TUGAS KEWIRAUSAHAAN

PRODUK KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH
BERUPA
TAS DARI KAIN PERCA

Kelompok :

SMK NEGERI 2 SUMEDANG
2016

Misi  Mengembangkan serta ikut mendukung kelancaran ekonomi masyarakat. misi dan tujuan Visi  Menjadi sebuah usaha yang terkemuka dibidang kerajinan tangan. ataupun produk-produk yang lain.  Agar bisa dinikmati oleh masyarakat luar. Deskripsi umum Kain perca merupakan sisa kain dari proses penjahitan. Sepintas kain sisa ini adalah kain yang tidak memiliki manfaat.  Menggunakan bahan bak yang baik dan bermutu tinggi  Menggunakan peralatan yang aman . Usaha ini bergerak dalam bidang industri rumah tangga. Visi. tapi sebenarnya sisa kain ini dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang berguna.Deskripsi perusahaan 1. sarung bantal. Kain perca ini dapat dimanfaatkan menjadi barang-barang kerajinan tangan seperti tas. dan menjadikan produk menebus pasar lokal sehingga dikenal oleh masyarakat. pada dasarnya didirikan bertujuan untuk mencari keuntungan serta untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen akan suatu produk yang berkualitas dan bermutu. Sedangkan penciptaan kualitas dan mutu yang baik dengan biaya yang rendah adalah syarat utama jika menginginkan keuntungan yang terus meningkat 2. Daripada terbuang menjadi sampah lebih baik digunakan sebagai barang yang lebih berguna.

Dapat memasarkan produk kerajinan tangan dari kain perca ini dengan baik. Jenis usaha Bisnis ini termasuk dalam bidang industri rumah tangga yakni mendaur ulang limbah menjadi suatu produk yang lebih bermanfaat dan menghasilkan berupa : Produksi tas kain perca 4. 3. 2. khususnya kepada ibu-ibu rumah tangga. Dapat melakukan usaha kerajinan tangan dari kain perca dengan baik dan memberikan manfaat yang besar kepada konsumen. 3. Produk yang dihasilkan Tas dari kain perca . Tujuan 1. Dapat menjaga kelangsungan usaha dan mengembangkannya.

Rencana pemasaran pemasarannya dengan membuat brosur untuk mencari agen yang mau menjualnya. dengan inovasi dan kreasi design motifnya. kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku dipasaran. Harga Saya berusaha memberikan harga yang relative murah agar bisa diperoleh masyarakat terutama menengah ke bawah.  Memiliki etos kerja yang baik.  Bahan material terbaik dan memiliki kualitas tinggi. Dengan ini. Kondisi pasar Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama. 3. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 1. Yaitu. Gambaran Lingkungan usaha Perusahaan kami menargetkan pelanggan diantaranya Anak anak Remaja hingga Orang dewasa yang tertarik untuk membeli produk kami. memang sudah cukup banyak. serta mempromosikan dan mengiklankan di blog dan jejaring sosial 2.  Menjual produk untuk semua kalangan . Tetapi. mini market. Mempromosikan dengan membuat pamphlet. Oleh karena itu saya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar. Seperti siswa/mahasiswa yang menjual disekolah sekolah atau kampus sebelum dipasarkan secara lebih luas lagi Strategi Pasar Produk Produk yang dibuat merupakan produk umum yang ada pada masyarakat. brosur-brosur. dan sesuai dengan permintaan konsumen barang yang di pesan. Analisis SWOT Strength (Kekuatan)  Kami menawarkan produk yang dipadukan dengan unsur keindahan. Pemasaran dilakukan disekitar Sumedang-Bandung dan sekitarnya hingga luar daerah. kami menyiasatinya dengan inovasi berbeda dari produk-produk yang sudah ada. Produk kain perca ini rencananya akan di pasarkan di tempat-tempat atau pasar. sehingga akan ada banyak yang membantu untuk mengembangkan usaha ini.

Treat (Ancaman)  Cara pembuatan yang sulit membutuhkan tenaga kerja yang ahli di bidangnya yang semakin sulit untuk didapatkan pula karena minimnya sumber daya manusia yang berminat untuk mempelajari teknik pembuatan keset kaki dari kain perca. Weakness (Kelemahan)  Bahan yang digunakan mudah kotor. sehingga mempunyai peluang yang besar untuk sukses dipasaran.  Produk mudah ditiru.  Produk mudah ditiru. Opportunity (Peluang)  Tas yang dibuat memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh pengrajin Tas lainnya. .

karena tempatnya dekat dengan daerah pemasaran. Tas tangan  Pertama kain perca dikelompokkan lebarnya. Proses produksi Dalam proses produksi usaha ini diantaranya :  Menyiapkan bahan yang akan digunakan  Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan  Memulai proses pengerjaan  Membersihkan hasil pekerjaan agar lebih baik (finishing).  Setelah itu.  Letakkan busa angin di atas kain tadi. yaitu disekitar kampus-kampus. lalu gunting sesuai dengan pola (kotal 30 x 40 cm) dan sisakan 2 cm untuk lipatan. 2. dan mini market yang dekat dengan lokasi usaha tersebut. selanjutnya jahit demi menyatukan kain perca yang telah dipotong tadi. . Kami memilih lokasi tersebut. kemudian sambunglag dengan cara dijahit. dll) 3. Deskripsi lokasi usaha ReCycle Prima berlokasi di jalan ……………………………………………………. ASPEK PRODUKSI 1. Kebutuhan bahan baku  Kain sisa/Perca  Kain Blacu  Flanel Motif 4. pita. Fasilitas dan peralatan produksi  Benang  Gunting  Mesin jahit  Jarum jahit  Busa Angin yang tipis. Kebutuhan tenaga kerja Di butuhkan tenaga kerja sebanyak 3 orang 5. untuk bagian dalam  Resliting  Aplikasi tas (Kancing. perca akan menjadi kain lebar dan lembaran..

sebelumnya lakukanlah dengan cara yang sama dengan cara membuat tas.  Langkah terakhir dalam cara membuat tas tangan dari kain perca ini ialah dengan memasang resliting ataupun mengaplikasikan benda-benda lain. 6. Gunakanlah 2 helai tali dengan lebar 10 cm dan panjang 100 cm yang dijahit terlebih dahulu. Namun. sebanyak 2 buah. buat terlebih dahulu tas menggunakan kain blacu. seperti kancing dan pita. Biaya Produksi Nama Produk : Tas Perca Waktu Produksi : 1 Bulan Jumlah Produk yang dihasilkan : 9 Buah . serta ditambah dengan keuntungan. Biaya Produksi Penetapan harga produk ditentukan setelah mengakulasi seluruh biaya-biaya. kemudian pasangkan pada tas. Tas jinjing  Membuat tas menggunakan kain perca ini pertama dengan menggabungkan kain perca satu demi satu dengan kreasi sebebas anda. untuk hasil yang lebih maksimal usahakan membuat warnanya menjadi lebih kontras. dengan kira-kira 5 x 15 cm. Kapasitas Produksi Estimasi produk yang bisa dihasilkan tiap pekerja 3-4 unit 7. Dan lapisi dengan busa angin kemudian pasangankan tas. Buat tali dari kain perca yang disatukan tersebut.  Lanjutka kembali dengan memotong kain blacu untuk tas.  Selanjutnya.  Lalu pasang aplikasi dari perca untuk bagian depan tas. Langkanya ialah dengan:  Memotong kain blacu dengan lebar 50 cm dan panjang 100 cm  Jahit kain dengan membentuk kantong dengan ukuran 50 x 50 cm  Rapikan jahitan bagian pojok bagian bawah kanan dan kiri  Pasang pada bagian dalam tas.

240.Benang rajut 20 Gulung Rp.000 Biaya produksi Total biaya Rp.000 Rp.000 /produk Harga jual = HPP + Keuntungan = Rp.000 . 25.000 Rp. 25.000 = Rp.Kain furing 2x2 meter Rp.000 Rp. 291.Pemimpin 1 orang Rp. 25.8 => Rp.000 .000 + Rp.550 /produk => Rp.Jarum jahit 1 set Rp. 290. 14. 1. 291.Biaya angkut 1x Rp..Resleting 9 Buah Rp.Pengrajin 3 orang Rp.000.000 . 14. 12.000 Rp.000 (poliester) . 1.000 Rp.777. 1.000 Teanaga kerja . 12. 1.500. 291.Jarum rajut 4 buah Rp. 3.000 JUMLAH PRODUK 9 5 Keuntungan yang ingin diperoleh : 5% = 100 Rp. 2.000 Overhead . 12.Pengait tas 9 pasang Rp. 3. 500..000 BIAYA PRODUKSI 2.617. 14. 4.000 Rp.000 .000 HP P= = = Rp.Benang jahit 1 Gulung Rp./produk .000 .000.000 . JUMLAH HARGA SATUAN BIAYA Bahan baku . 1. 305.000 Rp. 36.000 Rp. 750.000 Rp. 750.= Rp. 27.500 Rp.617 .

Organisasi usaha adalah kelompok proyek. dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dan target penjualan.000 . Penyusunan struktur dan pembagian kerja dimusyawarahkan dengan semua anggota kelompok. tahap kedua. Biaya Investasi Biaya investasi merupakan jenis modal atau kebutuhan yang harus dikeluarkan pada saat dimulainya usaha dan dipergunakan untuk jangka panjang.000. dan ancaman (Treats) dari produk kerajinan yang telah dibuat.500. dan tahap ketiga. Biaya Operasional Meja 100. Biaya Pra Investasi Biaya Pra Investasi merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebelum melakukan kegiatan produksi/pembuatan produk Usaha “ReCycle Prima” .000 Kursi 250.  Tahap 1 Adalah persiapan organisasi dan perencanaan produksi. Tahapan Pelaksanaan Tahapan pelaksanaan secara umum terbagi atas 3 tahap. Diantaranya biaya tersebut sebagai berikut : No Biaya Pra Investasi Biaya/bulan Keterangan . (Rp) 1. Tanah/Bangunan 1.000 Laptop/ PC 1. proses pemasaran dan distribusi. yang digunakan untuk memperlancar kegiatan produksi Usaha “ReCycle Prima”.000 Sewa Total 1. Proses evaluasi dapat menggunakan metode analisis SWOT yaitu dengan cara menguraikan kekuatan (Strenght).000 Total 1. proses produksi.000 C. serta pasar sasaran. Melakukan produksi kerajinan dari limbah dengan jumlah sesuai kesepakatan.  Tahap 2 Adalah produksi hingga penjualan. ASPEK KEUANGAN A.500.  Tahap 3 Adalah evaluasi. B. Perencanaan produksi dapat disesuaikan dengan perkembagan yang ada.350. Peluang (Opportunities). Dalam aspek keuangan ini Usaha “ReCycle Prima” akan memberi rincian mengenai Biaya investasi dalam Usaha “G ReCycle Prima” diantaranya sebagai berikut : No Keterangan Biaya-biaya Total Biaya (Rp) . 1. yaitu tahap pertama. kelemahan (Weakness).

000.000 5.000 Kain furing 25. Biaya Pengadaan Barang Benang rajut (poliester) 240. Administrasi dan Umum Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas kegiatan pemasaran produk sedangkan biaya administrasi dan umum adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran produk.D. Sumber Pembiayaan Dana dan Penggunaan Dana Dalam menjalankan Usaha “ReCycle Prima perlu mempertimbangkan banyak hal salah satunya adalah pertimbangan mengenai sumber pembiayaan dan penggunaan dana yang diperlukan dalam Usaha “ReCycle Prima” Sumber pembiayaan dana dapat diartikan sebagai modal bersih yang dikeluarkan dalam membuka suatu usaha sedangkan penggunaan dana adalah semua modal usaha yang dikeluarkan atau digunakan dalam aktivitas Usaha “ReCycle Prima” Sumber pembiayaan dana dalam Usaha “ReCycle Prima” berasal dari sumber intern dan sumber ekstern. Biaya Pelayanan Nota 100.- 1. Berikut rincian mengenai biaya pemasaran.000. 1. Namun kedepannya kami berharap mendapat dana dari para investor yang peduli dan mau mengembangkan Usaha “ReCycle Prima” .000 Biaya Distribusi 350.979.000 1.000 3.000 2.000 Pengait Tas 36.000 Resleting 27.000 1. 500.  Sumber pembiayaan dana intern dan ekstern Sumber Pembiayaan Intern Pembiayaan ini diperoleh dari modal pribadi sebesar Rp.000. 1. Biaya Tenaga Kerja Biaya Gaji Pemimpin @ Rp. Biaya Administrasi Biaya Alat Tulis dan Kantor 500.829.000 E. Sumber Pembiayaan Ekstern Untuk sementara ini usaha ini belum membutuhkan pembiayaan ekstern karena pembiayaan internl sudah mencukupi.000 Total 3. Biaya Pemasaran Biaya Promosi 200. administrasi dan umum dalam Usaha “ReCycle Prima” No Keterangan Biaya-biaya Total Biaya (Rp) .000 Biaya Gaji Pengrajin @ Rp.000 Benang Jahit 1. 6.500. Biaya Pemasaran.000 4.

925.450. Biaya Investasi 1. Dalam menjalankan suatu usaha harus mempertimbangkan dan memperhitungkan proyeksi rugi/laba yang berisi informasi darimana memperoleh pendapatan dan beban-beban yang harus ditanggung oleh pelaku usaha dalam periode tertentu.000 Beban-beban Beban angkut barang jadi Rp. 25.000 2. Biaya Pra Investasi 1. 2.000 Rp.500.500.000 + Total Beban-beban Rp.000 Beban Gaji Pemimpin Beban Gaji Pengrajin Rp. sedangkan Laba adalah keuntungan yang diperoleh oleh pelaku usaha pada saat menjalankan usahanya. Biaya Pemasaran.000 F.000 Beban Promosi Rp. 200.” ReCycle Prima “ LAPORAN RUGI/LABA Periode 30 Januari 2016 Pendapatan 9 buah X 30 Hari X @ Rp.000 Total 6.000 Beban Listrik Rp. Rp. Penggunaan Dana No Penggunaan Dana Biaya (Rp) .000 3.525.000 305. 350.000 . 27. 1.000 Beban peralatan Beban Promosi Rp.000 Beban Distribusi Rp.000 - Jumlah Laba per bulan Rp. pelaku usaha harus siap menghadapi situasi dimana perusahaan mengalami rugi/laba.829. Administrasi dan Umum 3. Proyeksi Rugi Laba Dalam setiap usaha.000 Rp.500.000. 1.000.350. Berikut rincian proyeksi rugi/laba Usaha “ReCycle Prima”: UD. 6. 1.000 Sewa Tanah/Bangunan Rp. 200. Rugi merupakan suatu resiko yang harus ditanggung oleh pelaku usaha karena dalam menjalankan ushanya tidak memperoleh keuntungan. 20. 1.979. 150.

000.000.. Beban = Rp 6..000. “ReCycle Prima” LAPORAN ARUS KAS Periode 30 Januari 2016 Arus kas masuk 1._ Arus kas bersih =Rp 20.925.450. + Total Arus kas keluar = Rp 6.525.925.- ..G. Proyeksi Aliran Kas UD.450.000.000 Arus kas keluar 1. Penjualan tunai = Rp 27. + Total arus kas masuk = Rp 27.

dan terancam bangkrut. Karena apabila kualitas produk Tas dari kain perca kami tidak kami tingkatkan kemungkinan besar usaha ini tidak akan maju. agar para peminat dan konsumen puas atas produk Tas dari kain perca yang kami buat. Kami sadar bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang pesat tapi kami akan terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha ini. B. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang–orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. kami tidak akan membiarkan usaha ini berjalan secara mendatar. PENUTUP Sebagai wirausahawan yang baik. KESIMPULAN Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. . Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas pekerjaan kami.