PENDAHULUAN

Konsep Dasar dan Model Keperawatan Callista Roy

1.1 Konsep Dasar

1.1.1 Latar belakang

Sebelum mengenal konsep dasar keperawatan Callista Roy akan lebih baik

jika mengetahui filosofi, falsafah keperawatan. Filsafah keperawatan mengkaji

penyebab dan hukum-hukum yang mendasari realitas serta keingintahuan tentang

gambaran sesuatu yang lebih berdasarkan pada alasan logis dan metode empiris.

Contoh dari falsafah keperawatan menurut Roy ( Mc Quiston, 1995 ) : Roy

memiliki delapan falsafah yang kemudian dibagi menjadi dua yaitu empat

berdasarkan falsafah humanisme dan empat yang lainnya berdasarkan falsafah

veritivity.

Falsafah humanisme / kemanusiaan berarti bahwa manusia itu memiliki rasa

ingin tahu dan menghargai, jadi seorang individu akan memiliki rasa saling berbagi

dengan sesama dalam kemampuannya memecahkan suatu persoalan atau untuk

mencari solusi, bertingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu, memiliki holism

intrinsik dan selalu berjuang untuk mempertahankan integritas agar senantiasa bisa

berhubungan dengan orang lain.

Falsafah veritivity yaitu kebenaran , yang dimaksud adalah bahwa ada hal

yang bersifat absolut. Empat falsafah tersebut adalah :

1) tujuan eksistensi manusia
2) gabungan dari beberapa tujuan peradaban manusia
3) aktifitas dan kreatifitas untuk kebaikan umum.
4) nilai dan arti kehidupan.

output dan umpan balik. control. konsektual dan residual. interdependensi dan konsep diri.2 Model Konseptual Callista Roy Model konseptual merupakan suatu kerangka kerja konseptual. 8) kognator adalah subsistem dari mekanisme koping dengan respon melalui proses yang komplek dari persepsi informasi. Roy dengan fokus adaptasinya pada manusia terdapat 4 elemen esensial yaitu . 6) stimulus residual adalah seluruh faktor yang memberikan kontribusi terhadap perubaha tingkah laku tetapi belum dapat di validasi. Roy kemudian mengemukakan mengenai konsep mayor. mengambil keputusan dan belajar. 10) respon adaptif adalah respon yang meningkatkan integritas manusia dalam mencapai tujuan manusia untuk mempertahankan kehidupan. 4) stimulus fokal adalah stimulus yang mengharuskan manusia berespon adaptif. 1) sistem adalah kesatuan dari beberapa komponen atau elemen yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu kesatuan yang meliputi adanya input. 1. 14) interdependensi adalah hubungan individu dengan orang lain sebagai support sistem. 12) konsep diri adalah seluruh keyakinan dan perasaan 13) penampilan peran adalah penampilan fungsi peran dalam hubungannya di dalam hubungannya di lingkungan sosial.1. fungsi peran. 3) problem adaptasi adalah kejadian atau situasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan. berikut beberapa definisi dari konsep mayor Callista Roy. 2) derajat adaptasi adalah perubahan tetap sebagai hasil dari stimulus fokal. kelompok. sistem atau skema yang menerangkan tentang serangkain ide global tentang keterlibatan individu. 11) fisiologis adalah kebutuhan fisiologis termasuk kebutuhan dasar dan bagaimana proses adaptasi dilakukan. 5) stimulus konsektual adalah seluruh stimulus yang memberikan kontribusi perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh stimulus fokal. situasi atau kejadian terhadap suatu ilmu dan pengembangannya. 7) regulator adalah subsistem dari mekanisme koping dengan respon otomatik melalui neural. cemikal dan proses endokrin. proses. 9) model efektor adaptif adalah kognator yaitu fisiological.

jadi model adaptasi keperawatan menggambarkan lebih khusus perkembangan ilmu keperawatan dan praktek keperawatan. Lebih khusus manusia didefinisikan sebagai sistem adaptif dengan aktivitas kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi.keperawatan. 2) Manusia. empat cara adaptasinya yaitu fungsi fisiologis. Menurut Roy manusia adalah sebuah sistem adaptif. kondisi seperti ini dapat meningkatkan penyembuhan dan kesehatan. Sebagai sistem yang adaptif mausia digambarkan . konsep diri. kesehatan dan lingkungan. Keperawatan menggunakan pendekatan pengetahuan untuk menyediakan pelayanan bagi orang- orang. Adaptasi membebaskan energi dari upaya koping yang tidak efektif dan memungkinkan individu untuk merespon stimulus yang lain. Berikut akan kami jelaskan definisi dari keempat elemen esensial menurut Roy : 1) Keperawatan Menurut Roy keperawatan di definisikan sebagai disiplin ilmu dan praktek. peningkatan adaptasi dilakukan melalui empat cara yaitu fungsi fisiologis. output dan proses umpan balik. dan menghubungkan proses yang berpengaruh terhadap kesehatan. Dalam model tersebut keperawatan terdiri dari tujuan perawat dan aktifitas perawat. manusia. fungsi peran dan interdependensi. mengklasifikasikan. konsep diri. Tujuan keperawatan diraih ketika stimulus fokal berada dalam wilayah dengan tingkatan adaptasi manusia. Tujuan keperawatan adalah mempertinggi interaksi manusia dengan lingkungannya. fungsi peran dan interdependensi. control. sebagai sistem yang adaptif manusia digambarkan secara holistic sebagai satu kesatuan yang memiliki input. Keperawatan meningkatkan adaptasi individu untuk meningkatkan kesehatan. Keperawatan sebagai disiplin ilmu mengobservasi.

jadi manusia dilihat sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan antar unit secara keseluruhan atau beberapa unit untuk beberapa tujuan. 4) Lingkungan Lingkungan digambarkan sebagai suatu keadaan yang ada di dalam dan di luar manusia.dalam istilah karakteristik. Berikut penjelasan dari empat efektor yang telah disebutkan. Roy mengidentifikasi sembilan kebutuhan dasar fisiologis yang harus dipenuhi untuk mempertahankan integritas. fungsi peran dan Interpendensi. Lingkungan merupakan input bagi manusia sebagai suatu sistem yang adaptif. Dalam model keperawatan konsep sehat dihubungkan dengan konsep adaptasi. yang dibagi menjadi dua bagian. konsep diri. 2) Efektor. dan interdependensi. Regulator digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat efektor cara adaptasi yaitu: fungsi fisiologis. dalam hal ini manusia digambarkan sebagai suatu sistem yang adaptif. mekanisme ini dibagi menjadi empat yaitu fisiologi. Proses adaptasi termasuk semua interaksi manusia dengan lingkungan ysng terdiri dari dua proses. 2. Adaptasi adalah komponen pusat dalam model keperawatan. mode fungsi fisiologis . konsep diri. a. 3) Kesehatan Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara utuh dan terintegrasi secara keseluruhan. proses yang pertama dimulai dengan perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal dan proses yang kedua adalah mekanisme koping yang menghasilkan respon adaptif dan inefektif. fungsi peran. Mode Fungsi Fisiologi Fungsi fisiologi berhubungan dengan struktur tubuh dan fungsinya.1 TEORI PENEGASAN Dalam teorinya sister Callista Roy memiliki dua model mekanisme yaitu 1) Fungsi atau proses control yang terdiri dari kognator dan regulator.

1984 dalam Roy 1991). The sense / perasaan : Penglihatan. Nutrisi : Mulai dari proses ingesti dan asimilasi makanan untuk mempertahankan fungsi. 1991). 7. ekstrasel dan fungsi sistemik. Aktivitas dan istirahat : Kebutuhan keseimbangan aktivitas fisik dan istirahat yang digunakan untuk mengoptimalkan fungsi fisiologis dalam memperbaiki dan memulihkan semua komponen-komponen tubuh. 1984. 6. perkataan. yaitu ventilasi. dalam Roy.1984 dalam Roy 1991). Eliminasi : Yaitu ekskresi hasil dari metabolisme dari instestinal dan ginjal. 1984 dalam Roy 1991). meningkatkan pertumbuhan dan mengganti jaringan yang injuri.tingkat dasar yang terdiri dari 5 kebutuhan dan fungsi fisiologis dengan proses yang kompleks terdiri dari 4 bagian yaitu : 1. 1984 dalam Roy 1991). 2. kesadaran dan proses .1984 dalam Roy. (Sato. Mereka mempunyai fungsi untuk mengendalikan dan mengkoordinasi pergerakan tubuh. ( Servonsky. 1991). 4. Cairan dan elektrolit. dalam Roy 1991). (Cho. rambut dan kuku) dimana hal ini penting sebagai fungsi proteksi dari infeksi. Sensasi nyeri penting dipertimbangkan dalam pengkajian perasaan. elektrolit. Fungsi syaraf / neurologis : Hubungan-hubungan neurologis merupakan bagian integral dari regulator koping mekanisme seseorang. 3. : Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalamnya termasuk air. pertukaran gas dan transpor gas (Vairo. Proteksi/ perlindungan : Sebagai dasar defens tubuh termasuk proses imunitas dan struktur integumen ( kulit. Sebaliknya inefektif fungsi sistem fisiologis dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. trauma dan perubahan suhu. asam basa dalam seluler. (Parly. (Servonsky. 5. 1984. rasa dan bau memungkinkan seseorang berinteraksi dengan lingkungan .( Driscoll. Oksigenasi : Kebutuhan tubuh terhadap oksigen dan prosesnya. pendengaran. 8.

1991).etik dan spiritual diri orang tersebut. hilangnya kekuatan atau takut merupakan hal yang berat dalam area ini. Konsep diri menurut Roy terdiri dari dua komponen yaitu the physical self dan the personal self. The personal self. yaitu berkaitan dengan konsistensi diri. yang dicerminkan dalam peran primer. Mode Konsep Diri Mode konsep diri berhubungan dengan psikososial dengan penekanan spesifik pada aspek psikososial dan spiritual manusia. yaitu bagaimana seseorang memandang dirinya berhubungan dengan sensasi tubuhnya dan gambaran tubuhnya. emosi kognitif yang baik untuk mengatur aktivitas organ-organ tubuh (Robertson. untuk menyatukan dan mengkoordinasi fungsi tubuh. moral. Kesulitan pada area ini sering terlihat pada saat merasa kehilangan. Perasaan cemas. Mode fungsi peran Mode fungsi peran mengenal pola – pola interaksi sosial seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.1991) b. c. d. Kebutuhan dari konsep diri ini berhubungan dengan integritas psikis antara lain persepsi. Fokusnya pada bagaimana seseorang dapat memerankan dirinya dimasyarakat sesuai kedudukannya . 9. Fungsi endokrin : Aksi endokrin adalah pengeluaran horman sesuai dengan fungsi neurologis. seperti setelah operasi. aktivitas mental dan ekspresi perasaan. The physical self. ideal diri. Mode Interdependensi . 1984 dalam Roy. Aktivitas endokrin mempunyai peran yang signifikan dalam respon stress dan merupakan dari regulator koping mekanisme ( Howard & Valentine dalam Roy. amputasi atau hilang kemampuan seksualitas. sekunder dan tersier. 1. 2.

Ketergantungan ditunjukkan dengan kemampuan untuk afiliasi dengan orang lain. Respon-respon yang adaptif itu mempertahankan atau meningkatkan integritas. Output dari manusia sebagai suatu sistem adaptif adalah respon inefektif. kimia tubuh dan organ endokrin serta subsistem kognator adalah gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan kognitif dan emosi. dan membuat alasan dan emosional. Interdependensi yaitu keseimbangan antara ketergantungan dan kemandirian dalam menerima sesuatu untuk dirinya. pembelajaran.Subsistem regulator dan kognator adalah mekanisme adaptasi atau koping dengan perubahan lingkungan. Mode interdependensi adalah bagian akhir dari mode yang dijabarkan oleh Roy. Asumsi dasar model adaptasi Roy adalah : . termasuk didalamnya persepsi. Subsistem regulator adalah gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan pada sistem saraf. sedangkan respon yang tidak efektif atau maladaptif itu mengganggu integritas. Melalui proses umpan balik respon-respon memberikan lebih lanjut masukan (input) pada manusia sebagai suatu sisem. Konsep ini dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan di bawah ini. 2. psikologis. Kemandirian ditunjukkan oleh kemampuan berinisiatif untuk melakukan tindakan bagi dirinya. dan diperlihatkan melalui perubahan biologis. yaitu memberi dan menerima.1 Teori Calista Roy Model konsep adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). yang termasuk didalamnya mempertahankan untuk mencari bantuan. dan social. Interdependensi dapat dilihat dari keseimbangan antara dua nilai ekstrim. proses informasi. Fokusnya adalah interaksi untuk saling memberi dan menerima cinta/ kasih sayang. perhatian dan saling menghargai.

5. 2. Dalam asuhan keperawatan.1. Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahan- perubahan biopsikososial. System terdiri dari proses input. a) Stimulus fokal yaitu stimulus yang langsung berhadapan dengan seseorang. . kontekstual dan stimulus residual. dimana dibagi dalam tiga tingkatan yaitu stimulus fokal. autput. Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. dengan penjelasan sebagai berikut : 1. Input Roy mengidentifikasi bahwa input sebagai stimulus. 3. merupakan kesatuan informasi. bahan-bahan atau energi dari lingkungan yang dapat menimbulkan respon. efeknya segera. kelompok. System adalah Suatu kesatuan yang di hubungkan karena fungsinya sebagai kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari setiap bagian- bagiannya. misalnya infeksi . Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia. Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan sosial yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan. Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun negatif. menurut Roy (1984) sebagai penerima asuhan keperawatan adalah individu. keluarga. 1991 ). Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi. kontrol dan umpan balik ( Roy. masyarakat yang dipandang sebagai “Holistic adaptif system”dalam segala aspek yang merupakan satu kesatuan. jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif. 4.

Misalnya pengalaman nyeri pada pinggang ada yang toleransi tetapi ada yang tidak. Banyak proses fisiologis yang dapat dinilai sebagai perilaku regulator subsistem. b) Subsistem kognator Stimulus untuk subsistem kognator dapat eksternal maupun internal. 2. mencatat dan mengingat. Rangsangan ini muncul secara bersamaan dimana dapat menimbulkan respon negatif pada stimulus fokal seperti anemia. Transmiter regulator sistem adalah kimia. Kontrol Proses kontrol seseorang menurut Roy adalah bentuk mekanisme koping yang di gunakan. neural atau endokrin. Kognator kontrol proses berhubungan dengan fungsi otak dalam memproses informasi. isolasi sosial. hal ini memberi proses belajar untuk toleransi. Input stimulus berupa internal atau eksternal. Mekanisme kontrol ini dibagi atas regulator dan kognator yang merupakan subsistem. sifat individu berkembang sesuai pengalaman yang lalu. Perilaku output dari regulator subsistem dapat menjadi stimulus umpan balik untuk kognator subsistem. c) Stimulus residual yaitu ciri-ciri tambahan yang ada dan relevan dengan situasi yang ada tetapi sukar untuk diobservasi meliputi kepercayan. sikap. penilaian dan emosi. a) Subsistem regulator Subsistem regulator mempunyai komponen-komponen : input-proses dan output. Refleks otonom adalah respon neural dan brain sistem dan spinal cord yang diteruskan sebagai perilaku output dari regulator sistem. . Persepsi atau proses informasi berhubungan dengan proses internal dalam memilih atensi. diukur dan secara subyektif dilaporkan.b) Stimulus kontekstual yaitu semua stimulus lain yang dialami seseorang baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi situasi dan dapat diobservasi.

Belajar berkorelasi dengan proses imitasi. Emosi adalah proses pertahanan untuk mencari keringanan. 3. Sedangkan respon yang mal adaptif perilaku yang tidak mendukung tujuan ini. perkembangan. reproduksi dan keunggulan. Output Output dari suatu sistem adalah perilaku yang dapt di amati. Dalam memahami konsep model ini. diukur atau secara subyektif dapat dilaporkan baik berasal dari dalam maupun dari luar . Mekanisme yang lain yang dapat dipelajari seperti penggunaan antiseptik untuk membersihkan luka. Perilaku ini merupakan umpan balik untuk sistem. Manusia sebagai makhluk biologi. Roy memperkenalkan konsep ilmu Keperawatan yang unik yaitu mekanisme kontrol yang disebut Regulator dan Kognator dan mekanisme tersebut merupakan bagian sub sistem adaptasi. . Roy telah menggunakan bentuk mekanisme koping untuk menjelaskan proses kontrol seseorang sebagai adaptif sistem. mempergunakan penilaian dan kasih sayang. Roy mengkategorikan output sistem sebagai respon yang adaptif atau respon yang tidak mal-adaptif. reinforcement (penguatan) dan insight (pengertian yang mendalam). psikologi dan social yang selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Callista Roy mengemukakan konsep keperawatan dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau keyakinan serta nilai yang dimilikinya diantaranya: a. Respon yang adaptif dapat meningkatkan integritas seseorang yang secara keseluruhan dapat terlihat bila seseorang tersebut mampu melaksanakan tujuan yang berkenaan dengan kelangsungan hidup. Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan adalah proses internal yang berhubungan dengan penilaian atau analisa. Beberapa mekanisme koping diwariskan atau diturunkan secara genetik (misal sel darah putih) sebagai sistem pertahanan terhadap bakteri yang menyerang tubuh.

2. diantaranya: 1. merupakan stimulus lain yang merupakan ciri tambahan yang ada atau sesuai dengan situasi dalam proses penyesuaian dengan lingkungan yang sukar dilakukan observasi. seseorang harus beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi. 7. diukur secara subjektif.b. Interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola tentang kasih sayang. cairan dan elektrolit. . Fungsi fisiologis. aktivitas dan istirahat. indera. 4. yang dapat mempengaruhi. System adaptasi memiliki empat mode adaptasi diantaranya: 5. Fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang berhubungan dengan bagaimana peran seseorang dalam mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain. Terdapat tiga tingkatan adaptasi pada manusia yang dikemukakan oleh roy. Residual stimulus. 8. Focal stimulasi yaitu stimulus yang langsung beradaptasi dengan seseorang dan akan mempunyai pengaruh kuat terhadap seseorang individu. merupakan stimulus lain yang dialami seseorang. Kontekstual stimulus. kemudian dapat dilakukan observasi. Konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain. fungsi neurologis dan fungsi endokrin. nutrisi. Untuk mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi. eliminasi. komponen system adaptasi ini yang adaptasi fisiologis diantaranya oksigenasi. 3. c. integritas kulit. cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada tingkat individu maupun kelompok. 6. dan baik stimulus internal maupun eksternal.

Sesuai dengan model Roy. kejadian. tujuan dari keperawatan adalah membantu seseorang untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan fisiologis. Manusia (individu yang mendapatkan asuhan keperawatan) Roy menyatakan bahwa penerima jasa asuhan keperawatan individu.1994).9. Kemudian asuhan keperawatan diberikan dengan tujuan untuk membantu klien beradaptasi. fungsi peran. Masing-masing dilakukan oleh perawat sebagai system adaptasi yang holistic dan terbuka. kelompok. perkembangan. komunitas atau social. Kebutuhan asuhan keperawatan muncul ketika klien tidak dapat beradaptasi terhadap kebutuhan lingkungan internal dan eksternal. Dengan perubahan tersebut individu . Interaksi yang konstan antara individu dan lingkungan dicirikan oleh perubahan internal dan eksternal. System terbuka tersebut berdampak terhadap perubahan yang konstan terhadap informasi. Seluruh individu harus beradaptasi terhadap kebutuhan berikut : o Pemenuhan kebutuhan fisiologis dasar o Pengembangan konsep diri positif o Penampilan peran sosial o Pencapaian keseimbangan antara kemandirian dan ketergantungan Perawat menetukan kebutuhan di atas menyebabkan timbulnya masalah bagi klien dan mengkaji bagaimana klien beradaptasi terhadap hal tersebut. keluarga. energi antara system dan lingkungan. konsep diri. reproduksi dan keunggulan sehingga proses ini memiliki tujuan meningkatkan respon adaptasi. Teori adaptasi suster Callista Roy memeandang klien sebagai suatu system adaptasi. Dalam proses penyesuaian diri individu harus meningkatkan energi agar mampu melaksanakan tujuan untuk kelangsungan kehidupan. yaitu : 1. Menurut Roy terdapat empat objek utama dalam ilmu keperawatan. dan hubungan interdependensi selama sehat dan sakit (Marriner-Tomery.

harus mempertahankan intergritas dirinya. Lebih spesifik manusia didefenisikan sebagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis. out put dan proses umpan balik. Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Input atau stimulus termasuk variabel standar yang berlawanan yang umpan baliknya dapat dibandingkan. terbuka dan adaptif yang dapat mengalami kekuatan dan zat dengan perubahan lingkungan. Dalam model adaptasi keperawatan. Proses kontrol adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan dengan cara. Dua mekanisme koping yang telah diidentifikasi yaitu : subsistem regulator dan subsistem kognator 2.cara adaptasi. . dimana setiap individu secara kontunyu beradaptasi. kontrol. Keperawatan Keperawatan adalah bentuk pelayanan professional berupa pemenuhan kebutuhan dasar dan diberikan kepada individu baik sehat maupun sakit yang mengalami gangguan fisik. Sebagai sistem adaptif manusia dapat digambarkan dalam istilah karakteristik sistem. Input pada manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri. Proses kontrol manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah mekanisme koping. manusia dijelaskan sebagai suatu sistem yang hidup. manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan yang mempunyai input. konsep diri. Sebagai sistem adaptif. psikis dan social agar dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal. Variabel standar ini adalah stimulus internal yang mempunyai tingkat adaptasi dan mewakili dari rentang stimulus manusia yang dapat ditoleransi dengan usaha-usaha yang biasa dilakukan. fungsi peran dan interdependensi. jadi manusia dilihat sebagai satu-kesatuan yang saling berhubungan antara unit fungsional secara keseluruhan atau beberapa unit fungsional untuk beberapa tujuan.

Kondisi koping seseorang atau keadaan koping seseorang merupakan tingkat adaptasi seseorang. Konsep lingkungan . fisik. Stimulus kontekstual adalah semua stimulus lain seseorang baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi situasi dan dapat diobservasi. Stimulus residual adalah karakteristik/riwayat dari seseorang yang ada dan timbul releva dengan situasi yang dihadapi tetapi sulit diukur secara objektif. mental dan social. dan secara subjektif disampaikan oleh individu. Dia menekankan bahwa sehat merupakan suatu keadaan dan proses dalam upaya dan menjadikan dirinya secara terintegrasisecara keseluruhan. Penggunaan fokal pada umumnya tergantung tingkat perubahan yang berdampak terhadap seseorang. Konsep sehat Roy mendefinisikan sehat sebagai suatu continuum dari meninggal sampai tingkatan tertinggi sehat. pekerjaan. Perubahan internal dan eksternal dan stimulus input tergantung dari kondisi koping individu. Kondisi sehat dan sakit sangat individual dipersepsikan oleh individu. Integritas adaptasi individu dimanifestasikan oleh kemampuan individu untuk memenuhi tujuan mempertahankan pertumbuhan dan reproduksi. Fokal adalah suatu respon yang diberikan secara langsung terhadap ancaman/input yang masuk. Tingkat adaptasi seseorang akan ditentukan oleh stimulus fokal. Roy mendefinisikan bahwa tujuan keperawatan adalah meningkatkan respon adaptasi berhubungan dengan empat mode respon adaptasi. 4. diukur. dan residual. budaya dan lain-lain. Sakit adalah suatu kondisi ketidakmampuan individu untuk beradapatasi terhadap rangsangan yang berasal dari dalam dan luar individu. 3. misalnya tingkat pendidikan. kontekstual. usia. Kemampuan seseorang dalam beradaptasi (koping) tergantung dari latar belakang individu tersebut dalam mengartikan dan mempersepsikan sehat-sakit.

. tujuan. kemampuan emosioanal. dan evaluasi. fungsi peran dan ketergantungan.manifestasi yang tampak akan tercermin dari perilaku individu sebagai suatu respons. Sedangkan lingkungan internal adalah keadaan proses mental dalam tubuh individu (berupa pengalaman. Oleh karena itu pengkajian pertama diartikan sebagai pengkajian perilaku. intervensi.yaitu pengkajian klien terhadap masing-masing mode adaptasi secara sistematik dan holistic. konsep diri. Roy mendefinisikan lingkungan sebagai semua kondisi yang berasal dari internal dan eksternal. Lingkunan eksternal dapat berupa fisik. Pengkajian pertama meliputi pengumpulan data tentang perilaku klien sebagai suatu system adaptif berhubungan dengan masing-masing mode adaptasi: fisiologis. diagnosa. yaitu pengkajian tahap I dan pengkajian tahap II. langkah-langkah tersebut sama dengan proses keperawatan secara umum. Dengan pemahaman yang baik tentang lingkungan akan membantu perawat dalam meningkatkan adaptasi dalam merubah dan mengurangi resiko akibat dari lingkungan sekitar. kimiawi. Model adaptasi Roy memberikan petunjuk untuk perawat dalam mengembangkan proses keperawatan. Elemen dalam proses keperawatan menurut Roy meliputi pengkajian tahap pertama dan kedua.yang mempengaruhi dan berakibat terhadap perkembangan dari perilaku seseorang dan kelompok. a) Pengkajian Roy merekomendasikan pengkajian dibagi menjadi dua bagian. ataupun psikologis yang diterima individu dan dipersepsikan sebagai suatu ancaman. kepribadian) dan proses stressor biologis (sel maupun molekul) yang berasal dari dalam tubuh individu.

strea fisik dan emosi. perawat menganalisa pola perubahan perilaku klien tentang ketidakefektifan respon atau respon adaptif yang memerlukan dukungan perawat. Setelah pengkajian pertama. Dengan menggunakan metode diagnosa ini maka diagnosanya adalah “nyeri dada disebabkan oleh kekurangan oksigen pada otot jantung berhubungan dengan cuaca lingkungan yang panas”. Pada kasus ini. ketergantungan. Menurut Martinez. konsep diri. Pada tahap ini. Smith adalah “hypoxia”. perawat melaksanakan pengkajian tahap kedua. diagnosa pada kasus Tn. jenis kelamin. factor yang mempengaruhi respon adaptif meliputi: genetic. kontekstual dan residual yang berdampak terhadap klien. obat-obatan. pola interaksi social. yaitu berhubungan Misalnya jika seorang petani mengalami nyeri dada. · Menggunakan diagnosa dengan pernyataan/mengobservasi dari perilaku yang tampak dan berpengaruh tehadap stimulusnya. mekanisme koping dan gaya. budaya. fungsi peran.dan lingkungan fisik b) Perumusan diagnosa keperawatan Roy mendefinisikan 3 metode untuk menyusun diagnosa keperawatan : · Menggunakan tipologi diagnosa yang dikembangkan oleh Roy dan berhubungan dengan 4 mode adaptif . merokok. Jika ditemukan ketidakefektifan respon (mal-adaptif). · Menyimpulkan perilaku dari satu atau lebih adaptif mode berhubungan dengan stimulus yang sama. dimana ia bekerja di luar pada cuaca yang panas. tahap perkembangan. alcohol. dalam mengaplikasikan diagnosa ini. perawat mengumpulkan data tentang stimulus fokal. diagnosa yang sesuai adalah “kegagalan peran berhubungan dengan keterbatasan fisik (myocardial) untuk bekerja di cuaca yang panas” c) Intervensi keperawatan .

reproduksi). kontekstual dan residual. kontextual dan residual stimuli dan juga memperluas kemampuan koping seseorang pada zona adaptasi sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat. e) Evaluasi Penilaian terakhir dari proses keperawatan berdasarkan tujuan keperawatan yang ditetapkan. yaitu terjadinya adaptasi pada individu. kontekstual. dan residual. . sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat. Penetapan keberhasilan suatu asuhan keperawatan didasarkan pada perubahan perilaku dari kriteria hasil yang ditetapkan. dengan menggunakan koping yang konstruktif. d) Implementasi Implementasi keperawatan direncanakan dengan tujuan merubah atau memanipulasi fokal. supaya stimulus secara keseluruhan dapat terjadi pada klien. Tujuan intervensi keperawatan adalah pencapaian kondisi yang optimal. Tujuan jangka panjang harus dapat menggambarkan penyelesaian masalah adaptif dan ketersediaan energi untuk memenuhi kebutuhan tersebut (mempertahankan.Intervensi keperawatan adalah suatu perencanaan dengan tujuan merubah ataumemanipulasi stimulus fokal. pertumbuhan. Tujuan jangka pendek mengidentifikasi harapan perilaku klien setelah manipulasi stimulus fokal. Pelaksanaannya juga ditujukan kepada kemampuan klien dalam koping secara luas.