160 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2, Nomor 3, November 2015, Halaman 160-177

POLITIK HUKUM KOPERASI DI INDONESIA
(TINJAUAN YURIDIS HISTORIS PENGATURAN PERKOPERASIAN DI
INDONESIA)*
Mochamad Adib Zain**

Program Studi Pascasarjana, Fakultas Hukum
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Jalan Sosio Justisia No. 1, Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Abstract
This study aimed to analyze the legal political of cooperative regulations of various period in Indonesia.
This research is a normative law with secondary law materials. Based on the research, it can be argued
that the existence and development of cooperatives have ups and downs in the political policy of the
law in Indonesia. During the colonial period the cooperative regulation just set that cooperative is exist
and make a cooperatives as one of the businesses. After the independence of Indonesia, the purpose
of the cooperative is a popular economic movement which is expected to distribute prosperity equally.
Unfortunatelly, cooperatives in the regime of the old order and the new order be used as a political tool
to perpetuate the power of government. In the reform period, the cooperative regulation is worse because
made cooperative like a company that pursues profit.
Keywords: cooperative, economic democracy, legal politic of legislation.

Intisari
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji politik hukum pengaturan koperasi dari berbagai zaman di
Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan bahan hukum sekunder. Berdasarkan
penelitian dapat dikemukakan bahwa keberadaan dan perkembangan koperasi mengalami pasang surut
dalam kebijakan politik hukum di Indonesia. Pada masa penjajahan pengaturan koperasi hanya sekedar
mengatur koperasi ada dan menjadikan koperasi sebagai salah satu pelaku usaha. Pada masa kemerdekaan,
tujuan adanya koperasi adalah sebagai gerakan ekonomi rakyat yang diharapkan mampu memeratakan
kesejahteraan. Sayangnya koperasi dalam rezim orde lama dan orde baru dijadikan alat politik untuk
melanggengkan kekuasaan pemerintah. Pada masa reformasi, pengaturan koperasi semakin buruk sebab
menjadikan koperasi layaknya perusahaan yang mengejar keuntungan semata.
Kata Kunci: koperasi, demokrasi ekonomi, politik hukum peraturan perundang-undangan.

Pokok Muatan
A. Latar Belakang ................................................................................................................................... 161
B. Metode Penelitian ............................................................................................................................. 162
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan ................................................................................................. 163
1. Politik Hukum Pengaturan Koperasi di Masa Penjajahan ............................................................ 163
2. Politik Hukum Pengaturan Koperasi Pasca Kemerdekaan ........................................................... 166
D. Kesimpulan ........................................................................................................................................ 176

*
Hibah Penelitian Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Tahun 2014.
**
Alamat korespondensi: muadzin27@gmail.com

anggota kooperasi.6 1 Revrisond Baswir. Individualita ekonomi. 236. 2 Putusan MK nomor 28/PUU-XI/2013 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 17 tahun 2012 tentang Koperasi hlm. 215. Sebagai perekonomian Indonesia..5 koperasi di atas maka wajar jika koperasi dijadikan pilar utama/soko guru bagi perekonomian di Dari pemikiran Hatta di atas. Hatta atas koperasi sebagai Keberadaan Koperasi memiliki arti penting perwujudan asas kekeluargaan yang melandasi bagi negara kesejahteraan Indonesia. untuk menunjukkan bagaimana yang bercorak kolonial. mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Individualita menjadikan seseorang anggota Indonesia. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 161 A. dan kemampuan individu untuk semua di bawah pimpinan atau untuk memajukan koperasi. koperasi sebagai salah satu [….4 dupan kolektifa dengan tetap mempertahankan Penjelasan konstitusi tersebut sesuai dengan individualita. Kumpulan Pidato II. menjadi anggota koperasi harus insyaf bahwa dirinya Kemakmuran masyarakatlah yang tidak boleh menggantungkan nasib pada koperasi diutamakan bukan kemakmuran orang- seorang. tekadnya akan kuat Koperasi merupakan bangun persekutuan yang untuk membela kepentingan kooperasinya […. yang memiliki kaitan yang erat dengan nilai. Latar Belakang pemaknaan Moh. Ekonomi Kerakyatan Vs Neoliberalisme. Secara yuridis pengakuan koperasi koperasi hendaknya dibangun dengan dua prinsip tercantum dalam penjelasan Pasal 33 ayat (1) UUD yaitu prinsip solidaritas dan prinsip individualitas. Jakarta. Dengan dipegangnya dua prinsip ter­ kekeluargaan. 2. Koperasi : Nilai Tambah Ekonomi. Yayasan Hatta. bertumpu pada harga diri.1 Sistem perekonomian guru dan murid-murid yang tinggal pada padanya hidup sebagai satu keluarga. Insaf akan harga dirinya. Individualisme adalah sikap usaha bersama dan hasil dari tujuan bersama serta yang mengutamakan diri sendiri dengan bertujuan memajukan kesejahteraan umum dengan mengorbankan kepentingan orang lain. http://www. produksi dikerjakan oleh semua. kesuksesan Indonesia. 238. 4 Pasal 33 ayat (1) UUD Tahun 1945 berbunyi: “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.] individualita lain sekali dengan mengimplementasikan prinsip yang memandu individualisme. Itu yang dipraktekkan oleh kolonial yang bercorak pulah hendaknya corak koperasi Indonesia. Toko Agung.ugm. implementasi ekonomi kerakyatan menjadi upaya Asas kekeluargaan itu adalah istilah dari sistematis untuk mengoreksi struktur perekonomian Taman Siswa. Individu-individu yang penilikan anggauta-anggauta masyarakat. diakses pada 26 Mei 2015. hlm.] Asas Kekeluargaan itu ialah kooperasi. 6 Sri Edi Swasono..htm. .3 Menimbang pentingnya keberadaan kooperasi sebagai pembela dan pejuang yang giat bagi kooperasinya. 5 Mohammad Hatta. Tahun 1945 yang menyatakan: Prinsip solidaritas sosial menekankan pada keinginan Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi untuk mencapai kemakmuran bersama. Sebab itu perekonomian disusun tanpa melakukan perbuatan yang memajukan sebagai usaha bersama berdasar atas usaha koperasi. konsep koperasi orang bersaudara. hlm. 2002. Jakarta. hlm. Nilai Tambah Sosio Kultural Sokoguru Perekonomian. 2005. Bangun perusahaan yang sebut maka koperasi akan menghidupkan peri kehi­ sesuai dengan itu ialah koperasi. kapitalis menghasilkan kegetiran hidup bagi rakyat Hubungan antara anggota-anggota koperasi akibat ketiadaan perikemanusiaan dan perikeadilan satu sama lain harus mencerminkan orang- yang dipraktekkan.ekonomikerakyatan. Anggota adalah model perekonomian yang berlandaskan dididik menjadi orang yang mempunyai asas kekeluargaan dan prinsip gotong royong individualita. suatu keluarga.2 Di sisi lain.id/My%20Web/sembul59. Apabila ia insyaf akan harga dirinya sebagai nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia. 3 Ibid. Lebih lanjut Hatta bangsa yang pernah dijajah dengan jangka menjelaskan: waktu yang lama.” Dalam UUDNRI Tahun 1945 penjelasan di hapuskan dan penjelasan yang mengandung norma yang mengatur dimasukkan sebagai substansi UUDNRI Tahun 1945. Zain. Rasa solidaritas dipupuk dan diperkuat.ac.

700 unit dengan prinsip-prinsip dasar ilmu hukum dan pandangan- 7 Sri Edi Swasono. Bagaimana politik Problematika di atas tidak tiba-tiba muncul hukum pengaturan koperasi di indonesia setelah pada koperasi. 23 14 Ibid. Loc. di Indonesia. Jakarta.9 Peningkatan ini diindikasikan karena adanya Penelitian dilakukan menggunakan mekanisme perubahan arah politik hukum yang lebih dekat penelitian kepustakaan atau library research. Penelitian Hukum Normative. 4%.5 juta. 31.3% dan Koperasi tetap telah diuraikan sebelumnya. Berdasarkan latar belakang yang ke dua BUMN yakni 34. Koperasi kalah dan terpengaruh oleh kondisi ideologi politik jauh dibandingkan dengan badan usaha lainnya dan ekonomi pada zamannya. unit. 1987.7 juta orang. Nomor 3. November 2015. Pada tahun hukum sekunder.. menjadi dipengaruhi oleh politik juga dipengaruhi oleh soko guru perekonomian yang bersifat permanen undang-undang perkoperasian. dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang Penelitian kepustakaan dilakukan dengan tujuan memiliki kecenderungan untuk mengerahkan massa untuk memperolehdata sekunder yang berasal dari yang besar. ditinjau dari nilai pengaruh yang luar biasa bagi eksistensi koperasi usaha. jauh memiliki peran penting dalam menentukan jalannya dibanding BUMN yang menguasai 53. 10 Kamaralsyah. Panca Windu Gerakan Koperasi di Indonesia: 12 Juli 1947-12 Juli 1987. Op. saat pembubaran PKI hukum primer. Politik hukum memiliki konglomerasi menguasai 45.400 unit dengan memberikan penjelasan mengenai bahan-bahan anggota 11. Jakarta. 13 Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji.cit. 85. hlm. 12 Revrisond Baswir. Misalnya jumlah 1. Agkasa. 9 Arifinal Chaniago.10 Secara legal hal tersebut diwujudkan bahan primer.8 masa kolonial?. pemerintahan sebagai pembentuk undang-undang Aset seluruh koperasi tidak lebih dari 1%. .11 peraturan perundang-undangan yang pernah berlaku Titik balik dari perkembangan tersebut adalah pasca yang berkaitan dengan objek penelitian.12 seharusnya koperasi menjadi masa depan Dinamika perkembangan koperasi selain perekonomian Indonesia selain BUMN. Sejarah koperasi mengalami kemerdekaan? dinamika yang mengakibatkan koperasi maju disuatu waktu dan mundur di waktu yang lainnya B. Jenis Dan Sifat Penelitian koperasi pada tahun 1959 adalah 16. 1984. bahan sekunder dan bahan tersier. dengan pembentukan Undang-Undang Nomor 14 bahan hukum primer merupakan bahan bahan- Tahun 1965 tentang Perkoperasian yang menjadi bahan hukum atau ketentuan yang mengikat13 dan dasar gerakan koperasi yang didominasi oleh PKI. Metode Penelitian yang terjadi secara fluktuatif. hlm.000 ini termasuk jenis penelitian hukum normatif. Bahan pembubaran PKI dan lahirnya orde baru. et al. Halaman 160-177 Mengacu pada posisi koperasi di atas.162 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2. Bandung. jumlah anggota hanya 3. Undang- sistem kapitalisme.7 Namun sayangnya hal undang perkoperasian yang dibentuk juga terikat tersebut belum dapat diwujudkan. Kedua. 2001.8% dan politik hukum tersebut. Dan dalam hal ini yakni BUMN dan Perusahaan Konglomerasi. Bagaimana dibandingkan dengan kedua badan usaha lainnya politik hukum pengaturan koperasi di indonesia yaitu 4%.cit. hlm 120.14 atau teks yang berisi mengenai jumlahnya merosot menjadi 14. Loc. Dewan Koperasi Indonesia. Rajawali Press. merupakan bahan hukum yang 1966 jumlah koperasi adalah 73. 8 Revrisond Baswir.600 unit maka Penelitian ini adalah Penelitian hukum pada tahun 1965 membengkak menjadi 70. pokok permasalahan diurutan terakhir dengan rentang yang sangat jauh dalam penelitian ini adalah: Pertama. 11 Ibid. Melalui undang- menggantikan badan usaha yang didirikan dari undang koperasi ditentukan hidupnya.. hlm. cit.7%. konglomerasi diurutan pertama yaitu 61. Perkoperasian Indonesia.

artikel-artikel. membandingkan. akan tetapi untuk memahami kualifikasi tinggi. tetapi kehadiran lembaga terssebut telah buku-buku. Penelitian Hukum. artikel-artikel. Aria yuridis historis pengaturan perkoperasian di Wiriaatmadja seorang patih di Purwokerto yang Indonesia. serta pendapat Westerrode untuk menganjurkan pembangunan ahli yang berkaitan dengan politik hukum koperasi koperasi kredit untuk petani di seluruh karesidenan di Indonesia : tinjauan yuridis historis pengaturan Banyumas. Koperasi pertama kali didirikan di serta pendapat ahli yang berkaitan tentang berkaitan Purwokerto. 6. Hasil Penelitian dan Pembahasan akan digunakan berupa dokumen. Penelitian Tentang Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia. Badan Penelitian Pengembangan Koperasi Departemen Koperasi.hlm. Kencana. Op. Koperasi menghubungkan. hasil-hasil penelitian.20 analisis yang pada dasarnya dikembalikan pada tiga Sebelum lahirnya Budi Utomo. dengan zaman pergerakan nasional. hlm. permasalahan penelitian yang diajukan. 6.16 Walaupun bukan sepenuhnya sebagai bank adalah dengan melakukan studi pustaka terhadap koperasi. Jakarta..17 De Wolf Van Westerrode kemudian perkoperasian di Indonesia. yaitu mengklasifikasi. 3.. Dengan perkataan lain. artikel. 19 Masngudi. seorang yang ada didirikan oleh pegawai-pegawai belanda peneliti yang mempergunakan metode kualitatif. 17 Mohamad Hatta. Politik Hukum Pengaturan Koperasi di ini berupa buku-buku. 2008. hasil-hasil Masa Penjajahan penelitian. dan peraturan perundang-undangan. Jawa Tengah pada tahun 1898 dengan politik hukum koperasi di Indonesia : tinjauan didirikan “hulp en spaarbank” oleh R. tujuannya menjaga kepentingan pegawai negeri.18 Pemberian Lebih dahulu akan dilakukan analisis kredit tidak lagi terbatas kepada pegawai negeri mengenai politik hukum kebijakan pengaturan tetapi diperluas kepada petani yang menjadi mangsa koperasi di Indonesia dengan mencari referensi tukang riba dan ijon yang harus disembuhkan dari yang ada pada peraturan perundang-undangan. 18 Ibid.. 21 Mohamad Hatta. Op. hlm. 142. dan keberadaannya tergantung kepada pemerintahan tidaklah semata-mata bertujuan mengungkapkan hindia belanda. hlm.1954. akan dianalisis secara kualitatif untuk menjawab misalnya: Kamus Besar Bahasa Indonesia. Zain.. Budi Utomo 5.cit. Cara Pengambilan Data supaya mereka terlepas dari utang kepada tukang Cara pengambilan data dalam penelitian ini riba. Terhadap data yang telah adalah bahan yang digunakan untuk memperjelas terkumpul dari penelitian kepustakaan selanjutnya pemahaman atas bahan hukum primer dan sekunder. belum ada cita-cita aspek. Jakarta. yaitu dengan melakukan yang bergerak di bidang keperluan sehari-hari.cit.21 Koperasi yang didirikan pada 15 Peter Mahmud Marzuki.19 buku. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 163 pandangan klasik para sarjana yang memiliki kebenaran belaka. Op. penyakit sosial. dan untuk mendirikan koperasi oleh rakyat.15 Sedangkan bahan hukum tersier kebenaran tersebut. dan hasil penelitian yang sudah ada Koperasi semakin berkembang bersamaan sebelumnya. 8-9. . Jalannya Penelitian type Bank Raiffeisen dari Jerman. 1990. Bahan penelitian 1. menggerakkan hati Assisten-residen De Wolf van dan peraturan perundang-undangan. 16 Masngudi. 9.hlm.cit.1954. Bahan Penelitian Untuk penelitian kepustakaan ini bahan yang C. 9.. hlm. menciptakan organisasi kredit pertanian menurut 4. 2. 20 Ibid. . Analisis Hasil yang didirikan pada tahun 1908 menganjurkan Penelitian hukum normatif maka data yang pendirian koperasi untuk keperluan rumah tangga terkait dengan penelitian hukum ini dianalisis sedangkan Sarekat Islam mengembangkan koperasi secara deskriptif kualitatif.

sebab biaya materi yang ditanggung Peraturan tersebut mendapatkan penolakan sangat besar. hlm. Pengaturan tersebut ditemukan dalam untuk menggerus kapitalisme muda indonesia yang Pasal 11 dan dalam Pasal 12. Indonesia. 23 Masngudi. diakses pada 14 September 2015. mereka semua dengan adanya aturan menyebutkan Kesulitan tersebut pertama adalah akta pendirian nama kecil mereka. 9. lawannya yaitu koperasi Indonesia. pengurus maupun pengawas koperasi. Pendirian koperasi koperasi juga ditemukan intervensi yang kuat dari dipermudah oleh pemerintahan kolonial belanda pemerintah. November 2015. dengan perkembangan koperasi yang begitu pesat nama kecil atau nama lain dan tempat tinggal membuat pemerintah kolonial khawatir sebab serta pekerjaan dari pengurus dan pengawas. hlm. Dalam peraturan bagi orang pribumi. 1988. 25 Smecda. Buku tersebut merupakan terjemahan dari Verordening op de Cooperative Verenigingen Statsblad 431 Tahun 1915. Puslatpenkop-Ditjen BLK. http://www. Op. Halaman 160-177 saat itu memiliki semangat kebangsaan menuju Selanjutnya dalam pengaturan pengelolaan perbaikan nasib rakyat. Nomor 3. gerakan koperasi juga membawa semangat politik Selanjutnya dalam Pasal 12 mengatur masuknya dan sosial di dalamnya.24 pergerakan. Departemen Koperasi. 24 Sularso dan Damanik ED. Selain itu juga dalam pengaturan suatu koperasi harus ke pengadilan maka harus keanggotaan dalam koperasi. Peraturan Dan Undang-Undang Koperasi di Indonesia. pembiayaan. pengurus dan pegawai yang meliputi nama. belum ditambah biaya di notaris dan yang luas di masyarakat terutama dari kaum biaya untuk melakukan pengumuman surat kabar. Hal tersebut tampak pada tersebut terdapat beberapa ketentuan yang sangat upaya pemerintah untuk mengetahui latar belakang memberatkan bagi tumbuh kembangnya koperasi.164 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2. umum baik yang didirikan oleh orang belanda khususnya pengaturan Pasal 11 yang dikhususkan maupun oleh orang pribumi. Penerbit Jambatan. pemerintah menutup terlebih dahulu memperoleh izin dari Gubernur akses masayarakt untuk menjadi anggota.25 mana keperluan penduduk bumi putera untuk 22 Mohammad Hatta. Komisi pembiayaan. .H Boeke. 1963.. Pengaturan Pasal 11 mulai tumbuh. Peraturan ini mengatur koperasi secara bagi angota. 2-3. Dalam pengaturan di atas cooperative verenigingen (Statsblad 431 Tahun pemerintah melakukan pengawasan yang ketat 1915). Koperasi menjadi organisasi elitis belanda.22 Sayangnya. Kesulitan yang kedua pengawas juga harus memberikan informasi adalah karena tidak mudahnya birokrasi yang harus mengenai tempat tinggal dan pekerjaannya kepada dihadapi dalam pendaftaran.23 Oleh karenanya pemerintah seseorang menjadi anggota perkumpulan yang berusaha menghalangi tumbuh kembang koperasi harus dibuktikan terhadap pihak anggota dan melalui peraturan perundang-undangan. 50 Gulden setara dengan sembilan tersebut bertugas untuk meneliti sampai sejauh kwintal beras. pdf . Pengaturan pihak ketiga oleh tanda tangan dan harus Koperasi yang pertama adalah verordening op de dibuat secara notariil.com/Files/infosmecda/misc/awal_pertumbuhan. “Awal Pengembangan dan Pertumbuhan Koperasi di Indonesia”. Kesulitan dalam pengaturan tersebut telah kehilangan yang ketiga adalah kewajiban mengumumkan prinsipnya mengenai asas keterbukaan anggota dan dalam surat kabar dalam bahasa melayu dan bahasa kemandiriannya.smecda. Persoalan Ekonomi Sosialis Indonesia. hlm. Menanggapi penolakan tersebut Untuk mengurus pendirian dan sebagainya Koperasi pada tahun 1920 dibentuklah suatu “Komisi setidaknya harus mengeluarkan 170 Gulden untuk Koperasi” yang diketuai oleh J. sehingga membuka jalan hidup bagi Buku tersebut berisi detail data dari setiap anggota. Koperasi Jendral pemerintahan Hindia Belanda. Kapitalisme kolonial tidak memberi pada intinya menyatakan kewajiban menyediakan kesempatan berkembang bagi kapitalisme muda suatu buku daftar yang resmi dari pemerintah. Untuk mendirikan pemerintah. Jakarta. Kesulitan yang keempat adalah dalam bagi kalangan tertentu saja. Jakarta. Bahkan untuk pengurus dan yang dibuat secara notariil.cit. 23.

Op. Selain itu pendirian koperasi juga tidak bahwa koperasi di Indonesia memang perlu perlu diumumkan dalam surat kabar.D. Dengan demikian. Zain. dan yang didirikan oleh orang bumiputera menggunakan tidak pula pejabat maupun notaris yang membuat hukum yang berlaku bagi orang bumiputera. 32 Lincolyn Arsyad. proses mengajukan akta Dengan adanya pengaturan yang mengkhususkan pendirian kepada pemerintahan untuk memperoleh bumi putra tersebut maka Indonesia menerapkan status badan hukum juga dipermudah. Kemudahan dikembangkan dan diberikan kemudahan dalam yang paling penting adalah semua proses dalam pendiriannya. Ekonomi Pembangunan.. Atas dasar hal tersebut pada tahun pendaftaran. 31 Smecda. Op.. 208. Akses masyarakat Salah satu yang diperkenankan berdasarkan hukum untuk berperan serta dalam membangun koperasi bumiputera adalah koperasi mendapat hak atas menjadi semakin terbuka dan semakin mudah. Yogyakarta. yakni boleh membeli dan/atau menggadaikan Kemudahan lain diberikan sebagai tindak lanjut dari tanah dan sawah. Pasal 7 ayat (1) sampai dengan dan keluarnya anggota cukup dibuktikan oleh ayat (5) dan Pasal 11. penyerahan dan pengumuman tidak 1927 dibuatlah Regeling Inlandsce Cooperative dipungut biaya. 11-12.26 Hasil dari komisi ini melaporkan koperasi. bahasa melayu atau bahasa belanda. hlm.. 10. Op.28 Pada Pasal 5 Peraturan Koperasi Tahun van Binnenlandshe Bestuur (Departemen Dalam 1927 tentang yang mengatur akta pendirian koperasi Negeri) dan pada Tahun 1932 menerbitkan Surat lebih sederhana dan lebih mudah dibandingkan Keputusan Pemerintah Nomor 29 yang dimuat dengan pengaturan sebelumnya. 2008.29 Selain bebas pajak selama 10 tahun semenjak didirikan. 30 Ibid.cit. . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.10. Dalam Pasal dalam Staatsablad Nomor 634 Tahun 1932. daerah. hlm. hlm.32 Konsep tersebut dikembangkan ber­ izin dari Gubernur Jendral.H Boeke yang mengkaji tentang sebab-sebab memperoleh badan hukum pada pengaturan tersebut kegagalan dari kebijaksanaan (ekonomi) kolonial menjadi lebih sederhana. 30 Bumiputera Lembaran Negara 1927 Nomor 91. Hak tersebut lebih cocok dan lebih pengaturan tersebut Cooperatie Dienst (Jawatan berfaedah bagi koperasi Indonesia terutama koperasi Koperasi) pada tahun 1930 di bawah Department pertanian. atau dalam bahasa Indonesia (“Melayu”) atau dalam bahasa Belanda.31 dalam penggunaan bahasa. Pasal 5. Pengaturan yang memudahkan antara prinsip keterbukaan keanggotaan koperasi. Hal yang demikian tentu akan Vereningen Statsblad 91 Tahun 1927 (Peraturan sangat membantu koperasi. Menurut ketetuan Pasal 3 tersebut Koperasi tidak lagi diperlukan adanya pihak ketiga.cit. hlm. hlm. Masuk lain Pasal 3. Jakarta. Akta cukup diajukan dasar­ kan realitas adanya dua sistem yang sosial kepada penasehat untuk urusan perkreditan rakyat berbeda antara pribumi dengan non pribumi. Untuk mendirikan Tentang Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi koperasi jadi hemat dalam biaya-biaya. 11. STIE YKPN. tidak memerlukan ekonomi. Koperasi Indonesia. Loc. pencatatan di dalam daftar. 29 Pasal 5 regeling inlandsce cooperative vereningenstatsblad 91 tahun 1927 berbunyi Tentang pendirian perkumpulan Koperasi diperbuat suatu akta dalam bahasa daerah. lihat Sularso dan Damanik ED. tanah. 26 Masngudi. Dalam konsep dualisme dalam hukum. 27 Pasal 3 regeling inlandsce cooperative vereningenstatsblad 91 tahun 1927 sebagaimana diterjemahkan dalam Sularso dan Damanik ED. 1984. 238. ini diberikan pilihan dalam penggunaan bahasa yang menetapkan bahwa koperasi yang dibentuk yang digunakan untuk membuat akta yaitu bahasa berdasarkan Staatsblad Tahun 1927 Nomor 91.cit. Pengaturan lain yang memberikan kemudahan Dalam Peraturan tersebut untuk pendirian koperasi terakhir yang dapat ditemukan adalah pengaturan dipermudah. hlm. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 165 berkoperasi. 28 Sagimun M.27 surat resmi sebagai anggota. Akta pendirian tidak lagi Belanda di Indonesia dari sudut pandang sosiologi menggunakan akta dari notaris.cit.. Konsep ini diajukan proses pengajuan akta pendirian koperasi untuk oleh J.

Op. koperasi adalah konsep paling cocok dan paling serta bila akan menyelengarakan persidangan tepat untuk menciptakan kesejahteraan rakyat.34 Walaupun Jepang mengakui Peraturan bersama berdasar atas asas kekeluargaan. hlm.cit. Dalam pemikirannya Soekarno pernah yang bersangkutan itu sekali-kali bukan pergerakan menuliskan: politik.cit. atau rapat-rapat perkumpulan. maka para pendiri Atas dua jawaban tersebut misalnya dapat atau pengurusnya wajib memperoleh ijin terlebih ditemukan pada pemikiran Soekarno dan Hatta dahulu dari Residen.38 Pengaturan ini akhirnya harus merdeka agar supaya kita bisa leluasa 33 Smecda. kenapa koperasi yang dipilih? koperasi yaitu peraturan No. yang dibentuk Pasca Kemerdekaan pada tahun 1925. 38 Mohamad Hatta.35 Dalam tersebut. Kedua. Op. hlm.166 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2.39 Dengan adanya yang berbeda untuk masing-masing. November 2015. Jakarta. Koperasi Sebuah Pengantar.cit. banyak koperasi yang pengaturan koperasi ini berlanjut saat Verordening menghentikan usahanya karena tidak memperoleh op De Cooperative Verenigingen Statsblad 431 izin. Dan hakekatnya bermaksud mengawasi perkumpulan.. 1984. . 23 Tahun 1942 yang Terdapat dua jawaban untuk menanggapi pertanyaan mengatur perkumpulan dan persidangan.] tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha Militer.cit. Penggantian tersebut menyesuaikan dengan 2.). Halaman 160-177 Jika perbedaan tidak diakomodir maka akan membatasi bahkan mematikan ruang gerak koperasi menim­ bulkan benturan dalam masyarakat. syarat yang pertama untuk menggugurkan stelsel kapitalisme dan imperialisme? Syarat perkumpulan termasuk di dalamnya koperasi yang pertama kita harus merdeka. hlm. koperasi dianggap konsep yang Pasal 2 peraturan tersebut menegaskan bahwa untuk bisa melawan penindasan oleh kapitalisme.” Dalam Penjelasan Pasal 33 serta Undang-undang dari Pemerintah yang yang merupakan bagian tidak terpisahkan keber­ terdahulu tetap diakui sementara waktu.33 Koperasi mendapatkan tempat yang istime­ Pada masa pendudukan Jepang. jika keduanya tidak salah satu hal terpenting yang diperjuangkan oleh dapat disatukan maka harus diberikan dua aturan organisasi pergerakan saat itu. 37 Kita bergerak karena kita tidak sudi kepada Jika di cermati pengaturan tersebut pada stelsel kapitalisme dan imperialism (. Bangun tahun 1927 tetapi Jepang juga mengeluarkan perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi. 40 Penjelasan Pasal 33 UUD Tahun 1945. 1933. asal saja lakuannya dari Pasal tersebut menyebutkan “ [. Jepang ditunjukkan dalam konstitusi Indonesia terutama tidak membuat aturan baru dalam Koperasi. 36 Ibid.”40 peraturan yang memiliki dampak pada keberadaan Pertanyaannya adalah. 139-140.1954.. Departemen Koperasi . 34 Masngudi. 38 Tim Universiitas Gajah Mada. keadaan wa sejak berdirinya negara Indonesia. Loc... 37 Masngudi. Hal demikian pengaturan koperasi tidak banyak berubah. Op. 35 Ibid. Politik Hukum Pengaturan Koperasi UU Koperasi belanda yang baru. 13. Oleh di Indonesia. Hal tersebut karena koperasi adalah karenanya secara pengaturan.. hlm..36 Ijin diberikan dengan syarat sebagai proklamator dan pemimpin Indonessia bersumpah bahwa perkumpulan atau persidangan saat itu. 9. mendirikan suatu perkumpulan (termasuk koperasi). Hal tersebut bersamaan dengan pelarangan Tahun 1915 diganti Algemeene Regeling op de organisasi-organisasi pergerakan di masa pendu­ Cooperative Vereeniiging Staatsblad 103 Tahun dukan Jepang.. Dualisme peraturan Jepang tersebut. Nomor 3. Pertama. 12. Kita dari segi kepolisian. Jepang Pasal 33 ayat (1) yang menyatakan: “Perekonomian hanya menetapkan menetapkan bahwa semua disusun sebagai usaha bersama berdasar atas Badan-badan Pemerintahan dan kekuasaan hukum asas kekeluargaan.

Zain. dianjurkan Soekarno adalah koperasi. kongsi dan lain-lain alam yang dihasilkan dari buminya sendiri. 285. tetapi modal asing asal negara tidak dikendalikan modal suatu demokrasi politik dan ekonomi yang memberi kekuasaan 100% kecakrawartian asing tersebut. Maka karena dianut bukan melulu demokrasi politik sebagaimana itu pergerakan nasional. bahwa hanyalah sarana untuk melawan kapitalisme dan perekonomian rakyat yang lemah dan imperialisme. Untuk bangunan itu. Kolonialisme secara jajahan Perekonomian berjalan dengan dilakukan dari. demokrasi yang sebenar- Tetapi dengan halusnya Hatta mengatakan bahwa benarnya pemerintahan rakyat. Tetapi kapitalisme kolonial sebagai suatu kekuasaan dan untuk rakyat. seperti firma.41 sebagai wadah yang cocok untuk demokrasi ekonomi dijelaskan secara lebih mendalam dalam gagasan- Dalam tulisan tersebut Soekarno menyatakan bahwa gagasan Mohammad Hatta. Bukan “demokrasi” ala Eropa dan Amerika yang Koperasi adalah wadah yang paling cocok bagi hanya “potret dari pantatnya” demokrasi bangsa Indonesia. Memang berapa ratus Dalam tulisannya yang lain Soekarno orang yang kuat bertindak dapat memilih menggambarkan bangsa Indonesia lebih jauh. Op. bukanpun demokrasi yang koperasi bisa mapan dan selama awal kemerdekaan memberi kekuasaan 100% pada rakyatnya yang sulit. oleh. Koperasi menyusun 41 Soekarno. dari semulanya. Bangun perekonomian yang sesuai dengan dilandasi dengan demokrasi. Akan tetapi. bangunan kapitalis. hlm. Bahkan sebelum gerakan politik sahaja. kuat yang ada di negara-negara barat tetapi sekaligus sekali menganjurkan koperasi. menyatakan bahwa kapitalisme dan imperialisme Kekuasaannya itu hanya dapat dipatahkan akan hilang jika ekonomi tidak dikuasi oleh dengan membangun perekonomian rakyat segelintir orang melainkan oleh seluruh rakyat. ada pada kita. demokrasi sejati. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 167 bercancut tali wanda menggugurkan stelsel Wadah yang tepat dan sesuai dengan prinsip yang kapitalisme imperialisme. 10. Kita harus mereka. Demokrasi ekonomi dalam penjelasan Semuanya itu dapat kita datangkan dengan UUD Tahun 1945 oleh Soekarno dalam tulisannya menguntungkan kepada negara dan rakyat. Kita perlu akan bantuan kapital dan bantuan tenaga ahli dari luar negeri. lebih dari itu kemerdekaan Dari semulanya orang insyaf. Secara eksplisitiSoekarno ingin organisasi ekonomi masih kuat duduknya.cit. sudah kita runtuhkan.. 42 Soekarno. memakai bangun perusahaan yang lazin dipakai oleh bangsa asing.. sudah merasakan penderitaan akibat penjajahan apabila ia berdiri sendiri-sendiri atau mau yang berwatak kapitalisme dan imperialisme. hlm. Indonesia Merdeka sebagai Jembatandalam Di Bawah Bendera Revolusi. 43 Mohammad Hatta. dijabarkan sebagai suatu konsep demokrasi yang asal rencana datang dari kita dan inisiatif memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Soekarno yang dengan lantang menolak kapitalisme. Bangsa Indonesia tidak dapat menikmati kekayaan perseroan terbatas. Jakarta. bagi rakyat menjadi negara yang hebat Indonesia yang merdeka banyak bangunan seperti itu tidak terpakai. Sebabnya kenapa? Karena Indonesia tertindis itu tidak akan dapat bangun. Hatta memberikan toleransi kepada di dalam urusan politik sahaja. 42 kekurangan. di atas dasar koperasi. agar supaya kita bisa leluasa mendirikan Mengenai asal-usul jatuhnya pilihan koperasi masyarakat baru yang tiada kapitalisme imperialisme. kita berada dalam segala urusan ekonomi. 43 demokrasi ekonomi. 1964. sudah lenyap. Ibid. hlm 321. . Soekarno menjelaskan: Dalam tulisan tersebut memang tidak sekeras Demokrasi kita haruslah demokrasi baru. 1954. Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi. Demokrasi yang keadaan rakyat ialah koperasi. Hatta menyatakan: pada rakyat jelata di dalam urusan politik dan Memang. Tentang koperasi tujuan perjuangan bukan sekedar untuk memperoleh sebagai wadah ekonomi rakyat digambarkan kemerdekaan.

dikandung dalam UU tersebut maka tidak Selain landasan dalam pemilihan koperasi. Dikuasai terhadap tumbuh kembangnya koperasi oleh negara bukan berarti. Kekuatan Indonesia seyogyanya didasarkan pada kebijakan koperasi terletak pada sifat persekutuannya berkoperasi. Koperasi pemerintah hanya memfasilitasi secara admi­ membangun dari bawah. Pengaturan yang demikian yang ada padanya. Bukan mengadakan memberikan pengakuan bagi koperasi dengan permusuhan keluar yang menjadi sifatnya membiarkannya bersaing dengan raksasa-raksasa yang utama. diperkenankan melakukan intervensi karena akan Dalam tulisan yang kedua di atas. Nomor 3. Hal tersebut sebagaimana dinyatakan koperasi dalam sistem perekonomian Indonesia. Namun di sisi lain negara juga tidak percaya pada diri sendiri. mengajak orang nis­tratif saja. Ditinjau dari materi muatan yang jahteraan bersama. Pemerintah menetapkan tentu saja tidak sesuai dengan kemauan politik perekonomian berdasarkan keputusan para pemimpin bangsa saat itu yang Majelis Permusyawaratan Rakyat atau mengharapkan koperasi memiliki kontribusi dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Akibat dari ketidakcocokan menjadi salah satu badan usaha. lebih dalam pengembangan ekonomi rakyat. Kewajiban negara tidak sekedar yang berdasarkan tolong menolong serta tanggung jawab bersama.” koperasi. koperasi di sahkan. Usaha yang besar. November 2015.168 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2. Indonesia. ada bedanya dengan Regeling Inlandsce dalam menjelaskan Pasal 33 UUD Tahun 1945 Cooperative Vereningen Statsblad 91 Tahun di atas Hatta juga menjelaskan peran penting 1927. Hatta menghilangkan identitas dari koperasis itu sendiri. mendidik orang insyaf prioritas kepada koperasi untuk tumbuh kembang akan harga dirinya serat menanam rasa dengan baik. Negara bertindak pasif besar diselenggarakan oleh negara. Cara yang a. dalam Pasal 1 yang berbunyi: “Peraturan Ia menuliskan pembagian peran antara koperasi perkumpulan-perkumpulan Koperasi Indo­ sebagai gerakan ekonomi dari bawah (rakyat) dan nesia (Bumiputera) sebagai yang dimaksud peran negara dalam pembangunan perekonomian dalam ordonansi tanggal 19 Maret 1927. bahwa pemerintah sendiri menjadi pengusaha dengan birokrasi di Indonesia. Pengaturan Koperasi di Masa Orde dipilih­ nya lebih halus dan lebih strategis yaitu Lama dengan melakukan antitesa dari kapitalisme itu Peraturam perundang-undangan yang sendiri. Jalan perekonomian negara suatu organisasi yang kuat. bagaimana koperasi didirikan dan bagaimana dasar kemakmuran rakyat. pada peraturan tahun 1949 ini peran pekerjaan membangun ekonomi masyarakat antara koperasi dan negara. Pasal 33 UUD membagi 1927. dengan jelas melawan kapitalisme. Pemerintah harus melakukan upaya agar Dalam pikiran Hatta mengenai Pasal 33 koperasi berkembang dengan baik tanpa tersebut dapat disimpulkan bahwa keberadaan menghilangkan karakter dari koperasi koperasi bukan hanya sebagai ekonomi mikro yang itu sendiri. Jika kapitalisme dibangun dengan perkum­ mula-mula mengatur koperasi adalah Per­ pulan modal dengan tujuan keuntungan tanpa meng­ aturan Perkumpulan-Perkumpulan koperasi hargai keberadaan manusia. maka koperasi adalah 1949 Lembaga Negara Tahun 1949 Nomor perkumpulan manusia yang tujuannya adalah kese­ 179. melainkan memperkuat kapitalisme namun hendaknya negara memberikan solidaritet ke dalam. seperti yang dipahamkan dalam Sebagaimana peraturan koperasi tahun sosialisme Indonesia. Halaman 160-177 tenaga yang lemah yang tersebar itu menjadi ekonomi makro. tetapi juga sebagai pengaturan tersebut akhirnya pada tahun . Pemerintah hanya mengatur banyak bekerja sama untuk menyusun dasar. Lebih jelasnya ia menggambarkan : ditetapkan kembali sebagai berikut: Peraturan Usaha bersama atas asas kekeluargaan ialah perkumpulan-perkumpulan Koperasi 1949.

Bimbingan gerakan koperasi ada Perkembangan Gerakan Koperasi. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 169 1958 dibuatlah Undang-Undang Nomor 79 di atas. Satu tahun pasca berkoperasi ke arah penyelenggaraan undang. 2) mendidik anggotanya ke arah keterlibatan pemerintah untuk memiliki hak kesadaran berkoperasi. negara. dipandang merupakan intervensi pemerintah Peraturan tersebut merupakan undang-undang yang terlalu jauh. diben­ undang tersebut dan memberi bantuan dan tuklah aturan pelaksana berupa Peraturan kelonggaran-kelonggaran kepada gerakan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1959 tentang koperasi. pendidikan. pemerintah aktif berperan dalam jauh dalam pembimbingan dan pengawasan memajukan koperasi. Pada Undang-Undang tingkat koperasi pada setiap daerah kerja Nomor 79 Tahun 1958 tentang perkumpulan koperasi46 dan adanya keterlibatan terlalu koperasi. bicara dan bahkan diperkenankan untuk 3) menyelenggarakan salah satu mengadakan rapat anggota maupun rapat atau beberapa lapangan usaha pengurus akan menghilangkan kemandirian dalam lapangan koperasi. Beberapa pengaturan koperasi yang pertama kali dibuat oleh bangsa tersebut yakni adanya pembatasan jenis dan Indonesia sendiri. . Tambahan Lembaran Negara Nomor 1669). Tambahan Lembaran Negara Nomor 1669) 48 Konsideran Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1959 tentang Perkembangan Gerakan Koperasi (Tambahan Lembaran Negara nomor 1907 tahun 1959). Salah satu wujud dari mengambil sikap yang aktif dalam membina bantuan tersebut adalah adanya kemudahan gerakan koperasi berdasarkan azas-azas dalam mendirikan koperasi. Aturan pada pemerintah dengan tujuan terjaminnya ini mendistorsi Undang-Undang perkum­ penyelenggaraan usaha rakyat Indonesia pulan koperasi. adanya peran aktif pemerintah dalam Semangat yang bagus dalam mema­ memajukan koperasi yang berupa mengadakan jukan koperasi sebagaimana seharusnya pedoman untuk membimbing rakyat hidup itu tidak bertahan lama. dibentuknya Undang-Undang a quo. Pertama.48 Diluar pengaturan-pengaturan positif Beberapa ketentuan dari Peraturan 44 Pasal 2 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 79 tahun 1958 tentang Perkumpulan Koperasi(Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 139. Terdapat beberapa poin koperasi oleh negara47. Kedua. 45 Pasal 6 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 79 tahun 1958 tentang Perkumpulan Koperasi (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 139. dari koperasi itu sendiri. Walaupun adanya penting dalam pengaturan tersebut. Zain. pembatasan jumlah pada tiap wilayah kerja pengaturan karakter koperasi yang lebih aktif tidak mutlak. terdapat beberapa pengaturan yang Tahun 1958 tentang Perkumpulan Koperasi. Hal tersebut tampak pada menguasai perekonomian melalui jalan pokok-pokok pikiran yang terkandung koperasi. Koperasi harus menyesuaikan dengan subsidi dan fasilitas-fasilitas untuk kebijakan pemerintah dam pemerintah wajib melancarkan usahanya. Dalam hal pembimbingan. pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 1669) 46 Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang nomor 79 tahun 1958 tentang Perkumpulan Koperasi (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 139. Tambahan Lembaran Negara Nomor 1669) 47 Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang nomor 79 tahun 1958 tentang Perkumpulan Koperasi(Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 139. Koperasi juga dalam pengaturan dalam konsideran PP tersebut yang intinya tersebut mendapatkan bantuan pemerintah menempatkan koperasi dalam intervensi antara lain perlindungan hukum.45 demokrasi terpimpin. namun pengaturan 1) mewajibkan dan menggiatkan tersebut akan memberikan dampak anggotanya untuk menyimpan sulitnya pengajuan pendirian koperasi pada secara teratur. artinya bisa didirikan koperasi antara lain:44 sejenis atau setingkat.

170 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2. 49 Lihat Pasal 3 sampai dengan Pasal 11 dan juga Pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1959 tentang Perkembangan Gerakan Koperasi (Tambahan Lembaran Negara Nomor 1907 Tahun 1959) lihat juga Masngudi. 1990.54 Dalam oleh pemerintah pada lapangan-lapangan Pasal 5 juga menegaskan: Koperasi. Hal ini tercermin dalam berfungsi sebagai tempat persemaian insan penjelasan umum bahwa pemerintah masih masyarakat serta wahana menuju Sosialisme mengagendakan untuk dibentuknya koperasi Indonesia berdasarkan Pancasila. daerah tingkat II dan di pusat telah negara untuk menjadi lembaga penghubung diseragamkan struktur koperasi. Koperasi yang dipilih oleh tingkat I. namun fakta menghindarkan sejauh-jauhnya dari per­ di lapangan koperasi menjadi bergantung saingan dengan usaha swasta. Pertama. Koperasi adalah jelas dan tegas menempatkan koperasi lembaga yang disetting secara top down dibawah intervensi negara.52 mengingkari semangat untuk memajukan Koperasi sebagai kepanjangan tangan koperasi. hlm. 54 Pasal 3 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1965 tentang Perkoperasian (Lembaran Negara nomor 75 tahun 1965). November 2015. Dan lihat Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 140 tahun 1961 tentang Penyaluran Barang-Barang dan Bahan-Bahan Keperluan Pokok Rakyat.19 50 Lihat Pasal 16 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1959 tentang Perkembangan Gerakan Koperasi (Tambahan Lembaran Negara Nomor 1907 Tahun 1959). Dalam Tap MPRS Nomor seragam untuk semua jenis koperasi. Kedua.50 Ketiga. Undang-Undang ini dengan kembang dari masyarakat. Hal tersebut sah saja asal tidak oleh negara dengan menghilangkan atau mematikan kreatifitas koperasi. 51 Lihat Pasal 25 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1959 tentang Perkembangan Gerakan Koperasi (Tambahan Lembaran Negara nomor 1907 tahun 1959). Selain pengaturan tersebut. koperasi dimanjakan nasional. Selain itu di desa. yang Bahan Keperluan Pokok Rakyat. a quo peran koperasi lebih memperoleh singkatnya akan disatukan (digabung) oleh prioritas dibanding perusahaan swasta pemerintah. Koperasi boleh menjadi anggota koperasi hanya petani benar-benar menjadi kepanjangan tangan dan sebagainya. dengan rakyat. .51 Dari keber­ dengan pemerintah. Koperasi diberikan bisnis apabila dalam satu daerah kerja koperasi oleh negara sebagai distributor bahan pokok terdapat lebih dari satu jenis koperasi yang untuk rakyat. tahun 1965 dibuat Undang- koperasi pada masa demokrasi terpimpin Undang Nomor 14 Tahun 1965 tentang bukanlah koperasi yang lahir dan bertumbuh Perkoperasian. Koperasi adalah artinya kebanyakan berdirinya dilakukan organisasi ekonomi dan alat Revolusi yang oleh negara. adaan peraturan tersebut menyebabkan Intervensi pemerintah terhadap koperasi menjadi terbatas ruang geraknya dan koperasi tidak hanya berhenti di sana saja. Misalnya pada koperasi tani. Halaman 160-177 Pemerintah Nomor 60 Tahun 1959 tentang usaha yang menguasai hajat hidup orang Perkembangan Gerakan Koperasi dianggap banyak. Op. kehilangan inisiatif untuk mengembangkan Sebagai puncak politisasi koperasi pada usahanya. ketentuan mengenai pemerintah tidak hanya pada struktur dan pengelolaan koperasi dikembangkan secara pendiriannya saja.49 II/MPRS/1960 tentang Garis-garis Besar Pola Yang boleh menjadi anggota koperasi pada Pembangunan Nasional Semesta Berencana masing-masing jenis koperasi adalah orang Tahap Pertama 1961-1969 dan Peraturan yang memiliki kepentingan yang sama atau Pemerintah Nomor 140 Tahun 1961 tentang memiliki kepentingan langsung pada jenis Penyaluran Barang-Barang dan Bahan- koperasi. 52 Penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1959 tentang Perkembangan Gerakan Koperasi (Tambahan Lembaran Negara nomor 1907 tahun 1959). masa orde lama.53 Bahkan dalam TAP MPRS sama maka dalam waktu yang sesingkat. Nomor 3.Cit. daerah dari negara. 53 Lihat Pasal 6 ayat (2) Tap MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap Pertama 1961-1969.

57 Undang tersebut maka dominasi modal asing atas modal nasional tidak terhindarkan dan Kebijakan orde lama yang menarik mengalahkan usaha yang dilakukan oleh koperasi ke dalam pusaran konflik politik di orang Indonesia terutama Koperasi. Hal ini keswasembadaan serta keswakertaan ditandai dengan masuknya Undang-Undang yang sesungguhnya merupakan unsur Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman pokok dari azas-azas percaya pada diri sendiri.56 Berkenaan dengan hal tersebut mencerminkan kegotong-royongannasional dalam penjelasan undang-undang ini yang progresif revolusioner berporoskan menyatakan: NASAKOM. terlalu jauh. 58 Pasal 4 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Koperasi (Lembaran Negara Nomor 23 Tahun 1967. Dengan adanya Undang- merugikan masyarakat sendiri. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 171 struktur. Koperasi di kembalikan Pada saat bersamaan dengan lahirnya kepada fungsinya yang dalam Undang- Undang-Undang Penanaman Modal Asing. yang gilirannya akan dapat Modal Asing. Perkoperasian dicabut dan diganti dengan (4) alat pembina insan masyarakat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1967 untuk memperkokoh kedudukan tentang Pokok-Pokok Perkoperasian. Alasan ekonomi bangsa Indonesia serta pencabutan tersebut karena Undang-undang bersatu dalam mengatur tata- No. 55 Peranan Pemerintah yang terlalu b. Undang tersebut dinyatakan fungsi koperasi hampir semua kebjiakan yang diambil oleh adalah: orde lama. Jika perekonomian yang tidak sesuai dengan pada masa orde lama Indonesia mengikuti jiwa dan makna Undang-undang Dasar 1945 pasal 33. Hal yang demikian paham sosialisme dalam pembangunan itu akan menghambat langkah serta ekonomi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2832). pengaturan koperasi. . putus oleh orde baru. pengaturan koperasi juga berganti nasional. pada masa orde baru liberalisme membatasi sifat-sifat keswadayaan. Dengan Undang-undang a quo seakan-akan nyata hendak menempatkan koperasi sebagai campur tangan pemerintah sudah berakhir. abdi politik. hal ini diindikasikan karena dan koperasi menjadi gerakan ekonomi 55 Pasal 5 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1965 tentang Perkoperasian (Lembaran Negara nomor 75 tahun 1965). Dengan berdirinya rezim (2) alat pendemokrasian ekonomi orde baru. menjadi panduan dalam berekonomi. 56 Konsideran Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Koperasi (Lembaran Negara Nomor 23 Tahun 1967. Arah kebijakan bernegara yang melindungi. pada masa orde baru dianulir. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2832). baru. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2832). aktivitas dari alat pembinaan serta campur tangan pemerintah yang sudah alat perlengkapan organisasi koperasi. 14 Tahun 1965 tentang Perkoperasian laksana perekonomian rakyat. bahkan sangat membatasi diambil oleh kedua rezim ini berlawanan gerak serta pelaksanaan strategi dasar antara yang satu dengan yang lainnya. Pengaturan Koperasi di Masa Orde jauh dalam mengatur masalah Baru perkoperasian Indonesia sebagaimana telah tercermin di masa yang lampau Orde baru adalah antitesa dari orde pada hakekatnya tidak bersifat lama. (1) alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan Termasuk yang dianulir oleh orde baru adalah rakyat.58 mengandung pikiran-pikiran yang nyata. 57 Penjelasan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Koperasi (Lembaran Negara Lembaran Negara Nomor 23 Tahun 1967. Undang-Undang Nomor 14 tahun 1965 (3) sebagai salah atu urat nadi perekonomian Indonesia. Zain.

Artinya koperasi didiri­ (1) Penjenisan koperasi didasarkan kan dan beranggotakan orang-orang yang pada kebutuhan diri dan untuk memiliki profesi yang sama. Dalam Pasal 15 Terjadi sentralisasi dalam kelembagaan mengatur: koperasi. Desain pengaturan yang bertentangan dengan koperasi yang diatur dalam pengaturan di semangat tersebut. Undang- pemerintah sangat kuat walaupun pemerintah Undang ini melanjutkan Undang-Undang tidak secara langsung turut campur dalam 59 Penjelasan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Koperasi (Lembaran Negara Nomor 23 Tahun 1967. dan perkembangan Koperasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1967 Indonesia. guna kepentingan Pada perkembangan rezim orde baru. berdasarkan homogenitas masyarakat berda­ sarkan kesamaan aktifitas/kepentingan eko­ Sedangkan dalam Pasal 17 mengatur: no­mi anggotanya. gota-anggotanya. tersentralisas tersebut. Dalam pengaturan koperasi yang dipisah-pisahkan. Koperasi digolongkan Dasar masing-masing Koperasi sejenis. ketertiban. ada pengaturan penjenisan koperasi khususnya koperasi atasan dan ada koperasi bawahan. koperasi pusat di bawah untuk maksud-maksud efisiensi. Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkopera­ Dalam pengaturan di atas intervensi sian. Maka tidak efisiensi suatu golongan dalam mengherankan jika berdasarkan Undang- masyarakat yang homoogen Undang a quo dimunculkan koperasi PNS karena kesamaan aktifitas/ke­ dan Koperasi ABRI. yang terjadi bukanlah dari yang bawah (2) Koperasi tingkat terbawah sebagai unsure pembentuk koperasi atasan sampai dengan tingkat teratas yang berwenang memeriksa dan mengawasi. Sayangnya terdapat keseharian pengelolaan koperasi.59 Hubungan satkan diri dalam koeprasi tingkat lebih atas. Koperasi Primer memusatkan diri (1) sesuai dengan kebutuhan dan pada koperasi pusat. pemerintah melalui (3) Koperasi tingkat lebih atas koperasi Induk dapat melakukan intervensi berkewajiban dan berwenang kepada seluruh koperasi yang berada di menjalankan bimbingan dan pemeriksaan terhadap koperasi bawahnya. . Secara gagasan hukum. Hal di atas semakin ditegaskan dengan (4) Hubungan antar tingkat koperasi pengaturan Pasal 17 yang mengatur penyera­ sejenis diatur dalam Anggaran gaman jenis koperasi. dalam hubungan pemusatan kebalikannya koperasi ditingkat atas yang sebagaimana tersebut dalam ayat (1) Pasal ini merupakan membimbing dan memeriksa koperasi di satu kesatuan yang tidak dapat bawahnya. Koperasi yang berada di pen­tingan ekonominya guna bawah institusi negara tersebut akan mudah men­ca­pai tujuan bersama ang­ diintervensi dan dikomando oleh pemerintah. Hal ini tercantum dalam atas pada Pasal 15 bersifat top down. koperasi gabungan dan koperasi gabungan koperasi-koperasi dapat memu­ berada di bawah koperasi induk. Pasal 15 dan Pasal 17. di tiap daerah kerja tentang Pokok-Pokok Koperasi pada tahun hanya terdapat koperasi yang 1992 diganti menjadi Undang-Undang sejenis dan setingkat. sebab mereka harus tunduk dengan segala (2) Untuk maksud efisien dan kebijakan yang ada. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2832). Halaman 160-177 rakyat yang mandiri. November 2015.172 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2. tingkat bawah. Nomor 3.

Organisasi tidak lagi mendasari pada prinsip-prinsip ini memiliki tugas61 koperasi. baik pada tingkat nasional yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi didesain seperti halnya 60 Pasal 57 ayat (1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pengaturan sedemikian rupa sehingga meninggalkan yang lebih mengekang dan membatasi ruang prinsip-prinsip dasar koperasi. dalam definisi tersebut koperasi sudah Tugas poin (1) di atas menderogasi menonjolkan bentuknya sebagai badan usaha. Adalah Undang-Undang Nomor wadah untuk memperjuangkan kepentingan 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang dan bertindak sebagai pembawa aspirasi menggantikan Undang-Undang Nomor 25 Koperasi. (2) Meningkatkan kesadaran ber­ko­ Koperasi mengalami perubahan paradigm perasi di kalangan masya­rakat. Konstitusi. Koperasi tidak berhak sebelum-sebelumnya yang mendefinisikan lagi memperjuangkan dan menyalurkan koperasi sebagai perkumpulan atau sebagai aspirasinya sendiri. maupun internasional. Undang-Undang ini baru tidak bisa berbuat apa-apa karena organisasi dua tahun berjalan kemudian dibatalkan tersebut merupakan satu-satunya wadah secara keseluruhan oleh Mahkamah koperasi yang sah. Keberadaannya direkayasa Tahun 1992 tentang Perkoperasian. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 116. Dalam (1) Memperjuangkan dan menyalur­ Undang-Undang Perkoperasian definisi kan aspirasi Koperasi. Hal ini berbeda dengan pengertian organisasi tersebut. Pengaturan Koperasi di Masa Lembaga Gerakan Koperasi. Setelah didirikannya organisasi melakukan usaha ekonomi. Koperasi sudah tersebut. koperasi menjadi kepanjangan tangan Dalam Undang-Undang Nomor 25 pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3502) . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3502) 61 Pasal 58 ayat (1) Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 116. Undang-Undang Koperasi organisasi tersebut rentan dipolitisasi dari dianggap sudah kehilangan ruhnya sebab internal kepengurusannya sendiri. gerak koperasi adalah pengaturan tentang c. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 173 yang telah dibentuk sebelumnya. Dalam Pasal Reformasi 57 tentang lembaga ini diatur Koperasi Lebih dari satu dasawarsa pasca secara bersama-sama mendirikan satu reformasi. koperasi. suara masing-masing koperasi diperkenankan untuk mencari keuntungan untuk menyalurkan aspirasi diambil oleh usaha. yang mendasar. Zain. Dalam masa orde baru organisasi ekonomi. pengaturan koperasi baru organisasi tunggal yang berfungsi sebagai diganti.60 Dalam Pengaturan ini mengatur Tahun 1992. Yang ada malah melemahkan Seandainya ada koperasi yang tidak sepakat koperasi dan bertentangan dengan Undang- dengan kebijakan organisasi maka koperasi Undang Dasar. keberadaan koperasi sebagai organisasi artinya koperasi sudah dilepaskan untuk otonom. hukum Koperasi dengan melandaskan (4) Mengembangkan kerja sama antar Koperasi dan anggota kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi Koperasi dengan Badan usaha sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat lain. Koperasi diberi pengertian (3) Melakukan pendidikan perko­pe­ sebagai Koperasi adalah badan usahayang rasian bagi anggota dan masya­ beranggotakan orang-seorang atau badan rakat. Sebagai wadah tunggal. ini. Sayangnya Undang-Undang bahwa semua koperasi nanti akan bergabung ini jauh panggang dari api untuk memajukan dalam satu wadah organisasi tunggal.

Adanya pengaturan membatalkan keseluruhan Undang-Undang tersebut menghalangi atau bahkan nomro 17 Tahun 2012 dengan beberapa menegasikan hak anggota koperasi untuk pertimbangan. memilih. bukan bertujuan untuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 yang mensejahterakan anggotanya. . Koperasi. dengan pemisahan kekayaan Jika yang akan membuat keputusan dalam para anggotanya sebagai modal untuk pengelolaan adalah diluar anggota maka hal menjalankan usaha. 245. oranagan. sebagai modal awal selain itu juga dapat perkumpulan. tentu prinsip pendidikan khas. dan budaya sesuai dengan nilai dan diharapkan tumbuh semakin baik dengan prinsip Koperasi.174 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2.63 Menurut Mahkamah koperasi adalah dan pelatihan kepada anggota koperasi mengenai siapa koperasi itu. mengenai pengangkatan mengabulkan permohonan pemohon dan pengurus non-anggota. kope­rasi dalam definisinya menjadi lahan adalah bertentangan dengan UUD karena utuk mencari keuntungan oleh oranag per­ mengandung individualisme. hlm. perkataan lain. bertanggung jawab. hlm. 64 Ibid.”62 Mahkamah memberikan dibarengi kapasitas anggota koperasi yang tanggapan bahwa Rumusan koperasi adalah mumpuni dalam mengurus koperasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5355) 63 Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 028/PUU-XI/2013 Tentang Pembatalan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian.. yang merupakan a quo mengatur modal koperasi adalah sebagian dari sistem ekonomi. 66 Ibid. dalam koperasi dirumuskan sebagai “badan Terhadap ketentuan yang menyatakan bahwa 62 Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 212. Untuk (sebagai) badan hukum tidak mengandung menjadikan koperasi sebagai organisasi pengertian substantif mengenai koperasi yang profesional justru yang harus dibangun sebagaimana dimaksud Pasal 33 ayat (1) UUD adalah anggota koperasi supaya menjadi 1945 dan Penjelasannya yang merujuk pada tenaga professional. modal penyertaan. November 2015. Dalam pengujian ini Mahkamah Kedua. paling tidak pinjaman yang berasal dari anggota. menyatakan pendapat. berkaitan dengan definisi serta nilai kekeluargaan. yang memenuhi aspirasi tersebut merupakan penyimpangan pada dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi. modal organisasi ekonomi rakyat. dan persamaan yang menjadi 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 dasar koperasi. Dalam pengaturan Undang-Undang sebagai pelaku ekonomi.64 Sehingga rumusan koperasi dalam mencari keuntungan. organisasi ekonomi. dll. 65 Ibid. tujuannya orang perseorangan atau badan hukum adalah kesejahteraan orang perorangan. Nomor 3. rumusan yang mengutamakan Ketiga. Koperasi sosial. 241. atau berasal dari hibah. atau dengan memainkan peran yang penting. dan dipilih Pertama.65 Koperasi adalah suatu tentang yang menyatakan “Koperasi organisasi yang dibangun dan dikembangkan adalah badan hukum yang didirikan oleh berdasarkan perkumpulan orang. yang dibacakan pada 28 Mei 2014. Atau.66 Untuk mewujudkan pengertian sebagai bangun perusahaan yang hal tersebut. Bahkan tidak menunjukkan sebagai pelaku ekonomi. prinsip fundamental koperasi. Untuk maksud Setoran Pokok dan Sertifikat Modal Koperasi tersebut dirumuskan dengan kata atau frasa. koperasi yang diatur dalam Pasal 1 angka demokrasi. Halaman 160-177 perusahaan kapitalisme yang semata-mata usaha”. berkenaan dengan modal koperasi dalam perspektif subjek atau koperasi.

Op.70 Hal dengan perkembangan koperasi. ilmu pengetahuan. tentang jenis-jenis koperasi. hlm. hlm 247.69 Dengan tersebut. tetapi harus dibeli sesama anggota atau oleh Kelima. 73 Ibid. yaitu ketika koperasi mengalami membeli. koperasi seakan menempatkan adanya pengaturan ini. anggota wajib demikian telah mengingkari jati diri koperasi menyetor sertifikat modal koperasi sebagai sebagai perkumpulan orang dengan usaha tambahan modal. dan melalui permodalan tanpa batas. Pengaturan ini kalau sesama anggota tidak mau membeli. hal tersebut tidak sesuai dengan surplus hasil usaha anggota tidak berhak atas prinsip kesukarelaan dan keterbukaan. yang dengan anggota atau non-anggota. berkembang pula jenis kegiatan 67 Pasal 67 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 212. 72 Ibid. yang bisa dihindari sebab membuka intervensi pihak jadi. 70 Ibid. 71 Ibid. Terdapat tersebut ditarik kembali. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 175 setoran Pokok dibayarkan oleh Anggota sebagai perkumpulan orang dengan demikian pada saat yang bersangkutan mengajukan menjadi tidak berbeda dengan Perseroan permohonan sebagai Anggota dan tidak Terbatas sebagai kumpulan modal. membatasi tersebut merugikan anggota Koperasi. Hal tersebut pada dasarnya sama Dalam pengaturan ini. terdapat memilih salah satu jenis yang ditentukan unsur paksaan di dalamnya.cit. Hal tapi ketika koperasi mengalami defisit hasil ini berarti. Zain.73 Dalam pengaturan bersama sebagai modal utamanya. 247. . hlm. hlm. 249. Setoran pokok dalam koperasi yang go public yang menghimpun modal harus dilihat sebagai wujud keputusan sebanyak-banyaknya dengan tanpa batas seseorang untuk menggabungkan diri secara dengan resiko terbukanya peluang intervensi suka rela sebagai anggota koperasi. termasuk pemerintah dan pihak asing. atau dapat dikembalikan. koperasi seharusnya dipergunakan untuk Sedangkan pengaturan sertifikat modal mensejahterakan anggotanya. orientasi koperasi telah bergeser usaha. baik disebabkan oleh transaksi dengan ke arah kumpulan modal. memang demikian tujuan berkoperasi. Larangan Pembagian keluar atau berhenti karena suatu alasan Surplus Hasil Usaha Yang Berasal Dari maka adalah wajar bila simpanan pokok Transaksi Dengan Non-Anggota. 250.. tidak sesuai fakta di lapangan yang berkaitan atau uang koperasi tidak mencukupi. Bagaimana dalam undang-undang ini.67 adalah tidak dapat bahkan sebagai Perseroan Terbatas terbuka dibenarkan. 69 Ibid.71koperasi ekonomi. Padahal apa yang dimiliki dalam pengambilan keputusan penting. Hal tersebut harus sendiri jenis kegiatan usaha. jadi dari pihak di luar koperasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5355) 68 Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 028/PUU-XI/2013. koperasi. budaya. koperadi dipaksa untuk dengan pengaturan setoran pokok. jenis kegiatan usaha koperasi telah memasung Hal terakhir berkaiatan dengan modal kreativitas koperasi untuk menentukan koperasi adalah penyertaan. karena yang ketika keluar tidak dapat dijual ke luar.. berseiring dengan perkembangan luar.72 bila anggota tersebut memutuskan untuk Keempat. maka koperasi akan dirinya sebagai entitas yang terpisah dari dikhawatirkan kehilangan kekhasannya anggotanya.68 Berkaitan dengan ketidakadilan terkait dengan hak dan sertifikat modal yang mewajibkan anggota kewajiban.. teknologi.

Citra Aditya Agkasa. Penelitian Hukum. hlm. politik hukum pengaturan perkoperasian di Bagaiman jika transaksi dilakukan dengan non Indonesia. atas. Bandung. Kesimpulan Undang Nomor 25 Tahun 1992. November 2015. Toko Agung . ________________.75 membentuk konglomerasi. Bandung. Sokoguru Perekonomian. Jakarta 1987. Press. Koperasi: Koperasi di Indonesia: 12 Juli 1947-12 Juli Teori dan Praktek. Mohammad. Jakarta. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 sendiri Hal tersebut menjadikan ketidak adilan bagi sudah banyak terdapat pelanggaran atas prinsip pelaku dan penggerak koperasi. anggota identitas koperasi itu sendiri. Penelitian Hukum Normative. Tambahan manusia. Buku Hatta. 1991. 1984. permodalan.74 Pengaturan ini telah jelas ingin Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor mengkerdilkan keberadaan koperasi. Tentu putusan Satu hal yang menjadi pekerjaan rumah ini juga menimbulkan problem ketatanegaraan. Jakarta. New York. Undang Nomor 25 Tahun 1992 tersebut dalam Dengan segala pertimbangan di atas. 251. 2001. 74 Ibid. Jakarta. Soerjono dan Sri Mamudji. Jakarta. 75 Ibid. et al. Satjipto. Peter. beberapa hal mengatur muatan yang sama dengan maka tepat sekiranya Mahkamah Konstitusi Undang-Undang yang dibatalkan. 2001. Sri . Bakti. dalam Undang-Undang Undang Nomor Pengaturan yang berkaitan dengan prinsip 25 Tahun 1992 juga dikenal adanya penyertaan fundamental justru berlawanan dengan modal.176 JURNAL PENELITIAN HUKUM Volume 2. Nilai Tambah Sosio Kultural Press. Yayasan Hatta. Arifinal. Soekanto. Jika 3502) berlaku untuk sementara waktu sampai suatu korporasi (PT) diperkenankan untuk dengan terbentuknya Undang-Undang yang baru. Padahal. misalnya dalam membatalkan keseluruhan UU koperasi. bersama berkenaan dengan putusan Mahkamah terlebih Mahkamah Konstitusi tidak menentukan Konstitusi adalah diktum dari amar putusan yang batas waktu berapa lama undang-undang koperasi menyatakan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang baru harus dibuat. Arifin dan Haloman Tamba. Rajawali Kencana. 254. Koperasi : Nilai Tambah Movement In Indonesia¸Cornel University Ekonomi. tentang Perkoperasian (Lembaran Negara Republik DAFTAR PUSTAKA A. Chaniago. Dewan Koperas Indonesia. Erlangga. Mahmud Marzuki. . kenapa justru Padahal sebagaimana pembahasan penelitian di Koperasi harus dibatasi lapangan usahanya. The Co-orporative Edi Swasono. Nomor 3.. banyak koperasi serba usaha (multi purpose Bahkan dalam pengaturan dalam Undang-Undang cooperative) justru berhasil. anggota? Seharusnya Mahkamah juga memberikan penafsiran atas beberapa ketentuan dalam Undang- D. 1957. Kumpulan Pidato II. koperasi dan sudah tidak relevan untuk diberlakukan. Ilmu Hukum. Perkoperasian Indonesia. Mahkamah juga hanya diberikan bagi hasil sebanding dengan Konstitusi telah menyelamatkan arah jasa usaha yang dilakukan masing-masing anggota. 2008. 1987. Halaman 160-177 usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomis Indonesia Tahun 1992 Nomor 116.. Jakarta. Panca Windu Gerakan Sitio. 2002. hlm. 2005. Rahardjo.. Selain itu dalam pembagian SHU. Kamaralsyah..

Revrisond.. sembul59. Ekonomi Kerakyatan Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Vs Neoliberalisme. Sumber Internet Pokok-Pokok Perkoperasian (Lembaran Baswir. diakses pada 26 Mei 2015. Undang-Undang Nomor 79 Tahun 1958 tentang Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian. .ugm. Nomor 23. Politik Hukum Koperasi di Indonesia 177 B. 3502). Tambahan Lembaran Indonesia Tahun 2012 Nomor 212. Putusan Pengadilan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor Putusan MK Nomor 28/PUU-XI/2013 tentang 2769). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian (Lembaran Negara Republik C. Tambahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1945. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1965 tentang 5355). PengujianUndang-Undang Nomor 17 Tahun Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang 2012 tentang Koperasi.ac. http://www. Tambahan Negara Nomor 1669). (Lembaran Negara Tahun Perkoperasian (Lembaran Negara Republik 1958 Nomor 139. Tambahan D.id/My%20Web/ Republik Indonesia Nomor 2832).htm. Tambahan Lembaran Negara ekonomikerakyatan. Perkoperasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 75. Peraturan Perundang-Undangan Indonesia Tahun 1992 Nomor 116. Zain.