You are on page 1of 7

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI

PERILAKU DAN PSIKIATRI ADAPTASI STRESS

KELOMPOK 12 A

1. Dimas Panji Gumelar
1161050046
2. Ade Maya Y. Fordatkosu
1160151063
3. M. Kintanto Wicaksono
1161050103
4. Filologus Siwabessy
1161050102
5. Ayesha Melissa R Siahaan
1161050105
6. Dwi Puspa Nazer Savitri
1161050109
7. Shinta Nur Puspitasari Tambunan
1160151171
8. Lea Bali Ulina Sinuraya
1161050249
9. Haryudha
1161050263

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
TAHUN AJARAN 2013-2014

PENGARUH STRESS FISIK AKUT TERHADAP AKTIVITAS :
RESPIRASI, KARDIOVASKULER DAN LAJU METABOLISME

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengamati dan mempelajari pengaruh kerja fisik terhadap
frekuensi pernafasan, denyut jantung dan nadi.

II. ALAT DAN BAHAN
1. Obyek percobaan (OP) : manusia
2. Stetoskop
3. Alat pencatat waktu

III. CARA KERJA
1. Penentuan frekuensi respirasi , denyut jantung, dan nadi
keadaan istirahat
a. Obyek percobaan (OP) disuruh tidur terlentang (istirahat) di
meja selama 5 menit
b. Amatialah gerakan-gerakan dada dan perut, pada waktu
inspirasi dan ekspirasi
c. Hitunglah frekuensi pernafasan
d. Hitungalh frekuensi denyut jantung dengan menempelkan
alat stetoskop di daerah inter kostal 4-5 dada sebelah kiri
atau dengan menempelkan telinga pada dada obyek
didaerah tersebut.
e. Hitunglah frekuensi nadi pada arteria radialis yang terletak
pada pangkal ibu jari, sedikit dibawah pergelangan tangan
obyek, dengan menggunakan jari tangan anda. Catalah
hasilnya di tabel 1 yang tersedia.
2. Penentuan frekuensi respirasi, denyut jantung, dan nadi pada
keadaan kerja fisik
a. Obyek disuruh kerja fisik : lari-lari ditempat selama 5-10
menit, kemudian terlentang lagi
b. Sambil memperhatikan gerakan dada dan perutnya,
hitungalh frekuensi pernafasannya, denyut jantung dan
nadinya ( seperti pada 1). Ulangilah setiap 5 menit sekali,
sampai semuanya normal kembali
c. Catatlah hasilnya pada tabel 1
IV. HASIL PERCOBAAN

Tabel 1. Frekuensi respirasi, denyut jantung dan nadi

Wanita

Istirahat Kerja Fisik
N Wak
Dtk
o tu Resp. Nadi TD Resp. Nadi D.Jtg Td
jtg
12.4 20 68 82x/m 110/5
1
0 x/mnt x/mnt nt 0
12.4 24 76 83
110/60
5 x/mnt x/mnt x/mnt
12.5 20 68 82
110/50
0 x/mnt x/mnt x/mnt

12.5 16 80 84
2 12/80
0 x/mnt x/mnt x/mnt
12.5 34 108x/ 90
130/90
5 x/mnt mn x/mnt
13.0 17 98 80
110/70
0 x/mnt x/mnt x/mnt

13.0 22 84 80 110/7
3
5 x/mnt x/mnt x/mnt 0
13.1 44 104x/ 90
110/80
0 x/mnt mn x/mnt
13.1 22 71 81
120/70
5 x/mnt x/mnt x/mnt

Pria

Istirahat Kerja Fisik
N Wak
Dtk
o tu Resp. Nadi TD Resp. Nadi D.Jtg Td
jtg
1 13.0 24 96 80x/m 130/9
5 x/mnt x/mnt nt 0
13.1 62 112x/ 90
140/70
0 x/mnt mn x/mnt
13.1 24 78 82
130/90
5 x/mnt x/mnt x/mnt

13.1 24 88 87
2 90/60
5 x/mnt x/mnt x/mnt
12.2 28 120x/ 90
110/50
0 x/mnt mn x/mnt
13.2 20 90x/m 80
90/60
5 x/mnt nt x/mnt

13.2 23 88 85 100/6
3
5 x/mnt x/mnt x/mnt 0
13.3 35 108x/ 89
110/70
0 x/mnt mn x/mnt
13.3 21 80 85
100/70
5 x/mnt x/mnt x/mnt

Jawaban pertanyaan

1. a. Berapa lama setelah kerja fisik frekuensi respirasi,denyut jantung
dan nadi menjadi normal kembali ? 10 menit
b. sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya kembali
ke normal (frekuensi, respirasi, jantung dan nadi) ? proses tubuh
seseorang yang membutuh waktu untuk mengeluarkan CO 2
dan mengambil/menghirup kembali O2 , kondisi tubuh/fisik
seseorang yang berbeda-beda dan kondisi psikis seseorang.

2. Pada kerja fisik, terjadi kenaikan frekuensi respirasi, denyut jantung
dan nadi, terang kan mekanisme pengaturannya.
Terjadi kenaikan frekuensi respirasi,denyut jantung dan
nadi, disebakan karena metabolisme tubuh yang meningkat
karena kerja fisik yang dilakukan seseorang yang memicu
kerja otot juga meningkat, dan pemecahan energi yang
meninggi dan menyebabkan frekuensi respirasi, denyut
jantung dan nadi pun mengalami kenaikan. Dan setelah
kerja fisik tidak dilakukan tubuh pun akan meresponi
dengan kembali dalam kondisi normal yaitu sebelum
dilakukan kerja fisik sehingga metabolisme pun normal
kembali.

V. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan, kami menyimpulkan bahwa : Keadaan
tubuh baik fisik maupun psikis seseorang dapat
mempengaruhi aktivitas organ tubuh seseorang tersebut baik
itu respirasi, kardiovaskuler dan laju metabolisme yang sangat
dipengaruhi dengan keadan tubuh yang sehat maupun sakit
sehingga berdampak bagi fisiologis tubuh seseorang.

METABOLISME

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengukur laju metabolisme berdasarkan konsumsi O2 .

II. ALAT DAN BAHAN
1. Metabolor stoples
2. Barometer
3. Termometer
4. Timbangan
5. Tikus
III. CARA KERJA
1. Timbang tikus (dalam Kg)
2. Pastikan sistem tidak bocor.
3. Catat suhu dan tekanan udara, tulis sebagai T1(tulis
dalam0K ) dan P1.
4. Masukkan tikus kedalam metabolor
5. Tarik spuit di luar metabolor (20ml)
6. Tutup ruang metabolor, masukkan udara dalam spuit,
perhatikan stop watch saat udara dalam spuit
dimasukkan ke dalam stoples = waktu 0 detik
percobaan, perhatikan bahwa permukaan air di pipa
U menjadi tidak sama.
7. Catat berapa lama tikus menghabiskan 20 ml udara,
yaitu saat permukaan air di pipa U kembali sama
tinggi
8. Buka tutup metabolor
9. Ulangi no 5,6,7.
10. a. Hitung konsumsi 02 dalam 1 hari
b. hitung konsumsi 02 dalam keadaan STP
c. hitung konsumsi panas
d. hitung laju metabolisme

IV. HASIL PERCOBAAN

Lembar kerja

1. tanggal percobaan : 10 juli 2014
2. Tempat percobaan : Lab 3
3. Hewan percobaan : Tikus
4. Bobot badan : 145 gram
5. Lama tikus menghabiskan 15 ml udara : 3 menit
6. Volume 02 yang dikonsumsi selama percobaan : 15ml dalam 3
menit
7. Volume 02 dikonsumsi / hari : 1440ml = 1.44L
8. Volume 02 dikonsumsi / hari pada STP : 2,766 x10-3 L
9. Produksi panas : 6,948Kal/hari
10. Laju metabolisme/hari/BM : 1450.75kal./hari/kg0.75
BM : bobot metabolik : 41,79 x 10 BB0,75kg

Catatan :
Hukum boyle-gay lusac
P1V1 = P2V2
T1 T2
0
T1 : 273 K
T2 : 300 0K
V1 : ?
V2 : 1.44 L
P1 : 360 mmHg
P2 : 720 mmHg

Sehingga : V1 = 298 . 77,2 = 2,866 L
760x300

Produksi panas : V1x4.825 Kal./hari = 4907x10 -3 x 4.825 =
23676275x10-3 Kal/hari

Laju metabolisme adalah
Produksi panas/ BM = 6,948 x 41,79 x 10-3 = 290,35 Kal/hari/kg0,75

V . KESIMPULAN
Dari hasil percobaan kami menyimpulkan bahwa laju
metabolisme makhluk hidup dipengaruhi oleh masukan O 2
yang dihirup semakin banyak maupun semakin sedikit oleh
makhluk hidup yang akan mempengaruhi reaksi katabolisme
dan anabolisme molekul didalam tubuh mahkluk hidup yang
berdampak pada energi serta kecepatan dan efisiensi
penggunaan energi oleh makhluk hidup tersebut.