Landasan teori

Jika kita mengonversi bilangan decimal ke biner dengan cara biasa maka sisa hasil
bagi bilangan yang telah dibulatkan ke bawah dicatat dari bawah ke atas.
Contoh :

7
2 1
3 dicatat dari bawah = 111
2 1
1

10
2 0
5
2 1 dicatat dari bawah = 1010
2
2 0
1

Agar di program kita bisa menampilkan hasilnya dari belakang ke awal, maka kita
harus mencari sisa hasil bagi paling akhir dan seterusnya sampai sisa bagi paling
awal. Dengan Cara :

7
2 1
3
2 1
1

1 yang paling akhir didapat dari ( 7/2/2) modulus 2, dimana hasil dari 7/2/2
dibulatkan ke bawah. Maka:
(7/22)modulus 2 = (7/4)modulus 2 = 1 modulus 2 = 1 ( hasilnya dicetak )
(7/21)modulus 2 = (7/2)modulus 2 = 3 modulus 2 = 1 ( hasilnya dicetak )
(7/20)modulus 2 = (7/1)modulus 2 = 7 modulus 2 = 1 ( hasilnya dicetak )
Jadinya hasilnya adalah 111

10
2 0
5
2 1
2
2 0
1

(10/23)modulus 2 = (10/8)modulus 2 = 1 modulus 2 = 1
(10/22)modulus 2 = (10/4)modulus 2 = 2 modulus 2 = 0
(10/21)modulus 2 = (10/2)modulus 2 = 5 modulus 2 = 1
(10/20)modulus 2 = (10/1)modulus 2 = 10 modulus 2 = 0
Jadi hasilnya adalah 1010

Pembahasan . Dimulai dari 2n selanjutnya 2n-1 sampai 20 dan i tidak lebih dari x. Sehingga di program kita bisa mencetak hasil sisa baginya yang kemudian disebut dengan bilangan biner. dapat disimpulkan bahwa i merupakan pembagi bilangan yang ingin dikonversi.Asumsika I = 2n dan x = bilangan yang ingin dikonversi Maka.