .wordpress. dalam http://masthoni. “Boarding School: Solusi Pendidikan Untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan”. Pembaruan Pesantren. A.wordpress. 2006 Mas’ud. Maksudin. Abd. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.unicom. DAFTAR PUSTAKA A’la.com/2009/06/14/boarding-school-dan-pesantren- masa-depan/#more-162 Nurkhamid. Jejak Intelektual Arsitek Pesantren. 2006 Muslimin. “Jenis-jenis Boarding School”. “Boarding School dan Pesantren Masa Depan”. Sutrisno.ac. dalam http://sutris02.com/ Tahya.id. Abdurrahman. Dari Haramain ke Nusantara.

Jul 7 BOARDING SCHOOL BAB I PENDAHULUAN Pendidikan adalah usah orang dewasa untuk membimbing anak didik agar tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa. Pendidikan mempunyai peranan . Diposkan 7th July 2012 oleh MUJAbgs 0 Tambahkan komentar 5. Jul 7 Diposkan 7th July 2012 oleh MUJAbgs 0 Tambahkan komentar 6.

Contoh yang baik dapat mereka saksikan langsung di lingkungan mereka tanpa tertunda. dan psikomotorik anak didik secara maksimal. dan selalu terkontrol akativitas di asrama. bahkan berinteraksi dengan para guru setiap saat. narkoba. Di lingkungan sekolah. BAB II . Boarding School yang baik dijaga dengan ketat agar tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan sistem pendidikan atau dengan ciri khas suatu sekolah berasrama. Pendidikan hendaknya mampu mengembangkan aspek kognitif. Dengan demikian peserta didik terlindungi dari hal-hal yang negatip seperti merokok.yang sangat penting dalam mengembangkan potensi-potensi manusia yaitu potensi jasmani dan rohani. dan psikomotor siswa dapat terlatih lebih baik dan optimal. Oleh karena itu pemakalah akan menjelaskan lebih lanjut tentang boarding school pada makalah berikut ini. dan tawuran antar pelajar. afektif. Di sekolah boarding school Anak didik bisa belajar lebih maksimal. Oleh krena itu dunia pendidikan melakukan inovasi dan kreasi dengan menawarkan konsep boarding school atau sekolah asrama. para siswa dapat melakukan interaksi dengan sesama siswa. bisa berinteraksi langsung dengan guru. afektif. Manfaat lain adalah anak didik bisa belajar mandiri. tayangan film/sinetron yang tidak produktif dan sebagainya. Di zaman era globalisasi ini banyak pengaruh negatif yang kita temukan di lapangan yaitu adanya kenakalan remaja. Dengan demikian. pergaulan bebas. fokus. pendidikan kognisi.

Boarding berarti asrama. Dan school berarti sekolah. Maksudin mendefinisikan bahwa boarding school adalah sekolah yang memiliki asrama. ruang tidur. dapat memanfaatkan secara optimal sumber-sumber belajar. ruang tamu. belajar secara total di lingkungan sekolah. dimana peserta didik dan juga para guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya. Mengapa boarding school ? Jawabnya adalah karena kelebihan model sekolah ini. di mana di sekolahb tersebut disediakan berbagai fasilitas tempat tinggal. semua siswa dapat berpartisipasi dalam program belajar.12[1] 12[1] Maksudin ( 2006) Pendidikan Nilai Sistem Boarding School di SMP IT Abu Bakar(Hasil Penelitian Untuk Disertasi). Para murid mengikuti pendidikan reguler dari pagi hingga siang di sekolah kemudian dilanjutkan dengan pendidikan agama atau pendidikan nilai-nilai khusus di malam hari. dan dapat berkomunikasi langsung dengan pembimbing. Yogyakarta : Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga . Boarding School mengkombinasikan tempat di rumah. perpustakaan. Boarding school atau sekolah berasrama. ruang belajar dan tempat olah raga. di mana para siswa hidup. Pengertian Boarding school terdiri dari dua kata yaitu boarding dan school. mutu akademik dan skill menjadi prioritas boarding school. dipindah ke institusi sekolah. 2006. hlm. PEMBAHASAN A. Karena itu segala jenis kebutuhan hidup dan kebutuhan belajar disediakan oleh sekolah (Maksudin. Boarding School adalah sistem sekolah berasrama. Boarding school adalah lembaga pendidikan di mana para siswa tidak hanya belajar tetapi juga bertempat tinggal dan hidup menyatu dengan di lembaga tersebut. Selama 24 jam anak didik berada di bawah pendidikan dan pengawasan para guru pembimbing. Adapun kelebihannya yaitu: kelas lebih kecil. kesenian.8).

com/ .14[3] Dari banyak sekolah-sekolah boarding di Indonesia. “Boarding School: Solusi Pendidikan Untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan”. Untuk yang bercorak agama terbagi dalam banyak corak ada yang fundamentalis. 2006). Boarding School bukan sesuatu yang baru dalam konteks pendidikan di Indonesia. (23 Maret 2009). Karena sudah sejak lama lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menghadirkan konsep pendidikan boarding school yang mengadopsi “Pondok Pesantren”. Ketika dipertengahan tahun 1990 an masyarakat Indonesia mulai gelisah dengan kondisi kualitas generasi bangsa yang cenderung terdikotomi secara ekstrim-yang pesantren terlalu ke-agama dan yang sekolah umum terlalu ke- duniawian-ada upaya untuk mengawinkan pendidikan umum dan pesantren dengan melahirkan term baru yang disebut boarding school atau internat yang bertujuan untuk melaksanakan pendidikan yang lebih komprehensif-holistik. Maka sejak itu mulai munculah banyak sekolah-sekolah boarding yang didirikan. dalam http://sutris02. moderat sampai yang agak liberal. dan ada yang nasionalis. nasionalis-religius.wordpress. 47. Hal ini juga dilator belakangi oleh pendidikan bangsa Indonesia yang selama ini dipandang belum memenuhi harapan yang ideal. ilmu dunia (umum) dapat capai dan ilmu agama juga dikuasai. (Yogyakarta: Pustaka Pesantren.13[2] Kehadiran boarding school (pesantren) menjadi suatu keniscayaan untuk dilibatkan. Sebab sekolah ini didirikan dengan tujuan mengadakan transformasi sosial bagi masyarakat sekitar. . Pembaruan Pesantren. 13[2] Sutrisno Muslimin. politik. Boarding school yang pola pendidikannya lebih komprehensif-holistik lebih memungkinkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ideal untuk melahirkan orang-orang yang akan dapat membawa gerbong dan motor pergerakan kehidupan social. ekonomi dan agama. terdapat 3 corak yaitu bercorak agama. 14[3] Abd A’la.

terutama di kota-kota besar. kebiasaan lama bertempat tinggal dengan keluarga besar satu klan atau marga telah lama bergeser kearah masyarakat yang heterogen. mendorong pemenuhan kebutuhan di atas kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu. Bagi kalangan menengah-atas yang baru muncul akibat tingkat pendidikan mereka yang cukup tinggi sehingga mendapatkan posisi-posisi yang baik dalam lapangan pekerjaan berimplikasi pada tingginya penghasilan 15[4] Ibid. keamanannya. kesehatannya. Lingkungan sosial yang kini telah banyak berubah. sosialnya. dan yang paling penting adalah pendidikanya yang sempurna. dan yang ekstrim karena sudah tidak mau/mampu mendidik anaknya dirumah. sebagian besar masyarakat yang terdidik dengan baik menganggap bahwa lingkungan sosial seperti itu sudah tidak lagi kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan intelektual dan perkembangan anak. Namun juga tidak dipungkiri kalau ada factor- faktor yang negative kenapa orang tua memilih boarding school yaitu keluarga yang tidak harmonis.15[4] B. Sebagian besar penduduk tidak lagi tinggal dalam suasana masyarakat yang homogen. majemuk. Kehadiran boarding school telah memberikan alternative pendidikan bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya. Hal ini berimbas pada pola perilaku masyarakat yang berbeda karena berada dalam pengaruh nilai-nilai yang berbeda pula. dimana orang tua tidak hanya Suami yang bekerja tapi juga istri bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka boarding school adalah tempat terbaik untuk menitipkan anak-anak mereka. Seiring dengan pesatnya modernitas. baik makannya. Keadaan ekonomi masyarakat yang semakin membaik. Dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. dan plural. . Faktor-faktor Pendukunya Berkembangnya Boarding School Keberadaan Boarding School adalah suatu konsekuennsi logis dari perubahan lingkungan sosial dan keadaan ekonomi serta cara pandang religiusitas masyarakat.

(Yogyakarta: Pustaka Pesantren. “Boarding School dan Pesantren Masa Depan”. sedang. 17[6] Abd A’la.wordpress. system boarding school mengisolasi anak didik dari lingkungan sosial yang heterogen yang cenderung buruk. diantaranya adalah: 1. Modernitas membawa implikasi negatif dengan adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan ruhani dan jasmani. Di lingkungan sekolah dan asrama dikonstruksi suatu lingkungan sosial yang relatif homogen yakni teman sebaya dan para guru pembimbing. 16[5] A. Homogen dalam tujuan yakni menuntut ilmu sebagai sarana mengejar cita-cita. ada keinginan untuk melahirkan generasi yang lebih agamis atau memiliki nilai-nilai hidup yang baik mendorong orang tua mencarikan sistem pendidikan alternatif. mereka. Pembaruan Pesantren. boarding school telah mengembangkan aspek-aspek tertentu dari nilai-nilai yang ada pada masyarakat. Untuk itu masyarakat tidak ingin hal yang sama akan menimpa anak- anak mereka. Indikatornya adalah semakin diminati dan semaraknya kajian dan berbagai kegiatan keagamaan. Intinya. Kecenderungan terbaru masyarakat perkotaan sedang bergerak ke arah yang semakin religius. .16[5] C. dan akan terus berubah. Dari segi sosial. Cara pandang religiusitas masyarakat telah.com/2009/06/14/boarding-school-dan- pesantren-masa-depan/#more-162 (14 Juni 2009). 17[6] Karakteristik system pendidikan Boarding School. Sejak awal berdirinya lembaga ini sangat menekankan kepada moralitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemandirian. kesederhanaan. dalam http://masthoni. 3. Halim Fathani Tahya. dan sejenisnya. Hal ini mendorong niat dan tekad untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak melebihi pendidikan yang telah diterima oleh orang tuanya. 2006). 49. Karakteristik Boarding School Secara embrional.

20[9] Ibid. 2. boarding school memberikan layanan yang paripurna sehingga menuntut biaya yang cukup tinggi. . intelektual dan spiritual. “Jenis-jenis Boarding School”. dalam www. Oleh karena itu anak didik akan benar-benar terlayani dengan baik melalui berbagai layanan dan fasilitas. boarding school menjanjikan pendidikan yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan ruhani. Diharapkan akan lahir peserta didik yang tangguh secara keduniaan dengan ilmu dan teknologi.elib. Dari segi ekonomi.unicom.id. 2 Co-educational school Sekolah yang menerima siswa laki-laki dan 18[7] Ibid.18[7] D. serta siap secara iman dan amal saleh. Menurut system bermukim siswa19[8] No Tipe Boarding School Keterangan . 19[8] Muhammad Nurkhamid. Tipe Boarding School keterangan 1 Junior boarding school Sekolah yang menerima murid dari tingkat SD sampai dengan SMP. Menurut Jenis Siswa20[9] No. Dari segi semangat religiusitas. namun umumnya tingkat SMP saja.ac. 1 All Boarding School Seluruh siswa tinggal di asrama/sekolah 2 Boarding day school Sebagian siswanya tinggal di asrama dan sebagian lagi tinggal di sekitar asrama 3 Day boarding Mayoritas tidak tinggal di asrama meskipun sebagian ada yang tinggal di asrama 2. 3. Klasifikasi Boarding School Jenis-jenis Boarding School. 1.

1 Fasilitas Fasilitas standar sekolah Dilengkapi fasilitas hunian dan umum berbagai fasilitas pendukung (sarana ibadah. pendidikan kegiatan ekstrakurikuler pendidikan khusus /informal (keagamaan dll) 4 Aktivitas Siswa dating kesekolah untuk Siswa belajar dan tinggal di belajar kemudian pulang sekolah. kurikulum Departemen Agama. Perbedaan Sekolah Formal dan Boarding School No Kriteria Sekolah Formal Boarding School . dll) 2 Kegiatan Jadwal kegiatan terbatas pada Jadwal kegiatan harian teratur harian KBM 3 Sistwm Pengajaran formal di kelas dan Pengajaran formal.professional arts school Sekolah khusus untuk seniman 6 Special-Need Boarding Sekolah untuk anak-anak yang bermasalah dengan School sekolah biasa 3. Tipe Boarding School Keterangan 1 Military school Sekolah yang mengikuti aturan militer dan biasanya menggunakan seragam khusus 2 5 day boarding school Sekolah dimana siswa dapat memilih untuk tinggal diasrama atau pulang di akhir pekan E. ekstrakurikuler. olahraga. Perbedaan Sekolah Formal dan Boarding School 1. kehidupan siswa ada di sekolah 5 kurikulum Kurikulum standar Nasional Kurikulum standar Nasional. perempuan 3 Boys school Sekolah yang menerima siswa laki-laki saja 4 Girls school Sekolah yang menerima siswa perempuan saja 5 Pre. dan . Menurut system sekolah No.

Perbedaan Secara Terjemahan Arsitektural No. karena pendidikan karena keterbatasan waktu dan waktu interaksi yang dimiliki lebih perbandingan jumlah siswa banyak. Kriteria Sekolah Formal Boarding School 1 kurikulum Tidak membutuhkan ruang Membutuhkan belajar khusus belajar khusus untuk tahfidz dan tarih islam 2 Jumlah anak Ruang kelas berukuran Ruang kelas 72 m² (kapasitas 30 didik minimum 90 m² (kapasitas 45 orang) dan ruang kelas 30 m² orang) (kapasitas 18 orang) 3 Konsep Bebas Lingkungan sekolah islami (membangkitkan penghayatan terhadap nilai-nilai islam) bangunan sebagai penghayatan Islam 4 Nuansa Arsitektur tidak harus Arsitektur sangat mendukung. Perhatian lebih optimum. hari) science) 11 Nuansa Hampir tidak tampak Sangat kental. budaya. menghubungkan ruang dalam dan ruang luar .bidang sosial. kurikulum tambahan khas Boarding School 6 Karakter Terdiri dari satu atau beberapa Banyak massa yang menyebar arsitektur massa yang kompak dengan massa hunian umumnya mengelilingi massa hunian 7 Pemanfaat Waktu sangat terbatas pada Tidak terbatas di jam belajar. politik. perbandingan siswa dan dan guru yang relative besar guru lebih kecil 9 Jumlah 40-45 orang Minimla 18 orang maksimal 30 siswa orang 10 konsep Sekuler (memisahkan agama Islam integrated (hal ini berdasar dan ilmu pengetahuan. dan konsep ajaran islam yang meliputi penerapan kehidupan sehari. terlihat dari segi religius berpakaian dan kebiasaan 2. juga an waktu KBM di jam pelajaran 8 Proses Perhatian guru tidak optimum. religius mendukung terjadinya menggunakan keteraturan pola pengalaman spiritual dan beradaptasi untuk ketenangan.

Dengan mengasramakan anak didik sepanjang 24 jam. baik ilmu pengetahuan. guru. melainkan dapat menyaksikan langsung bagaimana perilaku ustadz. Selama siang dan malam ini. Keunggulan Boarding School Banyak keunggulan yang terdapat dalam sistem asrama atau boarding school ini. seorang siswa atau santri tidak hanya belajar secara kognitif. maka sistem mesantren ini memiliki prasyarat agar para guru dan pengelola sekolah siap mewakafkan dirinya selama 24 jam. Berusaha menghindari dikotomi keilmuan (ilmu agama dan ilmu umum). Para siswa bisa menyaksikan langsung. misalnya. Dengan pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu . misalnya. Sistem boarding school mampu mengoptimalkan ranah kognitif. Kelebihan-kelebihan lain dari sistem ini adalah sistem boarding lebih menekankan pendidikan kemandirian. Jangan-jangan pelajaran di ke kelas bisa berbeda dengan pelaksanaan di rumah saat murid/santri melaksanakannya sendiri. Salah satu cara terbaik mengajarkan dunia afektif adalah pemberian teladan dan contoh dari para pemimpin dan orang-orang yang berpengaruh di sekitar anak. bahkan mengikuti imam. mereka melakukan proses pendidikan. 5 Pembagian Jumlah ruang kelas Jumlah ruang kelas berdasarkan kelas berdasarkan ruang murid seluruh jumlah siswa putra dan secara keseluruhan putri 6 Fungsi Peletakan masjid tidak Masjid aktif. Dengan sistem pesantren atau mondok. bagaimana cara salat yang khusuk. yang tanpa disertai contoh dan pengalaman makmum kepada imam yang salatnya khusuk. F. dan orang-orang yang mengajarkan mereka. Ini sangat berbeda dengan pelajaran salat. afektif. anak didik tidak hanya mendapatkan pelajaran secara kognitif. melainkan juga afektif dan psikomotor. menjadi bagian yang masjid menjadi focus perancangan tidak terpisahkan dari kegiatan komunitas sekolah. maupun memberikan contoh bagaimana mengamalkan berbagai ilmu yang diajarkan tersebut. dan psikomotor siswa.

perilaku dan sikap siswa akan senantiasa terpantau. Aktornya tidak hanya guru atau bisa dibalik gurunya bukan hanya guru mata pelajaran. tradisi positif para siswa dapat terseleksi secara wajar. Siwa tidak bisa lagi diajarkan bahasa-bahasa langit. Bahkan pembelajaran tidak hanya sampai pada tataran teoritis . Dengan fsilitas lengkap sekolah dapat mengekplaitasi potensi untuk membangun lembaga pendidikan yang kompeten dalam menghasilkan output yang berkualitas. kebenaran. “Boarding School dan Pesantren Masa Depan”. agama dan ilmu umum diharapkan akan membentuk kepribadian yang utuh setiap siswanya. kedekatan antara guru dengan siswa selalu terjaga. Dalam sekolah berasrama semua elemen yang ada dalam kompleks sekolah terlibat dalam proses pendidikan. akan diperoleh penjadwalan pembelajaran yang lebih leluasa dan menyeluruh. prinsip keteladanan guru akan senantiasa diterapkan karena murid mengetahui setiap aktifitas guru selama 24 jam. Sekolah berasrama dapat merancang program pendidikan yang komprehensif-holistik dari program pendidikan kaagamaan. dalam http://masthoni. sebagai penunjang pencapaian target program pendidikan sekolah berasrama. kepatuhan dan kemandirian dapat terus-menerus diamati dan dipantau oleh para guru / pembimbing. ucapan.wordpress. tapi juga implementasi baik dalam konteks belajar ilmu ataupun belajar hidup.tapi semua orang dewasa yang ada di Boarding School adalah guru. terciptanya nilai-nilai kebersamaan dalam komunitas siswa. Halim Fathani Tahya. tapi siswa melihat langsung praktek kehidupan dalam berbagai aspek. masalah kesiswaan akan selalu diketahui dan segera terselesaikan. Pembinaan mental siswa secara khusus mudah dilaksanakan. tanggungjawab. segala aktifitas siswa akan senantiasa terbimbing.com/2009/06/14/boarding-school-dan- pesantren-masa-depan/#more-162 (14 Juni 2009). academic development. komitmen komunitas siswa terhadap tradisi yang positif dapat tumbuh secara leluasa. para siswa dan guru-gurunya dapat saling berwasiat mengenai kesabaran. kasih sayang. Pelayanan pendidikan dan bimbingan dengan sistem boarding school yang diupayakan selama 24 jam. . toleransi. Begitu juga 21[10] A.21[10] Sekolah berasrama biasanya mempunyai fasilitas yang lengkap. dan penanaman nilai-nilai kejujuran. life skill sampai membangun wawasan global.

G. budaya. maka semua elemen yang terlibat mengimplmentasikan agama secara baik. Sekolah berasrama berupaya secara total untuk menjaga keamanan siswa- siswinya. Yang mengambil corak religius sangat beragam dari yang fundamentalis. Hal itu juga serupa dengan yang nasionalis. keadaan ini sangat kondusif untuk membangun wawasan nasional. Sekolah berasrama mampu menampung siswa dari berbagai latar belakang yang berbeda. dan siswa terbiasa berinteraksi dengan siswa yang berbeda. Makanya. nasionalis. Siswa berasal dari berbagai daerah yang mempunyai latar belakang sosial. Faktor-faktornya adalah sebagai berikut: 1. moderat sampai liberal. Masalahnya dalam implementasi ideologinya tidak dilakukan secara kaffah. kemempuan akademik yang sangat beraga. Tata tertib dibuat sangat rigid lengkap dengan sanksi-sanksi bagi pelanggarnya. apakah religius. atau nasionalis-religius. Pabrikan guru tidak “memproduksi” guru-guru sekolah . dalam membangun religious society. tidak mengadopsi pola-pola pendidikan kedisiplinan militer secara kaffah. Dikotomi guru asrama vs guru sekolah Sampai saat ini sekolah berasrama kesulitan mencari guru yang cocok untuk sekolah berasrama. Ideologi Boarding school yang tidak jelas Term ideology yang digunakan untuk menjelaskan tipologi atau corak sekolah berasrama. akibatnya terdapat kekerasan dalam sekolah berasrama. Terlalu banyak improvisasi yang bias dan keluar dari pakem atau frame ideology tersebut. 2. tingkat kecerdasan. Problematika Boarding School Sampai saat ini sekolah-sekolah berasrama dalam pengamatan saya masih banyak mempunyai persoalan yang belum dapat diatasi sehingga banyak sekolah berasrama layu sebelum berkembang dan itu terjadi pada sekolah-sekolah boarding perintis. banyak sekolah berasrama yang mengadop pola penidikan militer untuk menjaga keamanan siswa-siswinya.

sehingga siswa dituntut memiliki mobilitas tinggi. “Boarding School: Solusi Pendidikan Untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan”. dua kompetensi tersebut harus melekat dalam Boarding school. sementara guru pengasuhan adalah tersendiri hanya bicara soal pengasuhan. Tapi kalau bicara tentang pola pengasuhan sangat beragam.com/ . Sekolah dan Asrama Terletak dalam Satu Lokasi Umumnya sekolah-sekolah berasrama berada dalam satu lokasi dan dalam jarak yang sangat dekat. Kedua-duanya mempunyai efek negative. kesehatan dan kebugaran yang baik.wordpress. mereka mengenyam suasana meninggalkan tempat menginap. Akibatnya. Semuanya mengacu kepada kurikulum KTSP-nya produk DEPDIKNAS dengan ditambah pengayaan atau suplemen kurikulum international dan muatan local. dari yang sangat militer (disiplin) sampai ada yang terlalu lunak. pola militer melahirkan siswa yang berwatak keras dan terlalu lunak menimbulkan watak licik yang bisa mengantar sang siswa mempermainkan 4. berinteraksi dengan sesama siswa di jalan. dalam http://sutris02. 3. dan dapat membaca setiap fenomena yang ada disekitarnya. Karena menurut Komaruddin Hidayat (Direktur Executive Madania). Guru sekolah (mata pelajaran) bertugas hanya untuk mengampu mata pelajarannya.22[11] H. siswa harus mengalami semacam proses berangkat ke sekolah. Kalau bicara kurikulum academicnya dapat dipastikan hampir sedikit perbedaannya. serta melihat aktivitas masyarakat sepanjang jalan. Kurikulum Pengasuhan yang tidak Baku Salah satu yang membedakan sekolah-sekolah berasrama adalah kurikulum pengasuhannya. masing-masing sekolah mendidik guru asramanya sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga tersebut. Kondisi ini yang telah banyak berkontribusi dalam menciptakan kejenuhan anak berada di sekolah Asrama. Solusi Terhadap Problematka Boarding School 22[11] Sutrisno Muslimin. berasrama. Padahal idealnya. Dengan begitu.

tetapi juga menyediakan guru yang menggantikan peran orangtua dalam pembentukan watak dan karakter. dan menerapkan manajemen berbasis sekolah secara konsisten. kaku. boarding school model pengelolaannya harus lebih lentur. Akibatnya. membosankan. Dr Georgi Lozanov (1897) menyatakan bahwa suatu tindak tanduk yang diperlihatkan oleh gurunya kepada para siswa dalam proses belajarnya. dubutuhkan waktu yang lama (rata-rata 4 bulan) untuk siswa menyesuaikan diri dan masuk kedalam konsep pendidikan boarding yang integrative. sangat ampuh serta efektif dalam membentuk kepribadian mereka. Kedekatan antara siswa dan guru dalam sekolah berasrama yang tercipta oleh intensitas pertemuan yang memadai akan mempermudah proses transfer ilmu dari pendidik ke peserta didik. Dari sosok ditakuti atau disegani ke sosok yang ingin diteladani. Oleh sebab itu perlu di-design sekolah berasrama yang menarik nyaman dan menyenangkan. Hal ini disebabkan karena citra seklolah berasrama yang menakutkan. merupakan tindakan yang paling berpengaruh. Kedekatan akan mengubah posisi guru di mata para murid. efektive. . Dalam konteks manajemen sekolah. Kebanyakan dari siswa yang sekolah pada Boarding School adalah kemauan dari orang tua siswa bukan dari siswa itu sendiri. Sekolah berasrama tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas akademik dan fasilitas menginap memadai bagi siswa.

dan lingkungan yang kondusif harus didorong untuk mencapai cita-cita anak bangsa. dan pengasuh di seklolah-sekolah berasrama. tidak hanya kompetensi akademis. tenaga pengajar berkualitas. Anak betul-betul dipersiapkan untuk masuk kedalam dunia nyata dengan modal yang cukup. Selama 24 jam anak hidup dalam pemantauan dan control yang total dari pengelola. Di sekolah berasrama anak dituntut untuk dapat menjadi manusia yang berkontribusi besar bagi kemanusiaan. tapi skill-skill lainnya dipersiapkan sehingga mereka mempunyai senjata yang ampuh untuk memasuki dan manaklukan dunia ini. Oleh sebab itu dukungan fasilitas terbaik. . guru. BAB III PENUTUP Kesimpulan Sekolah Berasrama adalah alternative terbaik buat para orang tua menyekolahkan anak mereka dalam kondisi apapun. Mereka tidak hanya hidup untuk dirinya dan keluarganya tapi juga harus berbuat untuk bangsa dan Negara.

Jejak Intelektual Arsitek Pesantren. Maksudin. DAFTAR PUSTAKA A’la. Abdurrahman.unicom. ( 2006) Pendidikan Nilai Sistem Boarding School di SMP IT Abu Bakar(Hasil Penelitian Untuk Disertasi). Yogyakarta : Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga .com/2009/06/14/boarding-school-dan-pesantren- masa-depan/#more-162 Nurkhamid. Mahmud. “Jenis-jenis Boarding School”. dalam http://sutris02. Halim Fathani.ac. Yogyakarta: Pustaka Pesantren. Pembaruan Pesantren.id.wordpress. dalam www. “Boarding School: Solusi Pendidikan Untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan”. 2006 Muslimin. Sutrisno. Jakarta: Pranada Media Group. A. dalam http://masthoni. Abd. “Boarding School dan Pesantren Masa Depan”.elib. Dari Haramain ke Nusantara.com/ Tahya. 2006 Mas’ud.wordpress.