You are on page 1of 24

Kemas Muhammad Alwan Dwiputra

04011181520050
Alpha 2015

Siklus Menstruasi

Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan
folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur). Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang
namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut berkembang
menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen. Estrogen ini menekan produksi FSH, sehingga
hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. Produksi hormon LH maupun FSH berada
di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH
dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus. Produksi hormon
gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang
mengandung estrogen. Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. Di bawah
pengaruh LH, folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi,
dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum, di bawah pengaruh hormon LH
dan LTH (luteotrophic hormones, suatu hormon gonadotropik). Korpus luteum menghasilkan
progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. Bila tidak ada
pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan
progesteron. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan pelepasan
dari endometrium. Proses ini disebut haid atau menstruasi. Apabila terdapat pembuahan dalam
masa ovulasi, maka korpus luteum tersebut dipertahankan.
Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium
(selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon
ovarium berada dalam kadar paling rendah
2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah
menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari
desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada
fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi
pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)

3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon
progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk
membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)

Siklus ovarium :
1. Fase folikular. Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur
yang berasal dari 1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap
untuk proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur). Waktu rata-rata
fase folikular pada manusia berkisar 10-14 hari, dan variabilitasnya
mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan
2. Fase luteal. Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka
waktu rata-rata 14 hari

Siklus hormonal dan hubungannya
dengan siklus ovarium serta uterus
di dalam siklus menstruasi normal:
1. Setiap permulaan siklus
menstruasi, kadar hormon
gonadotropin (FSH, LH) berada
pada level yang rendah dan sudah
menurun sejak akhir dari fase
luteal siklus sebelumnya
2. Hormon FSH dari hipotalamus
perlahan mengalami peningkatan
setelah akhir dari korpus luteum
dan pertumbuhan folikel dimulai
pada fase folikular. Hal ini
merupakan pemicu untuk
pertumbuhan lapisan endometrium

3. Peningkatan level estrogen
menyebabkan feedback negatif
pada pengeluaran FSH hipofisis.
Hormon LH kemudian menurun
sebagai akibat dari peningkatan

Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum dan kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya Penyebab Tidak Haid  Stres Stres dapat memengaruhi siklus haid normal.  Perubahan jadwal . Pada akhir fase folikular. Setelah Ibu kembali sehat.  Sakit Bila Ibu sedang sakit. hipofisis LH terpicu yang menyebabkan terjadinya ovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum 7. karena stres dapat menyebabkan tingkat hormon yang bertugas mengatur siklus menstruasi menjadi turun. maka hal ini dapat membuat siklus haid terlambat dan biasanya berlangsung sementara saja. Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi ovulasi 8. dari folikular ke luteal 6. dan dengan rangsangan dari hormon LH. Ovulasi adalah penanda fase transisi dari fase proliferasi ke sekresi. tetapi pada akhir dari fase folikular level hormon LH meningkat drastis (respon bifasik) 4. keluarlah hormon progesteron 5. Kedar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase pertengahan. hormon FSH merangsang reseptor (penerima) hormon LH yang terdapat pada sel granulosa. umumnya siklus haid akan kembali normal. level estradiol. Hal ini perlu didiskusikan dengan dokter untuk membuat siklus haid kembali teratur. sehingga tidak terjadi ovulasi atau pelepasan sel telur dari indung telur. Setelah perangsangan oleh hormon estrogen.

 Perubahan konsumsi obat Mungkin Ibu sedang mengonsumsi obat baru. atau karena kimiawi seperti penggunaan kemoterapi untuk mengatasi kanker. Bila obat yang Ibu minum menyebabkan keterlambatan. sehingga siklus haid terlambat atau tidak datang sama sekali. haid dapat menjadi tidak teratur.  Berat badan berlebih Berat badan berlebih dapat memengaruhi hormon dalam tubuh dan memengaruhi siklus haid. Hal ini banyak dialami para atlet wanita atau olahragawati yang berlatih terlalu keras. ada yang memiliki siklus 28 hari dan ada yang lebih lama.  Menopause Menopause adalah suatu periode ketika seorang wanita masuk ke dalam periode tidak terjadi ovulasi lagi.  Perimenopause Perimenopause adalah suatu periode ketika seorang wanita produktif masuk ke dalam periode usia nonreproduktif. Kadang kala. lebih baik Ibu konsultasikan dengan dokter untuk mendapat informasi dan penanganan yang tepat. Dengan mengurangi beberapa kilogram berat badan. maka dapat diperkirakan siklus haid selanjutnya akan tiba sekira dua minggu setelah ovulasi.  Salah menghitung siklus haid selanjutnya Siklus haid tiap wanita berbeda. sehingga istirahat dilakukan pada siang hari. Hal ini dikenal sebagai amenorrhea. Jika siklus haid tidak teratur.  Berat badan kurang Kekurangan lemak tubuh dapat mengganggu siklus haid normal atau bahkan dapat mengakibatkan siklus haid berhenti sama sekali. maka dapat membantu siklus haid menjadi teratur dan kembali normal. misalnya Ibu harus beraktivitas di malam hari. Pada periode ini. namun juga dapat terjadi karena tindakan operasi. Perubahan jadwal kerja atau aktivitas Ibu. keterlambatan siklus haid terjadi karena salah memperkirakan periode haid selanjutnya. Dengan menambah sedikit berat badan dapat mengembalikan siklus haid menjadi normal. misalnya histerektomi atau pengangkatan rahim. Mekanisme Payudara Nyeri . Menopause dapat terjadi secara alami. namun dapat diketahui waktu ovulasi. dapat memengaruhi ‘jam tubuh’ juga.

Peningkatan ukuran payudara membuat payudara terasa berat dan lunak. Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui. Estrogen: menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. seperti rasa gatal dan rasa sakit (biasanya pada daerah nipples). Perubahan pada payudara merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Prolaktin: berperan dalam membesarnya alveoil dalam kehamilan. payudara sudah dapat memproduksi ASI. sebaiknya ibu menyusui menghindari KB hormonal berbasis hormon estrogen. Hal ini meliputi kelunakan pada nipple dan payudara seiring dengan peningkatan ukuran payudara. Selama masa kehamilan. tubuh wanita memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem payudara. Follicle stimulating hormone (FSH) 4. ada perbedaan antara wanita yang satu dan wanita lainnya. Luteinizing hormone (LH) 5. terkadang akan terlihat perubahan yang besar atau sangat sedikit. Namun. . Pengeluaran cairan colostrum (berwarna coklat terang) selama kehamilan juga dapat terjadi. Colostrum biasanya disebut sebagai ASI pertama dan mengandung banyak nutrien dan antibodi untuk bayi pada beberapa hari setelah kelahiran bayi. 3. Hal ini menstimulasi produksi secara besar-besaran 2. 1. antara lain. Montgomery glands juga bertambah besar dan lebih terlihat. Sekitar usia kehamilan 16 minggu. nipples dan areolae akan bertambah gelap (warna) dan vena pada permukaan payudara akan terlihat lebih superfisial. Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Progesteron: mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. karena dapat mengurangi jumlah produksi ASI. Karena itu. Mulai dari bulan ketiga kehamilan. Hal ini dikarenakan peningkatan level hormon progesteron dan perkembangan dari duktus dalam payudara. Banyak wanita yang merasa perubahan sensasi pada payudaranya.

Pada saat ini biasanya mual-muntah akan berhenti. Setelah melahirkan. Hal tersebut dikenal sebagai morning sickness. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu let-down / milk ejection reflex. Oksitosin: mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya. oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran susu. 7. Mekanisme rasa mual Mual atau nausea. Human placental lactogen (HPL): Sejak bulan kedua kehamilan. perkembangan fetus. pada bulan-bulan pertama kehamilan disebabkan meningkatnya produksi hormone estrogen yang memancing peningkatan keasaman lambung. Hormon ini dihasilkan plasenta(ari-ari) selama awal kehamilan. . itu karena jarak antara waktu makan malam dengan makan pagi cukup panjang. puting. perut kosong mengeluarkan asam lambung yang membuat ibu merasa lebih mual. yang berperan dalam pertumbuhan payudara. Perubahan dalam tubuh ibu yang dipicu hormon ini kemudian menimbulkan rasa mual. Jika frekuensi mual muntah lebih sering di pagi hari. penyebab mual-muntah yang paling utama adalah faktor HCG (Human chorionic gonodotropin). 6. Peningkatan berat berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya dari 5 pounds atau 2. seperti halnya juga dalam orgasme. Mekanisme bertambahnya berat badan Salah satu efek yang sangat terlihat selama kehamilan adalah peningkatan berat badan. Fungsi plasenta sebagai sirkulasi dan pemberi makanan pada janin akan tumbuh maksimal ketika kehamilan menginjak usia 12-14 minggu. plasenta mengeluarkan banyak HPL. Pembesaran uterus. dan areola sebelum melahirkan.3 kg hingga 100 pounds atau 45 kg. placenta dan cairan amnion semua dapat meningkatkan peningkatan berat badan. Ada juga teori yang mengatakan. Akibatnya. Perbesaran ukuran payudara juga menyebabkan peningkatan berat badan.

Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan melindungi janin/plasenta/amnion sampai persalinan. serta dengan alat bantu. ibu hamil yang mengalami stres akibat kehamilan tak diinginkan bisa mengalami mual dan muntah. Pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai cara. seperti kondom. Kontrasepsi Kontrasepsi berfungsi untuk menghambat atau mengganggu proses normal dari proses ovulasi. Contoh. Pada Vagina saat kehamilan. makarasa mual itu akan lenyap. atau implantasi. Dalam tubuhnya terjadi penolakan. Namun. sehingga vagina terlihat keunguan (Chadwicks). sehingga tidak terjadi kehamilan. pembuahan. Perubahan ini meliputi penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel-sel otot polos. Fisiologi kehamilan Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh genitalia wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. dan progesterone. Alat-alat konsepsi dimaksudkan untuk mencegah agar tidak terjadinya proses pembuahan. Perubahan metabolisme glikogen hati akibat kehamilan juga dianggap sebagai penyebab mual-muntah. Akhirnya timbul rasa mual. yaitu pertemuan sperma dan ovum. dan steril sementara. . setelah terjadi penyesuaian terhadap sel-sel plasenta dan terjadi kompensasi metabolisme glikogen di dalam tubuh. Plasenta dalam perkembangannya mengeluarkan hormone somatomatropin. Faktor terakhir yang juga kerap menentukan adalah faktor psikologis ibu hamil. dengan cara bertambah besar dengan cepat saat kehamilan dan kembali ke diameter normal beberapa mingu setelah persalinan. peningkatan vaskularisasi dan hyperemia terlihat jelas pada kulit dan otot-otot di perineum dan vulva. estrogen. Dasar fisiologi metode kontrasepsi adalah pencegahan untuk terjadinya fertilisasi. steril permanen. dapat secara hormonal.

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan pemberian ASI pada saat laktasi.ovulasi. peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi. yaitu ovulasi. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. yaitu fase menstruasi. dan somatotropin. Perkembangan payudara terjadi karena adanya pengaruh hormone estrogen. patokannya adalah adanya peristiwa yang sangat penting. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi.1. Siklus peredaran darah ibu juga meningkat karena harus ada pemenuhan kebutuhan perkemangan dan pertumbuhan janin. Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi. Ini juga terjadi karena adanya hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-plasenter. yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Untuk periode atau siklus hari pertama menstruasi. fase ovulasi. Pada ovarium proses ovulasi akan terhenti dan hanya korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. fase pra-ovulasi. serta meningkatnya hormone estrogen dan progesterone. Fisiologi sistem reproduksi wanita Hormon pada Wanita Pada wanita. . Folikel tersebut akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesterone. progesterone. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi. fase pasca. ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase. Siklus menstruasi Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. 1. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ n) menstruasi.

1. oleh karena itu kadar estrogen dan progesteron menurun. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel. 1. folikel yang kosong memulai berformasi menjadi korpus luteum. Sebaliknya.1. Folikel primer primitif berisi oosit yang tidak matur (sel primordial). Siklus Ovulasi Ovulasi merupakan peningkatan kadar estrogen yang menghambat pengeluaran FSH. Korpus luteum mencapai puncak aktivitas fungsional 8 hari setelah ovulasi. FSH menstimulasi perkembangan folikel de graaf ovarium dan produksi estrogennya. Apabila tidak terjadi fertilisasi dan implantasi ovum pada masa ini. Kadar hormon ovarium yang rendah dalam darah ini menstimulasi hipotalamus untuk mensekresi gonadotropin realising hormone (Gn-RH). maka terjadi menstruasi. Di dalam folikel yang terpilih. satu sampai 30 folikel mulai matur didalam ovarium dibawah pengaruh FSH dan estrogen. korpus luteum berkurang dan kadar hormon menurun.3. Kadar estrogen mulai menurun dan Gn-RH hipotalamus memicu hipofisis anterior untuk mengeluarkan lutenizing hormone (LH). Sistem Reproduksi Uterus . LH mencapai puncak pada sekitar hari ke-13 atau ke-14 dari siklus 28 hari. kadar estrogen dan progesteron darah menurun. Apabila tidak terjadi implantasi. kemudian hipofise mengeluarkan LH (lutenizing hormon). Gn-RH menstimulasi sekresi folikel stimulating hormone (FSH). Sebelum ovulasi. Lonjakan LH sebelum terjadi ovulasi mempengaruhi folikel yang terpilih. korpus luteum menyusut.4. Sehingga lapisan fungsional endometrium tidak dapat bertahan dan akhirnya luruh.2. Siklus Hipofisis-hipotalamus Menjelang akhir siklus menstruasi yang normal. dan mensekresi baik hormon estrogen maupun progesteron. oosit matur dan terjadi ovulasi.

Perubahan yang amat jelas pada aatomi maternal adalah perbesaran uterus untuk menyimpan bayi yang sedang tumbuh. artinya daya regang bertambah. sirkuler. tetapi pada kehamilan muda terbentuk serabut-serabut otot yang berhubungan. sebagai persiapan persalinan. Serviks hanya memiliki sekitar 10% jaringan otot. Meningkatnya pembuluh darah menuju rahim memperngaruhi serviks yang akan mengalami perlunakan. beratnya meningkat dari 30 gram menjadi 1000 gram dengan ukuran 32 x 24 x 22 cm dengan kapasitas 4000 cc. dan oblika sehingga keseluruhannya membuat anyaman yang dapat menutup pembuluh darah dengan sempurna. Warna livid pada vagina dan portio serviks disebut tanda Chadwick. Bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Sebab-sebab perlunakan serviks ialah karena pembuluh darah dalam servik bertambah dan karena timbulnya oedema dari serviks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar serviks. Pertumbuhan uterus ini disebut pertumbuhan aktif. Kekenyalan vagina bertambah. Hal ini disebut tanda Hegar’s pada kehamilan. sehingga bila diraba terasa lebih lunak. . Pada minggu petama. darah dan saraf. Otot rahim mempunyai susunan istimiwe yaitu longitudinal. Uterus akan bertambah besar. termasuk jaringan fibroelastik. isthmus rahim mengalami hypertrofi dan bertambah panjang. Pada masa kehamilan uterus menjadi mudah teraba. Vagina Vagina dan vulva mengalami peningkaan pembuluh darah karea pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiruan. Pertumbuhan jaringan uterus pada masa awal kehamilan disebabkan oleh hormon esterogen yang merangsang serabut otot dan menyebabkan dinding rahim menebal. Perbesaran ini disebabkan oleh hypertrofi dari otot-otot rahim. diikuti oleh makin besarnya aliran darah menuju rahim dari arteri uterina dan arteri ovarika.

1. Area berpigmen disekotar puting.0. reaksinya asam pH 3. Garis-garis ini disebut striae gravidarum. garis-garis ini terdapat juga pada buah dada dan paha. areola. Bila terjadi peregangan hebat. Payudara Salah satu petunjuk pada wanita yang menandakan bahwa mengalami kehamilan adalah nyeri tekan pada payudara. misalnya pada hidramnion dan kehamilan ganda. Ovarium Pada masa kehamilan. Perbesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik dibawah kulit. Sistem Integumen Dinding Perut (Abdominal Wall) Pada kehamilan lanjut pada primi ravida sering timbul garis-garis memajang atau serong pada perut. Puting susu menjadi lebih menonjol dan keras dan pada awal kehamilan keluar cairan kuning yang lengket yang disebut colostrum. ovulasi terhenti.5 – 6. yang secara bertahap mengalami perbesaran kerena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah.dapat terjadi diastasis rekti bahkan hernia. tumbuh lebih gelap dan kelenjar- . Kadang. Kulit perut pada linea albae bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra. Indung telur yang mengandung kospus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan progesteron. Reaksi asam ini disebabkan terbentuknya acidum lacticum sebagai hasil penghancuran glycogen yang berada dalam sel-sel epithel vagina oleh bacil-bacil Doderlein. Sulaiman Sastrawinata (1983:143) mengatakan bahwa getah dalam vagina biasanya bertambah dalam kehamilan.Berkaitan dengan perubahan fisiologi pada vagina.5. sehingga timbul striae gravidarum.

Sistem Endokrin Kelenjar Tiroid Selama masa kehamilan. dan meningkatnya matabolic rate disebabka karena banyak oksigen yang digunakan lebih banyak. wanita sehat yang hamil kurang mampu mengatasi jumlah gula yang berlebihan. Kelejar Pituitari . basal metabolic rate (BMR) meningkat hampir 20% dan kelenjar tiroid membersar. karena keterbatasan penyimpanan glikogen. Perubahan teesebut disebabkan pengaruh hormonal. danpa hormon tersebut metabolisme tulang dan otot akan terganggu. yang terjadi diseluruh jaringan pankreas. Kelenjar Paratiod Kelenjar paratoid ukurannya menigkat selama masa kehamilan.kelenjar Montogomery menonjol keluar. Hormon paratoid penting untuk mempertahankan kecukupan kalsium dalam darah. tetapi jumlah hormon yang dihasilkan tetap sama (tiroksin). Pankreas Insulin dihasilkan oleh sekelompok sel-sel kecil yang disebut pulau Langerhans. terutama selama minggu ke-15 sampai ke-30 ketika kebutuhan kalsium janin lebih besar. 1. Selama masa kehamilan sel-sel ini tumbuh dan menghasilkan lebih banyak insulin untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. Walaupun demikian. Ukurannya meningkat karena pertumbuhan sel-sel acinar.6.

terutama bagian kortikal yang membentuk kortin. Estrogen Dihasilkan oleh korpus luteum yang ada di dalam indung telur dan plasenta yang terbentuk beberapa minggu setelah terjadinya pembuahan. * Merangsang pertumbuhan kelenjar susu. Manfaat: * Membesarkan puting payudara sehingga ibu mudah untuk menyusui si buah hati. Bagian medula dari kelenjar adrenala mensekresi epimephrine. hormon yang sangat penting. Gangguan: . * Menguatkan dinding rahim yang bermanfaat untuk mengatasi kontraksi saat bersalin. menyebabkan peningkatan pigmentasi puting susu. tetapi dengan jumlah yang sedikit berbeda. Kelenjar Adrenal Ukuran kelenjar adrenal meningkat selama kehamilan.Lobus anterior dari kelenjar pituitaru mengalami sedikit pembesaran selama kehamilan dan terus menghasilkan semua hormon tropik. wajah. Follicle-stimulating hormone (FSH) ditekan oleh chorionic gonadotripon (hCG) yang dihasilkan dalam plasenta. Kehamilan tidak mengubah ukuran atau fungsi kedua medula. Pembentukan prolakstin menignkat dan lanjt setelah persalinan selama menyusui. * Melunakkan jaringan-jaringan tubuh. Hormon pertumbuhan berkurang dan hormon melanotropik meningkat. Hormon-hormon yang dihasilkan selama kehamilan 1. dan abdomen. Jumlah ion natriun dan kalium dalam aliran darah diatur oleh kortin.

* Menghindari kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim yang dikhawatirkan menyebabkan persalinan dini. suasana hati kerap tak stabil. suhu tubuh meningkat. Jaringan ini terbentuk ketika indung telur (ovarium) baru saja melepaskan sel telur. kembung dan sembelit. 2. 3. * Indikator untuk mendeteksi ada tidaknya kehamilan lewat alat tes kehamilan melalui air seni. Jika alat tes kehamilan mendeteksi adanya peningkatan kadar hormon HCG dalam urine. Gangguan: . * Menyiapkan payudara untuk menyusui. Manfaat: * Membantu lapisan dinding rahim dalam menyangga plasenta. Progesteron Dihasilkan oleh kelenjar adrenalin. dan plasenta terbentuk sepenuhnya. progesteron. Manfaat: * Mempertahankan jaringan berwarna kuning yang ada di dalam indung telur. Hormon inilah yang menjadikan estrogen. dan plasenta selama ibu sedang hamil. mengindikasikan adanya kehamilan alias hasil tes positif. HCG (Human Chorionic Gonadotropin) Dihasilkan oleh lapisan jaringan luar yang menyelimuti janin dan trofoblas atau plasenta yang terbentuk pada awal pertumbuhan janin. Gangguan: Menyebabkan pembuluh darah melebar. otak.Pegal dan sakit pada otot. mual.

Boleh jadi ibu lebih tertekan atau mudah marah. Oksitosin . 4. 6. HPL (Human Placental Lactogen) Diproduksi oleh plasenta. Kebutuhan bayi akan ASI pun tercukupi. sehingga payudara dapat memproduksi ASI dengan optimal. serta menimbulkan rasa ngilu dan sakit pada puting jika disentuh. Manfaat: Membantu merangsang pertumbuhan janin menjadi lebih baik. Gangguan: Menyebabkan pembesaran pada payudara. Kortisol Dihasilkan di dalam kelenjar adrenalin.Dapat menyebabkan mual dan muntah. Prolaktin Diproduksi di dalam kelenjar pituitari. Gangguan: Berperan dalam emosi ibu. Manfaat: Untuk meningkatkan jumlah sel penghasil ASI. 5. Manfaat: Membantu janin agar mampu mengambil dan memanfaatkan nutrisi yang ada di dalam aliran darah untuk perkembangan tubuhnya. 7.

Prostaglandin Biasanya diproduksi ketika janin siap lahir sehingga memudahkan ibu melalui persalinan. . Testosteron Ini adalah hormon yang menimbulkan ciri fisik dan sifat kelaki-lakian.Dihasilkan di dalam otak. Endorfin Selama hamil produksinya meningkat kemudian memuncak menjelang dan saat persalinan. 10. Hormon ini biasanya muncul atau meningkat jika ibu mengandung janin laki-laki. sehingga ibu merasa tenang saat bersalin. Manfaat: Membantu pertumbuhan kelelakian janin. 8. Manfaat: Hormon ini bertugas merangsang kontraksi persalinan. Manfaat: * Merangsang kontraksi rahim di akhir kehamilan yang ditandai dengan mulas. muncul kumis tipis. Gangguan: Biasanya timbul jerawat pada wajah ibu. 9. * Merangsang penyusutan rahim yang mempercepat pemulihan. kulit agak menghitam. * Merangsang produksi air susu.

Ketika siap bersalin hormon ini akan melemaskan otot-otot mulut rahim untuk mendukung kelancaran persalinan. 13. * Menghentikan transfer kalsium dari tulang ke aliran darah sehingga perkembangan tulang janin berlangsung baik. Tiroksin Dihasilkan di dalam kelenjar tiroid. Relaksin Dihasilkan di dalam ovarium atau indung telur. 12. 11.Manfaat: Memberikan rasa tenang dan menghilangkan rasa sakit. * Membantu janin agar mampu memetabolisme protein dan karbohidrat. Manfaat: * Membantu proses pembentukan dan perkembangan tulang janin. * Meningkatkan konsumsi oksigen janin. Manfaat: * Membantu pembentukan dan perkembangan sistem saraf pusat janin. Kalsitonin Dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Manfaat: Membantu merangsang relaksasi otot panggul selama kehamilan dan persalinan. .

sepertiga atas tuba uterina. Fisiologi fertilisasi Fertilisasi merupakan penyatuan gamet pria dan wanita. 14. Transpor Sperma ke Tuba Uterina . tonjulan. ovum cepat di dorong oleh kontraksi peristaltik dan gerakan silia ampula. mirip jari yang berkontraksi dengan gerakan menyapu untuk menuntun ovum yang baru dibebaskan ke dalam tuba uterina. Ujung tuba uterina yang melebar menjulur membungkus ovarium dan mengandung fimbria. Manfaat: Menjaga kelancaran produksi sumsum tulang janin serta sel-sel darah merah. Transpor Ovum ke Tuba Uterina Ketika dibebaskan saat ovulasi. Erotropoeitin Dihasilkan oleh ginjal. Selain itu. yang ikut menjamin mengalirnya ovum ke dalam tuba uterina. Konsepsi dapat terjadi selama rentang waktu yang sangat terbatas dari setiap siklus (masa-subur). Di dalam tuba uterina. fimbria dilapisi oleh silia-tonjulan halus mirip rambut yang berdenyut dalam gelombang-gelombang yang mengarah ke interior tuba uterina. ovum segera diambil oleh tuba uterina. Karena itu. dalam keadaan normal terjadi di ampula. baik ovum maupun sperma harus diangkut dari tempat produksi mereka di gonad ke ampula.

Sperma pertama tiba di tuba uterina setengah jam setelah ejakulasi. Mukus serviks menjadi encer dan tipis untuk melewatkan sperma hanya jika kadar estrogen tinggi. Hambatan pertama adalah melewati canalis cervicalis. karena tingginya kadar progesteron dan rendahnya estrogen. lalu uterus. mukus serviks menjadi terlalu kental untuk peneterasi sperma.Setelah diendapkan di vagina saat ejakulasi. Untuk menempuh jarak sejauh ini. sperma membutuhkan bantuan orga nreproduksi wanita. Meskipun sperma dapat bergerak melalui kontraksi mirip pecut ekornya. dan kemudian sampai ke sel telur di sepertiga atas tuba uterina. namun 30 menit adalah waktu yang terlalu singkat bagi mobilitas sperma untuk membawa dirinya ke tempat pembuahan. sperma harus berjalan melewati canalis cervicalis. Sperma bermigrasi naik . ketika folikel matang siap untuk berovulasi. Hampir sepanjang siklus.

reseptor olfaktorius. Hal yang menarik adalah ditemukannya reseptor pada sperma yang merupakan reseptor serupa yang ditemukan di hidung. pengaktifan reseptor hOR17-4 berikatan dengan alurin dari sel telur memicu suatu jalur pembawa pesan dari sel telur yang memicu jalur pembawa pesan kedua di sperma sehingga terjadi pelepasan Ca2+ intrasel yang menyebabkan pergeseran mikrotubulus yang menyebabkan gerakan ekor dan bernangnya sperma menuju arah singnal kimiawi. Saluran ini hanya dapat dilewati selama dua sampai tiga hari dalam setiap siklus haid. Setelah sperma masuk ke uterus. sperma terdorong ke tempat pembuahan di ujung atas tuba uterina oleh kontraksi otot polos tuba uterina yang mengarah ke atas. Ketika mencapai tuba uterina.melewati canalis cervicalis dengna kemampuannya sendiri. Sel telur matang mengeluarkan alurin. ovum bukan merupakan mitra pasif dalam konsepsi. dibantu oleh prostaglandin vesikula seminalis. dinamakan hOR17-4. sekitar waktu ovulasi. Riset-riset baru menunjukkan bahwa ketika sperma mencapai ampula. . Kontraksi miometrium dan tuba uterina yang mempermudah transpor sperma ini diinduksi oleh kadar estrogen yang tinggi tepat sebelum ovulasi. Menurut anggapan yang sekarang dianut. kontraksi miometrium mengaduk-aduk sperma seperti “mesin cuci” dan dengan cepat menyebabkan sperma menyebar ke seluruh rongga uterus. Para ilmuan juga baru-baru ini menemukan adanya reseptor sperma yang mendeteksi dan berespons terhadap kemoatraktan yang dikeluarkan ovum. suatu bahan kimia yang menarik sperma dan menyebabkan sperma bergerak menuju gamet wanita yang telah menunggu.

Pengikatan molekul-molekul mitra antara sperma dan ovum hanya baru-baru ini ditemukan. Fenomena ini dikenal sebagai hambatan terhadap polispermia. Sperma pertama yang mencapai ovum itu sendiri berfusi dengan membran plasma ovum. molekul perekat sel yang menonjol dari permukaan luar membran plasma.Fertilisasi Ekor sperma digunakan untuk bergerak bagi peneterasi akhir ovum. Fertilin. Bukti-bukti terakhir menunjukkan bahwa sperma mengeluarkan nitrat oksida setelah berhasil masuk ke dalam sitoplasma sel telur. Enzim-enzim akrosom. sebuah sperma harus melewati korona radiata dan zona pelucida yang mengelilingi sel telur. Ekor sperma sering lenyap dalam proses ini. Sperma dapat menembus zona pelucida hanya setelah berikatan dengan reseptor spesifik di permukaan lapisan ini. nukleus sperma dna sel telur menyatu. berkat adanya suatu kompleks molekul yang diberikan oleh sperma yang memungkinkan kromosom pria dan wanita menyatu. tetapi kepala pembawa informasi genetik yang penting. yang terpajan ketika membran akrosom pecah setelah berkontak dengan korona radiata memungkinkan sperma membuat saluran menembus sawar-sawar protektif ini. Dalam satu jam. Pelepasan ini memicu pembelahan meiotik akhir oosit sekunder. Nitrat oksida ini mendorong pelepasan Ca 2+ yang tersimpan di dalam sel telur. Selain menyumbang separuh dari kromosom ke ovum yang dibuahi. Untuk membuahi sebuah ovum. yang sekarang dinamai zigot. suatu protein yang terdapat di membran plasma sperma berikatan dengan integrin sel telur. memicu suatu perubahan kimiawi di membran yang mengelilingi ovum sehingga lapisan luar tidak dapat lagi ditembus oleh sperma lain. Hanya sperma dari spesies yang sama yang dapat berikatan dengan reseptor sel telur dan menembusnya. sperma pemenang ini juga mengaktifkan enzim-enzim ovum yang esensial bagi perkembangan cakram mudigah. Kepala sperma yang menyatu tersebut secara perlahan tertarik ke dalam sitoplasma ovum oleh suatu kerucut yang tumbuh dan membungkusnya. .

Menurut Depkes RI (2004) tujuan Antenatal Care (ANC) adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya. sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. tidak hanya fisik tetapi juga mental. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kontak ibu hamil dengan pemberi perawatan/asuhan dalam hal mengkaji kesehatan dan kesejahteraan bayi serta kesempatan untuk memperoleh informasi dan memberi informasi bagi ibu dan petugas kesehatan. Kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Mempersiapkan persalinan cukup bulan. 2008). maternal dan sosial ibu dan bayi. persalinan dan masa nifas. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Pada setiap kunjungan Antenatal Care (ANC). Menurut Muchtar (2005) tujuan Antenatal Care (ANC) adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. 3. persalinan dan nifas. kala nifas. . melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnosis kehamilan intrauterine serta ada tidaknya masalah atau komplikasi (Saifudin. 6. sehingga keadaan mereka post partum sehat dan normal. persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat. 2. 4. 7. termasuk riwayat penyakit secara umum. kebidanan dan pembedahan. Menurut Henderson (2006). 5. pemeriksaan kehamilan merupakan pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan. Menurut Prawiroharjo (2005). Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Eksklusif. Tujuan Antenatal Care (ANC) Tujuan Umum 1. 2005).ANC Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. hingga mampu menghadapi persalinan. serta menghasilkan bayi yang sehat. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

http://en. Trismester III : 2 kali Daftar Pustaka A. Jagannadha Rao. Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini mungkin. Menurunkan angka morbilitas ibu dan anak. R.Tujuan Khusus 1. Vol. Gerard J.org/health-info/pregnancy/pregnancy-test ᄃ diunduh . Menurut Wiknjosastro (2005) tujuan Antenatal Care (ANC) adalah menyiapkan wanita hamil sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan. 3. G. nifas dan laktasi.plannedparenthood. Bryan. tidak hanya fisik tetapi juga mental. Moudgal. Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana. kehamilan. persalinan. Tortora. March 1981. USA: John Wiley & Sons. (2009) Principles of Anatomy and Physiology.org/wiki/Pregnancy_test ᄃ diunduh pada 8 Maret 2016 http://www. and N.wikipedia. 83-88. \Pemeriksaan Kehamilan Dalam masa kehamilan ibu harus memeriksakan kehamilan ke tenaga kesehatan paling sedikit 4 kali : 1. Inc. Trismester I : 1 kali 2. dan kehamilan trimester kedua (14-28 minggu) satu kali kunjungan dan kehamilan trimester ketiga (28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36) dua kali kunjungan (Saifuddin. & Derrickson. Effect Of Human Chorionic Gonadotropin On Serum Levels Of Progesterone And Estrogens In The Pregnant Bonnet Monkev (Macaca Radiata). persalinan dan masa nifas. Kotagi. 3: No: 1. sehingga keadaan mereka pada post partum sehat dan normal. Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Kunjungan antenatal untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut : sampai dengan kehamilan trimester pertama (<14 minggu) satu kali kunjungan. 2005). S. 2. Trismester II : 1 kali 3. 12th Ed.

com%2F2013%2F02%2Fperubahan- fisiologis-pada-wanita- hamil. Alvin. http://purbakuncara ᄃ . "Mengapa ibu hamil muda sering mual-mual?".docx&ei=JQr2VIC3HYKSuQSIkIA4&usg=AFQjCNFHDAogVjObnXTnH2kmNb R7M19xyg&sig2=yPZ58_ad5bBPQWkqmHk44g&bvm=bv. http://american ᄃ pregnancy. Purba.breast ᄃ cancercare. diunduh pada 8 Maret 2016 Arliando. Nadia. com/mengapa-ibu-hamil-muda-sering-mual-mual/.academia ᄃ. 2013.c2E ᄃ diunduh pada 8 Maret 2016 American Pregnancy Association. https://www. diunduh pada 8 Maret 2016 Kuncara.org. diunduh pada 8 Maret 2016 Breast Cancer Care. 2010. "Apakah Wanita Hamil Bisa Menstruasi?".87519884.files. diunduh pada 8 Maret 2016 Indonesian Breastfeeding Networking Information Education Network. 2014. edu/4925354/Apakah_penyebab_ibu_hamil_yang_sering_muntah.wordpress. "Proses Mekanisme Produksi ASI dan Faktor yang Mempengaruhi Produksinya".klikdokter.org/pregnancy-health/nausea-during-pregnancy/.uk/upload/pdf/bcc_preg_changes_0.wordpress. tt.d.com/2010/06/06/proses-mekanisme-produksi-asi-dan- faktor-yang-mempengaruhi-produksinya/. diunduh pada 8 Maret 2016 Oktavia. 2007.google. http://www. tt. diunduh pada 8 Maret 2016 .com/url? sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0CDAQFjAC&url= https%3A%2F%2Fchristagteven.pdf. http://www. https:// supportbreastfeeding.com/ ᄃ tanyadokter/seks-andrologi/apakah-wanita-hamil-bisa-menstruasi. pada 8 Maret 2016 https://www. "Apakah penyebab ibu hamil yang sering muntah". "Nausea During Pregnancy". "Breast Changes during and after Pregnancy".