You are on page 1of 33

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI

HARI/TGL : 5 November 2015 NAMA : Arumsari Dwiyantri
ACARA : Filum Arthropoda NIM : F 121 14 003
Keterangan :
1. Test
2. Eye
3. Glabella
4. Lobe
5. Genal spine
6. Pleura lobe
7. Bordir
8. Pygidium
No. Urut : 01
Filum : ARTHOPODA
Kelas : MYRIAPODA
Ordo : REDLICHIIDA
Family :ELRATHIANIDAE
Genus : Elrathia
Spesies : Elrathia SP
Proses Pemfosilan : Premineralisasi
Bentuk : Tripoblastik
Komposisi Kimia : SiO2 (Silika)
Umur : Kambrium ( 571 juta tahun yang lalu)
Lingkungan Pengendapan : Darat
Keterangan: Fosil ini termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Trilobita, ordo
Proetida, family Elrathianidae, genus Elrathia, dan spesies Elrathia SP .
Proses pemfosilan dimulai ketika organisme mati dan tertransportasi oleh agen
geologi seperti air. Organisme harus terhindar dari proses pembusukan. Kemudian

organisme terendapkan bersama dengan material-material sedimen pada sebuah
cekungan yang relatif stabil. Lambat laun semakin banyak material sedimen yang
mengendap pada cekungan tersebut maka organisme akan menerima tekanan yang
sangat kuat dan sisa dari organisme tadi akan terkompaksi, sehingga mineral masuk
ke dalam pori-pori organisme tersebut sebelum tersementasi oleh material-material
sedimen. Proses pemfosilannya berupa permineralisasi. Permineralisasi merupakan
proses perubahan dimana jika terjadi peroses perubahan mineral menyebabkan
pergantian secara menyeluruh mineral penyusun fosil oleh mineral lain yang lebih
resisten.
Bentuk tubuh fosil ini berbentuk tripoblastik. Adapun bagian-bagian tubuh dari
fosil ini yang masih dapat diidentifikasi, yaitu test merupakan keseluruhan tubuh
fosil, eye merupakan mata pada fosil, glabella merupakan bagian tubuh fosil yang
terletak diantara mata pada fosil, lobe merupakan ruas-ruas tubuh fosil yang terletak
di punggung fosil, genal spine yaitu bagian tubuh arthropoda yang menjadi pelindung
dibagian kepala (atas), pleura lobe merupakan ruas-ruas tubuh fosil yang terletak
disamping axis, pygidium merupakan bagian bawah tubuh fosil, mouth merupakan
mulut pada fosil.
Fosil ini tidak bereaksi bila ditetesi larutan HCl, sehingga komposisi kimianya
berupa Silika (SiO2) yang menandakan berada pada lingkungan pengendapannya
berada di darat. Fosil ini berumur Kambrium ( 517 juta tahun yang lalu ). Kegunaan
dari fosil ini, yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan sedimen, penentu
suatu lingkungan pengendapan, juga sebagai bukti dari kehidupan masa lampau

Referensi :
Asisten Palenontologi 2012/2013. Penuntun Praktikum Paleontologi. Makassar:
Universitas Hasanuddin. 2013.
Tim Dosen. Penuntun Praktikum Zoologi Invetebrata. Makassar: Universitas
Islam Negeri Alauddin Makassar. 2011
Tabin, amin. amintabin.blogspot.co.id. Bandung.

ASISTEN PRAKTIKAN

( Asrafil, S.Si, M.Eng ) (Arumsari Dwiyantri)

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI

dan spesies Hollinella SP. Organisme harus terhindar dari proses pembusukan. family Hollinellanidae. genus Hollinella. Carapace No.HARI/TGL : 5 November 2015 NAMA : Arumsari Dwiyantri ACARA : Filum Arthropoda NIM : F 121 14 003 Keterangan : 1. Kemudian organisme terendapkan bersama dengan material-material sedimen pada sebuah cekungan yang relatif stabil. ordo Ostracoda. Lambat laun semakin banyak material sedimen yang . Urut : 02 Filum : ARTHOPODA Kelas : CRUSTACEA Ordo : OSTRACODA Family : HOLLINELLANIDAE Genus : Hollinella Spesies : Hollinella SP Proses Pemfosilan :Premineralisasi Bentuk : Simetris bilateral Komposisi Kimia : SiO2 (Silika) Umur :Devon . Proses pemfosilan dimulai ketika organisme mati dan tertransportasi oleh agen geologi seperti air.Perem ( 395-251 juta tahun yang lalu ) Lingkungan Pengendapan : Laut Dangkal Keterangan :Fosil ini termasuk dalam filum Arthropoda. kelas Crustacea.

sehingga mineral masuk ke dalam pori-pori organisme tersebut sebelum tersementasi oleh material-material sedimen. sehingga komposisi kimianya berupa karbonat (CaCO3) yang menandakan berada pada lingkungan pengendapannya berada di laut angkal. Adapun bagian-bagian tubuh dari fosil ini yang masih dapat diidentifikasi.mengendap pada cekungan tersebut maka organisme akan menerima tekanan yang sangat kuat dan sisa dari organisme tadi akan terkompaksi. juga sebagai bukti dari kehidupan masa lampau. yaitu test merupakan keseluruhan tubuh fosil. Proses pemfosilannya berupa permineralisasi. yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan sedimen. penentu suatu lingkungan pengendapan. Bentuk tubuh fosil ini berbentuk simetris bilateral bentuknya memiliki 2 sisi yang cembung). Fosil ini berumur Devon – Perm (395-251 juta tahun yang lalu ). Referensi : . Kegunaan dari fosil ini. Fosil ini bereaksi bila ditetesi larutan HCl. eye merupakan mata pada fosil. Permineralisasi merupakan proses perubahan dimana jika terjadi peroses perubahan mineral menyebabkan pergantian secara menyeluruh mineral penyusun fosil oleh mineral lain yang lebih resisten.

Makassar: Universitas Hasanuddin. Penuntun Praktikum Zoologi Invetebrata. amintabin. 2013. Asisten Palenontologi 2012/2013. Tim Dosen. amin. M. ASISTEN PRAKTIKAN ( Asrafil. Penuntun Praktikum Paleontologi. Bandung.co.Eng ) (Arumsari Dwiyantri) PRAKTIKUM PALEONTOLOGI HARI/TGL : 5 November 2015 NAMA : Arumsari Dwiyantri .blogspot. S.Si. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. 2011 Tabin.id.

kelas Crustacea. ordo Ostracoda. Carapace No. Proses pemfosilan dimulai ketika organisme mati dan tertransportasi oleh agen geologi seperti air. genus Hemicythere. Urut : 03 Filum : ARTRHOPOD Kelas : CRUSTACEA Ordo : OSTRACODA Family : HEMICYTHERENIDAE Genus : Hemicythere Spesies : Hemicythere SP Proses Pemfosilan : Premineralisasi Bentuk : Simetris Bilateral Komposisi Kimia : Karbonat (CaCo3) Umur : Miosen ( 22. Lambat laun semakin banyak material sedimen yang mengendap pada cekungan tersebut maka organisme akan menerima tekanan yang . Kemudian organisme terendapkan bersama dengan material-material sedimen pada sebuah cekungan yang relatif stabil.5 Juta tahun yang lalu) Lingkungan Pengendapan : Laut Dangkal Keterangan : Fosil ini termasuk dalam Filum Arthropoda. Organisme harus terhindar dari proses pembusukan. family Hemicytherenidae. dan spesies Hemicythere SP.ACARA : Filum Arthropoda NIM : F 121 14 003 Keterangan : 1.

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI HARI/TGL : 5 November 2015 NAMA : Arumsari Dwiyantri . sehingga mineral masuk ke dalam pori-pori organisme tersebut sebelum tersementasi oleh material-material sedimen. sehingga komposisi kimianya berupa Karbonat ( CaCo3) yang menandakan berada pada lingkungan pengendapannya berada di laut dangkal. 2013. yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan sedimen. Bandung.blogspot. amintabin. penentu suatu lingkungan pengendapan. Penuntun Praktikum Zoologi Invetebrata. Fosil ini berumur Miosen ( 22.sangat kuat dan sisa dari organisme tadi akan terkompaksi.co. Tim Dosen. amin. Kegunaan dari fosil ini. juga sebagai bukti dari kehidupan masa lampau.5 Juta tahun yang lalu). yaitu carapace merupakan keseluruhan tubuh fosil. 2011 Tabin. Penuntun Praktikum Paleontologi. Permineralisasi merupakan proses perubahan dimana jika terjadi peroses perubahan mineral menyebabkan pergantian secara menyeluruh mineral penyusun fosil oleh mineral lain yang lebih resisten. Makassar: Universitas Hasanuddin. Bentuk tubuh fosil ini berbentuk simetris bilateral bentuknya memiliki 2 sisi yang cembung). Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl. Adapun bagian-bagian tubuh dari fosil ini yang masih dapat diidentifikasi. Proses pemfosilannya berupa permineralisasi. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Referensi : Asisten Palenontologi 2012/2013.id.

dan spesies Beyrichia SP. Kemudian organisme terendapkan bersama dengan material-material sedimen pada sebuah cekungan yang relatif stabil. Carapeca No. Urut : 04 Filum : ARTROPODA Kelas : CRUSTACEA Ordo : OSTRACODA Family : BEYRICHIANIDAE Genus : Beyrichia Spesies : Beyrichia SP. kelas Crustacea. genus Beyrichia.Devon ( 435 . ordo Ostracoda. Organisme harus terhindar dari proses pembusukan. Proses Pemfosilan : Premineralisasi Bentuk : Simetris bilateral Komposisi Kimia :Karbonat ( CaCo3) Umur : Silur . Lambat laun semakin banyak material sedimen yang .ACARA : Filum Arthropoda NIM : F 121 14 003 Keterangan : 1.290 Juta tahun yang lalu) Lingkungan Pengendapan : Laut Dangkal Keterangan : Fosil ini termasuk dalam filum Arthropoda. family Beyrichianidae. Proses pemfosilan dimulai ketika organisme mati dan tertransportasi oleh agen geologi seperti air.

sehingga komposisi kimianya berupa Karbonat (CaCo3) yang menandakan berada pada lingkungan pengendapannya beradadi laut dangkal. penentu suatu lingkungan pengendapan. PRAKTIKUM PALEONTOLOGI HARI/TGL : 5 November 2015 NAMA : Arumsari Dwiyantri . Permineralisasi merupakan proses perubahan dimana jika terjadi peroses perubahan mineral menyebabkan pergantian secara menyeluruh mineral penyusun fosil oleh mineral lain yang lebih resisten. Adapun bagian-bagian tubuh dari fosil ini yang masih dapat diidentifikasi. Fosil ini berumur Silur sampai Devon ( 425- 290 juta tahun yang lalu ).mengendap pada cekungan tersebut maka organisme akan menerima tekanan yang sangat kuat dan sisa dari organisme tadi akan terkompaksi. Kegunaan dari fosil ini. sehingga mineral masuk ke dalam pori-pori organisme tersebut sebelum tersementasi oleh material-material sedimen. yaitu sebagai penentu umur relativ dari suatu lapisan sedimen. Proses pemfosilannya berupa permineralisasi. Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl. yaitu carapeca merupakan keseluruhan tubuh fosil. Bentuk tubuh fosil ini simetris bilateral (bentuknya memiliki 2 sisi yang cembung). juga sebagai bukti dari kehidupan masa lampau.

Proses Pemfosilan :Premineralisasi Bentuk : Triploblastik Komposisi Kimia : SiO2 (Silika) Umur : Devon ( 395 . Lobe 5. Chepalon No. Kemudian organisme terendapkan bersama dengan material-material sedimen pada sebuah cekungan yang relatif stabil. dan spesies Greenops SP. Test 2. family Greenopsidae.360 Juta tahun yang lalu) Lingkungan Pengendapan : Darat Keterangan : Fosil ini termasuk dalam filum Arthropoda. kelas Myriapoda. Proses pemfosilan dimulai ketika organisme mati dan tertransportasi oleh agen geologi seperti air. ordo Redlichiida. Urut : 05 Filum : ARTROPODA Kelas : MYRIOPODA Ordo : REDLICHIIDA Family : GREENOPSIDAE Genus : Greenops Spesies : Greenops SP.ACARA : Filum Arthropoda NIM : F 121 14 003 Keterangan : 1. genus Greenops. Glabella 4. Eye 3. Lambat laun semakin banyak material sedimen yang . Organisme harus terhindar dari proses pembusukan. Pleura lobe 7. Genal spin 6.

mata merupakan mata pada fosil. pleura lobe merupakan ruas-ruas tubuh fosil yang terletak disamping axis. genal spine yaitu bagian tubuh arthropoda yang menjadi pelindung dibagian kepala (atas). sehingga mineral masuk ke dalam pori-pori organisme tersebut sebelum tersementasi oleh material-material sedimen. yaitu sebagai penentu umur relativ dari suatu lapisan sedimen. yaitu test merupakan keseluruhan tubuh fosil. penentu suatu lingkungan pengendapan. juga sebagai bukti dari kehidupan masa lampau. dan cephalon merupakan bagian atas tubuh fosil. Kegunaan dari fosil ini. Permineralisasi merupakan proses perubahan dimana jika terjadi peroses perubahan mineral menyebabkan pergantian secara menyeluruh mineral penyusun fosil oleh mineral lain yang lebih resisten. Bentuk tubuh fosil ini berbentuk triloblastik. Adapun bagian-bagian tubuh dari fosil ini yang masih dapat diidentifikasi.mengendap pada cekungan tersebut maka organisme akan menerima tekanan yang sangat kuat dan sisa dari organisme tadi akan terkompaksi. Proses pemfosilannya berupa permineralisasi. Fosil ini tidak bereaksi bila ditetesi larutan HCl. PRAKTIKUM PALEONTOLOGI HARI/TGL : 5 November 2015 NAMA : Arumsari Dwiyantri . glabella merupakan bagian tubuh fosil yang terletak diantara mata pada fosil. lobe merupakan ruas-ruas tubuh fosil yang terletak di punggung fosil. sehingga komposisi kimianya berupa Silika (SiO2) yang menandakan berada pada lingkungan pengendapannya berada di darat. Fosil ini berumur Devon 360 juta tahun yang lalu ).

pada mulut terdapat rahang lateral yang beradap- tasi untuk mengunyah dan mengisap. serta di dalam tanah. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera  Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat . Anus terdapat di bagian ujung tubuh. TINJAUAN PUSTAKA 1. Keberadaan dari anggota phylum Arthropoda di mulai sejak Jaman pre Cambrian (contoh : Trilobite) dan sebagian dari anggota phylum ini masih ada hingga masa kini. terlindung oleh rangka luar dari kitin  Alat pencernaan sempurna.ACARA : Filum Arthropoda NIM : F 121 14 003 I. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. triploblastik.udang. laba-laba. Pengertian Arthropoda Arthropoda berasal dari bahasa yunani. Arthropoda memiliki ciri-ciri sebagai berikut :  Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput). lipan dan hewan mirip lainnya. Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda. Arthropoda adalah Phylum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga. asal katanya adalah “arthron” yang artinya ruas atau buku-buku dan “podos” yang berarti kaki. air tawar. Sehingga secara terminology Arthropoda berarti hewan yang tidak bertulang belakang yang mempunyai kaki yang berbuku-buku.  Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung) rongga tubuh  Sistem pernafasan : Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang. dan laut. dada (toraks) dan perut (abdomen)  Bentuk tubuh bilateral simetris. sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea  Sistem saraf berupa tangga tali. dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian. Hewan ini banyak ditemukan di darat.

Dan mulai muncul sejak jaman Cambrian dan masih banyak anggotanya yang hidup sampai saat sekarang dan jumlah spesies ada filum anthropoda ini sangat besar. Fertilisasi kebanyakan internal (di dalam tubuh) Gambar 1 Perubahan & Perkembangan Kehidupan Arthropoda mencakup semua golongan binatang yang bercirikan kakinya beruas-ruas. organ pendengaran (pada insecta) dan statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea  Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau. peraba. . Kelompok ini menyesuaikan diri di bermacam lingkungan. mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet). dan sebagian dari kelompok ini tersusun oleh zat khitinan. biasanya terpisah. dan sebagian lagi tersusun oleh karbonatan. Walaupun jumlahnya yang banyak tapi yang terawetkan dalam bentuk fosil sangat sedikit hal ini dikarenakan tubuh dari anthropoda ini mudah mengalami kehancuran dan sangat sulit terawetkan. saluran Malpighi  Alat reproduksi.

.

Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba). Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. yaitu: 1. bentuk asli dan posisi dari proses pernafasan (nature and position of respiratory process). Klasifikasi Phylum Arthropoda Klasifikasi phylum Arthropoda didasarkan pada : a. Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas. Kelas Crustacea (golongan udang). 2. 3. sistem segmentasi (nature of body segmentation) b. Kelas Myriapoda (golongan luwing). Gambar 2. struktur dan jumlah anggota badan (structure and number of appendages) c. Kelas Insecta (serangga) Perbedaan masing masing kelas dapat dijelaskan pada tabel berikut ini : .2 Tabel Rekaman Kehidupan Arthropoda dalam Kurun Waktu Geologi 2. 4.

Scorpionida Contohnya: Kalajengking (Vejovis sp. mulut. Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri.  Alat kelamin jantan dan betina terpisah. Klasifikasi Arachnida dibagi dalam 3 ordo. hingga kini dikenal hingga 65.  Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal. Kalajengking. b. tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal. Arachnoida Contohnya adalah segala macam laba-laba.1. Hadrurus sp. pada umumnya tetapi ada pula sebagai parasit. antara lain :  Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana.  Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.000 spesies yang ada di dunia.  Habitat (tempat hidup) di darat.  Alat pernafasan berupa trakea. Ciri-cirinya sebagai berikut :  Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan dengan jelas. yaitu: a. kutu dll. Ketonggeng (Buthus). kecuali Acarina. paru-paru buku atau insang buku. Tubuhnya memiliki 6 pasang kaki. lubang kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen. Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena. Afrika Selatan) . Centrurus sp). kelisera dan pedipalpus. Klas Arachnida Termasuk dalam klas ini adalah Laba-laba.  Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.  Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap serta memiliki kelenjar racun. pembuahan internal (di dalam).

kelinci. Caplak sapi (Boophilus annulatus). Aracina Contohnya: Caplak kudis (Sacroptes scabiei).) Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak berbuku. Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia b. c. kuda. Caplak unggas (Dermanyssus). Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya: a. Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing .buku. umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Tungau (Dermacentor sp. Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Gambar 2 Beberapa contoh hewan Arachnida c.  Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)  Laba-laba penjerat (di Malaysia)  Laba-laba pemburu (di Meksiko)  Laba-laba srigala  Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa  Tarantula (Rhechostica hentz) Umumnya laba-laba mempunyai perut tidak beruas-ruas. Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba.

and daphnia. serta teritip. untuk menggigit mangsanya.000 jenis yang tersebar di dunia Ciri-ciri Crustacea adalah sebagai berikut: a. Mereka memiliki 2 bagian antena dan biasanya memiliki 5 pasang kaki untuk berjalan. walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya. Gambar 3 Jenis- jenis Caplak 2. barnacles. hidup di air tawar atau laut. sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit. udang karang. yaitu: 1) dua pasang antena. walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat. dan biasanya dianggap sebagai suatu subfilum. Mayoritas merupakan hewan akuatik. Termasuk lobster. kepiting. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut. udang. Struktur Tubuh Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Mayoritas dapat bebas bergerak. 2) satu pasang mandibulla. .000 spesies yang terdeskripsikan. Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar. terdiri dari kurang lebih 52. Hingga kini terdapat sekitar 44. shrimp. Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang cukup dikenal seperti lobster. 3) satu pasang maksilla. Klas Crustacea Crustacea adalah suatu kelompok besar dari arthropoda. seperti kepiting darat. crabs.

lambung. juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya. Hewan ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala – dada di kedua sisi abdomen. Sistem Organ 1) Sistem Pencernaan Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut. sedangkan esophagus. Gambar 4. . merangkak atau menempel di dasar perairan. Struktur Tubuh Crustacea b.4) satu pasang maksiliped. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang. usus dan anus terletak di bagian posterior. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus.

Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Darah tidak mengandung haemoglobin.2) Sistem Saraf Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. 3) Sistem Peredaran Darah Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai. melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen) rendah. Gambar 5 Struktur dalam Crustacea 4) Sistem Pernafasan Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. kecuali pada beberapa Crustacea rendah. 5) Alat Reproduksi Alat reproduksi pada umumnya terpisah. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba). . Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.

Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis. Contoh: Cypris candida. Adapun pembagian ordo yang termasuk Entomostraca antara lain : a) Branchiopoda Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun zooplankton. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi. udang mengalami ekdisis atau pergantian kulit. Itulah mengenai sistem organ Crustacea (udang). Udang dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun. Cirripedia ada yang . adalah melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan. b) Ostracoda Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton. Codona suburdana c) Cirripedia Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut melekat pada batu atau benda lain. Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh). c. tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena. sedangkan udang yang masih muda mengalami ekdisis dua minggu sekali. bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Entomostraca (udang tingkat rendah) Kelompok Entomostraca umumnya merupakan penyusun zooplankton. Selain itu udang mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Dalam pertumbuhannya. Klasifikasi Crustacea Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan sebagai berikut: 1. Misalnya: udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya.

Salah satu diantaranya adalah Bernakel yang terdapat pada dasar kapal. dorsiventral. Kepala dilengkapui dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak.bersifat parasit. Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo. . Hewan ini mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. c) Decapoda (si kaki sepuluh) Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Contoh: Onicus asellus (kutu perahu) dan Limnoria lignorum. a) Isopoda Tubuh pipih. Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu serta perut (abdomen). Keduanya adalah pengerek kayu. yaitu Isopoda. 2. Stomatopoda dan Decapoda. Cyclops. Contoh: Argulus indicus. Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan protein. segmentasi tubuhnya jelas. b) Stomatopoda Hidup di laut. Contohnya adalah udang. Cara hidup Cirripedia beraneka ragam. Malakostraca (udang tingkat tinggi) Hewan ini kebanyakan hidup di laut. dan merupakan plankton dan parasit. Contoh: Squilla empusa (udang belalang). perahu dan tiang-tiang yang terpancang di. Contoh: Lepas atau Bernakel. bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang mencolok. adapula yang hidup di air tawar. Sacculina d) Copepoda Hidup di air laut dan air tawar. mata dan antena. berkaki sama. Belakang kepala mempunyai karapaks.

Portunus sexdentatus (kepiting) 2. ketam dan rajungan. hidup di air payau. Parathelpusa maculata (yuyu) 4. enak dimakan dan banyak dibudidayakan. Panulirus versicolor (udang karang). hidup di air tawar dan payau. Cambarus virilis (udang air tawar) 4. Neptunus peligicus (rajungan) / Pagurus sp. hidup di air laut dan tidak memiliki kaki catut. Palaemon carcinus (udang sotong)  Ketam 1. Hidup di air tawar. 3. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga hewan si kaki sepuluh. Birgus latro (ketam kenari) Perhatikan gambar berikut ini! . 3. 5.kepiting. Scylla serrata (kepiting) 5. Kepala – dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh karapaks. Beberapa contoh Decapoda berikut uraiannya. Penacus setiferus (udang windu). yaitu:  Udang 1. enak dimakan. 2. Macrobrachium rasenbengi (udang galah). dan beberapa yang hidup di laut.

Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah. misal udang. antara lain: 1) Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi. 2) Parasit pada ikan. Mempunyai spirakel yang terdapat pada . misal kebun dan di bawah batu-batuan. 1 pasang antena dan alat mulut. Gambar Kelompok Malakostraca d. Ostracoda dan Copepoda. Peran Crustacea bagi Kehidupan Manusia Jenis Crustacea yang menguntungkan manusia dalam beberapa hal. misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.  Pada setiap ruas perut terdapat satu pasang atau 2 pasang kaki. 2) Dalam bidang ekologi. Myriapoda Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dans etiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki.  Sistem pernafasan dengan trakea. Ciri-cirinya adalah :  Tubuh bersegmen (beruas) tidak mempunyai dada jadi hanya kepala dan perut. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut).  Pada kepala terdapat 2 kelopak mata tunggal (ocellus).  Susunan saraf tangga tali. lobster dan kepiting. hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan. 3) Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam. kura-kura. Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain: 1) Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda. misal anggota Branchiopoda. 3.

Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta.  Sistem peredaran darah terbuka. Kelas ini sering disebut Sentipede. cacing dan binatang kecil lainnya.  Hidup di darat.  Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. mollusca. sehingga bersifat karnivora. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi. dua kelompok mata tunggal dan mulut. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen. Tiap ruas memiliki satu pasang kaki. terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 – 173 ruas). 1. . cara perkembangbiakan dengan cara bertelur. misal di bawah batu. Kelas Chilopoda Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans Ciri-ciri Chilopoda :  Tubuh agak gepeng. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya.  Alat kelamin jantan dan betina terpisah. yakni: a. humus atau tempat lembab lainnya. kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. dalam tanah. setiap ruas tubuhnya untuk keluar masuknya udara.  Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Klasifikasi (penggolongan Myriapoda) Dalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua kelas.  Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.

satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi. Ciri-ciri Diplopoda :  Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan.  Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang. 4.  Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi. Kelas Diplopoda Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis). dua kelompok mata tunggal.  Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek. Pada ruas ke tujuh.  Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki. Insecta . dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Gambar Contoh Chilopoda b.

kaki untuk berjalan (kumbang tanah). menjilat dan menggigit.  Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari . Ciri-ciri Insecta. rahang depan (maksila). b. usus. mata tunggal (ocellus). kaki untuk memegang (belalang sembah)  Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja.  Alat kelamin terpisah (jantan dan betina). Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah. Satu pasang mata facet (majemuk). lambung.  Kepala dengan: a.  Sistem saraf tangga tali. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium).  Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.  Pada segmen terdapat sepasang kaki. Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. pembuahan internal. kaki untuk meloncat (belalang). Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni: kaki untuk menggali (anjing tanah).mesothorax dan metathorax. tembolok. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya. Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula). Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900. kerongkongan. rektum dan anus. dada dan perut.  Tempat hidup di air tawar dan darat.  Sistem peredaran darah terbuka.  Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax. dan satu pasang antena sebagai alat peraba. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum. antara lain:  Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala. kaki untuk pengumpul serbuk sari (tawon madu). Pada belalang betina. menghisap. kaki untuk berenang (kumbang air).  Alat pencernaan terdiri atas : mulut.

Tipe mulut menggigit. mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. antara lain: 1. Sayap belakang tipis berupa . serangga dibedakan atas dua kelompok. Metamorfosis adalah perubahan bentuk serangga mulai dari larva sampai dewasa. Hemimetabola Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. yaitu: a. ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik. Ordo Archyptera atau Isoptera Ciri-ciri ordo Archyptera yaitu : Metamorfosis tidak sempurna. misal kutu buku (Episma saccharina). Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit. 1. 3) Imago (dewasa). Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus) Ciri-ciri ordo Orthoptera yaitu : memiliki satu pasang sayap. termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya. telur sampai dewasa. sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Berdasarkan metamorfisnya. Adapula serangga yang selama hidupnya tidak pernah mengalami metamorfosis. Dalam daur hidupnya Hemimetabola serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut: 1) Telur 2) Nimfa. Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai) 2. Kedua sayap tipis seperti jaringan. Klsifikasi (penggolongan) Insecta (serangga) Serangga dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami metamorfosis. Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo.

Contohnya: Walang sangit (Leptocorixa acuta). Metamorfosis tidak sempurna. Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum). Gangsir tanah (Gryllotalpa sp). Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan. selaput. Ordo Homoptera (bersayap sama) Ciri-ciri Homoptera yaitu : Tipe mulut mengisap. Bersifat karnivora. Metamorfosis tidak sempurna. Kumbang coklat (Podops vermiculata). Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang. untuk menarik betina atau mengusir saingannya. Larva hidup di air. sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput. Kecoak (Blatta orientalis). Ordo Hemiptera (bersayap setengah) Ciri-ciri Hemiptera yaiu : Mempunyai dua pasang sayap. Jangkrik (Gryllus sp) 3. Kutu busuk (Eimex lectularius). Belalang sembah (Stagmomantis sp). Contoh: Belalang (Dissostura sp). Antenanya pendek. Mempunyai dua pasang .Tipe mulutnya menggigit.Kepinding air (Lethoverus sp) 5. setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar. Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur. Tipe mulut mengunyah. Contohnya: Capung (Aeshna sp) dan Capung besar (Epiophlebia) 4. Tipe mulut menusuk dan mengisap. Ordo Odonata Ciri-ciri Odonata yaitu : Mempunyai dua pasang sayap. Terdapat sepasang mata majemuk yang besar.

yaitu: a. sayap. Ordo Lepidoptera (bersayap sisik) Ciri-ciri ordo Lepidoptera yaitu :Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik. bentuk transparan. Pupa kokon. bagian tubuh pupa terlindung kokon. Wereng hijau (Nephotetix apicalis). yaitu: 1. Metamorfosis sempurna. Kutu daun (Aphid sp) b. Sayap depan dan belakang sama. Contohnya: Tonggeret (Dundubia manifera). Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago. Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar b. kelompok Holometabola ini meliputi 6 ordo. yaitu memiliki siklus hidup: telur – larva – kepompong (pupa) – imago. larva. Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala) Ciri serangga ini adalah mulut menggigit. Kelompok Holometabola Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Contoh: undur-undur – metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur. Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua. Metamorfosis tidak sempurna. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan. Kutu kepala (Pediculushumanus capitis). pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. imago) 2. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan. dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan. . Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya. pupa (kepompong). Wereng coklat (Nilapervata lugens).

Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis). 6. Mengalami metamorfosis sempurna. Contohnya: Pinjal manusia (Pubex irritans). kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat. Pinjal anjing (Ctenocephalus canis). Pinjal kucing (Ctenocephalus felis). Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa. Nyamuk Anopheles. Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang) Ciri-ciri ordo Diptera yaitu : Mempunyai sepasang sayap depan. Sayap depan keras. Tipe mulut menggigit. Nyamuk biasa (Culex natigans). tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elitra. Mempunyai mata tunggal. pakis.3. Metamorfosis sempurna. Tipe mulut mengisap. tipis seperti selaput. Contohnya: . Makanan umumnya madu. Contohnya:- . pinjal pada tikus dapat menularkan kuman pes / sampar. Contohnya: a. sayap belakang seperti selaput. dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter. kelapa sawit dan lain-lain. sagu. membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis. Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala – dada dan perut tidak jelas). Mengalami metamorfosis sempurna. b. Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal) Ciri-ciri ordo Siphonoptera yaitu : Serangga ini tidak bersayap. Tipe mulut menggigit. Kumbang beras (Calandra oryzae) 5. Ordo Hymenoptera (bersayap selaput) Ciri-ciri ordo Hymenoptera yaitu : Mempunyai dua pasang sayap. Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap.Lalat (Musca domestica). Kumbang buas air (Dystisticus marginalis) c. Ordo Coleoptera (bersayap perisai) Ciri-ciri ordo Coleoptera yaitu :Mempunyai dua pasang sayap. Aedes (inang virus demam berdarah) 4.

Kumbang pengisap madu (Xylocopa) biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah .Lebah madu (Apis mellifera).