You are on page 1of 7

BAB III

METEDOLOGI PENELITIAAN

3.1.Desain penelitiaan

Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan

pendekatan retrospektif.

3.2.Tempat &Waktu penelitiaan

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Indonesia Juni 2014 dengan Melihat data rekam medik pasien

periode 2007 – 2012

3.3 Objek Penelitiaan

Populasi

Populasi penelitiaan ini adalah seluruh pasien yang diperiksa di Laboratorium

Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia Pada tahun

2007 – 2012.

Sampel Penelitiaan

Pada Penelitiaan ini tidak dilakukan dengan pengambilan sampel, sehingga

untuk menjadi subyek penelitiaan adalah pasien yang sekretnya diperiksa di

Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia
3.4 Sumber Data

Data pada penelitiaan ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Rekam

Medik Pasien diLaboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen

Indonesia .

3.5 Defenisi Operasional

NO VARIABEL DEFENISI OPERASIONAL SKALA
1. Jenis Kelamin Adalah perbedaan antara perempuan dengan Nominal

laki-laki secara biologis sejak seseorang lahir
2. Jenis Kuman Kuman yang ditemukan dari sekret yang Ordinal

diperiksa

3.6 Instrumen(Alat) Pengumpulan Data

Instrumen atau alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitiaan

iniberupa lembar berisi data pasien dari rekam medik dan disusun berdasarkan

variable yang akan diteliti

1. Sumber Data
Pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang dikumpulkan

dari rekam medik pasien yang dikirim ke Laboratorium Mikrobiologi Fakultas

Kedokteran Universitas Keristen Indonesia periode tahun 2007 – 2012.
2. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan daftar

isian dimana bakteri yang terdapat padu duh tubuh yang diperiksa dan

membrikan hasil positif pada tahun 2007 – 2012.

3.7 Prosedur Penelitian

Beberapahal yang perlu peneliti siapkan sebelum penelitian yaitu

mempersiapkan prosedur pengumpulan data. Adapun langkah – langkahnya

sebagai berikut:
1. Untuk penelitian kuman yang terdapat pada Duh tubuh pasien yang diperiksa

dilakukan dengan Pewarnaan gram.
A. Persiapan Alat dan Bahan
1. Alat
 Object Glass
 Cover Glass
 Pipet Tetes
 Botol Semprot
 Bunsen
2. Bahan
 Apusan Bakteri
 Zat Warna Gentian Violet
 Iodine
 Alcohol
 Zat Warna Safranin/ Air Fuchsin
 Aquades
 Spiritus
B. Prosedur Pengambilan Spesimen
1. Pasien Laki – laki
 Beri penjelasan lebih dahulu agar pasien tidak perlu merasa takut

saat pengambilan bahan duh tubuh gentalia dengan sengkelit atau

dengan swab berujung kecil
 Bila menggunakan sengkelit, gunakanlah sengkelit steril.
 Masukkan sengkelit/swab ke dalam orifisium uretra eksterna

sampai kedalaman 1-2 cm, putar swab (untuk sengkelit tidak perlu

diputar namun cukup menekan dinding uretra), dan tarik keluar

perlahan-lahan
 Oleskan duh tubuh ke atas kaca obyek yang sudah disiapkan
 Bila tidak tampak duh tubuh uretra dapat dilakukan pengurutan

(milking) oleh pasien.

2. Pasien Perempuan
Pasien perempuan dengan status sudah menikah, dilakukan pemeriksaan

dengan spekulum serta pengambilan spesimen
 Beri penjelasan lebih dulu mengenai pemeriksaan yang akan

dilakukan agar pasien tidak merasa takut
 Bersihkan terlebih dahulu dengan kain kasa yang telah dibasahi

larutan NaCl
 Setiap pengambilan bahan harus menggunakan spekulum steril

(sesuaikan ukuran spekulum dengan riwayat kelahiran per

vaginam), swab atau sengkelit steril
 Masukkan daun spekulum steril dalam keadaan tertutup dengan

posisi tegak/vertikal ke dalam vagina, dan setelah seluruhnya

masuk kemudian putar pelan-pelan sampai daun spekulum dalam

posisi datar/horizontal. Buka spekulum dan dengan bantuan lampu

sorot vagina cari serviks. Kunci spekulum pada posisi itu sehingga

serviks terfiksasi,
 Setelah itu dapat dimulai pemeriksaan serviks, vagina dan

pengambilan spesimen
 Dari serviks: bersihkan daerah endoserviks dengan kasa

steril, kemudian ambil spesimen duh tubuh serviks

dengan sengkelit/ swab Dacron™ steril untuk

pembuatan sediaan hapus, dengan swab Dacron™ yang

lain dibuat sediaan biakan,
 Dari forniks posterior: dengan sengkelit/ swab

Dacron™ steril untuk pembuatan sediaan basah, dan

lakukan tes amin
 Dari dinding vagina: dengan kapas lidi/ sengkelit steril

untuk sediaan hapus,
 Dari uretra: dengan sengkelit steril untuk sediaan hapus
 Cara melepaskan spekulum: kunci spekulum dilepaskan, sehingga

spekulum dalam posisi tertutup, putar spekulum 900 sehingga daun

spekulum dalam posisi tegak, dan keluarkan spekulum perlahan-

lahan.

Pada pasien perempuan berstatus belum menikah tidak dilakukan

pemeriksaan dengan spekulum, karena akan merusak selaput daranya

sehingga bahan pemeriksaan hanya diambil dengan sengkelit steril dari

vagina dan uretra. Untuk pasien perempuan yang beum menikah namun

sudah aktif berhubungan seksual, diperlukan informed consent sebelum

melakukan pemeriksaan dengan spekulum. Namun bila pasien menolak

pemeriksaan dengan spekulum, pasien ditangani menggunakan bagan

alur tanpa spekulum.
3. Pewarnaan Gram
 Persiapkan Apusan bakteri yang telah dibuat pada tahap

sebelumnya;
 Teteskan 1 tetes Zat Warna I (Gentian Violet) ke atas area

apusan, biarkan selama 20 detik;
 Cuci perlahan dengan menggunakan air aquades, biarkan 2 detik;
 Teteskan 1 tetes Larutan Iodine ke atas apusan, biarkan 30 detik

s.d. 1 menit;
 Cuci dengan Alcohol, hingga larutan yang mengalir sudah tidak

berwarna (sekitar 10 – 20 detik);
 Cuci perlahan dengan menggunakan air aquades, biarkan selama 2

detik;
 Teteskan 1 tetes Zat Warna II (Safranin/ Air Fuchsin), biarkan

selama 20 detik;
 Cuci perlahan dengan menggunakan air aquades, biarkan selama

2 detik;
 Keringkan di suhu ruang;
 Amati di atas mikroskop dengan perbesar 100 x Objektif, dengan

bantuan minyak imersi;