TUMBUH KEMBANG BAYI DAN BALITA

 Tinggalkan komentar
TUGAS KARYA ILMIAH BAHASA INDONESIA
TUMBUH KEMBANG BAYI DAN BALITA

DI SUSUN OLEH :
NAMA : ANISA FITRIANA LATIFAH
NIM : 1403007
PRODI : D III KEBIDANAN

DOSEN PENGAMPU : BUDIYATA, S.Pd, M.Pd

STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN
2014 / 2015
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT,yang mana atas limpahan
rahmat,taufik,hidayah dan karunia-Nya,sehingga penyusunan makalah yang berjudul
“TUMBUH KEMBANG BAYI DAN BALITA” dapat terselesaikan walaupun dalam bentuk
yang sederhana.

Makalah ini disusun sesuai dengan tugas yang diberikan dosen pengampu mata kuliah
bahasa indonesia yaitu bapak Budiyata, S.Pd, M.Pd guna melengkapi tugas menjelang
Ujian Akhir Semester, penulis berharap makalah ini dapat diterima oleh dosen dan
teman-teman mahasiswa lainnya.

Pada kesempatan ini tak lupa pula penulis ucapkan banyak terimah kasih kepada Dosen
yang bersangkutan yang telah memberikan arahan sehingga penyusunan makalah ini
dapat terselesaikan.penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

kesempurnaan.Oleh karena itu,kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat
penulis butuhkan demi penyempurnaan makalah yang selanjutnya.Lebih dan kurangnya
mohon dimaafkan.

Wassalammu Allaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Klaten, 12 Desember 2014

Penulis

Gangguan tumbuh kembang anak………………………………………………………. 12 4. Teori perkembangan…………………………………………………………………………. Jenis – jenis stimulasi yang dibutuhkan oleh anak…………………………………. 3 2.. Rumusan masalah…………………………………………………………………………… 2 3... Tujuan……………………………………………………………………………………………. Prinsip pertumbuhan dan perkembangan……………………………………………. 1 2. Ciri – ciri pertumbuhan dan perkembangan…………………………………………. Aspek pertumbuhan dan perkembangan……………………………………………… 5 BAB III PEMBAHASAN………………………………………………………………………………. Tumbuh kembang bayi dan balita………………………………………………………… 7 2. 5 4..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………………………….. 12 3... 3 3. 13 . Latar belakang…………………………………………………………………………………. Definisi tumbuh kembang…………………………………………………………………. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………………………………… 3 1. i KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………… ii DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………… 1 1.. 7 1.

tenaga kesehatan. tumbuh kembang harus menjadi perhatian bagi pemerintah. emosional. Kesimpulan……………………………………………………………………………………….mengawasi. kreativitas. tetapi proses tersebut sangat tergantung kepada orang dewasa atau orang tua.. dan merawat anak secara seksama. lingkungan bio-fisiko-psiko sosial dan perilaku. yaitu faktor genetik. dan masyarakat khususnya supaya anak Indonesia dapat mencapai kesehatan yang optimal. tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Saran……………………………………………………………………………………………….BAB IV PENUTUP………………………………………………………………………………………… 15 1. Memiliki anak dengan tumbuh kembang yang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Latar belakang Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda. 15 BAB V DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………… 16 BAB I PENDAHULUAN 1. dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan . 15 2. Dan untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi biologik seseorang yang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alamiah.kesadaran sosial. Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikan. Proses yang unik dan hasil akhir yang berbeda-beda yang memberika ciri tersendiri pada setiap anak. Oleh karena itu.

Pada masa periode kritis ini. BAB II . Tujuan Adapun tujuan dari makalah Stimulasi Tumbuh Kembang pada bayi dan balita adalah mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan segala upaya untuk menjaga dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak baik fisik. 1. Bagaimana tahapan perkembangan bayi dan balita? 6. Untuk bisa merawat dan membesarkan anak secara maksimal tentu kita perlu mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan anak itu sendiri. Juga menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh kembang dan kemungkinan penanganan yang efektif. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Apa pengertian bayi dan balita? 3. sosial. Jenis stimulasi apa saja yang dibutuhkan anak? 5.perkembangan berikutnya. mental. diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna agar potensinya berkembang. Rumusan masalah 2. Apa ciri – ciri pertumbuhan dan perkembangan? 4. yang pada gilirannya akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kita dalam merawat dan membesarkan buah hati kita. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya. bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. Apa saja gangguan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak? 1. serta mencari penyebab dan mencegah keadaan tersebut.

hlm 118). Pertumbuhan (growth) merupakan peningkatan jumlah dan ukuran sel pada membelah diri dan sintesis protein baru. hlm 119). tahap identidas versus kebingungan peran (12-18 tahun) (Wong. menghasilkan peningkatan ukurandan berat seluruh atau sebagian sel (Wong. hlm. 2008. Teori Perkembangan Psikososial (Erikson) Menurut Santrock (2011). peningkatan dan perluasan kapasitas seseorang melalui pertumbuhan.109). perkembangan tahap kompleksitas dari dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi. fase pra-operasional (2-7 tahun). fase pra-operasional anak belum mampu mengoperasionalisasikan apa yang dipikirkan melalui tindakan dalam pikiran anak (Wong. Defenisi Tumbuh Kembang  Defenisi Pertumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua kata yang berbeda. 2. fase operasional (7-11 tahun) dan fase operasional formal (>11 tahun) (Wong. tahap inisiatif versus rasa bersalah (3-6 tahun). Teori perkembangan ini dikemukakan oleh Erikson yang mengemukakan bahwa perkembangan anak selalu dipengaruhi oleh motivasi sosial dan mencerminkan suatu keinginan untuk berhubungan dengan orang lain.TINJAUAN PUSTAKA 1. hlm 117). Teori Perkembangan kognitif (Jean Piaget) Perkembangan kognitif menurut Piaget merupakan perubahan-perubahan yang terkait usia yang terjadi dalam aktifitas mental. maturasi serta pembelajaran (Wong. tahap kemandirian versus malu-malu (2-4 tahun). namun tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam teori perkembangan ini anak prasekolah termasuk dalam fase praoperasional. yaitu fase sensorimotorik (0-2 tahun). hlm. 2. .109). Teori-Teori Perkembangan 3.  Defenisi Perkembangan Perkembangan (development) merupakan perubahan dan perluasan secara bertahap. tahap terampil versus minder (6-12 tahun).2008.2008. Untuk mencapai kematangan kepribadian psikososial anak harus melewati beberapa tahap yaitu : tahap percaya dan tidak percaya (1-3 tahun). 2008. 2008. Ia juga menyebutkan bahwa kesuksesan perkembangan kognitif mengikuti prosses yang urutannya melewati empat fase.

dalam tahap perkembangan ini anak terorientasi secara budaya . tahap konvensional. tahap falik (3-6 tahun). Dalam perkembangan psikoseksual anak dapat melalui tahapan yaitu: tahap oral (0-1 tahun). 3. hlm 117). tahapan perkembangan moral yaitu: tahap prakonvensional (orientasi pada hukum dan kepatuhan). Dalam teori perkembangan psikoseksual anak prasekolah termasuk dalam tahap phalilc. 2008. tetapi bila dilarang atau dicegah maka akan tumbuh perasaan bersalah pada diri anak (Wong. hlm 118). Selama masa kanak-kanak bagian-bagian tubuh tertentu memiliki makna psikologik yang menonjol sebagai sumber kesenangan baru dan konflik baru yang secara bertahap bergeser dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lain pada tahap-tahap perkembangan tertentu. Dalam teori perkembangan moral anak prasekolah termasuk dalam tahap prakonvensional. 2008. dalam tahap ini genital menjadi area tubuh yang menarik dan sensitif anak mulai mengetahui perbedaan jenis kelamin dan menjadi ingin tahu tentang perbedaan tersebut (Wong. ia menggunakan istilah psikoseksual untuk menjelaskan segala kesenangan seksual.Dalam teori perkembangan psikososial anak prasekolah termasuk dalam tahap perkembangan inisiatif versus rasa bersalah. hlm 119). Teori Perkembangan Moral (Kohlberg) Teori perkembangan moral dikemukakan oleh Kohlberg dengan memandang tumbuh kembang anak ditinjau dari segi moralitas anak dalam menghadapi kehidupan. tahap prakonvensional (orientasi instrumental bijak). Teori Perkembangan Psikoseksual (Freud) Teori perkembangan psikoseksual pertama kali dikemukakan oleh Sigmun Freud. tahap laten (6-12 tahun). 2008. tahap pasca konvensional (orientasi kontak sosial) (Wong. Pada tahap ini anak mulai mencari pengalaman baru secara aktif. 4. 2008. hlm 117). tahap anal (1-3 tahun). dan tahap genital (>12 tahun) ((Wong. Apabila anak menapat dukungan dari orang tuanya untuk mengekplorasikan keingintahuannya maka anak akan mengambil inisiatif untuk suatu tindakan yang akan dilakukan.

Aspek Pertumbuhan Untuk menilai pertumbuhan anak dilakukan pengukuran antropometri. Pertumbuhan fisik dan ukuran secara bertahap bekerja dari atas kebawah. yaitu di kepala.dengan label baik atau buruk. 2011. Hal tersebut diinterprestasikan dengan cara yang sangat konkrit tanpa kesetiaan. Pengukuran berat badan digunakan untuk menilai hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. 3. pengukuran antropometri meliputi pengukuran berat badan. Perkembangan dan pertumbuhan mengikuti prinsip cephalocaudal dan proximodistal. mereka menentukan prilaku yang benar terdiri atas sesuatu yang memuaskan kebutuhan mereka sendiri meskipun terkadang kebutuhan orang lain. 2008. Dalam tahap ini anak tidak memiliki konsep tatanan moral. perkembangan sensorik dan motorik juga berkembang menurut prinsip ini. rasa terimakasih atau keadilan (Wong. anak-anak menetapkan baik atau buruknya suatu tindakan dari konsekuensi tindakan tersebut. dkk. 120). 2010. hlm 170). dilanjutkan dengan kemampuan menggunakan telapak tangan dan kaki dan akhirnya jari-jari tangan dan kaki ( Papalia. Pertumbuhan otak kecil (mikrosefali) menunjukkan adanya reterdasi mental. apabila otaknya besar (volume kepala meningkat) terjadi akibat penyumbatan cairan serebrospinal (Hidayat. . Anak-anak belajar mengembangkan kemampuan tangan dan kaki bagian atas ( yang lebih dekat dengan bagian tengah tubuh) abru kemudian bagian yang lebih jauh. hlm 37). 4. Prinsip cephalocaudal merupakan rangkaian dimana pertumbuhan yang tercepat selalu terjadi diatas. Prinsip proximodistal (dari dalam keluar) yaitu pertumbuhan dan perkembangan bergerak dari tubuh bagian dalam ke luar. Prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan Menurut Santrock (2011). tinggi badan (panjang badan). pengukuran tinggi badan digunakan untuk menilai status perbaikan gizi disamping faktor genetic sedangkan pengukuran lingkar kepala dimaksudkan untuk menilai pertumbuhan otak. contohnya bayi biasanya menggunakan tubuh bagian atas sebelum meeraka menggunakan tubuh bagian bawahnya. Aspek–Aspek Pertumbuhan Dan Perkembangan 5. hlm. lingkar kepala.

menggambar orang. mampu menjepit benda. hlm. Bahasa (language) adalah kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. melambaikan tangan dan sebagainya (Hidayat. kemudian melakukan tes skrining perkembangan anak (Hidayat.25). mengerti larangan dan sebagainya (Hidayat. Prilaku sosial (personal social) adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri. menangis jika dimarahi.26). 1. 2009. 2009. 2009.26). . menghitung. hlm. 2009. meniru berbagai bunyi. 2010. hlm 210). 316). menunjukan peningkatan kecemasan terhadapa perpisahan dan sebagainya (Hidayat. Old & Feldman. Perkembangan motorik halus mulai memiliki kemampuan menggoyangkan jari-jari kaki.26). melompat dengan satu kaki. Untuk menilai perkembangan anak yang dapat dilakukan adalah dengan wawancara tentang faktor kemungkinan yang menyebabkan gangguan dalam perkembangan. mengartikan dua kata. membuat permintaan yang sederhana dengan gaya tubuh. Motorik halus (fine motor Skills) merupakan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi meta dan tangan yang memerlukan koordinasi yang cermat (Papilia. Aspek perkembangan 3. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Pada perkembangan bahasa diawali mampu menyebut hingga empat gambar. membuat posisi merangkak dan lain-lain (Hidayat. 2. 2009. mengenali anggota keluarganya. hlm. Motorik kasar (gross motor) merupakan keterampilan yang meliputi aktivitas otot yang besar seperti gerakan lengan dan berjalan (Santrock. Perkembangan motorik kasar pada masa prasekolah. hlm. Perkembangan adaptasi sosial pada anak prasekolah yaitu dapat berrmain dengan permainan sederhana. menggambar dua atau tiga bagian. hlm. 38). diawali dengan kemampuan untuk berdiri dengan satu kaki selama 1-5 detik. mengkuti perintah dan dan berbicara spontan. 2. 1. menyebut satu hingga dua warna. menyebutkan kegunaan benda. hlm. 2011.

Tumbuh kembang bayi dan balita Pertumbuhan memiliki arti bertambahnya jumlah dan ukuran sel alat tubuh sehingga tubuh bertambah besar. ukuran usus akan bertambah besar dan enzim pencernaannya makin matang sehingga dapat mencerna makanan setengh padat atau makanan padat. Sedangkan yang dimaksud dengan istilah perkembangan ialah bertambah matangnya fungsi alat tubuh.BAB III PEMBAHASAN 1. bayi saat lahir beratnya 3. emosi dan kepribadian.5 kg. Hal ini pulalah yang menyebabkan jenis makanan yang dapat diberikan kepada bayi berubah secara bertahap sesuai dengan bertambahnya usia. Faktor – faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang pada bayi dan balita :  Faktor bawaan ( faktor genetik ) . Sebagai contoh usus bayi yang baru lahir belum matang fungsinya. Seiring bertambahnya usia. Misalnya. Bayi dan anak kecil juga belum mempunyai rasa malu karena aspek psikososialnya belum berkembang. termsuk fungsi intelektual. namun rasa malu dan pengertian mengenai tata krama akan berangsur berkembang sejalan dengan bertambahnya usia dan pengalaman dalam berhubungan dengan orang – orang dalam lingkungannya. enzim pencernaannya belum cukup sehingga belum dapat mencerna makanan padat. kemudian pada usia 1 tahun menjadi 11 kg atau rambut bayi bertambah panjang dan lebat.

· menahan kepala tetap · meraba dan merasakan bentuk 0-3 tegak. aspek asih ( kasih sayang ) dan aspek asuh ( pendidikan dan pergaulan )  Faktor gizi Pertumbuhan memerlukan makanan bergizi dalam jumlah yang seimbang antara kebutuhan karbohidrat.  Kemampuan motorik pada bayi dan balita berdasarkan usia yakni: Usia Motorik kasar Motorik halus · melihat. mineral. a berat. · Memegang benda dengan · mengembangk kedua tangan. meraih dan menendang mainan gantung. dan air. vitamin. protein. · makan sendiri. · mengambil benda-benda kecil. an kontrol kepala. 3-6 · Duduk. Faktor lingkungan mencakup aspek kebutuhan fisik. permukaan. lemak. bulan · memegang benda dengan · menyangg kuat. · guling-guling.Faktor bawaan tidak dapat diubah tetapi dapat diupayakan dengan penyediaan lingkungan yang baik. bulan . · melihat benda-benda kecil.  Faktor lingkungan Faktor yang bersal dari luar dirinya seperti. · mengangk at kepala. orangtua. · memegang benda. · memperhatikan benda bergerak.

3-6 · menirukan kata-kata. bulan · mencari sumber suara. · berjalan · Menyembunyikan dan mencari 6-9 dengan bantuan. · Memasukkan benda kedalam wadah. mainan bulan · bermain bola · membungkuk · Menyusun balok/kotak · berjalan sendiri · Menggambar 9-12 · naik tangga. bulan 6-9 · menyebutkan nama gambar di buku majalah. bulan  Kemampuan bicara dan berbahasa pada masa bayi sebagai berikut : Usia Kemampuan Bicara dan Bahasa · prabicara. · meniru suara-suara.. bulan . · Bermain di dapur. 0-3 · mengenali berbagai suara. · Bermain ‘genderang’ · merangka · Memegang alat tulis dan k mencoret-coret · menarik ke posisi berdiri · Bermain mainan yang mengapung di air · berjalan berpegangan · Membuat bunyi-bunyian.

· meniru ocehan dan mimik muka bayi. · menunjuk dan menyebutkan nama gambar-gambar. bulan · mulai bermain atau ‘bersosialisasi’ dengan orang lain. bulan  Kemampuan sosialisasi dan kemandirian pada masa bayi sebagai berikut: Usia Kemampuan Sosialisasi dan Kemandirian · memberi rasa aman dan kasih sayang. · menirukan kata-kata · berbicara dengan boneka 9-12 · bersenandung dan bernyanyi. · mengajak bayi tersenyum. bulan · Minum sendiri dari sebuah cangkir. bulan · bermain “ciluk ba’. · mengayun bayi. bulan . · Makan bersama-sama 9-12 · Menarik mainan yang letaknya agak jauh. · mengajak bayi mengamati benda-benda dan keadaan di sekitarnya. 0-3 · menina bobokan. 3-6 · berusaha meraih mainan. · Mulai melambaikan tangan jika ditinggal pergi. · melihat dirinya di kaca. 6-9 · Mulai membalas lambaian tangan orang lain.

tangga. · Bermainan balok · Berjalan naik dan turun dan menyusun balok. 12- 15 · Menangkap dan · Memasukkan benda yang bula melempar bola satu ke benda lainnya. · Berjalan mundur. tempelan. 18. · Memilih dan n mengelompokkan benda- . · Melompat. tubuh. · Latihan · Membuat gambar 36 menghadapi rintangan. n · Bermain di luar rumah. · Menggambar wajah atau · Melatih keseimbangan bentuk. bula · Menendang bola. · Bermain air 15- 18 · Meniup . · Memasukkan dan mengeluarkan benda · Berjalan sambil berjinjit kedalam wadah. kue/lilin mainan. · Membuat untaian. n · Mengenal berbagai ukuran dan bentuk. n 24. · Bermain puzzle. bula · Melompat jauh. Kemampuan motorik yang dimiliki balita sebagai berikut: Usia Motorik kasar Motorik Halus · Berjalan tanpa pegangan sambil menarik mainan yang bersuara. · Membuat berbagai 24 · Mendorong mainan bentuk dari adonan bula dengan kaki.

n 48.segi · Berjalan mengikuti empat. · Mengenal bentuk dengan 48 · Berjalan jinjit secara menempel potongan bula bergantian. · Konsep jumlah. garis lurus. · Menghitung lebih dari 2 · Melompat dengan satu atau 3 angka. · Menempel guntingan gambar sesuai dengan cerita. · Mencocokan gambar dan benda. . · Melempar dan · Bermain/menyusun balok- menangkap bola besar. garis lurus. · Menggambar dengan jari. melengkapi gambar. berjalan. · Lomba karung · Mengenal konsep 60 · Main engklek “separuh atau satu” bula · Menggambar dan atau n · Melompat tali. · Menempel gambar pada karton. · Melempar benda-benda memakai cat. · Menangkap bola kecil dan melemparkan · Menggambar/menulis kembali. · Memotong dengan menggunakan gunting. bulatan. kecil ke atas. benda menurut jenisnya. · Belajar ‘menjahit’ dengan tali rafia. balok. 36. kaki. · Mengenal campuran · Menirukan binatang warna dengan cat air. bentuk. huruf dan angka.

pada usia 3 tahun beratnya bertambah dengan cepat dan pada usia 5 tahun beratnya bisa mencapai 5 kali dari berat lahirnya.  Faktor yang mempengaruhi ukuran tubuh :  Gizi  Gangguan emosional  Jenis kelamin  Suku bangsa . · Membandingkan besar/kecil. dalam 2 tahun pertumbuhan tinggi badannya sangat cepat. banyak/sedikit. berat/ringan.  Perubahan pada bayi dan balita :  Ukuran tubuh pada bayi dan balita besar kecilnya tubuh dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan. pada usia 4 bulan.  Berat tubuh Berat badan bayi lahir sekitar 3 sampai 4 kg. berat badan anak 2 kali dari berat lahirnya dan pada umur 1 tahun beratnya 3 kali berat lahir.  Tinggi tubuh Pertumbuhan tinggi tubuh anak satu dengan lainnya berbeda. · Belajar ‘percobaan ilmiah’ · Berkebun. · Menghitung benda-benda kecil dan mencocokkan dengan angka. bayi baru lahir berukuran 43 sampai 52 cm. Misalnya. · Menggunting kertas (sudah dilipat) dengan gunting tumpul.

Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai. yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf 5. maka pertumbuhan dan pemcapaiannya kemampuan dalam nerkembangnya juga berbeda.tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya. 2. serta laju tumbuh kembang yang berlainan organ-organ. Aktifitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas. 3. 4. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal. karean adanya faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak. Terdapat masa percepatan dan masa perlambatan. Jenis – jenis stimulasi yang dibutuhkan oleh anak  Stimulasi aspek fisik . Tetapi akan tetap menuruti patokan umum.yaitu : 1. Yang perlu di ingat mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak adalah setiap anak adalah individu yang unik. Ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu mempunyai ciri-ciritersendiri. Kecerdasan  Status social ekonomi  Kesehatan  Fungsi endoktrin  Pengaturan pralahir  Pengaruh tubuh 1. 7. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi sampai maturitas/dewasa. 6. 1.

dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan hari itu. karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. bahagia dan sedih. Ajak juga mereka ke tempat ibadah. . mengucapkan terimakasih kepada tuhan atas makanan. membantu orangtua yang sedang sibuk. Gizi yang baik amat sangat dibutuhkan oleh anak. Agar stimulasi ini dapat menunjukkan hasil yang baik. dan rekreasi bersama. mengajak anak melakukan permainan. dan membacakan dongeng dan kisah-kisah para nabi juga akan membantu meningkatkan moral. Melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti berlari.  Stimulasi aspek intelektual Rangsangan intelektual dapat dilakukan dengan sering memberikan buku bacaan. karena pada usia mereka perkembangan syaraf-syaraf motorik sangat pesat. hari yang indah. pencernaan. Jadi sebagai orangtua juga harus rajin belajar agar sanggup memenuhi dan menjawab keingintahuan anak dengan baik dan benar. dan juga dengan rajin menjawab keingintahuan anak. kita tidak boleh melupakan istirahat yang cukup dan asupan nutrisinya. menari akan sangat membantu perkembangan mereka.  Stimulasi aspek social Anak pun harus diajari untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya. Ajari pula mereka untuk berbagi dengan teman sebayanya. daya tahan tubuh. berjalan. Membantu menjaga adik. Jadi asupan nutrisi tentunya amat dibutuhkan untuk perkembangan fisik. Akan membuat anak semakin peka. akan merangsang kepekaan alaminya. sehingga dapat menimbulkan kepekaan untuk bertoleransi dan berperilaku menyenangkan.Rangsangan untuk fisik bayi dan balita amat diperlukan. dan juga tentunya untuk perkembangan otak mereka. misalnya dengan bernagi mainan.  Stimulasi aspek spiritual Ajarilah anak untuk berdoa dengan menggunakan kata-kata yang sederhana. Dengan menghiburnya pada saat menangis karena mainannya rusak akan membantu.  Stimulasi aspek emosi Kenalkan mereka dengan bentuk emosi dasar.

. Sindrom down. Retardasi mental. merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah ( IQ < 70 ) yang masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal. 7. 3. 5. kelainan kromosom. penyakit sistemik. 2. merupakan gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk pemusatan perhatian yang seringkali disertai hiperaktivitas. 1. Gangguan tumbuh kembang anak 7 gangguan tumbuh kembang anak yang perlu diketahui : 1. atau karena kelainan endokrin. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas ( GPPH ). marupakan gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya muncul sebelum anak berumur 3 tahun 6. 4. yang disebabkan oleh kerusakan pada sel – sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh. Cerebral palsy. Parawakan pendek. individu yang dapat dikenal dari fenotipnya dan mempunyai kecerdasan yang terbatas. merupkan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progresif. ganggua gizi. Gangguan bicara dan bahasa. penyebabnya dapat dikarenkan variasi normal. Gangguan social.

.

3. tinggi tubuh. 2007 ).BAB IV PENUTUP 1. Saran 2. dan masyarakat khususnya supaya anak Indonesia dapat mencapai kesehatan yang optimal. H. 1. dan berat tubuh. Tumbuh kembang harus menjadi perhatian bagi pemerintah. 2006 ). dan perubahan pada bayi dan balita meliputi ukuran tubuh. tenaga kesehatan. Kesimpulan Pengertian bayi yaitu masa dimana usia bayi dimulai dari 0 – 12 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan dan perubahan fisik yang cepat disertai dengan perubahan dalam kebutuhan zat gizi ( Notoatmodjo. . Diharapkan kepada orangtua dan keluarga agar memberi makanan seimbang kepada bayi dan balita untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan.Pengertian balita yaitu anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau lebih popular dengan pengertian usia anak di bawah lima tahun ( Muaris. Selain itu pada bayi dan balita yang tidak diperhatikan dengan benar tumbuh kembangnya maka akan menimbulkan gangguan – gangguan fisik maupun mental bayi dan balita. Kemampuan motorik bayi dan balita meliputi kemampuan motorik halus dan kasar.