You are on page 1of 3

Penelitian yang dilakukan Ulfa, Siswanto & Yudanari (2014) di ruang perwatan intensif

RSUD Tegurejo Semarang, Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan

desain Posttest Only Control Group Design, dimana pada penelitian ini 16 responden untuk

kelompok metode intermittent feeding dan 16 responden untuk kelompok metode gravity drip

untuk melihat efektifitas pemberian nutrisi secara gravity drip dan intermittent feeding terhadap

jumlah residu lambung pasien di Instalasi Rawat Intensif dari hasil penelitian didapatkan bahwa

metode intermittent feeding ( x 19,94) lebih efektif dibandingkan dengan metode gravity drip ( x

30,0) untuk mencegah residu lambung dalam pemberian nutrisi pasien kritis.

Penelitian lain yang dilakukan Munawaroh, Handoyo & Astutiningrum (2012) dengan

menggunakan metode Quasi Experiment dengan pendekatan postest only control group design

pada 60 sampel untuk mengetahui volume residu lambung pada pemberian nutrisi enteral metode

intermittent feeding dan gravity drip. Hasil penelitian menunjukan volume residu lambung

sesudah pemberian nutrisi pada pemberian nutrisi enteral metode intermittent feeding lebih

sedikit dari pada volume residu lambung pada pemberian nutrisi enteral metode gravity drip

sehingga dapat disimpulkan bahaw pemberian nutrisi enteral metode intermittent feeding lebih

efektif daripada metode gravity drip dengan nilai p sebesar 0,045.

Penelitian tentang pemberian nutrisi secara enteral lainnya yang dilakukan Premji SS,

Chessell L (2011), dimana pada penelitin ini membandingkan antara metode intermittent feeding

dan Continuous feeding, percobaan dilakukan pada 511 bayi premature dari hasil penelitian tidak

didapatkan perbedaan yang signifikan antara antara metode intermittent feeding dan Continuous

Review artikel yang dilakukan Chen (2009). Penelitian yang dilakukan oleh Nafratilofa (2013) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian nutrisi melalui drip atau continous feeding untuk menghindari gejala gastro oesophageal reflux dapat diterapkan pada pasien gastrektomi untuk mengatasi kekurangan nutrisi pada pasien. dan peningkatan volume total asupan. namun efek dari pilihan ini untuk mencegah VAP masih perlu evaluasi lebih lanjut. menemukan bahwa metode intermittent feeding menyisakan residu yang kecil sehingga dapat mengurangi gastroesophageal reflux. tentang enteral feeding dalam mencegah VAP. Early EN dan Late PN memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah dan clinical outcome yang lebih baik di bandingkan Late EN dan Early PN. Dalam perawatan terhadap penderita sakit kritis.feeding dalam pemenuhan asupan nutrisi pada bayi premature. nutrisi enteral selalu menjadi pilihan pertama dan nutrisi parenteral menjadi alternate fberikutnya. sehingga tidak dapat disimpulkan metode pemberian makan terbaik untuk berat badan lahir rendah bayi premature Review artikel yang dilakukan Setianingsih & Anastasia menyimpulkan bahwa berbagai penelitian terkait pemberian nutrisi secara enteral dan parenteral pada pasien kritis telah banyak dilakukan. penelitian dengan metode studi kasus menyimpulkan bahwa pemberian nutrisi melalui drip atau continous feeding dapat menghindari gastro-oesophageal reflux. .

Pemberian Nutrisi Melalui Continous Feeding untuk Menghindari Gejala Gastro Oesophageal Reflux pada Klien dengan Gastrektomi. (2014) Efektifitas Pemberian Nutrisi Secara Gravity Drip dan Intermitent Feeding Terhadap Jumlah Residu Lambung Pasien di Instalasi Rawat Intensif RSUD Tugurejo.W. Continuous nasogastricmilk feeding versus intermittent bolus milk feeding for premature infants less than 1500 grams. C. Art. D. Handoyo. Vol 72.G. L (2013). Issue 11. No 4 . Y. Siswanto. No. (2011). STIKES Ngudi Waluyo Ungaran Nafratilopa. & Astutiningrum. S.: CD001819 Anatasia & setiangninggish. Volume 8. Y. (2012). J Chin Med Assoc.perbandingan enteral dan parenteral nutrisi pada pasien kritis : a literature review Munawaroh. Ulfa. Yudanari. M. Critical Analysis of the Factors Associated with Enteral Feeding in Preventing VAP: A Systematic Review. Depok. . No. Universitas Indonesia Chen. Efektifitas pemberian nutrisi enteral metode intermittent feeding dan gravity drip terhadap volume residu lambung. Daftar Pustaka Premji SS. (2009). Chessell L.( 2013). Y. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. Cochrane Database of Systematic Reviews . 3.