Mengapa Uji Sondir (Soil Test ) itu Penting ?

Mengapa Uji Sondir (Soil Test ) itu Penting ?
Uji Sondir sangat Penting !!! Karena…,
Pengujian sondir merupakan salah satu pengujian penetrasi yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung
tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras. Hal ini
dimaksudkan agar dalam mendesain Pondasi yang akan digunakan sebagai penyokong kolom bangunan
diatasnya memiliki faktor Keamanan (safety factor) yang tinggi sehingga bangunan diatasnya tetap kuat dan
tidak mengalami penurunan atau settlement yang dapat membahayakan dari sisi keselamatan akan bangunan
dan penghuni didalamnya.

Banyak terjadi kegagalan struktur (bangunan roboh/ runtuh) akibat tidak diperhatikan pentingnya
Pengujian Soil test ini, untuk itu sangat di sarankan untuk melakukan pengujian tanah (sondir) ini,
sehingga dapat didesain jenis pondasi yang aman dan efektif sesuai dengan karakteristik tanah dari
bangunan yang akan dibangun.

yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman
lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras.

 teguh 10-20 kg/cm2. 1936). Dalam uji sondir.  keras 80-150 kg/cm2. Hasil test sondir ini disajikan berupa diagram atau grafik hubungan antara kedalamaan dengan qc. Uji sondir saat ini merupakan salah satu uji lapangan yang telah diterima oleh para praktisi dan pakar geoteknik. Besaran penting yg diukur pada uji sondir adalah perlawanan ujung yg diambil sebagai gaya penetrasi per satuan luas penampang ujung sondir (qc). Duch Cone Static Penetration Test dan secara singkat disebut sounding saja yang berarti pendugaan.3441.  sangat kenyal 40-80 kg/cm2. Metode ini kemudian dikenal dengan berbagai nama seperti: “Static Penetration Test” atau . Teknik pendugan lokasi atau kedalaman tanah keras dengan suatu batang telah lama dipraktekan sejak zaman dulu. . dan  sangat keras > 150 kg/cm2. Besarnya gaya ini seringkali menunjukkan identifikasi dari jenis tanah dan konsistensinya.00cm2  Luas selimut/jacket : 150cm2. Alat ini telah lama di Indonesia dan telah digunakan hampir pada setiap penyelidikan tanah pada pekerjaan teknik sipil karena relatif mudah pemakaiannya. Pada tanah pasiran.D.  kenyal 20-40 kg/cm2. Sesungguhnya alat uji sondir ini merupakan representase atau model dari pondasi tiang dalam skala kecil. diusahakan konstan yaitu kurang lebih 2cm/detik. tahanan ujung jauh lebih besar daripada tanah butiran halus.Apa itu Alat Sondir? Sondir adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus. dimana nilai perlawanan conus (qc) dan nilai hambatan pelekat lokal atau side friction (fs) diamati setiap interval kedalaman 20cm dengan kecepatan penetrasi saat pembacaan nilai qc dan fs. sebagai berikut :  tanah yang sangat lunak nilai qc < 5 kg/cm2.  lunak 5-10 kg/cm2. cepat dan amat ekonomis. stang alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian perlawanan tanah terhadap ujungsondir (tahanan ujung) dan gesekan pada silimur silinder diukur. total friction dan friction ratio. Biasanya dipakai adalah bi-conus type Begemann yang dilengkapi dengan selimut/jacket untuk mengukur hambatan pelekat lokal (side friction) dengan dimensi sbb :  Sudut kerucut conus : 60’  Luas penampang conus : 10. pada tahun 1934 orang-orang Belanda memperkenalkan alat sondir sebagaimana yang kita kenal sekarang (Barentseen. Pelaksanaan test sondir ini mengacu pada prosedur ASTM. Test ini dilaksanakan hingga mencapai kemampuan maksimum alat. Karena kondisi tanah lembek dan banyaknya penggunaan pondasi tiang. fs. yakni nilai tekanan total atau qc = 250kg/cm2 atau hingga mencapai kedalaman maksimum dibawah permukaan tanah setempat. Anda dapat melihat hubungan nilai tahanan konus (qc) terhadap konsistensi tanah. Di Indonesia kemudian dinamakan sondir yang diambil dari bahasa Belanda. Uji sondir ini telah menunjukkan manfaat untuk pendugaan profil atau pelapisan (stratifikasi) tanah terhadap kedalaman karena jenis perilaku tanah telah dapat diindentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan tahanan ujung dan gesekan selimutnya. Apa hubungan kuat dukung tanah dengan data sondir (qc). Versi mula-mula dari teknik pendugaan ini telah dikembangkan di Swedia pada tahun 1917 oleh Swedish State Railways dan kemudian oleh Danish Railways tahun 1927.

dalam gr/cm3.D854) : Nilai berat jenis butiran. . maka jenis pondasi yang dipilih tiada lain adalah pondasi tiang. tiang-tiang pancang (spun pile. dan indeks plastis (plasticity index). batas Plastis (plastic limit). Tiang pancang mungkin sedkit lebih ekonomis dibandingkan dengan bor pile. Hal ini mengacu sesuai dengan prosedur ASTM D.Boring Test : Adalah pekerjaan pengambilan sample tanah asli untuk mengetahui kondisi tanah perlayer dan jika dimungkin sampai ke tanah keras.  Atterberg Limits (ASTM D.  Degree of Saturation : Derajat kejenuhan tanah yaitu prosentase berat air yang mengisi rongga atau pori-pori dalam persen. Jika Anda ingin merencanakan pondasi tiang pada tanah rawa yang cukup dalam. Biasanya untuk pelaksanaan test digunakan Hammer Otomatis. namun dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan getaran atau vibrasi.2166) : diperoleh nilai daya dukung tanah dalam keadaan tanpa tekanan samping (uncofined) yang dinyatakan dalam satuan kg/cm2. Meskipun jenis pondasi bor pile lebih mahal. dsb) atau berupa bor pile.2435) : untuk mendapatkan parameter koefisien konsolidasi dan indeks konsolidasi untuk menghitung penurunan pondasi bangunan.5kg dan tinggi jatuh bebas hammer adalah 76cm. Contoh tanah yang diperoleh dari tabung SPT. Contoh tanah yang diperoleh dari SPT tsb bisa digunakan untuk visual description maupun test laboratorium bila diperlukan.  Triaxial UU Test (ASTM D. kedalaman dan nomor bornya. Dari test ini juga bisa diketahui clasifikasi tanah berdasarkan ketentuan USCS (unified soil classification system).  Dry Density : Nilai isi tanah (kering) yaitu perbandingan anatar berat tanah kering per satuan volume. Dalam Uji Laboratorium atas contoh tanah yang di peroleh dari pemboran meliputi antara lain :  Index Properties  Water Content : Perbandingan berat kandungan air terhadap berat tanah kering dinyatakan dalam persen. dengan berat hammer adalah 63. Dalam boring ini sekaligus dilakukan dengan SPT (standard penetration test) disetiap interval 2.  Consolidation (ASTM D.  Enginerring Properties  Unconfined Compression (ASTM D. Hal ini menunjukkan bahwa Anda telah menempatkan tiang-tiang pondasi pada tanah keras. Metode pelaksanaan uji laboratorium ini disesuaikan dengan Standard ASTM untuk setiap jenis test bersangkutan. Jika lokasi bangunan berupa tanah rawa yang cukup dalam.0m. dimasukan dalam kantong plastik dan diberi label nama sesuai dengan nilai/jumlah pukulan.  Specific Gravity (ASTM. mini pile.1586. dalam gr/cm3. akan tetapi pemilihan jenis pondasi ini perlu mempertimbangkan efek getarannya yang dapat merusak banguan di sekitarnya. Dan sudut gelincir dalam atau internal friction angel tanpa tekanan pori dan dengan tekanan pori dinyatakan dalam derajat.  Wet Density : Nilai berat isi tanah (basah) yaitu perbandingan anatar berat tanah lembab asli per sartuan volume. sebaiknya tempatkan pada kedalaman yang nilai qc sama atau lebih 150 kg/cm2. dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan lagi terjadi penurunan (settlement).4318) : Batas Cair (liquid limit). Pondasi tiang bisa berupa.2850) : Bertujuan untuk mendapatkan nilai kohesi c (kg/cm2).

kami siap membantu anda dengan penawaran yang terjangkau dan untuk memberikan Analisa dan desain yang cocok dan aman untuk Pondasi Bangunan Anda. .Jika anda membutuhkan Uji Sondir (Soil Test / Analisa Kondisi Tanah).