You are on page 1of 11

DISTILASI

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
SATUAN OPERASI III

Disusun Oleh
Noer Aza Fauziana
15/18028/THP-STIPP B

SARJANA TEKNOLOGI INDUSTRI PERKEBUNAN DAN
PANGAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA

2 Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mempelajari terjadinya proses distilasi tau penyulingan dan mengetahui cara menghitung laju distilasi dari suatu bahan.4 . 1.1 Latar belakang 1. 1. 2017BAB I PENDAHULUAN 1.3 Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini adalah dapa mempelajari terjadinya proses distilasi tau penyulingan dan dapat mengetahui cara menghitung laju distilasi dari suatu bahan.

(flash point atau tidak nyata tidak lebih rendah dari 200oC) ditempatkan kedalam alat penyulingan dan dipanaskan sampai 190oC.1 Distilasi Istilah distilasi sederhana umumnya berkaitan dengan pemisahan suatu campuran yang terdiri dua atau lebih cairan melalui pemanasan. Bahan rempah-rempah atau daun-daunan yang digunakan antara 500 gr sampai 1000 gr (Guenther. tergantung pada ukuran isolasi dari alat penyulingan. diantaranya yang terkecil adalah metode cleverger. Maka cairan yang tersisa dalam borler akan lebih banyak (Cook dan Cullen. sejumlah cengkeh yang dketahui bobotnya bersama dengan minyak lubrikasi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pada metode Brown-Duvel. Caranya melalui percobaan penyulingan dengan air mendidih atau dengan uap yang bertekanan rendah.Air yang menguap didestilasi. dikumpulkan dan diukur dengan gelas ukuran silinder. tetapi memerlukan waktu yaitu beberapa jam (Guenther. Operasi satuan ini bersumber pada kenyataan bahwa zat-zat cair memiliki tekanan uap yang berbeda-beda pada temperatur tertentu. Pemanasan dimaksudkan untuk menguapkan komponen-komponen yang lebih mudah menguap (titik didih lebih rendah) dan kemudian uap yang diperoleh dikondensasikan kembali menjadi cair dan kemudian ditampung dalam suatu bejana penerima (Cook dan Cullen. 1986). 1986). Metode ini teliti. Kadar air serai tidak boleh mengandung lebeh dari 16% kadar air. Penyulingan suatu partai serai dengan alat penyulingan yang baik diperlukan 8 sampai 24 jam. sifat alami dan volume tetap. 1990). disertai atau tanpa kohobasi. Pada suatu campuran zat cair yang bersifat mudah menguapnya lebih banyak. atau dengan penyulingan percobaan. kondisi serai dan sebagainya . Sebaliknya jika komponen yang mudah menguapnya lebih sedikit. 1990). Kandungan minyak yang mudah menguap dalam rempah-rempah dapat ditentukan dengan berbagai cara.

Pada dasarnya semua minyak atsiri mengandung campuaran senyawa kimia dan biasanya senyawa tersebut sangat kompleks. Metode konvensional itu adalah . oksida. 1990). tetapi yang lebih atsiri terus naik ke puncak kolom masuk kedalam kondensor air dingin. 2. Dalam kolom destilasi. Minyak atsiri larut dengan baik di dalam lemak. Yang paling mudah memang mendidihkannya sampai semua menguap dan komposisi akhirnya sama dengan cairan asalnya. seperti hidrokarbon. Komponen minyak atsiri sangat kompleks. Secara konvensional ada beberapa metode yang bisa diterapkan untuk memperoleh minyak atsiri dari tumbuhan asalnya. Suatu cairan dapat diuapkan dengan berbagai cara. Steroptena adalah senyawa hidrokarbon teroksigensi yang umunya berwujud padat. minyak atsiri hanya mengandung dua golongan senyawa. 2001). Beberapa jenis bahan tumbuhan di gunakan dalam pengobatan karena kandungan minyak atsirinya. cukup banyak pada penyuling serai menggunakan serai utuh (Guenther. ester. Yang menentukan aroma minyak atisri biasanya komponen yang presentasinya tinggi (Agusta. cengkeh dan pala. 2000). Contoh adalah serai. 2000). yaitu oleoptena dan stearoptena. Oleoptena adalah bagian hidrokarbon didalam minyak atsiri dan berwujud cairan.2 Minyak atsiri Ditinjau dari segi kimia fisika. alkohol. Beberapa kasus minyak atsiri digunakan sendiri sebagai obat setelah diekstraksi atau disuling dari sumbernya. suhu menurun dengan ketinggian kolom. misalnya minyak kayu putih (Agusta. Komponen yang kurang atsiri mengembun dan jatuh kembali dalam labu. Beberapa tipe senyawa organik mungkin terkandung dalam minyak atsiri. dan eter. sehingga kebanyakan minyak atsiri dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan selaput lendir. tetapi biasanya tidak melebihi 300 senyawa. mengembun dan dikumpulkan dalam wadah penampung (Oxtoby. aldehida.

ekspresi. 1990). Destilat yang mempunyai titik didih 65o-110oC/mmhg ditampung. Eugenol dapat diisolasi dengan cara sebagai berikut: Sejumlah minyak daun serai hasil destilasi yang ditambah dengan larutan NaOH.9994 (Guenther.penyulingan. dan lain sebagainya (Agusta. 2000). Massa jenis pada suhu 30oC adalah sebesar 0. Euegenol memilki bau yang kuat seperti serai dan bila di cicipi mempunyai rasa pedas (Guenther. Minyak daun serai diperoleh dengan cara destilasi uap dari daun pohon serai. Jumlah mol NaOH yang digunakan harus proporsional dengan kandungan eugenol dalam minyak daun serai yang sesuai yang ditunjukkan pada kromotogram gas. ekstraksi dengan pelarut mudah menguap. Konstituen minyak daun serai dapat dibagi menjadi dua kelompok. . Kelompok pertama merupakan senyawa Fenolat dan eugenol yang merupakan komponen paling besar. pengikatan dengan lemak padat. Hasil utama daun serai adalah daun serai yang mengandung minyak atsiri dengan kualitas yang lebih bagus bila dibandingkan dengan daunnya tetapi harganya sangat mahal (Agusta. Distilat yang diperoleh berupa cairan yang berwarna kaku dan jernih. 1990). Senyawa ini mudah diisolasi dengan NaOH dan kemudian dinetralkan dengan asam mineral. 2000).

3. Sedangkan bahan yang digunakan adalah serai 5 kg dan air 4L (dalam alat) dan air (pendinginan). baskom. gas elpiji.2 Alat dan bahan Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu distilator. 3. drigen 2 L. 2.1 Tempat dan tanggal praktikum Praktikum ini dilakukan pada hari Kamis. Menampung hasil distilasi pada baskom (minyak atsiri). 5. BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Memasukkan dalam rangkaian alat distilator. Melakukan perhitungan laju distilasi. 8. Memotong serai menjadi ukuran lebih kecil. kompor. Memasukkan dalam drigen. dan stopwatch. Mengukur volume minyak atsiri. pisau. 4. 09 Februari 2017 Di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.3 Cara Kerja 3. timbangan. Menimbang serai 5 kg.1 Teoritis 1.3. 3. 7. 6. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. .

da ti ss it ri li a). taeii lmlr .2 Diagram Alir PP ee nm yi om i at ob p n a gn a an l a t PP ee nm ag aa mu ss kuup uku rana n g a n h a s i l dsa ena r ngr a ha ibin tma u h ne a ng n j a d i dn ai vs l tao i ml au sm i ep a d a ayuks enaka r nnu al gar i aj 5un l e b i h rbm a a ni sn gk y ko a amk i a (n m a i l n a yt a k ddk ieag sp cl. . Diagram alir 1. a n . t o r .3. Distilasi minyak atsiri . d rig e n .3.al us ik .

Laju distilasi Volume minyak /waktu Laju distilasi= Berat sampel 2000 mL /1 jam Laju distilasi= 5000 gram mL Laju distilasi=0. . Waktu tetes pertama = 15. Minyak atsiri atau disebut juga volatil oil atau essensial oil adalah istilah yang digunakan untuk minyak mudah menguap. kulit batang dan akar dengan cara distilasi. bunga. Minyak atsiri diperoleh dalam tanaman yaitu dalam daun. BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 4.05 WIB b.1 Hasil Pengamatan Berikut ini merupakan hasil pengamatan praktikum distilasi minyak atsiri yang disajikan pada tabel 1 Tabel 1. Minyak atsiri bukanlah senyawa murni. buah. Minyak atsiri merupakan suatu zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Distilasi merupakan pemisahan komponen-komponen dalam satu larutan berdasarkan distribusi substansi-substansi pada fase gas dan fase cair dengan menggunakan perbedaan volatilitas dari komponen-komponennya yang cukup besar.2 Pembahasan Pada praktikum destilasi praktikan diharapkan dapat dapa mempelajari terjadinya proses distilasi tau penyulingan dan dapat mengetahui cara menghitung laju distilasi dari suatu bahan.4 jam gram 4. Hasil pengamatan distilasi minyak atsiri Bahan Waktu Volume Akhir Serai 5000 gram 1 jam 2000 mL Perhitungan : a. akan tetapi merupakan campuran senyawa organik yang terdiri dari beberapa senyawa yang berlainan. Bahan yang digunakan adalah daun serai.

Destilat ini adalah minyak atsiri yang kemudian ditampung pada beaker glass yang sudah ditutup dengan plastik. Pada percobaan ini minyak atsiri didapatkan dari daun serai. Penutupan ini bertujuan untuk mencegah adanya kebocoran dan agar hasil yang diperoleh lebih akurat.4 mL/jam gram. Kondensor berfungsi untuk mengubah uap menjadi zat cair kembali sehingga dihasilkan destilat. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Proses distilasi dilakukan dengan pemanasan pada dandang besar yang telah dihubungkan dengan kondensor.1 Kesimpulan . Daun sera sebanyak 5 kg dipotong kecil. minyak atsiri pada serai akan lebih mudah untuk keluar. di mana bagian atas merupakan lapisan minyak dan bagian bawah merupakan air. Sehingga dapat disimpulkan bahwa praktikum yang dilakukan berhasil. Destilat yang dihasilkan terdiri dari dua fase cair yaitu minyak dan air hal disebabkan karena adanya perbedaan massa jenis. Prinsip dasar dari proses distilasi yang dilakukan pada praktikum ini yaitu komponen zat yang memiliki titik didih yang lebih rendah akan menguap terlebih dahulu dan uap tersebut melewati kondensor atau pendingin yang mendinginkan komponen zat tersebut sehingga akan terkondensasi atau berubah dari wujud uap menjadi wujud cair. Serai dimasukkan dalam rangkaian alat distilator selama 1 jam sehingga didapatkan minyak atisiri sebanyak 2 L dengan laju distlasi 0. Adanya aliran air melalui kondensor membantu menurunkan suhu dari uap destilat sehingga yang berupa uap air yang menempel pada dinding kondensor akan diembunkan oleh suhu dari air dingin sehingga menjadi tetesan cairan atau biasa yang disebut dengan destilat. Hal ini bertujuan agar komponen- komponen dalam serai dapat dipisahkan dengan mudah karena dengan memperluas bidang kontak dengan uap.

. sehingga parktikan nantinya memiliki pengetahuan yang luas mengenai penggunaan alat gelas maupu instrumen kimia. Hal ini bertujuan agar komponen- komponen dalam serai dapat dipisahkan dengan mudah karena dengan memperluas bidang kontak dengan uap. Serai dimasukkan dalam rangkaian alat distilator selama 1 jam sehingga didapatkan minyak atisiri sebanyak 2 L dengan laju distlasi 0. Prinsip dasar dari proses distilasi yang dilakukan pada praktikum ini yaitu komponen zat yang memiliki titik didih yang lebih rendah akan menguap terlebih dahulu dan uap tersebut melewati kondensor atau pendingin yang mendinginkan komponen zat tersebut sehingga akan terkondensasi atau berubah dari wujud uap menjadi wujud cair. minyak atsiri pada serai akan lebih mudah untuk keluar. Pada percobaan ini minyak atsiri didapatkan dari daun serai.4 mL/jam gram. 5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa praktikum yang dilakukan berhasil. Daun sera sebanyak 5 kg dipotong kecil.2 Saran Praktikum mungkin akan lebih baik jika tersedia alat dan bahan yang lengkap.

Balai Pustaka: Jakarta Yogyakarta. Cook. Industri Operasi Kimia. Andria. ITB: Bandung. 2000. DAFTAR PUSTAKA Agusta. D. 21 Februari 2017 Mengetahui. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Co. 1990. T. 1986. Gramedia: Jakarta Guenter.J . Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Ass Praktikan Iim Dewi Retnowati Noer Aza Fauziana .M dan Cullen.