BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Komunikasi dalam kegiatan sehari hari sangat penting dalam

kehidupan kita, dimana disini dijelaskan bahwa pengertian dari komunikasi

adalah pengalihan suatu pesan dari sumber kepada penerima pesan baik

secara langsung maupun tidak langsung agar pesan tersebut dapat dipahami.
Faktor – faktor yang mempengaruhi komunikasi baik sebagai faktor

pendukung maupun penghambat terjadinya komunikasi yang efektif, tidak

lepas dari unsur-unsur yang terdapat dalam proses komunikasi itu sendiri.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi komunikasi dilihat dari

elemen/unsur komunikasi itu sendiri, baik faktor penunjang maupun faktor

penghambat yang pada akhirnya juga di sampaikan tentang solusinya secara

umum.
Komunikasi merupakan medium penting bagi pembentukan atau

pengembangan pribadi dan untuk kontak sosial. Melalui komunikasi kita

tumbuh dan belajar, kita menemukan pribadi kita dan orang lain, kita bergaul,

bersahabat, menemukan kasih sayang, bermusuhan, membenci orang lain,

dan sebagainya. Komunikasi tidak lain merupakan interaksi simbolik.

Manusia dalam berkomunikasi lebih pada memanipulasi lambang-lambang

dari berbagai benda. Semakin tinggi tingkat peradaban manusia semakin maju

orientasi masyarakatnya terhadap lambang-lambang.
Dalam setiap komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih akan

terdapat dua diri pribadi yang harus dikenali, yaitu diri kita sendiri dan diri

oranglain yang menjadi patner komunikasi kita. Upaya mengenali oranglain

bukanlah persolan sederhana. Komunikasi memang sangat erat kaitannya

1
dengan manusia bahkan komunikasi dengan Tuhannya. Komunikasi sangat

penting dilakukan, karenan komunikasi komunikasi yang efektif dalam

berkehidupan membuat kita merasa nyaman dan damai. Dalam komunikasi

antar pribadi atau komunikasi interpersonal harus dimulai dari diri sendiri,

karena tampilan komunikasi yang muncul dalam setiap kita berkomunikasi

merupakan cermin dari kepribadian setiap individu yang berkomunikasi.

Menurut Fisher, ketika kita berkomunikasi dengan orang lain proses intra-

pribadi kita memiliki paling sedikit tiga tataran yang berbeda. Pada setiap

tataran tersebut saling berkaitan dengan jumlah orang yang hadir dalam

situasi antar pribadi, yaitu: pandangan kita tentang diri sendiri, pandangan

kita tentang mengenai orang lain dan pandangan yang mengenai pandangan

orang lain tentang diri kita

B. Rumusan Masalah
Bersadarkan penjelasan dari latar belakang diatas dapat kita tarik suatu rumusan
masalah antara lain sebagai berikut;
1. Menjelaskan faktor- faktor yang mempengaruhi komunikasi!
2. Menjelaskan Bentuk- Bentuk Komunikasi!

C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah yang ada, maka tujuan dari penulisan makalah adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi komunikasi
2. Untuk Mengetahui Bentuk- Bentuk Komunikasi

D. Manfaat Penulisan

2
Manfaat yang diharapkan dari hasil penulisan makalah ini adalah
menambah pengetahuan pembaca mengenai faktor faktor apa saja yang dapat
mempengaruhi komunikasi dan bagaimana bentuk bentuk dalam komunkasi
sehingga bisa kita terapkan dalam keseharian, bagaimana berkomunikasi yang
baik dengan orang lain.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
Komunikasi sering mengalami gangguan sehingga proses
komunikasi tidak seperti yangdiharapkan. Proses komunikasi dipengaruhi
oleh beberapa faktor ( Potte; & Perry, 1993 ).
1. Perkembangan
Agar dapat berkomunikasi efektif dengan seseorang, bidan
harus mengerti pengaruhperkembangan usia, baik dari sisi bahasa
maupun proses berpikir orang tersebut. Caraberkomunikasi anak usia
remaja berbeda dengan anak usia balita. Kepada remaja, andamungkin
perlu belajar bahasa “ gaul “ mereka sehingga remaja yang kita ajak

3
bicara akanmerasa kita mengerti mereka dan komunikasi diharapkan
akan lancar.
2. Persepsi
Persepsi adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu
kejadian atau peristiwa.Persepsi ini dibentuk oleh pengharapan atau
pengalaman. Perbedaan persepsi dapatmengakibatkan terhambatnya
komunikasi. Misalnya, kata “ beton “ akan menimbulkanperbedaan
persepsi antara ahli bangunan dengan orang awam.
3. Nilai
Nilai adalah standar yang mempengaruhi perilaku sehingga
penting bagi bidan untukmenyadari nilai seseorang. Bidan perlu
berusaha untuk mengetahui dan mengklarifikasinilai sehingga dapat
membuat keputusan dan interaksi yang tepat dengan klien.
Dalamhubungan profesional, bidan diharapkan tidak terpengaruh oleh
nilai pribadi.
Perbedaan nilai tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut,
misalnya klienmemandang abortus tidak sebagai perbuatan dosa,
sementara bidan memandangabortus sebagai tindakan dosa. Hal ini
dapat menyebabkan konflik antara bidan denganklien.
4. Latar Belakang Sosial Budaya
Bahasa dan gaya komunikasi akan sangat dipengaruhi oleh
faktor- faktor budaya. Budayajuga akan membatasi cara bertindak dan
berkomunikasi. Seorang remaja putri yang berasaldari daerah lain
ingin membeli makanan khas di suatu daerah. Pada saat
membelimakanan tersebut, remaja ini tiba- tiba menjadi pucat
ketakutan karena penjualmakanan tersebut, remaja ini tiba- tiba
menjadi pucat ketakutan karena penjualmenanyakan padanya berapa
banyak cabai merah yang dibutuhkan untuk campuranmakanan yang
akan dibeli. Apa yang terjadi ? remaja tersebut merasa dimarahi oleh
penjualkarena cara menanyakan cabai itu seperti membentak, padahal
penjual merasa tidakmemarahi remaja tersebut. Hal ini dikarenakan
budaya dan logat bicara penjual yangmemang keras dan tegas sehingga
terkesan seperti marah bagi orang dengan latar budayayang berbeda.

4
5. Emosi
Emosi merupakan perasaan subjektif terhadap suatu kejadian.
Emosi seperti marah, sedih,senang akan dapat mempengaruhi bidan
dalam berkomunikasi dengan orang lain. Bidanperlu mengkaji emosi
klien dengan tepat. Selain itu, bidan juga perlu mengevaluasi
emosiyang ada dirinya agar dalam melakukan asuhan kebidanan tidak
terpengaruh oleh emosibawah sadarnya.
6. Jenis Kelamin
Setiap jenis kelamin mempunyai gaya komunikasi yang
berbeda. Tanned ( 1990 )menyebutkan bahwa wanita dan laki- laki
mempunyai perbedaan gaya komunikasi. Dariusia tiga tahun, wanita
bermain dengan teman baiknya atau dalam group kecil,menggunakan
bahasa untuk mencari kejelasan dan meminimalkan perbedaan,
sertamembangun dan mendukung keintiman. Laki- laki di lain pihak,
menggunakan bahasauntuk mendapatkan kemandirian aktivitas dalam
grup yang lebih besar, dan jika inginberteman, mereka melakukannya
dengan bermain.
7. Pengetahuan
Tingkat pengetahuan mempengaruhi komunikasi. Seseorang
yang tingkat pengetahuannyarendah akan sulit merespons pertanyaan
yang mengandung bahasa verbal dengan tingkatpengetahuan yang
lebih tinggi. Bidan perlu mengetahui tingkat pengetahuan klien
sehinggadapat berinteraksi dengan baik dan akhirnya dapat memberi
asuhan yang tepat kepadaklien.
8. Peran dan Hubungan
Gaya dan komunikasi sesuai dengan peran dan hubungan
antarorang yang berkomunikasi.Cara komunikasi seorang bidan
dengan kolganya, dengan cara komunikasi seorang bidanpada klien
akan berbeda, tergantung peran. Demikian juga antara orang tua dan
anak.
9. Lingkungan
Lingkungan interkasi akan mempengaruhi komunikasi yang
efektif. Suasana yang bising,tidak ada privasi yang tepat, akan

5
menimbulkan keracunan, ketagangan, danketidaknyamanan. Misalnya,
berdiskusi di tempat yang ramai tentu tidak nyaman. Untuk itubidan
perlu menyiapkan lingkungan yang tepat dan nyaman sebelum
interaksi denganklien.Begitu juga dengan lingkungan fisik. Tingkah
laku manusia berbeda dari satu tempat ketempat lain. Misalnya, saat
seseorang berkomunikasi dengan sahabatnya akan berbedaapabila
berbicara dengan pimpinannya.
10. Jarak
Jarak dapat mempengaruhi komunukasi. Jarak tertentu akan
memberi rasa aman dankontrol. Misalnya, individu yang merasa
terancam ketika seseorang tidak dikenal tiba- tibaberada pada jarak
yang sangat dekat dengan dirinya. Hal ini juga yang dialami oleh
klienpada saat pertama kali berinterkasi dengan bidan. Untuk itu, bidan
perlu memperhitungkanjarak yang tepat pada saat melakukan
hubungan dengan klien.
11. Citra Diri
Manusia mempunyai gambaran tertentu mengenai dirinya,
status sosial, kelebihan dankekurangannya. Citra diri terungkap dalam
komunikasi.
12. Kondisi Fisik
Kondisi fisik mempunyai pengaruh terhadap komunikasi.
Artinya, indra pembicaraanmempunyai andil terhadap kelancaran
dalam berkomunikasi.
B. Jenis Dan Bentuk Komunikasi
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau
meningkatkan aktifitashubungan antara manusia atau kelompok
1. Jenis komunikasi
a. Komunikasi Verbalmencakup aspek-aspek berupa:
1) Vocabulary (perbendaharaan kata-kata).
Komunikasi tidak akan efektif bila pesandisampaikan
dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata
menjadipenting dalam berkomunikasi.

6
2) Racing(kecepatan).
Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan
bicaradapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu
lambat.
3) Intonasi suara
Intonasi suara akan mempengaruhi arti pesan secara
dramatik sehingga pesan akanmenjadi lain artinya bila
diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasisuara
yang tidak proposional merupakan hambatan dalam
berkomunikasi.
4) Humor
Humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia.
Dugan (1989), memberikancatatan bahwa dengan tertawa dapat
membantu menghilangkan stress dan nyeri.Tertawa mempunyai
hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor
adalahmerupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
5) Singkat dan jelas.
Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat
dan jelas,langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih
mudah dimengerti.
6) Timing(waktu yang tepat)
Timing adalah hal kritis yang perlu diperhatikan
karenaberkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk
berkomunikasi, artinyadapat menyediakan waktu untuk
mendengar atau memperhatikan apa yangdisampaikan.
b. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa
kata-kata dan komunikasinon verbal memberikan arti pada
komunikasi verbal.Yang termasuk komunikasi non verbal:
1) Ekspresi wajah

7
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan
komunikasi, karena ekspresi wajahcerminan suasana emosi
seseorang.
2) Kontak mata
Kontak mata merupakan sinyal alamiah untuk
berkomunikasi. Dengan mengadakankontak mata selama
berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibatdan
menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk
memperhatikan bukansekedar mendengarkan. Melalui kontak
mata juga memberikan kesempatan padaorang lain untuk
mengobservasi yang lainnya
3) Sentuhan
Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat
sentuhan lebih bersifatspontan dari pada komunikasi verbal.
Beberapa pesan seperti perhatian yangsungguh-sungguh,
dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapatdilakukan
melalui sentuhan.
4) Postur tubuh dan gaya berjalan
Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan
bergerakmemperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan
gaya berjalan merefleksikanemosi, konsep diri, dan tingkat
kesehatannya.
5) Sound (Suara)
Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah
satuungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat
dijadikan komunikasi. Biladikombinasikan dengan semua
bentuk komunikasi non verbal lainnya sampaidesis atau suara
dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
6) Gerak Isyarat
Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas
pembicaraan. Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari
komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki ataumengerakkan
tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam

8
keadaanstress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan
stress.

C. Bentuk Komunikasi
1. Bentuk Komunikasi berdasarkan cara:
a. Komunikasi langsung
1) Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
2) Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang
berarti khusus danpenggunaan isyarat,misalnya kita
berbicara langsung kepada seseorangdihadapan kita.
b. Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat
gandakan jumlahpenerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk
menghadapi hambatangeografis, waktu misalnya menggunakan
radio, buku, dll.
2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran:
a. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok
orang dalamjumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus:
1) Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele
2) Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
3) Bentuk gambar yang baik
4) Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar
(radio)
b. Komunikasi kelompok, adalah komunikasi yang sasarannya
sekelompok orang yang umumnya dapatdihitung dan dikenal dan
merupakan komunikasi langsung dan timbal balik. Misalnya,
seorang perawat dengan pengunjung puskesmas.
c. Komunikasi perorangan, adalah komunikasi dengan tatap muka
dapat juga melalui telepon. Misalnya Perawat dengan pasien.
3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan:
a. Komunikasi satu arah, yaitu pesan disampaikan oleh sumber
kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidakmempunyai
kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya,
misalnya radio.
b. Komunikasi timbal balik, yaitu pesan disampaikan kepada sasaran
dan sasaran memberikan umpan balik. Contoh: “Buanglah sampah

9
pada tempatnya”. Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran
memberikan umpan balik. Biasanyakomunikasi kelompok atau
perorangan merupakan komunikasi timbal balik.
4. Komunikasi Interpersonal, Intrapersonal, Massa, dan Kelompok
a. Komunikasi Interpersonal, didefinisikan sebagai komunikasi yang
terjadi antara dua orang atau lebih secara tatap muka (R. Wayne
Pace, 1979). Sedangkan menurut JosephA. Devito komunikasi
interpersonal adalah proses pengiriman dan penerimaan
pesanpesanantara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang
– orang dengan beberapaefek dan beberapa umpan balik seketika.
Komunikasi interpersonal, adalah komunikasi yang dilakukan
kepada pihak lainuntuk mendapatkan umpan balik, baik secara
langsung (face to face) maupun denganmedia. Berdasarkan definisi
ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon &Huffner,
2002). Contoh kelompok maya, misalnya komunikasi melalui
internet (chatting, facebook, email, etc.). Berkembangnya
kelompok maya ini karena perkembanganteknologi media
komunikasi. Komunikasi interpersonal, yaitu suatu proses
komunikasi yang bersetting pada -objek sosial untuk mengetahui
objek pemaknaan suatu stimulus (dalam hal ini: informasi/pesan).
Menurut sifatnya komunikasi interpersonal dibedakan menjadi dua
yaitu:
1) Komunikasi diadik yaitu komunikasi antara dua orang dalam
situasi tatap muka.Dapat dilakukan dalam bentuk percakapan
dialog dan wawancara. Dialog dilakukanbentuk percakapan
dialog dan wawancara. Dialog dilakukan dalam situasi yang
lebihintim, akrab, lebih personil, sedang wawancara lebih
serius.
2) Komunikasi triadik yaitu adalah komunikasi antar pribadi yang
pelakunya lebih daritiga orang yakni seorang komunikator dan
dua orang komunikan. Komunikasiinterpersonal berlangsung
secara dialogis sehingga memungkinkan interkasi dandianggap

10
sebagai komunikasi yang paling ampuh dalam mengubah
sikap,kepercayaan, opini dan perilaku komunikan, karena
dilakukan secara tatap muka.Ciri-ciri Komunikasi
Interpersonal:
1) Berada dalam jarak yang dekat
2) Mengirim dan menerima pesan secara simultan dan
spontan, baik secara verbalmaupun nonverbal.
3) Informal
4) Tanpa terencana
5) Efek yang ditimbulkan bisa (kognisi/penambahan wawasan,
pengetahuan, afektif/sikap, psikomotorik/perubahan
perilaku/perilaku baru), karena dalam bentukface to face
atau langsung.
Perilaku Dalam Komunikasi Interpersonal ada 3, yaitu:
1) Perilaku spontan( spontaneus behaviour ) adalah perilaku yang
dilakukan berdasardesakan emosi dan dilakukan tanpa sensor
serta revisi secara kognisi.
2) Perilaku menurut kebiasaan( script behaviour ) adalah perilaku
berdasarkankebiasaan kita. Perilaku itu khas dilakukan pada
suatu keadaan misal mengucapkanselamat pagi dll.
3) Perilaku sadar(contrived behaviour ) adalah perilaku yang
dipilih berdasarkan situasiyang ada.
Kompetensi Dan Kecakapan Komunikasi Interpersonal:
Agar berjalan sesuai yang diharapkan diperlukan
kemampuan dan kecakapandalam melakukan komunikasi
interpersonal. Kompetensi komunikasi adalah tingkat dimana
perilaku kita dalam komunikasi interpersonal sesuai dan cocok
dengan situasidan membantu kita mencapai tujuan komunikasi
interpersonal yang kita lakukan denganorang lain.
Fungsi Komunikasi Interpersonal sebagai berikut:
1) Untuk mendapatkan respon/umpan balik. Hal ini sebagai salah
satu tanda efektivitas proses komunikasi. Bayangkanbagaimana
kalau tidak ada umpan balik, saat Anda berkomunikasi dengan

11
orang lain.Bagaimana kalau Anda sms ke orang lain tetapi tidak
dibalas?. Untuk melakukan antisipasisetelah mengevaluasi
respon/ umpan balik. Contohnya, setelah apa yang akan
kitalakukan setelah mengetahui lawan bicara kita kurang
nyaman diajak berbincang.
2) Untukmelakukan kontrol terhadap lingkungan sosial, yaitu kita
dapat melakukan modifikasiperilaku orang lain dengan cara
persuasi. Misalnya, iklan yang arahnya membujuk
oranglain.Maha bijaksana Tuhan yang telah mengatur proses
komunikasi intrapersonal yangmelibatkan beberapa unsur atau
elemen sebagai berikut (Burgon & Huffner, 2002):
 Sensasi, yaitu proses menangkap stimulus
(pesan/informasi verbal maupun nonverbal). Pada saat
berada pada proses sensasi ini maka panca indera
manusia sangatdibutuhkan, khususnya mata dan telinga.
 Persepsi, yaitu proses memberikan makna terhadap
informasi yang ditangkap olehsensasi. Pemberian
makna ini melibatkan unsur subyektif. Contohnya,
evaluasikomunikan terhadap proses komunikasi,
nyaman tidakkah proses komunikasi denganorang
tersebut?
 Memori, yaitu proses penyimpanan informasi dan
evaluasinya dalam kognitifindividu. Kemudian
informasi dan evaluasi komunikasi tersebut akan
dikeluarkan ataudiingat kembali pada suatu saat, baik
sadar maupun tidak sadar. Proses pengingatankembali
ini yang disebut sebagai recalling.
 Berpikir, yaitu proses mengolah dan memanipulasi
informasi untuk memenuhikebutuhan atau
menyelesaikan masalah. Proses ini meliputi
pengambilan keputusan,pemecahan masalah dan
berfikir kreatif. Setelah mendapatkan evaluasi

12
terhadapproses komunikasi interpersonal maka ada
antisipasi terhadap proses komunikasiyang selanjutnya.
Contohnya, jika kita merasa tidak nyaman
berkomunikasi dengandosen maka kita mempunyai cara
untuk antisipasi agar komunikasi di kemudian
harimenjadi lancar.
Seringkali komunikan tidak saling memahami maksud
pesan atau informasi darilawan bicaranya. Hal ini disebabkan
beberapa masalah antara:
 Komunikator; Hambatan biologis, misalnya komunikator
gagap. Hambatanpsikologis, misalnya komunikator yang
gugup. Hambatan gender, misalnyaperempuan tidak
bersedia terbuka terhadap lawan bicaranya yang laki-
laki.
 Media;
 Hambatan teknis, misalnya masalah pada teknologi
komunikasi (microphone,telepon, power point, dan lain
sebagainya).
 Hambatan geografis, misalnya blank spot pada daerah
tertentu sehingga signalHP tidak dapat ditangkap.
 Hambatan simbol/ bahasa, yaitu perbedaan bahasa yang
digunakan padakomunitas tertentu. Misalnya kata-kata
“wis mari” versi orang Jawa Tengahdiartikan sebagai
sudah sembuh dari sakit sedangkan versi orang Jawa
Timurdiartikan sudah selesai mengerjakan sesuatu.
 Hambatan budaya, yaitu perbedaan budaya yang
mempengaruhi proseskomunikasi.
1) Komunikate
 Hambatan biologis, misalnya komunikate yang tuli.
 Hambatan psikologis, misalnya komunikate yang
tidak berkonsentrasi denganpembicaraan.

13
 Hambatan gender, misalnya seorang perempuan akan
tersipu malu jikamembicarakan masalah seksual
dengan seorang lelaki
b. Komunikasi intrapersona/intrapribadi/intrapersonalcommunication
Merupakan proses komunikasi yang terjadi pada diri
seseorang. Orangtersebut berperan sebagai komunikator maupun
komunikan, orang berbicara sendiri,berdialog sendiri dan dijawab
sendiri. Terjadinya proses komunikasi ini karenaseseorang yang
memberi arti terhadap suatu objek yang diamati atau tersirat
dalampikirannya. Dalam proses pengambilan keputusan biasanya
dihadapkan padajawaban ya atau tidak. Untuk menjawabnya perlu
pemikiran yang bisa dilakukandengan komunikasi intrapersonal
atau dengan diri sendiri. Komunikasi intrapersonal adalah
penggunaan bahasa atau pikiranyang terjadidi dalam diri
komunikator sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan
keterlibataninternal secara aktif dari individu dalam pemrosesan
simbolik dari pesan-pesan.Seorang individu menjadi pengirim
sekaligus penerima pesan, memberikan umpanbalik bagi dirinya
sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan.
Komunikasiintrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk
komunikasi yang lainnya. Pengetahuanmengenai diri pribadi
melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dankesadaran
(awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi
olehkomunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang
saling berkomunikasi,maka seseorang perlu untuk mengenal diri
mereka sendiri dan orang lain. Karenapemahaman ini diperoleh
melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letakpersepsi adalah
pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu
ungkapanataupun obyek.Aktivitas dari komunikasi intrapribadi
yang kita lakukan sehari-hari dalamupaya memahami diri pribadi
diantaranya adalah; berdo’a, bersyukur, instrospeksidiri dengan
meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita,

14
mendayagunakankehendak bebas, dan berimajinasi secara
kreatif.Pemahaman diri pribadi iniberkembang sejalan dengan
perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita.Kita tidak
terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita
selamaini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun
pemahaman diri pribadi ini. Kesadaran pribadi (self awareness)
memiliki beberapa elemen yangmengacu pada identitas spesifik
dari individu (Fisher 1987:134). Elemen darikesadaran diri adalah
konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem),
danidentitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).Namun,
pada tahun 1992, sebuah bab dalam Komunikasi Yearbook #
15,berpendapat bahwa “komunikasi intrapersonal” adalah sebuah
konsep yang cacat.Teori-Teori Komunikasi Intrapersonal:
1) Psikologi Sosial
Psikologi social adalah suatu studi ilmiah tentang
pengalaman dan tingkah lakuindividu-individu dalma
hubungan denagn situasi social. Latar belakang
timbulnyapsikologisosial berasal dari beberapa pandapat,
misalnya Gabriel Tarde mengatakan,pokok-pokok teori
psikologisosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar
daripada interaksi social antar manusia. Gustave Le Bon
berpendapat bahwa padamanusia terdapat dua macam jiwa
yaitu jiwa individu dan jiwamassa yang
masingmasingberlainan sifatnya. Sigmund Freud berbeda
dengan Le Bon, ia berpendapatbahwa jiwa massa itu
sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa
individu,hanya saja tidakdisadari oleh manusia itu sendiri
karena memang dalam keadaanterpendam. Pada tahun 1950
dan 1960 psikologi social tumbuh secara aktif danprogram
gelar dalam psikologi dimulai disebagian besar universitas.
Dasarmempelajari psikologi social bedasarkan potensi-potensi
manusia dimana potensiini mengalami proses perkembangan

15
setelah individu itu hidup dalam lingkungan. Potensi-potensi
itu antara lain:
 Kemampuan menggunakan bahasa
 Adanya sikap etik
 Hidup dalam 3 dimensi
2) Teori Pengolahan Informasi (Information Processing Theory)
Teori ini menyatakan bahwa informasi mula-mula disimpan
pada sensory storage(gudang inderawi), kemudian masuk short-
term-memory (STM) lalu dilupakan ataudikoding untuk
dimasukkan ke dalam long-term-memory (LTM). Otak manusia
dianalogikan dengan komputer. Terdapat dua macam memori:
memori ikonis untukmateri yang kita peroleh secara visual, dan
memori ekosis untuk materi yang masuksecara auditif (melalui
pendengaran). Penyimpanan disini berlangsung cepat,
hanyaberlangsung sepersepuluh sampai seperempat detik. Supaya
dapat diingat,informasi harus dapat disandi (encoded) dan masuk
pada STM. STM hanya mampumengingat tujuh (plus atau minus
dua) bit informasi. Jumlah bit informasi disebutrentangan memori
(memori span). Untuk meningkatkan kemampuan STM,
parapsikolog menganjurkan kita untuk mengelompokkan
informasi; kelompoknya disebutchunk. Bila informasi dapat
dipertahankan pada STM, ia akan masuk pada LTM.Inilah yang
umumnya disebut sebagai ingatan. LTM meliputi periode
penyimpananinformasi sejak semenit sampai seumur hidup. Kita
dapat memasukkan informasidari STM ke LTM dengan chunking,
rehearsals, clustering, atau method of loci.

3) Teori Aus:
Menurut teori ini, memori hilang atau memudar karena
waktu. Seperti otot, memorikita baru kuat bila dilatih terus
menerus. Namun menurut Hunt, makin seringmengingat, makin
jelek kemampuan mengingat. Dimana tidak selamanya waktudapat
mengauskan memori.

16
c. Komunikasi Massa
Komunikasi massa ialah komunikasi melalui media masa
modern yangmeliputi surat kabar, siaran radio dan televisi.
Komunikasi massa menyiarkaninformasi, gagasan, dan sikap
kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yangbanyak
menggunakan media melakukan komunikasi massa ini kebih
sukarbanyak menggunakan media melakukan komunikasi massa
ini kebih sukardibanding komunikasi antar pribadi.Komunikasi
Massa (Mass Communication) adalah komunikasi
yangmenggunakan media massa, baik cetak (Surat Kabar, Majalah)
atau elektronik(radio, televisi). Ciri-ciri komunikasi massa:
1) Menggunakan media masa dengan organisasi (lembaga media)
yang jelas.
2) Komunikator memiliki keahlian tertentu.
3) Pesan searah dan umum, serta melalui proses produksi dan
terencana.
4) Khalayak yang dituju heterogen dan anonym.
5) Kegiatan media masa teratur dan berkesinambungan.
6) Ada pengaruh yang dikehendaki.
7) Dalam konteks sosial terjadi saling mempengaruhi antara
media dan kondisimasyarakat serta sebaliknya.
8) Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan
komunikan(pemirsanya) tidak bersifat pribadi.
Komponen - Komponen Komunikasi Massa:
Menurut M. Rogers dalam kegiatan komunikasi ada empat
komponenyang harus diperhatikan, yaitu:
1) Sumber (source), adalah pihak yang membutuhkan
komunikasi baik ituindividu, kelompok, organisasi,
perusahaan dan lain-lain.
2) Pesan (message), pesan merupakan sesuatu yang
disampaikan olehkomunikator kepada komunikan. Adapun
bentuk pesan bisa berupaseperangkat symbol verbal atau
nonverbal yang mewakili perasaan, nilai,gagasan atau
maksud sumber tadi.

17
3) Saluran atau Media (channel), merupakan alat yang
digunakan dalampenyampaian pesan dari komunikator
kepada komunikan. Alat itu yangdigunaakan itu bisa berupa
media cetak maupun media elektronik.
4) Penerima (reciever), adalah orang yang menerima pesan
(komunikan) dari komunikator. Komunikan akan
menerjemahkan dan menafsirkan pesan yangditerimanya.
Sehingga pesan yang diterima itu menjadi suatu gagasan
yangdapat dipahami dan diaplikasikan dalam aktivitasnya.
Selain ke empat komponen tadi, menurut Harol Laswell ada
komponen kelima yaitu Efek (Effect), yaitu apa yang terjadi pada
penerima setelah ia menerimapesan tersebut. Komponen-komponen
di atas merupakan suatu syarat yang harusada dalam setiap
komunikasi, baik komunikasi interpersonal, komunikasi
kelompok,maupun komunikasi massa. Telah kita ketahui bersama
bahwa komunikaski massabersifat satu arah. Artinya komunikasi
massa berlangsung dari komunikator(sumber) melalui media
kepada komunikan (khalayak). Walaupun komunikasi massa dalam
prosesnya bersifat satu arah, namun dalam operasional nya
memerlukan komponen lain yang turut menentukan lancarnya
proses komunikasi tersebut. Komponen dalam komunikasi massa
ternyata tidak sesederhanakomponen komunikasi massa lainnya.
Proses komunikasi massa lebih kompleks, karena setiap
komponennya mempunyai karakteristik tertentu.
1) Komunikator
Jeremy Tunshall mendifisikan komunikator sebagai
petugasnonadministratif (non clerical) di dalam organisasi
komunikasi, orang-orangyang bekerja dan memilih, menyusun
dan merencanakan program-program,cerita-cerita dan pesan-
pesan lainnya untuk akhirnya disebarkan kepada khalayak.
Dengan demikian komunikator meliputi para jurnalis, para
petugasperusahaan periklanan, produser periklanan, produser

18
siaran radio dan televisi,perusahaan periklanan, produser
periklanan, produser siaran radio dan televisi,serta para
penyunting. Melihat uraian tadi, maka dapat dikatakan bahwa
komunikator dalam komunikasi massa pada umumnya adalah
suatu organisasi yang kompleks yang dalam operasionalnya
membutuhkan biaya yang sangat besar.
2) Pesan
Pesan komunikasi massa bersifat umum, artinya harus
diketahui olehsetiap orang. Di dalam pesan ada dimensi seni
yang harus senantiasa kita perhatikan. Tanpa dimensi seni
menata pesan tidak mungkin media surat kabar, majalah, radio
siaran, telivisi dan film dapat memikat perhatian khalayak.
Sehingga pada akhirnya pesan tersebut dapat mengubah sikap,
pandangandan prilaku komunikan.
3) Media
Media yang dimaksud dalam proses komunikasi massa yaitu
mediamassa yang memiliki ciri khas, mempunyai kemampuan
untuk memikatperhatian khalayak secara serempak
(simultaneous) dan serentak (instanstaneous). Para sarjana
sepakat bahwa jenis-jenis media massa adalah pers, radio siaran,
televisi, dan film.
4) Khalayak
Khalayak yang dituju oleh komunikasi massa adalah massa
atausejumlah khalayak. Karena banyaknya jumlah khalayak
serta sfatnya yanganonim dan heterogen, maka sangat penting
bagi media untuk memperhatikan khalayak.
5) Filter dan Regulator Komunikasi Massa
Pesan yang diteriama oleh khalayak itu berbeda-beda. Sehingga
pesan tersebut oleh khalayak harus mempunyai saringan
(filter).Filter utama yang dimiliki oleh khalayak adalah indra
yang dipengaruhi oleh tiga kondisi:
 Budaya, pesan yang disampaikan oleh komunikator
melalui media massaakan diberi arti yang berbeda-beda
sesuai dengan latar belakang budayakhalayak.

19
 Psikologikal, pesan yang disampaikan media akan diberi
arti sesuaidengan frame of reference dan field of
experience (ruang lingkup pandangandan ruang lingkup
pengalaman) khalayak.
 Fisikal, kondisi fisik seseorang baik internal maupun
eksternal akan mempengaruhi khalayak dalam
mempersepsi pesan media massa. Kondi sifisik internal
seseorang dimaksudkan sebagai keadaan kesehatan
seseorang, sedangkan kondisi fisik eksternal yaitu
keadaan lingkuangan disekitar komunikan ketika
menerima pesan dari media massa. Regulator adalah
lembaga atau individu yang mewakili lembaga
yangberwenang yang memberi perhatian atau tekanan
yang berlebih terhadap poinpoin/kasus-kasus tertentu
serta mengurangi perhatian pada hal-hal lainnya. DiUni
Soviet terdapat lima regulator, yaitu pemerintah, sumber
berita,pemasangan iklan (advertiser), profesi/iklan
profesi kewartawanan dankonsumen yang mempunyai
kode etik tertentu.
6) Penjaga Gawang (Gatekeeper)
Gatekeeper dapat berupa seseorang atau suatu kelompok
yang dilaluisuatu pesan dalam perjalannya dari sumber ke
penerima. Fungsi utama gatekeeper adalah menyaring pesan
yang diterima seseorang. Ketikamenyampaikan pesan tersebut,
gatekeeper mungkin memodifikasi dengan berbagai cara dan
berbagai alasan, gatekeeper membatasi pesan yang diterima
komunikan. Editor surat kabar, majalah, penerbit dapat disebut
sebagai gatekeeper. Mereka melewatkan sebgai informasi dan
menahan yang lainnya. Seorang gatekeeper dapat memilih,
mengubah, bahkan menolak pesan yang Seorang gatekeeper
dapat memilih, mengubah, bahkan menolak pesan yang
disampaikan kepada penerima utama.

20
d. Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok atau group communication adalah
komunikasi yangberlangsung antara seorang komunikator dengan
sekelompok orang jumlahnya lebihdari dua orang. Sekelompok
orang yang menjadi komunikan bisa sedikit atau banyak.Jika
komunikan dalam kelompok kecil maka disebut komunikasi
kelompok kecil(small group communicatio), dan jika jumlahnya
banyak maka disebut komunikasikelompok besar ( large group
communication ). Secara teoritis dalam ilmu komunikasiyang
membedakan kelompok kecil atau besar bukan dari jumlahnya
secaramatematis tetapi berdasarkan kualitas proses komunikasi.
Adapun karakteristik yangmembedakan antara kelompok kecil dan
besar adalah sbb:
1) Komunikasi kelompok kecil, adalah kelompok yang
ditunjukkan kepada kogniktif komunikan
danprosesnya berlangsung secara dialogis ( umpan
balik terjadi secara verbal ). Dalam kelompok kecil
komunikator menunjukkan pesannya pada benak
komunikan misalnya kuliah, ceramah, diskusi, rapat
dll. Dalam situasi ini logika berperan penting dan
komunikan dapat menilai logis tidaknya uraian
komunikator.
2) Komunikasi kelompok besar, adalah komunikasi
yang ditujukan kepada efeksi komunikan ( hatinya
atau perasaan ) dan proses brlangsung liner.
Umumnya komunikan bersifat heteregon dari jenis
kelamin, usia, jenis, pekerjaan, tingkat pendidikan,
agama dll.
e. Perbedaan Komunikasi Intrapersonal, Interpersonal, Dan
Komunikasi Bermedia
Ada perbedaan mendasar dari kata yang mengawali kata
personal yaitu intra dan inter. Mari kitasama-sama telaah

21
perbedaannya. Terlebih dahulu kita definisikan kata personal.
Personal biasakita fahami sebagai pengertian lain dari kata
individu, pribadi atau diri sendiri. Intra menurutbahasa artinya di
dalam. Singkat kata komunikasi intrapersonal adalah komunikasi
yang terjadi didalam diri seseorang dengan dirinya pribadi. Hal ini
dimaksudkan seseorang untuk mengenalkepribadian dirinya secara
mendalam dan juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran
dalamdirinya. Ketika seseorang melakukan komunikasi
intrapersonal, pada saat itu dia sedang terlibataktif dalam
memproses balik (feedback) informasi-informasi yang ada dirinya.
Contoh darikomunikasi intrapersonal adalah berimajinasi,
berkhayal, berdoa dan bersyukur.Sedangkan inter menurut bahasa
memiliki arti di luar. Jadi dapat dijelaskan komunikasiintrapersonal
adalah komunikasi yang terjadi antara seseorang dengan luar
dirinya. Dengan katalain, komunikasi yang terjadi antara satu
orang dengan orang yang lain. Jadi untuk mendapatkanfeedback,
harus ada pihak lain (orang lain) yang terlibat aktif dalam
komunikasi ini. Contoh darikomunikasi interpersonal adalah
wawancara, pidato, mengorol dan mengajar.Adapun komunikasi
bermediaadalah komunikasi interpersonal yang dilakukan melalui
mediasebagai sarananya. Komunikasi secara interpersonal
bermedia ini dapat dilakukan denganmemanfaatkan layanan
internet seperti email, facebook, chat-room dan bahkan dengan
teleponseluler, apalagi saat ini dikenal adanya telepon pintar
(smartphone). Ada beberapa perbedaanantara komunikasi
intrapersonal, dan interpersonal dengan komunikasi bermedia.
Salah satunyayaitu jika seseorang berkomunikasi secara tatap
muka (intrapersonal), ia akan langsungmenerima feedback dari
komunikannya saat proses interaksi berlangsung. Sedangkan,
dalamberkomunikasi melalui media, seorang komunikator tidak
dapat menerima feedback denganberkomunikasi melalui media,

22
seorang komunikator tidak dapat menerima feedback dengansegera
karena proses pengiriman pesan keduanya berbeda. Dari segi
kefektifannya, komunikasitatap muka lebih efektif daripada
komunikasi bermedia. Hal itu karena dalam berkomunikasisecara
tatap muka isi atau kedalaman sebuah pesan dapat tersampaikan
dengan jelas dan jugadipertegas dengan komunikasi non verbal
dari komunikator yang dapat dilihat langsung.Komunikasi
bermedia mungkin lebih efisien daripada komunikasi tatap muka,
karena adanyafaktor kecepatan dan keluasan informasi. Sedangkan
perbedaan komunikasi bermedia dengankomunikasi intrapersonal
adalah, jika komunikasi bermedia itu dilakukan dengan orang
lainsecara tidak tatap muka, sedangkan komunikasi intrapersonal
hanya dilakukan dengan dirinyasendiri saja.Komunikasi dua arah
memungkinkan bidan untuk menciptakan hubungan
terapeutikdengan klien.Hal ini tergambarkan dalam komunikasi
yang efektif, suportif, menyembuhkan daninteraktif. Bidan dapat
belajar dari teori dan teknik konseling untuk meningkatkan
danmengembangkan keterampilan komunikasi dalam
pekerjaannya. Keterampilan komunikasi yangdidukung oleh teori
yang sesuai dapat membantu bidan dan klien dalam mencapai
keberhasilandalam kualitas pelayanan (excellent service).
Keterampilan petugas yang berupa : empati,bersungguh-sungguh,
respek dan mampu memberikan kenyamanan akan turut
berkembangseiring dengan berjalannya komunikasi yang
efektif.Perbedaan komunikasi intrapersonal, interpersonal dan
komunikasi bermedia terletak pada orangyang memerankannya
serta media yang digunakannya. Komunikasi intrapersonal
dilakukanhanya pribadi orang itu sendiri, seperti berkhayal,
melamun, berimajinasi dan lain-lain.Komunikasi interpersonal
dilakukan oleh seseorang dengan individu, organisasi dan
lainsebagainya, secara tatap muka. Sedang komunikasi bermedia

23
merupakan komunikasiinterpersonal namun dilakukan melalui
media secara tidak langsung (tidak berhadapan).
Adapunkomponen-komponen komunikasi massa secara umum ada
empat: sumber (source), pesan(message), saluran atau media
(channel), penerima (reciever).

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi adalah manusia, pesan
dan lingkungan. Dimana faktor di dalam manusia yang mempengaruhi
komunikasi ialah tingkat pengetahuan, perkembangan, nilai,latar belakang
social kultural, jenis kelamin, peran tanggung jawab, atensi, hubungan,
persepsi, sikap. Sedangkan faktor di dalam pesan meliputi isi pesan dan
penyampaian, dan di dalam konteks lingkungan hal yang mempengaruhi
komunikasi meliputi stimulus eksternal, nilai dan budaya/adat, jarak dan
teritori
Komunikasi dua arah memungkinkan bidan untuk menciptakan
hubungan terapeutik dengan klien.Hal ini tergambarkan dalam komunikasi
yang efektif, suportif, menyembuhkan dan interaktif. Bidan dapat belajar dari
teori dan teknik konseling untuk meningkatkan dan mengembangkan
keterampilan komunikasi dalam pekerjaannya. Keterampilan komunikasi yang
didukung oleh teori yang sesuai dapat membantu bidan dan klien dalam

24
mencapai keberhasilan dalam kualitas pelayanan (excellent service).
Keterampilan petugas yang berupa : empati, bersungguh-sungguh, respek dan
mampu memberikan kenyamanan akan turut berkembang seiring dengan
berjalannya komunikasi yang efektif.
Perbedaan komunikasi intrapersonal, interpersonal dan komunikasi
bermedia terletak pada orang yang memerankannya serta media yang
digunakannya. Komunikasi intrapersonal dilakukan hanya pribadi orang itu
sendiri, seperti berkhayal, melamun, berimajinasi dan lain-lain. Komunikasi
interpersonal dilakukan oleh seseorang dengan individu, organisasi dan lain
sebagainya, secara tatap muka. Sedang komunikasi bermedia merupakan
komunikasi interpersonal namun dilakukan melalui media secara tidak
langsung (tidak berhadapan). Adapun komponen-komponen komunikasi massa
secara umum ada empat: sumber (source), pesan (message), saluran atau media
(channel), penerima (reciever).

B. Saran
Komunikasi sangatlah penting dalam setiap kehidupan manusia, kita
sudah semestinya mempelajari dan memahami berbagai macam komunikasi
sehingga memudahkan kita dalam melakukan tindakan yang benar dan tepat
terhadap pasien. Dengan telah mengetahui peran komunikasi secara tidak
langsung melalui pembelajaran ini yaitu factor-faktor yang mempengaruhi
komunikasi, Kita sebagai calon pendidik yang professional juga hendaklah kita
mempraktikkan komunikasi dengan sungguh-sungguh sehingga kita dapat
memahami pasien atau klien kita dengan benar dan tepat .

25
DAFTAR PUSTAKA

http://inatiganna.blogspot.co.id/2015/04/faktor-faktor-yang-
mempengaruhi.html diakses tanggal 28 Desember 2016
Lunandi AG, 1994. Komunikasi Mengenai Efektifitas Komunikasi Antar pribadi.
Yogyakarta : kanisius
Rakhmat, Jalaluddin, 1998. Psikologi Komunikasi. Bandung :CV. Remaja Karya

26