You are on page 1of 3

RENCANA TINDAK LANJUT

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT (P2)
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
SUKADANA, 26 - 27 APRIL 2016

Pada hari ini, Selasa, 26 April 2016, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten
Lampung Timur, peserta Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program P2 Tahun 2016
dengan memperhatikan :

1. Pengarahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur
2. Presentasi dari:
 Kabid P2 dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur
 Seksi P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur.
3. Masukan-masukan dalam diskusi selama pertemuan berlangsung.
Menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Untuk meningkatkan capaian ketepatan waktu pelaporan program dari
Puskesmas, maka laporan program P2 diterima oleh Dinkes Kabupaten setiap
tanggal 5 bulan berikutnya.
2. Dikarenakan Pertemuan Koordinasi/Advokasi Filariasis untuk Tingkat
Kabupaten dijadwalkan pada bulan Mei minggu ke-4 dan dilanjutkan dengan
pertemuan tingkat kabupaten yang bertepatan dengan awal bulan Ramadhan,
maka untuk Form PD1C bisa dimulai dari sekarang melalui Lokmin
PKM/Kecaamatan, Namun Tanggal dikosongkan.
3. Semua Puskesmas membuat Peta/Data Desa Endemis Malaria dan
dikirimkan/dilaporkan ke Pengelola Program Malaria Kabupaten.
4. Semua Suspeck Malaria terkonfirmasi RDT / Mikroskop.
5. Semua Kasus Positif Malaria di Konfirmasi Lab (Mikroskop dan RDT)
6. Semua Kasus Positif di Obati ACT
7. MBS pada Triwulan 2 (April 2016) sebanyak 500 suspeck di Labuhan Maringgai
8. Suspeck Malaria terkonfirmasi (Juni 2016) minimal 250 Suspeck
9. Bagi Puskesmas yang sudah e-SISMAL harus mengisi data secara lengkap dan
dikirimkan ke pengelola program malaria Kabupaten sebelum tanggal 5 Bulan
berikutnya melalui email dan Hardcopy.
10. Setiap Kasus Positif Indegeneus harus di PE dan Dilakukan MBS minimal 25
Orang disekitar Penderita.
11. Semua Kasus Positif dicatat di Kartu Penderita Malaria dan diLaporkan Ke P2
(Pengelola Program)
12. Untuk mengetahui jumlah Balita melaiui SUPAS atau dengan perhitungan 10 %
dari jumlah penduduk, sedangkan untuk mengetahui estimasi jumlah Balita
dengan pneumonia untuk Provinsi Lampung yaitu 2,23% dari estimasi jumlah
Balita.
13. Dalam tata laksana kasus pneumonia balita pengobatan masih menggunakan
cotrimoxazol dan amoxyxilin karna masih efktif dan belum ada tanda tanda
resistensi
14. Setiap balita yang datang ke puskesmas dengan keluhan batuk < 2 minggu
harus dilakukan hitung nafas untuk menjaring kasus pneumonia balita sedini
mungkin
15. Puskesmas Mengupayakan penggunaan dana BOK untuk program ispa pada
saat kegiatan care seeking
16. Puskesmas membuat laporan logistik ISPA yang terkini meliputi jumlah dan
jenis logistik yang ada, kondisi logistik, serta kebutuhan dilaporkan ke dinas
kesehatan masing masing paling lambat tanggal 5 mei 2016
17. Petugas yang megikuti pertemuan Monitoring dan Evaluasi pada tanggal 26 –
27 April 2016, akan bertanggung jawab atas pelaporan Program (ISPA) sesuai
dengan yang telah di sepakati.

Demikian kesepakatan ini dibuat untuk ditindak lanjuti oleh semua peserta pertemuan
dan pemangku kepentingan.

Dibuat di : Sukadana
Pada tanggal : 26 April 2016

Peserta Pertemuan
(Daftar terlampir)