Syarat-syarat Busana Muslimah

“Hai Nabi, Katakan kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita mukmin untuk
mengulurkan jubah (jilbab)nya ke seluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Islam telah memberikan tuntunan dalam hal pakaian bagi muslimah. Para ulama telah menetapkan
syarat-syarat (penutup) dimana wanita muslimah harus memakainya di depan pria non-mahram pada
dalil dalam Al Quran dan Sunnah.

Adapun syarat-syarat bagi pakaian muslimah adalah sebagaimana yang dijelaskan sebagai berikut ini:
1.Harus menutup seluruh tubuhnya Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: “Hai Nabi, Katakan kepada istri-
istrimu dan anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita mukmin untuk mengulurkan jubah (jilbab)nya ke
seluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak
diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Ayat ini secara jelas menyatakan
bahwa adalah merupakan suatu kewajiban untuk menutup seluruh kecantikan dan perhiasan wanita dan
tidak menampakkannya kepada laki-laki yang bukan mahramnya (“asing”) kecuali yang muncul secara
tak disengaja, dimana pada kasus ini tidak ada dosa terhadap mereka jika mereka segera menutupnya.
Al-Hafiz ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya: Ini berarti bahwa mereka tidak boleh menampakkan
perhiasannya kepada yang bukan mahramnya, kecuali yang tidak mungkin untuk disembunyikan. Ibnu
Mas’ud berkata: seperti jubah dan jilbab, yang biasa digunakan oleh Wanita Arab, sejenis pakaian luar
yang menutup apapun yang dipakai wanita, kecuali apapun yang terlihat dari bagian dalam pakaian luar.
Tidak berdosa bagi seorang wanita dalam hal ini sebab sulit untuk menyembunyikannya.

2.Bukan merupakan perhiasan dalam dan dari pakaian itu sendiri Allah Allah Subhanahu Wata’ala
berfirman: “… dan janganlah menampakkan perhiasannya …” [an-Nur 24:31]. Makna umum dari kalimat
ini termasuk pakaian luar, sebab apabila ia berhias maka akan menarik perhatian laki-laki terhadapnya.
Hal ini didukung oleh ayat dalam Surah Al Ahzab: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah
kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu”[al-Ahzaab 33:33]. Hal ini juga
didukung oleh hadits dimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “ada tiga, jangan
menanyakan tentang mereka kepadaku: seorang laki-laki yang meninggalkan jama’ah, tidak menuruti
pemimpinnya dan mati dalam ketidaktundukan; seorang budak wanita atau pria yang melarikan diri
kemudian meninggal; dan wanita yang suaminya tidak ada dan meninggalkannya, dan setelah suaminya
pergi ia membuat memamerkan dirinya. Jangan tanya tentang mereka.” (Diceritakan oleh by al-Haakim,
1/119; Ahmad, 6/19; dari hadits Faddaalah bint ‘Ubayd. Isnaadnya shahih dan ada dalam al-Adab al-
Mufrad).

3. Harus tebal dan tidak transparan atau “tembus pandang” Karena pakaian yang transparan tidak dapat
menutup dengan sempurna. Pakaian transparan atau tembus pandang menjadikan wanita lebih menarik
dan cantik. Dengan mempertimbangkan hal ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Pada
akhir zaman di antara ummatku akan ada wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, dengan sesuatu
di kepalanya seperti punuk unta. Kutuklah mereka, karena mereka terkutuk.” Hadits lain
menambahkan:”Mereka tidak akan masuk ke surga, meskipun baunya dapat tercium dari jarak begini dan
begini.” (Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah). Ibnu ‘Abd al-Barr berkata: apa yang dimaksudkan
oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah wanita yang memakai pakaian yang terbuat dari
bahan kain yang terang yang tidak menutup. Mereka berpakaian dalam nama tetapi telanjang pada
realitasnya. Ditransmisi oleh al-Suyuti di Tanweer al-Hawaalik, 3/103.

4. Harus longgar, tidak ketat sehingga membentuk bagian tubuh Kegunaan pakaian adalah untuk
mencegah fitnah (godaan), dan ini hanya dapat dicapai jika pakaian tersebut lebar dan longgar. Pakaian-
pakaian yang ketat, bahkan walaupun pakaian tersebut menyembunyikan warna kulit, akan tetapi tetap

” Ia (Abu Hurairah) berkata.menunjukkan ukuran dan bentuk tubuh atau bagian tubuh. “Ya.’” Hadis-hadis ini pengertiannya umum. “Kembalilah dan cucilah dirimu. Ia berkata.” Ia (Abu Hurairah) berkata.” (3). Jadi pakaian harus lebar.” (4). Alasan terhadap larangan/penghalang ini cukup jelas. Tidak menyerupai pakaian laki-laki Disebutkan dalam sahih bahwa seorang wanita yang menyerupai laki-laki dalam berpakaian atau dalam hal lain adalah terkutuk. Usaamah ibn Zaid berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberiku sebuah kain Mesir tebal yang merupakan salah satu hadiah yang diberikan kepada beliau oleh Duhyat al-Kalbi. “Saya memberikannya kepada istri saya untuk dipakai. sebab dupa tersebut digunakan secara khusus sebagai parfum untuk pakaian. janganlah ia shalat Isya dengan kami. karena saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Apabila seorang wanita menuju ke masjid dan wanginya tercium. sebab hal ini dapat mengakibatkan dorongan bagi laki-laki. dan saya memberikannya kepada istri saya untuk dipakai. “Ya. jangan ia menyentuh parfum. Tidak menggunakan parfum dengan bakhoor atau harum-haruman Ada banyak hadits yang melarang kaum wanita untuk memakai parfum setiap keluar dari rumah-rumahnya. seperti pakaian yang indah.” (2). Beliau berkata. ‘Mengapa saya tidak melihat kamu memakai kain Mesir itu?’ Saya berkata.” Menurut riwayat lain: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. 2/279). Musa ibnu Tassar mengatakan bahwa seorang wanita dilewati oleh Abu Hurairah dan wanginya tercium. Ibnu ‘Abbaas berkata: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengutuk laki-laki yang bersifat seperti wanita dan wanita yang bersikap seperti laki-laki. Ibn Daqeeq al-‘Ied mengatakan: Hal ini menunjukkan bahwa hal tersebut dilarang bagi wanita yang ingin pergi ke masjid untuk memakai parfum. dengan isnad hasan). Berikut ini adalah beberapa hadits yang kami ketahui: (1). apakah kamu akan ke masjid?” Ia (wanita itu) berkata. Allah tidak akan menerima shalat apapun dari dia hingga ia pulang ke rumahnya dan mencuci dirinya. (Lihat Fathul Baari. dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.’” Beliau bersabda: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengeluarkan Begini dan begini.” (2). Para ulama juga memasukkan hal-hal lain yang harus dihindari oleh wanita yang ingin pergi ke masjid. ‘Abdullah ibnu ‘Amr berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Ada tiga orang yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak . dalam komentar pada hadits pertama Abu Hurairah di atas. Abu Musa al-Ash’ari mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan: “Siapa saja wanita yang memakai parfum kemudian melewati sekelompok orang sehingga mereka mencium baunya.” Hal ini disebutkan oleh al-Manaawi in Fayd al-Qadir. “Hai wanita budak al- Jabbaar. “Dan apakah kamu memakai parfum karenanya?” Ia (wanita itu) berkata. adalah pelacur. terutama pada hadits ketiga. ‘Abdullah ibnu ‘Amr berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Mereka bukan bagian dari kami. dimana bakhoor (dupa) disebutkan. Bukan hanya sebagai penghalang untuk memakai parfum di tubuh. 6. Di sini kami akan mengemukakan beberapa hadits yang mempunyai isnad sahih.” (3). Beliau bersabda:. akan tetapi juga menghalangi parfum untuk digunakan pada pakaian. dimana wangi/bau harum wanita tersebut dapat mengakibatkan dorongan-dorongan keinginan yang tidak sepantasnya. dan oleh Ahmad dan al-Bayhaqi. sebab saya khawatir itu akan menggambarkan ukuran tulang-tulangnya. wanita-wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai wanita. dan ‘Umar mengeluarkab Begini dan begini. ‘Beritahukan kepadanya untuk memakai sebuah gaun di bawahnya.” Beliau berkata. perhiasan yang dapat dilihat.: (1). Zainab al- Thaqafiyyah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian (wanita) keluar ke masjid. Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Setiap wanita yang mengharumkan dirinya dengan bakhoor (dupa).’” (Diriwayatkan oleh al-Diyaa’ al-Maqdisi dalam al-Ahaadith al-Mukhtaarah. 1/442. ornamen/perhiasan yang berlebih-lebihan dan bercampur dengan laki-laki. 5. ‘Keluarkan mereka rumah-rumahmu. Abu Hurairah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengutuk laki-laki yang memakai pakaian wanita.” (4). dan menimbulkan gairah imajinasi dalam pikiran pria.

’” Wallahu Ta’ala A’lam. Dapatkah ia (laki-laki itu) memotong rambutnya (budak wanita) menjadi pendek? Ia berkata. tidak boleh menyerupai atau meniru orang kafir dalam ibadah. Ini adalah satu di antara sebab-sebab kemunduran dan kelemahan Muslim. ‘Jangan memakaikannya dengan pakaian laki-laki.” 7. Allaah tidak akan merubah nasib sebuah kaum selama mereka tidak merubahnya sendiri…” [Ar-Ra’d (13):11]. di dalam Masaa’il al-Imaam Ahmad (hal. laki-laki dan perempuan sama. 8. Tidak. Dia berkata.akan melihat mereka pada Hari Kebangkitan: seseorang yang tidak patuh kepada orang tuanya. festival-festival atau berpakaian yang khusus untuk mereka. sayangnya. yang digabungkan dengan kebiasaan dan tingkah hidup modern orang-orang kafir Eropa. wanita yang menyerupai laki-laki. . Bagaimana jika untuk kecantikan? Ia berkata.” (5). Hal ini biasanya juga termasuk pada pakaian dan hal-hal lain.’” Hadits-hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa bagi wanita dilarang untuk menyerupai laki-laki dan sebaliknya. Hal ini merupakan prinsip keislaman yang penting dimana saat ini. kecuali hadits pertama yang disebutkan di atas. diabaikan oleh kebanyakan Muslim. kecuali jika memakainya untuk berwudhu’. dimana hanya menyebutkan pakaian saja. “…Sungguh.” Abu Dawud berkata: “Saya mengatakan kepada Ahmad. maka Allah akan memakaikannya pakaian dari neraka pada Hari Kebangktan. atau karena mereka mengikuti tingkah laku dan keinginan mereka. 261): “Saya mendengar Ahmad ditanya tentang seorang laki-laki yang memakaikan budak wanitanya dengan sebuah jubah. Saya berkata. bahkan oleh mereka yang merasa peduli terhadap Islam dan mengajak orang lain kepada Islam. dimana hal tersebut memungkinkan orang luar untuk menguasai dan menjajah mereka. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir Telah disebutkan dalam Syari’at bahwa Muslim. Tidak. Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran dan kesombongan Ibn ‘Umar (rahimahullah) berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Siapapun yang memakai pakaian ketenaran dan kesombongan di dunia ini. dan the duyooth (suami yang istrinya tidak setia. pria lemah yang tidak merasa cemburu terhadap istrinya). dan itu akan membakar sekelilingnya. Hal yang sama juga terlihat pada ketidakpedulian mereka terhadap agamanya. Tidak. Dapatkah ia memberikan sandal pria perjaka untuk dipakai? Ia berkata. jangan menjadikannya seperti laki-laki. atau karena penyimpangan. Abu Dawud berkata. Ibn Abi Maleekah – yang namanya adalah ‘Abdullah ibnu ‘Ubayd-Allaah – berkata: “Dikatakan kepada Aisyah Radiyallhahu ‘Anha ‘Bagaimana jika seorang wanita memakai sandal pria?’ Beliau berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengutuk wanita yang berperilaku seperti pria. Saya berkata.