You are on page 1of 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jika berbicara tentang emansipasi wanita, maka tidak akan lepas
dari kehidupan sosial pada masa penjajahan. Lahirnya emansipasi
wanita diawali dengan terbitnya buku “habis gelap terbitlah terang”
oleh R.A. Kartini, yang menyebabkan pergejolakan pada masa
kolonial. Kemunculan R.A. Kartini yang menjadi pelopor agar wanita
Indonesia diberikan hak dan kebutuhan yang sama dengan kaum pria
yang dimana pendidikan pada saat itu haya boleh diterima oleh kaum
pria, sedangkan kaum wanita hanya dibatasi oleh pekerjaan rumah
seperti, mengasuh anak, mengurus dapur, dan pekerjaan rumah
tangga lainnya. Dapat dilihat dari hal diatas adanya kesenjangan
intelektual diantara suami dan istri dalam hal pendidikan.

Dari hal tersebut terlihat bagaimana Kartini meperjuangkan kaum
wanita dimulai dari pendidikan. Kartini tidak menganggap pekerjaan
sebagai ibu rumah tangga lebih rendah daripada pekerjaan yang
dilakukan oleh kaum pria. Dari bukunya tadi Kartini mendapat
dukungan dari suaminya. Dapat disimpulkan bahwasanya perjuangan
Kartini tidaklah bermaksud untuk menyaingi kaum pria.

Untuk lebih mendalami apa maksud dari uraian diatas, kami
menyajikan beberapa sub bab untuk didiskusikan, yang nantinya kami
harap dari makalah ini kita bisa bertukar pikiran mendiskusikan
makalah ini sebagai sarana mengembangkan pengetahuan kita.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian emansipasi wanita dan nasionalisme?
2. Bagaimana perkembangan emansipasi wanita?

1

kesadara keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai. Sedang nasionalime adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. semangat kebangsaan. mempertahankan. Yang dilakukan Kartini ketika itu juga termasuk wujud nasionalisme seorang Kartini memperjuangkan keinginan kaum wanita pada saat itu agar hak mereka dalam bidang pendidikan disamakan dengan kaum pria. makin menjiwai bangsa Indonesia. 2 . dan mengabadikan identititas. sifat kenasionalan. Jadi jika dikaitkan dengan masalah kaum wanita yang digagas oleh R. Bagaimana perkembangan nasionalisme? BAB II PEMBAHASAN A. dan kekuatan bangsa itu. Pengertian emansipasi wanita dan nasionalisme Menurut KBBI emansipasi ialah pembebasan dari perbudakan. Kartini pada massa itu. emansipasi wanita dan nasionalisme ialah proses pelepasan diri para kaum wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang membatasi kemungkinan berkembang dan maju bagi kaum wanita. kemakmuran. persamaan hak dari berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sebenarnya buah pikiran kartini untuk menjadi pelopor dan menyerukan emansipasi wanita dan bangsa Indonesia deberikan pendidikan sudah terdapat dalam bukunya yang terkenal yakni “habis gelap erbitlah terang” yang dituliskanya 1899-1904.A. integritas.3.

Perkembangan emansipasi wanita Keinginan kaum wanita dalam memperjuangkan keinginannya termuat dalam surat kabar Bintang Hindia sebagai berikut: “Peradaban rokhani perlu bagi gadis Indonesia. mereka juga ingin melakukan perubahan dengang melepaskan adat yang menjadi pengekang kebebasa wanita. 3 . Idealismenya tumbuh dengan pergaulan Kartini dan pemahamannya akan kebudayaan barat yang dipelajarinya dengan sungguh-sungguh untuk menjukkan budayanya sendiri. megapa mereka dibelakangkan oleh kaum lelaki. karena peranan ibu di rumah dalam mendidik anak-anaknya akan berpengaruh besar terhadap perkembangan anan-anaknya di masa mendatang. Kalau ibu menjadi pengasuh utama unntuk anak-anak dan mempunyai pengaruh penting bagi masyarakat kita di kemudian hari. Dengan ini para pemuda harus berpartisipasi untuk mencapai itu semua. keterbelakangan wanita. agar supaya kemudian kalau menjadi seoranng ibu dapat menujukkan anak- anaknya ke arah kemajuan.berisikan tentang kehidupan keluarga. Kunci gerakan emansipasi yang dipelopori Kartini ialah idealisme dan rasa nasionalime yang tinggi terhadap bangsanya. B. adat istiadat. Di kalangan priyai gedhe. dan cita-cita terhadap kebahagiaan bangsanya. Usaha meningkatkan kedudukan dan martabat seorang istri agar kedudukannya sejajar dengan suaminya sepantasnya istri juga mendapatkan pendidikan serupa.

Madiun. Indramayu. Adanya bukti kemajuan wanita dalam bidang pendidikan memiliki dampak yang luas di masyarakat seperti lulusnya Kartini dan menjadi putri pertama yang mendapatkan ijazah kemudian Nn. Pendidikan tidak hanya diutamakan pada kaum pria saja untuk menjadi hakim. Rembang. Sekolah putri swasta didirikan: Kautama Istri di Priyangan. Karena wanita mendapat pendidikan di sekolah dan keluarga maka sudah sewajarnya kaum wanita mendapat pelajaran tingkah laku dan kesusilaan. Jakarta. dll. Wanita di Palembang. Kandau yang lulus ujian dokter dan masih banyak yang lainnya. Sisworini di Solo. pekalongan. Beberapa waktu kemudia wanita Indonesia terbebas dari ikatan adat dan mendapat kebebasan yang diinginkan melaui organisasi wanita. Mardi Putri di Banyuwangi. Darmorini di Blora. Kartini minta “agar bangsa jawa diberikan pendidikan”. jaksa. dan Surabaya dengan bahasa Jawa. Beberapa waktu kemudian cita-cita kartini mulai terealisasikan. kemudian di Semarang didirikan Budi Wanito yang memperjuangkan kemajuan dan emansipasi wanita. Mardi Kenya di Surabaya. guru. Dalam hal ini pendidikan merupakan inti pokok dalam masyarakat Indonesia. Pada tahun 1915 Raden Dewi Sartika (1884- 1974) mendirikan perkumpulan Pengasuh Budidi Badung. sekolah-sekolah putri mulai didirikan dan emansipasi wanita mulai dibicarakan. Di tempat lain didirikan di Malang. Para wanita progresif dari keluarga bangsawan mendirikan surat kabar putri hindia pada tahun 1908 kemudian diikuti oleh majalah 4 . Pada tahun 1912 didirikan sekolah Kartini di Semarang atass dorongan Van Deventer. Bogor degan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar dan di Cirebon. akan tetapi juga diprioritaskan kepada kaum wanita. dan yang lainnya.

Rakyat Indonesia sangat terbelakang. mereka hanya dipekerjakan untuk kepentingan kolonial. Juga di tempat lainseperti di padang pamjang danbukit tinggi didirikan sekolahwanita.bulanan wanita sworo tahun 1912 di pacitan. Perkembangan nasionalisme Berbicara tentang lahirnya nasionalisme Indonesia tidak dapat dilepaskan dari keadaan rakyat sendiri yang sangat memprihatinkan pada masa tanam paksa. Sarekat Islam dan gerakan emansipasi wanita. Baru setelah memasuki abad ke 20. marxisme dan nasionalisme Indonsia. Menurut seorang pengamat nasionalisme George Mc. Pada tahun 1914 kota gadang berdiri kerajinan amai setia yang akan meningkatkan derajat dankehidupan wanita. Pendidikan. Indische Partij. Para analis nasionalis beranggapan bahwa Islam memegang peranan penting dalam pembentukan nasionalisme sebagaimana di Indonesia. C. Dari sebagian bukti-bukti tadi terlihat bahwa idealisme Kartini telah terwujud dan berkembang terus demi kemajuan wanita Indonesia. Sesungguhnya semangat untuk membebaskan diri dari penjajahan telah ada dalam jiwa-jiwa rakyat Indonesia. kesehatan dan kesejahteraan tidak menjadi perhatian utama pemerintah kolonial Belanda. Turman Kahin. Bahkan loyalitas mereka terhadap pemerintahan kolonial tidak mendapatkan balasan yang semestinya. Ikatan universal Islam pada masa perjuangan pertama kali di Indonesia dalam aksi kolektif di pelopori oleh gerakan politik yang dilakukan 5 . Sayangnya pada masa itu belum ada wadah dan penggeraknya yang terorganisir. seperti Budi Utomo. bahwa Islam bukan saja merupakan matarantai yang mengikat tali persatuan melainkan juga merupakan simbol persamaan nasib menetang penjajahan asing dan penindasan yang berasal dari agama lain. Ada tiga pemikiran besar tentang watak nasionalisme Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan yakni paham ke Islaman. Pada tahun 1917 maria walanda maramis mendirikan PIKAT {pecintaan ibu terhadapanak temurun} di manadountuk mendidik kaum wanita dalam keterampilan rumah tangga. berdirilah berbagai organisasi pergerakan.

Seorang wanita harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan kaum laki- 6 .S. Hak ini harus diberikan secara adil dan proposional.Tjokoroaminoto. oleh Syarikat Islam yang berdiri pada awalnya bernama Syarikat Dagang Islam dibawah kepemimpinan H. H.Agus Salim dan Abdoel Moeis telah menjadi organisasi politik pemula yang menjalankan program politik nasional dengan mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat.O. BAB III PENUTUP Kesimpulan Emansipasi wanita ialah persamaan hak yang diberikan kepada kaum wanita tanpa diskriminasi.

Arifin. DAFTAR PUSTAKA Suhartono. Rakyat Indonesia sangat terbelakang waktu itu. Baru setelah memasuki abad ke 20. http://id.wikipedia. 1999 . tidak meremehkan. perempuan diposisikan sebagai kelas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. mereka hanya dipekerjakan untuk kepentingan kolonial. Noor. Sejarah Pergerakan Nasional. tidak mengeksploitasi. apalagi menyiksa. Pada masa itu.org/wiki/Nasionalisme 7 . seperti Budi Utomo. perempuan harus tunduk dalam sebuah budaya yang sangat patriark Bicara tentang lahirnya nasionalisme Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keadaan rakyat sendiri yang sangat memprihatinkan pada masa tanam paksa. kesehatan dan kesejahteraan tidak menjadi perhatian utama pemerintah kolonial Belanda. Pendidikan. 1994. Bandung: Pustaka Setia.laki menghormati serta memperlakukan wanita sebagaimana mestinya. Indische Partij. berdiri berbagai organisasi pergerakan.Ilmu Sosial Dasar. Sarekat Islam dan gerakan emansipasi wanita. Begitulah kondisi gender di era pra emansipasi. Sayangnya pada masa itu belum ada wadah dan penggeraknya yang terorganisir. Sesungguhnya semangat untuk membebaskan diri dari penjajahan telah ada dalam jiwa-jiwa rakyat Indonesia. Sebelum dikenal adanya emansipasi wanita. perempuan terkurung dalam kuatnya budaya yang melarang perempuan bersekolah meraih pendidikan tinggi. Perempuan tidak diperbolehkan sekolah dan memperoleh pendidikan.