Introduction

To archive repeatable consistency of product, it is necessary to maintain constant and
repeatable conditions in the production process. This is achieved by appropriate instrumentation
and control f the process. With the right type of control a plant can be operated as efficiently and
optimally as circumstances will allow.
Agar tercapai konsitensi pengulangan suatu produk, perlu untuk menjaga kondisi konstan
dan berulang dalam proses produksi. Hai ini dapat dicapai dengan instrumentasi tepat serta
proses yang terkendali. Dengan menerapkan jenis pengendalian yang tepat, sebuah pabrik
dapat beroperasi secara efisien dan optimal sesuai dengan yang diperbolehkan oleh lingkungan.
The first distributed control system (DCS) were introduced independently by Honeywell
and yokogawa in 1975. Now days, DCS are used in a wide variety of industries. They may found
in manufacturing processes that are continuous or batch oriented, such as petrochemical, oleo
chemical, electrical power generation, pharmaceutical, food production, cement production,
steelmaking, papermaking.
Sistim kontrol DCS pertama kali diperkenalkan secara independen oleh Honywell dan
Yokogawa pada tahun 1975. Sekarang, DCS digunakan dalam berbagai industri. DCS bisa saja
dipakai dalam proses manufakturing yang kontinyu atau batch-oriented, seperti pada
petrokimia, kimia oleo, pembangkit tenaga listrik, industri farmasi, produksi pangan, produksi
semen,pembuatan baja dan kertas.
DCS is a board term which generally refers to both the method and apparatus used for the
distributed programmable control of multiple devices. Each device is capable of independent
operation, so as to carry out a predetermined task or operation, namely the process. These
processes may be related, as in a water treatment facility, or unrelated do not in a manufacturing
plant where many different products are fabricated. The devices do not require user intervention
for routine operation, but do permit operator interaction (when desire) by means of suitable
control interface.
Umumnya, DCS mengacu pada metode dan perperangkatan yang digunakan pada kontrol
program terdistribusi dari beberapa perangkat. Masing-masing perangkat dapat beroperasi
secara independen sehingga untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan, yaitu proses.
Proses ini mungkin terkait seperti pada fasilitas pengolahan air, atau tidak berkaitan seperti
pada pabrik manufaktur dimana produk yang berbeda-beda dihasilkan. Perangkat ini tidak
memerlukan campur tangan manusia pada operasi rutin, namun interaksi operator
diperbolehkan (jika diinginkan) dengan interface kontrol yang cocok.

all of which could be accessed by a single operator (although. DCS biasanya terdiri dari (paling sedikit) satu komputer pengawasan yang menentukan kontrol tingkat atas dari sistim yang lengkap. Dalam sistem Delta V. and each group could be devided into several control loops. yang semuanya dapat diakses oleh operator tunggal (meskipun dalam prakteknya. and actuators that may themselves have processing power to control their individual functions within the system. DCS memiliki display hirarki yang ditentukan oleh sistem manufakturing. responsibility for each plant area is usually assigned to different operators). transmitter. The modern day A DCS has a display hierarchy defined by the system manufacture. in practice. which is a unique name assigned by process or instrument engineer when developing a control strategy. a specific signal from a device is referred to as a Device Signal Tag (DST). This is further linked down to individual sensors. Means are included to enable access to particular display or control loop by keying in the required device tag number. sistim pengendalian didistribusikan ke seluruh sistem. Biasanya nama unik dihasilkan saat berproses atau oelh teknisi instrumen ketika mengembangkan strategi pengendalian. This linked down in the system hierarchy to more local processing that may control a particular part of the system. Hal ini akan menghasilkan banyak kontrol loop. the process plant may be divided into several areas. Seperti kemampuan dalam mengakses display atau kontrol loop dengan memasukkan nomor tag perangkat yang diperlukan. This would give many control loops. Maka. In typical DCS. Pada DCS. sinyal dari perangkat ini disebut sebagai DST. . proses pabrik dapat dibagi menjadi beberapa area. transmitter. In the Delta V system. tanggung jawab untuk setiap area pabrik biasanya ditugaskan kepada operator yang berbeda). Komputer ini terhubung dalam sistim teratas menuju komputer lokal yang mengendalikan bagian-bagian tertentu dari sistem. Komputer pengawas ini kemudian dihubungkan ke sensor individual. Masing-masing area ini kemudian dibagi ke dalam sejumlah kelompok. Hence the control is distributed across the system.dan aktuator yang mungkin mampu secara independen memiliki daya pemrosesan untuk mengendalikan fungsi individual mereka di dalam sistem. dan masing-masing kelompok dibagi lagi kedalam beberapa kontrol loop. each of these areas could then be divide into a number of group. A DCS typically comprises (at least) one supervisory computer that determines the top level control of the complete system.

No scaling is required. semua komputer dilakukan pada unit rekayasa yang sebenarnya. meskipun fitu ini tidak selalu diterpakan. Digital system have greater flexibility and power than analogue system. Proses dengan priritas yang lebih tinggi mungkin memindai lebih sering dengan tujuan meminimalkan latency dalam bagian-bagian penting dari sistem kontrol. which is usually about 12 digits. Beberapa kelebihannya adalah . 2. Scaning is the method by wich a contol processor is able to read many measurements sequentially and provide associated controlled outputs. 4. 5. Akurasi dibatasi hanya oleh kapasitas elektronik prosesor dispaly. No wiring changes have to be made in the event of control strategy changes. 1. Higher priority processes may be scanned more frequently in order to minimize the latency within critical parts of the control system. Skala tidak diperlukan. all computer are done in actual engineering unit. Urutan dan/atau kontrol logis memungkinkan dengan banyak sistem. Sequence and/or logic control is a possibility with many system 5. 1. critical point are recorded. Tidak perubahan kabel yang dilakukan pada sast perubahan strategi kontrol. 3. For each process parameter the time period assigned for this to be done is scan frequency. Unutk setiap parameter proses. . Semua input dapat direkam jika diperlukan. 4. Scaning adalah metode dimana prosesor kontrol mampu membaca ukuran yang bergam secara runut dan menghasilkan output kontrol. poin kritis direkam. although this feature is not usually implemented. All input can be trend-recorder if required. Sistem digital memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang lebih besar dibanding dengan sistem analog. The accuracy is limited only by the capacity of the display processor electronics. 2. jangka waktu ditetapkan untuk ini harus dilakukan adalah frekuensi scan. biasanya terdiri dari 12 digit. Some of the many advantage are. 3.