BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi

Mikrobia

BAB III

KLASIFIKASI & KARAKTERISASI

MIKROBIA

Untuk mengenal mikrobia diperlukan karakterisasi guna
keperluan identifikasi. Karakterisasi merupakan usaha mengenal
karakter atau ciri-ciri atau sifat mikrobia. Melakukan karakterisasi pada
organisme merupakan tujuan penting dalam semua cabang
pengetahuan biologi. Dengan demikian melakukan karakterisasi pada
mikrobia juga merupakan tujuan penting dalam mikrobiologi. Suatu
organisme yang telah dapat dikarakterisasi, maka akan
memungkinkan untuk dibandingkan dengan organisme lainnya, guna
menentukan persamaan dan perbedaannya. Suatu kelompok mikrobia
yang mempunyai karakter yang sama, dikelompokkan dalam suatu
takson tertentu dan diberi nama khusus yang memuat informasi untuk
keperluan identifikasi dan klasifikasi. Misalnya jamur benang yang
benang atau hifanya tidak bersekat dikelompokkan ke dalam
Phycomycetes, bakteri-bakteri yang dinding selnya mengikat kuat
pewarna dikelompokkan dalam kelompok bakteri gram positif,
demikian sebaliknya bakteri-bakteri yang dinding selnya tidak
mengikat kuat pewarna atau pewarnanya dapat luntur dikelompokkan
dalam kelompok bakteri gram negatif.

Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 29
Industri

Sifat morfologi koloni. Karakter- karakter atau sifat dari mikrobia yang penting untuk keperluan identifikasi antara lain yakni : 1. bentuk struktur dalam. bentuk tepi. elevasi. misalnya : bentuk. bentuk pertumbuhan dan warna koloni Berikut adalah contoh variasi morfologi koloni pada bakteri pada agar cawan petri : Morfologi koloni bakteri pada agar miring : Morfologi koloni bakteri pada agar tegak : Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 30 Industri . permukaan. harus dimengerti sepenuhnya tentang karakter-karakter mikrobia. BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi Mikrobia Untuk mengembangkan skema klasifikasi yang memadai.

krem atau putih. BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi Mikrobia Morfologi koloni bakteri pada media cair : Koloni bakteri umumnya mempunyai permukaan mengkilat dan licin. Berikut adalah beberapa contoh morfologi koloni bakteri : Escherichia coli Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 31 Industri . Warna koloni bakteri antara lain kuning.

sedangkan hifa yang tumbuh ke bawah (masuk ke media) adalah hifa vegetatif yang berfungsi untuk mencari makanan. BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi Mikrobia Morfologi koloni yeast apabila diamati biasanya nampak sama dengan morfologi koloni bakteri. Selain itu. akan tetapi ukuran sel yeast lebih besar daripada sel bakteri. dan sebagainya. dapat dibedakan dengan jelas antara sel bakteri. Sifat morfologi sel Pengamatan morfologi sel meliputi : bentuk. Contoh- contoh morfologi koloni dari mold adalah sebagai berikut : Rhizopus oryzae 2. alat gerak. kandungan dinding sel. pada sel yeast dapat diamati adanya organela-organela sel yang jelas walaupun pengamatan Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 32 Industri . umumnya untuk membedakan dengan koloni bakteri harus dilakukan pengamatan lanjutan berupa morfologi sel. Untuk pengamatan morfologi diperlukan mikroskop untuk alat bantu pengamatan. yeast dan mold. Bakteri dan yeast mempunyai bentuk sel yang hampir sama. Berikut ini disajikan beberapa contoh morfologi koloni dari yeast : Pink yeast colonies Sedangkan untuk morfologi koloni dari mold umumnya mempunyai permukaan kasar/berserabut. Pada pengamatan morfologi sel. Hifa yang tumbuh ke atas disebut hifa generatif dan berfungsi untuk perkembangbiakan. Serabut-serabut tersebut merupakan organ dari mold yang disebut dengan hifa. ada tidaknya spora.

bulat (coccus) dan koma (vibrio). karena multiseluler. Hifa dan organ mold akan membentuk struktur seperti akar dan ranting tanaman. sehingga pengamatan mikroskopik akan memberikan gambaran yang menyerupai tanaman. yeast dan mold : sel bakteri sel yeast sel mold Pada bakteri. bentuk sel dapat dibedakan menjadi 3. Untuk lebih jelasnya berikut ini disajikan perbandingan morfologi sel antara bakteri. Variasi tersebut dapat dilihat pada gambar berikut : Untuk mempermudah pengamatan morfologi sel. Untuk mold. Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 33 Industri . dapat dilakukan proses pengecatan/pewarnaan terhadap sel mikrobia. Masing-masing bentuk sel tersebut masih mempunyai variasi. yaitu batang (bacillus). sedangkan organela sel bakteri belum bisa diamati dengan perbesaran tersebut. BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi Mikrobia hanya menggunakan mikroskop perbesaran 100x. utamanya variasi dalam berkelompok membentuk koloni.

Sifat kimiawi. Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system. 9. Oleh karena mikrobia memiliki antigen yang berbeda. akan tetapi sifat-sifat fisiologinya dapat sangat berbeda. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya. Sifat serologi/antigenic. sinar UV. misalnya : kemampuan mendegradasi karbohidrat. 8. misalnya : pengaruh suhu. misalnya : pengaruh zat-zat kimia yang bersifat bakteriosida dan bakteriostatik. sehingga klasifikasi bakteri ini yang didasarkan kepada sifat morfologinya saja tidak akan dapat menempatkan bakteri ke dalam takson tertentu. Banyak bakteri yang kalau diamati dengan menggunakan mikroskop menunjukan bentuk morfologi yang sama persis. Patogenisitas Mikrobia dapat menimbulkan penyakit. maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikrobia. 10. 6. BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi Mikrobia 3. kemampuannya untuk menimbulkan penyakit merupakan ciri khas mikrobia tersebut selain itu terdapat pula bakteri yang memakan bakteri lainnya (Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag) yang menginfeksi dan menghancurkan bakteri. Sifat fisiologi. Banyak sekali Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 34 Industri . Sifat terhadap zat antimikrobia. Sifat genetik DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian mikroorganisme. Sifat dan fase pertumbuhan 7. akan terbentu antibodi yang mengikat antigen. daya oligodinamik logam berat dan tekanan osmosis 5. hidrolisa lemak. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikrobia. peruraian protein dan reduksi berbagai unsur kimia 4. Sifat ekologi Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikrobia. Bila mikrobia masuk kedalam tubuh. Mikrobia yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan saluran pencernaan. Mikrobia yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar.

Oleh karena itu. Informasi DNA ini sangat penting dan sangat berharga untuk menentukan kelompok-kelompok takson. Di samping itu. karena mikrobia-mikrobia “baru” terus-menerus ditemukan dan tersedia pengetahuan baru mengenai mikrobia yang telah diklasifikasikan. Sistem klasifikasi mikrobiologi didasarkan pada hirarkhi taksonomi atau penataan kelompok atau kategori yang menempatkan takson spesies pada suatu ujung dan kingdom di ujung lainnya. Informasi baru yang paling dapat diharapkan berasal dari analisis DNA sel mikrobia. taksa yang dimaksud adalah sebagai berikut : Kingdom : terdiri atas seluruh mikrobia di dalam hirarkhi ini Divisio : sekelompok kelas yang berkerabat Kelas : sekelompok ordo yang serupa Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 35 Industri . dan takson spesies terdiri atas varietas atau formaspesialis (bentuk khusus). takson famili terdiri atas genera. Takson kingdom pada garis besarnya terdiri atas devisio-devisio. Secara ringkas. takson kelas terdiri atas ordo-ordo. taksonomi dengan menggunakan komputer sekarang semakin meningkatkan obyektivitas yang lebih besar dalam penempatan dan pemantapan kelompok dalam taksonomi. BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi Mikrobia bakteri yang bentuknya sama. takson ordo terdiri atas famili-famili. takson devisio terdiri atas kelas-kelas. takson genus terdiri atas spesies- spesies. Taksonomi yang lengkap merupakan klasifikasi yang terdiri atas taksa kingdom sampai varietas. akan tetapi golongan yang satu dapat memanfaatkan asam amino tertentu. jelaslah bahwa untuk menetapkan takson bakteri tertentu yang hanya didasarkan kepada sifat-sifat morfologinya akan mengalami kesulitan dan tidak akan secara tegas menempatkannya dalam suatu takson tertentu. Taksonomi mikrobia merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang dinamis. sedangkan golongan yang lain tidak dapat memanfaatkan asam amino tersebut.

Database tersebut tersedia dalam bentuk buku yang selalu di update berkala. klasifikasi bakteri bintil akar kedelai. di dunia dikenal adanya database jenis dan karakter seluruh bakteri sudah sudah berhasil diidentifikasi. Taksonomi mikrobia bukanlah subjek yang statis. Skema klasifikasi terus menerus berubah secara perlahan karena diperoleh lebih banyak informasi dan karena dikembangkannya berbagai metode untuk menafsirkan data. yaitu buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. yaitu sebagai berikut : Kingdom : Bacteria Divisio : Protophyta (Scizophyta) Kelas : Schizomycetes Ordo : Eubacteriales Famili : Rhizobacteriaceae Genus : Rhizobium Spesies : Rhizobium japonicum Khusus untuk kelompok bakteri. di dunia ini tidak ada database yang bisa menyamai kelengkapan database bakteri tersebut. Dua perkembangan yang relatif baru telah muncul untuk digunakan dalam taksonomi mikroorganisme sehingga Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 36 Industri . BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi Mikrobia Ordo : sekelompok famili yang serupa Famili : sekelompok genus yang serupa Genus : sekelompok spesies yang serupa Spesies : sekelompok mikrobia berkerabat dekat yang individu-individunya di dalam kelompok ini serupa pada sebagian terbesar ciri-cirinya Sebagai contoh. Sedangkan untuk mikrobia jenis lainnya.

BAB III : Klasifikasi & Karakterisasi Mikrobia yang dalam berbagai cara akan membuat keputusan-keputusan yang lebih objektif sehingga muncul adanya salah satu cara ialah taksonomi numeris dan taksonomi genetika. Politeknik LPP Yogyakarta | Hand Out Kuliah Mikrobiologi 37 Industri .