ASUHAN KEPERAWATAN

GANGGUAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING

Disusun Oleh

Nama : Latantsa Fikri
NIPP : 20164030104

PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADDIYAH YOGYAKARTA
2016

Tanggal masuk / jam masuk : 24-11-2016/ 14.15 WIB

Pemeriksaan sistem dan pengkajian Gordon a. P : Nyeri saat ditekan atau berbaring. Q : Nyerinya senut-senut. Pengkajian Nyeri O : Nyeri karena abses/tonjolan. RM : 11. Sistem Pernafasan Klien bernafas secera spontan dan pola nafas klien regular. S No. Riwayat kesehatan saat ini: Muncul benjolan sudah 1 tahun yang lalu tetapi sangat kecil dan hanya terasa gatal. 5.moyudan. Keluhan utama Ada benjolan di punggung dan terasa nyeri. Identitas Nama klien : Nn. Riwayat kesehatan lalu: 4.77. 3. Sistem Neurologis Kesadaran klien Composmentis GCS: 15 E:4 V: 5 M: 6 d. Keadaan Umum KU: Baik TD : 110/70mmHg RR: 20x/m N: 84x/mn T: 36. Riwayat kesehatan keluarga: . c.Ruang / kamar : NAIM / 218.2 Tanggal / jam pengkajian : 24-11-2016 / 16.00 WIB A. 1 . Riwayat Kesehatn 1. 2. Status Perkawinan : Penanggung Jawab Nama : B.80 C b. R : Nyeri di punggung atas saja.91 Umur : 49 Tahun (09/12/1967) Suku : Jawa Agama : Islam Pendidikan : Pekerjaan : Alamat : Sumberrahayu .

Pola Istirahat dan Tidur k. Sistem Penglihatan dan Pendengaran Pasien tidak ada keluhan tentang pengelihatannya dan pendengarannya. V : Ingin nyerinya cepat hilang agar bisa beraktivitas dengan nyaman. teraba kering. T : Dengan memiringkan badan saat tidur. Kebersihan Diri Untuk kebersihan diri klien dapat melakukan secara mandiri. S : Nyeri skala 3-4 jika ditekan. Sistem Eliminasi Tidak ada gangguan pada eliminasi klien. Nutrisi dan Cairan -Klien dapat makan dan minum tanpa terganggu dan dapat menghabiskan makanan yang diberikan RS j. i. akral teraba hangat. e. Sistem Integumen Warna kulit bersih. klien terlihat rileks dan tidak menahan nyeri. Pola Aktivitas dan Latihan No Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4 1 Makan dan minum * 2 Mandi * 3 Kamar Mandi ( Toiletting ) * 4 Berpakaian * 5 Mobilitas Fisik * 6 Berpindah * 7 Ambulasi * 2 . Sistem Musculoskletal ROM: kekuatan otot klien 5 5 Ka Ki 5 5 g. keringat sedikit. h. l. f. U : Tidak terlalu nyeri tapi terasa tidak nyaman. turgor kulit normal.

P : Nyeri saat ditekan atau berbaring.44 Juta/Mm3 3. saat sehat maupun saat sakit. Injeksi - - - - E. 3 . Pola spiritualitas Klien tetap dapat beribadah dengan baik. Oral - - - - 2. Keterangan: 0: Mandiri 1: Alat Bantu 2: Dibantu orang lain 3: Dibantu orang lain + Alat 4: Tergantung l. Terapi 1.4 g/dl 12-18 Hematokrit 36 % 37-54 Eritrosit 4.4 Leukosit 13300 Mm3 4000-11000 Trombosit 301 ribu/mm3 150-400 Netrofil 77 % 50-70 Basofil 0 % 0-1 Monosit 6 % 2-8 Gula darah 178 Mg/dl 70-140 sewaktu D. Analisa Data dan Diagnosa No Data Fokus ( DO/DS ) Etiologi Problem 1 DS: -Agen cedera fisik Nyeri Akut O : Nyeri karena abses/ (Abses) tonjolan.8-5. C. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium 24 November 2016 Pemeriksaan Hasil satuan Nilai normal Hemoglobin 11.

- - - - DO: -TD: 110/70 RR: 20x/mn N: 84x/mn T: 36. Q : Nyerinya senut-senut. 2 4 . V : Ingin nyerinya cepat hilang agar bisa beraktivitas dengan nyaman. U : Tidak terlalu nyeri tapi terasa tidak nyaman. T : Dengan memiringkan badan saat tidur.80 C -Klien bedrest di tempat tidur posisi miring. S : Nyeri skala 3-4 jika ditekan. R : Nyeri di punggung atas saja.

1. Kontrol lingkungan yang 5 . Rencana keperawatan NO Diagnosa NOC NIC 1 Nyeri Akut Pain control: Pain Mangement: Setelah dilakukan tindakan O: keperawatan selama 3x 24 jam. 3 F. karakteristik. Melaporkan bahwa nyeri N: 1. Diagnosa prioritas 1. G. Observasi reaksi tehnik nonfarmakologi nonverbal dari untuk mengurangi nyeri. 3. Kriteria Hasil : durasi. Lakukan pengkajian diharapkan nyeri klien dapat nyeri secara berkurang dengan: komprehensif termasuk  lokasi. Mampu mengontrol nyeri kualitas dan faktor (tahu penyebab nyeri. presipitasi mampu menggunakan 2. ketidaknyamanan mencari bantuan) 2. frekuensi. Nyeri Akut 2. 1.

2 6 . Ajarkan teknik 4. 2. berkurang dengan dapat mempengaruhi menggunakan manajemen nyeri seperti suhu nyeri dari skala 4 ke skala ruangan. Kolaborasi pemberian analgesic jika nyeri bertambah. Menyatakan rasa nyaman pada daerah sekitar lukas setelah nyeri berkurang E: 1. Berikan kompres hangat 3. relaksasi. kompres hangat/dingin) C: 1. Tanda vital dalam rentang penanganan nyeri non- normal farakologi (Teknik distraksi. pencahayaan dan kebisingan 1.

3 7 .

Implementasi dan Evaluasi  Tanggal ……………… No Diagnosa Tgl/Ja implementasi Evaluasi TTD m 1  Implementsi Tanggal ………………… No Diagnosa Tgl/Ja implementasi Evaluasi TTD m 8 . H.

9 .

 Implementsi Tanggal………………. No Diagnosa Tgl/Ja implementasi Evaluasi TTD m 10 .

11 .