You are on page 1of 127

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DENGAN

PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI PEMUKIMAN NELAYAN

KELURAHAN BANDENGAN KECAMATAN KOTA KENDAL

SKRIPSI

Disusun sebagai salah satu syarat

Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

oleh

Rifka Charisa Devi

3201411179

JURUSAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2016

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skipsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang Panitia Ujian
Skripsi Fakultas Ilmu Sosial UNNES pada :

Hari : Selasa

Tanggal : 15 Desember 2015

Semarang, 15 Desember 2015
Mengetahui,
Dosen Pembimbing

Dr. Ir. Ananto Aji, M.S
NIP. 19630527 1988111 001

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas
Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada:

Hari : Senin

Tanggal : 28 Desember 2015

iii

Semarang. PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. bukan jiplakan dari karya tulisan orang lain. 3201411179 iv . Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat di dalam skripsi ini dikutip dan dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Desember 2015 Rifka Charisa Devi NIM. baik sebagian atau seluruhnya.

Alwi. (Jessica Jung) 3. 3. Semua pihak yang membantu hingga selesainya skripsi ini. Kedua orang tua ku. (Kagome “Inuyasha”) 2. 4. 5. chase your dreams and hopefully you will have a golden sky on your own”. and follow your heart. “Anything is possible. “Cintai kebersihan lingkungan anda seperti anda mencintai diri anda sendiri”. maka butuh keduanya untuk melihat pelangi”. Bapak Ja’far Shodiq dan Ibu Hayat Restiningsih serta ketiga adikku tercinta. terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang diberikan. serta Symphony FIS Choir. (Anonim) PERSEMBAHAN Skripsi ini ku persembahkan untuk : 1. PPL SNEIKA 2014 dan Jaico atas pengalamannya. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Bapak dan Ibu dosen Jurusan Geografi UNNES. So never give up. dreams to come true. 2. Sahabat Geografi angkatan 2011 terima kasih atas dukungan dan motivasinya. Shofia atas segala doa dan dukungannya. “Bila kegagalan itu bagai hujan dan keberhasilan bagaikan matahari. semoga Allah SWT menjadikan berkah dan manfaat atas ilmunya. Fahmi. Almamater ku. MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO 1. v .

Hum. Dr.S. Staf Tata Usaha. Dr. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Tjaturahono Budi Sanjoto.. Dr. Ir. serta seluruh karyawan di lingkungan Jurusan Geografi. MA. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan Tingkat Pendidikan Masyarakat Dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Di Pemukiman Nelayan Desa Bandengan Kecamatan Kota Kendal” Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa motivasi dan bantuan dari berbagai pihak. Drs. 4. Ketua Jurusan Geografi. 3.. Para Dosen Jurusan Geografi atas ilmu yang telah diberikan selama menempuh studi di Jurusan Geografi. Solehatul Mustofa. Perpustakaan Jurusan Geografi. Rektor Universitas Negeri Semarang. segala arahan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini. Prof.Si. Dr. Fathur Rohman. Laboratorium. M. 2. Tata Usaha Fakultas Ilmu Sosial. Penguji I dan penguji II yang telah membimbing dan mengarahkan dalam penyelesaian skripsi ini.. 7. 5.. Moh. Erni Suharini.Si. Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES. 6. vi . Dosen Pembimbing atas waktu. Satyanta Parman. M. MT. M. Ananto Aji. KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. M. dan Drs.

9. dan ketiga adikku tercinta atas dukungan dan doa serta kasih sayangnya. serta atas pengalaman studi yang menyenangkan. yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung. Nurul Safarida. 10. Yuvita Della. Nur Azizah dan teman-teman Jurusan Geografi 2011 yang membantu penyelesaian skripsi. Semarang. 11. Bapak. Ibu. Berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis sadar bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca terutama bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian di bidang Geografi. 8. Januari 2016 Penyusun vii . Kepala Kelurahan dan keluarga besar Desa Bandengan yang telah membantu ijin dalam penelitian diwilayah penelitian skripsi ini.

Pertumbuhan penduduk yang semakin banyak serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjadi penyebab terjadinya pertambahan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya Perilau masyarakat dalam pengelolaan sampah didasari oleh pengetahuan yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Rifka Charisa. Kata Kunci: Tingkat Pendidikan. M. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat berdasarkan tingkatan pendidikan. Variabel penelitian ini adalah tingkat pendidikan baik pendidikan formal maupun nonformal dan perilaku pengelolaan sampah. Perilaku Pengelolaan Sampah. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Pengelolaan Sampah di Pemukiman Nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. Pemukiman Nelayan. Perilaku pengelolaan sampah di Kelurahan Bandengan tergolong rendah yaitu sebesar 51. Karena rxy > rtabel (0. dan metode dokumentasi dengan analisis data menggunakan metode deskriptif persentase dan korelasi product moment.S. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui tingkat pendidikan di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. metode kuesioner. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode observasi.195. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. viii . Masyarakat perlu lebih meningkatkan kepedulian mengenai masalah sampah yang dihasilkan oleh tiap-tiap rumah tangga. Ir. khususnya dalam pengelolaan sampah. Pembimbing Dr. 2015. tahun sukses pendidikan maupun tingkat pendidikan nonformal. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Bandengan termasuk dalam kriteria rendah. 114 halaman. sungai karena dapat menimbulkan bau busuk. sedangkan tingkat pengetahuan pengelolaan sampah sudah termasuk dalam kriteria sedang yaitu sebesar 56. Skripsi. (2) Mengetahui perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. SARI Devi. Ananto Aji. Pengambilan sampel dengan cara stratified random sampling yaitu mengambil sampel berdasarkan tingkat pendidikan melalui tahun sukses pendidikan.38%.66%. (3) Menganalisis hubungan tingkat pendidikan masyarakat terhadap pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. selokan. Hasil analisis dengan menggunakan rumus product moment diperoleh hasil rxy sebesar 0. baik dalam pendidikan formal. serta perlu dilakukan peningkatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah.480 > 0.195) maka hipotesis yang diterima adalah Ha yaitu ada hubungan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. Dari hasil penelitian disarankan agar masyarakat Bandengan perlu membiasakan tidak membuang sampah di jalan.480 sedangkan pada rtabel sebesar 0. Jurusan Geografi.

................ Tujuan Penelitian.................................................................... 38 ix ...... vi SARI ................. v KATA PENGANTAR ............................................... iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................................................. 16 D.................................................................................................... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL............................. xiii BAB I PENDAHULUAN ....................................................... Penelitian Terdahulu ....................................................... Hubungan ............................. i LEMBAR PERSETUJUAN............................................................................................. 32 H........................................................................ 36 I............................................................................................................................................... 6 D.................................. xii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................................................................................................... Sampah .................................................................................. 10 A................................................................................................... 22 E................. Masyarakat Nelayan ............ Manfaat Penelitian.............. 29 G............. Penegasan Istilah ................ ix DAFTAR TABEL ............................................... Hipotesis ... 11 B...................................................................... Pengelolaan Sampah ........................... iii PERNYATAAN .......... xi DAFTAR GAMBAR ................................................................................ 1 B........................................................................................ 12 C.............................................. 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................ 6 C.................................................... Kerangka Berpikir ..................................................................... 1 A............................................... Rumusan Masalah ..... Latar Belakang .......... viii DAFTAR ISI ........................................................................... 7 E........... Tingkat Pendidikan .... 27 F.................................................................................................................................................... ii LEMBAR PENGESAHAN ........ Perilaku ..............................................................................

.................................................. Saran . 72 B...................................................... 42 E.... Kesimpulan ........... 59 b................ 57 e............... 59 a.............. Populasi........ Kondisi Kependudukan ......... 56 d............................. Variabel Penelitian ................. Lokasi Penelitian ................................. 82 LAMPIRAN ........................................................................................................................... Validitas dan Reliabilitas Instrumen .......... 54 A......... Lokasi.............................................. 56 c.... 39 B...................................................................... Teknik Pengumpulan Data ............................. Mata Pencaharian ..................................... Gambaran Umum Lokasi Penelitian ....................... 39 C.... 54 1.................................................. 73 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................................... Tingkat Pendidikan Masyarakat dengan Perilaku Pengelolaan Sampah ... 64 c................................................................................... 43 F.......................... Metode Analisis Data ...................BAB III METODE PENELITIAN..................... 81 DAFTAR PUSTAKA ..................................... 84 x .............................................................................................. 54 b........................................ 80 A......................................................... 80 B............. Alur Kegiatan Penelitian ..... 54 a... dan Jenis Penelitian ...................................................................... 58 2........................................................... 39 A....................... Kondisi Tata Guna Lahan ......................................................................................... Tingkat Pendidikan ................... Hubungan Tingkat Pendidikan Masyarakat dengan Perilaku Pengelolaan Sampah ..................................................................................... Hasil Penelitian .............. 44 G...................................... 53 BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........ Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel .. Perilaku Pengelolaan Sampah ........ 41 D.................... Kondisi Tingkat Pendidikan ....................................................................... Waktu... Pembahasan .

.13 Memisahkan Sampah Organik dan An-organik .....................................11 Mengurangi Sampah Rumah Tangga .9 Rata-Rata Tingkat Pengetahuan Pengelolaan Sampah .............................................................. 70 Tabel 4...................... 62 Tabel 4...8 Rata-Rata Tingkat Pendidikan Masyarakat Bandengan ...............16 Menerapkan Daur Ulang Sampah An-organik.6 Tahun Sukses Masyarakat Bandengan .............. 39 Tabel 3........................................................................... 64 Tabel 4............ 57 Tabel 4......................................................... 56 Tabel 4......................2 Perhitungan Deskripsi Persentase Tingkat Pengetahuan ......................17 Rata-Rata Perilaku Pengelolaan Sampah ......................14 Kebiasaan Membuang Sampah ..................... 63 Tabel 4....... 62 Tabel 4........ 65 Tabel 4......1 Tata Guna Lahan Kelurahan Bandengan ..5 Tingkat Pendidikan Formal .................3 Perhitungan Deskripsi Persentase Tingkat Pendidikan dan Perilaku ........ 58 Tabel 4..........................10 Menjaga Kebersihan Halaman dan Rumah . 34 Tabel 3.......................... 51 Tabel 4..........................................7 Tingkat Pendidikan Nonformal ...4 Mata Pencaharian Masyarakat Bandengan ..... 69 Tabel 4......................................... 71 Tabel 4................................. 60 Tabel 4................................ 66 Tabel 4......................12 Melaksanakan Kerja Bakti di Lingkungan Sekitar ...........2 Komposisi Usia Penduduk ...............................1 Penelitian Terdahulu ..............................3 Tingkat Pendidikan Masyarakat .................................................................................................. DAFTAR TABEL Tabel Halaman Tabel 2.. 72 xi .................. 58 Tabel 4.......... 48 Tabel 3......... 67 Tabel 4......................................1 Tingkat Pendidikan Masyarakat Kelurahan Bandengan .....15 Menggunakan Kembali Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis ....................... 61 Tabel 4...

.................................... 55 Gambar 4.....2 Kondisi Halaman Rumah Masyarakat Bandengan................ 53 Gambar 4...... DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman Gambar 2..... 68 Gambar 4...............................1 Alur Kegiatan Penelitian ...4 Banyaknya Sampah di Pinggir Sungai ............ 65 Gambar 4....................1 Kerangka Berpikir Penelitian ... 37 Gambar 3............... 69 xii .................................1 Peta Administrasi Kelurahan Bandengan ....3 Tempat Pembuangan Sampah di Kelurahan Bandengan yang Belum Memisahkan Antara Sampah Organik dan An-Organik .....................................

....................................................... 85 Lampiran 2 Kuesioner Penelitian ........................................................................... 93 Lampiran 5 Reliabilitas Instrumen .................................. 97 Lampiran 8 Persentase Tingkat Pendidikan ...... 105 Lampiran 11 Perhitungan Statistik dengan Product Moment ................................................................ 87 Lampiran 3 Lembar Observasi .......................................................... 101 Lampiran 9 Persentase Pengetahuan Pengelolaan Sampah ........................................ DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman Lampiran 1 Kisi-Kisi Instrumen Kuesioner .................. 114 xiii ....................... 94 Lampiran 6 Daftar Nama Responden Penelitian ............................ 103 Lampiran 10 Persentase Perilaku Pengelolaan Sampah.............. 95 Lampiran 7 Analisis Deskriptif Persentase ......................... 92 Lampiran 4 Validitas Instrumen............................................................................................... 109 Lampiran 12 Surat Keterangan Penelitian .................................................................................................

dapat menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan karena pengelolaan persampahan yang kurang memadai. BAB I PENDAHULUAN A. menyeluruh. timbulnya berbagai penyakit. Adanya timbunan sampah akan menyebabkan berbagai dampak negatif seperti bau busuk yang mengganggu. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan penduduk yang semakin banyak serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjadi penyebab terjadinya pertambahan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. Sehingga perlu dilaksanakan suatu cara untuk menangani masalah sampah tersebut sehingga fenomena sampah yang selama ini terjadi tidak menjadi masalah serius bagi masyarakat. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis. pengumpulan sampah. sebagian besar penduduk yang tinggal di daerah pesisir Kelurahan Bandengan bekerja sebagai nelayan sehingga daerah tersebut disebut sebagai 1 . Kelurahan Bandengan merupakan kelurahan yang berada di Kabupaten Kendal. pencemaran air dan tanah dan sebagainya. pengangkutan. Secara garis besar. tersumbatnya drainase dan sungai dapat mengakibatkan banjir. dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. pengolahan dan pembuangan akhir (Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah). kegiatan di dalam pengelolaan sampah meliputi pengendalian timbulan sampah.

Disamping itu keberadaan kampung nelayan sangat rentan terhadap pencemaran air. tempat umum. juga terhambatnya proses air tanah jika sebagian dari masyarakat yang ada membuang sampahnya langsung kedalam sungai. sehingga masyarakat lebih memilih sungai atau laut dalam aktifitas pembuangan akhir dengan alasan kepraktisan. pendangkalan. Banyak terdapat sampah- sampah plastik yang tidak bisa diuraikan oleh tanah. karena pengetahuan masyarakat dan kepedulian kebersihan lingkungan masih rendah. Jika dilihat Kelurahan Bandengan yang karakteristik masyarakatnya bersifat majemuk/heterogen. pengelolaan persampahan sangat perlu diperhatikan seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang mungkin saja ada sebagian penduduk yang belum menyadari arti kebersihan lingkungan. Perilaku masyarakat yang kurang memperdulikan lingkungan dapat dilihat dari sampah-sampah yang dibuang dan berserakan di daerah pemukiman. Peran masyarakat dalam perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan memang sudah ada. 2 . Di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Kendal pasal 45 disebutkan bahwa setiap orang dilarang ”Membuang sampah di jalan umum. Kondisi lingkungan masyarakat nelayan pada umumnya kurang memperhatikan lingkungan identik dengan pemukiman kumuh. namun peran tersebut sangat minim sekali dan tidak dapat berkembang secara optimal.kampung nelayan. akan mengakibatkan menumpuknya sampah dan limbah tersebut. dan penyempitan sungai.

perairan umum dan/atau badan air penerima. selokan parit. bangsa dan negara”. kecerdasan. Berdasarkan pasal 58 dijelaskan bahwa ”Setiap orang yang dengan sengaja membuang sampah di jalan umum. akhlak mulia.000. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan keagamaan. tempat umum. pantai dan laut. sehingga tindakannya berakibat negatif terhadap lingkungan. kepribadian. perairan umum dan/atau badan air penerima. masyarakat. Pengelolaan sampah berkaitan erat dengan perilaku masyarakat yang menghasilkan sampah itu sendiri. pantai dan laut. selokan parit. pengendalian diri. Misalnya sampah ditumpuk begitu saja. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya.00 (lima puluh juta rupiah)”. taman dan halaman orang lain”. Sebagai contoh yaitu kurang baiknya perilaku mereka dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan. Dalam Undang-undang ini jalur pendidikan dibedakan menjadi tiga yaitu: 3 .000. dapat mengakibatkan terjadinya tempat sarang nyamuk dan ini sebagai akibat dari kurangnya pengetahuan terhadap bahaya sampah. taman dan halaman orang lain dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp 50.

1. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti. penambah. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan luar di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Contoh : sosialisasi. 3. Pendidikan informal dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Ketiga jalur pendidikan diatas akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang terhadap pengelolaan sampah. pendidikan menengah. dan pendidikan tinggi. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan secara mandiri. Dalam hal ini tidak seluruhnya tingkat pendidikan formal yang dominan. namun pendidikan nonformal (sosialisasi dan pelatihan) juga akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan perilaku seseorang dalam pengelolaan sampah (seseorang mengikuti sosialisasi dan pelatihan akan berbeda dengan seseorang yang tidak mengikuti sama sekali). Contoh : Orang tua mengajarkan anaknya tentang bagaimana bersikap di luar rumah seperti tidak boleh membuang sampah sembarangan. dan pendidikan informal yang telah diajarkan orang tua kepada anaknya sejak kecil. dan/atau pelengkap pendidikan formal. 4 . 2. pelatihan.

Jenjang pendidikan seseorang yang tinggi cenderung lebih memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang jenis dan bahaya sampah. Tingkat pendidikan di masyarakat nelayan tergolong rendah salah satunya disebabkan oleh kemiskinan yang ada pada masyarakat nelayan. Dengan demikian pendidikan formal bagi anaknya hanya diberikan sekedar saja. sedangkan pendidikan sebenarnya mereka lakukan langsung ke “lapangan” yaitu dengan melibatkan anak- anaknya dalam kegiatan nelayan (Yuniarti 2000:92). manusia makin mengetahui dan sadar akan bahaya sampah terhadap lingkungan. penulis bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Tingkat Pendidikan Masyarakat dengan 5 . pendidikan mempunyai peranan penting karena melalui pendidikan. Walaupun bagi nelayan pendidikan adalah hal terpenting dan bermanfaat namun ada kecenderungan bahwa mereka kurang berambisi untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. terutama bahaya pencemaran terhadap kesehatan. Pendidikan formal lebih dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan ketrampilan dasar saja. bukan untuk memperluas wawasan dan sebagai “bekal” dalam kehidupan. dengan kondisi ekonomi lemah tidak memungkinkan bagi nelayan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya selain itu pandangan nelayan terhadap pendidikan juga berpengaruh terhadap tingkat pendidikan di masyarakat nelayan. Tujuan mereka bersekolah hanya sekedar untuk dapat membaca dan menulis dan agar segera dapat bekerja membantu orang tuanya. Berdasarkan latar belakang tersebut. Untuk meningkatkan mutu lingkungan.

maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Adakah hubungan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal?. Bagaimana perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal? 3. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Mengetahui perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. C. 6 . rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana tingkat pendidikan di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal? 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan di atas. Mengetahui tingkat pendidikan di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. B. Perilaku Pengelolaan Sampah di Pemukiman Nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal”. 2.

Manfaat Praktis a) Bagi Pemerintah Kelurahan Bandengan: diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu acuan dalam membuat kebijakan di bidang persampahan yang lebih mendekatkan kepada peran masyarakat dalam mengelola sampah. 2. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama geografi. 3. c) Bagi Penulis: agar memiliki wacana yang lebih luas mengenai pengelolaan sampah sehingga kedepannya dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat. khususnya dalam pengelolaan sampah di daerah pemukiman nelayan sehingga timbulan sampah dapat diminimalisir atau dikurangi. Menganalisis hubungan tingkat pendidikan masyarakat terhadap pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. 7 . b) Bagi Masyarakat Kelurahan Bandengan: memberikan informasi atau gambaran tentang pengelolaan sampah oleh masyarakat Bandengan. D. sehingga dapat memperbaiki lingkungan hidup masyarakat di Kelurahan Bandengan. Manfaat Penelitian Kegunaan atau manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

Hubungan dalam penelitian ini adalah keterkaitan antara tingkat pendidikan masyarakat (tahun sukses) dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. berkaitan. tujuan yang akan dicapai. bersangkutan” dan saling mempengaruhi.E. tingkat (jenjang) pendidikan adalah tahapan pendidikan yang telah ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik. 2. Tingkat Pendidikan Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hubungan Hubungan berasal dari kata dasar “hubung” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “bersambung atau berangkai (yang satu dengan yang lain). Dalam penelitian ini yang dimaksud tingkat (jenjang) pendidikan adalah tingkat pendidikan formal yang ditempuh oleh masyarakat Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal yang dibuktikan dengan ijazah pendidikan formal. bertalian. dan kemampuan yang dikembangkan. tahun sukses dan pendidikan nonformal 8 . Penegasan Istilah 1.

3. 5. Dalam penelitian ini yang dimaksud pengelolaan sampah adalah pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal yang terdiri dari sampah organik berupa sisa makanan. dan logam-logam. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. menyeluruh. dan sampah anorganik yaitu sampah yang berupa plastik. (sosialisasi dan pelatihan) yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan/pengelolaan sampah. perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. 4. daun. Pengelolaan Sampah Menurut Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pegelolaan Sampah. Perilaku dalam penelitian ini adalah suatu tanggapan/reaksi masyarakat Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal mengenai kondisi sampah yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal. dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Perilaku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis. pecahan gelas. kaleng. Masyarakat Nelayan 9 .

Sedangkan dalam bukunya yang berjudul “Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa” Mansyur (1984:149) mengatakan bahwa masyarakat nelayan dalam hal ini bukan berarti mereka yang dalam mengatur hidupnya hanya mencari ikan di laut untuk menghidupi keluarganya akan tetapi juga orang-orang yang menjadi bagian dalam lingkungan itu. melainkan mereka yang juga tinggal di sekitar pantai walaupun mata pencaharian mereka adalah bercocok tanam dan berdagang di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. Mayarakat nelayan dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bukan hanya bekerja mencari ikan. 10 . Dalam kamus besar Indonesia pengertian nelayan adalah orang yang mata pencaharian utama dan usaha menangkap ikan.

11 . hubungan yang negatif terjadi apabila suatu pihak merasa sangat diuntungkan dan pihak yang lain merasa dirugikan. BAB II LANDASAN TEORI A. barkaitan. Lebih lanjut. tidak ada keselarasan timbal balik antara pihak yang berinteraksi.org/wiki/Hubungan . Jadi dari pengertian tersebut hubungan adalah dua hal yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Hubungan terjadi dalam setiap proses kehidupan manusia. diakses 24 November 2015). bertalian. Hubungan adalah kesinambungan interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. bersangkutan”. hubungan dapat menentukan tingkat kedekatan dan kenyamanan antara pihak yang berinteraksi. Hubungan Hubungan berasal dari kata dasar “hubung” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “bersambung atau berangkai (yang satu dengan yang lain). Semakin dekat pihak-pihak tersebut. (https://id. hubungan terbagi menjadi hubungan positif dan negatif.wikipedia. Hubungan positif terjadi apabila kedua pihak yang berinteraksi merasa saling diuntungkan satu sama lain dan ditandai dengan adanya timbal balik yang serasi. Secara garis besar. Dalam hal ini. hubungan tersebut akan dibawa kepada tingkatan yang lebih tinggi. Sedangkan.

kreatif. Tingkat Pendidikan 1. Pengertian Pendidikan Di dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pengertian pendidikan sebagai berikut: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan keagamaan. berakhlak mulia. 2. sehat. kecerdasan. Tujuan Pendidikan Nasional Rumusan tujuan pendidikan juga tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa: “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.B. cakap. bangsa dan negara”. perbuatan mendidik. cara. masyarakat. proses. 12 . pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. pengendalian diri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. berilmu. mandiri. akhlak mulia. kepribadian. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

tujuan yang akan dicapai. dan pendidikan tinggi. Jenjang Pendidikan Di Indonesia “Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang telah ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik. Jenjang pendidikan formal tersebut adalah jenjang pendidikan sekolah sebagaimana yang telah diatur oleh pemerintah pasal 14 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 yang menyebutkan bahwa “jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar. pendidikan menengah.3. Yang termasuk jalur pendidikan sekolah antara lain: 13 . yaitu: a) Pendidikan Formal Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa yang dimaksud pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. pendidikan menengah dan pendidikan tinggi”. Dalam pendidikan sehari-hari dapat dibedakan tiga jalur pendidikan. baik lingkungan keluarga. Ciri yang menonjol pada pendidikan formal ini adalah dengan adanya pengorganisasian yang ketat programnya lebih formal secara urut dan sistematis. Sebetulnya pendidikan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. dan kemampuan yang dikembangkan”. Jenjang pendidikan seseorang adalah jenjang pendidikan formal yang pernah ditempuh atau ijazah terakhir yang dimiliki seseorang. sekolah dan dalam kehidupan masyarakat.

misalnya elektronika. 4) Pendidikan Kedinasan Pendidikan Kedinasan yang berusaha menghasilkan kemampuan atau lembaga pendidikan non-departemen misalnya prajabatan. Program Pendidikan Kejuruan dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan atau sering disingkat SMK. otomotif. Sekolah Menengah Kejuruan biasanya membuka beberapa pilihan jurusan atau spesialisasi.1) Pendidikan Umum Pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan ketrampilan peserta dengan mengharuskan yang diwujudkan pada tingkah laku akhir pada akhir masa pendidikan. misalnya pendidikan SD. listrik. 3) Pendidikan Luar Sekolah Pendidikan yang khusus diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik atau mental. akutansi. Teknik Informasi dan Komputer. 2) Pendidikan Kejuruan Pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk program bekerja dalam bidang tertentu. pendidikan SMA. pendidikan SMP. sepadya. misalnya pendidikan SLB. sepala. 5) Pendidikan Keagamaan Pendidikan Keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan 14 .

Tahun Sukses Pendidikan Tahun sukses pendidikan merupakan ukuran lamanya waktu yang ditempuh oleh seseorang untuk mencapai pendidikan formal.Tahun sukses dihitung berdasarkan lamanya waktu yang ditempuh oleh seseorang untuk 15 . penambah. Madrasah Aliyah (MA). 4. Pendidikan informal dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. misalnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah Tsanawiyah (MTs). dan/atau pelengkap pendidikan formal. b) Pendidikan Nonformal Yang dimaksud Pendidikan Nonformal menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah jalur pendidikan luar di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. terakhirnya dalam ilmu demografi dinyatakan dengan istilah tahun sukses. yang menurut penguasaan khusus tentang ajaran agama. c) Pendidikan Jalur Informal Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 bahwa yang dimaksud dengan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan tersebut dilaksanakan di bawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dan lingkungan secara mandiri. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti.

Pengertian Perilaku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Maka jika seseorang telah menempuh pendidikan sampai SMA/sederajat maka tahun suksesnya adalah 12 tahun. dalam Eko Wibowo 2010:26). Sekolah Menengah Pertama (SMP/sederajat) selama 3 tahun dan Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat) selama 3 tahun. baik stimulus yang bersifat eksternal maupun internal. Perilaku 1. dalam Eko Wibowo 2010:27). Perilaku akan terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi (Notoatmodjo 1997. Di Indonesia program wajib belajar yang berlaku saat ini adalah 12 tahun. perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. jika hanya sampai tingkat SMP/sederajat maka tahun suksesnya adalah 9 tahun dan jika hanya sampai tingkat SD/sederajat maka tahun suksesnya adalah 6 tahun. Namun demikian. 16 . C. mencapai pendidikan terakhir. Perilaku manusia tidak muncul dengan sendirinya tanpa pengaruh stimulus yang di terima. Perilaku atau aktivitas individu dalam pengertian yang lebih luas mencakup perilaku yang nampak (over behavior) dan perilaku yang tidak nampak (insert behavior). yakni Sekolah Dasar (SD/sederajat) selama 6 tahun. sebagian besar perilaku manusia adalah akibat respon terhadap stimulus eksternal yang diterima (Bimo 1999.

menyebutkan contoh. atau hasil tahu seseorang terhadap obyek melalui indra yang dimilikinya (mata. Seseorang yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat menjelaskan. diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. dan sebagainya). c) Aplikasi. diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar. b) Memahami. Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia. Perilaku manusia dibagi menjadi 3 tingkah ranah perilaku. termasuk dalam pengetahuan masyarakat dalam mengingat kembali (recall) suatu spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari dari rangsangan diterima. Secara garis besar dibagi menjadi 6 tingkat pengetahuan yakni: a) Tahu. Salah satunya adalah pengetahuan. hidung. menyimpulkan terhadap obyek yang dipelajari. 17 . Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indra pendengaran (telinga) dan indra penglihatan (mata). Pengetahuan seseorang terhadap obyek mempunyai intensitas atau tingkat yang berbeda-beda. Dengan sendirinya pada waktu penginderaan sehingga menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap obyek. diartikan sebagai pengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Perilaku manusia sangat komplek dan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas.

Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja dapat menggambarkan (membuat bagan) membedakan. Pada manusia perilaku operan atau perilaku psikologis lebih dominan berpengaruh akibat dari bentuk kemampuan untuk mempelajari dan dapat dikendalikan atau di ubah melalui proses pembelajaran. Sebaliknya reflek merupakan perilaku yang pada dasarnya tidak dapat untuk di kendalikan. pengelompokan. menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. perilaku manusia dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu : a) Perilaku yang alami (innate behaviour) atau perilaku yang berupa reflek dan insting yaitu perilaku yang dibawa manusia sejak manusia dilahirkan. Jenis Perilaku Menurut Skinner 1976 (dalam Eko Wibowo 2010:27). memisahkan. 2. f) Evaluasi. 18 . e) Sintesis. berkaitan dengan kemampuan melakukan penilaian terhadap suatu materi atau obyek. diartikan sebagai kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. b) Perilaku operan (operant behaviour) yaitu perilaku yang dibentuk melalui proses belajar. dan sebagainya. d) Analisis.

dalam Eko Wibowo 2010:28). mata pencaharian. hukum) (Sumaatmadja 1998. tingkat pendapatan) dan lingkungan budaya (adat istiadat. lingkungan sosial (organisme sosial. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Perilaku individu dan lingkungan saling berinteraksi yang artinya bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. sifat kepribadian. Dalam hubungan antara perilaku dengan lingkungan dibagi dalam tiga kelompok. dalam Eko Wibowo 2010:28). b) Faktor Luar Individu (Lingkungan) Faktor lingkungan memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku. tingkat emosional. yaitu lingkungan alam/fisik (kepadatan. 4. dan jenis kelamin. bahkan sering kekuatannya lebih besar dari faktor individu (Azwar 1998. juga berpengaruh terhadap lingkungan. Pembentukan Perilaku Menurut Bimo 1999 (dalam Eko Wibowo 2010:28) Pembentukan perilaku sangat diperlukan untuk mengendalikan perilaku manusia agar seperti yang diharapkan. kebersihan).3. Adapun secara spesifik faktor lingkungan dan individu adalah sebagai berikut : a) Faktor Individu Faktor individu yang menentukan perilaku manusia antara lain adalah tingkat kecerdasan. tingkat pendidikan. antara lain dengan: 19 . peraturan. pengalaman pribadi.

b) Pembentukan perilaku dengan pengertian (insight). adalah pembentukan perilaku yang dilakukan dengan cara pembelajaran disertai dengan memberikan pengertian. Dalam rangkaian pembentukan perilaku manusia terdapat dua jenis pembelajaran yaitu pembelajaran secara fisik adalah adalah belajar dengan menerima respon fisik untuk di contoh seperti belajar menari naik sepeda dan sebagainya. Perilaku manusia didorong oleh motif tertentu sehingga manusia berperilaku. dan pembelajaran secara psikis dimana seorang mempelajari perannya dan peran orang lain dalam kontak sosial (social learning). adalah pembentukan perilaku yang ditempuh dengan mengkondisikan atau membiasakan diri untuk berperilaku seperti yang diharapkan. a) Pembentukan perilaku kebiasaan. c) Pembentukan perilaku dengan model atau contoh. adalah pembentukan perilaku dengan mengunakan model atau contoh dan biasanya didasarkan atas bentuk-bentuk perilaku yang telah ada. Teori Perilaku Perilaku manusia tidak lepas dari keadaan individu sendiri dan lingkungan dimana individu itu berada. Contohnya adalah orang tua/guru yang memberikan arahan kepada anak/muridnya. Dari hal tersebut terdapat beberapa teori yang dapat dikemukakan antara lain: 20 . 5. dan selanjutnya orang tersebut akan menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan peran sosial yang telah dipelajarinya (Sarwono 2002. dalam Eko Wibowo 2010:28).

c) Teori Insentif (incentive theory) Teori ini bertitik tolak kepada pendapat bahwa perilaku organisme dalam hal ini manusia. menjelaskan tentang sebab- sebab perilaku manusia.a) Teori Insting Teori ini dikemukakan oleh McDougall sebagai pelopor dari psikologi sosial menyatakan. 21 . insting sebagai perilaku bawaan atau innate dapat mengalami perubahan akibat terbentuknya sebuah pengalaman. sedangkan reinforcement yang negatif akan menghambat manusia dalam berperilaku. disebabkan oleh adanya insentif. perilaku bisa disebabkan oleh disposisi internal (misalnya motif dan sikap) dan oleh keadaan eksternal (misanya situasi). sehingga dorongan tersebut menimbulkan pengaruh pada perilaku manusia atau individu tersebut. Insentif atau disebut juga reinforcement ada 2 macam yaitu dan negatif. d) Teori Artribusi Teori ini dikemukakan oleh Fritz Heider. b) Teori Dorongan (drive theory) Teori yang menyatakan bahwa organisme dalam hal ini manusia mempunyai dorongan atau drive yang berkaitan dengan pemenuhan atas kebutuhannnya. Dengan insentif akan mendorong manusia berperilaku. Reinforcement positif akan mendorong manusia untuk berbuat.

Disamping itu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan melihat apa yang dihadapi pada waktu sekarang dan juga dapat melihat ke depan apa yang akan terjadi dalam individu berperilaku (Fishben & Ajzen 1975. D. Terdapat beberapa definisi mengenai sampah yang meliputi: 22 . Sampah 1. hal ini dapat dilihat dari anggapan masyarakat mengenai sampah itu sendiri. e) Teori Kognitif Teori yang menitikberatkan kepada kemampuan individu dalam berfikir untuk mempertimbangkan pilihan perilakunya. banjir. Dengan kemampuan berfikir individu akan dapat melihat dan memilih perilaku mana yang harus dilakukan. penyumbatan sistem drainase dan sebagainya. Pengertian Sampah Peningkatan aktivitas masyarakat akan meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan. dalam Eko Wibowo 2010:29). Banyaknya sampah yag dihasilkan harus diolah dengan sebaik mungkin agar tidak menimbulkan efek negatif seperti mencemari lingkungan yang mana dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Sampah yang dihasilkan tidak hanya sampah organik melainkan juga sampah anorganik. Masyarakat pada umumnya menganggap bahwa sampah merupakan barang sisa yang sudah tidak berguna lagi dan harus dibuang. Kesadaran untuk mengolah sampah dengan baik didalam masyarakat masih minim.

sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya. c) Menurut WHO. e) Menurut Istilah Lingkungan Untuk Manajemen (Ecolink 1996. sampah adalah semua buangan padat yang dihasilkan dari seluruh kegiatan manusia dan hewan yang tidak berguna atau tidak diinginkan. sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Theiseen & Eliassen 1993 (dalam Subarna 2014:24). d) Menurut Tchobanoglous.a) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. f) Menurut Basriyanta (dalam Subarna 2014:18). 23 . tidak dipakai. b) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008. sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan. tetapi masih bisa dimanfaatkan kalau dikelola dengan prosedur yang benar. dalam Subarna 2014:17). sampah merupakan sisa dari aktivitas manusia ataupun sisa dari proses alam yang berbentuk padat. sampah merupakan barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi.

Sumber – Sumber Sampah Sampah yang ada di permukaan bumi ini dapat berasal dari beberapa sumber berikut : a) Pemukiman penduduk Sampah di suatu pemukiman biasanya dihasilkan oleh satu atau beberapa keluarga yang tinggal dalam suatu bangunan atau asrama yang terdapat di desa atau di kota. pecahan gelas. plastik. sisa pembungkus dan sebagainya b) Berdasarkan dapat tidaknya dibakar 1) Mudah terbakar misalnya : kertas. Sampah padat dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu : a) Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya 1) Sampah anorganik misalnya : logam-logam. besi. kain. potongan daging 2) Sukar membusuk misalnya : plastik. sampah cair dan sampah dalam bentuk gas (fume. smoke). dalam Wahyono & Nano Sudarno 2012:6) 3.2. kayu 2) Tidak mudah terbakar misalnya : kaleng. kaca (Dainur 1995. dan plastik 2) Sampah organik misalnya : sisa makanan. gelas c) Berdasarkan dapat tidaknya membusuk 1) Mudah membusuk misalnya : sisa makanan. kaleng. Jenis Sampah Pada prinsipnya sampah dibagi menjadi sampah padat. Jenis sampah yang dihasilkan 24 .

sampah khusus. abu. industri kayu. industri kimia. baik yang sifatnya distributif atau memproses bahan mentah saja. c) Sarana layanan masyarakat milik pemerintah Sarana layanan masyarakat yang dimaksud disini. kompleks militer. antara lain. Jenis sampah yang dihasilkan dari tempat semacam itu dapat berupa sisa-sisa makanan (garbage). pantai empat berlibur. perabotan rumah tangga. d) Industri berat dan ringan Dalam pengertian ini termasuk industri makanan dan minuman. Tempat tersebut biasanya menghasilkan sampah khusus dan sampah kering. sisa bangunan. dalam Wahyono & Nano Sudarno 2012:8). jalan umum. sampah kering. dan sarana pemerintah lain. abu atau sisa tumbuhan kebun (Dainur 1995. b) Tempat umum dan tempat perdagangan Tempat umum adalah tempat yang memungkinkan banyak orang berkumpul dan melakukan kegiatan termasuk juga tempat perdagangan. biasanya sisa makanan dan bahan sisa proses pengolahan makanan atau sampah basah (garbage). industri logam dan tempat pengolahan air kotor dan air minum. Sampah yang dihasilkan 25 . tempat parkir. gedung pertemuan. dan terkadang sampah berbahaya. tempat hiburan dan umum. sampah kering (rubbsih). tempat layanan kesehatan (misalnya rumah sakit dan puskesmas).dan kegiatan industri lainnya.

tentu akan menyebabkan masalah besar. 4. 26 . Banyak kejadian buruk terjadi akibat manusia menyepelekan sampah. dalam Wahyono & Nano Sudarno 2012:9). maupun bahan pembasmi serangga tanaman (Chandra 2007. Dampak Sampah Sampah. Cairan kotor dan bau busuk hasil pembusukan sampah yang merembes ke dalam tanah dapat mencemari air tanah. b) Mencemari Tanah dan Air Tanah Sampah yang menumpuk di tanah akan mencemari tanah dan air didalamnya. bila tidak dikelola dengan baik. air yang digunakan dari pompa tanah akan terkontaminasi akibat gaya hidup yang tidak sehat ini. sampah khusus dan sampah berbahaya. tidak bersih dan sangat merusak keindahan. Tumpukan sampah yang berserakan menimbulkan kesan jorok. e) Pertanian Sampah dihasilkan dari tanaman dan binatang. Berikut beberapa dampak dari sampah: a) Mengganggu Estetika (Keindahan) Sampah yang berceceran di jalan atau di sembarang tempat sungguh tidak menyedapkan mata. sampah kering. Lokasi pertanian seperti kebun. pupuk. sisa-sisa bangunan. ladang ataupun sawah menghasilkan sampah berupa bahan- bahan makanan yang telah membusuk. Bukan tidak mungkin. sampah pertanian. dari tempat ini biasanya sampah basah.

tak heran jika di kota-kota besar. E. Pada sampah yang busuk. bahkan pantai. Pengelolaan Sampah Menurut Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. waduk. f) Sebagai Sumber Bibit Penyakit Sampah yang menimbulkan bau busuk akan mengundang lalat. c) Mencemari Perairan Sampah yang dibuang ke saluran air akan mencemari perairan sungai. irigasi. Padahal. bersarang bermacam-macam bakteri penyebab penyakit lalat tersebut dapat memindahkan bibit penyakit dari sampah ke dalam makanan atau minuman (dalam Suryati 2014:9-11). 27 . banyak yang masih memanfaatkan pengairan dari sungai dan sumber air lainnya untuk kebutuhan sehari-hari. e) Menimbulkan Bau Busuk Sampah-sampah yang menumpuk di darat atau terendam di air akan mengalami pembusukan. d) Menyebabkan Banjir Tumpukan sampah yang berada di saluran air (irigasi) dapat menyumbat pintu-pintu air sehingga air sulit mengalir. Maka. pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis. banjir sering terjadi akibat masyarakatnya menyepelekan sampah. Bau busuk yang menyebar di udara akan tercium dan mengganggu pernapasan. menyeluruh.

Pengelolaan sampah meliputi pengumpulan. Pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara (TPS) atau tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST). Pengurangan sampah meliputi kegiatan: 1. Pemanfaatan sampah. atau pembuangan dari material sampah. Pemilihan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis. Ada 3 cara mudah dan aman untuk mengatasi masalah sampah. Pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga terdiri dari dua hal yaitu pengurangan sampah dan penanganan sampah. Sedangkan kegiatan penanganan sampah meliputi : 1. pemrosesan. pengangkutan. setiap sumber dapat melakukan upaya reduksi sampah 28 . 2. Pembatasan timbunan sampah. yang dikenal dengan 3R. Pendaur ulangan sampah. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. pendaur ulangan. dan/ atau sifat sampah. 3. 2. jumlah. Reduce (R1) Reduce atau reduksi sampah merupakan upaya untuk mengurangi timbulan sampah di lingkungan sumber dan bahkan dapat dilakukan sejak sebelum sampah dihasilkan. yaitu: 1.

namun diperlukan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk merubah perilaku tersebut. dsb atau mengolah botol/plastik bekas menjadi biji plastik untuk dicetak kembali menjadi ember. yaitu perubahan kebiasaan dari yang boros dan menghasilkan banyak sampah menjadi hemat/efisien dan sedikit sampah. Masyarakat Nelayan Masyarakat nelayan merupakan paduan dari dua kata masyarakat dan nelayan. agar lebih jelas penulis akan memberikan pengertian dari masing- masing kata tersebut kemudian arti secara keseluruhan 29 . mengisi kaleng susu dengan susu refill dan lain-lain. Recycle (R3) Recycle berarti mendaur ulang suatu bahan yang sudah tidak berguna (sampah) menjadi bahan lain setelah melalui proses pengolahan seperti mengolah sisa kain perca menjadi selimut. dengan cara merubah pola hidup konsumtif. Reuse (R2) Reuse berarti mengunakan kembali bahan atau material agar tidak menjadi sampah (tanpa melalui proses pengelolaan) seperti menggunakan kertas bolak-balik. mengunakan kembali botol bekas ”minuman” untuk tempat air. keset kaki. pot. hanger. kain lap. 3. F. 2. dan sebagainya atau mengolah kertas bekas menjadi bubur kertas dan kembali dicetak menjadi kertas dengan kualitas sedikit lebih rendah dan lain-lain.

socius yang berarti ”kawan”) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka). sedang dalam arti luas masyarakat adalah kebulatan dari semua perhubungan yang mungkin dalam masyarakat dan meliputi semua golongan.1. Arti sempit masyarakat adalah terdiri dari satu golongan saja. Menurut Hasan Sadly (dalam Mansyur 1984:21). Kemudian menurut Djojodigoena (dalam Mansyur 1984:21). Masyarakat sendiri berasal dari akar kata Arab musyarak yang artinya ikut serta atau berperan serta. diperatukan dengan cara tertentu dengan hasrat-hasrat kemasyarakatan mereka. masyarakat ialah pergaulan hidup yang akrab antara manusia. 30 . Jadi masyarakat adalah kumpulan manusia yang saling berinteraksi satu sama lainnya. dimana sebagian interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. masyarakat adalah suatu golongan besar atau kecil yang terdiri dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain. Sedangkan menurut Bouman (dalam Mansyur 1984:22). masyarakat mempunyai arti sempit dan arti luas. Pengertian Masyarakat Pengertian masyarakat yang dalam istilah bahasa Inggris disebut Society (berasal dari kata latin.

bukan mereka yang bertempat tinggal di pedalaman. Sedangkan dalam bukunya yang berjudul “Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa” Mansyur (1984:149) mengatakan bahwa masyarakat nelayan dalam hal ini bukan berarti mereka yang dalam mengatur hidupnya hanya mencari ikan di laut untuk menghidupi keluarganya akan tetapi juga orang-orang yang menjadi bagian dalam lingkungan itu. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai mata pencahariannya. Dalam kamus besar Indonesia Pengertian nelayan adalah orang yang mata pencaharian utama dan usaha menangkap ikan dilaut. b) Masyarakat nelayan bukan hanya mereka yang mengatur kehidupannya hanya bekerja dan mencari di laut. Pengertian Nelayan Nelayan di dalam Ensiklopedia Indonesia digolongkan sebagai pekerja. melainkan mereka yang juga tinggal disekitar pantai walaupun mata pencaharian mereka adalah bercocok tanam dan berdagang.2. walaupun tidak menutup kemungkinan mereka juga mencari ikan di laut 31 . Dari beberapa definisi masyarakat dan definisi nelayan yang telah disebutkan diatas dapat di tarik suatu pengertian bahwa: a) Masyarakat nelayan adalah kelompok manusia yang mempunyai mata pencaharian menangkap ikan dilaut. Jadi pengertian masyarakat nelayan secara luas adalah sekelompok manusia yang mempunyai mata pencaharian pokok mencari ikan dilaut dan hidup di daerah pantai. yaitu orang-orang yang secara aktif melakukan kegiatan menangkap ikan.

Penelitian ini menggunakan analisis dekriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara jenjang pendidikan dengan sikap kepala keluarga terhadap pengelolaan sampah. G. PENELITIAN TERDAHULU Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ria Dihatri (2013) dengan judul Gambaran Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Yang Berusia 20-60 Tahun di Lingkungan V Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif 32 . dan sumber informasi mempengaruhi pengetahuan ibu rumah tangga terhadap pengelolaan sampah di Lingkungan V Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai Tahun 2013. hubungan antara pendapatan dengan sikap kepala keluarga terhadap pengelolaan sampah serta jenjang pendidikan dan pendapatan dengan sikap kepala keluarga terhadap pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Candisari Kabupaten Grobongan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa umur. tingkat pendidikan. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Suprapto (2010) dengan judul Hubungan antara Jenjang Pendidikan dan Pendapatan dengan Sikap Kepala Keluarga Terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Candisari Kabupaten Grobongan Tahun 2010. pekerjaan. karena mereka bukan termasuk komunitas orang yang memiliki ikatan budaya masyarakat pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu rumah tangga tentang pengelolaan sampah rumah tangga.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku dan faktor pembentuk perilaku individu dan masyarakat dalam mengelola sampah permukiman di Kampung Kamboja Kota Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian bahwa karakteristik sungai membentuk perilaku masyarakat untuk menjadikan sungai sebagai bagian dari fasilitas pengelolaan sampah. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hermawan Eko Wibowo (2010) dengan judul Perilaku Masyarakat dalam Mengelola Sampah Permukiman di Kampung Kamboja Kota Pontianak. dengan sikap kepala keluarga terhadap pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Candisari Kabupaten Grobogan. Pasang surut air sungai akan menghanyutkan sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat. pendapatan.korelasional. Hal ini membentuk anggapan masyarakat bahwa sungai sebagai tempat pemusnahan sampah tidak menimbulkan masalah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. 33 .

Tabel 2. pekerjaan.1. dan sumber dengan penelitian ini yaitu Pengelolaan Sampah informasi mempengaruhi pengetahuan ibu membahas tentang Rumah Tangga Yang rumah tangga terhadap pengelolaan sampah di pengetahuan pengelolaan Berusia 20-60 Tahun di Lingkungan V Kelurahan Tegal Sari Mandala III sampah yang dalam Lingkungan V Kelurahan Kecamatan Medan Denai Tahun 2013 penelitian ini mengaitkan Tegal Sari Mandala III dengan tingkat pendidikan.Penelitian Terdahulu Nama Peneliti Judul Penelitian Analisis Hasil Penelitian Persamaan dengan (tahun) Penelitian Penelitian ini Ria Dihatri (2013) Gambaran Pengetahuan Ibu Deskriptif Berdasarkan hasil penelitian bahwa umur. dengan Suprapto dengan penelitian dengan Sikap Kepala sikap kepala keluarga terhadap pengelolaan ini yaitu terletak pada Keluarga Terhadap sampah rumah tangga di Desa Candisari variabel tingkat pendidikan Pengelolaan Sampah Kabupaten Grobogan. yang kemudian Rumah Tangga di Desa dikorelasikan dengan Candisari Kabupaten pengelolaan sampah Grobongan Tahun 2010 34 . pendapatan. Kecamatan Medan Denai Tahun 2013 Suprapto (2010) Hubungan antara Jenjang Deskriptif Dari hasil penelitian bahwa terdapat hubungan Persamaan penelitian Pendidikan dan Pendapatan Korelasional antara jenjang pendidikan. Persamaan penelitian Ria Rumah Tangga Tentang tingkat pendidikan.

Pasang surut air sungai membahas tentang perilaku akan menghanyutkan sampah-sampah yang pengelolaan sampah dibuang oleh masyarakat. 35 . Nama Peneliti Analisis Persamaan dengan Judul Penelitian Hasil Penelitian (Tahun) Penelitian Penelitian ini Hermawan Eko Perilaku Masyarakat dalam Deskriptif Berdasarkan hasil penelitian bahwa karakteristik Persamaan penelitian Wibowo (2010) Mengelola Sampah sungai membentuk perilaku masyarakat untuk Hermawan dengan Permukiman di Kampung menjadikan sungai sebagai bagian dari fasilitas penelitian ini yaitu Kamboja Kota Pontianak pengelolaan sampah. Hal ini membentuk anggapan masyarakat bahwa sungai sebagai tempat pemusnahan sampah tidak menimbulkan masalah.

Perbedaan tingkat pendidikan seseorang berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku seseorang dalam pengelolaan sampah.1). Sebaliknya. KERANGKA BERPIKIR Pendidikan merupakan bagian yang paling penting dalam memberikan pengalaman serta pengetahuan dalam hal apapun termasuk dalam pengelolaan sampah. namun pendidikan nonformal (sosialisasi dan pelatihan) juga akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan perilaku seseorang dalam pengelolaan sampah.H. 36 . Tingkat pendidikan ini tidak hanya dari pendidikan formal saja. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi dan baik pula tingkat pengetahuan dan perilaku dalam pengelolaan sampah. semakin rendah tingkat pendidikan maka semakin rendah pula tingkat pengetahuan dan perilaku dalam pengelolaan sampah (Gambar 2.

1. Pendidikan formal sampah: berdasarkan tahun sukses  Memperkirakan Akibat dari  Tidak tamat SD (< 6 Pencemaran Sampah tahun)  Pengertian Sampah Organik  SD (6 tahun) dan An-Organik  SMP (7-9 tahun)  Klasifikasi Sampah sesuai  SMA (10-11 tahun) jenisnya (Organik dan An-  Perguruan Tinggi (> 13 Organik) tahun) 2. Kerangka Berfikir Penelitian 37 . Sosialisasi dan Pelatihan Indikatornya:  Menjaga Kebersihan Rumah dan Halaman  Mengurangi Sampah Rumah Tangga  Melaksanakan Kegiatan Kerja Bakti di Lingkungan Sekitar  Memisahkan Sampah Organik dan An-Organik  Kebiasaan Membuang Sampah  Meggunakan Kembali Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis  Menerapkan Daur Ulang Sampah An-Organik Gambar 2. Pendidikan non formal Perilaku Pengelolaan Sampah.Tingkat pendidikan Pengetahuan pengelolaan 1.

I. maka hipotesis yang telah disampaikan adalah hubungan antara tingkat pendidikan masyarakat nelayan dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. Ho = Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan masyarakat nelayan dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. Ha = Adanya hubungan antara tingkat pendidikan masyarakat nelayan dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. HIPOTESIS Berdasarkan kerangka berfikir tersebut. 38 .

sampel.427 36. Tabel 3. Populasi.44 4 Sekolah Menengah Atas 459 11. Tingkat Pendidikan Masyarakat Kelurahan Bandengan Jumlah Persentase No Tingkat Pendidikan (jiwa) (%) 1 Tidak tamat sekolah dasar 1.00 Sumber : Kecamatan Kota Kendal dalam angka. BAB III METODE PENELITIAN A.911 100. Lokasi.08 2 Sekolah Dasar 1. 39 . populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah masyarakat nelayan di Kelurahan Bandengan berdasarkan tingkat pendidikan yang ditempuh.294 33. 2014. waktu. teknik pengambilan sampel 1. Di bawah ini merupakan tabel yang menunjukkan data Tingkat Pendidikan Masyarakat Kelurahan Bandengan. Populasi Menurut Suharsimi Arikunto (2006:130).49 3 Sekolah Menengah Pertama 682 17. B. dan jenis penelitian Penelitian ini dilakukan kepada masyarakat di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal dimulai bulan Juli sampai bulan Agustus 2015.1.74 5 Perguruan Tinggi 49 1.25 Jumlah 3. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi yang akan mencari apakah ada hubungan atau tidak diantara variabel penelitian ini.

diakses 25 mei 2015) menyarankan besar sampel minimum untuk penelitian korelasional sebanyak 50. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling.2.com/2011/03/08/chapter-4-metode- penelitian/. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto.net/menentukan-ukuran-sampel-menurut-para-ahli/. Penghitungan sampel yang diambil menggunakan rumus Taro Yamane. 2006:131).wordpress. Sampel dibulatkan menjadi 100 responden. 3. 40 . 1967 sebagai berikut : dimana : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi d = Level signifikasi yang diinginkan (http://teorionline. diakses 10 April 2015) Dalam penelitian ini diketahui N = 3. Menurut Frankel dan Wallen (https://virtualyuni. yaitu mengambil sampel berdasarkan tingkat pendidikan melalui tahun sukses belajar.36 responden.688 orang dengan tingkat signifikasi 10% jadi hasilnya adalah 97.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan (X) yang digolongkan sebagai berikut: a) Pendidikan Formal 1) Responden tidak tamat SD 2) Responden tamat SD 3) Responden tamat SMP 4) Responden tamat SMA 5) Responden tamat Perguruan Tinggi b) Pendidikan Nonformal : Sosialisasi/penyuluhan 2. Variabel Penelitian 1. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan perilaku pengelolaan sampah (Y) yaitu: a) Menjaga Kebersihan Rumah dan Halaman b) Mengurangi Sampah Rumah Tangga c) Melaksanakan Kegiatan Kerja Bakti di Lingkungan Sekitar d) Memisahkan Sampah Organik dan An-Organik e) Kebiasaan Membuang Sampah f) Meggunakan Kembali Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis g) Menerapkan Daur Ulang Sampah An-Organik 41 . Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel Bebas Variabel bebas variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat.C.

Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan (Nazir. dan juga metode dokumentasi. kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang jawabannya sudah disediakan untuk responden. 1. 2011:174). 42 . kuesioner. Adapun metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi. Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. 2006:156). Kuesioner Menurut Arikunto (2006:151). Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan seluruh data dalam tiap variabel penelitian yaitu pengelolaan sampah.D. 2. atau hal-hal yang diketahuinya. Observasi Observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan dengan menggunakan seluruh alat indra. sehingga responden tinggal memilih jawaban yang sesuai dengan kondisinya. (Arikunto. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.

Selain itu dalam teknik dokumentasi ini peneliti menyertakan beberapa data berupa gambar atau foto baik saat observasi dan pengisian kuesioner. Validitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto. Dokumentasi Dokumentasi dilakukan peneliti dengan menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku. maka dapat menggunakan rumus product moment yang dikemukakan oleh Pearson:    rxy      2 2 2   2  Keterangan : rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y N = jumlah anggota populasi X = skor indikator yang diuji Y = total skor indikator 43 . dan sebagainya. 3. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. E. Dalam penelitian ini. 2006:168). catatan harian. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengukur apa yang diinginkan. notulen rapat. Apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. untuk mengukur tingkat validitas instrumen. dokumen. majalah. peraturan-peraturan.

Artinya kapanpun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama dan dapat dipercaya (Arikunto.800 = validitas tinggi e.400 sampai dengan 0.. Apabila rxy hitung > rxy tabel maka instrumen dikatakan valid.600 = validitas cukup d.200 sampai dengan 0. 2006:274) Setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan harga r product moment.400 = validitas rendah c. = jumlah kuadrat nilai X = jumlah kuadrat niali Y (Arikunto.600 sampai dengan 0. dengan rumus alpha yang digunakan sebagai berikut:  k    b  2 r11    1  2   k 1 t  44 . 2006:178). Kriteria validitas soal menurut Arikunto (2006:276) yang dimodifikasi sebagai berikut: a. 0. Untuk menentukan reabilitas suatu soal.00 = validitas sangat tinggi 2. 0. sebaliknya jika rxy hitung < rxy tabel maka dikatakan butir soal tersebut tidak valid. 0.000 sampai dengan 0. 0.200 = validitas sangat rendah b. 0.800 sampai dengan 1. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.

Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap obyek yang akan diteliti melalui data sampel atau populasi sebagai mana adanya. Analisis Deskriptif Persentase Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif persentase. Dalam penelitian ini metode analisis deskriptif persentase digunakan untuk mendiskripsikan tentang perilaku pengelolaan sampah dan mendeskripsikan ada atau tidaknya hubungan perilaku pengelolaan sampah terhadap tingkat pendidikan. Keterangan : r11 = reliabilitas instrumen K = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal  2 b = jumlah varian butir  t2 = varians total (Arikunto. tanpa memberikan kesimpulan untuk umum (Sugiyono. 2010:29). Metode deskriptif persentase ini digunakan untuk menguraikan dan menjelaskan dari tujuan penelitian. Adapun rumus deskriptif persentase yang digunakan sebagai berikut: 45 . Metode Analisis Data 1. 2006:196) F.

Dalam menganalisis data menggunakan deskriptif persentase. Menghitung rentang persentase. Menghitung rentang kriteria. Mencari persentase maksimal. yaitu range dibuat menjadi beberapa kriteria 5. Mencari persentase minimal. 4. untuk mengukur tingkat pengetahuan. 3. 2. Menetapkan interval. Jawaban salah diberi skor (0) a) Menghitung persentase tingkat pengetahuan pengelolaan sampah Diketahui: Jumlah responden = 100 responden Skor maksimal =1 Jumlah pertanyaan =6 46 . Jawaban benar diberi skor (1) 2. jawaban diberi skor sebagai berikut: 1. DP = Deskriptif Persentase n = Skor yang diperoleh N = Skor maksimal Langkah-langkah dalam analisis data: 1.

Jumlah skor minimal = 100 x 6 x 0 = 0 Persentase maksimal = skor maksimal X 100 % skor maksimal = 600 X 100 % 600 = 100 % Persentase minimal = skor minimal X 100% skor maksimal = 0 X 100 % 600 =0% Kelas Interval =5 Rentang persentase = persentase maksimal – persentase minimal = 100 % . Jumlah skor maksimal = 100 x 6 x 1 = 600 Jumlah skor minimal = jumlah responden x jumlah item x skor minimal.Jumlah skor maksimal = jumlah responden x jumlah item x skor maksimal.0 % = 100 % Rentang kriteria = rentang persentase : kelas interval = 100 % : 5 = 20 % 47 .

2. diberi skor sebagai berikut: 1. Tabel 3. Jumlah skor minimal = 100 x 3 x 1 = 300 48 . Jumlah skor maksimal = 100 x 3 x 4 = 1200 Jumlah skor minimal = jumlah responden x jumlah item x skor minimal. Jawaban “b” skor 3 3.9 % 5 Sangat Tinggi 80 – 100 % Sedangkan untuk mengukur tingkat pendidikan dan perilaku. Jawaban “c” skor 2 4. Perhitungan Deskripsi Persentase Tingkat Pengetahuan No Kriteria Interval 1 Sangat Rendah 0 – 19. Jawaban “a” skor 4 2.9 % 2 Rendah 20 – 39.9 % 4 Tinggi 60 – 79. Jawaban “d” skor 1 b) Menghitung persentase tingkat pendidikan Diketahui: Jumlah responden = 100 responden Skor maksimal =4 Jumlah pertanyaan =3 Jumlah skor maksimal = jumlah responden x jumlah item x skor maksimal.9 % 3 Sedang 40 – 59.

25 % = 75 % Rentang kriteria = rentang persentase : kelas interval = 75 % : 5 = 15 % c) Menghitung persentase perilaku pengelolaan sampah Diketahui: Jumlah responden = 100 responden Skor maksimal =4 Jumlah pertanyaan = 14 49 . Persentase maksimal = skor maksimal X 100 % skor maksimal = 1200 X 100 % 1200 = 100 % Persentase minimal = skor minimal X 100% skor maksimal = 300 X 100 % 1200 = 25 % Kelas Interval =5 Rentang persentase = persentase maksimal – persentase minimal = 100 % .

Jumlah skor minimal = 100 x 14 x 1 = 1400 Persentase maksimal = skor maksimal X 100 % skor maksimal = 5600 X 100 % 5600 = 100 % Persentase minimal = skor minimal X 100% skor maksimal = 1400 X 100 % 5600 = 25 % Kelas Interval =5 Rentang persentase = persentase maksimal – persentase minimal = 100 % .Jumlah skor maksimal = jumlah responden x jumlah item x skor maksimal.25 % = 75 % Rentang kriteria = rentang persentase : kelas interval = 75 % : 5 = 15 % 50 . Jumlah skor maksimal = 100 x 14 x 4 = 5600 Jumlah skor minimal = jumlah responden x jumlah item x skor minimal.

Tabel 3.3. Perhitungan Deskripsi Persentase Tingkat Pendidikan dan

Perilaku

No Kriteria Interval
1 Sangat Rendah 25 – 39,9 %
2 Rendah 40 – 54,9 %
3 Sedang 55 – 69,9 %
4 Tinggi 70 – 84,9 %
5 Sangat Tinggi 85 – 100 %

2. Analisis Korelasi Product Moment

Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan tingkat

pendidikan dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan

Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. Masing-masing skor

dalam variabel dihitung dengan rumus korelasi product moment dari

Pearson sebagai berikut:

Keterangan:

rxy ═ koefisien korelasi antar variabel

x ═ skor tingkat pendidikan

y ═ skor perilaku pengelolaan sampah

N ═ jumlah subjek

∑x ═ jumlah tingkat pendidikan

∑y ═ jumlah perilaku pengelolaan sampah

(Arikunto, 2006:274).

51

Melalui hasil uji analisis dengan teknik korelasi product moment

dengan rumus di atas, setelah diketahui nilai r korelasinya, maka untuk

menguji signifikan tidaknya korelasi tersebut dengan jalan

mengkonsultasikannya dengan r product moment. Apabila nilai r pada

hasil korelasi lebih besar dari nilai r pada tabel maka hasil perhitungannya

dinyatakan signifikan.

Setelah data yang diperoleh tersusun, maka peneliti kemudian

melakukan penarikan kesimpulan berdasarkan uraian yang telah

didapatkan dari penelitian dan hasil pengolahan data. Simpulan yang

didapat itulah yang merupakan pernyataan menyeluruh dan sebagai

jawaban dari permasalahan yang dikaji atau menjawab hipotesis yang

diajukan peneliti, yaitu mengenai ada atau tidaknya hubungan antara

tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah di

pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal.

52

G. Alur Kegiatan Penelitian

PROPOSAL

Ijin observasi

Pembuatan Instrumen

Uji coba angket

Analisis hasil uji
coba
Validitas

Reliabilitas

Ijin Penelitian

Penelitian

Analisis hasil dan pembahasan

Kesimpulan dan saran

Gambar 3.1. Alur Kegiatan Penelitian

53

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.6”LS .17”BT .22”BT. sementara itu. berdasarkan letak administrasinya Kelurahan Bandengan berbatasan dengan wilayah lain sebagai berikut: 1) Utara : Laut Jawa 2) Selatan : Kelurahan Ngilir 3) Timur : Kelurahan Karangsari 4) Barat : Kelurahan Balok Untuk lebih jelasnya lokasi Kelurahan Bandengan dapat dilihat pada Gambar 4.5 km dari pusat Kabupaten.110º13’40. Secara astronomis Kelurahan Bandengan terletak pada 6º52’12.6º54’43.14”LS dan 110º12’21. 54 .1. Hasil Penelitian 1. Lokasi Penelitian Kelurahan Bandengan merupakan kelurahan yang terletak di Kecamatan Kota Kendal dengan luas 197 Ha dan jarak 3. Gambaran Umum Lokasi Penelitian a.

Gambar 4.1. Peta Administrasi Kelurahan Bandengan 55 .

Penggunaan lahan di Kelurahan Bandengan dapat dilihat pada Tabel 4. c.00 % Sumber: Monografi Kelurahan Bandengan.584 jiwa berjenis kelamin perempuan dan 2. tanah kas desa 8.00 8.b.71 % Pekarangan 10.08 %.920 jiwa yang terdiri dari 2. kemudian sawah sebesar 32 %.00 45.08 % Jumlah Luas Wilayah 196. Tata Guna Lahan Kelurahan Bandengan Tata Guna Lahan Luas (Ha) Persentase (%) Sawah 63. Kondisi Tata Guna Lahan Wilayah Secara fisik Kelurahan Bandengan merupakan wilayah pesisir. pekarangan 5.13 %. Berdasarkan tabel diatas penggunaan lahan di Kelurahan Bandengan didominasi oleh pemukiman yaitu sebesar 45.1.71 %. dan fasilitas umum 9.88 9.336 jiwa berjenis kelamin laki-laki.00 5.08 % Tanah Kas Desa 16.88 100. Tabel 4. Kondisi Kependudukan Penduduk Kelurahan Bandengan tercatat sejumlah 4.1. 56 .00 % Pemukiman 90.08 %.00 32. Di bawah ini merupakan tabel yang menunjukkan data jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur yang terdapat di Kelurahan Bandengan.13 % Fasilitas Umum 17. 2014.

Tabel 4.336 4.920 Sumber: BPS Kecamatan Kota Kendal.584 2.249 orang. Beberapa penduduk yang saat ini sudah menempuh pendidikan SMP berjumlah 682 orang. Kondisi Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Bandengan terbanyak adalah tamatan SD sebanyak 1.427 orang. 57 . sedang SMA berjumlah 459 orang. Komposisi Usia Penduduk Kelompok Usia Laki-laki Perempuan Jumlah (Tahun) (Jiwa) (Jiwa) (Jiwa) 0–4 268 257 525 5–9 271 234 505 10 – 14 303 243 546 15 – 19 267 243 510 20 – 24 219 175 394 25 – 29 225 188 413 30 – 34 217 170 387 35 – 39 186 180 366 40 – 44 164 144 308 45 – 49 126 143 269 50 – 54 134 139 273 55 – 59 83 73 156 60 -64 40 46 86 65 – 69 36 33 69 70 – 74 23 31 54 75 + 22 37 59 Jumlah 2. Kemudian yang pernah SD tetapi tidak tamat sebanyak 1. d. dan perguruan tinggi sebanyak 49 orang. 2014.2.

9 3 Sekolah Menengah Pertama 682 17.413 316 1.3 2 Sekolah Dasar 1.729 Sumber: Monografi Kelurahan Bandengan.6 4 Sekolah Menengah Atas 459 11. Tabel 4. karyawan swasta sebesar 475 orang dan beberapa mata pencaharian lain.866 100.3.0 Sumber : BPS Kecamatan Kota Kendal.9 5 Perguruan Tinggi 49 1.3 Jumlah 3. Mata Pencaharian Masyarakat Bandengan Jenis Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Jumlah Petani 51 22 73 Buruh Tani 73 50 123 PNS 10 6 16 Pedagang kelontong 20 35 55 Nelayan 777 0 777 Bidan Swasta 0 3 3 TNI 3 0 3 Karyawan Swasta 375 100 475 Wiraswasta 101 88 189 Pensiunan 3 12 15 Jumlah Total 1. 58 . 2014.427 36. Tingkat Pendidikan Masyarakat No Tingkat Pendidikan Jumlah (jiwa) Persentase (%) 1 Tidak tamat sekolah dasar 1.4. Mata pencaharian terbesar adalah nelayan yaitu sebesar 777 orang. Mata Pencaharian Karakteristik masyarakat Kelurahan Bandengan yang bersifat heterogen dapat dilihat dari mata pencahariannya. Tabel 4. 2014. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.4.249 32. e.

Orang yang mendapatkan sosialisasi/penyuluhan tentang 59 . Tingkat Pendidikan Masyarakat dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Tujuan dari analisis deskriptif persentase adalah untuk mengetahui dan memperjelas hasil penelitian tentang hubungan pendidikan masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal.427 orang. yang tamat SMP berjumlah 682 orang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kecamatan Kota Kendal Tahun 2014 diketahui bahwa penduduk yang tidak tamat SD sebanyak 1. penduduk yang tamat SD sebanyak 1. tamat SMA berjumlah 459 orang dan perguruan tinggi sebanyak 49 orang (BPS Kecamatan Kota Kendal.2. Tingkat Pendidikan 1) Pendidikan Formal Masyarakat di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal rata-rata masih memiliki tingkat pendidikan formal yang masih rendah. Tingkat pendidikan yang ditempuh oleh masyarakat akan berpengaruh terhadap pola pikir dan pengetahuan mereka. 2014). Pola pikir. Umumnya orang dengan tingkat pendidikan tinggi akan lebih memiliki pengetahuan yang banyak dibanding dengan orang yang hanya berpendidikan rendah. pengetahuan dan perilaku orang yang berpendidikan tinggi cenderung dinamis. a.294 orang. sedang orang yang hanya menempuh pendidikan rendah biasanya kurang berkembang. Pendidikan ini mencakup juga pendidikan nonformal dalam masyarakat seperti sosialisasi/penyuluhan dan pelatihan.

pengelolaan sampah akan lebih sadar dan berperilaku baik dalam menjaga lingkungan sekitarnya dibandingkan dengan orang yang tidak mendapat sosialisasi/penyuluhan sama sekali. Tabel 4. 2015. Tabel tingkat pendidikan formal diatas menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pendidikan responden tamat SD yaitu sebanyak 38 orang (38 %). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. Disamping informasi tentang pendidikan formal berdasarkan kelulusan. Tahun sukses yang 60 . Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. dan yang telah menamatkan perguruan tinggi adalah 4 orang (4 %). tingkat pendidikan formal masyarakat Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal rata-rata masih tergolong rendah.5 Tingkat Pendidikan Formal No Tingkat Pendidikan Jumlah (Jiwa) Persentase (%) 1 Tidak tamat SD 13 13 2 SD 38 38 3 SMP 21 21 4 SMA 24 24 5 Perguruan Tinggi 4 4 Jumlah 100 100 Sumber : Analisis Data Primer. Tahun sukses dihitung berdasarkan lamanya waktu yang ditempuh oleh seseorang untuk mencapai pendidikan terakhir. tamat SMP 21 orang (21 %). perlu pula diketahui tahun sukses seseorang atau responden. serta ada 13 responden (13 %) yang tidak tamat SD.5. tamat SMA 24 orang (24 %).

15 tahun sukses. dan sebanyak 90 orang tidak pernah mengikuti sama sekali. 7 tahun. kemudian 4 orang hanya menempuh 2 tahun. 21 orang menempuh 9 tahun.6. 22 orang menempuh 12 tahun. 7 orang menempuh 3 tahun. Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa 37 orang menempuh pendidikan 6 tahun.6 Tahun Sukses Masyarakat Bandengan Tahun Sukses No Jumlah (Jiwa) Persentase (%) (Tahun) 1 2 4 4 2 3 7 7 3 4 1 1 4 5 1 1 6 6 37 37 7 7 1 1 8 9 21 21 9 12 22 22 10 15 1 1 11 16 5 5 Jumlah 100 100 Sumber : Analisis Data Primer. dan masing-masing 1 orang yang menempuh 4 tahun. 5 orang menempuh 16 tahun. ditempuh oleh masyarakat Kelurahan Bandengan dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. 2) Pendidikan Nonformal Pendidikan nonformal yang diperoleh masyarakat dari sosialisasi/penyuluhan tentang pengelolaan sampah menunjukkan bahwa 2 orang pernah mengikuti sosialisasi lebih dari 2 kali. Satu orang pernah mengikuti sosialisasi 2 kali. 7 orang pernah mengikuti 1 kali. 2015. 5 tahun. 61 .

7. Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase. Rata-rata Tingkat Pendidikan Masyarakat Bandengan Interval Persentase Rata-Rata Kriteria Jumlah (%) (%) Skor Kriteria Sangat Rendah 25 – 39. kriteria sangat rendah sebesar 25%.8.58 Rendah Tinggi 70 – 84. dan pembuatan pupuk organik cair. Tabel 4. pemberdayaan sampah rumah tangga dari plastik dan kain perca (dibuat kerajinan tangan). 2015.9 27 27 48. Tabel 4. Tabel 4. Sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang pernah diikuti masyarakat bermacam-macam seperti manfaat bank sampah.8 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Bandengan termasuk dalam kriteria rendah dengan persentase terbanyak 44% diikuti dengan kriteria sedang sebesar 27%. kriteria tinggi dan sangat tinggi masing- 62 . Tingkat Pendidikan Nonformal tentang Pengelolaan Sampah No Tingkat Pendidikan Jumlah (Jiwa) Persentase (%) 1 Tidak pernah 90 90 2 1 kali 7 7 3 2 kali 1 1 4 Lebih dari 2 kali 2 2 Jumlah 100 100 Sumber : Analisis Data Primer. tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Bandengan dapat dilihat pada Tabel 4.9 44 44 Sedang 55 – 69.9 25 25 Rendah 40 – 54. 2015.8.9 2 2 % Sangat Tinggi 85 – 100 2 2 Total 100 100 Sumber : Analisis Data Primer.

diikuti dengan kriteria sangat tinggi yaitu sebesar 32%. Berdasarkan tabel 4.9 24 24 56. 2015.66 Sedang Tinggi 60 – 79. Tinggi rendahnya pengetahuan pengelolaan sampah seperti mengetahui pengertian sampah organik dan an-organik.9 0 0 Rendah 20 – 39.9.9 dapat diketahui bahwa pengetahuan pengelolaan sampah sebagian besar dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 38%. Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase. kriteria sedang sebesar 24%.9. kriteria rendah 6%. Rata-rata Tingkat Pengetahuan Pengelolaan Sampah Interval Persentase Rata-Rata Kriteria Jumlah (%) (%) Skor Kriteria Sangat Rendah 0 – 19. Tabel 4. dan kriteria sangat rendah 63 . tingkat pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Bandengan dapat dilihat pada Tabel 4.9 38 38 % Sangat Tinggi 80 – 100 32 32 Total 100 100 Sumber : Analisis Data Primer. mengklasifikasikan sampah sesuai jenisnya (organik dan an-organik). Berdasarkan hasil tersebut tingkat pendidikan secara keseluruhan dalam kriteria rendah yaitu 48. masing 2%. 3) Pengetahuan Pengelolaan Sampah Pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan salah satu faktor yang penting dalam mewujudkan lingkungan yang baik dan bersih. dan akibat dari pencemaran sampah akan mempengaruhi dalam mengatasi permasalahan tersebut (Lampiran 2).58%.9 6 6 Sedang 40 – 59.

sebesar 0%. Hasil keseluruhan memiliki kriteria sedang dengan persentase

sebesar 56,66%.

b. Perilaku Pengelolaan Sampah

1) Menjaga Kebersihan Rumah dan Halaman

Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di

antaranya, debu, sampah, dan bau. Kebersihan lingkungan adalah

kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum.

Membersihkan halaman rumah memang seperti tugas yang sederhana

dan sudah menjadi kebiasaan untuk pekerjaan rumah.

Tabel 4.10. Menjaga Kebersihan Rumah dan Halaman

No Tingkatan Jumlah
1. Selalu 21
2. Sering 58
3. Kadang-kadang 21
4. Tidak Pernah -
Total 100

Sumber : Analisis Data Primer, 2015.

Menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan

halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari

sampah. Tabel 4.10 menunjukkan perilaku masyarakat dalam menjaga

kebersihan rumah dan halaman. Sebanyak 21 responden selalu

membersihkan, 58 responden sering membersihkan dan 21 reponden

kadang-kadang membersihkan.

64

Gambar 4.2. Kondisi Halaman Rumah Masyarakat Bandengan

2) Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Kebiasaan pada masyarakat yang senang dengan hal yang serba

praktis dan instan, sebagai gambaran dalam pemilihan tempat atau

bungkus makanan berupa sterofoam, plastik, kertas minyak, padahal

barang-barang tersebut yang kita tahu salah satu jenis barang yang setelah

jadi sampah tidak bisa cepat hancur.

Tabel 4.11. Mengurangi Sampah Rumah Tangga

No Tingkatan Jumlah
1. Selalu 5
2. Sering 7
3. Kadang-kadang 21
4. Tidak Pernah 67
Total 100

Sumber : Analisis Data Primer, 2015.

65

Ada baiknya kita sadar akan hal tersebut dan alangkah baiknya

kita bisa mengurangi pemakaian barang-barang tersebut dengan barang

yang lebih ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan daun atau

wadah makanan yang aman. Tabel 4.11 menunjukkan bahwa sebagian

besar tidak pernah menggunakan wadah makanan yaitu sebesar 67

responden, 5 responden selalu menggunakan, 7 responden sering

menggunakan dan 21 reponden kadang-kadang menggunakan.

3) Melaksanakan Kegiatan Kerja Bakti di Lingkungan Sekitar

Kerja bakti adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara

bersama-sama dan bersifat suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat

berjalan dengan lancar, mudah dan ringan. Kegiatan kerja bakti untuk

menjaga kebersihan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan

yang nyaman dan bersih. Perilaku pelaksanaan kerja bakti yang

dilakukan masyarakat Kelurahan Bandengan dapat dilihat pada Tabel

4.12.

Tabel 4.12. Melaksanakan Kegiatan Kerja Bakti di Lingkungan Sekitar

Jumlah (Orang)
No Tingkatan Pelaksanaan kerja Keikutsertaan kerja
bakti bakti
1. Selalu 10 6
2. Sering 22 30
3. Kadang-kadang 65 55
4. Tidak Pernah 3 9
Total 100 100

Sumber : Analisis Data Primer, 2015.

66

yaitu dengan memisahkan menjadi kelompok sampah tertentu (organik dan an-organik). 67 . 4) Memisahkan Sampah Organik dan An-Organik Pemilahan sampah adalah salah satu proses dalam pengolahan sampah. Tabel 4. Selalu 2 2.12 menunjukkan keikutsertaan kerja bakti yang dilakukan masyarakat di Kelurahan Bandengan dalam kategori kadang-kadang yaitu sebulan sekali atau ketika mendekati lebaran.13 menunjukkan bahwa sebagian besar reponden menjawab kadang-kadang yaitu sebesar 51 responden memisahkan sampah organik dan an-organik. Memisahkan Sampah Organik dan An-Organik No Tingkatan Jumlah 1.13. Perilaku memisahkan sampah organik dan an-organik yang dilakukan masyarakat Bandengan dapat dilihat pada tabel 4.13. Tabel 4. Tidak Pernah 45 Total 100 Sumber : Analisis Data Primer. Tabel 4. 2015. Sering 2 3. Pemisahan sampah perlu dilakukan karena sampah organik dan an-organik memiliki sifat yang berbeda. Kadang-kadang 51 4. sedangkan masyarakat yang mengikuti kerja bakti sebagian besar menjawab kadang-kadang yaitu sebanyak 55 responden. kemudian 45 reponden tidak pernah memisahkan.

Di kalangan masyarakat yang kurang peduli kebersihan. dan dilakukan oleh kalangan manapun.3. Tabel 4.14 menunjukkan kebiasaan membuang sampah yang dilakukan masyarakat Bandengan. Tempat Pembuangan Sampah di Kelurahan Bandengan yang belum memisahkan antara sampah organik dan an-organik 5) Kebiasaan Membuang Sampah Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi di mana-mana. buang sampah dimanapun sudah menjadi hal yang biasa dan tidak menjadi masalah.Gambar 4. 68 .

Kadang-kadang 50 27 45 4.14. Tabel 4.4. Kebiasaan Membuang Sampah Jumlah No Tingkatan Memungut Mengantungi Membuang sampah sampah di sampah di selokan/sungai jalan 1. Kemudian perilaku memungut sampah di jalan 66 responden sebagian besar menjawab tidak pernah. Sebagian besar yaitu 50 responden menjawab kadang-kadang dalam perilaku mengantungi sampah. Gambar 4. Tidak Pernah 30 66 55 Total 100 100 100 Sumber : Analisis Data Primer. Selalu 6 2 - S 2. Banyaknya Sampah di Pinggir Sungai 69 . Sering 14 5 - 3. 2015. dan perilaku membuang sampah di selokan/sungai banyak yang menjawab tidak pernah yaitu sebesar 55 responden.

Tabel 4. Bentuk pemanfaatannya yaitu kaleng bekas cat dipakai kembali sebagai pot. kertas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. kardus dipakai kembali sebagai tempat buku atau alat perkakas.15. Selalu 1 2. Menggunakan kembali benda-benda yang tidak terpakai merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah. Tidak Pernah 32 Total 100 Sumber : Analisis Data Primer. kaleng merupakan sampah yang sulit diurai sehingga akan bertahan lama menjadi sampah. Kadang-kadang 64 4. karena selain menguntungkan 70 . 32 reponden tidak pernah.15 menunjukkan bahwa 64 responden menjawab kadang- kadang. dan hanya 1 responden yang menjawab selalu dalam perilaku menggunakan kembali sampah menjadi barang bernilai ekonomis. 3 reponden sering. Menggunakan Kembali Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis No Tingkatan Jumlah 1. Pengolahan sampah anorganik dengan cara daur ulang merupakan salah satu cara yang efektif. Sering 3 3. plastik. 6) Menggunakan Kembali Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis Banyak sekali barang-barang yang setelah digunakan bisa digunakan ulang dengan fungsi yang sama dengan fungsi awalnya tanpa melalui proses pengolahan.15. 2015. kardus. Tabel 4. 7) Menerapkan Daur Ulang Sampah An-Organik Sampah an-organik berupa botol.

dan produk hasil ulang sebagian besar responden menjawab kadang-kadang. hasil perhitungan deskriptif persentase perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Bandengan sebagian besar dalam kriteria rendah yaitu sebesar 67%. sangat rendah sebesar 3%. kardus. Selalu 2 4 2 4 2 2.16. secara ekonomis juga secara ekologis. Kadang-kadang 62 41 31 82 30 4. Perilaku penerapan daur ulang sampah an-organik dapat dilihat pada tabel 4. 71 .16. Menerapkan Daur Ulang Sampah An-Organik Jumlah No Tingkatan Wadah Plastik Botol Produk Hasil Kardus Cat Belanja Plastik Daur Ulang 1. Tidak Pernah 6 38 61 1 64 Total 100 100 100 100 100 Sumber : Analisis Data Primer. kriteria tinggi 4%.38%. dan 0% untuk kriteria sangat tinggi. Hasil secara keseluruhan bahwa perilaku pengelolaan sampah tergolong rendah yaitu sebesar 51.17. Tabel 4. 2015. Tabel 4. diikuti dengan kriteria sedang sebesar 26%. plastik belanja.16 menunjukkan bahwa perilaku menerapkan daur ulang sampah an-organik baik dalam daur ulang wadah cat. botol plastik. Sering 30 17 6 13 4 3. Berdasarkan Tabel 4.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rxy sebesar 0. 72 .9 26 26 51. c.195) maka hipotesis yang diterima adalah Ha yaitu ada hubungan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. Hubungan Tingkat Pendidikan Masyarakat dengan Perilaku Pengelolaan Sampah di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal Hubungan antara variabel terikat (tingkat pendidikan) dengan variabel bebas perilaku pengelolaan sampah) dianalisis dengan korelasi product moment.17 Rata-rata Perilaku Pengelolaan Sampah Interval Persentase Rata-Rata Kriteria Jumlah (%) (%) Skor Kriteria Sangat Rendah 25 – 39.480 > 0. Tabel 4. 2015.9 3 3 Rendah 40 – 54.38 Rendah Tinggi 70 – 84.9 4 4 % Sangat Tinggi 85 – 100 0 0 Total 100 100 Sumber : Analisis Data Primer.195. Kriteria valid jika rxy > rtabel (Arikunto. Hasil perhitungan product moment dibandingkan dengan harga r tabel.9 67 67 Sedang 55 – 69.480 sedangkan pada rtabel sebesar 0. Karena rxy > rtabel (0. Variabel tingkat pendidikan dan perilaku berwujud skor kuesioner dengan skala Likert dan dihitung dengan rumus korelasi Pearson. 2006:274).

persentase terbanyak yaitu ≤6 tahun sebesar 50%. 73 . dan yang telah menamatkan sekolahnya di perguruan tinggi adalah 4 orang (4 %). dari pendidikan nonformal yang didapat dari sosialisasi/penyuluhan juga menunjukkan persentase yang rendah. dari 100 responden sebanyak 90% tidak pernah mengikuti sosialisasi. tamat SMP 21 orang (21 %). kemudian diikuti 7 – 9 tahun sebanyak 22%. Pembahasan 1. serta ada 13 responden (13 %) yang tidak tamat SD. RW). Tingkat Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal masyarakat Kelurahan Bandengan masih tergolong rendah yaitu sebagian besar tingkat pendidikan responden tamat SD yaitu sebanyak 38 orang (38 %). Hal ini menunjukkan bahwa tahun sukses pendidikan masyarakat Bandengan tergolong dalam kategori rendah yaitu ≤6 tahun. dalam hal ini adalah ibu-ibu yang aktif mengikuti PKK dan masyarakat yang terlibat dalam kepengurusan kelurahan (RT. dan pembuatan pupuk organik cair. Sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang pernah diikuti masyarakat bermacam-macam seperti manfaat bank sampah. hanya 10% yang ikut sosialisasi. Selain itu. Dilihat dari tahun sukses. pemberdayaan sampah rumah tangga dari plastik dan kain perca (dibuat kerajinan tangan). sedang tamat SMA 24 orang (24 %).B. 10 – 12 tahun sebesar 22%. dan ≥ 12 hanya 6%.

selokan yang ada masih dipenuhi sampah-sampah. Dalam menjaga kebersihan halaman sekitar ini responden beralasan bahwa kebersihan rumah dan halaman sekitar merupakan kesadaran masing- masing individu. Dari hasil penelitian. Menjaga Kebersihan Rumah dan Halaman Perilaku menjaga kebersihan rumah masing-masing sudah cukup namun kebersihan halaman masih rendah. Ada yang selalu membersihkan karena risih jika halamannya kotor. karena rumah dan halaman merupakan hal privasi sehingga rajin dibersihkan. b. Perilaku Pengelolaan Sampah Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan sampah di Kelurahan Bandengan pada kriteria rendah yaitu sebesar 51. Dari pertanyaan angket. Hal ini bisa dilihat dari halaman sekitar rumah. masyarakat sudah bisa membedakan sampah berdasarkan jenisnya (organik dan an-organik). 2. Mengurangi Sampah Rumah Tangga Perilaku mengurangi sampah rumah tangga dengan mengurangi penggunaan plastik atau kertas sebagai pembungkus makanan masih 74 . namun pengetahuan pengelolaan sampah termasuk kriteria sedang yaitu sebesar 56. 19 responden selalu membersihan. Meskipun tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Bandengan rendah. Dari indikator perilaku pengelolaan sampah dideskripsikan dalam uraian sebagai berikut: a.66%. 58 responden sering membersihan dan 21 reponden kadang-kadang membersihkan.38%.

Melaksanakan Kegiatan Kerja Bakti di Lingkungan Sekitar Pelaksanaan kerja bakti di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal masih rendah. c. Sebesar 65 responden menjawab kadang-kadang melaksanakan kerja bakti di lingkungan sekitar. d. Responden tidak perlu repot-repot lagi membawa wadah/tempat makanan karena jika makanan sudah habis maka plastik atau kertas bisa langsung dibuang. Responden beralasan mereka jarang melakukan kerja bakti karena kebersihan limgkungan sekitar adalah kesadaran masing-masing individu. Sedangkan 55 reponden menjawab kadang-kadang dalam keikutsertaan kerja bakti. Dari hasil penelitian 100 responden. Responden menggunakan plastik atau kertas sebagai pembungkus makanan karena praktis. atau hanya dilakukan ketika ada hari-hari tertentu seperti ketika menjelang lebaran. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat bekerja sebagai nelayan yang setiap hari waktunya dihabiskan untuk mencari ikan. Pelaksanaan kerja bakti dilakukan sebulan sekali dan itu pun jarang. 75 . Sebanyak 51 responden menjawab kadang-kadang dan 45 tidak pernah memisahkan sampah organik dan an-organik. rendah. Memisahkan Sampah Organik dan An-Organik Perilaku masyarakat dalam memisahkan sampah organik dan an- organik masih rendah. 67 reponden selalu menggunakan plastik atau kertas dibandingkan menggunakan wadah/tempat makanan.

Selain itu. Sebagian besar yaitu 50 responden menjawab kadang-kadang dalam perilaku mengantungi sampah. Meskipun ada beberapa tempat pembuangan sampah sementara. Kebiasaan Membuang Sampah Kebiasaan masyarakat membuang sampah juga masih rendah. e. Responden beralasan bahwa sampah yang dibersihkan akan langsung dibakar. Padahal membakar sampah merupakan kebiasaan buruk karena dapat merusak lingkungan. tanah bekas pembakaran sampah menjadi tidak subur. namun karena tempat tersebut masih penuh sampah akibat truk sampah yang tidak segera mengambilnya. Selanjutnya sebanyak 45 responden membuang plastik/kertas bekas makan/minum di sembarang tempat. Sampah yang dibakar akan menghasilkan karbondioksida (CO2) yang menyababkan pemanasan global. sehingga masyarakat membuang sampah di depan/belakang halaman kemudian membakarnya atau membuangnya di sungai. 76 . Pemisahan sampah seperti sampah organik dan an-organik adalah sesuatu yang jarang dilakukan oleh masyarakat. Kemudian perilaku memungut sampah di jalan 66 responden menjawab tidak pernah. sehingga mereka tidak mau repot lagi memisahkan antara sampah organik dan an-organik.

ke pengepul dan kegiatan ini sudah tidak ada lagi. Menerapkan Daur Ulang Sampah An-Organik Perilaku mendaur ulang sampah an-organik seperti plastik. dan kardus. Sedangkan kantong plastik biasanya dibuang dan dibakar. hanya berlangsung selama 3 tahun. PKK di Kelurahan Bandengan pernah melaksanakan kegiatan pelatihan membuat taplak meja dari kain perca sebagai usaha untuk menghasilkan uang tambahan. plastik belanja. Beberapa orang ada yang menggunakan kaleng bekas cat sebagai pot tanaman.000. kemudian botol plastik. Sedangkan responden menjawab tidak pernah dalam penerapan daur ulang botol plastik. Menggunakan Kembali Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis Perilaku menguunakan kembali sampah menjadi barang bernilai ekonomis masih rendah. 32 reponden tidak pernah menggunakan kembali dan 63 responden menjawab kadang-kadang. dan jaring-jaring dijual daripada menggunakan kembali. kardus. Sebagian besar responden menjawab kadang-kadang dalam penerapan daur ulang wadah cat. kardus. jaring-jaring masih rendah. Satu kg hasil kerajinan dijual dengan harga Rp 1.f. g. kaleng. Dari 100 responden. 77 . botol plastik..

1) 0.480 termasuk dalam signifikasi ketiga.195) maka hipotesis yang diterima adalah Ha yaitu ada hubungan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal.200 sampai dengan 0. Secara umum tinggi rendahnya tingkat pendidikan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Karena rxy > rtabel (0. 2006:276).480 > 0.600 = validitas cukup 4) 0.00 = validitas sangat tinggi Hasil perhitungan rxy sebesar 0.195.600 dengan kriteria cukup.480 sedangkan pada rtabel sebesar 0.000 sampai dengan 0. Hal ini memberikan gambaran bahwa tingkat pendidikan masyarakat memiliki hubungan dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Desa Bandengan Kecamatan Kota Kendal. Berikut dijelaskan kriteria signifikasi koefisien (Arikunto. Hubungan Tingkat Pendidikan Masyarakat dengan Perilaku Pengelolaan Sampah di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal Hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan rumus product moment diperoleh nilai rxy sebesar 0.800 sampai dengan 1. Namun pendidikan tidak hanya diperoleh dari jenjang formal saja. tapi dari pendidikan nonformal juga 78 .400 – 0.200 = validitas sangat rendah 2) 0.400 = validitas rendah 3) 0.600 sampai dengan 0. yaitu tingkat koefisien antara 0.3.400 sampai dengan 0.800 = validitas tinggi 5) 0.

Seseorang yang pendidikan formalnya rendah belum tentu perilakunya juga rendah. namun masyarakat tidak peduli dan tidak sadar karena membuang sampah sembarangan sudah menjadi kebiasaan dalam hal kepraktisan. 79 . pendidikan nonformal akan memberikan pengaruh mengenai cara pandang dan perilaku seseorang.berpengaruh. Pada umumnya masyarakat sudah mengetahui jika membuang sampah sembarangan dilarang.

Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah di pemukiman nelayan Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal. dan menerapkan daur ulang sampah an-organik. Tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Bandengan termasuk dalam kriteria rendah. kebiasaan membuang sampah. Perilaku pengelolaan sampah meliputi : menjaga kebersihan rumah dan halaman. tahun sukses pendidikan maupun tingkat pendidikan nonformal. baik dalam pendidikan formal.38%. mengurangi sampah rumah tangga. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. 2. 3. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Perilaku pengelolaan sampah di Kelurahan Bandengan tergolong rendah yaitu sebesar 51. sedangkan tingkat pengetahuan pengelolaan sampah sudah termasuk dalam kriteria sedang yaitu sebesar 56. melaksanakan kegiatan kerja bakti di lingkungan sekitar. memisahkan sampah organik dan an-organik. menggunakan kembali sampah menjadi barang bernilai ekonomis. 80 .66%.

khususnya dalam pengelolaan sampah. dengan demikian diharapkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah akan meningkat.B. sungai karena dapat menimbulkan bau busuk yang mengganggu pernafasan dan sebagai sarang penyakit. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Perlu dilakukan peningkatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah. 3. 81 . Perlu dibiasakan tidak membuang sampah di jalan. Masyarakat perlu lebih meningkatkan kepedulian mengenai masalah sampah yang dihasilkan oleh tiap-tiap rumah tangga. 2. selokan. maka penulis memberikan saran sebagai berikut: 1.

Jakarta: Agro Media Pustaka. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2010. Tesis. Surakarta: Aryhaeko Sinergi Persada. Bijak & Cerdas Mengolah Sampah. Jakarta: Agro Media Pustaka. 2010. Peraturan Daerah kabupaten Kendal Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Kendal. Statistika untuk Penelitian. 1984.go. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret. Cholil. Nazir. 2006.. Hermawan. Bogor: Ghalia Indonesia. Suprapto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Perilaku Masyarakat dalam Mengelola Sampah Pemukiman di Kampung Kamboja Kota Pontianak. Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Rineka Cipta. Gambaran Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Berusia 20-60 Tahun di Lingkungan V Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai Tahun 2013.id). Bebas Sampah dari Rumah. Medan: Akademi Kebidanan Nusantara 2000. 2013. Metode Penelitian. BPS Kabupaten Kendal. Sosiologi Masyarakat Desa & Kota. Hubungan Antar Jenjang Pendidikan dan Pendapatan dengan Sikap Kepala Keluarga terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Candisari Kabupaten Grobongan Tahun 2010.bps. Semarang: Program Pascasarjana Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. Eko Wibowo. Mansyur. -------------. Suharsimi. M. Ria. 2014. Moh. (kendalkab. 82 . 2014. Suryati. Teti. 2010. Subarna. Sugiyono. 2011. 2014. Undang-undang Nomor Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Endang. Dihatri. Surabaya: Usaha Nasional. Kecamatan Kota Kendal dalam Angka Tahun 2014. Bandung: Alfabeta. Tesis. 2009. Manfaat Pengelolaan Sampah Terpadu.

Bogor: Yapeka. Kabupaten Tasikmalaya.net/menentukan-ukuran-sampel-menurut-para-ahli/ (diakses tanggal 10 April 2015 jam 18. http://teorionline. Yuniarti.36 WIB) https://virtualyuni.org/wiki/Hubungan/ (diakses tanggal 24 November 2015) 83 .com/2011/03/08/chapter-4-metode-penelitian/ (diakses tanggal 25 mei 2015 jam 08. 2012. Bogor: Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. 2000. E. Wahyono. Nia Tetin. H. Skripsi.Undang-undang Nomor Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.20 WIB) https://id. Pengelolaan Sampah Plastik: Aneka Kerajinan dari Sampah Plastik. Persepsi Masyarakat Nelayan Terhadap Pendidikan Formal di Pantai Pamayang.wordpress. dan Nano Sudarno.wikipedia.

LAMPIRAN 84 .

1. Lulusan SD/Sederajat responden 3. Lulusan SMA/Sederajat 5. Tingkat Pendidikan  Pendidikan formal  Tingkatan Pendidikan Masyarakat Bandengan : Tercantum pada Masyarakat.Lampiran 1 KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI PEMUKIMAN NELAYAN KELURAHAN BANDENGAN KECAMATAN KOTA KENDAL Variabel Sub-Variabel Indikator Nomor Soal 1. Lulusan Pendidikan Tinggi  Lama pendidikan formal yang ditempuh 1  Pentingnya pendidikan formal 2  Pendidikan non formal  Masyarakat mengikuti pendidikan non formal 3  Pengetahuan pengelolaan  Masyarakat memperkirakan akibat dari 4 dan 5 sampah pencemaran sampah 85 . Tidak Tamat Sekolah Dasar bagian identitas 2. Lulusan SMP/Sederajat 4.

dan 17  Masyarakat menggunakan kembali sampah 18 menjadi barang bernilai ekonomis  Masyarakat menerapkan daur ulang sampah an. organik dan 23 86 . 20. 21. 16. Hubungan antara  Perilaku pengelolaan sampah  Masyarakat menyadari menjaga kebersihan rumah 10 tingkat pendidikan dan halaman dengan perilaku  Masyarakat memahami pengurangan sampah 11 pengelolaan rumah tangga sampah  Masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti di 12 dan 13 lingkungan sekitar  Masyarakat menentukan sampah organik dan an. 14 organik  Masyarakat membiasakan membuang sampah 15. Variabel Sub-Variabel Indikator Nomor Soal  Masyarakat menjelaskan pengertian sampah 6 dan 7 organik dan an-organik  Masyarakat mengklasifikasikan sampah sesuai 8 dan 9 jenisnya (organik dan an-organik) 2. 19. 22.

> 13 tahun c. ≤ 6 tahun 2. Lulusan SMA/Sederajat e.Lampiran 2 KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI PEMUKIMAN NELAYAN KELURAHAN BANDENGAN KECAMATAN KOTA KENDAL IDENTITAS RESPONDEN 1. Alamat : 5. Berapa lama Saudara mengikuti pendidikan formal? a. 10 – 12 tahun d. Nama : 3. Apakah menurut Saudara pendidikan formal itu penting? a. Sangat penting c. Lulusan Pendidikan Tinggi f. Tingkat Pendidikan 1. 7 – 9 tahun b. No Urut Responden : 2. Tidak Tamat Sekolah Dasar b. Lulusan SD/Sederajat c. Tidak penting 87 . Pendidikan Terakhir : a. Lulusan SMP/Sederajat d. Umur : 4. Tahun Sukses Pendidikan : A. Penting d. Biasa b. Pekerjaan : 6.

a. Sampah yang dapat terurai oleh makhluk hidup c. paku d. Menyuburkan tanah d. dedaunan c. 1 kali. Yang termasuk sampah organik adalah…. Sampah yang tidak dapat terurai oleh makhluk hidup c. sebutkan…. a. Sampah yang dapat terurai tanpa bantuan makhluk hidup 8. Sisa makanan. Lingkungan menjadi kotor d. a. Sampah yang dapat terurai oleh makhluk hidup d. Sampah yang tidak dapat terurai tanpa dibakar 7. 2 kali. Pernah. plastik. 3. Kertas. Dedaunan. Apakah Saudara pernah mengikuti pendidikan non formal (penyuluhan/sosialisasi) tentang pengelolaan sampah? a. Pernah. kaca 88 . tanaman. Polusi udara c. Sampah yang tidak dapat terurai tanpa dibakar b. Pernah. Akibat dari pembakaran sampah adalah…. buah b. Sampah yang tidak dapat terurai oleh makhluk hidup d. Tidak pernah B. sebutkan…. Sampah yang dapat terurai tanpa bantuan makhluk hidup b. Lingkungan menjadi bersih b. sayuran. Menimbulkan bau tidak sedap 5. Sampah organik adalah…. lebih dari 2 kali. Memperindah Pemandangan b. Menghasilkan pupuk 6. a. sisa makanan. c. Sampah yang menumpuk dan berceceran akan mengakibatkan kecuali…. Pencemaran lingkungan c. Kulit buah. b. Pengetahuan Pengelolaan Sampah 4. Sampah an-organik adalah…. sebutkan… d. a.

9. Berikut merupakan macam-macam sampah.
1) Daun kering 3) Kaca 5) Kulit buah
2) Sampah logam 4) Kaleng
Dari uraian di atas, yang termasuk sampah yang sulit terurai dan sulit
terbakar (an-organik) adalah….
a. 1, 2, 3 c. 3, 4, 5
b. 2, 3, 4 d. 1, 3, 5

C. Perilaku Pengelolaan sampah
10. Apakah Saudara membersihkan halaman rumah setiap hari?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
11. Apakah Saudara mengurangi sampah yang dihasilkan rumah tangga?
Misalnya lebih menggunakan wadah makan (Tupperware) daripada
menggunakan plastik atau kertas?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
12. Dalam sebulan apakah lingkungan tempat tinggal Saudara mengadakan
kerja bakti?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
13. Apakah Saudara selalu ikut kerja bakti membersihkan sampah di
lingkungan tempat tinggal Saudara?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
14. Apakah Saudara mengumpulkan sampah dan memisahkan sampah
organik dan anorganik?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah

89

15. Ketika Saudara makan/minum, Apakah Saudara mengantungi sampah
hingga menemukan tempat sampah?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
16. Saudara akan mengambil dan membuang sampah ke tempat sampah
ketika di jalan?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
17. Apakah Saudara pernah membuang sampah di sungai atau di selokan air?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
18. Apakah saudara sudah menggunakan kembali sampah rumah tangga
menjadi barang yang bernilai ekonomi?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
19. Apakah Saudara menggunakan kembali wadah bekas cat, contohnya
untuk pot tanaman, ember, dll?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
20. Apakah Saudara memakai ulang plastik bekas belanja, misalnya
digunakan untuk wadah belanja lagi?

a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
21. Apakah Saudara menggunakan ulang botol plastik bekas? Misalnya
memanfaatkan botol bekas untuk tempat cairan pel, cairan pembersih
kaca, atau cairan pembersih piring, mangkok dan gelas?

a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah

90

22. Apakah Saudara sering menyimpan kardus untuk digunakan ulang?
Misalnya untuk wadah buku, menyimpan sepatu, dll?

a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
23. Apakah Saudara pernah menggunakan produk hasil daur ulang sampah,
contoh tas dari anyaman sampah kantong plastik, bross dari kain perca,
dll?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah

91

gerobak) 9 Pengumpulan dan penumpukan sampah organik dijadikan bahan pupuk 92 .Lampiran 3 LEMBAR OBSERVASI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI PEMUKIMAN NELAYAN KELURAHAN BANDENGAN KECAMATAN KOTA KENDAL Kategori No Indikator Pengelolaan Sampah Ya Tidak Terdapat tempat sampah organik 1 dan an-organik 2 Sampah tidak berserakan 3 Setiap sampah ditampung pada tempat sampah 4 Sampah dipisahkan antara organik dan an-organik 5 Sampah-sampah yang cepat busuk dan berbau dimasukkan ke dalam kantong kedap air dan diikat 6 Terdapat tempat pembuangan sampah sementara (TPS) 7 Terdapat tempat pembuangan sampah akhir (TPA) 8 Terdapat peralatan pengumpulan (tong sampah. bak sampah.

693 0.482 Valid 19 0.482 Valid 5 0.482 Valid 21 0.508 0.482 Valid 2 0.482 Valid 10 0.552 0.482 Valid 3 0.482 Valid 23 0.539 0.671 0.482 Valid 22 0.482 Valid 4 0.482 Valid 11 0.730 0.482 Valid 7 0.613 0.487 0.482 Valid 16 0.641 0.860 0.641 0.482 Valid 15 0.482 Valid 13 0.549 0.875 0.655 0.484 0.482 Valid 18 0.482 Valid Sumber: Data Penelitian.482 Valid 14 0.482 Valid 9 0.610 0.565 0.866 0.482 Valid 20 0. 2015.482 Valid 12 0.550 0.631 0.558 0. 93 .482 Valid 6 0.750 0.638 0.482 Valid 17 0.Lampiran 4 VALIDITAS INSTRUMEN Nomor item r-hitung r-tabel Keterangan 1 0.482 Valid 8 0.

884 rtabel  0.Lampiran 5 RELIABILITAS INSTRUMEN rhitung  0.482 rhitung > rtabel = Instrumen Reliabel 94 .

U R11 Ngaiben 59 Tidak Tamat SD Nelayan R12 Kamdi 47 SMA Wiraswasta R13 Raharjo 51 SMA Nelayan R14 Keswanto 34 SMA Karyawan Swasta R15 Napiah 48 SMP Ibu Rumah Tangga R16 Dyah Ayu Wulandari 31 SMA Ibu Rumah Tangga R17 Sudirman 31 SD Nelayan R18 Kusnanto 29 SMP Nelayan R19 Akhmad Yasin 31 SMP Nelayan R20 Maulida Lutfi 36 SMA Nelayan R21 Ahmad 30 SMP Wiraswasta R22 Nita Prana Saputri 21 SMA Karyawan Pabrik R23 Destiana Wahyuningrum 30 SMA Ibu Rumah Tangga R24 Setyowati 50 S1 Guru R25 Supratno 40 SMP Nelayan R26 Nurhadi 49 S1 Wiraswasta R27 Siti Mukharomah 30 SMA Ibu Rumah Tangga R28 Sulimah 70 SD - R29 Harianto 36 Tidak Tamat SD Swasta R30 Rida 18 SMP Karyawan Pabrik R31 Yunani 34 SMP Ibu Rumah Tangga R32 Ambiyo 54 Tidak Tamat SD Swasta R33 Jumonto 35 SD Nelayan R34 Aida 38 SMA Swasta R35 Suwarni 43 Tidak Tamat SD Ibu Rumah Tangga R36 Jumaiyah 28 SMP Ibu Rumah Tangga R37 Nur Azah 42 SMA Ibu Rumah Tangga R38 Pujiyanti 42 SMA Ibu Rumah Tangga R39 Shyanti 26 SMP Ibu Rumah Tangga R40 Riska Indri Liani 21 SMA Mahasiswa R41 Hadi Susilo 35 SMA Petani R42 Sariati 51 Tidak Tamat SD Ibu Rumah Tangga R43 Deka Widyaningtyas 23 SMA Mahasiswa R44 Sudarmo 53 Tidak Tamat SD Petani R45 Sueni 46 SD Ibu Rumah Tangga R46 Supriyati 47 SD Ibu Rumah Tangga R47 Komariyah 52 Tidak Tamat SD Ibu Rumah Tangga R48 Sumari 47 SMA Wiraswasta R49 Sutrisno 38 SMP Petani R50 Sumi Fandilah 32 SMP Ibu Rumah Tangga R51 Sudarsih 44 Tidak Tamat SD Petani R52 Fitriyah 46 SD Ibu Rumah Tangga R53 Ahmad Basuki 48 SD Nelayan 95 .Lampiran 6 DAFTAR NAMA RESPONDEN PENELITIAN Kode Umur Tingkat Nama Pekerjaan Res. (Th) Pendidikan R1 Darminto 32 SMP Nelayan R2 Budi Yulianto 37 SMA Nelayan R3 Triyogi 49 SMA Karyawan R4 Sukati 55 Tidak Tamat SD Ibu Rumah Tangga R5 Khoirul Umam 29 SMP Nelayan R6 Gembong Mahardhika 33 D3 Wiraswasta R7 Suyamah 45 SD Ibu Rumah Tangga R8 Prayogo 43 SD Tukang Becak R9 Joko Riyanto 32 SD Nelayan R10 Alief Wibowo 26 S1 T.

Kode Umur Tingkat Nama Pekerjaan Res. (Th) pendidikan R54 Sutaman 55 SD Nelayan R55 Suroto 45 SD Nelayan R56 Nur Wakhid 47 SMP Nelayan R57 Santoso 44 SD Nelayan R58 Sapa’i 25 SD Nelayan R59 Runtut 45 SD Nelayan R60 Siti Rukimah 48 SD Ibu Rumah Tangga R61 Siti Kalimah 41 SMA Ibu Rumah Tangga R62 Warkonah 47 SD Ibu Rumah Tangga R63 Sonhaji 45 SD Petani R64 Wahono 60 Tidak Tamat SD Swasta R65 Solikhin 44 SD Petani R66 Prasetyo 35 SMA Karyawan Swasta R67 Rofiah 42 SD Ibu Rumah Tangga R68 Rojanah 48 Tidak Tamat SD Ibu Rumah Tangga R69 Sutrimo 35 SD Nelayan R70 Tasrip 48 SD Nelayan R71 Rukaini 39 SMP Nelayan R72 Sutriman 49 SD Nelayan R73 Ngasimah 33 SMP Ibu Rumah Tangga R74 Maryati 42 SD Ibu Rumah Tangga R75 Rubaiyah 50 Tidak Tamat SD Ibu Rumah Tangga R76 Jatno 37 SMA Karyawan Swasta R77 Abdul Hadi 42 SMA Wiraswasta R78 Asri 60 Tidak Tamat SD Swasta R79 Senam 35 SD Nelayan R80 Mulyadi 35 SD Nelayan R81 Resojono 35 SMP Nelayan R82 Kamyadi 47 SD Nelayan R83 Abdul Wakhid 41 SD Petani R84 Subiyanto 50 SMA Wiraswasta R85 Sukinah 44 SD Ibu Rumah Tangga R86 Peni Widyastuti 46 SD Ibu Rumah Tangga R87 Setyawan 38 SMP Nelayan R88 Kunawi 50 SD Nelayan R89 Ismanto 46 SMP Nelayan R90 Ngatiyo 54 SD Nelayan R91 Wahyudi 43 SMP Nelayan R92 Murip 50 SD Nelayan R93 Supiyati 44 SD Ibu Rumah Tangga R94 Hartono 50 SMA Wiraswasta R95 Muslimah 38 SD Ibu Rumah Tangga R96 Sutejo 45 SMA Karyawan Pabrik R97 Zaenal Arifin 43 SD Petani R98 Abdul Somad 47 SD Nelayan R99 Slamet 49 SMP Nelayan R100 Nurudin 47 SD Nelayan Sumber: Data Penelitian. 96 . 2015.

Tingkat Kode Skor Kode Pendidikan Pengetahuan Perilaku Pendidikan Res. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Res. R1 2 3 1 0 1 0 1 1 1 3 1 3 4 2 4 3 4 2 3 2 2 2 1 46 R1 3 R2 3 3 1 1 1 0 0 1 1 2 1 2 2 1 2 2 4 1 2 4 2 2 1 39 R2 4 R3 3 3 2 1 1 1 0 1 1 4 2 2 2 2 4 3 3 1 4 4 3 3 2 52 R3 4 R4 1 2 1 1 0 0 1 1 1 3 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 32 R4 1 R5 2 3 1 1 1 0 0 1 1 4 1 4 3 2 2 1 4 2 3 1 1 2 1 41 R5 3 R6 4 4 1 1 1 0 1 1 1 3 1 2 2 2 1 2 4 2 2 1 1 2 1 40 R6 5 R7 1 3 1 1 0 0 1 1 1 3 1 3 2 2 1 2 4 2 1 1 1 2 2 36 R7 2 R8 1 3 1 1 1 0 1 1 1 3 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 34 R8 2 R9 1 3 1 1 1 0 1 1 1 4 1 1 2 2 1 1 4 2 2 2 1 2 2 37 R9 2 R10 4 3 1 1 1 1 0 1 1 3 3 4 2 2 4 4 3 1 3 3 3 2 1 51 R10 5 R11 1 2 1 0 0 1 0 1 0 2 1 2 4 1 2 1 3 1 2 3 2 1 1 32 R11 1 R12 3 3 1 1 1 0 1 1 1 4 4 2 2 2 4 1 4 4 4 2 3 4 2 54 R12 4 R13 3 3 1 0 1 0 1 1 1 2 1 2 2 1 1 2 4 1 2 3 1 2 1 36 R13 4 R14 3 4 1 1 1 0 1 1 1 4 3 4 4 2 3 3 4 1 2 4 4 4 4 59 R14 4 R15 2 3 1 1 1 0 1 1 1 3 1 2 2 2 1 1 4 2 2 1 1 2 2 37 R15 3 R16 3 3 1 1 1 0 1 1 1 4 1 2 2 1 1 1 4 2 3 1 1 2 1 38 R16 4 R17 1 4 1 0 1 0 1 1 1 3 1 2 3 1 1 2 4 2 2 1 1 2 2 37 R17 2 R18 2 3 1 0 1 0 1 1 1 4 2 3 4 2 3 2 4 3 2 1 1 2 1 44 R18 3 R19 2 3 1 0 1 0 1 1 1 4 2 4 3 2 1 2 4 2 3 2 1 2 1 43 R19 3 R20 3 3 1 0 1 0 1 1 1 3 2 2 3 2 1 1 4 1 2 1 1 2 1 37 R20 4 R21 2 3 1 1 1 0 1 1 1 3 1 4 3 2 2 2 4 1 3 1 1 3 2 43 R21 3 R22 3 3 1 1 1 0 1 1 1 3 1 3 2 2 1 1 4 2 3 1 1 2 1 39 R22 4 R23 3 4 1 1 1 0 1 1 1 4 3 4 4 2 3 3 4 1 2 4 4 4 4 59 R23 4 R24 4 4 4 1 1 0 1 1 1 3 1 2 2 3 2 1 4 2 3 1 1 3 1 46 R24 5 R25 2 3 1 1 1 0 0 1 1 3 1 4 3 2 2 1 4 2 3 2 1 2 2 42 R25 3 97 . Total Res. Lampiran 7 ANALISIS DESKRIPTIF PERSENTASE Nomor Pertanyaan ke.

Nomor Pertanyaan ke. Tingkat Kode Skor Kode Pendidikan Pengetahuan Perilaku Pendidikan Res. Total Res. R26 4 3 1 1 1 0 1 1 1 3 3 2 2 2 3 1 4 3 3 2 3 4 2 50 R26 5 R27 3 4 1 1 1 0 1 1 1 4 1 3 2 3 2 2 4 2 3 2 1 3 2 47 R27 4 R28 2 3 1 1 1 1 0 1 1 3 1 2 1 2 3 2 3 2 1 3 2 2 1 39 R28 2 R29 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 33 R29 1 R30 2 3 1 0 1 0 1 1 1 4 1 2 1 1 2 1 4 1 2 2 1 2 1 35 R30 3 R31 2 3 1 0 1 0 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 4 1 2 1 1 2 1 31 R31 3 R32 1 2 1 1 0 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 4 1 2 1 1 2 1 31 R32 1 R33 1 3 1 1 0 0 0 1 1 4 1 4 3 2 2 1 4 2 2 1 1 2 2 39 R33 2 R34 3 4 3 1 1 1 1 1 1 4 4 2 3 2 3 2 4 2 2 3 3 2 3 55 R34 4 R35 1 2 1 1 1 0 1 1 1 4 1 3 2 2 1 1 4 2 2 2 1 2 1 37 R35 1 R36 2 3 1 1 1 0 1 1 1 3 2 2 2 2 1 1 3 1 3 2 3 3 1 40 R36 3 R37 3 3 2 1 1 0 0 1 1 4 4 2 2 2 2 4 4 1 2 2 2 2 1 46 R37 4 R38 3 3 2 1 1 0 0 1 1 4 4 2 2 2 2 2 3 1 2 2 2 2 1 43 R38 4 R39 2 4 1 1 1 0 0 1 1 4 2 4 2 1 4 2 3 1 1 1 2 2 1 41 R39 3 R40 4 3 1 0 1 0 0 1 1 3 4 1 1 2 2 2 3 1 2 2 2 3 2 41 R40 4 R41 3 4 4 0 1 0 0 1 1 4 3 3 4 4 2 2 4 3 3 2 2 2 3 55 R41 4 R42 1 2 2 0 0 0 0 1 1 4 3 2 3 4 4 3 4 2 3 1 1 2 3 46 R42 1 R43 4 3 1 1 1 1 0 1 1 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 46 R43 4 R44 1 2 1 0 0 1 0 1 0 2 1 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 2 1 31 R44 1 R45 1 3 1 1 0 0 1 1 1 3 1 2 2 2 1 2 3 2 1 1 1 2 2 34 R45 2 R46 1 3 1 1 0 0 0 1 0 3 1 2 1 1 2 1 3 1 2 3 2 2 2 33 R46 2 R47 1 2 1 1 1 0 0 0 1 3 1 3 2 2 1 1 3 2 2 2 1 2 1 33 R47 1 R48 3 3 1 1 1 1 0 1 1 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 2 2 3 1 45 R48 4 R49 2 3 1 1 1 0 0 1 0 3 1 4 3 2 2 1 3 2 3 2 1 2 2 40 R49 3 R50 2 3 2 1 1 0 1 1 1 3 2 2 2 2 1 1 3 1 2 2 2 2 2 39 R50 3 R51 1 2 1 1 0 0 0 1 1 4 1 3 2 2 2 1 3 2 2 2 1 2 1 35 R51 1 R52 1 3 1 1 1 0 1 1 0 3 1 2 1 1 2 1 3 2 2 3 1 2 2 35 R52 2 R53 1 2 1 0 1 0 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 3 1 2 3 1 2 1 31 R53 2 98 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Res.

Nomor Pertanyaan ke. Tingkat Kode Skor Kode Pendidikan Pengetahuan Perilaku Pendidikan Res. R54 1 2 1 1 1 0 0 0 1 3 1 2 2 1 2 1 3 2 3 2 1 2 2 34 R54 2 R55 1 3 1 0 1 1 0 0 1 2 1 2 2 1 2 1 4 2 2 1 1 2 1 32 R55 2 R56 2 3 1 0 1 0 1 1 1 2 1 3 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 1 37 R56 3 R57 1 3 1 0 1 1 0 1 1 3 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 33 R57 2 R58 1 3 1 1 1 1 0 1 1 3 2 3 3 1 2 1 4 2 3 2 2 2 1 41 R58 2 R59 1 3 1 0 1 1 0 1 1 3 1 2 3 1 1 1 3 2 2 1 1 2 1 33 R59 2 R60 1 2 1 0 1 1 0 1 1 3 1 2 2 2 2 1 3 1 1 2 2 2 2 34 R60 2 R61 3 2 2 1 1 0 0 1 1 3 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 1 41 R61 4 R62 1 2 1 0 0 1 0 1 1 3 1 2 2 1 2 1 3 2 1 3 2 2 2 34 R62 2 R63 1 3 1 1 0 0 1 1 0 3 1 2 2 1 1 1 3 2 2 1 1 2 1 31 R63 2 R64 1 2 1 0 1 1 0 0 1 2 1 2 2 1 1 1 3 1 2 1 1 2 1 28 R64 1 R65 1 3 1 1 1 0 1 1 1 3 1 2 2 1 1 1 3 2 2 1 1 2 1 33 R65 2 R66 3 3 1 1 1 0 1 1 1 3 2 2 3 2 1 1 4 1 2 1 1 2 1 38 R66 4 R67 1 3 1 0 0 1 0 1 1 3 2 2 2 1 2 1 4 1 2 3 2 2 1 36 R67 2 R68 1 2 1 1 0 1 0 1 1 3 1 2 1 1 3 1 3 1 2 3 2 2 1 34 R68 1 R69 1 3 1 1 0 0 0 1 1 3 1 3 3 2 2 1 3 2 2 1 1 2 1 35 R69 2 R70 1 2 1 0 1 0 1 0 1 2 1 2 2 1 1 1 3 1 2 3 1 2 1 30 R70 2 R71 2 3 1 1 1 0 0 1 0 3 1 3 3 2 2 1 3 2 3 2 1 2 2 39 R71 3 R72 1 2 1 0 0 0 1 1 1 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 1 2 1 37 R72 2 R73 2 3 2 1 1 1 0 1 1 3 3 2 2 2 2 1 4 2 2 3 2 2 2 44 R73 3 R74 1 3 1 1 1 1 0 0 1 3 1 2 2 2 2 1 4 2 2 3 2 2 2 39 R74 2 R75 1 2 1 1 0 0 0 1 0 3 1 2 2 1 1 1 3 2 2 1 1 2 1 29 R75 1 R76 3 3 1 1 1 0 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 38 R76 4 R77 3 4 1 1 1 0 1 1 1 3 2 3 3 2 3 1 4 2 2 2 2 2 1 45 R77 4 R78 1 2 1 0 0 0 0 1 1 2 1 2 2 1 2 1 3 1 2 2 1 2 1 29 R78 1 R79 2 3 1 0 1 0 1 1 1 2 1 2 2 1 2 1 4 2 3 2 1 2 1 36 R79 2 R80 1 3 1 1 0 0 0 1 1 3 2 3 3 2 2 2 4 2 2 1 1 2 2 39 R80 2 R81 2 3 1 1 0 0 0 1 1 2 1 2 3 2 2 1 3 2 3 1 1 2 1 35 R81 3 99 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Res. Total Res.

49 2.39 2.43 3.65 0.44 38.90 0.76 0.83 1.61 1.30 0.15 0.59 Rata 2.28 1. Total Res.55 1.89 3 1.5 2.85 2.48 0.2 1. 2015.96 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Res.68 Sumber: Data Penelitian.73 2. Tingkat Kode Skor Kode Pendidikan Pengetahuan Perilaku Pendidikan Res. 100 .87 1.33 1. Nomor Pertanyaan ke. R82 1 3 1 0 1 1 0 1 1 3 1 2 3 1 2 1 3 2 2 1 1 2 1 34 R82 2 R83 1 2 1 1 0 1 0 1 0 2 1 2 3 1 2 2 4 2 3 2 1 2 1 35 R83 2 R84 3 3 1 1 1 0 1 1 1 3 1 3 3 2 3 1 4 2 3 2 2 3 1 45 R84 4 R85 1 2 1 1 0 1 0 1 0 3 2 2 1 2 2 1 3 2 2 3 2 2 2 36 R85 2 R86 1 2 1 1 0 1 0 1 1 3 1 2 1 1 2 1 3 1 2 2 2 2 2 33 R86 2 R87 2 3 1 0 1 0 1 1 1 3 2 3 3 1 2 1 4 2 2 1 1 2 1 38 R87 3 R88 1 2 1 0 1 1 0 0 1 3 2 3 3 1 3 2 4 2 2 1 1 2 2 38 R88 2 R89 2 3 1 0 1 1 0 1 1 3 1 3 3 2 2 2 3 2 3 1 1 3 1 40 R89 3 R90 1 2 1 0 1 1 0 0 1 3 1 3 3 2 3 2 4 2 3 2 2 2 1 40 R90 2 R91 2 3 1 0 1 0 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 3 2 3 2 1 2 1 37 R91 3 R92 1 2 1 1 1 0 0 1 1 3 1 2 3 2 2 1 3 2 3 1 1 2 1 35 R92 2 R93 1 2 1 0 1 1 0 0 1 3 1 2 2 1 2 1 3 2 2 3 2 2 2 35 R93 2 R94 3 3 1 0 1 0 1 1 1 2 1 2 3 1 2 1 4 1 2 2 1 3 1 37 R94 4 R95 1 3 1 1 1 0 0 1 1 4 2 2 2 1 3 1 4 2 2 3 2 3 2 42 R95 2 R96 3 3 1 1 1 0 1 1 1 2 1 2 2 1 2 1 4 1 2 2 1 3 1 37 R96 4 R97 1 3 1 1 1 0 1 1 0 3 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 33 R97 2 R98 1 3 1 1 0 1 0 0 1 3 1 3 3 1 2 1 3 2 2 1 1 2 2 35 R98 2 R99 2 3 1 1 1 0 0 1 1 2 1 2 3 1 2 1 3 2 3 2 1 2 1 36 R99 3 R100 1 3 1 0 1 0 1 1 1 3 1 2 2 1 2 1 3 2 2 2 1 2 1 34 R100 2 Total 185 283 115 65 76 30 48 90 89 300 150 239 233 161 196 143 355 173 228 187 149 220 144 3859 Total 268 Rata 1.

67 Sedang R11 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R33 1 3 1 5 41.67 Rendah 101 .33 Sangat Rendah R54 1 2 1 4 33.67 Sedang R38 3 3 2 8 66. P1 P2 P3 Total R1 2 3 1 6 50 Rendah R2 3 3 1 7 58.67 Rendah R8 1 3 1 5 41.33 Sangat Rendah R48 3 3 1 7 58.33 Sedang R40 4 3 1 8 66.67 Sedang R4 1 2 1 4 33.33 Sedang R51 1 2 1 4 33.67 Sedang R27 3 4 1 8 66.33 Sedang R14 3 4 1 8 66.67 Sedang R15 2 3 1 6 50 Rendah R16 3 3 1 7 58.67 Sedang R41 3 4 4 11 91.33 Sangat Rendah R12 3 3 1 7 58.33 Sedang R13 3 3 1 7 58.33 Sangat Rendah R5 2 3 1 6 50 Rendah R6 4 4 1 9 75 Tinggi R7 1 3 1 5 41.33 Sangat Rendah R36 2 3 1 6 50 Rendah R37 3 3 2 8 66.33 Sedang R23 3 4 1 8 66. Res.67 Sedang R44 1 2 1 4 33.67 Sedang R28 2 3 1 6 50 Rendah R29 1 2 1 4 33.67 Rendah R46 1 3 1 5 41.67 Rendah R34 3 4 3 10 83.67 Rendah R56 2 3 1 6 50 Rendah R57 1 3 1 5 41.67 Rendah R47 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R52 1 3 1 5 41.67 Rendah R9 1 3 1 5 41.33 Sedang R49 2 3 1 6 50 Rendah R50 2 3 2 7 58. Skor % Ket.67 Rendah R53 1 2 1 4 33.Lampiran 8 PERSENTASE TINGKAT PENDIDIKAN Kode Jawaban Pertanyaan ke.33 Sangat Rendah R55 1 3 1 5 41.33 Sangat Rendah R30 2 3 1 6 50 Rendah R31 2 3 1 6 50 Rendah R32 1 2 1 4 33.33 Sedang R3 3 3 2 8 66.67 Rendah R10 4 3 1 8 66.67 Rendah R58 1 3 1 5 41.33 Tinggi R35 1 2 1 4 33.33 Sedang R21 2 3 1 6 50 Rendah R22 3 3 1 7 58.33 Sangat Rendah R45 1 3 1 5 41.67 Sangat Tinggi R42 1 2 2 5 41.67 Sedang R24 4 4 4 12 100 Sangat Tinggi R25 2 3 1 6 50 Rendah R26 4 3 1 8 66.67 Rendah R43 4 3 1 8 66.67 Sedang R39 2 4 1 7 58.33 Sedang R17 1 4 1 6 50 Rendah R18 2 3 1 6 50 Rendah R19 2 3 1 6 50 Rendah R20 3 3 1 7 58.

67 Sedang R78 1 2 1 4 33.67 Rendah R64 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R91 2 3 1 6 50 Rendah R92 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R63 1 3 1 5 41.67 Rendah R83 1 2 1 4 33.67 Rendah R66 3 3 1 7 58. Res.67 Rendah R96 3 3 1 7 58.67 Rendah R81 2 3 1 6 50 Rendah R82 1 3 1 5 41.31 Rata-rata 48.33 Sangat Rendah R93 1 2 1 4 33.67 Rendah R68 1 2 1 4 33.33 Sedang R95 1 3 1 5 41.33 Sedang R67 1 3 1 5 41. Skor % Ket.33 Sedang R77 3 4 1 8 66.33 Sangat Rendah R89 2 3 1 6 50 Rendah R90 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R73 2 3 2 7 58.33 Sangat Rendah R94 3 3 1 7 58.67 Rendah R99 2 3 1 6 50 Rendah R100 1 3 1 5 41. 102 .33 Sedang R74 1 3 1 5 41.33 Sangat Rendah R69 1 3 1 5 41.33 Sedang R97 1 3 1 5 41.33 Sangat Rendah R87 2 3 1 6 50 Rendah R88 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R79 2 3 1 6 50 Rendah R80 1 3 1 5 41.33 Sedang R85 1 2 1 4 33. P1 P2 P3 Total R59 1 3 1 5 41.33 Sangat Rendah R76 3 3 1 7 58.67 Rendah R98 1 3 1 5 41. Kode Nomor Pertanyaan ke. 2015.33 Sangat Rendah R71 2 3 1 6 50 Rendah R72 1 2 1 4 33.5831 Rendah Sumber: Data Penelitian.67 Rendah Jumlah 4858.33 Sangat Rendah R86 1 2 1 4 33.67 Rendah R70 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R65 1 3 1 5 41.33 Sedang R62 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R84 3 3 1 7 58.67 Rendah R75 1 2 1 4 33.67 Rendah R60 1 2 1 4 33.33 Sangat Rendah R61 3 2 2 7 58.

33 Sangat Tinggi R36 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R9 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R25 1 1 0 0 1 1 4 66.33 Rendah R43 1 1 1 0 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R49 1 1 0 0 1 0 3 50 Sedang R50 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R40 0 1 0 0 1 1 3 50 Sedang R41 0 1 0 0 1 1 3 50 Sedang R42 0 0 0 0 1 1 2 33.33 Sangat Tinggi R33 1 0 0 0 1 1 3 50 Sedang R34 1 1 1 1 1 1 6 100 Sangat Tinggi R35 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R4 1 0 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R18 0 1 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R57 0 1 1 0 1 1 4 66. P4 P5 P6 P7 P8 P9 Total R1 0 1 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R21 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R27 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R39 1 1 0 0 1 1 4 66. 67 Tinggi R53 0 1 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R32 1 0 1 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R7 1 0 0 1 1 1 4 66.33 Sangat Tinggi R17 0 1 0 1 1 1 4 66.33 Sangat Tinggi R10 1 1 1 0 1 1 5 83.67 Tinggi R31 0 1 0 1 1 1 4 66. Skor % Ket.67 Tinggi R20 0 1 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R14 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R54 1 1 0 0 0 1 3 50 Sedang R55 0 1 1 0 0 1 3 50 Sedang R56 0 1 0 1 1 1 4 66. Res.67 Tinggi R6 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi 103 .33 Sangat Tinggi R15 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R8 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R5 1 1 0 0 1 1 4 66.33 Sangat Tinggi R22 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R26 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R24 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R23 1 1 0 1 1 1 5 83.Lampiran 9 PERSENTASE PENGETAHUAN PENGELOLAAN SAMPAH Kode Nomor Pertanyaan ke.67 Tinggi R58 1 1 1 0 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R16 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Rendah R45 1 0 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R3 1 1 1 0 1 1 5 83.67 Tinggi R38 1 1 0 0 1 1 4 66.33 Sangat Tinggi R51 1 0 0 0 1 1 3 50 Sedang R52 1 1 0 1 1 0 4 66.33 Sangat Tinggi R11 0 0 1 0 1 0 2 33.33 Sangat Tinggi R44 0 0 1 0 1 0 2 33.33 Rendah R12 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R2 1 1 0 0 1 1 4 66.33 Sangat Tinggi R28 1 1 1 0 1 1 5 83.67 Tinggi R46 1 0 0 0 1 0 2 33.33 Sangat Tinggi R29 1 1 1 1 1 1 6 100 Sangat Tinggi R30 0 1 0 1 1 1 4 66.33 Sangat Tinggi R13 0 1 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R19 0 1 0 1 1 1 4 66.33 Rendah R47 1 1 0 0 0 1 3 50 Sedang R48 1 1 1 0 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R37 1 1 0 0 1 1 4 66.

67 Tinggi R60 0 1 1 0 1 1 4 66.67 Tinggi R98 1 0 1 0 0 1 3 50 Sedang R99 1 1 0 0 1 1 4 66.33 Sangat Tinggi R85 1 0 1 0 1 0 3 50 Sedang R86 1 0 1 0 1 1 4 66.67 Tinggi R75 1 0 0 0 1 0 2 33.67 Tinggi R80 1 0 0 0 1 1 3 50 Sedang R81 1 0 0 0 1 1 3 50 Sedang R82 0 1 1 0 1 1 4 66.67 Tinggi R96 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R90 0 1 1 0 0 1 3 50 Sedang R91 0 1 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R83 1 0 1 0 1 0 3 50 Sedang R84 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Rendah R79 0 1 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi R95 1 1 0 0 1 1 4 66.33 Rendah R76 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R77 1 1 0 1 1 1 5 83.67 Tinggi R69 1 0 0 0 1 1 3 50 Sedang R70 0 1 0 1 0 1 3 50 Sedang R71 1 1 0 0 1 0 3 50 Sedang R72 0 0 0 1 1 1 3 50 Sedang R73 1 1 1 0 1 1 5 83.67 Rata-rata 56.67 Tinggi R92 1 1 0 0 1 1 4 66.33 Sangat Tinggi R78 0 0 0 0 1 1 2 33.67 Tinggi R88 0 1 1 0 0 1 3 50 Sedang R89 0 1 1 0 1 1 4 66. Skor % Ket. 2015 104 . Res.6667 Sedang Sumber: Data Penelitian.67 Tinggi R62 0 0 1 0 1 1 3 50 Sedang R63 1 0 0 1 1 0 3 50 Sedang R64 0 1 1 0 0 1 3 50 Sedang R65 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R74 1 1 1 0 0 1 4 66.67 Tinggi R93 0 1 1 0 0 1 3 50 Sedang R94 0 1 0 1 1 1 4 66.67 Tinggi Total 5666.33 Sangat Tinggi R97 1 1 0 1 1 0 4 66. P4 P5 P6 P7 P8 P9 Total R59 0 1 1 0 1 1 4 66.67 Tinggi R61 1 1 0 0 1 1 4 66.67 Tinggi R100 0 1 0 1 1 1 4 66.Kode Nomor Pertanyaan ke.33 Sangat Tinggi R66 1 1 0 1 1 1 5 83.33 Sangat Tinggi R67 0 0 1 0 1 1 3 50 Sedang R68 1 0 1 0 1 1 4 66.67 Tinggi R87 0 1 0 1 1 1 4 66.

21 Rendah R8 3 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 24 42.85 Rendah R5 4 1 4 3 2 2 1 4 2 3 1 1 2 1 31 55.64 Rendah R14 4 3 4 4 2 3 3 4 1 2 4 4 4 4 46 82.21 Rendah R23 4 3 4 4 2 3 3 4 1 2 4 4 4 4 46 82.21 Rendah R18 4 2 3 4 2 3 2 4 3 2 1 1 2 1 34 60.85 Sedang R11 2 1 2 4 1 2 1 3 1 2 3 2 1 1 26 46.28 Sedang R2 2 1 2 2 1 2 2 4 1 2 4 2 2 1 28 50 Rendah R3 4 2 2 2 2 4 3 3 1 4 4 3 3 2 39 69.42 Rendah R16 4 1 2 2 1 1 1 4 2 3 1 1 2 1 26 46.35 Sedang R6 3 1 2 2 2 1 2 4 2 2 1 1 2 1 26 46.92 Sedang R20 3 2 2 3 2 1 1 4 1 2 1 1 2 1 26 46.85 Rendah R9 4 1 1 2 2 1 1 4 2 2 2 1 2 2 27 48.21 Rendah R10 3 3 4 2 2 4 4 3 1 3 3 3 2 1 38 67.14 Tinggi R24 3 1 2 2 3 2 1 4 2 3 1 1 3 1 29 51.42 Rendah R21 3 1 4 3 2 2 2 4 1 3 1 1 3 2 32 57.14 Tinggi R15 3 1 2 2 2 1 1 4 2 2 1 1 2 2 26 46.42 Rendah R17 3 1 2 3 1 1 2 4 2 2 1 1 2 2 27 48.78 Rendah R25 3 1 4 3 2 2 1 4 2 3 2 1 2 2 32 57.42 Rendah R12 4 4 2 2 2 4 1 4 4 4 2 3 4 2 42 75 Tinggi R13 2 1 2 2 1 1 2 4 1 2 3 1 2 1 25 44.64 Sedang R4 3 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 24 42.14 Sedang R26 3 3 2 2 2 3 1 4 3 3 2 3 4 2 37 66.71 Sedang R19 4 2 4 3 2 1 2 4 2 3 2 1 2 1 33 58.07 Rendah 105 .14 Sedang R22 3 1 3 2 2 1 1 4 2 3 1 1 2 1 27 48.07 Sedang R27 4 1 3 2 3 2 2 4 2 3 2 1 3 2 34 60. P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 P23 Total R1 3 1 3 4 2 4 3 4 2 3 2 2 2 1 36 64.71 Sedang R28 3 1 2 1 2 3 2 3 2 1 3 2 2 1 28 50 Rendah R29 2 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 23 41. Res.Lampiran 10 PERSENTASE PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH Kode Nomor Pertanyaan ke.42 Rendah R7 3 1 3 2 2 1 2 4 2 1 1 1 2 2 27 48. Skor % Ket.

57 Rendah R62 3 1 2 2 1 2 1 3 2 1 3 2 2 2 27 48.85 Rendah R56 2 1 3 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 1 27 48.64 Sedang R43 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 33 58.42 Rendah R48 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 2 2 3 1 33 58.21 Rendah R57 3 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 24 42.57 Rendah R41 4 3 3 4 4 2 2 4 3 3 2 2 2 3 41 73.21 Rendah R55 2 1 2 2 1 2 1 4 2 2 1 1 2 1 24 42.5 Sangat Rendah R32 2 1 2 2 1 1 1 4 1 2 1 1 2 1 22 39.35 Sedang R59 3 1 2 3 1 1 1 3 2 2 1 1 2 1 24 42.28 Sangat Rendah R33 4 1 4 3 2 2 1 4 2 2 1 1 2 2 31 55.78 Rendah R37 4 4 2 2 2 2 4 4 1 2 2 2 2 1 34 60.57 Rendah R40 3 4 1 1 2 2 2 3 1 2 2 2 3 2 30 53.64 Sedang R35 4 1 3 2 2 1 1 4 2 2 2 1 2 1 28 50 Rendah R36 3 2 2 2 2 1 1 3 1 3 2 3 3 1 29 51.35 Sedang R34 4 4 2 3 2 3 2 4 2 2 3 3 2 3 39 69.21 Rendah R51 4 1 3 2 2 2 1 3 2 2 2 1 2 1 28 50 Rendah R52 3 1 2 1 1 2 1 3 2 2 3 1 2 2 26 46.85 Rendah R58 3 2 3 3 1 2 1 4 2 3 2 2 2 1 31 55.85 Rendah R60 3 1 2 2 2 2 1 3 1 1 2 2 2 2 26 46.64 Rendah R46 3 1 2 1 1 2 1 3 1 2 3 2 2 2 26 46.42 Rendah R61 3 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 1 30 53.21 Tinggi R42 4 3 2 3 4 4 3 4 2 3 1 1 2 3 39 69. P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 P23 Total R30 4 1 2 1 1 2 1 4 1 2 2 1 2 1 25 44.42 Rendah R53 2 1 2 2 1 1 1 3 1 2 3 1 2 1 23 41.Kode Nomor Pertanyaan ke. Res.42 Rendah R47 3 1 3 2 2 1 1 3 2 2 2 1 2 1 26 46.07 Rendah 106 .35 Sedang R39 4 2 4 2 1 4 2 3 1 1 1 2 2 1 30 53.92 Sedang R49 3 1 4 3 2 2 1 3 2 3 2 1 2 2 31 55.21 Rendah R63 3 1 2 2 1 1 1 3 2 2 1 1 2 1 23 41.07 Rendah R54 3 1 2 2 1 2 1 3 2 3 2 1 2 2 27 48.92 Sedang R44 2 1 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 2 1 25 44.71 Sedang R38 4 4 2 2 2 2 2 3 1 2 2 2 2 1 31 55.64 Rendah R31 2 1 1 1 2 1 1 4 1 2 1 1 2 1 21 37. Skor % Ket.64 Rendah R45 3 1 2 2 2 1 2 3 2 1 1 1 2 2 25 44.35 Sedang R50 3 2 2 2 2 1 1 3 1 2 2 2 2 2 27 48.

14 Sedang R78 2 1 2 2 1 2 1 3 1 2 2 1 2 1 23 41.78 Rendah R86 3 1 2 1 1 2 1 3 1 2 2 2 2 2 25 44.85 Rendah 107 .21 Rendah R70 2 1 2 2 1 1 1 3 1 2 3 1 2 1 23 41. Res.14 Sedang R74 3 1 2 2 2 2 1 4 2 2 3 2 2 2 30 53.5 Sangat Rendah R65 3 1 2 2 1 1 1 3 2 2 1 1 2 1 23 41.21 Rendah R92 3 1 2 3 2 2 1 3 2 3 1 1 2 1 27 48.57 Rendah R75 3 1 2 2 1 1 1 3 2 2 1 1 2 1 23 41.57 Rendah R72 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 1 2 1 30 53.92 Sedang R85 3 2 2 1 2 2 1 3 2 2 3 2 2 2 29 51.64 Rendah R97 3 1 2 2 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 24 42.64 Rendah R83 2 1 2 3 1 2 2 4 2 3 2 1 2 1 28 50 Rendah R84 3 1 3 3 2 3 1 4 2 3 2 2 3 1 33 58. P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 223 Total R64 2 1 2 2 1 1 1 3 1 2 1 1 2 1 21 37.35 Sedang R89 3 1 3 3 2 2 2 3 2 3 1 1 3 1 30 53.42 Rendah R80 3 2 3 3 2 2 2 4 2 2 1 1 2 2 31 55.64 Rendah R87 3 2 3 3 1 2 1 4 2 2 1 1 2 1 28 50 Rendah R88 3 2 3 3 1 3 2 4 2 2 1 1 2 2 31 55.07 Rendah R76 2 1 2 2 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 26 46.21 Rendah R93 3 1 2 2 1 2 1 3 2 2 3 2 2 2 28 50 Rendah R94 2 1 2 3 1 2 1 4 1 2 2 1 3 1 26 46.42 Rendah R95 4 2 2 2 1 3 1 4 2 2 3 2 3 2 33 58.92 Sedang R96 2 1 2 2 1 2 1 4 1 2 2 1 3 1 25 44.07 Rendah R66 3 2 2 3 2 1 1 4 1 2 1 1 2 1 26 46.07 Rendah R71 3 1 3 3 2 2 1 3 2 3 2 1 2 2 30 53.Kode Nomor Pertanyaan ke.42 Rendah R67 3 2 2 2 1 2 1 4 1 2 3 2 2 1 28 50 Rendah R68 3 1 2 1 1 3 1 3 1 2 3 2 2 1 26 46.57 Rendah R90 3 1 3 3 2 3 2 4 2 3 2 2 2 1 33 58.42 Rendah R82 3 1 2 3 1 2 1 3 2 2 1 1 2 1 25 44.07 Rendah R79 2 1 2 2 1 2 1 4 2 3 2 1 2 1 26 46.35 Sedang R81 2 1 2 3 2 2 1 3 2 3 1 1 2 1 26 46.57 Rendah R73 3 3 2 2 2 2 1 4 2 2 3 2 2 2 32 57.42 Rendah R77 3 2 3 3 2 3 1 4 2 2 2 2 2 1 32 57.92 Sedang R91 2 2 2 2 2 2 1 3 2 3 2 1 2 1 27 48.42 Rendah R69 3 1 3 3 2 2 1 3 2 2 1 1 2 1 27 48. Skor % Ket.

2015.21 Rendah R99 2 1 2 3 1 2 1 3 2 3 2 1 2 1 26 46.64 Rendah Total 5138.3883 Rendah Sumber: Data Penelitian. Kode Nomor Pertanyaan ke.83 Rata-rata 51. P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 P23 Total R98 3 1 3 3 1 2 1 3 2 2 1 1 2 2 27 48. Res. 108 .42 Rendah R100 3 1 2 2 1 2 1 3 2 2 2 1 2 1 25 44. Skor % Ket.

X Y X2 Y2 XY R1 10 36 100 1296 360 R2 11 28 121 784 308 R3 13 39 169 1521 507 R4 8 24 64 576 192 R5 10 31 100 961 310 R6 14 26 196 676 364 R7 9 27 81 729 243 R8 10 24 100 576 240 R9 10 27 100 729 270 R10 13 38 169 1444 494 R11 6 26 36 676 156 R12 12 42 144 1764 504 R13 11 25 121 625 275 R14 13 46 169 2116 598 R15 11 26 121 676 286 R16 12 26 144 676 312 R17 10 27 100 729 270 R18 10 34 100 1156 340 R19 10 33 100 1089 330 R20 11 26 121 676 286 R21 11 32 121 1024 352 R22 12 27 144 729 324 R23 13 46 169 2116 598 R24 17 29 289 841 493 R25 10 32 100 1024 320 R26 13 37 169 1369 481 R27 13 34 169 1156 442 R28 11 28 121 784 308 R29 10 23 100 529 230 R30 10 25 100 625 250 R31 10 21 100 441 210 R32 9 22 81 484 198 R33 8 31 64 961 248 109 .Lampiran 11 Perhitungan Statistik dengan menggunakan rumus Product Moment Kode Res.

Kode Res. X Y X2 Y2 XY R34 16 39 256 1521 624 R35 9 28 81 784 252 R36 11 29 121 841 319 R37 12 34 144 1156 408 R38 12 31 144 961 372 R39 11 30 121 900 330 R40 11 30 121 900 330 R41 14 41 196 1681 574 R42 7 39 49 1521 273 R43 13 33 169 1089 429 R44 6 25 36 625 150 R45 9 25 81 625 225 R46 7 26 49 676 182 R47 7 26 49 676 182 R48 12 33 144 1089 396 R49 9 31 81 961 279 R50 12 27 144 729 324 R51 7 28 49 784 196 R52 9 26 81 676 234 R53 8 23 64 529 184 R54 7 27 49 729 189 R55 8 24 64 576 192 R56 10 27 100 729 270 R57 9 24 81 576 216 R58 10 31 100 961 310 R59 9 24 81 576 216 R60 8 26 64 676 208 R61 11 30 121 900 330 R62 7 27 49 729 189 R63 8 23 64 529 184 R64 7 21 49 441 147 R65 10 23 100 529 230 R66 12 26 144 676 312 R67 8 28 64 784 224 R68 8 26 64 676 208 110 .

X Y X2 Y2 XY R69 8 27 64 729 216 R70 7 23 49 529 161 R71 9 30 81 900 270 R72 7 30 49 900 210 R73 12 32 144 1024 384 R74 9 30 81 900 270 R75 6 23 36 529 138 R76 12 26 144 676 312 R77 13 32 169 1024 416 R78 6 23 36 529 138 R79 10 26 100 676 260 R80 8 31 64 961 248 R81 9 26 81 676 234 R82 9 25 81 625 225 R83 7 28 49 784 196 R84 12 33 144 1089 396 R85 7 29 49 841 203 R86 8 25 64 625 200 R87 10 28 100 784 280 R88 7 31 49 961 217 R89 10 30 100 900 300 R90 7 33 49 1089 231 R91 10 27 100 729 270 R92 8 27 64 729 216 R93 7 28 49 784 196 R94 11 26 121 676 286 R95 9 33 81 1089 297 R96 12 25 144 625 300 R97 9 24 81 576 216 R98 8 27 64 729 216 R99 10 26 100 676 260 R100 9 25 81 625 225 Jumlah 981 2878 10125 85358 28774 Sumber: Data Penelitian. 111 . Kode Res. 2015.

Rumus Product Moment:    rxy         2 2 2 2 Keterangan: N : Banyaknya sampel yang diteliti X : Variabel X Y : Variabel Y ∑X : Jumlah variabel X ∑Y : Jumlah variabel Y (Sumber: Arikunto. 2006: 170) Perhitungan dari hasil penelitian lapangan: Diketahui: Responden (N) = 100 orang ∑X = 981 ∑Y = 2878 ∑ X2 = 10125 ∑ Y2 = 85358 (∑ X)2 = 962361 (∑ Y)2 = 8282884 ∑ XY = 28774    rxy   2    2   2 2  100 (28774 )  981 2878  rxy  100 (10125 )  981 100 (85358 )  2878   2 2 112 .

480 113 .747 rxy  0. 2877400  2823318 rxy  1012500  962361 8535800  8282884  54082 rxy  50139 252916  54082 rxy  112609 .

Lampiran 12 114 .