You are on page 1of 9

SEVERELY STUNTED DENGAN SUSPEK

HIPOTIROIDISME
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Responsi Kepaniteraan
di Bagian Ilmu Kesehatan Anak

Disusun oleh:
Kelompok 1

PEMBIMBING :

Ina Setiyowati., dr., SpA., M.Kes
DISUSUN OLEH AHMAD HANIFI

MAESYAROH BELYZA KHAIRUNNISA C

NAJMI AZARI A FITRIA DIAH S

CONNIE ANGELIKA B RIKZA ANAUAL

LYKA MUSTIKA D DENDI

FIRA M NISA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2013

- Alamat : Kp. Pasien dilahirkan secara spontan. Laksana Mekar rt 02/rw 04 Tanggal masuk Poliklinik : 18 Okteber 2013 AYAH : Nama : Hamdan Umur : 36 tahun Pendidikan : SMP Pekerjaan : Buruh Bangunan Penghasilan : < Rp. ANAMNESIS KHUSUS Pasien mengeluhkan adanya selaput pada mata kiri yang dirasakan sejak 6 tahun yll. Laksana Mekar rt 02/rw 04 B. STATUS RUANGAN I. Oleh karena itu pasien berencana untuk melakukan operasi. sering berkeringat. Cibingbing.-1000. Bedah menyarankan pasien untuk diperiksa terlebih dahulu ke poliklinik anak sebelum dilakukan operasi.. Cibingbing. Cibingbing. dan diberikan ASI selama 2 tahun. sehingga ibu pasien khawatir dengan kondisi pertumbuhan anaknya. Selama masa kehamilan. Laksana Mekar rt 02/rw 04 IBU : Nama : Titin Umur : 34 tahun Pendidikan : SD Pekerjaan : IRT Penghasilan :- Alamat : Kp. ANAMNESIS UMUM Selaput pada mata sebelumnya berukuran kecil tetapi semakin hari bertambah lebar sehingga menghalangi pandangan mata pasien. D. Pasien juga belum datang bulang walaupun usianya sudah 14 tahun. dengan masa kehamilan cukup bulan. ibu pasien mengaku jarang . tetapi dr. Pasien juga mengaku sering merasa lelah terutama ketika pagi hari. ANAMNESIS Alloanamnesis dan autoanamnesis dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2013 A. 8 April 1999 Alamat : Kp. KELUHAN UTAMA : Selaput pada mata kiri C. kadang susah buang air besar. Selain itu ibu pasien juga mengeluhkan bahwa pasien tidak mau memakan sayur. KETERANGAN UMUM Nama Pasien : Nathasya Jenis Kelamin : Perempuan Usia : 14 tahun Tempat/Tanggal Lahir : Bandung. Selaput pada mata pasien mengakibatkan penglihatan pasien terganggu.000. dan pasien terlihat lebih pendek dibandingkan dengan teman sebayanya. susah untuk berkonsentrasi dan susah tidur.

PERKEMBANGAN Senyum : 3 bulan Berbalik : 7 bulan Duduk tanpa bantuan : 9 bulan Bicara 1 kalimat :18 bulan Duduk tanpa pegangan : 10 bulan Membaca : 5 tahun Berdiri sendiri : 14 bulan Menulis : 5 tahun Berjalan tanpa dipegang : 16 bulan Sekolah : 6 tahun 4. Usia menarche ibu adalah 13 tahun. 3 x / hari Baik tempe goreng Tidak suka sayur . E. GIGI GELIGI : . KEADAAN KESEHATAN Ayah : sehat Ibu : sehat 3.Sekarang Gigi tetap : V IV III II I I II III IV V V IV III II I I II III IV V 5. RIWAYAT IMUNISASI (Tulis tanggal/umur imunisasi) NAMA DASAR ULANGAN BCG 2 POLIO 0 2 4 6 DPT 2 4 6 CAMPAK 9 HEPATITIS B 0 1 6 2. 3x/hari Baik tim 12 Bulan . ayam goreng. dan mimpi basah ayah adalah 16 tahun. untuk melakukan pemeriksaan karena alasan ekonomi. nasi 5x/hari. MAKANAN UMUR JENIS MAKANAN KUANTITAS KUALITAS 0 – 4 Bulan ASI >10x /hari Baik 4 – 6 Bulan ASI >10x/hari Baik 6 – 10 Bulan ASI + bubur bayi 8 x/hari.Sekarang Nasi. ANAMNESIS TAMBAHAN : 1. bubur bayi. Riwayat perawakan pendek pada keluarga disangkal oleh ibu pasien. Baik 3x/hari 10 – 12 Bulan ASI.

e. Retraksi (-) Sianosis : Sentral maupun perifer tidak tampak sianosis Ikterus : -/- Edema : Tidak ada Dehidrasi : Tanpa dehidrasi Anemi : Tidak tampak anemis (pucat) Kejang : Lokal/umum tidak ada 2. M6) Kualitatif: compos mentis Sesak : PCH (-).2 oC Laju Nadi : 104 x/menit. PEMERIKSAAN KHUSUS 1. PEMERIKSAAN FISIS 1. V5.c. KEADAAN UMUM (kesan umum dari pemeriksaan) Keadaan sakit : tampak sakit ringan Kesadaran : Kuantitatif: GCS 15 ( E4. PENYAKIT YANG SUDAH DIALAMI (Beri tanda V pada yang dialami) Campak Diare Bengek Batuk Rejan Demam Tifoid Eksim TBC Kuning Kaligata Difteri Cacing Sakit Tenggorokan Tetanus Kejang …………………….i. Rambut: tidak ada kelainan Kuku : sianosis (-) Kulit : tidak ada kelainan 2.sklera ikterik -/- Pupil : bulat isokor THT : Telinga: discharge (-) Hidung: sekret (-) Tenggorokan: Tonsil : T1-T1 tenang Farings : tidak hiperemis Bibir : sianosis (-) pucat (-) . r. 6. PENGUKURAN Umur : 14 tahun Berat Badan : 45 kg Panjang Tinggi Badan : 135 cm Status Gizi : Overweight TANDA VITAL Laju Napas : 31 x/menit Tipe: Torakalabdominal Tekanan Darah : 110/70 mmHg Suhu : 37. II. Kepala : normocephal Mata : konjungtiva anemis -/.

Leher : Kelenjar Getah Bening : tidak teraba Kelenjar Tiroid : teraba 4. Perut 2. Perkusi : Sonor kanan = kiri 4. Palpasi : ictus cordis teraba di ICS V 3. bersih. Palpasi : Vokal fremitus kanan = kiri 3. Mulut : Mukosa basah Gusi : berdarah (-) Gigi : tidak ada kelainan Langit-langit: basah. Wh -/- Belakang : 1. Inspeksi : Bentuk dan gerak simetris 2. Auskultasi : VBS kanan = kiri. Perkusi : Sonor kanan = kiri 4. Jantung 1. Auskultasi : VBS kanan = kiri. Dada a. Auskultasi : bunyi jantung I dan II murni reguler 5. Perkusi : tidak dilakukan pemeriksaan 4. tidak ada kelainan Lidah : basah. tidak ada kelainan 3. Palpasi : lembut. Wh -/- b. Palpasi : Vokal fremitus kanan = kiri 3. nyeri tekan (+) a/r suprapubis Hepar : tidak teraba . Rh -/-. Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat 2. Rh -/-. Inspeksi : Bentuk dan gerak simetris 2. Inspeksi : datar 3. Dinding Dada/Paru Depan 1.

r. Mata : kongjungtiva anemis -/- Bibir : pucat (+) Ekstremitas : tidak ada kelainan . Selain itu ibu pasien juga mengeluhkan bahwa pasien tidak mau memakan sayur. Lien : tidak teraba Ginjal : tidak teraba 3. Pasien juga belum datang bulang walaupun usianya sudah 14 tahun. susah untuk berkonsentrasi dan susah tidur. Perkusi : timpani 4. sering berkeringat.2 oC Laju Nadi : 104 x/menit. RESUME Selaput pada mata sebelumnya berukuran kecil tetapi semakin hari bertambah lebar sehingga menghalangi pandangan mata pasien.i. CRT < 2 detik  Atas : tidak ada kelainan Limfadenopati aksiler -/-  Bawah : tidak ada kelainan Limfadenopati inguinal -/- 8.c.e. Neurologi Tidak dilakukan pemeriksaan IV. dan pasien terlihat lebih pendek dibandingkan dengan teman sebayanya. Genitalia Jenis Kelamin : Perempuan Maturitas : Tanner 1 7. Pasien juga mengaku sering merasa lelah terutama ketika pagi hari. Auskultasi : bising usus (+) normal 6. Ekstremitas  Akral : hangat. Pemeriksaan fisik: Umur : 14 tahun Berat Badan : 40 kg Panjang Tinggi Badan : 130 cm Status Gizi : Keadaan umum : Compos mentis. kadang susah buang air besar. tampak sakit ringan Laju Napas : 31 x/menit Tipe: Torako abdominal Tekanan Darah : 110/70 mmHg Suhu : 37. sehingga ibu pasien khawatir dengan kondisi pertumbuhan anaknya.

TATA LAKSANA 1. DIAGNOSIS 1. TSH  Radiologi : umur tulang  USG tiroid VIII. T4. USUL PEMERIKSAAN  Darah rutin  T3. Khusus  Pemberian Sodium L-Thyroxine 2-3 µg/kgBB/hari  Operari katarak VII. Umum Severely stunted memerlukan pengobatan sesuai dengan kelainan patologis atau penyebabnya. Diagnosis Banding :  Katarak + Severely stunted e.c sindroma cushing  Katarak + severely stunted e.V. Diagnosis Kerja : Katarak + severely stunted e. 2.c suspek hipotiroid  Katarak + severely stunted e.c suspek hipotiroid VI.c sindroma turner 2. PROGNOSIS  Quo Ad Vitam : ad bonam  Quo Ad Functionam : dubia ad bonam .c defisiensi growth hormon  Katarak + severely stunted e.

tulang. hipotirod. Perawakan pendek juga dapat didefinisikan apablia tinggi badan kurang dari -2 SD dibawah tinggi badan target kedua orang tuanya (midparenteral height). Untuk memastikan secara pasti penyebab dari perawakan pendek dapat dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan T3. Didapatkan tinggi badan kurang dari normal menurut usia. dan lain-lain. dan populasi normal sebagai rujukan. USG tiroid. Hipotiroid dapat diklasifikasian yaitu hipotiroid kongenital dan hipotiroid yang didapat. Perawakan pendek dapat disebabkan faktor keturunan (Familial Short Stature). serta pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya pembesaran kelenjar tiroid. kulit kering. gangguan perkembangan motorik. . gigi. constitutional growth delay. pubertas.5 atau 50 µg/24 jam). intoleransi terhadap dingin.pada neonatus dosisnya adalah 10-15 µg/kgBB (37. maka didiagnosis sebagai severely stunted e. defisiensi drowth hormone. T4. sindroma cushing (hiperkortisol). tekanan darah rendah. dan TSH. dan T3 serom pada bayi diobati akan kembali normal. jenis kelamin. Pada anak memerlukan 4 µg/kgBB/24 jam. karena 80% T3 yang bersirkulasi dibentuk oleh monodeiodinasi T4. kadar T4. mudah lelah. dan sulit berkonsentrasi. penyakit kronis. Pada kasus ini didapatkan maturitas tanner 1 dengan ditemukan gejala hipotiroid pada seorang anak perempuan usia 14 tahun. dengan akibat dari defisiensi hormon tiroid ataupun gangguan respon jaringan terhadap hormon tiroid. dan garis pertumbuhan memotong kanalpersentil pertumbuhan setelah usia 18 bulan. Penatalaksananaan hipotiroid yaitu dengan pemberian natrium L-tiroksin yang diberikan secara oral merupakan pengobatan pilihan.c suspek hipotiroid. dan dewasa 2 µg/kgBB/24 jam. Severely stunted kemungkinan terbanyak disebabkan oleh adanya kelainan endokrin salah satunya hipotiroidisme. miksedema. laju pertumbuhan < 5cm/tahun mulai dari usia 3 tahun – pubertas. DISKUSI Severely stunted (perawakan pendek) adalah dimana tinggi badan kurang dari -2 SD (kurang dari persentil ke-3) sesuai usia. dimana hipotiroidisme merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada salah satu tingkat dari aksis hypothalamus hipofisis tiroid “end organ”. dan radiologis umur tulang. perawakan pendek psikologis. Adapun tanda dan gejala berupa gangguan pertumbuhan. aktivitas berkurang.

3. Tridjaja B. DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Ajar Endokrinologi Anak. Geme JW. Kliegman RM. Behrman RE. h. Surabaya : Staf pengajar ilmu kesehatan anak fakultas kedokteran universitas airlangga. 206-21. Hipotiroid. Netty. 2010. Julia M. Gangguan kelenjar tiroid. Edisi 1. Muhamad. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. penyunting. 2012.Pulungan AB. 19 Edition. Philadelphia: Elsevier. Stanton BF. Schor NF. Dalam : Batubara JRL. 2011. 2. Susanto R. Nelson Textbook of Pediatric. Faizi. .