STUDI IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR

YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMTIF PADA
REMAJA DI RINTISAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
BERTARAF INTERNASIONAL MANDIRI (RSMABIM)
SHAFIYYATUL AMALIYYAH MEDAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
Universitas Medan Area

Disusun Oleh:

PUJI PURNAMANINGSIH
NIM. 088600200

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MEDAN AREA
MEDAN
2012

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui

Dosen Pembimbing Penulisan Skripsi

Pembimbing I, Pembimbing II,

Nini Sri Wahyuni, S.Psi, M.Pd Istiana, S.Psi, M.Pd

JUDUL SKRIPSI : STUDI IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERILAKU
KONSUMTIF PADA REMAJA DI RINTISAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS BERTARAF
INTERNASIONAL MANDIRI (RSMABIM)
SHAFIYYATUL AMALIYYAH MEDAN.

NAMA MAHASISWA : PUJI PURNAMANINGSIH

NIM : 088600200

PROGRAM STUDI :ILMU PSIKOLOGI

MENYETUJUI
KOMISI PEMBIMBING

(Nini Sri Wahyuni, S.Psi, M.Pd) (Istiana, S.Psi, M.Pd)
PEMBIMBING I PEMBIMBING II

MENGETAHUI

KETUA BAGIAN DEKAN
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

(Rahmi Lubis, M.Psi) (Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd)

Tanggal Sidang

Oktober 2012

DIPERTAHANKAN DI DEPAN DEWAN PENGUJI SKRIPSI
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA
DAN DITERIMA UNTUK MEMENUHISEBAGIAN
DARI SYARAT-SYARATGUNA MEMPEROLEH
DERAJAT SARJANA (S1) PSIKOLOGI

Pada Tanggal

Oktober 2012

MENGESAHKAN
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MEDAN AREA

DEKAN

(Prof. Dr. Abdul Munir, M. Pd)

DEWAN PENGUJI TANDA TANGAN

1. Hj. Cut Metia, M. Si :
2. Rahmi Lubis, M. Psi :
3. Nini Sri Wahyuni, S. Psi, M. Pd :
4. Istiana, S. Psi, M. Pd :
5. Farida Hanum, M. Psi :

SURAT PERNYATAAN

Oktober 2012 Penulis Puji Purnamaningsih NIM. Medan. Segala kutipan karya pihak lain telah saya tulis dengan menyebutkan sumbernya. Apabila dikemudian hari ditemukan adanya plagiasi maka saya rela gelar kesarjanaan saya dicabut.Dengan ini saya menyatakan bahwa apa yang tertulis dalam skripsi ini adalah benar adanya dan merupakan hasil karya saya sendiri. 088600200 PERSEMBAHAN .

cinta serta kasih sayang yang selalu diberikan dan takkan pernah putus. Karena ku yakin cinta kasih mu takkan lekang oleh waktu dan tak terbayarkan oleh intan berlian. . walaupun sesungguhnya itu takkan tergantikan sampai kapanpun. Semua ini ku persembahkan untuk ayah dan ibu yang paling aku cinta dan sayangi dan sangat aku banggakan. KU PERSEMBAHKAN UNTUK ORANG TUA DAN SELURUH KELUARGA KU . . Semoga dengan karya yang sederhana ini dapat menggantikan semua yang telah diberikan. . Hanya sebuah karya kecillah yang mampu ku persembahkan untuk semua doa. pengorbanan.

Ada kemudahan. Al-Insyirah: 6) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. (Q. (Q. S. Ar-Rahman: 13) .S. MOTTO Sesungguhnya bersama setiap kesulitan.

Peneliti sangat menyadari bahwa penelitian skripsi ini tidak akan selesai dengan baik tanpa adanya dukungan nyata baik secara moril maupun materil dari beberapa pihak terutama orang tua peneliti. M. Atas segala yang telah diberikan oleh orang tua tersebut. Taufik . mengasuh dan mendidik peneliti dengan penuh perjuangan. kedua adik yang peneliti sayangi M. Atas segala Rahmaan dan Rahiim Allah. keikhlasan dan doa cinta kasihnya sehingga akhirnya peneliti sampai pada jenjang pendidikan sarjana ini. Ayahanda terhormat Aiptu. Peneliti juga mengucapakn banyak terima kasih kepada segenap saudara. sang pencipta alam dengan segala keberkahannya. sampai saat ini peneliti masih diberikan nikmat iman. Shalawat beruntai slam peneliti lantunkan bagi Nabi besar Muhammad SAWsang pencerah ummat dengan segala kelembutannya. nikmat kesehatan. S. nikmat kemuharan rezki dan keluangan waktu untuk selalu belajar dan menambah ilmu pengetahuan yang telah Allah tebarkan di muka bumi-Nya ini.Pd yang telah bersusah payah dalam membesarkan. KATA PENGANTAR Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah SWT. Suciyono dan Ibunda tersayang Tialma. kesabarannya dalam membina akhlak ummat ini. kasih sayangnya. sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang sederhana ini. peneliti mengucapkan rasa syukur yang sangat mendalam dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. kesabaran. dan beragam suri tauladan yang patut kita amalkan menuju jiwa yang bersih dalam menggapai kebahagiaan hidup akhirat kelak.

Pada kesempatan ini. 2. M. S.Psi. 6. Terima kasih telah bersedia meluangkan waktu menjadi sekretaris pada sidang skripsi saya. Nur Fajarianta. M.Psi. terima kasih atas kebaikan ibu yang telah berkenan meluangkan waktu menjadi ketua sidang skripsi saya. Dr. 5. Bapak Zuhdi Budiman.Psi. Ibu Hj. Bapak Prof. M. . M. Cut Meutia. dan masukannya yang sangat bermanfaat dalam perbaikan penelitian ini. dan terima kasih juga untuk ilmu yang telah diberikan selama ini.Pd selaku dosen pembimbing I dan ibu Istiana. 3.Psi. saran. Ibu Farida Hanum. di tengah langkah perjuangan hidup mereka. 4. terima kasih telah berkenan meluangkan waktunya menjadi dosen tamu sidang skripsi saya. mereka tiada putus dan selalu ada untuk memberikan dukungan. M.Psi. Ibu Rahmi Lubis. Mereka semua adalah orang-orang terkasih dan peneliti sayangi. Terima kasih juga atas semua kritik.Pd selaku dosen pembimbing II yang telah sabar dengan banyak meluangkan waktu dan tenaganya untuk membimbing dan memberi petunjuk yang sangat berguna sehingga terselesaikan skripsi ini. M. Ibu Nini Sri Wahyuni.Pd selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area.Wahyudi dan M. S. S. serta doa keikhlasan. S. sehingga kita tetap bersaudara hingga akhirat kelak. selaku sekretaris sidang skripsi.Psi selaku Wakil Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Abdul Munir. Semoga Allah selalu mencurahkan cinta dan kasih sayang kedalam hati kita. M.Psi. perkenankan lah peneliti menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1.Si.

Psi. Selaku kepala sekolah Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional Mandiri (RSMABIM) Shafiyyatul Amaliyyah Medan. semoga kebersamaan ini tetap terbina sepanjang hayat kita semua. Hidup Bowling Fans Club!! Hidup nasi padang rasa pizza!!. evi. Teman-teman tersayang karena Allah kita bersaudara. 9. 10. Christina sebagai Opung wedook. M.Si. S. Serta terima kasih kepada adik-adik siswa-siswi RSMABIM Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang telah bersedia mengisi skala. sehingga penelitian ini dapat berjalan lancar.. Teman-teman peneliti yang akan selalu dirindukan untuk masa depan yaitu: eka. Psi semoga kelak bermanfaat bagi peneliti sehingga akan menjadi suatu amal jariyah bagi semua dosen tersayang. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Psi.Psi dan Bapak Andy Chandra. terima kasih atas segala ilmu pengetahuan yang telah diberikan kepada peneliti selama menjadi mahasiswa di Universitas Medan Area.. . Nurul. dan Kiki. khususnya Bapak Zuhdi Budiman.. M. yang telah memberi izin peneliti untuk melakukan penelitian. dan terima kasih juga kepada Bapak Amrizal dan Bapak Agus yang telah membantu melancarkan jalannya penelitian ini. weli serta seluruh angkatan 2008 Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. dukungan. teman yang saling mengingatkan dan saling mengisi satu sama lain dialah Magdalena. Thanks to Nelsoni sebagai opung doli. kiky.7. mbak broo Winda dan mas broo Dika. Bapak Rudi Sumarto. S. saran serta kritiknya selama ini. terima kasih buat doa. dengan cinta kebersamaan kita berjuang. 8. S.

. skripsi ini tidak akan pernah selesai. buat dukungan serta waktu yang telah diluangkan untuk membantu menyelesaikan skripsi ini. Teman-teman satu kost. Buat kak sari. Buat sahabat-sahabat SMA dulu hingga kini. 11. Buat adik-adik junior tersayang. Oktober 2012 Peneliti ABSTRAK STUDI IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA DI RINTISAN SEKOLAH MENENGAH ATAS BERTARAF INTERNASIONAL MANDIRI (RSMABIM) SHAFIYYATUL AMALIYYAH MEDAN Oleh PUJI PURNAMANINGSIH 088600200 . mentari makasih banyak buat semuanya ya. Akhirnya peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah turut membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. Medan. serta Didi dan Dika walau kita terpisah jarak namun kita tetap satu. inoy. Semoga Allah SWT akan membalas semua kebaikannya yang telah diberikan kepada peneliti. Udin. kiky. Angga. . yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu. rifa. risna. puput. Sekali lagi peneliti ucapkan teriama kasih. Tanpa bantuan mereka semua. makasih banyak ya . Fitri. 12. bebee. sandy. Femy. Gabriel. Terima kasih buat support dan kebersamaannya selama ini. 13.

. pengetahuan. proses belajar.. Menurut teori Engel........... sikap........ kelas sosial.. dari 50 orang remaja RSMABIM Shafiyyatul Amaliyyah terdapat 24.. pengaruh pribadi..0% atau 4 orang dalam kondisi lemah......0 versi windows. DAFTAR ISI HALAMAN PERSETUJUAN ...... i HALAMAN JUDUL ............ Faktor utama yang perilaku konsumtif yang paling banyak/tinggi mempengaruhi adalah faktor pengaruh pribadi . Penelitian ini dilaksanakan di Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional Mandiri (RSMABIM) Shafiyyatul Amaliyyah.. Remaja. keluarga......... Dominasi pada kondisi sedang/rendah terkena bagian-bagian faktor yang mempengruhi perilaku konsumtif sesuai dengan analisis validitas Product Moment dan rumus realibilitas Cronbach’s Alpha.000.... Medan...........05.......... pembelajaran. ii .... dan proses psikologi (pengolahan informasi... keluarga).... dimana remaja membeli atas kemauan sendiri bukan karena pengaruh orang lain. kelompok acuan/sosial. Blackwell.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja di Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional Mandiri (RSMABIM) Shafiyyatul Amaliyyah.... penggunaan metode penelitian deskriftip yang kemudian dianalisa menggunakan metode kuantitatif dengan menerapkan rumus analisis validitas Product Moment dan rumus realibilitas Cronbach’s Alpha... semua analisa penelitian ini dibantu dengan menggunakan sistem operasi komputer SPSS 17... konstribusi faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif masing-masing memiliki konstibusi harga p < 0. sampel merupakan remaja siswa-siswi RSMABIM Shafiyyatul Amaliyyah yang berstatus masih aktif di sekolah sebagai pelajar dan berusia 15-18 tahun serta memiliki uang saku (di luar uang transportasi) + Rp 300....0% yang berkonstribusi atau 12 orang dalam kondisi kuat....... gaya hidup) dan faktor eksternal/lingkungan (kebudayaan.. terbagi dari faktor internal (motivasi... Kata Kunci : Identifikasi Perilaku Konsumtif.. Medan dengan jumlah sampel populasi sebanyak 50 orang dari total populasi 110 orang... perbedaan perilaku)..... kelas sosial... perubahan sikap dan perilaku konsumen)... pengaruh individu (sumber daya konsumen.. kemudian terdapat 8.......973....kepribadian. Miniard (1994) faktor-faktor perilaku konsumtif dibagi dalam tiga (3) bagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif mempunyai nilai realibilitas koefisien Cronbach’s Alpha 0.......... 2010). motivasi..........-/bulannya Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunkan bentuk skala Likert dengan 65 butir item untuk faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja yang disebarkan sebanyak 50 eksemplar. sikap..... pengaruh situasi). serta sebagaimana teori yang dikemukakan oleh Tambunan (dalam Ajizah......... dimana para remaja tidak ingin ketinggalan dengan mode-mode terbaru sehingga mereka selalu uptodate terhadap produk-produk terbaru........ yaitu pengaruh lingkungan (budaya....

............................................................. ................................................................ xi DAFTAR ISI ............................................................................. ........................ .............................. Rumusan Masalah ......................... xii DAFTAR TABEL ......9 F..........9 ..............................................................................................................7 C.........................................................................1 B.................................................................... Batasan Masalah ...................... Tujuan Penelitian ......................................... iv PERSEMBAHAN ..........................................8 D.......................... PENDAHULUAN A............. ........................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................. iii SURAT PERNYATAAN ..................................................................................................................... v MOTTO . vi KATA PENGANTAR ...................................................................................................................................................................................................................................... ......................... xv BAB I................. Identifikasi Masalah .......9 E........................................................................................................................................................ Manfaat Penelitian ...................................................................................................................... vii ABSTRAK ................................................................. xiv DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................LEMBARAN PENGESAHAN ............................................................................................................................... Latar Belakang Masalah .............................................

.................................................35 F Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur .................................................................................................................... .............. ..................15 B Perilaku Konsumtif 1 Pengertian Perilaku Konsumtif .................................19 2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif ................................................................................................ ...........38 2 Reliabilitas ........................................................................................................................... .................................................................................................................13 3 Aspek-aspek Perkembangan Remaja ............................................................................................... ..............................................................................................................................................................................................................................................11 2 Ciri-ciri Masa Remaja ..............................................................................................................................................................................................................................................34 E Teknik Pengumpulan Data ..............................................................26 4 Aspek-aspek Perilaku Konsumtif ...................................33 C Definisi Operasional Variabel Penelitian ..................................................................................................................BAB II....................................................................... .............................................................................. LANDASAN TEORI A Remaja 1 Pengertian Remaja ...........37 1 Validitas ................................................................................................................................................................... METODE PENELITIAN A Tipe Penelitian ..........................................................................................20 3 Ciri-ciri Perilaku Konsumtif ............ ................................................ ......... .................. .......................................... ...... ..................................................................28 BAB III...................................................................................................39 ........................................................32 B Identifikasi Variabel Penelitian .................................................................................... ................................................................33 D Subjek Penelitian ...................................................................................................................... ........................................................................... ...................

................................................................................................................................................................................................................................................................... .................................................................................................................64 B..........................................................44 C...................................... Hasil Uji Coba Alat Ukur .......................40 H......................................58 BAB V...................................................................................... Gambaran Subjek Penelitian ............. .................... 67 LAMPIRAN .................44 B........... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A........ ................................................................................................ KESIMPULAN DAN SARAN A....................................................... Metode Analisis Data ................................................................................................................................................................................................47 D................................................................................. Hasil Penelitian ........... .. G............... Kesimpulan .................................. ...........................................................................65 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... Saran ...................................................................................... Pembahasan ....................... ...................................................................................... Pelaksanaan Penelitian ......... DAFTAR TABEL ........ ..............................................................42 BAB IV............................................................ .........

......................... 41 Tabel 3 : Hasil Analisis Untuk Faktor Budaya ............................ 48 Tabel 5 : Hasil Analisis Untuk Faktor Pengaruh Pribadi ................................................................................. 50 Tabel 7 : Hasil Analisis Untuk Faktor Pengaruh Situasi ... 57 DAFTAR LAMPIRAN ................... Halaman Tabel 1 : Distribusi Penyebaran Butir-butir Aitem Skala Perilaku Konsumtif Sebelum Uji Coba ......... 51 Tabel 8 : Hasil Analisis Untuk Faktor Sumber Daya Konsumen .......... 36 Tabel 2 : Distribusi Penyebarab Butir0butir Aitem Skala Perilaku Konsumtif Sebelum Setelah Uji Coba .................. 55 Tabel 14 : Hasil Analisis Untuk Faktor Pembelajaran ............. 51 Tabel 9 : Hasil Analisis Untuk Faktor Motivasi ................. 54 Tabel 13 : Hasil Analisis Untuk Faktor Pengolahan Informasi ........................................................................ 54 Tabel 12 : Hasil Analisis Untuk Faktor Perbedaan Perilaku ................. 52 Tabel 10 : Hasil Analisis Untuk Faktor Pengetahuan ........... 56 Tabel 15 : Hasil Analisis Untuk Faktor Perubahan Sikap dan Perilaku ........... 48 Tabel 4 : Hasil Analisis Untuk Faktor Kelas Sosial . 49 Tabel 6 : Hasil Analisis Untuk Faktor Keluarga ................................................................... 53 Tabel 11 : Hasil Analisis Untuk Faktor Sikap ..........................................

................................................................................................. 70 Skala Perilaku Konsumtif Sebelum Uji Coba ............................................... 75 Data Uji Coba Skala Perilaku Konsumtif ................................. 103 Uji Mean dan Standar Deviasi ..................................................... 76 Lampiran C : UJI VALIDITAS ITEM DAN RELIABILITAS DATA UJI COBA ............... 99 Uji Validitas Dan Reliabilitas Skala Perilaku Konsumtif .... 89 Lampiran F : UJI VALIDITAS ITEM DAN RELIABILITAS DATA ... 85 Lampiran E : DATA PENELITIAN ........................................................................................................................ 81 Lampiran D : ALAT UKUR PENELITIAN .......................LAMPIRAN Halaman Lampiran A : ALAT UKUR PENELITIAN . 100 Lampiran G : ANALISIS DATA ....................................................... 88 Data Penelitian Perilaku Konsumtif ... 71 Lampiran B : DATA UJI COBA ... 80 Uji Validitas dan Reliabilitas Skala Perilaku Konsumtif .............................................................................................................. 84 Skala Perilaku Konsumtif ................................ 104 ..............................

...... 2011)....... 122 Surat Balasan Telah Melaksanakan Pengambilan Data dari YPSA 123 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Remaja adalah suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual...................................................................... 121 Surat Pengambilan Data dari Fakultas Psikologi UMA ..... Frekuensi .. 114 Lampiran H : SURAT KETERANGAN BUKTI PENELITIAN ...................................... mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa...... ... WHO (dalam Sarwono.......... serta terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.................. 109 Pie Chart .....................................

Pada masa ini. 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak-anak. yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Hurlock (1997) dalam bukunya menyatakan salah satu ciri masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Dalam kaitannya dengan perilaku remaja sebagai konsumen. Kondisi ini pada gilirannya menimbulkan apa yang disebut dengan budaya konsumen ataupun lebih dikenal dengan sebutan konsumtif. Perilaku konsumtif . Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Sulitnya. (dalam http://id. bagaimana remaja memandang segala sesuatunya bergantung pada emosinya sehingga menentukan pandangannya terhadap suatu objek psikologis. sehingga cenderung mudah untuk dipengaruhi.org/wiki/Remaja). yang mana pandangannya itu belum tentu sesuai dengan pandangan orang lain dan juga dengan kenyataan. tetapi ternyata mereka memiliki pengeluaran yang cukup besar. dkk. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks. Remaja juga merupakan masa atau waktu dimana manusia berumur belasan tahun. umumnya remaja memandang kehidupan sesuai dengan sudut pandangnya sendiri.wikipedia. Menurut Albarry (1994) bahwa arti kata konsumtif (consumtive) adalah boros atau perilaku yang boros. walaupun sebagian besar tidak memiliki penghasilan tetap. emosi remaja umumnya belum stabil. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Selain itu.

yang mendahulukan keinginan daripada kebutuhan. Pengaruh lingkungan memang merupakan tema yang tidak bisa .tidak terbatas pada golongan ekonomi tertentu. remaja masih berada dalam proses pembentukan jati diri dan sangat sensitif terhadap pengaruh dari luar. Hal tersebut dikarenakan secara psikologis. serta tidak adanya skala prioritas. Apalagi jika harga barang/produk yang menjadi target mereka murah serta sedang discount. Perilaku konsumtif dapat dinyatakan sebagai suatu pola hidup yang memikirkan keadaan sekarang dan kurang memperhatikan bagaimana dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Segala upaya akan ditempuh untuk memuaskan keinginan yang dirasakan pada saat itu juga. lelaki. khususnya kalangan remaja dan karena pengaruh teman sebaya. muda. perempuan. Dalam arti yang luas konsumtif merupakan perilaku konsumsi yang boros dan berlebihan. Remaja memiliki rasa ingin tahu serta dorongan untuk diterima oleh lingkungan. 2009) menyatakan bahwa perilaku konsumtif begitu dominan dikalangan remaja. Sepeti halnya beberapa remaja yang dijumpai di SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan. kaya ataupun miskin. Sumartono (dalam Sari. Dapat terjadi pada siapa saja. hanya sekedar ikut-ikutan saja agar terlihat sama seperti teman-temannya. tua. Dapat juga diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah. Hal ini membuat mereka lebih mudah menerima hal-hal baru di lingkungan. bahwa para siswa siswi tersebut membeli suatu produk/barang di karenakan produk tersebut sedang trend dikalangan masyarakat.

Keadaan seperti ini menyebabkan munculnya dorongan-dorongan dan tuntutan-tuntutan pada diri remaja agar bisa tampil mengikuti gaya hidup masa kini. Ada juga yang malah tidak ingin mengikuti trend fashion karena ingin menjadi trend setter dalam dunia fashion. berdandan. 2009) mengatakan bahwa pada umumnya konsumen remaja mempunyai keinginan membeli yang tinggi. Remaja selalu ingin berpenampilan yang dapat menarik perhatian orang lain terutama teman sebaya. Tidak penting bagi mereka masalah harga ataupun cocok tidaknya fashion itu sendiri dengan kepribadian mereka atau tidak. ada juga yang mengikuti trend fashion karena merasa. tingkah laku. dalam pertemuan dan pesta. 2009) mengatakan bahwa bagi produsen. karena pola .dipisahkan dari kehidupan remaja. gaya rambut. semakin uptodate fashion yang dikenakannya. Monks. Fashion memang bukan hal yang tidak wajar untuk digandrungi kaum remaja. dkk (dalam Sari. karena pada umumnya remaja mempunyai ciri khas dalam pakaian. baik penampilan. semakin cantik tampilannya. sikap serta minat tanpa berfikir apakah hal tersebut sesuai untuknya. Mangkunegara (dalam Sari. kelompok usia remaja adalah salah satu pasar yang potensial. yang terpenting adalah penerimaan kelompok bahwa mereka sama. sehingga remaja kebanyakan membelanjakan uangnya untuk keperluan tersebut. karena beberapa diantaranya beranggapan bahwa salah satu cara agar diakui dalam pergaulan adalah dengan mengikuti fashion yang sedang trend saat ini. tingkah laku. kesenangan musik.

namun membeli dilakukan karena alasan-alasan lain seperti sekedar mengikuti mode. dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Dan sifat-sifat remaja inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk memasuki pasar remaja. itu menyebabkan remaja berusaha untuk mengikuti berbagai atribut yang sedang populer di lingkungannya. remaja tidak lagi memikirkan apakah produk tersebut betul-betul berguna dan bermanfaat bagi mereka atau tidak. Kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain. Ketika membeli suatu produk. suka ikut-ikutan teman. Perilaku membeli tidak lagi . spesifik dan mudah dipengaruhi sehingga akhirnya mendorong munculnya berbagai gejala dalam perilaku membeli yang tidak wajar. melainkan hanya untuk sekedar menunjukkan loyalitasnya saja. Remaja memang sering dijadikan target pemasaran berbagai produk industri. tidak realistis. Membeli tidak lagi dilakukan karena produk tersebut memang dibutuhkan. Remaja lebih mudah terpengaruh teman sebaya dalam hal berperilaku dan biasanya lebih mementingkan gengsinya untuk membeli barang-barang bermerk agar mereka dianggap tidak ketinggalan zaman.konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja. remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan. hanya ingin mencoba produk baru. Di samping itu. Remaja ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi bagian dari lingkungannya itu. Hal ini sebenarnya dapat dimengerti bila melihat usia remaja sebagai usia peralihan dalam mencari identitas diri. ingin memperoleh pengakuan sosial dan sebagainya. antara lain karena karakteristik mereka yang labil.

Bahkan tidak jarang ditemukan banyaknya remaja puteri yang menghabiskan uang sakunya akibat dari tekanan-tekanan dari kelompoknya yang memiliki norma kelompok dengan prilaku konsumtif. apalagi bila hal itu dilakukan oleh remaja yang belum memiliki penghasilan sendiri. munculnya perilaku konsumtif disebabkan oleh: faktor internal (motivasi. perilaku konsumtif pada remaja dipengaruhi karena rasa ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi bagian dari lingkungannya itu serta kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain. Remaja tersebut tetap melakukan prilaku konsumtif agar mereka dapat diterima oleh kelompok tersebut. serta kosmetik sering tidak dapat diputuskan sendiri atau sebagai hasil keputusan dari teman sebaya. kelas sosial. proses belajar. Beberapa produk seperti pakaian. . sikap dan gaya hidup) dan faktor eksternal (kebudayaan. Seperti beberapa kasus yang terlihat di berbagai pusat perbelanjaan. kepribadian.menempati fungsi yang sesungguhnya dan menjadi ajang pemborosan biaya. remaja rela menghabiskan uang sakunya agar dapat menyesuaikan perilakunya dengan teman-teman sebayanya. Berdasarka penjelasan di atas. kelompok acuan/sosial. makanan. Seperti halnya yang dijelaskan oleh Tambunan (dalam Ajizah. alat sekolah. dan keluarga). Pemilihan merek sering kali dilakukan karena dorongan untuk mengikuti yang lain agar tidak dipandang sebagai remaja yang ketinggalan zaman. 2010).

Sedangkan menurut Engel. khususnya siswa siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan. dan perubahan sikap dan perilaku. Hal ini dapat menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi salah satunya dikarenakan oleh pengaruh lingkungan serta motivasi. pengaruh pribadi. produk yang dibeli sedang dalam massa trend atau sekedar ikut-ikutan teman sebaya agar terlihat sama dan lebih kompak dan karena barang/produk memiliki harga yang murah serta discount. B Identifikasi Masalah Perilaku konsumtif dapat dinyatakan sebagai suatu pola hidup yang memikirkan keadaan sekarang dan kurang memperhatikan bagaimana dan apa yang akan terjadi selanjutnya. dan perbedaan perilaku. motivasi dan keterlibatan. melakukan perilaku konsumtif yang dikarenakan oleh pengaruh lingkungan seperti. yang terdiri dari pengolahan informasi. pengetahuan. peneliti tertarik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengarui perilaku konsumtif pada remaja. Maka dari itu. (3) Proses Psikologis. Berdasarkan uraian di atas. dan pengaruh situasi. sikap. pembelajaran. kelas sosial. yang terdiri dari sumber daya konsumen. (2) Perbedaan Individu. dapat disimpulkan bahwasanya beberapa remaja khususnya siswa siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Segala upaya akan ditempuh untuk memuaskan . yang terdiri dari budaya. Blackwell. keluarga. Miniard (1994) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif terdiri atas tiga bagian yaitu: (1) Pengaruh lingkungan.

tapi bagi mereka yang kurang mampu orang tua bingung karena anak terus menuntut sekaligus mengancam akan tidak sekolah jika mereka tidak dibelikan HP terbaru. Mungkin para orang tua jadi merasa pusing memikirkan tingkah laku meraka. Bila melihat fenomena perilaku para pelajar sekarang ini dan yang masih sekolah aktif. yang mendahulukan keinginan daripada kebutuhan. Bagi yang orang tuanya kaya mungkin tidak ada masalah. Dalam arti yang luas konsumtif merupakan perilaku konsumsi yang boros dan berlebihan. Dan mayoritas diantara mereka sudah mulai muncul budaya konsumtif. mereka sekarang ini memperlihatkan sebuah perilaku yang mencerminkan itu semua. serta tidak adanya skala prioritas. perilaku konsumtif pun banyak melanda para remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Lubis (dalam Sari. Bisa dilihat buktinya. Dapat juga diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah. 2009) mengatakan bahwa perilaku konsumtif adalah suatu perilaku membeli yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang tidak rasional lagi.keinginan yang dirasakan pada saat itu juga. kita merasakan sebuah rasa kekuatiran yang tinggi terhadap tingkah laku mereka (Marsaja. 2008). . Tidak hanya pada orang dewasa. HP mereka juga selalu minta yang tercanggih dan terbaru. Perilaku konsumtif seperti ini terjadi pada hampir semua lapisan masyarakat. ada kesan antar anak muda sekarang saling bersaing untuk mempunyai barang yang terbaru dan terlengkap. Terbukti. mereka akan merasa tidak percaya diri jika memakai pakaian yang sudah ketinggalan zaman atau tidak mengenakan pakaian-pakaian yang sedang ngetrend dikalangannya.

masalah yang akan diteliti perlu dibatasi agar sebuah penelitian menjadi lebih terfokus dan diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian dengan lebih efektif dan efisien. Medan. Dapat dilihat dari fenomena yang telah di jelaskan di atas bahwasanya perilaku konsumtif pada remaja salah satunya disebabkan oleh faktor perilaku konsumtif itu sendiri. Medan yang berjumlah 50 orang. kepribadian. faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja di Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional Mandiri (RSMABIM) Shafiyyatul Amaliyyah. situasi. khususnya pada siswa dan siswi kelas XI IPA SMA Shafiyyatul Amaliyyah. tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada . E Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini. serta gaya hidup. Medan. Penelitian akan dilakukan di SMA Shafiyyatul Amaliyyah. peneliti akan menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja. yaitu kelompok referensi. D Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah. Pada penelitian ini. C Batasan Masalah Dalam sebuah penelitian.

2 Manfaat Praktis Adapun manfaat praktis dari penelitian ini adalah: a Memberikan informasi kepada remaja dalam memahami dan menyikapi perilaku konsumtif dalam lingkungan sosial. Medan. . b Diharapkan hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai informasi tambahan bagi peneliti berikutnya yang berhubungan dengan perilaku konsumtif pada remaja. b penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi psikologi sosial dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberikan gambaran mengenai Studi identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja. Sehingga remaja dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap perilaku konsumtif yang ada di lingkungan. F Manfaat Penelitian 1 Manfaat Teoritis Adapun manfaat teoitas dari penelitian ini adalah: a Diharapkan penelitian ini dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya di bidang Psikologi Sosial.remaja di Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional Mandiri (RSMABIM) Shafiyyatul Amaliyyah.

1997). Menurut Piaget (dalam Hurlock. mempunyai arti yang lebih luas mencakup kematangan mental. Istilah Adolescence. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Remaja 1 Pengertian Remaja Istilah Adolescence atau remaja berasal dari kata Latin Adolescere (kata bendanya. dan fisik (dalam Hurlock. sosial. masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan . Adolescentia yang artinya remaja) yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”. 1997) mengatakan bahwa secara psikologis. emosional. seperti yang dipergunakan saat ini.

sehingga mereka masih terus beruasaha menemukan posisi yang tepat di masyarakat. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif. Termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang- orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama . yaitu biologis. c Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri. WHO (Sarwono. Remaja adalah suatu masa dimana: a Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Remaja berada diantara masa kanak-kanak dan orang dewasa dengan kondisi yang masih belum mampu untuk menguasai fungsi-fungsi fisik dan psikisnya. sekurang- kurangnya dalam masalah hak. . psikologis. sehingga secara lengkap definisi tersebut berbunyi sebagai berikut.masyarakat dewasa. kurang lebih berhubungan dengan masa puber. b Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa. Dalam definisi tersebut dikemukakan tiga kriteria. 2011) memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. dan sosial ekonomi. yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini.

2 Ciri-ciri Masa Remaja seperti halnya dengan semua periode yang penting selama rentang kehidupan. dimana remaja belum memperoleh status dewasa tetapi tidak lagi memiliki status anak- anak. Menurut Calon (Hurlock. dapat diambil kesimpulan bahwa masa remaja adalah masa anak-anak ke masa dewasa. . 1997) masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat-sifat masa transisi atau peralihan. masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Awal masa remaja berlangsung kira-kira dari 13 tahun sampai 16 atau 17 tahun. Pada periode remaja. yaitu usia matang secara hukum. dan ada lagi yang penting karena akibat jangka panjangnya. dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun sampai 18 tahun. Berdasarkan pengertian yang telah dipaparkan di atas. Masa remaja dumulai dari usia 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Hurlock (1997) mengatakan bahwa ciri- ciri masa remaja yaitu: a Masa remaja sebagai periode yang penting Ada beberapa periode yang lebih penting daripada beberapa periode lainnya. baik akibat langsung maupun akibat jangka panjang tetap penting karena akibat fisik dan ada lagi karena akibat psikologisnya. tetapi tidak lagi memiliki status anak-anak. karena akibatnya yang langsung terhadap sikap dan perilaku. karena remaja belum memperoleh status orang dewasa.

yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak. f Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan Anggapan stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapih. c Masa remaja sebagai usia bermasalah Setiap periode mempunyai masalahnya sendiri-sendiri. menyebabkan oranng dewasa harus membimbing dan mengawasi kehidupan remaja muda takut bertanggung jawab dan bersikap tidak simpatik terhadap perilaku remaja yang normal. Selama awal masa remaja. g Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik . status individu tidaklah jelas dan terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. penyesuaian diri dengan kelompok masih tetap penting bagi anak-anak laki-laki dan anak perempuan. perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung pesat. ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat. Kalau perubahan fisik menurun maka perubahan sikap dan perilaku menurun juga. Lambat laun mereka mulai mendambakan identitas diri dan tidak puas lagi dengan menjadi sama dengan teman-teman dalam segala hal seperti sebelumnya. e Masa remaja sebagai masa dalam mencari identitas Pada tahun-tahun awal masa remaja.b Masa remaja sebagai periode peralihan Dalam setiap periode peralihan. namun masalah remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi baik oleh laki-laki maupun perempuan. d Masa remaja sebagai periode perubahan Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik.

Perkembangan internal meliputi tinggi badan. Aspek-aspek tersebut adalah: a Fisik Perubahan fisik pada masa remaja belum sempurna. terlebih dalam hal cita-cita. Hanya sedikit remaja yang mengalami kateksis-tubuh atau merasa puas dengan tubuhnya. masa dalam mencari identitas. 3 Aspek-aspek Perkembangan Remaja Menurut Hurlock (1997) ada beberapa aspek yang meliputi perkembangan para remaja. Perkembangan eksternal meliputi sistem pencernaan. Pada masa remaja terkadang muncul keprihatinan akan perubahan fisik mereka. Variasi dalam perubahan fisik terdapat pula perbedaan individu yang dipengaruhi oleh usia kematangan. berat. Ia melihat dirinya dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya. dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri masa remaja adalah masa remaja sebagai periode penting. usia yang menimbulkan ketakutan. h Masa remaja sebagai ambang masa remaja Dengan semakin dekatnya usia kematangan yang sah. Terdapat penurunan dalam laju pertumbuhan dan perkembangan internal lebih menonjol daripada perkembangan eksternal. para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan stereotip belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa mereka sudah hampir dewasa. proporsi tubuh. usia bermasalah. perubahan. Remaja cenderung memandang kehidupan melalui kaca berwarna merah jambu. peralihan. Ketidakpuasan . sistem pernafasan. organ sex dan ciri-ciri sekunder. Berdasarkan uraian di atas. masa yang tidak realistik dan ambang masa dewas. sistem endrokrin dan jaringan tubuh. sistem peredaran darah.

Sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagi konsekuensi dari usah penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru. Untuk mencapai tujuan daripada sosialisasi dewasa. Perbedaan terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajat. Terpenting dan tersulit adalah penyesuaian diri dengan meningkatnya pengaruh kelompok sebaya. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dlam hubungan menyesuaikan diri dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah. b Emosi Masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan tekanan”. Pola emosi masa remaja sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. seperti dalam periode sebelummnya. yaitu suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Seseorang remaja dikatakan sudah mencapai kematangan emosi bila reaksi emosional mereka stabil. pengelompokan sosial yang baru. remaja harus membuat banyak penyesuaian baru. Tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan. Untuk mencapai kematangan emosi. remaj harus belajar memperoleh gambaran tentang situasi yang dapat menimbulkan reaksi emosional. c Sosial Salah satu tugas perkembangan remaja yang tersulit adalah berhubungan dengan penyesuain sosial. nila-nilai baru dalam . tidak berubah dari satu emosi atau suasana hati ke suasana hati yang lain.lebih banyak dialami di beberapa bagian tubuh tertentu. Keprihatinan timbul karena adanya kesadaran bahwa daya tarik fisik berperan penting dalam hubungan sosial dan pemeliharaan pemimpin. dan khususnya pada pengendalian latihan individu terhadap ungkapan emosi mereka. perubahan dalam perilaku sosial.

dan mengendalikan perilaku melalui perkembangan hati nurani. 1997) meringkaskan perubahan dasar dalam moral yang harus dilakukan oleh remaja. maka dapatlah dimengerti bahwa pengaruh teman-teman sebaya pada sikap. 4 Penilaian moral menjadi kurang egosentris. Menurut Mitchell (dalam Hurlock.seleksi pershabatan. Kemudian muncul sebagai kekuatan moral yang dominan. penampilan dan perilaku lebih besar daripada pengaruh keluarga. Remaja lebih banyak berada di luar bersama dengan teman-teman sebaya sebagai kelompok. minat. Perubahan fundamental dan moralitas selama masa remaja adalah: 1 Pandangan moral individu semakin lama menjadi lebih abstrak dan kurang konkret. membangun kode moral berdasarkan pada prinsip- prinsip moral individu. . 3 Penilaian moral menjadi semakin kognitif. pembicaraan. yang paling menonjol terjadi dari bagian hubungan heteroseksual. d Moral Perubahan pokok dalam moralitas selama remaja tediri dari mengganti konsep-konsep moral khusus dengan konsep-konsep moral tentang benar dan salah yang bersifat umum. Namun dari semua perubahan yang terjadi dalam sikap dan perilaku sosial. nilai-nilai baru dalam dukungan dan penolakan sosial dan nila-nilai baru dalam seleksi pemimpin. 2 Keyakinan moral lebih terpusat pada apa yang benar dan kurang pada apa yang salah. Ini mendorong remaja lebih berani menganalisis kode sosial dan kode pribadi daripada masa kanak-kanak dan berani mengambil keputusan terhadap berbagai masalah moral yang dihadapi.

Tidak banyak yang merasa dapat mencapai gambaran yang ideal ini dan mereka yang tidak berhasil ingin merubah kepribadian mereka. Beberapa diantaranya sama dengan kondisi pada masa kanak-kanak. Sedangkan konsumtif lebih khusus menjelaskan keinginan untuk mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya . Banyak kondisi dalam kehidupan remaja yang turut membentuk pola kepribadian melalui pengaruhnya pada konsep diri. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan status mereka di dalam kelompok sosial. 5 Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal dalam arti bahwa penilaian moral merupakan bahan emosi dan menimbulkan ketegangan psikologis. e Kepribadian Pada masa remaja mereka mulai menyadari akan peran kepribadian dalam hubungan sosial dan oleh karenanya terdorong untuk memperbaiki kepribadian mereka. B Perilaku Konsumtif 1 Pengertian Perilaku Konsumtif Kata “konsumtif” (sebagai kata sifat. Banyak remaja menggunakan standar kelompok sebagai dasar konsep mereka mengenai kepribadian “ideal” terhadap mana mereka menilai kepribadian mereka sendiri. Padahal kata yang terakhir ini mengacu pada segala sesuatu yang berhubungan dengan konsumen. lihat akhiran –if) sering diartikan sama dengan kata “konsumerisme”. tetapi banyak yang merupakan akibat dari perubahan-perubahan fisik psikologis yang terjadi selama masa remaja.

2009) mengatakan bahwa perilaku konsumtif adalah suatu perilaku membeli yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang tidak rasional lagi. Berdasarkan pengertian perilaku konsumtif di atas. Konsumtif biasanya digunakan untuk menunjuk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok (Tambunan. Jadi perilaku konsumtif disini adalah suatu pola pemenuhan kebutuhan hidup yang sifatnya lebih menekankan pada pemakaian yang berlebihan dan mewah. Perilaku ini muncul disebabkan adanya dorongan dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan sebesar-besarnya demi rasa senang terhadap suatu produk. 2010). 2008). Pemahaman tentang konsumtif dimaksudkan sebagai faham atau gaya hidup yang mempunyai ciri utama berupa perilaku pembelian suatu barang secara berlebihan dan pembelian barang ini lebih berorientasi pada pertimbangan emosional daripada pertimbangan rasional. 2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif . Lubis (dalam Sari. Himam (dalam Pakpahan.kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang masksimal. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku membeli barang atau jasa yang berlebihan tanpa pertimbangan rasional demi mendapatkan kepuasan hasrat dan kenyamanan fisik sebesar-besarnya yang bersifat berlebihan.

faktor ini mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. faktor ini sangat penting bagi pemasaran untuk mengetahui bagaimana sikap konsumen terhadap produknya. karena sikap yang positif akan menghasilkan pembelian bukan saja dari konsumen yang bersangkutan. Menurut Tambunan (dalam Ajizah. Pembelajaran adalah hasil pemprosesn informasi secara sadar (pada perilaku beli produk yang memerlukan keterlibatan tinggi). Suatu kebutuhan akan berubah menjadi motif apabila kebutuhan itu telah mencapai tingkat tertentu. 4) Sikap. Sebaliknya sikap negatif terhadap produk akan menghasilkan penolakan dan sikap . kebanyakan dari kebutuhan yang ada tidak cukup kuat untuk memotivasi seseorang untuk bertindak pada suatu saat tertentu. 2) Kepribadian. 1) Motivasi. 2010). munculnya perilaku konsumtif disebabkan oleh : a Faktor Internal. merupakan aktivitas manusia yang dilakukan sepanjang hidupnya. tetapi rekomendasi kepada teman maupun keluarganya juga akan membuahkan pembalian yang menguntungkan. Motif adalah suatu kebutuhan yang cukup menekan seseorang untuk mengejar kepuasan. tidak sadar ataupun tidak terfokus (pada perilaku beli produk yang tidak memerlukan keterlibatan tinggi). 3) Proses belajar.

dan pendapat konsumen yang konsisten dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang dianutnya. . yang demikian ini akan diteruskan untuk mempengaruhi orang lain. Gaya hidup selalu berkaitan dengan pilihan barang dan jasa yang dipergunakan. Sikap ini dibentuk dari pembelajaran. 5) Gaya hidup konsumen sebagai pola aktivitas. Kelompok acuhan dapat mempengaruhi orang pada perilaku dan gaya hidup. setiap kelas sosial terdapat suatu faktor-faktor gaya hidup yang spesifik (keyakinan. Mereka dapat mempengaruhi pemilihan produk dan merek yang dipilih oleh seseorang. orang sering dipengaruhi oleh kelompok acuhan dimana ia menjadi anggotanya. Dalam setiap budaya terdapat nilai-nilai dasar yang mendominasi perilaku. 2) Kelas sosial. konsep diri yang ideal dan sosial prioritas hidup. kegiatan dan perilaku yang sama) yang dapat membedakan anggota-anggota satu kelas sosial dari anggota-anggota kelas sosial lainnya. 1) Kebudayaan. b Faktor Eksternal / Lingkungan. sikap. 3) Kelompok acuhan/sosial. budaya merupakan milik bersama dalam suatu masyarakat atau komunitas dan budaya juga bersifat dinamis. dan sebagai konsumen berperan dalam pemilihan produk. minat.

dan perilaku yang sama. dan norma yang berlaku dimasyarakat. eni. Sedangkan menurut Engel. Kebudayaan merupakan hal yang kompleks meliputi pengatahuan. moral. terutama dalam budaya yang cenderung kolektif (bukan individual) sangat menentukan perilaku pilihan produk dan aktivitas pembelian. Blackwell. Pengaruh Lingkungan 1) Budaya mengacu pada nilai. Keluarga dan sanak keluarga. kebiasaan. Miniard (1994) faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif yakni: a. anggota keluarga pembeli dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku membeli. 2) Kelas sosial mengacu pada pengelompokan orang yang sama dalam perilaku mereka berdasarkan posisi ekonomi mereka di dalam pasar. artefak dan simbol-simbol bermakna lainnya yang membantu individu untuk berkomunikasi. kepercayaan diri. Mereka dibedakan oleh perbedaan status sosial ekonomi yang berjajar . gagasan. 4) Keluarga. adat. Kelas sosial adalah pembagian di dalam masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang berbagi nilai. minat. melakukan penafsiran dan evaluasi sebagai anggota masyarakat. Budaya dapat didefinisikan sebagai hasil dari kreatifitas manusia dari satu generasi kegenerasi berikutnya yang sangat menentukan bentuk perilaku dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.

pengambil keputusan. b. 5) Pengaruh situasi mengacu pada pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik objek. pemberi pengaruh. Perbedaan Individu 1) Sumber daya konsumen mengacu pada perbedaan-perbedaan ekonomi. 4) Keluarga adalah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih orang yang berhubungan melaui darah. dari yang rendah hingga yang tinggi. 3) Pengaruh pribadi mengacu pada kelompok acuhan yang didefinisikan sebagai orang atau kelompok orang yang mempengaruhi secara bermakna perilaku individu. Dalam pengambilan keputusan pembelian. Status kelas sosial kerap menghasilkan bentuk-bentuk perilaku konsumen yang berbeda. temporal. Pengaruh peribadi adalah individu atau sekelompok orang yang dianggap memiliki relevensi yang signifikan pada seseorang dalam hal mengevaluasi memberikan aspirasi atau dalam perilaku. faktor keluarga berperan sebagai pengambilan inisiatif. dan pemakai. atau adopsi maupun tinggal besama. pembeli. Perilaku berubah ketika situasi berubah dan terkadang perubahan ini tidak menentu dan tidak dapat diramalkan. Umumnya terdapat keterbatasan . perkawinan. dan kongnitif.

2) Motivasi dan keterlibatan mengacu pada kehadiran dan ketidakhadiran konsumen yang mengarah atau membangkitkan perilaku kearah tujuan tertentu. sehingga memerlukan alokasi yang cermat. gaya hidup. Kepribadian dalam perilaku konsumen didefinisikan sebagai respon yang konsisten terhadap stimulus lingkungan. Gaya hidup adalah konsepsi yang ringkas yang mencerminkan nilai konsumen. pengetahuan pembelian. 4) Sikap didefinisikan sebagai suatu evaluasi menyeluruh yang memungkinkan orang berespon dengan cara yang menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan dengan objek atau alternatif yang diberikan. 3) Pengetahuan mengacu pada informasi yang disimpan dalam ingatan. Gaya hidup seseorang juga dapat dilihat dari apa yang disenangi dan disukainya. Gaya hidup didefinisikan sebagai pola dimana orang hidup dari mengahbiskan waktu serta uang. dan demografi. dimana . Kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikologis individu yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan secara unik. yang jelas pada ketidaksediaan masing-masing. dan pengetahuan pemakaian. Pengetahuan konsumen ini dibedakan dalam tiga bidang umum yakni pengetahuan produk. Demografi adalah studi tentang demografik. 5) Perbedaan perilaku mengacu pada perbedaan kepribadian.

merasa. dirinci. c. Penekanannya selalu pada trend di dalam perilaku dan pengeluaran. disimpan. dari teori belajar menjadi jelas ketika salah seorang dari tokoh terkemuka John B Watson. Berdasarkkan uraian yang dijelaskan. Filosofisnya adalah bahwa pengulangan yang konstan akan mengukuhkan respon dan membina kebiasaan membeli. maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif menurut Tambunan antara lain adalah faktor internal dan eksternal. memasuki bidang periklanan pada tahun 1930-an. kepribadian. Ia mengemukakan pandangan bahwa kita datang kedunia ini tanpa apapun selain kapsitas untuk belajar. dan digunakan. 2) Pembelajaran adalah proses dimana pengalaman menyebabkan perubahan dalam pengetahuan. dan perilaku. dan pendidikan. Singnifikansi pemasaran. Proses Psikologis 1) Pengolahan informasi adalah menyampaikan cara-cara dimana informasi ditransformasikan. dan bertindak di dalam pasar. yakni kebutuhan motivasi. 3) Perubahan sikap dan perilaku konsumen mengacu pada bagaimana cara mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen agar lebih tertarik terhadap suatu produk termasuk memodifikasi cara berfikir. sasarannya adalah mendesktipsikan pangsa konsumen dalam istilah seperti usia. dikurangi. pendapatan. . sikap. didapat kembali.

kepribadian. ini akan menjadi sebuah masalah yang sulit dihentiikan. Harus diakui banyak individu yang rela menguras isi kantong mereka demi membeli berbagai macam barang yang tidak mereka butuhkan. konsep diri. Sedangkan menurut Engel. 2011) mengatakan bahwa ada beberapa ciri yang dimiliki dalam perilaku konsumtif. dan keluarga. gaya hidup. kelas sosial. dkk yang merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku konsuntif adalah kebudayan. tetapi muncul secara tiba- tiba atau spontan.proses belajar. terlebih setelah maraknya tempat yang menjadi pusat perdagangan yang menawarkan berbagai barang yang sangat menarik. motivasi. pengalaman belajar serta gaya hidup. kebudayaan. . antara lain: a Keinginan membeli secara spontan Hal ini merupakan suatu keinginan untuk membeli suatu produk atau barang yang tidak direncanakan sebelumnya. sikap. kelompok sosial. Jika keinginan seperti itu terus menerus dibiarkan serta dituruti. kelompok referensi. kelas sosial. 3 Ciri-ciri Perilaku Konsumtif Ridho (dalam Fathni. sama seperti kecanduan minuman keras. situasi keluarga. b Gejala demam belanja Sebenarnya kecanduan membeli barang.

televisi dan radio serta maraknya pusat-pusat perbelanjaan. yaitu adanya keinginan untuk membeli secara spontan. dan keinginan untuk bermewah-mewahan. disimpulkan bahwa remaja memiliki kecendrungan untuk berperilaku konsumtif untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka agar mendapat dukungan sosial dari lingkungan mereka berada. c Keinginan membeli untuk bermewah-mewahan Inilah pola berbelanja barang yang tidak diperlukan secara berlebihan dengan tujuan hanya sekedar untuk kebanggaan atau menjaga gengsi. surat kabar. dapat disimpulkan bahwa ada beberapa ciri yang dimiliki oleh perilaku konsumtif. Perilaku seperti ini biasanya berlaku dikalangan orang-orang kaya yang gemar membelanjakan sebagian besar harta untuk membeli barang- barang yang diperlukan maupun yang kurang diperlukan. Salah satu hal yang membantu maraknya fenomena perilaku konsumtif ini adalah sarana-sarana iklan. 4 Aspek-aspek Perilaku Konsumtif . meskipun sebenarnya mereka tidak membutuhkan produk tersebut. baik lewat film. Berdasarkan uraian di atas. majalah. Perilaku ini juga mulai mempengaruhi kalangan masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah yang memiliki penghasilan terbatas. Hal ini sering membuat individu membeli begitu saja produk-produk tersebut. gejala demam belanja. Dari uraian di atas.

Membeli produk karena iming-iming hadiah. Artinya motivasi untuk membeli produk tersebut hanya karena produk tersebut dibungkus dengan rapi dan menarik. Perilaku konsumtif bisa dilakukan oleh siapa saja. karena tujuannya terletak pada membeli itu sendiri tanpa hubungan sedikitpun dengan manfaatnya atau dengan kesenangan dalam membeli dan mengkonsumsi barang-barang. Fromm (dalam Elli. Membeli produk karena kemasannya menarik. Menurut Sumartono (dalam S. Keputusan pembelian yang didominasi oleh faktor emosi menyebabkan timbulnya perilaku konsumtif. . Manusia lapar akan konsumsi. tindakan membeli dan mengkonsumsi telah menjadi tujuan irasional dan kompulsif. b. Hal ini dapat dibuktikan dalam perilaku konsumtif yaitu perilaku membeli sesuatu yang belum tentu menjadi kebutuhannya serta bukan menjadi prioritas utama dan menimbulkan pemborosan. terutama barang-barang baru. 2010) menyiratkan bahwa manusia zaman ini terpesona oleh kemungkinan membeli dan membeli. Hotpascaman. Perilaku konsumsi individu yang tidak mencerminkan usaha untuk memenuhi kebutuhan akan tetapi lebih kepada keinginannya maka perilaku seperti ini oleh para ahli disebut sebagai perilaku yang tidak rasional. 2010). dimana perilaku ini lebih menonjolkan pada penampakan gengsi atau status individual yang merupakan aspek perilaku konsumtif itu sendiri. aspek perilaku konsumtif adalah: a. Konsumen sangat mudah terbujuk untuk membeli produk yang dibungkus dengan rapi dan dihiasi dengan warna-warna yang menarik. Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi. Individu membeli suatu barang karena adanya hadiah yang ditawarkan jika membeli barang tersebut. c.

Onsumen juga cenderung memakai dan mencoba produk yang ditawarkan bila ia mengidolakan publik figur produk tersebut. g. dan sebagainya dengan tujuan agar konsumen selalu berpenampilan yang dapat menarik perhatian orang lain. gaya rambut. . d. gaya rambut. karena pada umumnya konsumen mempunyai ciri khas dalam berpakaian. Dengan membeli suatu produk dapat memberikan simbol status agar kelihatan lebih keren dimata orang lain. e. Konsumen cenderung berperilaku yang ditandakan oleh adanya kehidupan mewah sehingga cenderung menggunakan segala hal yang dianggap paling mewah. Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan. berdandan. Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi. dan sebagainya sehingga hal tresebut dapat menunjang sifat eksklusif dengan barang yang mahal dan memberi kesan berasal dari kelas sosial yang lebih tinggi. berdandan. Konsumen mempunyai keinginan membeli yang tinggi. Konsumen mempunyai kemampuan membeli yang tinggi baik dalam berpakaian. Membeli produk atas pertimbangan harga (bukan atas dasar manfaat atau kegunaannya). Konsumen cenderung meniru perilaku tokoh yang diidolakannya dalam bentuk menggunakan segala sesuatu yang dapat dipakai tikoh idolanya. Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol status. Konsumen membelanjakan uangnya lebih banyak untuk menunjang penampilan diri. f.

Konsumen sangat terdorong untuk mencoba suatu produk karena mereka

percaya apa yang katakan oleh iklan yitu dapat menumbuhkan rasa percaya

diri. Cross dan Cross (dalam Hurlock, 1997) juga menambahkan bahwa

dengan membeli produk yang mereka anggap dapat mempercantik

penampilan fisik, mereka akan menjadi lebih percaya diri.
h. Mencoba lebih dari dua produk sejenis (merek berbeda).
Konsumen akan cenderung mengguakan produk jenis sama dengan merek

yang lain dari produk sebelumnya ia gunakan, meskipun produk tersebut

belum habis dipakainya.

BAB III

METODE PENELITIAN

Dalam suatu penelitian salah satu unsur yang sangat penting adalah

metode yang digunakan. Dalam hal bab ini akan diuraikan pokok-pokok bahasan

sebagai berikut: (A) Tipe Penelitian, (B) Identifikasi Variabel Penelitian, (C)

Definisi Operasional Variabel Penelitian, (D) Subjek Penelitian, (E) Teknik

Pengumpulan Data, (F) Validitas dan Reliabilitas Alat ukur, (G) Metode Analisis

Data.

A Tipe Penelitian
Penelitian ini menggunakan tipe kuantitatif, maksudnya bahwa dalam

menganalisis data dengan menggunakan angka-angka, rumus, atau model

matematis berdasarkan permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai. Menurut

Neuman (2003), prosedur yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif ada

tiga, yaitu: eksperimen, survei, dan content analysis. Berdasarkan klasifikasi yang

dikemukakan oleh Neumen (2003) tersebut, maka tipe penelitian yang digunakan

dalam penelitian ini adalah tipe penelitian survei karena yang ingin dilakukan

adalah melakukan studi identifikasi terhadap suatu masalah.

B Identifikasi Variabel Penelitian

Adapun variabel yang menjadi inti penelitian ini adalah “Perilaku konsumtif

pada remaja”.

C Definisi Operasional Variabel Penelitian

Berdasarkan kajian yang telah dibahas pada bagian sebelumnya, maka

defenisi operasional yang dapat disampaikan dalam tulisan ini mengenai perilaku

konsumtif dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif.

Perilaku konsumtif, merupakan perilaku individu yang di tujukan untuk

mengkonsumsi secara berlebihan dan tidak terencana terhadap barang dan jasa

yang dianggap kurang atau bahkan tidak dibutuhkan. Perilaku ini lebih

dipengaruhi oleh nafsu dalam memuaskan kesenangan dan lebih mementingkan

keinginannya daripada kebutuhan sebenarnya.

Perilaku konsumtif pada remaja akan diukur melalui faktor-faktor perilaku

konsumtif yang dikemukakan oleh Engel, Blackwell, Miniard (1994). Adapun

faktor-faktor tersebut adalah terdiri atas tiga bagian yaitu: (1) Pengaruh

lingkungan, yang terdiri dari budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga, dan

pengaruh situasi. (2) Perbedaan Individu, yang terdiri dari sumber daya

konsumen, motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, dan perbedaan perilaku.

(3) Proses Psikologis, yang terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, dan

perubahan sikap dan perilaku.

D Subjek Penelitian
Menurut Arikunto (1989), populasi adalah keseluruhan subjek penelitian

yang dikenai generalisasi hasil penelitian. Menurut Hadi (1990), populasi adalah

semua individu untuk siapa kenyataan-kenyatan yang diperoleh dari sampel itu

hendak digeneralisasikan. Populasi dibatasi dengan sejumlah penduduk atau

individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat yang sama. Jadi, Populasi

adalah keseluruhan subjek penelitian yang mempunyai persamaan sifat yang akan

dikenai generalisasi dari hasil penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah siswa

siswi kelas XI IPA SMA Shafiyyatul Amaliyyah, Medan yang berstatus masih

aktif di sekolah sebagai pelajar, berusia 15-18 tahun, yang berjumlah sebanyak

110 orang. Dimana kelas XI IPA terdapat 4 ruang yang masing-masing kelasnya

terdiri dari 27-28 orang.

Sampel penelitian adalah sebahagian subjek yang diambil dan populasi

penelitian. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2002) yang mengatakan

bahwa sample penelitian diambil dari sebagian populasi, dan sampel penelitian ini

merupakan subjek yang akan diteliti dalam penelitian.

Adapun teknik pengambilan sampelnya yaitu dengan menggunakan

Purposive Sampling (penarikan sample secara sengaja). yaitu penarikan sampel

berdasarkan pada respon yang menurut peneliti akan memberikan informasi yang

dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian. Dimana sampel yang diambil

mempunyai ciri-ciri khusus yang diperkirakan mewakili sifat dari populasinya.

kuesioner dikiumpul dan selanjutnya diberi skor dengan cara yang telah ditentukan. Jenis pernyataan dalam penelitian ini adalah pernyataan tertutup dengan empat pilihan jawaban dan subjek (responden) tinggal memberi tanda silang pada kolom jawaban yang sesuai. Arikunto (dalam Safriyanti. Skala dibuat oleh peneliti sendiri .-/bulannya.Melalui purposive sampling akan menunjukkan bahwa subjek atau sampel penelitian telah memiliki ciri atau sifat-sifat yang bersangkut paut erat dengan populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Hadi. Ciri-ciri utamanya adalah: berstatus dan aktif sebagai pelajar kelas XI IPA di SMA Shafiyyatul Amaliyyah. Alasan pemilihan skala dalam penelitian ini didasarkan atas asumsi yang dikemukakan oleh Hadi. 2010) bahwa: a Subjek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri. Setelah selesai. b Apa yang dikatakan subjek kepada penyelidik adalah benar dan dapat dipercaya. Medan dan memiliki uang saku (di luar uang transport) + Rp 300. (dalam Safriyanti. E Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode skala. 2004). 2010). Skala adalah sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan dalam memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya. c Interpretasi subjek tentang pertanyaan yang diajukan sama dengan yang dimaksud peneliti.00.

Skala perilaku konsumtif dalam penelitian ini disusun peneliti berdasarkan faktor-faktor perilaku konsumtif yang dikemukakan oleh Engel. setuju (S) dengan nilai (2). yaitu yang terdiri dari faktor pengaruh lingkungan. Blackwell. Untuk mengungkap perilaku konsumtif pada remaja. dan proses psikologis. tidak setuju (TS) dengan nilai (2) dan sangat tidak setuju (STS) dengan nilai (1). perbedaan individu. dan sangat setuju (SS) dengan nilai (1). 1 4 2 Kelas Sosial 16. 50. maka penelitian ini menggunakan skala yang dirancang sendiri oleh peneliti. yaitu favourable dan unfavourable dan setiap skala tersebut mempunyai 4 alternatif jawaban. Skala favourable terdiri dari sangat setuju (SS) dengan nilai (4). 2 53. Tabel 1 Distribusi Penyebaran Butir-butir Aitem Skala Perilaku Konsumtif Sebelum Uji Coba Indikator Perilaku Aitem No Total Konsumtif Favourable Unfavourable 1 Budaya 6. Miniard (1994). yaitu: Skala Perilaku Konsumtif. 39. setuju (S) dengan nilai (3). 38 31. Sedangkan skala unfavourable dimulai dengan sangat tidak setuju (STS) dengan nilai (4). 41 8 . Skala ini terbagi 2. 46.berdasarkan atas faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja. tidak setuju (TS) dengan nilai (3). 17.

47 3 Perilaku Konsumen Total 32 33 65 F Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur Validitas dan reliabilitas memegang peranan yang sangat penting dalam penelitian. 51. 43. 28 6 Perubahan Sikap dan 13 33 23. Validitas dan reliabilitas yang tinggi akan memberikan informasi yang baik mengenai keadaan subjek yang diteliti (Azwar 1992). Sebelum alat ukur tersebut dipakai. 57 7. 3 Pengaruh Pribadi 26. 22 6 10 Perbadaan Perilaku 25. 36 19. lebih dahulu harus diukur tingkat validitas setiap butir dan reliabilitas alat ukur. 65 4 9 Sikap 20. 24. 18. 9 5 11 Pengolahan Informasi 21. 42 49. 3 15. 41 4 6 Sumber Daya Konsumen 48. 10 7 12 Pembelajaran 12. 34. 11. 40 4 4 Keluarga 4. 30 14. . 58. 62 4 7 Motivasi 8 56 2 8 Pengetahuan 29. 52. 63 37. 61. 64 8 5 Pengaruh Situasi 5. 55 27. 48. 35. 32 44. 45 13. 60.

yaitu mencari koefisiaen korelasi antar tiap butir dengan skor total (Hadi. dalam hal ini angket diuji validitasnya dengan menggunakan teknik analisa Product Moment rumus angka kasar dari Pearson. 1997). 2006). Teknik yang digunakan untuk menguji validitas alat ukur. Ditambahkan oleh Azwar (1996) bahwa suatu alat ukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat ukur tersebut menjalanka fungsinya atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dikenakannya alat ukur tersebut. 1 Validitas Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. Dimana rumusnya adalah: ( ∑X ) (∑Y) ∑XY- N r xy = √[ ( ∑X 2 ) - ( ∑X 2 ) N ][ ( ∑Y 2 ) - ( ∑Y ) 2 N ] Keterangan : rxy = koefisien korelasi antara variabel X (skor subjek tiap item) dengan variabel Y (total skor subjek dari keseluruhan item) ∑XY = jumlah dari hasil perkalian antara variabel X dengan variabel Y ∑X = jumlah skor seluruh subjek tiap item ∑Y = jumlah skor seluruh item .

dan hal ini menyebabkan koefisien r menjadi lebih besar (Hadi. Adapun formula Part Whole adalah sebagai berikut: ( r xy ) ( SD y )− ( SD x ) r bt= √( SD y ) 2+ ( SD x ) 2−2 ( r xy ) ( SD x ) ( SD y ) Keterangan : rbt = koefisien r setelah dikoreksi rxy = koefisien r sebelum dikoreksi SDx = standar deviasi skor item SDy = standar deviasi skor total 2 Reliabilitas Konsep dari reliabillitas alat ukur adalah untuk mencari dan mengetahui sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya. . Tekni untuk membersihkan kelebihan bobot ini dipakai formula Part Whole. ikut sebagai komponen skor total. kestabilan. Reliabel dapat juga dikatakan keterpercayaan. 2004). keterandalan. keajegan. Kelebihan bobot ini terjadi karena skor butir yang dikorelasikan dengan skor total. ∑X2 = jumlah kuadrat skor X ∑Y2 = jumlah kuadrat skor Y N = jumlah subjek Nilai validitas setiap butir (koefisien r Product Moment) sebenarnya masih perlu dikorelasi karena kelebihan bobot. konsistensi dan sebagainya.

Selanjutnya 55 . Analisis reliabilitas alat ukur yang dipakai adalah teknik Anava Hoyt (Hadi. a.Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap sekelompok subjek yang sama. 2006). G Hasil Uji Coba Alat Ukur Uji coba skala perilaku konsumtif dilakukan terhadap 50 orang remaja. Tingkat kesukarannya seimbang c.0 for windows. Dengan rumus sebagai berikut: MKr rtt  1 - MKs Keterangan : rtt = Koefisien reliabilitas Hoyt MKi = Mean kuadrat interaksi item subjek MKs = Mean kuadrat antara subjek 1 = Bilangan konstant Alasan digunakannya teknik reliabilitas dari Anava Hoyt ini adalah: a. dilakukan analisis uji coba dengan menggunakan aplikasi computer SPSS versi 17. Hasil uji coba skala perilaku konsumtif Untuk melihat diskriminasi aitem. diperoleh hasil yang relatif sama selama aspek dalam diri subjek yang diukur belum berubah (Azwar. Jumlah uji aitem yang diuji cobakan adalah 65 aitem dan dari 65 aitem tersebut diperoleh 50 aitem yang sahih dan 10 aitem yang gugur. 1996). Merupakan tes kemampuan (power test) bukan tes kecepatan (speed test). Jenis data kontinyu b.

25 27.aitem inilah yang akan digunakan dalam penelitian. 10. 2 14. 32 51. 47 7. 38 15.787 dan reliabilitas sebesar 0. 20 4 2 Kelas Sosial 16. 41. 48. 22 5 10 Perbadaan Perilaku 45. 30 43. 9 5 11 Pengolahan Informasi 21. 24. 28 5 Perubahan Sikap dan 13 33 23 2 Perilaku Konsumen . 16 19.414 sampai dengan rxy = 0. 17. 3 31. 53 37. 50. dengan kisaran koefisien korelasi rxy = 0. 55 4 9 Sikap 1. 36 4 4 Keluarga 4. 18 13. 34 54. 42.963. 35. 11 4 5 Pengaruh Situasi 5. 49 4 6 Sumber Daya Konsumen 44. 52 4 7 Motivasi 6 46 2 8 Pengetahuan 29. distribusi aitem yang sahih dari skala perilaku konsumtif dapat dilihat pada table 2 berikut: Tabel 2 Distribusi Penyebaran Butir-butir Aitem Skala Perilaku Konsumtif Setelah Uji Coba Indikator Perilaku Aitem No Total Konsumtif Favourable Unfavourable 1 Budaya 8. 6 12 Pembelajaran 12. 39 6 3 Pengaruh Pribadi 26.

Adapun pertimbangan-pertimbangan dengan menggunakan metode analisis statistik menurut Hadi (2000). Peringkasan. (b) Statistik bekerja dengan objektif. penyajian data sehingga memberikan informasi. Penelitian ini bersifat analisis statistik deskriptif (deskriptif artinya bersifat memberi gambaran). . Statistik deskriptif adalah metode yang berkaitan dengan pengumpulan. Total 28 27 55 H Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melihat kontribusi masing-masing indicator dalam variable utama menggunakan Teknik Uji Chi-Square dengan rumus: ( O−E )2 X 2=€ E Keterangan : X2 = Chi Square O = Nilai Observasi E = Nilai Ekspektasi Kemudian metode analisis stastistik. Analisis deskriptif untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja disusun berdasarkan frekuensi dalam bentuk persentase. adalah: (a) Stastistik bekerja dengan angka-angka. (c) Statistik bersifat universal dalam semua penelitian. karena statistik dapat menguatkan suatu kesimpulan penelitian.

B. 191. Medan. Setia Budi No. Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan ini memiliki jumlah siswa XI Ipa sebanyak 110 orang yang dibagi menjadi 4 ruang kelas. Gambaran Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Yayasan Pendidikan di kota Medan. XI Ipa 2. yakni XI Ipa 1. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. XI Ipa 3 dan XI Ipa 4 yang masing-masing kelasnya memiliki anggota sebanyak 27-28 orang siswa. yang beralamat di Jalan Dr. Pelaksanaan Penelitian .Seluruh data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik komputer program SPSS.

tahap pelaksanaan. 2) Untuk skala perilaku konsumtif. 191. peneliti membuat 65 item. maka item-item yang telah dibuat akan ditelaah dengan analisis rasional dari professional judgment. Pembuatan Alat Ukur Pada tahap ini peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Membuat skala alat ukur yang terdiri dari skala perilaku konsumtif. Setelah bertemu dengan pihak kepala sekolah SMA Shafiyyatul Amaliyyah. tahap pengolahan data. Setia Budi No. peneliti melakukan survey ke lokasi penelitian yaitu SMA Shafiyyatul Amaliyyah di Jalan Dr. peneliti kembali di hubungi untuk datang dan membawa angket yang akan dipakai. di samping pernyataan telah disediakan tempat untuk menjawab sehingga memudahkan subjek dalam memberikan jawaban. b. 1 Tahap Persiapan Pada tahap ini. . Ketiga tahap tersebut adalah tahap persiapan. 2) Peneliti mencari informasi dengan menemui bagian kepala sekolah SMA Shafiyyatul Amaliyyah untuk menanyakan tentang syarat melakukan penelitian di SMA Shafiyyatul Amaliyyah tersebut. Medan dengan membawa surat survey penelitian dari kampus. Mencari Informasi Pada tahap ini peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Sebelum melakukan penelitian. Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari tiga tahap. peneliti memiliki langkah-langkah yang dilakukan. yaitu: a. 4) Setelah skala perilaku konsumtif dibuat. 3) Skala konsep diri dibuat dalam bentuk buku yang terdiri dari empat alternative pilihan jawaban.

d. 3) Peneliti mengurus surat izin untuk melakukan penelitian dari Fakultas Psikologi Medan Area dan mempersiapkan penelitian sesuai yang diminta oleh kepala sekolah SMA Shafiyyatul Amaliyyah. 4) Peneliti membagi alat ukur kepada 50 orang remaja SMA dan semua kembali pada peneliti. Uji Coba Alat Ukur Pada tahap ini peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Sebelum melakukan penelitian yang sebenarnya maka peneliti melakukan uji coba alat ukur yang sudah disusun. 2) Setelah diketahui item-item yang memenuhi validitas dan reliabilitasnya. 3) Uji coba alat ukur dilakukan ini dilakukan dari tanggal 27 Agustus sampai pada 29 Agustus 2012. peneliti menguji reliabilitas skala perilaku konsumtif dengan menggunakan bantuan aplikasi computer SPSS versi 17. uji coba ini dilakukan pada remaja SMA selain dari subjek penelitian. 2 Tahap Melaksanakan Penelitian . 2) Pada tahap uji coba alat ukur ini. Skala inilah yang digunakan peneliti dalam pengambilan data untuk penelitian. peneliti mengambil item-item tersebut untuk dijadikan skala perilaku konsumtif yang sudah disusun dalam bentuk buku. peneliti datang dengan alat ukur kepada remaja SMA yang bukan menjadi subjek penelitian tetapi sesuai dengan karakteristik populasi penelitian. c. Revisi Alat Ukur Pada tahap ini peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Setelah peneliti melakukan uji coba alat ukur.0 for windows.

kemudian dilanjutkan dengan menerangkan tata cara pengisiannya kepada bapak kepala sekolah SMA Shafiyyatul Amaliyyah. Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus sampai 29 Agustus 2012 pada remaja SMA di Shafiyyatul Amaliyyah. 3 Tahapan Pengolahan Data Setelah diperoleh data dari masing-masing subjek penelitian. C. Hasil Penelitian Untuk menganalisis perilaku konsumtif pada hasil rotasi faktor dengan metode norma kelompok yang mempunyai nilai loading tertinggi dimana terdapat 13 faktor yang menjadi pengaruh perilaku konsumtif terhadap remaja SMA. peneliti menjelaskan tentang tujuan dari pemberian skala ini. diolah dengan menggunakan paket SPSS versi 17. 1 Hasil Analisis Untuk Faktor Budaya Table 3 Persentasi dan Frekuensi Faktor Budaya Faktor Budaya . peneliti mengumpulkan kembali skala yang sebanyak 50 eksamplar yang telah dibagikan kepada siswa SMA Shafiyyatul Amaliyyah melalui pegawai SMA Shafiyyatul Amaliyyah. Medan. Maka skala sebanyak 50 eksamplar tersebut diberikan kepada pegawai SMA Shafiyyatul Amaliyyah sebagai pihak yang ditunjuk oleh kepala sekolah. setelah skala terkumpul kemudian skala dianalisis untuk dijadikan data penelitian. Sebelum skala dibagikan.0 for windows. maka untuk pengolahan data selanjutnya. Setelah skala selesai diisi oleh siswa.

0% atau 36 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor budaya serta 8.0% atau 4 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor budaya.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor budaya dan 72. 2 Hasil Analisis Untuk Faktor Kelas Sosial Tabel 4 Persentasi dan Frekuensi Faktor Kelas Sosial Faktor Kelas Sosial .0 Total 50 100. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.0 Tinggi 10 20. ternyata terdapat 20.0 Sedang 36 72. Frequency Percent Valid Rendah 4 8.

0 Sedang 31 62.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor kelas sosial.0 Tinggi 12 24. ternyata terdapat 12. Frequency Percent Valid Rendah 7 14.0% atau 37 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor kelas sosial serta 14.0 Total 50 100.0 Total 50 100.0 Tinggi 6 12.0 Sedang 37 74. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah. 3 Hasil Analisis Untuk Faktor Pengaruh Pribadi Tabel 5 Persentasi dan Frekuensi Faktor Pengaruh Pribadi Faktor Pengaruh Pribadi Frequency Percent Valid Rendah 7 14.0% atau 12 orang .0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas. ternyata terdapat 24. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0% atau 6 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor kelas sosial dan 74.

0% atau 35 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor keluarga serta 16.memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor pengaruh pribadi dan 62. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0 Tinggi 7 14. 4 Hasil Analisis Untuk Faktor Keluarga Tabel 6 Persentasi dan Frekuensi Faktor Keluarga faktor keluarga Frequency Percent Valid Rendah 8 16. ternyata terdapat 14.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor keluarga dan 70. 5 Hasil Analisis Untuk Faktor Pengaruh Situasi Tabel 7 Persentasi dan Frekuensi Faktor Pengaruh Situasi .0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengaruh pribadi.0 Total 50 100.0% atau 31 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengaruh pribadi serta 14.0% atau 8 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor keluarga.0 Sedang 35 70.

0 sedang 35 70.0% atau 35 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengaruh situasi serta 22.0 tinggi 4 8.0% atau 11 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengaruh situasi. ternyata terdapat 8.0 Total 50 100. Faktor Pengaruh Situasi Frequency Percent Valid rendah 11 22.0% atau 4 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor pengaruh situasi dan 70. 6 Hasil Analisis Untuk Faktor Sumber Daya Konsumen Tabel 8 Persentasi dan Frekuensi Faktor Sumber Daya Konsumen Faktor Sumber Daya Konsumen . diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.

0 Total 50 100. ternyata terdapat 20. ternyata terdapat 20. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0% atau 33 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor sumber daya konsumen serta 14.0 tinggi 10 20. 7 Hasil Analisis Untuk Faktor Motivasi Tabel 9 Persentasi dan Frekuensi Faktor Motivasi Faktor Motivasi Frequency Percent Valid rendah 13 26. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan sumber daya konsumen dan 66.0 sedang 27 54.0 Total 50 100.0 sedang 33 66.0 tinggi 10 20. Frequency Percent Valid rendah 7 14.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.0% atau 10 orang .0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor sumber daya konsumen.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.

8 Hasil Analisis Untuk Faktor Pengetahuan Tabel 10 Persentasi dan Frekuensi Faktor Pengetahuan Faktor Pengetahuan Frequency Percent Valid rendah 9 18.0 Total 50 100.0 sedang 31 62. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan motivasi dan 54. 9 Hasil Analisis Untuk Faktor Sikap Tabel 11 Persentasi dan Frekuensi Faktor Sikap .0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan pengetahuani dan 62.0% atau 9 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengetahuan. ternyata terdapat 20.0 tinggi 10 20.0% atau 27 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor motivasi serta 26.0% atau 13 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor motivasi.0% atau 31 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengetahuan serta 18.

0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.0 Tinggi 8 16.0 Total 50 100. Faktor Sikap Frequency Percent Valid Rendah 12 24. 10 Hasil Analisis Untuk Faktor Perbedaan Perilaku Tabel 12 Persentasi dan Frekuensi Faktor Perbedaan Perilaku Faktor Perbedaan Perilaku . ternyata terdapat 16.0% atau 8 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan sikap dan 60.0% atau 30 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor sikap serta 24. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0% atau 12 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor sikap.0 Sedang 30 60.

11 Hasil Analisis Untuk Faktor Pengolahan Informasi Tabel 13 Persentasi dan Frekuensi Faktor Pengolahan Informasi Faktor Pengolahan Informasi Frequency Percent Valid Rendah 10 20.0 Sedang 31 62.0% atau 9 orang . Frequency Percent Valid rendah 10 20. ternyata terdapat 18.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0 Total 50 100.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas. ternyata terdapat 14.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor perbedaan perilaku.0 Total 50 100.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan perbedaan perilaku dan 66.0% atau 33 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor perbedaan perilaku serta 20. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0 sedang 33 66.0 tinggi 7 14.0 Tinggi 9 18.

12 Hasil Analisis Untuk Faktor Pembelajaran Tabel 14 Persentasi dan Frekuensi Faktor Pembelajaran Faktor Pembelajaran Frequency Percent Valid rendah 10 20.0 tinggi 7 14.0% atau 33 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pembelajaran serta 20.0% atau 31 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengolahan informasi serta 20.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pembelajaran.memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan pengolahan informasi dan 62. 13 Hasil Analisis Untuk Faktor Perubahan Sikap & Perilaku Konsumen Tabel 15 . diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan pembelajaran dan 66.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengolahan informasi.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.0 sedang 33 66.0 Total 50 100. ternyata terdapat 14.

Persentasi dan Frekuensi Faktor Perubahan Sikap & Perilaku Konsumen Faktor Perubahan Sikap dan Perilaku Konsumen Frequency Percent Valid rendah 9 18. D.0 Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas.0% atau 9 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor perubahan sikap dan perilaku konsumen.0 Total 50 100.0 tinggi 9 18. diketahui bahwa dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliah. ternyata terdapat 18.0% atau 9 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan perubahan sikap dan perilaku konsumen dan 64. Pembahasan .0% atau 32 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor perubahan sikap dan perilaku konsumen serta 18.0 sedang 32 64.

Selanjutnya. Dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah yang berada di jalan Dr. Miniard (1994). 191. Engel.0% atau 36 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor budaya serta 8. Blackwell. Miniard (1994).0% atau 6 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor kelas sosial dan 74.0% atau 37 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor kelas sosial serta 14. Engel. konsumen percaya satu merek lebih tinggi atau lebih rendah dari merek yang lain dan bahwa beberapa toko lebih cocok untuk orang yang lebih tinggi dalam status sosial dibandingkan toko yang lain. dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata 12. Hal ini dapat terlihat dari frekuensi jawaban sebanyak 20. Setia Budi No. .0% atau 4 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor budaya. Blackwell. menyatakan bahwa kelas sosial mengacu pada pengelompokan orang yang sama dalam perilaku mereka berdasarkan posisi ekonomi mereka di pasar. Medan.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor kelas sosial. khususnya siswa-siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah. menyatakan bahwa budaya memperlengkapi orang dengan rasa identitas dan pengertian akan perilaku yang dapat diterima di dalam masyarakat.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor budaya dan 72. diketahui bahwa ternyata umumnya subjek penelitian ini menyetujui bahwa faktor-faktor perilaku konsumtif mempengaruhi remaja. Merek dan toko juga mempunyai urutan kekuasaan.

menyatakan bahwa pengaruh pribadi kerap memainkan peran dalam pengambilan keputusan konsumen.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengaruh pribadi. Miniard (1994). Miniard (1994). Blackwell. Blackwell. Selanjutnya dari peneliti ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata terdapat 14. Kemudian dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata 24. Engel.0% atau 4 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor pengaruh situasi dan 70.0% atau 12 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor pengaruh pribadi dan 62.0% atau 31 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengaruh pribadi serta 14.0% atau 8 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor keluarga. menyatakan bahwa keluarga merupakan faktor penyebab perilaku konsumen karena dua alasan.0% atau 35 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor keluarga serta 16. yaitu karena keluarga merupakan unit pemakaian dan pembelian untuk banyak produk konsumen. khususnya bila ada tingkat keterlibatan yang tinggi dan resiko yang dirasakan dan produk atau jasa memiliki visibilitas publik. Selanjutnya dari peneliti ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata terdapat 8. serta karena keluarga merupakan pengaruh utama pada sikap dan perilaku individu. Engel.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan faktor keluarga dan 70.0% atau 35 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengaruh .

Situasi dimana konsumsi produk terjadi dapat menjadi pengaruh utama pada perilaku konsumen. Konsumen mungkin sering mengubah pola pembelian mereka bergantung pada situasi pemakaian. Blackwell. Blackwell.0% atau 33 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor sumber daya konsumen serta 14. Selanjutnya dari peneliti ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata terdapat 20. menyatakan bahwa pengaruh situasi pembelian dapat memiliki pengaruh yang kuat pada perilaku konsumen. Dimana kebutuhan diaktifkan ketika ada . Engel.0% atau 13 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor motivasi. Miniard (1994).0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan motivasi dan 54. Selanjutnya. Miniard (1994). khususnya sewaktu menganalisis pembelian.0% atau 11 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengaruh situasi.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor sumber daya konsumen. menyatakan tentang sumber daya konsumen dimana pendapatan individu menentukan serta mempengaruhi apa yang mungkin dibeli. dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata 20. menyatakan bahwa perilaku yang termotivasi diprakarsai oleh pengaktifan kebutuhan.0% atau 27 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor motivasi serta 26. Blackwell. Engel.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan sumber daya konsumen dan 66. Miniard (1994). Engel.situasi serta 22.

.0% atau 12 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor sikap.0% atau 31 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengetahuan serta 18.ketidakcocokan yang memadai antara keadaan aktual dan keadaan yang diinginkan atau disuakai. menyatakan bahwa pengetahuan konsumen mencakupi bermacam potongan informasi yang dimilikinya yang berhubungan erat dengan pemerolehan produk. Selanjutnya.0% atau 30 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor sikap serta 24. Dalam memutuskan merek apa yang akan dibeli. konsumen secara khas memilih merek atau toko yang dievaluasi secara paling menguntungkan. atau toko mana untuk dijadikan langganan. Blackwell. Engel.0% atau 8 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan sikap dan 60. menyatakan bahwa sikap biasanya memainkan peran utama dalam membentuk perilaku. Blackwell.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan pengetahuani dan 62. Dimensi dasar dari pengetahuan pembelian melibatkan informasi berkenaan dengan keputusan tentang di mana produk tersebut harus dibeli dan kapan pembelian harus terjadi. Miniard (1994). dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata 20. Engel. Kemudian dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata 16.0% atau 9 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengetahuan. Miniard (1994).

0% atau 33 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pembelajaran serta 20. dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata terdapat 14. Selanjutnya.0% atau 33 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor perbedaan perilaku serta 20. Selanjutnya. menyatakan bahwa konsumsi konsumen adalah hasil dari pembelajaran sebelumnya.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan pembelajaran dan 66.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengolahan informasi. Miniard (1994).0% atau 9 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan pengolahan informasi dan 62. dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata 14.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pembelajaran.0% atau . dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata 18. Selanjutnya. dari penelitian ini diketahui bahwa dari 50 remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah ternyata 18. Engel. Selanjutnya. Blackwell.0% atau 10 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor perbedaan perilaku.0% atau 7 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan perbedaan perilaku dan 66.0% atau 31 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor pengolahan informasi serta 20.0% atau 9 orang memiliki perilaku konsumtif tinggi yang disebabkan perubahan sikap dan perilaku konsumen dan 64.

mereka mungkin mencari informasi tambahan sebelum mengikatkan diri mereka. Sebagai gantinya. Sedangkan faktor yang paling sedikit mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja adalah faktor pengaruh situasi yaitu dengan persenan 8. Miniard (1994). . menyatakan bahwa sikap yang dipegang dengan penuh kepercayaan biasanya akan jauh lebih diandalkan untuk membimbing perilaku.0% hal ini karena para remaja tidak ingin ketinggalan dengan mode-mode terbaru sehingga mereka selalu uptodate terhadap produk-produk terbaru. Blackwell. dapat dilihat bahawa faktor yang paling mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja adalah faktor pengaruh pribadi yaitu dengan persenan sebesar 24.0% atau 9 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor perubahan sikap dan perilaku konsumen.32 orang memiliki perilaku konsumtif rendah yang disebabkan faktor perubahan sikap dan perilaku konsumen serta 18. Bila kepercayaan rendah.0% dimana remaja SMA membeli atas kemauan sendiri bukan karena pengaruh orang lain. Berdasarkan uraian di atas. konsumen mungkin tidak merasa nyaman dengan bertindak berdasarkan sikap mereka yang sudah ada.

ternyata 9 (18. 4 Dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang telah diteliti. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. bahwa faktor sikap memiliki 8 (16. 3 Dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang telah diteliti. 2 Dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang telah diteliti.0%) menyetujui bahwa faktor pengolahan informasi dan perubahan sikap dan perilaku yang mempengaruhi perilaku konsumtif remaja. 5 Dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang telah diteliti.0%) menyetujui bahwa faktor budaya.0%) menyetujui bahwa faktor keluarga. Kesimpulan Berdasarkan hasil-hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini. sumber daya konsemen.0%) remaja yang memiliki perilaku konsumtif yang paling tinggi dari 13 faktor tersebut. maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1 Dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang telah diteliti. . ternyata 7 ((14. motivasi dan pengetahuan mempengaruhi perilaku konsumtif yang tinggi pada remaja.0%) mempengaruhi perilaku konsumtif remaja. ternyata 10 (20. bahwa faktor pengaruh pribadi merupakan faktor yang paling tinggi dalam mempengaruhi perilaku konsumtif dengan rincian sebanyak 12 (24.

maka berikut dapat diberikan beberapa saran antara lain: 1 Siswa . perbedaan perilaku. faktor kelas sosial memiliki jumlah 6 (12. dari 50 orang remaja di SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang telah diteliti.0%) yang menyetujui bahwa perilaku konsumtif dipengaruhi oleh faktor- faktor tersebut. 7 Dari keseluruhan analisis data yang telah dilakukan.0%). Saran Sejalan dengan kesimpulan di telah dibuat. dan yang terakhir faktor perubahan situasi dengan rincian jumlah 4 remaja (8.0%).0%) yang mempengaruhi perilaku konsumtif remaja. B. 6 Kemudian.0%). perbedaan perilaku. diikuti dengan faktor budaya. selanjutnya faktor pengolahan informasi dan perubahan sikap dan perilaku dengan jumlah 9 remaja (18. kemudian faktor sikap dengan jumlah 8 remaja (16.0%). sumber daya konsumen. dan pembelajaran yang mempengaruhi perilaku konsumtif remaja. motivasi dan pengetahuan dengan jumlah 10 remaja (20. maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif yang paling tertinggi adalah faktor pengaruh pribadi dengan jumlah sebanyak 12 remaja (24.0%) dan faktor pengaruh situasi memiliki 4 (8. diikuti dengan faktor keluarga. selanjutnya faktor kelas sosial dengan 6 remaja (12.0%).0%). dan pembelajaran dengan 7 remaja (14.

wordpress. http://shareppba. 2010. 3 Peneliti Selanjutnya Mengingat penelitian ini masih sangat terbatas dan peneliti merasa masih terdapat banyak kekurangan. Perilaku Konsumtif Pada Remaja. terlihat bahwa faktor pengaruh pribadi lah yang paling berpengaruh besar terhadap perilaku konsumtif pada remaja. Tanggal akses 19 Oktober 2011 pada pukul 21. DAFTAR PUSTAKA Ajizah. . hasil yang diperoleh dari penelitian ini menjadi pedoman bagi remaja (siswa) agar dapat mengontrol keinginan pribadi dengan kebutuhan agar tidak terjadinya perilaku konsumtif.35 WIB. Dengan demikian. 2 Orang Tua Kepada pihak keluarga terutama orag tua remaja (siswa) agar dapat mengajar serta memberikan contoh kepada remaja untuk mengutamakan membeli produk yang benar-benar dibutuhkan terlebih dahulu. maka disarankan kepada peneliti selanjutnya agar dapat menyeimbangkan aitem-aitem yang digunakan serta lebih mendalam lagi dalam mengupas faktor-faktor penyebab perilaku konsumtif pada remaja. Berdasarkan pembahasan di atas.com/2010/01/18/perilaku-konsumtif-pada-remaja/. Elis.

php/74402-Memahami-Kecenderungan- Konsumtif-pada-Remaja. 2009. Tanggal akses 15 Januari 2012 WIB. Jakarta: Bina Aksara. Azwar. Universitas Medan Area. Hurlock. (terjemahan : Fx. 1998. J. Penyusunan Skala Psikologi. Kamus Modern Bahasa Indonesia. http://ellielz. Budiyanti). Jakarta: Erlangga. F. Engel. Edisi Kelima. Hadi.wordpress. Budiyanti). J. F. Universitas Medan Area. Hubungan Antara Konformitas dengan Kreativitas pada Remaja di SMA Methodist 8 Medan. . Moreno. Skripsi (Tidak diterbitkan).Yogyakarta: Andi. Yogyakarta: Sigma Alpha.html. S. 2011. Perilaku Konsumen. Hubunga Antara Sikap Hidup Modern dengan Perilaku Konsumtif pada Remaja di SMA Negeri 1 Medan. 2008. Universitas Medan Area. pada pukul 20. Medan. Edisi Enam. Perbedaan Perilaku Konsumtif Antara Mahasiswa yang Kost dengan yang Tidak Kost Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. B. 1994. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Reliabilitas dan Validitas. Gregori. Skripsi (Tidak diterbitkan). Fenomena Perilaku Pelajar.57 WIB. Perilaku Konsumen. Yogyakarta: Penerbit Arloka. 2010. http://marsaja. 1994. 2006. S. Statistik Jilid 2.blogspot.us/showthread. Elizabeth. Pakpahan. Jilid 1. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Bina Aksara. Annisa. http://www.com/2010/06/perilaku- konsumtif. Skripsi (Tidak diterbitkan). (terjemahan : Fx. Engel.indomp3z. 2004. Psikologi Perkembangan. Perilaku Konsumtif.Albarry. Noveliza. Tanggal akses 28 desember 2011. Fathni. Tanggal akses 13 Pebruari 2012 WIB. Jilid 2. 1994. Azwar. 2008. 1997. S. 2008. Elli. Marsaja. com/2008/11/17/fenomena-perilaku-pelajar/. Edisi Enam.

Sarwono.htm. Tanggal akses 26 April 2012 pada pukul 21. Sari. Saridewi. 2010. Jurnal Psikologi.html. S. Hotpascaman.51 WIB. Tanggapan Terhadap Fashion.com/2011/01/05/wanita-fashion-dan-perilaku-konsumtif/.blogspot. W. Tambunan. http://www. Fashion dan Perilaku Konsumtif. Situs: http://id. wordpress. 2011. Hubungan Antara Perilaku Konsumtif Dengan Konformitas Pada Remaja. 2010. 2011.43 WIB. com/go/artikel/psikologi/psi3.wikipedia. R.org/wiki/Remaja. tanggal akses 27 April 2012 pada pukul 06. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers. Hubungan Antara Perilaku Konsumtif Dengan Body Image Pada Reamja Puteri.com / 2010/03/tanggapan-terhadap-fashion. Universitas Sumatera Utara. Wanita. Tiurma Yustisi. 2010. Universitas Sumatera Utara. http://saridewi1ea03. S. 2009. Tanggal akses 19 Oktober 2011 pada pukul 21.asmakmalaikat. . http://fikkaracing. Remaja dan Perilaku Konsumtif.07 WIB. Jurnal Psikologi. Studi. Edisi Revisi.