You are on page 1of 54

HARDY BOYS

TERPERANGKAP DI LAUT
Franklin W. Dixon

Judul Asli
TRAPPED AT SEA
Oleh Franklin W. Dixon
Terjemahan Prodjosoegito
Copyright � 1982 oleh Stratemeyer Syndicate

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang
Diterbitkan pertamakali dalam bahasa Inggris oleh Wanderer Books dari Simon & Schuster
Divisi dari Gulf & Western Corporation
Simon & Schuster Building
1230 Avenue of the Americas
New York, New York 10020

Diterbitkan pertamakali dalam bahasa Indonesia
oleh PT. INDIRA, Jalan Sam Ratulangi 37
Anggota IKAPI
Jakarta -1984
Cetakan 1: September 1984
Dicetak oleh
PT Midas Surya Grafindo, Jakarta

Djvu: BBSC
==============================
Ebook Cersil (zheraf.wapamp.com)
Gudang Ebook http://www.zheraf.net
==============================
Re edited by: Farid ZE
Blog Pecinta Buku - PP Assalam Cepu

Daftar Isi

1. Muatan yang Mencurigakan
2. Lolos Dari Lubang Jarum
3. Pencarian di Waktu Malam
4. Dibajak
5. Uranium Curian
6. Persembunyian Komplotan
7. Terperangkap
8. Tangkap Keluarga Hardy
9. Terjun Bebas
10. Menyamar Sebagai Indian
11. Ancaman Bahaya Bom Atom
12. Devill's Point
13. Chet Menangkap Penjahat
14. Tertawan di Laut
15. Kekacauan di Dermaga
16. Pengejaran yang Menyeramkan
17. Seorang Tersangka Menghilang
18. Cerita yang Janggal
19. Kepala Perampok Bertopeng
20. Bukti Terakhir

1. Muatan yang Mencurigakan

Frank Hardy mengemudikan mobilnya di belakang truk merk Mack, melaju sepuluh kilo di
bawah batas kecepatan. Adiknya yang berumur tujuh belas, Joe, yang berambut pirang dan
setahun lebih muda, duduk di sebelahnya. Chet Morton, teman mereka, duduk di belakang.
"Orang itu sedang pesiar," Joe menggerutu. "Mengapa tidak kau lewati saja, Frank?"
"Memang," kata Frank, lalu mempercepat mobilnya hendak mendahului dari sebelah kiri.
Tiba-tiba, tanpa memberi isyarat, sopir truk juga mengayun ke kiri dalam usahanya
mendahului sebuah traktor pertanian yang berjalan lambat.
"Awas!" seru Joe.
Tetapi Frank sudah terlalu maju. Ia sadar seketika, biar pun ia menginjak rem, mereka
masih akan menabrak truk. Sambil membunyikan klakson dan menginjak pedal gas, ia
bergerak ke kiri sejauh mungkin. Jalan sempit, tetapi ia hampir berhasil mendahului
truk ketika bumper truk tersebut menyangkut roda kanan belakang mobil sport kuning
Frank.
"Ya, ampuuun!" seru Chet, kedua tangannya menutupi wajahnya.
Ketiga pemuda itu meluncur maju beberapa ratus meter, terhempas terlonjak-lonjak
sementara Frank berjuang keras untuk menguasai mobilnya. Akhirnya mereka melambat, lalu
berayun ke sebelah kanan.
"Kita belum mati 'kan?" tanya Chet setelah mobil berhenti.
"Tidak," kata Joe. "Tetapi sungguh ajaib kita tidak cedera."
Mereka turun dan melihat roda belakang yang peot. Truk raksasa itu berhenti di belakang
mereka dan sopirnya turun bersama keneknya, lalu mendatangi mereka.
Kedua orang itu kurus semampai berumur setengah baya. Yang seorang melambaikan
tangannya ke sopir traktor, yang juga berhenti karena khawatir.
"Maaf," sopir truk itu meminta maaf. "Aku tak melihat kalian hendak menyusul dari
belakang. Kalian tak apa-apa?"
"Kami tidak cedera," kata Frank. "Tetapi mobil kami berantakan, dan kami masih tiga
ratus kilo dari rumah."
"Perusahaan asuransi kami akan membereskan kerusakannya," kata sopir truk itu. Ia
mengulurkan SIM-nya dan Frank melihat bahwa nama sopir itu Jerry deToro.
"Ini Steve Burrows," kata Jerry sambil menunjuk keneknya.
Frank memperkenalkan diri serta kedua pemuda lainnya. Kemudian ia mencatat semua
informasi yang dibutuhkan untuk keperluan asuransi.
"Kami tak dapat lagi mengendarai mobil kami," kata Frank. "Dapatkah anda membawa kami
ke kota berikut?"
"Dengan senang hati," kata deToro. "Tetapi kalian harus duduk di kereta gandengan. Tak
ada tempat di depan."
"Tak mengapa."
Gandengan itu dimuati-beberapa almari es, tetapi masih banyak ruang. Sebab hanya tiga-
perempat yang penuh muatan. Sebelum menutup dan mengunci pintu belakang, Jerry menarik
tuas membuka jendela di atap kereta gandengan, untuk memasukkan cahaya dan udara.
Hari itu hari yang panas di musim semi, dan sinar matahari menerobos masuk dari lubang
jendela di atap yang persegi itu.
Setelah truk mulai berjalan, Chet Morton yang gemuk itu meraba-raba perutnya.
"Seharusnya kita katakan kepada sopir agar mampir di Hamburger Heaven," katanya.
"Pengalaman ini sungguh membuat aku lapar."
"Engkau akan tetap selamat," kata Joe. "Hanya setengah jam sampai di kota berikut."
Sepuluh menit kemudian, rem angin mendesis dan truk besar itu berhenti.
"Singkirkan benda itu!" mereka mendengar deToro berteriak.
Kemudian terdengar suara yang kasar:
"Turun! Kalian berdua. Perlahan-lahan, kalian tak akan cedera."
Suara Jerry gemetar.
"Jangan tembak, Pak. Kami akan ke luar."
Di belakang, Frank yang berambut hitam memegang lengan adiknya.
"Rupa-rupanya ada pembajakan!"
"Apa yang harus kita lakukan?" bisik Chet dengan cemas. "Mereka akan membuka pintu
belakang ini setiap saat."

Dengan mati-matian, ketiga pemuda itu mencari-cari tempat bersembunyi, namun tidak
berhasil. Almari almari es itu diatur rapat di bagian depan kereta gandengan, diikat
kuat hingga tak dapat digeser.
Joe melihat jendela tingkap di atas.
"Ke atas sana!" ia mendesis. "Cepat!"
Dengan naik ke atas almari es ia meraih tepi lubang, lalu menarik dirinya ke atas.
Kemudian ia berbaring pada perutnya dan tangannya diulurkan ke dalam, memberi pegangan
pada Frank. Akhirnya kedua pemuda itu berada di atap kereta gandengan, bersama-sama
menarik Chet ke atas. Namun lubang jendela itu tak cukup lebar bagi tubuh pemuda itu
yang gemuk. Ia 'macet' di perutnya!
Pada saat itu pula meeka mendengar kunci pintu belakang dibuka.
"Tarik lagi!" Chet berbisik sambil menen-dang-nendangkan kakinya.
Frank dan Joe memberanikan diri, mengambil risiko dapat dilihat oleh para pembajak.
Mereka berlutut, lalu menarik sekuat tenaga. Akhirnya Chet dapat lolos dari lubang
udara itu bagaikan gabus penutup botol. Dengan segera mereka bertiga berbaring rapat di
atap.
Pintu belakang terbuka, dan mereka dapat melihat dua orang bertopeng seperti pemain ski
mengintip ke dalam. Keduanya memegang pistol. Yang seorang berkata dengan nada gembira:
"Wah, almari es! Paling sedikit bisa untung 10.000 dollar!" Kemudian ia mengeraskan
suaranya, berseru! "Bawa kedua badut itu ke sini."
Dua orang bertopeng lagi muncul, mendorong deToro dan Steve Burrows. Orang yang
bersuara kasar itu memerintahkan keduanya masuk ke dalam kereta gandengan. DeToro dan
Burrows nampak heran tak melihat ketiga pemuda, namun tak berkata apa-apa. Dengan patuh
mereka naik ke dalam. Pintu kembali ditutup dan dikunci.
Kedua sopir itu berjalan berkeliling, bahkan mengintip dari atas almari-almari es. Chet
hendak membuka mulut, tetapi Frank memberi isyarat agar diam. Frank mengulurkan
tangannya ke bawah melalui lubang di atap dan melambai-lambai ke kedua orang. Ketika
mereka mendongak, ia meletakkan telunjuknya di bibirnya. Kedua orang itu mengangguk.
Mesin truk di depan mereka dihidupkan, dan mereka mulai bergerak. Ketiga pemuda di atap
bergeser untuk memandang ke depan. Sebuah truk gandengan yang lain, kali ini truk merk
Kenworth, berada kira-kira lima puluh meter di depan mereka. Truk itu menggunakan
beberapa nomor polisi, semuanya dilumuri lumpur.
Setelah berjalan sebentar, truk yang di depan membelok masuk ke jalan tanah. Truk Mack
mengikuti. Setengah kilo kemudian jalan itu berakhir pada suatu tempat yang terbuka dan
luas. Truk Kenworth memutar ke kiri dan berhenti, truk Mack memutar ke kanan dan
berhenti. Kemudian kedua truk itu mundur, hingga kedua pintu belakang masing-masing
hanya berjarak beberapa senti.
Ketiga pemuda melihat ke bawah, dan melihat dua orang bertopeng keluar dari setiap
truk. Pintu belakang kedua truk dibuka, dan di antara kedua bak truk dipasang beberapa
lembar papan, kemudian DeToro dan Burrows disuruh ke luar.
'Nah, pindahkan muatan itu ke dalam truk Kenworth!" orang yang bersuara kasar itu
memerintah. Tangannya tetap memegang pistol.
Kedua sopir itu mematuhinya tanpa berkata-kata. Ketika pekerjaan itu telah selesai,
mereka diperintahkan naik kembali ke gandengan truk Mack.
Tetapi pada saat mereka hendak naik, Chet bersin. Dengan segera ketiganya menarik
kepala mereka dari atas lubang, agar tak dilihat oleh para pembajak.
"Ada orang di dalam!" salah seorang yang bertopeng itu berseru.
Untunglah, dengan cepat Steve Burrows mengeluarkan saputangannya, lalu menutupkannya di
depan hidungnya. Ia berbangkis keras persis seperti Chet!
"Ah, ini apa orangnya," si suara kasar menggerutu. Ia menutup pintu dan menguncinya.
Begitu truk Kenworth pergi, ketiga pemuda itu merangkak ke depan, lalu turun pada
batang gandengan. Kemudian mereka melompat turun ke tanah. Frank membuka kunci pintu
untuk mengeluarkan kedua orang sopir.
"Wah, sungguh senang kalian dapat bersembunyi!" kata deToro dengan lega.
Chet merangkul pundak Steve Burrows.
"Terimakasih engkau telah bersin, Steve. Aku hampir saja menggagalkan semuanya."
"Engkau memang terpaksa," kata Steve menghibur. "Nah, sekarang aku akan memanggil
polisi dengan CB."
Ia masuk ke kabin truk, tetapi sesaat kemudian ia berteriak kecewa.
"Bangsat-bangsat itu membawa semua kunci!"
"Ah, tak bisa lagi menjalankan truk atau menghidupkan radio CB tanpa kunci kontak,"
Jerry menggerutu. "Kukira kita harus berjalan kaki ke kota yang terdekat."

Ketika mereka sampai di kota tersebut, para pembajak telah pergi dua jam yang lalu.
Jerry DeToro menelepon polisi Negara Bagian yang berjanji akan mencari truk Kenworth.
Ia juga menelepon perusahaan Ortiz Trucking Company di
Boston, untuk melaporkan peristiwa pembajakan itu, dan minta dikirim kunci cadangan.
Frank menelepon perkumpulan penggemar mobil setempat, minta agar mobilnya ditarik ke
sebuah bengkel. Kemudian ia melaporkan kecelakaan itu kepada kantor asuransi di
Bayport. Ia juga minta agen asuransi itu untuk menghubungi keluarga mereka dan keluarga
Morton, mengabarkan kelambatan mereka. Kemudian mereka mendaftarkan diri di sebuah
hotel.
Setelah mobil mereka selesai diperbaiki, ketiga pemuda itu pulang. Pak Hardy menjemput
mereka di pintu depan. Sudah setengah baya dan jangkung, namun nampak masih muda. Pak
Hardy pernah bekerja pada Dinas Kepolisian Kota New York, tetapi kini ia menjadi
detektif swasta.
"Ibumu sudah khawatir," katanya sambil menyelidik dengan pandangannya, kalau-kalau
anak-anaknya mengalami cedera.
Bu Laura Hardy, seorang wanita ramping bermata biru cemerlang, turun cepat-cepat di
tangga.
"Kalian ada yang cedera?" ia bertanya.
Adik pak Hardy, yaitu bibi Gertrude, bibi kedua pemuda itu, datang dari dapur. Wanita
yang jangkung lincah berambut hitam itu tak memberi kesempatan untuk menjawab bagi
mereka.
"Ha, jadi kalian telah merusakkan mobil kalian," katanya. "Sudah kukatakan kepada
ayahmu, kalian seharusnya jangan main-main di desa. Siapa yang menyetir?"
"Frank," jawab Joe, "Yang salah si sopir itu. Tak ada yang cedera, dan mobil juga sudah
seperti baru lagi."
Mereka semua masuk ke kamar depan, di mana orang-orang tua itu mendengarkan cerita
kedua pemuda. Ketika Frank menceritakan peristiwa pembajakan dan menyebutkan bahwa truk
itu milik Ortiz Trucking Company, pak Hardy berseru: "Satu lagi!"
"Apa maksudmu, ayah?" tanya Frank.
"Aku akan pergi ke Washington besok. Untuk membantu pihak FBI menyidik serentetan
pembajakan dari perusahaan itu. Muatan yang dicuri seperti lenyap tak berbekas, tanpa
meninggalkan petunjuk."
"Mengapa pihak FBI mau melibatkan diri dalam perkara kriminal seperti ini?" tanya Joe.
"Perampokan bersenjata adalah masalah Polisi setempat."
"Rupa-rupanya perhatian mereka pada muatan khusus," kata pak Hardy. "Aku belum tahu
sebelum aku tiba di Washington. Sebab ini sangat rahasia. Kalian mau membantu?"
Jawaban ketiga pemuda itu sangat bergairah.
"Bagus. Nah, inilah yang harus kaulakukan.
Pergilah ke Boston besok, dan temuilah Cy Ortiz di Ortiz Trucking Company. Aku akan
mengatur dengan dia agar kalian diterima sebagai sopir pembantu. Tak seorang pun
kecuali dia yang tahu bahwa kalian penyelidik yang menyamar. Kalau perlu, kalian dapat
menghubungi aku di kantor FBI Washington. Kalau aku membutuhkan kalian, aku akan
menelepon CY."
"Kalau para pembajak itu menyerang trukku, mereka akan menghadapi kejutan," kata Chet.
"Aku baru saja belajar karate dari buku." Ia mengambil sikap dengan kedua tangan
diacungkan ke udara, lalu berteriak "Yaaaat!"
Joe mengedipkan mata kepada kakaknya, kemudian menggaetkan kakinya di belakang
pergelangan kaki Chet dan ditariknya. Dengan mendengus Chet jatuh terduduk di lantai.
"Engkau licik, tidak berteriak!" Chet mengeluh. "Bagaimana aku bisa tahu engkau hendak
menyerang kalau tidak berteriak?"
Joe tertawa.
"Para pembajak itu juga tak akan berteriak, Chet. Kita sudah pernah menghadapi mereka.
Mereka bersungguh-sungguh!"

2. Lolos Dari Lubang Jarum

Bibi Gertrude mengundang Chet untuk ikut makan. Karena bibi Gertrude adalah ahli masak

yang terbaik di Bayport, si gemuk tidak perlu dipaksa lagi.
"Biarlah aku menelepon Lola dulu, agar dia menjemput aku nanti," katanya, lalu pergi ke
tempat telepon.
"Mengapa tak kauajak dia sekalian?" bibi Gertrude menyarankan.
Chet mengangguk lalu memutar nomor teleponnya. Setelah sedikit berbicara dengan
adiknya, ia menutupi mulut telepon dan berkata: "Ia tak dapat datang. Callie sedang
bertamu."
"Callie juga baik sekali diundang," kata bibi Gertrude.
"Bagus," Kembali Chet berbicara di telepon, kemudian berkata: "Mereka akan datang lima-
belas menit lagi."
"Ha, bagus," kata Frank sambil tersenyum. Callie Shaw yang pirang bermata coklat adalah
pacarnya. Joe sering berkencan dengan adik Chet yang cantik lincah, Lola Karena mereka
sudah agak lama tak bertemu dengan kedua gadis tersebut, hal ini merupakan pertemuan
kembali yang mengasyikkan. Bahkan ramalan bibi Gertrude bahwa ketiga pemuda itu akan
menghadapi kesulitan, tak mengurangi kegembiraan suasana.
"Jangan khawatir, bibi Gertrude," kata Chet. "Aku akan memukul siapa saja yang berani
mengganggu Frank atau Joe dengan pukulan karate."
Iola tertawa cekikikan.
"Apa yang lucu?" tanya kakaknya yang gemuk itu.
"Aku ingat papan yang hendak kaupecah-kan," kata Iola. Kepada yang lain-lain ia
menjelaskan: "Ia meletakkan sebilah papan di antara dua peti kayu. Ia berulang kali
memukulnya dengan tepi telapak tangannya. Setiap kali memukul, ia selalu mengeluh
'aduh', lalu mengelus-elus tangannya. Akhirnya ia duduk di atas papan itu, dan papan
itu patah!"
Joe tertawa kecil.
"Lupakan saja karatemu kalau kita nanti menghadapi kesulitan, Chet. Duduki saja orang
yang hendak menyerang aku!"
Pak Hardy berkata: "Kalau kalian hendak bekerja sebagai sopir pembantu, kalian
memerlukan SIM khusus untuk kendaraan beroda delapan belas. Aku tahu, Frank dan Joe
dapat menguasainya. Tetapi bagaimana dengan engkau, Chet?"
"Aku dapat mengemudikan apa saja," kata Chet.
"Bukankah truk-truk raksasa itu mempunyai persneling yang lebih banyak dari mobil
biasa?" tanya Callie Shaw.
"Enam belas," jawab Chet dengan segera.
"Begitu banyak," tanya Bu Hardy. "Apakah tidak sulit untuk memindah persneling?"
"Tidak, kalau sudah tahu caranya," kata Chet. "Kalau menghadapi kesulitan untuk
memindah persneling pada jalan menurun yang terjal, lakukan saja kopling dua kali. Aku
sudah mengendarai bermacam-macam kendaraan pertanian. Aku tahu bahwa aku dapat
menguasai truk-truk gajah itu tanpa kesulitan."
"Baik," kata pak Hardy. "Aku akan meng-
atur SIM bagi kalian. Kalian dapat mengambilnya di kantor urusan SIM besok pagi."
Esok harinya, setelah sarapan, Frank dan Joe mengantarkan ayahnya ke lapangan terbang.
Sebelum detektif itu berpamitan, ia memberikan sebuah kotak kecil pipih, kira-kira
sebesar setumpuk kartu (bridge) kepada Joe.
"Apa ini, ayah?" tanya Joe.
"Kotak detektif baru yang baru saja kususun," pak Drew menjelaskan. "Bacalah
instruksinya sambil jalan ke Boston."
"Terimakasih, ayah."
"Anak-anak ... hati-hati, ya?"
"Jangan khawatir, ayah, kami akan berhati-hati," kata Frank dan Joe. Kemudian mereka
menjemput Chet dan pergi ke kantor urusan SIM. Di sana mereka diuji secara tertulis dan
praktek di jalan sebagaimana mestinya.
Tak lama kemudian mereka telah berada dalam perjalanan ke Boston. Sementara Frank
mengemudi, Joe membaca keras-keras buku instruksi penggunaan kotak detektif.
"Ha, ini bagus," katanya. "Isinya seperangkat alat-alat mini: radio mini penyadap,
detektor elektronik, dan beberapa tablet yang mengeluarkan asap merah bila digerus dan
ditaburkan di tanah."
Frank tertawa.
"Tablet asap telah pernah menyelamatkan kita, ingat?" Ia mengingatkan pada peristiwa
yang mereka alami dalam Misteri Sebuah Mumi.
Ortiz Trucking Company terdiri dari sebuah gudang besar di samping tempat parkir yang
memuat kurang lebih dua puluh truk gandengan. Mereka bertemu dengan Cy Ortiz di sebuah

Empat orang bertopeng dengan truk kosong menghadang di jalan. "Ayah mengatakan bahwa pihak FBI sangat memperhatikan salah satu muatan khusus yang telah dibajak." kata Chet. "Nomor plat mereka juga selalu dilumuri lumpur. komplotan itu mempunyai kapal pengangkut. komplotan itu tentu mempunyai orang dalam di gudang ini. "Mari ikut. "barang-barang curian itu belum pernah ditemukan di tukang-tukang tadah." Dari cara-cara mengungkapkannya.tunggu sebentar!" tiba-tiba ia berseru." "Pak Ortiz. Joe berkata: "Ia banyak disebut di koran-koran. Balok-balok itu diangkat dengan sebuah derek yang dapat dipindah-pindahkan. Manley seorang raksasa seperti gorilla." "Anggota Serikat Buruh?" . Kerugian seluruhnya sudah hampir seperempat juta dolar. Ketika mereka memperkenalkan diri. Bagaimana pun. "Kalian mempunyai SIM untuk kendaraan besar?" ia bertanya." Cy Ortiz memandanginya. Cy Ortiz tak percaya bahwa muatan itu memang benar-benar suku cadang mesin bor. para pemuda itu mengetahui. "Jerry deToro dan Steve Burrows sudah kenal siapa kami." kata Ortiz kepada mandornya. "Aku tak tahu. "Aku sering sekali ikut menangani perkara-perkara mereka. Ujung kabel derek berbentuk cakar magnetik yang memegang balok- balok itu demikian eratnya hingga tak diperlukan lagi sebuah kait. "Semua beres. "Kuingin engkau memperkerjakan mereka sebagai sopir-sopir pembantu." "Bagaimana hal itu menurut anda?" "Kukira barang-barang itu diangkut lewat laut ke luar negeri. sebab modus operandi-nya selalu sama. "Aku sudah memeriksanya. Eh." Ortiz meng- aku. Aku akan memperkenalkan kalian kepada mandorku. "Tetapi aku tak percaya bahwa pihak FBI terlalu memperhatikan sukucadang mesin bor. hampir mirip Abe Lincoln tanpa janggut. Apakah anda tahu muatan apa itu?" "Aku tahu apa yang tercantum pada peti-petinya. "Aku juga sudah dikenal seperti mereka. "Yaitu muatan peti-peti yang bertanda 'sukucadang mesin bor' dari Perusahaan Pertambangan Fargo kepada sebuah stasiun tenaga atom di Virginia." Ketika nampak Chet tersinggung." Alis mata Chet terangkat naik." Joe mengangguk. Aku akan mendaftarkan kalian sebagai Frank dan Joe Harrison. "Karena dikirimkan ke stasiun tenaga atom." kata Ortiz cepat-cepat." "Menurut pak Hardy. "Dugaan anda apa sebenarnya isi peti-peti itu?" tanya Frank. "Tetapi pihak FBI tak mau mengatakannya. ia berkata: "Kalian sebagai anak-anak Hardy sudah sangat dikenal bila bekerja dengan namamu sendiri. "Mencari siapa yang mencuri truk-trukku! Truk yang kautumpangi pada waktu itu yang kelima dibajak selama enam bulan terakhir ini." kata Ortiz. ia memberi isyarat kepada operator derek untuk berhenti. Sebab mereka rupa-rupanya mengetahui bila muatan yang berharga sedang dikirimkan. Itu berarti. pak Ortiz?" tanya Frank." "Jangan khawatir tentang mereka. "Kalian mempunyai SIM?" tanya Manley kepada para pemuda. mungkinkah berisi bahan-bahan nuklir?" "Aku sudah berpikir demikian. memaksa sopir sopirku dengan todongan pistol masuk ke gandengan. Pihak polisi menduga bahwa semua pembajakan itu dilakukan oleh satu komplotan. Ketika ia melihat majikannya mendatangi." Orang itu bangkit berdiri. Kemudian mereka menyekap sopir-sopirku di dalam gandengan dan pergi." kata Joe. Mereka sedang bertugas jauh ke California. "Aku belum pernah mendengar namamu. "Lalu apa yang harus kami lakukan. Mereka menunjukkan kartu SIM mereka. Orangnya jangkung kurus." jawab Ortiz. Ortiz memperkenalkan ketiga pemuda dan Manley mengangguk sambil tersenyum." kata pemimpin perusahaan itu." "Betul." kata Chet. Ini sulit sekali. lalu membawa kedua truk ke tempat yang sunyi untuk memindahkan muatan.kantor di sebelah panggung untuk pemuatan. Ia yang akan menentukan tugasmu. Ox Manley." Mereka menemui mandor di gudang yang sedang mengawasi pemuatan balok-balok baja ke atas kereta gandengan terbuka. Setelah memeriksa kartu-kartu tersebut. ia menutup pintu kantornya untuk berbicara secara pribadi. Lebih baik didaftar saja dengan nama Chet Martin.

Kemudian ia kembali ke gudang." Manley memerintah. "Tentu ada kortsleting. "Tolol!" ia berteriak kepada orang yang ada di derek. Gedubrak! Suara keras mengiringi balok baja itu menghantam lantai beton. "Lebih hati-hatilah dengan truk daripada derek. Operator derek itu. Truk traktor itu melesat di antara mereka. Pencarian Di Waktu Malam Joe dan Chet melompat ke sisi. Mereka menoleh dan terpaku ketakutan. Ia mengemudikan truk Freightliner. Truk GMC yang dilepas dari gandengannya dengan Ted Herkimer di belakang kemudi. kemudian kendaraan berat itu berhenti dengan mesin mati." Cy Ortiz kembari ke kantornya. dan kembali menjadi sopir. Ted mengangguk. Herkimer?" . yang mengerti benar. mendorong Frank dan Chet menjauh. "Jangan minta maaf kepadaku." jawab Ortiz. balok itu terlepas dari cengkeraman magnet! Kedua tangannya berkelebat ke samping. seorang yang kurus berwajah seperti kapak. turun dari tempat duduknya." "Aku sungguh-sungguh menyesal." Ox mengangkat bahu. Katakan kepada pemuda-pemuda ini bahwa engkau hampir mencelakai mereka." katanya lalu memanjat naik ke kabin. Ketiga pemuda kembali ke mobil mereka yang diparkir di pinggir jalan." Kepada si kurus ia berkata: "Engkau dibebaskan dari derek itu. Ia melirik ke atas ketika balok yang berat itu berayun di atas kepala mereka. "Kita dapat menggunakan mereka pada konvoi tiga truk yang berangkat besok pagi-pagi. Sam."Bukan. dan Frank ke sisi yang lain. Sementara itu. "Turun!" . Manley memperkenalkan para pemuda itu kepada sopir-sopir yang lain. bung." ia membela diri." Ox memperingatkan. Joe berjalan di antara Frank dan Chet. Ox Manley lari kembali dari gudang dan berteriak: "Ada apa dengan engkau. "Aku akan segera memeriksanya. Ted. Sam." operator derek yang sudah dipecat itu menggumam serak. Ketika cakar magnet itu turun untuk melekat pada balok baja." "Ted Herkimer ini yang akan menjadi sopir dengan Joe besok pagi. hampir saja menabrak. Ox memberi isyarat kepada para pemuda untuk mengikuti. Orang yang bernama Sam memberi isyarat pada operator derek untuk mengangkat sebuah balok. entah di mana!" "Periksa. "Lupakanlah. Rem-rem angin mendesis-desis. "Tolong awasi pemuatan. "Masing-masing melaporkan diri pada jam delapan tiga puluh besok pagi. Truknya sebuah White. Sopir Chet adalah seorang bertubuh kecil tetapi gagah. Ox. sementara aku mengajak ketiga pemuda ini berkeliling. Ia berbicara dengan lafal Cockney dan bernama Avery Smithson. seper sekian detik sebelum ia sendiri melompat bertiarap di lantai. "Kalau sudah carilah operator derek yang lain. Ia menunjukkan truk GMC yang akan dikemudikannya." Ia memanggil seseorang yang berdiri di dekat mereka. "Aku tak pernah menyentuh tombol pelepas." kata Frank. menderu langsung ke arah mereka! 3. "Aku akan menjelaskannya kepada Serikat Buruh agar mereka dapat menjadi anggota. mereka mendengar deru mesin dari belakang. Ketika mereka mendekati pintu ke luar tempat parkir." kata Ox Manley segera." "Aku menyesal. Tiba-tiba ia sadar. Sopir yang akan bersama Frank adalah seorang Indian yang langsing berkulit coklat bernama Dave Falcon. Kemudian mereka ke luar ke tempat parkir. untuk memastikan agar dapat bekerja dengan baik." kata Ted. tepat di mana para pemuda tadi berdiri. sementara ketiga pemuda bangkit berdiri dengan lutut gemetar." Ox memerintah. Ox. Ox Manley berputar membalikkan tubuhnya. "Tidak ada yang cedera. lalu memperkenalkan para pemuda itu.

Aku yakin bahwa komplotan itu tak akan melakukan kejahatan sebelum malam." kata Manley. Hal itu mempermudah tugas mereka." Segera pula mereka berada di loteng." Dengan kata- kata itu mandor tersebut kembali masuk. "Aku tak bisa menjelaskan. Di samping itu. aku berhak mendapat persen untuk ini." ia berseru." katanya. "Pedal gas macet. Joe melihat tombol lampu di dinding yang menyalakan lampu di langit-langit. Muatan yang sangat berharga. ka lau memang akan terjadi. "Wah. kemudian kemari kira-kira jam delapan. Setelah diceritakan oleh Manley. "Asal ingat saja. Kalian makan malam dulu saja. "Aku tidak sengaja!" Ia kembali naik ke kabin. Di sana tak ada lampu. engkau dipecat. ia adalah sopir yang baik." kata Joe berkeberatan. "Biasanya kututup sekitar jam enam tiga puluh. "Dapatkah engkau menjelaskan itu?" tanya Frank. mendapatkan rumah tinggal yang mentereng ini. "Tetapi anda tentu tahu. "Aku akan menempatkan tiga velbed di atas sana. "A. . Chet meletakkan tas di dekatnya. "Memang ini bukan Hilton. yang dipasang untuk menerangi ruangan tersebut. Itu liftnya. Tiga buah velbed dipasang di sebuah sudut." "Kalau semudah itu saja. "Tidak." "Itu masuk akal. Aku melihatnya berkeliaran di loteng nomor dua malam yang lalu. "Bagaimana kalau kami saja yang tidur di sana malam ini?" "Itu pikiran yang bagus. ia mengernyit dan berkata: "Barangkali lebih baik kalau Herkimer kaulepas saja." "Apakah anda memerlukan kami datang sebelum itu!" tanya Frank. menunjukkan lift yang menuju ke loteng nomor dua. Ia berdiri pada injakan di pintu dan meraih ke dalam untuk melepaskan pedal gas itu dengan tangannya. "Muatan yang harus dibawa Herkimer besok adalah pesawat-pesawat TV mini dengan rancangan baru.Ditumpuk di dekat lift barang adalah muatan TV mini Spectrocolor. Indian Amerika. besar juga. Frank melihat label dari karton yang terikat pada dos yang teratas. "Aku hanya menafsirkan. Kemudian ia melangkah mendekat dan berkata: "Rupanya kini sudah baik. Kita tak dapat membuktikan kesalahan dia selain kerusakan mesin yang menjadi penyebab masalah-masalah ini. tetapi aku menjadi curiga pada Herkimer. Cy Ortiz menghela napas lalu berkata kepada para pemuda: "Dalam hal ini ia memang benar." Tiba-tiba lampu mati." kata Ortiz. Kemudian ia memberikan kunci gedung." kata Chet ketika Frank membuka pintu gudang. tetapi paling tidak kita tak perlu naik tangga untuk ke loteng." "Jangan marah-marah. Cy Ortiz keluar dari gudang untuk melihat apa yang terjadi. Hihh." Dengan muka masam ia melihat lampu-lampu malam yang suram. Begitu ia membuat kesalahan yang dapat kubuktikan." Ia membawa mereka kembali ke dalam. dan mereka mulai memeriksa sekeliling mereka. disebut Spectrocolor.a-da apa?" Chet berbisik." kata Ox dengan panas. Joe tertawa." kata Chet. "Sekarang kembalikan truk itu ke tempatnya." Chet berkata: "Mungkin komplotan itu kali ini hendak mencuri muatan dari gudang. kemudian kembali lagi setelah berganti pakaian dan membawa alat-alat mandi dari kopor-kopor mereka. bukan lagi dengan membajak." kata Ted kepadanya dengan nada marah pula. tetapi Chet cepat-cepat berkata: "American Indians. tetapi mereka membawa lampu senter. sungguh menakutkan!" "Sekali lagi menyebabkan kecelakaan. Mereka membawa sebuah tas kecil yang dipercayakan kepada Chet untuk membawanya. menghidupkan mesin dan memundurkan truk itu ke gandengannya. aku akan memecatnya." "Anda tidak tahu pegawai mana yang dapat dipercaya.Si wajah kapak turun dari kabin." "Ada apa di sana?" tanya Frank. Pada sudut label itu tertulis dengan huruf kecil-kecil: AI." Frank dan Joe memandanginya." Para pemuda itu pergi ke warung yang terdekat." Ortiz membenarkan. Joe tak mengerti. Ayo. "Aku yang selalu terakhir pulang. "Menurut perkiraanmu apa artinya ini?" tanya Frank kepada kedua temannya sambil menunjuk ke huruf-huruf tersebut. setiap dos berisi empat buah. tentu ada pertengkaran dengan serikat buruh. "Lebih baik kutempatkan seorang penjaga di loteng itu.

"Kulihat tempatnya di dekat lift di lantai pertama." katanya. ini dia lainnya." "Barangkali penjahat itu sekarang ada di sana. ruang istirahat. "Aku tak tahan lebih lama lagi. "Bagaimana ia bisa naik-turun kalau listriknya mati?" tanya Chet. tetapi Chet sudah pergi ke lift dan membuka pagar kayunya. "Pegangi pergelangan kakiku." kata Joe." kata Joe membantah. "Barangkali tuas pemutus arus turun. kami masih membutuhkan engkau. Lift itu berada di lantai pertama dan senter Chet yang masih menyala tergolek di atapnya. aku perlu turun lagi sepuluh senti!" Frank menjulur maju sebisa-bisanya." Tetapi tak ada apa-apa yang bergerak di loteng. "Kukira sekarang di loteng sudah menyala lagi. "Kalau tak tahan. "Kukira aku sudah mati. Peganganku makin lemah!" "Semenit lagi. ketiga pemuda itu tertiarap letih beberapa saat. Chet berpegangan erat-erat pada salah satu kabelnya. Coba .. bahwa ia tak kuat melakukannya. Tiba-tiba cahaya senternya lenyap dan Frank serta Joe mendengar jeritan ketakutan! "Ia jatuh ke sumur lift!" teriak Joe. jangan sampai Joe terlepas pegangannya. "A. dan lift itu naik perlahan-lahan." kata Frank. Ternyata kosong." kata Frank. Ketika atapnya sejajar dengan lantai." kata Frank. mencoba melucu. Frank memeganginya dengan kuat. "Kukira. "Kukira tentu ada susunan lekuk-lekuk ini untuk tukang yang bekerja dalam sumur ini. dan ketiganya masuk ke lift. Chet memanjat ke atas. "Kami segera datang menolong. Pegangan kedua tangan Chet di kabel terlepas begitu tangan Joe memegangi pergelangannya. Setelah Frank dan Joe menariknya ke tempat yang aman. "Tetapi siapa yang menurunkannya?" "Mari kita periksa. Ia berayun bebas. ruang alat-alat." kata Chet. Aku akan turun dan memutarnya lagi. Jari- jarinya dapat menyentuh kepalan tangan Chet." kata Frank. "Cepat!" ia berseru.. bung!" Frank memijat tombol untuk menaikkan. beban seberat itu akan terlalu berat baginya. coba barangkali kita akan mendengar sesuatu. "Mungkin seseorang telah mengutik- ngutiknya." bisik Joe. Chet mengayunkan kakinya perlahan-lahan. Untung kakinya sendiri mendapat tumpuan di lantai yang tidak rata. "Tarik!" kata Joe kepada kakaknya. Seketika itu pula ia sadar. Mereka memeriksa kantor Cy Ortiz. "Aku dapat pijakan.aku tak ta-han lagi!" kata Chet dengan serak." Joe. bengkel. "Aku tak tahu. Lampu malam masih menyala di lantai pertama tetapi tak seorang pun yang kelihatan. . Frank memberikan senter Chet kepadanya dan ketiga pemuda itu mengarahkan sinar senter mereka ke dalam lift. ia menyambar senter Chet. "Frank. kira-kira sepuluh meter di bawah sana. Lift terus naik hingga lantainya sejajar dengan lantai loteng." Dengan Joe tetap memegangi tangannya. tetapi tak nampak seorang pun." katanya. "Trims. Kalau Chet tak dapat menemukan pijakan bagi kakinya. "Coba kita lihat kotak pemutus arus. Dengan nekad ia dan Frank berlari ke tempat lift dan mengarahkan senter mereka ke bawah. tetapi tak sampai untuk memegangi pergelangan tangannya. teman-teman. seluruh tubuhnya tertahan oleh Joe." "Satu bola lampu saja tak akan melebihi arus. Setelah beberapa saat Chet memindahkan berat tubuhnya ke kaki yang lain. "Kita diam saja." katanya kepada kakaknya. Kemudian mereka merayap bangun dengan lutut gemetar." Joe sudah tertelungkup di lantai. Joe merayap maju hingga ia tergantung dengan kepala di bawah sebatas pinggang. "Dari aliran lain. Akhirnya kakinya menemukan sebuah lekuk di dinding sumur. tolong cari pijakan untuk kakimu!" kata Frank dengan parau.Frank menyalakan senternya dan yang lain mengikuti. Chet mengembalikannya ke kedudukan on. ha." Ternyata salah satu tuasnya turun ke tanda off. "Chet. Dengan hati-hati ia membuka pagar tempat lift. gudang. kedua kakimu akan patah!" kata Joe dengan tajam. Sambil bertumpu pada kedua kakinya. dengan segera seluruh berat tubuhnya ditumpukan pada kakinya. yang masih merasakan sakit pada kaki-tangannya. Frank menarik kaki Joe. Kira-kira dua meter di bawah mereka.

Joe tersenyum kepada temannya yang gemuk." Tetapi. Itu jauh lebih bermanfaat dari pada pukulan karate. "Kukira aku lupa untuk menguncinya lagi. "Mari kita tidur. "Itu dia!" seru Frank sambil mengarahkan sinar lampu senternya ke orang itu. Mereka segera berpakaian dan menuju ke lift." "Bagaimana engkau bisa masuk?" tanya Joe." kata si kurus dengan marah.Pada suatu saat tumpukan hendak runtuh menimpa kepalaku!" Frank tertawa. gajah!" kata si wajah kapak tersengal-sengal. Kali ini Frank menguncinya dari dalam. bung. dan kedua tangannya bergerak-gerak kalang kabut. "Aku senang engkau mengikuti saranku. "Aku sedang mengendarai mobil tuaku membawa muatan TV ditumpuk di belakang dan bergoyang-goyang. Hanya engkau yang tidak berhak di sini. "Bangsat?" kata Chet merasa terhina. "Kami masih menunggu penjelasanmu!" Orang kurus itu berkata: "Aku sedang lewat dengan mobilku dan melihat cahaya di loteng. Joe dan Chet menyusul." Mereka bangun pagi-pagi benar keesokan harinya. bung. perutnya diduduki Chet! "Turun engkau. menuju ke arah lift. jeritan tertahan membuat Frank dan Joe tersentak bangun. "Lift sudah naik ke atas lagi!" Frank menekan tombol untuk menurunkannya. namun tak ada jalan untuk membuktikannya. Kita dapat cuci muka dan menggosok gigi." katanya sambil melompat turun. "Apa yang kaulakukan di sini?" "Itulah pertanyaanku kepada kalian. membalikkan tubuhnya dan lari kembali ke balik dos-dos." kata Frank. Telah membangunkan kalian. "Pintu gudang tidak terkunci." Chet berdiri. Frank dan Joe mengejar. Joe. Ternyata telah pecah! Pada saat itu pula Frank melihat bayangan sesosok tubuh yang kurus bergerak dari balik tumpukan dos-dos IV mini. Mereka mendapatkan bola lampu baru dari gudang dan membawanya ke atas. di tengah malam. Ketiga pemuda itu bekerja keras menggeser peti berisi dos-dos TV ke tengah-tengah. "Maaf. Pemuda gemuk itu telah menendang lepas selimutnya. Barangkali Chet tak perlu berteriak lagi. terkejut oleh cahaya lampu senter Frank. "Ada ruang istirahat di bawah sana. "Waaahhh. mereka duduk dan memusatkan cahaya senternya ke arah Chet. Mereka melangkah ke tombol di dinding dan Joe menekannya. "Kukira tak akan ada apa-apa lagi malam ini." Kemudian ia berpaling ke Herkimer. dan Joe memanjatnya untuk memasang bola lampu. Loteng dalam keadaan gelap ketika mereka keluar dari lift. Chet menganggap bertanya: "A-ada apa?" "Engkau mimpi buruk!" kata Joe. Sambil menyambar senter di lantai dekat velbed-nya. Sambil berkedip-kedip menentang sinar senter." Chet mengerang. "Yaaah. Orang itu." "Trims. Tetapi akhirnya ia harus tertawa juga. Sesaat kemudian terdengar tabrakan dua tubuh. Frank dan Joe berhenti dan memusatkan sinar senter mereka ke kedua orang yang terguling di lantai. Ketiga pemuda itu dengan diam-diam masuk dan naik ke atas. lampu tak menyala! Ia mengarahkan sinar senternya ke bola lampu di atas. bangsat. "Pak Ortiz memerintahkan kami untuk menjaga loteng ini." Chet menggerutu. . "Aku tak bisa bernapas." Joe memandangi Frank yang nampak terkejut malu. sementara Chet mencoba mencegat di sisi lain. Kukira ada pencuri lalu datang untuk menyelidiki. lalu lari mengejar. Lebih baik kita biarkan saja peti-peti itu jatuh. diikuti rintihan kesakitan. Ted Herkimer terbaring telentang di lantai. Joe membungkuk untuk membangunkannya."Hee!" serunya tertahan. Aku hendak turun untuk memanggil polisi ketika kalian menyergap aku. Meskipun sebenarnya para pemuda itu tak mempercayai Ted Herkimer." Sesaat kemudian Herkimer bertanya kepada Frank. Mereka mengantarkan dia kembali ke bawah dan ke luar dari pintu." kata Frank. "Benarkah itu?" "Memang benar. Heran." Frank memastikan. Herkimer bangkit berdiri perlahan-lahan.

" jawab pemuda Indian itu sambil mengangkat bahu. Ted Herkimer berkata. "Aku tak tahu apa arti 'AI' itu. Kita membawa barang jauh lebih berat daripada kedua truk lainnya." katanya penuh gairah. Ketiga truk yang akan berkonvoi sedang dimuati. Dibajak "Tentu Herkimer yang mengambilnya tadi malam!" kata Frank. Eh. Ia memandangi mereka dengan heran ketika mendengar cerita itu. Frank berkata: "Tadi malam aku melihat sehelai label muatan dengan huruf-huruf 'AI'. Barangkali lebih baik Herkimer kupindahkan ke truk yang lain. gudang telah dibuka. Pemuda Indian itu berkata kepadanya. Avery Smithson berjalan paling depan dengan Chet sebagai pembantu sopir. sambil lalu. "Akhirnya. "Senang aku mendengarnya. "Setelah engkau pergi. Joe sedang menanyai Herkimer hal yang sama." kata Joe. Joe mendadak berhenti. Truk GMC Ted Herkimer mundur menghadapi derek untuk memuat. aku tidak mengambilnya." Chet meyakinkan. "Kukira harus kita ceritakan peristiwa semalam kepada pak Ortiz. dan beberapa pekerja sedang memuatkan peti-peti berisi dos-dos TV Spectrocolor." kata Joe." saran Frank." "Mengapa begitu?" tanya Chet. Engkau mungkin tahu apa artinya?" "Belum pernah kudengar." "Kita harus awasi dia dengan ketat. Ketika mereka kembali." "Jangan. "Orang itu jelas-jelas menjadi tersangka. apakah ia ada di kantornya. "Mari kita lihat. Kami mengira engkau yang mengambilnya. "Untuk apa sebuah label begitu bagiku?" . tak mengerti apa yang dimaksud oleh Joe." "Oke." "Ah. Sementara itu sopir Indian David Falcon sedang mengawasi orang-orang yang memuat karung-karung besar berisi suratkabar pada truknya yang bermerk Freightliner di luar gudang. Frank sudah menjadi akrab dengan Dave Falcon. justru truknya yang harus kalian jaga dari kemungkinan dibajak. Sebuah jalan menurun dapat mengakhiri perjalanan kita!" "Tak usah khawatir kalau aku yang menyetir. dan koran tidak berharga di mata mereka. "Betul." kata Joe. anak muda?" "Aku mengendarai apa saja di jalan. "Kalian lihat ini?" "Apa?" tanya Chet sambil menahan mulutnya menguap. "Balok-balok baja itu terlalu berat bagi para pembajak. "Aku yang menjadi sopir cadangan. TV-TV itu justru barang yang paling disenangi para pembajak!" Pada jam sembilan tiga puluh." kata Joe beberapa saat kemudian." Pemilik perusahaan angkutan itu ada di dalam ketika para pemuda itu masuk. truk-truk telah selesai dimuati dan siap untuk berangkat." kata si muka kapak. Ted Herkimer bersama Joe berjalan paling belakang dengan truk GMC mereka. "Label 'AI' telah hilang!" 4.bahwa ia seorang Indian Iroguois totok. Avery Smithson sedang memundurkan truk White-nya masuk ke dalam gudang." ia berkata. Avery Smithson berkata kepada Chet: "Engkau sudah mempunyai pengalaman dengan kendaraan besar begini. Tetapi waspadalah. Ketika mereka beriringan keluar.Ketika mereka melewati tumpukan dos-dos TV. "Sekarang aku semakin khawatir tentang Herkimer. dengan Frank sebagai cadangan. Di truk White di belakang. Kemudian digandengkan dengan trailer terbuka yang hanya berisi balok-balok. "Tunggu sebentar." Chet membual. dan dibesarkan di daerah penampungan orang Indian. "Label itu diikat dengan kawat pada salah satu peti Spectrocolor. dengan muatan seperti yang kita bawa ini. Biarlah seperti yang telah direncanakan. Truk Dave Falcon nomor dua. label itu sudah hilang." Para pemuda itu pergi untuk sarapan. Mungkin aku dapat mengungkapkannya kalau ia hendak berbuat yang bukan-bukan. kita akan memperoleh sesuatu dari dia." Frank menyetujui. "Sayang sekali kita tak dapat membuktikan apa-apa.

Ayo. kalau engkau masih hidup ketika mereka menemukanmu!" Dengan kata-kata itu ia mengunci pintu belakang. bahwa ia tidak bermaksud jahat. Kecepatan mereka segera bertambah. "Di balik pagar di sebelah kanan itu ada jurang sedalam lima belas meter. jadi kami akan berhenti sesudah ini. mereka tiba pada sebuah rumah peternakan yang telah ditinggalkan. la mulai memindahkan persneling ke gigi netral. dan selama waktu itu Ted Herkimer berusaha meyakinkan para pemuda. mereka mulai menuruni jalanan yang terjal." Ia tak siap menerima jawaban Herkimer yang tajam: "Itu pendapatmu!" Sesuatu di dalam suara orang itu membuat punggung Joe merinding. Mereka duduk di warung mengelilingi sebuah meja besar. Ketika ia hendak mengembalikan ke gigi yang semula juga tak berhasil. "Kuharap saja ada yang melihat asap merah itu. tetapi mereka sudah bersepakat sebelumnya. Beloklah ke kanan masuk ke jalan itu. memutar sehingga pintu belakangnya cukup dekat dengan pintu belakang truk pembajak. lalu dimasukkan ke dalam sakunya. Kemudian ia mengeluarkan kartu yang terjatuh dari saku Herkimer. "Apa maksudmu?" ia bertanya." ia mengejek. sambil lalu jari-jarinya meremas tablet dan disebarkannya dari jendela. Joe menunggu kedua truk itu berangkat. Joe Hardy. Herkimer tak menyadarinya. sehelai kartu jatuh dari saku Herkimer. . Sekali lagi mereka memasang papan- papan di antara kedua lantai gandengan. Tetapi tiba-tiba persneling itu macet! Ia memberi gas untuk mempercepat putaran mesin. mengeluarkan tablet-tablet asap dari dalam kotak detektifnya. "Setengah kilo lagi ada jalan tanah. Sebaliknya. ia tak mampu keluar dari lubang tersebut." jawab Herkimer dengan datar. Sekarang sopir-sopir cadangan yang mengemudi. Chet dapat melihat tikungan yang tajam tersebut. mereka ke luar lagi. dengan lalu-lintas sepadat ini kita tak akan di bajak. Waktu sudah menunjukkan jam satu tiga puluh ketika mereka berhenti di sana. namun ia tetap gagal pula memasukkan persneling ke gigi yang lebih rendah. mungkin satu setengah kilometer di depan. lalu menyusul. Joe membungkuk untuk memungutnya. Kejadian-kejadian sebelumnya hanyalah kecelakaan biasa. Empat orang berkedok pemain ski turun dari Kenworth. Mereka bercakap-cakap dengan akrab." "Untuk apa aku harus setolol itu?" Joe menantang sambil memandangi Herkimer.Lalu lintas yang memotong perjalanan mereka. Joe merasa bagian depan dilepaskan. Di dalam gandengan itu sangat gelap. tetapi Joe meraba-raba mencari jendela atap. "Agar engkau tidak celaka." Avery Smith-son memperingatkan Chet. Lubang jendela itu segera memasukkan cahaya matahari dan udara. terletak di pertengahan jalan antara Boston dan Washington. jadi engkaulah orang dalam itu." Herkimer mengejek. Ketika ia membelok. Sebaiknya segera ganti persneling." pikir Joe. Seperempat kilo setelah memasuki jalan tanah. Setelah melewati puncak yang tertinggi. Tangannya mengeluarkan sepucuk pistol. Joe Hardy. Lalu-lintas semakin padat dibandingkan pagi tadi. dan muatan dipindahkan. bahwa mereka akan berkumpul untuk makan." Jauh di bawah. Frank berhasil menyusul hingga truk Freightlinernya berada tepat di belakang Chet. Ia membukanya. Aku sudah pernah melihat gambarmu di koran-koran. dan ketiganya segera terpisah. "Bermimpilah yang indah. Tetapi karena tak ada sesuatu benda pun yang dapat dipanjat. "Jangan lupa kirimkan salam kami kepada ayahmu." Joe melambatkan truknya dan memindahkan persneling. Setelah mobil-mobil yang lebih cepat melewati truk White yang dikemudikan oleh Chet." Joe membentak. Itulah label yang bertanda 'AI'! Sementara itu. jalannya sudah ada di depan. "Kami tahu bahwa ayahmu sedang mengejar kami. Jendela-jendelanya sudah pecah. "Mengapa engkau membuka rahasiamu sendiri?" "Sebab kami tahu siapa sebenarnya kalian bertiga. kemudian truknya pergi mengikuti truk Kenworth. Truk itu macet pada gigi netral. Rupa-rupanya truk itu terlalu berharga untuk ditinggalkan. "Di bawah sana ada tikungan. kedua truk yang ada di depan telah sampai pada jalan yang menanjak panjang. membuat mereka terpisah. Kedua truk di depan sudah jauh tak nampak lagi ketika Joe berkata: "Setidak-tidaknya. "Haaa. Ketika mereka sedang memindahkan peti terakhir. Joe mengenali suara kasar dari pimpinannya. ketika mereka membajak Jerry DeToro. ia menggiring Joe masuk ke dalam gandengan. Dengan diam-diam ia merogoh ke sakunya. Di sebelah sisinya diparkir truk gandengan Kenworth yang pernah digunakan untuk melakukan pembajakan. Herimer menyuruh Joe memundurkan truk GMC mereka. Tempat berkumpul itu bernama Barr's Truck Stop. Selesai makan.

" kata Chet dengan gemetar. Jarak antara kedua truk." "Tak mungkin kita melewati tikungan itu. menghindar agar jangan sampai tertabrak dari belakang. "Kita harus berjalan terus sampai tenaga kecepatan habis sendiri. Kini truk White sudah melaju dengan kecepatan seratus dua puluh. lalu seratus kilo lebih . "Apa yang harus kita lakukan. Kedua truk semakin lambat." lalu bertumpu pada dashboard. Di belakang. Frank dapat mengerem secukupnya untuk mengambil tikungan dengan baik tanpa terguling. bung!" Ketika Chet menekan pedal rem. jarak mulai semakin pendek. tepat di depan truk yang tak terkendalikan. Kini. meluncur masuk ke mata. Frank secepat-cepatnya berganti gigi yang lebih rendah bertubi-tubi. "Remnya juga blong!" ia berseru. Uranium Curian Sepanjang jalan menurun. "Apa?" seru Avery. mereka mendekati tikungan pada jarak lima puluh meter. Sedikit demi sedikit ia imbangi dengan menginjak rem angin. dan dengan pedal rem hampir menyentuh lantai. kita berdoa saja. Tetapi ketika Frank mulai tancap gas. Frank menyadari apa yang terjadi pada Chet. Truk raksasa White itu meluncur lewat dengan cepat. hingga akhirnya saling menyentuh. Keringat dingin bertetes-tetes di dahi si gemuk. Ketika gandengan bagian belakang telah bebas. ia paksakan masuk ke gigi rendah. memperingatkan kendaraan-kendaraan yang datang dari depan bahwa ia akan mengambil jalan ke kiri dan melewati truk White. Chet dengan mati-matian memompa rem. Spido-meter menunjukkan tujuh puluh." Avery balas berteriak. lalu berhenti. minggir ke pinggir jalan. namun tak mungkin dapat mempertahankan diri terhadap beban benturan balok- balok baja yang tentu akan menimpa mereka! 5.dan kecepatan semakin meningkat setiap saat. Kini truk White dapat memperlambat diri. Namun untuk memperlambat truknya sendiri sambil menahan dorongan truk White. "Pada kecepatan ini kita akan mati. hingga sama dengan kecepatan truk White. . delapan puluh. Truk Freightliner merayap mendekat dengan kecepatan seratus empat puluh. hingga hampir membutakan pandangannya." kata orang Inggris bertubuh kecil itu. Sopir-sopir yang terkejut melihat ke kaca spion mereka. namun tak ada tekanan udara sama sekali. Ia membunyikan klaksonnya kepada kendaraan-kendaraan yang berjalan lebih lambat. Avery?" "Usulku. Dua puluh meter di belakang truk White yang melesat cepat. kalau perlu dengan injakan kopling dua kali. Meskipun seandainya ia dapat tetap hidup ketika menabrak. Lalu-lintas yang sedang jalan mendaki dengan segera meminggir ke tepi. semula sudah hampir menjadi seratus meter. "Engkau harus mengandalkan rem saja. Namun truk White tetap saja semakin cepat. Ia menurunkan kecepatan. Jarak antara bumper White dengan gandengan Freightliner semakin dekat. "Kita harus melompat turun!" teriak Chet. Setelah Frank merasakan dorongan dari belakang. Chet terus berjuang dengan tongkat persnelingnya. Ia memasukkan persneling ke gigi yang lebih tinggi. nampaknya tak akan mungkin mengambil tikungan. Ia menghadapi kesulitan besar! "Bak persneling yang gila ini membuat ulah lagi. ia memasukkan persneling yang lebih rendah. Ia segera memejamkan mata. langsung saja 'amblas' sampai ke lantai. Coba lagi!" Kecepatan dengan cepat bertambah. Terlepas dari dorongan beban di belakang. Ia berhasil mengoper persneling sampai sepuluh gigi lebih rendah.. setelah kecepatan berkurang. "Tidak mungkin. cukup untuk Freightliner sedikit mendahului. lalu membanting setir sampai ke pinggir jalan." kata Avery. Frank membunyikan klaksonnya. Seketika itu pula terasa tenaga mengerem. Dave Falcon berkata: "Kami tak mungkin berhasil melewatinya. Frank berayun ke tengah. Frank merasa butiran-butiran keringat ber-tetes-tetes..

Kuperkirakan. Aku sudah memanjatkan doaku yang terakhir. "Sungguh senang melihat engkau!" "Aku melihat isyarat asapmu." Sementara Avery memandangi Frank dengan terkejut dan heran. Frank menuju ke belakang gandengan dan membuka kunci pintunya. Setelah beberapa saat ia berdiri lagi. "Gigi persneling macet dan remnya blong. Chet bersedia menjadi pembantunya. Tetapi." "Oke. "Adikku memberi petunjuk bagiku. ayah. Kemudian ia melihat kepulan asap merah. silakan. memeriksa tangki kompresi angin. "Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya nanti. "Lho. lalu menyiarkannya melalui radio. Aku yakin." "Daripada melalui jalan besar. dan ceritakanlah sambil berjalan. "Ya ampuuuun. Avery. kalau ia dan Joe sudah datang. Ia melihat jalan tanah lalu membelok ke kiri dan memasukinya." Frank tertawa kecil ketika keduanya datang mendekati truk yang lain. Frank memutuskan untuk melaporkan peristiwa pembajakan itu kepada ayahnya." seru Joe. melingkar-lingkar dari sebuah parit di sebelah kiri jalan. Sangat mungkin sekali bahwa mereka telah memasuki jalan ini. kembali ke truk." Selesai percakapan dengan mandor." kata Chet sambil menyeka dahinya. Mereka menuju ke kantor polisi." kata Frank sambil tersenyum kecil. siapa yang ada di belakang ini semua. "Aku sendiri tak pasti. "Baik. bahwa ia tak terlalu berharap dapat menangkap para penjahat. mencari truk GMC. "Hallo. "Kalau kalian sampai di sini. hingga akan meringankan perjalanan. Namun jelas bagi Frank dan Joe. "Mereka sudah beberapa jam di muka. ini pasti Ted Herkimer!" Chet berbisik kepada Frank. kami harus beristirahat di suatu tempat. Ia memutuskan untuk kembali. setan alas!" seru Avery. sementara Frank hanya mengangguk-angguk. Tetapi setidak-tidaknya kita tahu. Ted Herkimer." katanya. sebuah katup udara telah dikendorkan!" "Aku yakin. lebih baik jalanlah ke kota yang terdekat. Demikian pula ciri-ciri Herkimer." Setengah kilometer dari jalan besar. sekarang kita tak akan mengalami kesulitan lagi. Aku ada . "Aku lalu menduga apa yang telah terjadi. pergilah ke Glasgow Hotel." Dave Falcon berlutut di samping truk." katanya." kata Frank. lalu berkata: "Ini bukan kecelakaan. Ia bersama Avery melepaskan truk dari gandengannya." Joe menyarankan.Frank dan Dave Falcon turun. Sersan jaga mencatat ciri-ciri truk Kenworth dan truk GMC. mereka mendapatkan kereta gandengan dari truk GMC itu diparkir di sebelah rumah pertanian yang telah kosong. seperti yang dikatakan pak Ortiz. Mandor itu kedengaran marah sekali mendengar kejahatan Herkimer." kata Frak dengan geram. bung." Cy Ortiz tidak ada di tempat." Frank hanya mengangguk. Aku harus menyelidikinya. "Apakah ini bukan dibajak?' "Aku yakin memang dibajak." Avery terkejut mendengar cerita Joe. "Lagi pula ada ratusan truk yang demikian di jalan-jalan. keduanya masih gemetar. Tetapi ia memerlukan paling tidak dua jam. "Itu cocok. mengatakan bahwa ia sanggup memperbaiki sistem rem angin. Pak Hardy mengatakan. "Seharusnya aku sudah memecatnya." ia berteriak marah." kata pemuda Indian itu kepada Frank. Frank kembali beberapa kilometer tanpa melihat truk GMC. kukira kami akan tiba di sana besok pagi. Bersabarlah sedikit." jawab Avery." "Siapa?" "Bekas temanmu. Dan aku juga mendapat firasat siapa yang melakukannya. Dave Falcon yang juga seorang ahli teknik." kata pak Hardy. "Bolehkah aku menelepon perusahaanku di Boston?" "Tentu. "Terima kasih atas pertolonganmu. "Tetapi karena kelambatan untuk memperbaiki rem. bahwa ia ingin bertemu dengan kedua anaknya begitu tiba di Washington. apakah dapat melakukannya. "Dengan demikian kita dapat mampir di kantor polisi. maka ia berbicara dengan Ox Manley. Frank mulai gelisah. "Engkau mau apa?" tanya Avery. "Cara mengemudi yang luar biasa. Chet dan Avery baru saja turun dari truknya. ayo. "Jauh lebih menegangkan dari pada naik Jet coaster di Disneyland!" Tetapi tangannya yang gemetar memungkiri lagaknya hendak melucu. Setelah lewat setengah jam tanpa munculnya truk yang ketiga. "Mengapa trukmu itu?" tanya Frank.

Suatu bayangan sedang berlutut di tanah. bahwa pembajakan TV itu adalah yang terakhir yang . orang itu sudah memanjat di tangga kebakaran. "Ia mencoba melakukan sabotase pada tangki udara Freightliner. teman. tetapi tetap memakai pakaiannya ketika menyeruak ke dalam ruang sempit di belakang tempat duduk." kata Chet. Ia membuka sedikit pintu kabin truknya dan menjenguk keluar." pikir Joe sambil ke luar dari karung tidurnya. "Aku tak melihat wajahnya. "Ada apa?" tanya Frank. ia terbangun mendengar suara logam beradu logam. tepat di bawah tempat ia tidur. Ia melepaskan sepatu dan jaketnya. Joe melompat turun dan mengejar. yaitu kamar yang paling dekat dengan tangga. dan keduanya berisi dua tempat tidur. Karena gudang Ortiz di Washington tentu sudah tutup lama sebelum mereka sampai." kata Joe. Ketika ia tiba di jendela." kata Chet. dan orang Inggris yang bertubuh kecil itu memutuskan selanjutnya ia hendak tidur di truknya. Pagi-pagi esoknya. dan ia menarik kedua tangannya. Joe tersenyum." Frank menyetujui. Joe keluar dan naik ke truk. Tetapi suara itu terdengar lagi. Ia dengan kecewa melihat penjahat itu melompat turun ke tanah. aku masih merasa sedikit sakit karena jatuh di sumur lift. Mereka hanya kebagian dua buah kamar. "Aku akan kembali ke truk Freightliner. Tempat itu sudah penuh. Mereka baru siap untuk berangkat pada jam enam sore. Frank turun dari tempat tidur dan menyalakan lampu. Dave Falcon memeriksa sistem rem kedua truk. berpikir-pikir apakah telah bermimpi. untuk memperbaiki rem itu. Memang tidak luas. "Di Freightliner kebetulan ada karung tidur di belakang tempat duduk." "Itu pikiran yang bagus. orang itu melemparnya dengan kunci." kata Joe. "A-a-ada apa?" tanya Frank masih menggan-tuk. Kamar itu gelap. tetapi Joe masih dapat melihat bahwa pelarian itu sedang memanjat jendela hendak keluar. Ketika pemuda itu meletakkan kedua tangannya di ambang jendela untuk melompat. Ia nampak khawatir. Orang itu mendongak. Joe melompat ke luar dari jendela. lalu meluncur turun dari tangga kebakaran. bermaksud melompati si penjahat. tetapi kukira Ted Herkimer. Joe tak punya waktu untuk menjawab. Kedua truk itu tiba di gudang Ortiz Trucking Company kira-kira jam sebelas siang. "Ada sesuatu yang janggal. "Kukira penjahat itu tak cukup waktu untuk merusak. Ternyata Dave Falcon harus bekerja lebih lama dari dugaan semula. dan melihat orang itu menghilang dari pintu barak.di kamar dua puluh enam." Mereka kembali ke tempat truk White dan gandengan dari Freightliner. Chet masih tetap mendengkur lembut. "Engkau mau bersukarela?" "Ah." Setelah makan malam. Kilatan logam memperingatkan Joe. ternyata dalam keadaan baik. Tempat parkir yang dapat memuat dua puluh lima truk gandengan. tepat ketika kunci yang berat itu menghantam ambang jendela. "Nampaknya seperti ada yang tak dapat tidur malam ini. Orang itu memutar. dan kerikil di tempat parkir itu menyakiti kakinya. Ia terpaksa memperlambat larinya. orang itu membuka pintu kamar Chet dan Frank. Di tengah malam. Namun ia tak bersepatu. tetapi cukup bagiku. Ia segera bangun dan duduk. tetapi engsel pintu yang kurang minyak berderit. dengan sebuah kunci-mengutik ngutik tangkai udara rem angin! Joe mendorong pintu lebar-lebar. Mengingat kata-kata Ted Herkimer. kira-kira lima puluh kilometer sebelum Washington. Engkau boleh tidur di tempat tidur. Malam amat gelap hingga wajah orang itu hanya nampak samar-samar putih. mereka memutuskan untuk menginap di suatu tempat yang bernama 'Orville's Trucking Oasis." "Ya ampun! Kita ceritakan saja kepada Dave dan Avery!" Kedua sopir itu sangat marah ketika mendengar apa yang telah terjadi. tepat pada saat Joe merayap masuk dari jendela." katanya. di mana Chet tetap tidur selama peristiwa tersebut. Dengan demikian kita terlindung. tetapi lantai jeruji itu terlalu keras bagi kakinya yang telanjang. lalu bergegas lari mengejar. hampir tak cukup untuk memasukkan kendaraan-kendaraan mereka. Di lobby yang hanya diterangi lampu kecil tak nampak seorang pun. lari ke mobilnya dan pergi. keduanya di lantai kedua. Ia kembali ke kamarnya." kata Joe. Sambil menyumpah orang itu melompat dan lari. "Baik. Di lantai dua. Orang itu sudah lari di tangga ketika Joe masuk ke dalam.

"Pelatih rugby kita tentu akan mengatakan. "Tiarap!" desis Joe sambil menjatuhkan diri. aku yakin kita dapat mengetahuinya. para pemuda menceritakan pengalaman mereka. sebab ia tak berusaha untuk melenyapkan diri. "Ada orang yang mencuri-dengar. minta berhenti sebagai pembantu sopir. dapatkah engkau memberikan penjelasan kepada mereka?" "Oke. masuk ke jalan tanah." kata Joe. tetapi sesosok tubuh yang sudah mereka kenal sedang berlari-lari ke jalan besar." perintah Frank sambil menunjuk." kata pak Zegas. para pemuda itu berjalan dengan hati-hati di sepanjang jalan tanah menuju ke rumah. Ketika Chet bersuit dengan dua jari di mulutnya. Setelah taksi itu pergi. Joe telah berdiri dan menuju ke pintu. "Kita tepat memasuki gua singa!" kata Joe setengah berbisik. Mereka segera meminta sopir untuk menghentikan mobil. Ketika taksi memasuki jalan tanah. hingga tak melihat para pemuda tersebut. Tiba-tiba pintu terbuka." Sambil makan roti ham. Persembunyian Komplotan Herkimer melompat ke sebuah mobil Ford dan segera melarikan diri. pak Hardy berkata: "Kalian telah menghadapi pengalaman yang berat. ia berbicara sambil menoleh kepada seseorang. Pak Hardy membukakan pintu kamar dua puluh enam. Ia menuju ke timur pada Route 50 ke Route 2. para pemuda itu melihat Ford hijau itu diparkir di sebelah dua mobil di sisi kanan sebuah rumah di tepi air. kemudian kalian melaporkan apa yang telah terjadi. "Inilah agen FBI Stewart Zegas. Aku gembira bahwa kalian tak ada yang cedera. Stew. Herkimer rupanya tak sadar bahwa sedang dibayangi.direncanakan komplotan tersebut. "Ikuti Ford hijau itu. "Kita minta saja agar makan siang dikirimkan ke kamar. muatan yang ditulis sebagai alat-alat bor yang telah dibajak itu sebenarnya uranium. "Anak-anak. Kemudian mereka naik taksi menuju ke Glasgow Hotel. setelah berbicara dengan Cy Ortiz melalui telepon. Chet bertanya dengan cemas: "Apakah dia tidak kita suruh menunggu? Bagaimana kalau kita harus melarikan diri?" "Aku melihat sebuah telepon umum di pinggir jalan." Frank berkata: "Kalau kita dapat melacak Ted Herkimer. "Kami ingin sekali mendengar laporanmu. Sebuah taksi yang kosong kebetulan lewat." bisik pak Hardy. Kini sudah tiba saatnya kami memberitahu kalian. Truk gandengan Kenworth milik para pembajak serta truk penarik GMC terdapat di sisi lain rumah tersebut. Setelah beberapa saat ia membelok ke timur lagi. Sekarang tak nampak seorang pun. Kemudian dengan keras ia berkata: "Nah. Seketika itu pula ketiga pemuda itu lari ke luar ke jalan. Untunglah. . para pemuda itu." Ia lalu secara sembarangan berkata tentang sarapan esok paginya. Ketiga pemuda melompat duduk di belakang." kata detektif itu setelah memperkenalkannya kepada para pemuda. taksi itu memutar kembali. "Ia telah mengikuti kita kemari!" 6. kukira cukuplah untuk siang ini. Jumlahnya cukup bagi seseorang yang tahu teknologi membuat bom atom untuk membangun beberapa buah bom. Sementara Frank membayar sopir taksi. kira-kira tiga kilo yang lewat." "Berlari tiga kilo?" tanya Chet ketakutan. "Kita dapat memesan taksi dari sana. Setelah selesai. Ada seorang lagi yang bersama dia. dan Ted Herkimer ke luar. Ia membukanya sedikit dan Frank serta Chet mengintip ke luar dari atas pundaknya. Kami belum mengetahui siapa orangnya itu." kata agen FBI itu. hal itu baik bagi kita." sahut Joe. Sementara itu. lalu ke utara di sepanjang Teluk Chesa-peake. Melalui gorden yang tertutup nampak sebuah bayangan kepala orang. "Ted Herkimer!" bisik Joe." Suara gesekan pada jendela di sebelah pintu menghentikan percakapan mereka.

" katanya. dan mungkin tidak mampu membawa kembali perahu itu. semacam itulah. "Aku sudah lama mengagumi ayah kalian. namun ternyata gorden- gordennya diturunkan. Dengan hati-hati mereka mengintip ke dalam. Anda dapat mengirimkan rekening kepada ayah kalau perlu. Tetapi Pengawal Pantai mungkin akan menahan kita kalau kita mencoba melakukannya di siang hari. truk-truk. "Bongkar truk itu dan muatkan dos-dos itu ke perahu. Tetapi ia dapat menerima penjelasan bahwa hal itu adalah suatu rahasia. Seorang yang tegap berwajah lebar berkata dengan suara kasar yang telah mereka kenali. Mereka melihat para pembajak keluar dari rumah kecil itu dan mulai mengangkut TV Spectrocolor dari truk ke dermaga." kata orang tua itu. Mereka menempelkan telinga mereka pada kaca jendela namun tak dapat mendengar apa-apa. lima orang duduk mengelilingi sebuah meja. Sebuah perahu terbuka berukuran 4 meter bermesin tempel ditambat di sana. Chet berbisik: "Bila mereka berangkat nanti malam. "Ya. Mesin tempelnya berkekuatan lima puluh daya kuda. Kira-kira lima puluh meter ke sebelah kiri terdapat sebuah rumah lagi dengan dermaga pula. "Kalian dapat menggunakan perahu itu dengan cuma-cuma." Frank balas berbisik. Kami sedang menjalankan tugas berbahaya." "Itu pikiran yang bagus. Kami akan memberikan alamat kami di Bayport. Di tepian terdapat sebuah dermaga dengan tiga buah perahu motor yang ditambat. hingga mereka tak dapat dilihat dari sana ketika mereka mengetuk pintu. ketiga pemuda itu mengundurkan diri ke semak-semak. Tetapi di sana sibuk benar lalu lintasnya." usul Mack. "Kukira kini sudah aman. "Tidak. kira-kira cukup cepat untuk mengikuti . kita dapat mengikuti mereka dengan perahu di rumah sebelah itu." Mereka berdiri. pak Jones." "Baik. Tetapi itu kurang adil. lalu masuk ke rumah kembali. "Tetapi tidak perlu terus ke Mary Malone sebelum malam. "Ah. "Tergantung dari siapa kalian ini?" "Aku Joe Hardy." "Paling tidak kita muati saja dulu perahu-perahu itu. tetapi ia pandai memasak. Kita tunggu saja sampai malam. "Nampaknya ia pindah kemari. lalu dengan waspada mendekati rumah kecil tersebut. ini kakakku Frank dan yang ini teman kami Chet Morton. "Apakah anda mengenal tetangga anda di sebelah?" tanya Frank. Maka begitu malam tiba ketiga pemuda itu pergi ke dermaga." Ketika Mack dan ketiga orang temannya berdiri. Semua serba hening." Mereka merangkak melalui semak-semak ke rumah di sebelah. mengambil sebuah tas dari bagasi. "Mari kita bicarakan dengan pemiliknya. Di sana terdapat sebuah jendela bertirai yang terbuka. lebih baik Spectrocolor itu segera kita kirim saja ke kapal. Para pemuda menuju ke jendela depan." Herkimer menyetujui." "Apakah mungkin kami menyewa perahu anda?" Orang tua itu agak curiga. "Untuk meresmikan perjanjian ini. dan salah seorang adalah Ted Herkimer. Pintu pagarnya pada sisi yang membelakangi rumah para pembajak. perahu-perahu. Dengan berendap-endap mereka mengitari sisi lain. lalu naik ke perahu terbuka.Mereka melihat ketika si muka kapak itu menuju ke mobilnya." Pertanyaan-pertanyaan selanjutnya tak memberikan petunjuk-petunjuk baru." bisik Frank. tempat truk- truk diparkir. Papan nama di kotak surat di sebelah pintu bertuliskan CALB JONES. Lalu di sana dimuat ke kedua perahu. "Pak Jones?" tanya Joe." "Orang tua itu menaikkan alis matanya. Seorang tua yang jangkung bungkuk membukakan pintu." Frank berkata: "Kami sangat menghargai tawaran anda." "Lalu-lintas macam apa?" tanya Joe ingin tahu. Jelas bahwa ia ingin sekali mengetahui semua hal tentang perkara yang sedang mereka tangani. "Hardy dan anak-anak tak akan menemukan kita di sini." "Begitu juga baik. Ayah pasti mengganti kerugian kepada anda kalau hal itu sampai terjadi. bukan?" Ketika Joe mengaku bahwa merekalah itu." Calb Jones seorang bujangan yang tinggal seorang diri. Caleb Jones menerima mereka dengan hangat." kata Herkimer sambil mengangkat bahu. kalian kuajak makan malam. "Joe dan Frank Hardy? Tetapi bukan anak-anak Fenton Hardy. Dan banyak tamu-tamunya. Mack. "Kalau Fenton Hardy sudah mulai mengejar kita." "Jangan gugup.

"Jadi kita harus naik ke kapal itu?" "Itulah pikiranku. Sampai nanti. Awak kapal masih ada di kota untuk makan malam. Joe mengikatkan perahu itu pada tangga tali." Joe hendak berkata. kemudian berayun naik. Frank sedang berbicara dengan Chet." "Debu yang cukup basah. "Kalau kita dapat melihat buku log kapal itu. Perahu ketiga nampak kurang dari seratus meter." "Ada yang dapat membantu?" "Tidak. cukup untuk memutar ke sisi lain dari kapal." operatornya menjawab." bisik Chet. sepasang lampu yang ketiga nampak jauh di belakang mereka. "Barang apa itu kira-kira?" "TV Spectrocolor ." "Engkau sinting?" seru Chet. ingat? Kukira kita mempunyai peluang yang bagus untuk menyelinap naik tanpa diketahui orang. kira-kira pada jarak lima puluh meter menuju ke pantai. Chet yang masih belum merasa baik. "Dengan kecepatan ini kita akan terpaksa makan debunya. Mereka belum akan kembali dalam waktu dekat. ya! Aku harus ikut. ia mematikan mesin perahu dan menghanyut sampai cukup dekat hingga Joe dapat menangkap ujung tangga tali. Cahaya lampu mendekat dari atas depan. memandangnya marah. Makan waktu satu jam untuk memperbaikinya. tetapi dipotong oleh suara melengkingnya rantai derek yang lepas kendali." Chet menggerutu. Hening sejenak." Frank menjauh seratus meter lagi dari pantai. dan mulai merasakan gelombang dari Samudera Atlantik. Pada saat perahu kedua melewati mereka. "Mereka melaju dengan gas penuh. Mereka kini telah mencapai mulut Teluk Chesapeake. Tak ada gunanya hanya diam saja selama satu jam. "Mereka menjalankan perahu mereka dengan jarak waktu.. disusul oleh caci-maki. Perahu pertama telah kembah Beberapa menit kemudian perahu kedua lewat kembali ke dermaga. Perahu pembajak ditambatkan pada sisi kapal." bisik Frank. "Ada kerusakan pada derek. dan kita akan dapat mengetahui mereka semua. dan para pemuda mengikutinya dengan kecepatan sepenuhnya. Frank memperlambat jalannya ketika melihat sebuah kapal yang sedang berlabuh. "Apa yang harus kita lakukan?" Pada saat itu juga sepasang lampu perahu yang lain nampak jauh di belakang mereka. kemudian ia meneruskan: "Roda giginya pecah." Ketika perahu motor itu kembali menuju ke pantai. Di sana mereka menghanyutkan diri tanpa lampu untuk menunggu perahu-perahu pembajak. "Apa yang harus kita lakukan hanyalah berlayar sejajar dengan mereka. yaitu tujuan dari perahu pembajak. Chet menelan dan berhasil menguasai rasa mualnya. dan mereka hanyut sampai lima puluh meter dari kapal. menghadaplah ke samping. "Banyak sekali penjahat di sana!" "Kebanyakan masih di kota." "Baik. kalau mereka berlayar dengan kecepatan menjelajah. Dengan kecepatan rendah." kata Joe waspada. Segera setelah itu Frank mengangkat gas hingga mesin berjalan stasioner. dengan suara yang serendah mungkin." . agar mereka tak melihatnya ketika lewat. "Aku mabuk laut!" "Kalau begitu jangan memandangi aku saja. kita dapat mengetahui tujuannya!" Joe berkedip-kedip. menjauhi mesin derek. Frank meletakkan tangannya pada bahu adiknya. Segera pula terdengar suara kejebur yang keras. Ketika ia melihat tangga tali yang tergantung. Namun di kegelapan pun wajahnya nampak pucat." katanya. "Hukkk. Frank duduk di belakang dan menghidupkan mesin. Setelah di pertengahan." seru Chet. "Engkau menghilangkan satu peti. ia menjalankan perahu itu kira-kira seratus meter dam tepian. Dalam cahaya lampu 'parkir' kapal. para pemuda dapat membaca nama Mary Malone di haluan kapal. "Tak usah. "Barangkali ada baiknya engkau tetap di sini menunggu kami. mereka mengangkat muatan itu ke kapal dengan derek. ketika perahu itu mulai oleng. perahu para pemuda itu tentu tak dapat mengejar. Kami juga akan kembali dulu. Malam sudah gelap ketika mereka mendengar suara mesin perahu dihidupkan. Kemudian lampu di salah satu perahu menyala ketika meninggalkan dermaga.perahu-perahu para pembajak.." Frank memutar pengatur gas. ia menengok ke bawah." seru Joe. Tetapi jika mereka berlayar sepuluh tenaga. orang sinting!" terdengar suara memaki. "Hee.

Lebih jauh ke belakang mereka melihat ruang mesin di mana seorang ahli mesin sedang memeriksa alat-alat pengukur." Terdengar langkah-langkah kaki menjauh serta suara pintu dibuka dan ditutup. Ia melihat operator derek di seberang kapal. "Jadi kita dapat menunjukkan ciri- cirinya kepada polisi. mendatangi dari arah bilik depan yang terbuka . Joe mendahului menuju ke belakang. Yang lain-lain mungkin dari hasil bajakan sebelumnya. ke ruangan tempat muatan yang diterangi." kata kapten. Herkimer dan Larsoni. para pemuda itu melongok ke bawah." "Engkau juga ikut." "Aku yakin." Frank memanjat. Joe meneruskan memanjat lalu mengintip dari tepi geladak. "Mari kita ke luar sekarang. Herkimer sudah mengatakan hendak ke Atlantic Island. Tetapi ia merasa lega. Chet bangkit berdiri." Mereka mengundurkan diri seperti waktu datang. Ruangan itu hampir penuh dengan peti dan bandela kemasan. Ketika mereka sampai di pintu ruang makan. Mereka mengenali peti-peti Spectrocolor dan melihat bentuk petinya. "Mari ke bawah. mereka mengintip ke dalam ruang makan yang bersambung dengan dapur. Mack Larsoni dan seorang bertubuh besar berambut mulai memutih dan memakai pet bersulam benang emas." bisik Chet." kata Chet. engkau boleh angkat jangkar."Oke. Karena tak ada pekerja-pekerja di sana. Terperangkap Punggung Joe merasa merinding. lalu ke luar dari sini. ia mulai memanjat." "Masih cukup lama. lalu memberi isyarat kepada kedua temannya untuk menyusul. kapten. tetapi tak ada orang lain di dekatnya. Aku harus lari ke luar karena anak-anak Hardy itu mengetahui bahwa aku anggota komplotan. tetapi sedemikian hingga berayun-ayun dan hampir jatuh ke laut sebelum sempat menangkap tangga untuk berpegangan. Herkimer. "Mari kita lihat muatan itu. Dengan diam-diam mereka berjalan di sepanjang lorong samping di sisi kiri kapal dan sampai pada pintu ke tempat muatan kapal. Tangga menuju ke lorong yang memanjang dari depan ke belakang pada geladak bawah." Sesaat kemudian ia bertanya: "Di mana Atlantic Island itu?" "Dekat kepulauan Bahama." "Jadi ini muatan terakhir?" "Ya. "Atlantic Island. tiba-tiba Joe berhenti. itulah arti 'AI' di label peti." kata Joe. menuju ke pintu tingkap yang tadi dimasuki kapten dan kedua penjahat. Frank berbisik: "Tak perlu lagi melihat buku log sekarang. Mack menjawab dengan suara kasarnya. "Ya. Komplotan itu menandai muatan yang hendak mereka bajak dengan huruf-huruf yang menyebutkan tujuan mereka. Setelah mereka merayap ke balik sekoci penyelamat. aku akan menunjukkan tempat kalian. Kemudian ia mendengar Ted Herkimer berkata. pada salah satu bilik itu mereka mendengar suara kapten." jawab Joe. Dengan hati-hati Joe naik melompati pagar kapal." Frank mengusulkan. Sebab Fenton Hardy dan FBI sedang mengejar-ngejar kami. Dengan perlahan-lahan ia mendongak." jawab Mac Larsoni. Setiba di pintu tingkap lain. Ketika ketiganya hampir sampai. "Kukira kita sudah cukup melihat. tak seorang pun yang nampak di atas. Ayo naik. Keduanya kosong. Ted bilang untuk sementara tak ada lagi pembajakan. "Begitu engkau selesai memuat. "Aku akan ikut berlayar sampai Atlantic Island. Mereka merangkak maju. Larsoni?" tanya kapten." "Itu pikiran yang bagus. Ia mendengar suara! Kemudian tepat di atasnya terdengar lagi: "Selamat datang di kapal!" 7. sejumlah bilik-bilik terdapat pada kedua sisi. Sambil mengerang. dan melalui pintu yang terbuka.

"Kita harus berenang mengejarnya. lagi!" Ia berusaha membanyol. "La-la-lu bagai mana kita?" "Lebih baik mencari tempat untuk bersembunyi. mereka melihat ketiga orang tersebut berada di pagar kapal di seberang. "Di sini terdapat harta yang besar dari hasil curian. "Nah. "Berapa kecepatan kapal ini menurut perhitunganmu. Perahu itu hanyut beberapa meter menjauh." seru kapten kepada pengemudi perahu motor. alat-alat komputer. Setelah mereka menghilang ke bawah. Joe melintasi geladak ke sisi kiri kapal. "Aku khawatir." jawaban yang terdengar. Ketika mereka menaiki tangga dan melongok dari pintu tingkap." kata Chet. dan mereka melihat tambangnya putus. sampai ketiga orang tersebut hilang dari pandangan melalui pintu tingkap menuju ke atas. "Engkau bergurau?" "Mungkin kita dapat mencuri makanan dari dapur. kalau sudah kita cari tempat untuk kita sendiri. "Dua sampai tiga hari. "Rupa-rupanya kita terpaksa ikut ke Atlantic Island. berderet almari almari es yang telah dibajak dari truk Jerry deToro. "Kalau saja ia menyebutkan nama bossnya. orang-orang di pagar seberang menuju ke pintu. "Aku akan menyediakan selimut dan liang gelap yang nyaman. "Berapa lama kira-kira sampai di Atlantic Island?" tanya Chet. Mereka menemukan semacam lubang berukuran tiga meter persegi. Joe?" "Dua puluh dua knot. tetapi mereka tahu. Pada saat itu. "Gratis." Dengan diam-diam mereka bergerak di sepanjang gang-gang yang terbentuk di antara tumpukan peti dan bandela." kata Frank dengan tegang. barangkali. "Dalam badai ini? Kita akan tenggelam!" Wajah Chet semakin menjadi pucat." jawab Frank. "Nah. "Tak ada pilihan lain. Chet nampak ketakutan." "Bagaimana kita dapat makan?" tanya Chet. "Waktu yang paling aman untuk mencuri mungkin pada waktu tengah malam." kata Joe. dan para pemuda bersembunyi di balik sekoci penyelamat.pintunya. Pada dinding sebelah kiri. "Apakah engkau tak dapat bertahan beberapa hari tanpa makan?" tanya Joe. "Telepon Boss. kalau sekarang kita dapat memperoleh beberapa permadani dan baju bulu itu diikat menjadi bandela dengan plat-plat besi." usul Frank." jawab Joe. alat-alat rumah tangga. mari kita ke luar. jauhnya kira-kira seribu delapan ratus kilo. sekarang kita periksa dulu barang-barang ini. karena lampu-lampu ruangan itu dimatikan. kita hanya kebagian lantai tanpa alas. permadani permadani dan baju-baju bulu binatang. Frank mengangguk. "Kalau kita harus tinggal di sini selama perjalanan. "Mari kita lihat. Ia menyalakan senternya yang kecil itu. Mereka mendapatkannya di depan pintu muatan. "Yaaah. dengan diikat erat-erat. Laut telah lebih berombak selama mereka berada di kapal. Tetapi kukira kecepatan jelajahnya kira-kira enambelas sampai delapan belas knot." Mereka merangkak-rangkak ke geladak. aku tak jadi ikut dalam perjalanan gratis ini. Frank." kata Frank. tentu ada jalan lain ke ruang muatan. bagaimana sekarang?" tanya Chet cemas." kata Joe. Chet dan." kata Joe. Dengan segera para pemuda itu melompat masuk ke kamar makan. apa yang ada di bagian belakang. yaitu dengan tangga. Tanda-tanda pada peti-peti yang lain menunjukkan berisi mesin tulis listrik." Frank menghitung dalam hati. Setelah hening beberapa saat. lalu di sepanjang pagar menuju ke tangga tali. "Oke. dan kapal itu mulai oleng dengan sangat." . lalu turun dua geladak ke dalam ruang muatan. Kami akan mencarikan engkau kue-kue untuk tengah malam. "Nah. katakan bahwa kami telah mulai berlayar." bisik Joe. namun suaranya seperti tercekik. Untuk membukanya diperlukan gunting besi." bisik Joe. yang terbentuk dari peti- peti yang ditumpuk pada tiga sisi. "Ah. Pintu muatan telah ditutup dan dikunci." Chet mengeluh." kata Frank. "Ini cukup nyaman. Sebuah ombak besar menyapu perahu mereka dengan menghantam sisi kapal. mereka ke luar dan melanjutkan jalan ke luar.

"Ke atas sana!" bisiknya. Ketika Joe telah naik. sepotong ham dan sepotong keju yang besar di dalam almari es."Kalau aku dapat hidup sampai sekian lama. "Apa maksudnya ini?" tanya Chet. Semuanya serba gelap. ketika si muka kapak itu membelok di sudut. Kedua ruangan itu hanya terpisahkan oleh sebuah meja panjang." baca Frank. dari mana engkau dapat melihat orang yang datang ke ruangan ini!" "Tetapi aku ingin melihat makanan apa saja yang ada!" Chet membantah. Para pemuda itu duduk-duduk di persembunyian mereka yang gelap sambil bercakap-cakap dengan berbisik. Tak lama kemudian mereka mendengar suara jangkar diangkat dan kapal mulai berlayar." tanya Chet sambil menunjuk tanda-tanda tercetak yang hampir tak nampak. Frank dan Joe menyalakan senter kecil mereka pada peti-peti yang telah ditandai oleh Herkimer. "Chet. Joe bangkit. "Aku akan jaga." "Kalau begitu seharusnya UI. Para pemuda saling berpandangan dengan cemas. Mereka mengambil . "Nyalakan sentermu!" bisik Chet. namun sedemikian hingga cahayanya dapat terlihat dari lorong. Joe merayap tengkurap di atas peti. "Apakah lebih baik dia kita lemparkan ke laut saja?" tanya Joe kepada Frank dengan jengkel. lalu mengintip ke dalam gang di antara barang-barang. para pemuda itu meninggalkan ruangan muatan untuk menyerbu dapur! Tak seorang pun nampak di lorong geladak tengah. Mungkin kita akan sampai dalam dua hari. "Lihat ini. "Mungkin peti-peti ini ke sana tujuannya. Setelah itu lampu padam lagi. apa bunyinya yang ada di bawahnya: 'sukucadang alat-alat bor'!" "Aku yakin ini berisi uranium!" seru Joe. Dengan segera Chet mengangkat Frank pula." Tiba-tiba lampu di ruang muatan menyala. "Itulah arti tanda 'U' itu. Mereka berhasil tepat pada waktunya." kata Frank." kata Joe menyangkal. dan mereka berhasil mencapai ruang makan tanpa gangguan. Herkimer membawa pensil cat di tangannya. Pada setiap peti tersebut tertulis huruf "U". Joe memindahkan sinar senternya. Tangkap Keluarga Hardy Pada waktu tengah malam. Ketiga pemuda detektif itu melompat turun lagi." Dengan mendengar suara mesin. "Fargo Mining Company. "Di kelompok Atlantic Island terdapat sebuah pulau bernama Ulster Island. Chet mengangkatnya ke atas sambil menegakkan tubuhnya. Joe menerangi jalan melintasi ruang makan menuju ke dapur. kembalilah ia ke gang antara deretan tumpukan peti. Sambil membungkuk dan membentuk sanggurdi dengan kedua tangannya. "Kalau saja ada lampu. "Duduk-duduk begini selama tiga hari akan sangat membosankan." Chet mengeluh. Mereka melihat daging panggang." Chet mendapat ilham. "Apa yang diterakan pada peti-peti itu. Setelah menandai beberapa peti di ruangan itu. Di dalam almari kabinet terdapat beberapa potong roti. Joe berkata: "Kukira kita melaju lebih cepat dari yang kuduga semula. dan menunjuk ke atas tumpukan peti-peti. ia memberi isyarat kepada Joe untuk menginjakkan kakinya pada sanggurdi tangan itu." kata Chet murung. Ketiga pemuda itu bertiarap dan mengintip dari pinggir tumpukan peti. Sambil menarik kepalanya ia berbisik: "Ted Herkimer! Ia menuju ke arah sini. jagalah di suatu tempat. lalu menaikinya. aku akan jaga!" Kata Chet sambil melangkah kembali ke ruang makan. Kita telah menemukan muatan yang dicari pihak FBI!" 8. Kemudian Joe dan Frank menjulurkan tubuhnya ke bawah dan menarik tangan si gemuk ke atas. Para pemuda itu memperhatikan dia kembali ke tangga.

" kata salah seorang dengan khawatir. pak." Sesaat kemudian langkah-langkah kakinya terdengar ke suatu arah. hanya diseling dengan makan siang dan makan malam. sedangkan kedua awak itu ke arah yang lain. hanya makan setengah potong. Kemudian ia memadamkan lampu." perintah koki itu. "Ia dapat memergoki kita daripada kedua awak itu!" "Betul. "Ia tentu tahu bahwa makanannya telah berkurang. Bukan kami!" mereka menyangkal. bangsat!" "Kami hanya masuk untuk melihat-lihat apakah semuanya beres. Ketiga pemuda kembali masuk ke ruang muatan sambil membawa roti mereka. lalu membuat selusin sandwich dan membungkusnya dengan kantong kertas. "Engkau tahu bagaimana dia." bisik Chet." sambung Joe. Setelah itu mereka membersihkan jejak-jejak bahwa mereka pernah ke tempat tersebut. Ketika kedua awak kapal itu menyalakan lampu di ruang makan. pak.pisau tukang daging yang tajam. pak. "Semuanya beres!" "Oo. "kita akan menyudutkan mereka lagi." "Tidak bisa. "Teruskanlah. yang gagal mencuri makanan karena kepergok kapten." Frank mengangkat bahu. "Kalau kupergoki sekali lagi kalian berkeliaran di sini kecuali pada waktu makan. Kira-kira pada jam lima pagi." "Koki tentu akan marah-marah kalau tahu ada makanan yang hilang." kata salah seorang awak. Mereka tidur dengan gelisah di lantai kapal. "Ayo kembali ke ranjangmu. Joe dan Frank tak makan apa-apa. "Kukira ini mungkin akan diketahui oleh koki." "Ia tak akan tahu bahwa kita yang mengambilnya. "Kalianlah yang mencuri di dapur tadi malam." . Chet segera hendak berpesta begitu sampai di persembunyian mereka. "Kita berhutang budi kepada kedua awak itu." kata Joe." kata kapten. mereka melihat dua orang awak yang kemarin malam." Frank menyarankan. Mereka masing-masing sarapan dengan sepotong roti." Chet kelihatan ketakutan. Pada tengah malam mereka kembali menyelinap ke atas. kalau ia melakukan inventarisasi yang baik. Baru saja akan sampai ketika temannya yang ada di pintu berbisik: "Ada orang datang!" Kedua orang itu bergegas kembali ke lorong. Koki yang ceking berwajah pemarah itu melangkah keluar. Sesaat kemudian lampu dapur dinyalakan. Joe memperingatkan: "Masing-masing mendapat empat potong roti." kata yang seorang lagi. sebelum ada awak papal yang bangun. "Agar koki tak mengetahuinya. kupergoki kalian sekarang. agar jangan sampai ada yang mencuri makanan. dan kita tak akan memperoleh lagi sampai besok malam. kita harus kelaparan?" "Kita ambil saja sedikit untuk masing-masing. Ketiga pemuda itu mendengar Kapten kapal itu berkata: "Untuk apa kalian ada di dapur?" "Koki menyuruh kami memeriksa. Kemudian mereka kembali ke kapal tanpa diketahui orang. Pada saat itu Chet bergegas masuk. "Sembunyi!" ia berbisik. Dengan mengintip melalui atas meja mereka melihat dua awak kapal berdiri di sana. melintasi lorong kembali ke biliknya." Ia melangkah menuju ke dapur. hampir saja. kemudian harus menghabiskan siang yang membosankan itu dengan duduk-duduk. Dengan segera ia mencucinya lalu mengisinya dengan air. Boleh saja engkau makan sekehendakmu. terdengar suara orang: "Ahaaa." Chet. Ketika mereka mengintip dari sudut lorong ke dapur. mengingat akan lapar yang masih akan diderita. tetapi engkau tak akan memperoleh bagian kami. akan kucincang kalian dengan pisau daging!" Kedua awak kapal itu bergegas keluar." kata salah seorang awak itu membela diri. "Ada orang datang!" Joe memadamkan senternya dan ketiga-tiganya bersembunyi di bawah meja panjang. memandangi kedua awak itu pergi." "Dan kalau kita mengambil makanan lagi. "Maksudmu. "Waaw." kata Frank. mereka menyelinap ke atas untuk cuci-muka. "Engkau kemari untuk melihat makanan apa yang dapat kaucuri!" jerit koki itu. "Aku lapar. "Bagaimana dengan minumannya?" Joe menyinari ke sekeliling dan mengambil sebuah botol bekas buah berukuran dua liter dengan tutup yang diputar.

Mack Larsoni dan salah seorang pengawas pelabuhan sedang bercakap-cakap di depan mereka.Sejumlah kecil makanan yang mereka ambil ternyata sudah mencukupi. mereka lalu naik ke tangga di sisi kanan. lalu berjalan menuruni jembatan ke dermaga." kata Chet dengan cepat sambil menunjukkan kantong kertasnya. Mereka sampai di geladak atas tanpa diketahui. "Karena itulah boss memilih pulau ini. Joe bertanya: "Bagaimana kita dapat ke luar di tengah kesibukan ini?" "Kita santai saja. "Pengawas pelabuhan." "Oo. "Siapa kalian ini?" ia bertanya. karena kapal itu ternyata berlabuh pada jam sebelas esok paginya." bisik Frank. Engkau tentu tak mengharapkan aku meninggalkannya. Ketika mereka mengetahui dari suara-suara di atas serta melambatnya suara mesin. Larsoni yang kasar itu berkata: "Tidak. Dengan perhitungan bahwa kebanyakan awak berada di sisi kiri. Setelah beberapa saat seorang mandor pengangkut berjalan melewati mereka. "Siapakah sebenarnya boss kita?" "Engkau akan tetap sehat kalau tak bertanya-tanya macam itu. Dengan demikian ia membelakangi jembatan ke dermaga. Mereka ini akan dibawa ke Pirate's Port. Para pemuda itu menuruni jembatan tanpa tergesa-gesa. Rupa-rupanya seluruh awak berada di geladak atas. sebab dia belum pernah melihat mereka. Ia mengangkat tangannya dan berkata: "Mana kartu pengenal?" "Aku sedang disuruh mengantarkan sesuatu yang penting untuk syahbandar. ketiga pemuda itu merayap-rayap ke geladak tengah. bahwa kapal sedang berlabuh. para pemuda itu ke luar dari bawah sekoci. "Apa yang kausenangi tentang atlantik Island ialah. "Jangan kaugelisahkan tentang mereka." kata Herkimer dengan dingin." kata Mack Larsoni. bukan?" Pintu tingkap di atas kapal dibuka dan para awak mengangkut barang-barang ke geladak." kata Ted Herkimer." Kedua orang itu menyeberang ke sisi lain. Untuk pertama kali Joe melihat kantong kertas yang dibawa oleh Chet. "Silakan. Ketika mereka melewati dia." "Sekehendakmulah." kata pengawas itu. tetapi tak berusaha untuk menghentikan." kata Herkimer. Dari suara- suara di atas mereka dapat mengetahui. mengira bahwa kantong kertas itu berisi uang sogokan. Ketiga pemuda itu melanjutkan jalan-jalan santai. senior. Mandor itu mengangkat bahu dan meneruskan jalannya. Seperti tak ada apa-apa. Dua pasang kaki berhenti di depan mereka. Chet dan Frank menyusul. karena mandor tadi sudah memeriksanya. Kata-kata itu menyebabkan sunyi sejenak. berjalan seenaknya. semua jenis muatan dapat memperoleh harga tanpa banyak pertanyaan. agar aku jangan terhambat. Mungkin ia mengira. "Dua orang ini adalah pengawal." Frank menyarankan. tetapi segera mendengar langkah-langkah kaki mendekat. "Ayo. "Apa itu?" ia bertanya. pak pengawas. "Kedua potong roti yang belum kita makan. mereka berjalan melintasi geladak menuju jembatan ke dermaga. Ketiga pemuda itu tidak khawatir terhadap Mack Larsoni. Mereka bersembunyi di sebuah sekoci penyelamat." Tiba-tiba suara Ted Herkimer terdengar dari belakang: "Itu anak-anak Hardy! Tangkap mereka!" . ia memandangi mereka. Mereka telah disogok. "Katakanlah. Ia berhenti. Di bawah seorang berseragam keamanan pelabuhan berdiri mengawasi. Herkimer pergi ke pintu tingkap muatan. dan memandangi mereka dengan curiga." kata orang berseragam itu." tanya Larsoni ingin tahu. Setelah mengintai-intai ke segala jurusan dan tak melihat seorang pun di sisi kanan kapal. Peti-peti yang bertanda "U" itu tidak ditinggalkan di sini. sebab mereka tak melihat seorang pun. bahwa sisi kiri kapal itu bersandar di dermaga." kata Joe dan berjalan cepat melewati dia. Namun mereka segera bersembunyi di balik peti-peti ketika Ted Herkimer. mengawasi peti-peti yang diderek ke atas geladak. Kemudian Mack berkata: "Siapa yang datang ke atas itu?" "Hanya pengawas pelabuhan.

Jaraknya lima puluh meter dari pinggir dermaga sampai ke sederetan gudang." "Lalu. melihat-lihat ke semua jurusan. ia berkata dengan heran: "Lho. tetapi yang keempat menubruk Chet." Herkimer menjelaskan. Larsoni dan awak kapal yang lain kembali ke kapal. melemparkannya ke lantai. "Kalau mereka muncul lagi. Joe membentur orang yang pertama dengan sikunya hingga tersingkir. Rupa-rupanya kuli-kuli itu sedang mengepak mesin- mesin cuci tersebut ke dalam dos karena ada yang sudah berisi dan banyak lagi yang masih kosong. dan roti berhamburan di tanah bersama daging dan keju. Yang seorang mengayunkan tinjunya kepada Frank. Larsoni dan beberapa awak kapal berlari di jembatan mengajar para pemuda. Kemudian mereka masuk lagi. lalu mencegat mereka." katanya tersengal-sengal. Namun benturan itu harus dibayar mahal oleh Chet. lalu . namun sama sekali tidak trampil seperti seorang petinju. Orang itu mengeluh pun tidak! Ia bahkan mengayunkan tinju kirinya. menangkis pukulan atau mengelak sementara lawannya terus mengaun- ayunkan kedua tangannya. Rasanya bagaikan mengenai sebilah papan. Ted Herkimer berkata kepada Larsoni: "Mereka tentu mempunyai mobil yang sudah menunggu. Frank segera melompat bangun dan terus lari. lalu masuk ke dalamnya. Chet mendesah desah bagaikan sebuah lokomotif sementara mereka mendekati gudang-gudang. "Biarpun ia membawa pihak FBI kemari. Di sisi lain juga ada pintu yang terbuka. Joe membalikkan salah satu dos hingga lubangnya menghadap ke belakang. Joe dan Frank merangkak ke luar dan menjulurkan kaki mereka ke kedua orang.lalu didudukinya! Ketika yang tiga orang lagi melepaskan mesin cuci untuk menyerbu dia. apa?" kata Larsoni yang kasar itu. Ketika dos itu tak bergerak sedikitpun. Mereka baru saja masuk ketika terdengar selusin pasang kaki berlari-lari lewat. Ia memang kuat bagaikan sapi jantan. dari mana kuli- kuli tadi ke luar. namun Frank mengelak lagi. menangkap orang itu. Joe mengeluarkan pisau lipatnya untuk membuat lubang kecil di sebelah kanan dinding dosnya. kuingin mereka segera ditangkap. Bungkusan yang dipeganginya sobek terbuka. Ketika kuli itu jatuh menimpa dirinya. Frank dan Chet segera menirunya. Akhirnya Frank berhasil mencuri pukulan jab kiri hingga lawannya terhuyung. Orang itu jungkir balik ke belakang dan mendarat dengan punggungnya dan napasnya terhembus keluar. Joe mengangguk dan menuntun mereka ke pintu yang terbuka untuk truk. Pemuda itu mundur mempertahankan diri. Tiga di antaranya mengangkat sebuah mesin cuci sedang yang seorang lagi meraih dos yang kiranya masih kosong. Dengan mengintip. Frank melakukan body-blok ke yang lain." Akhirnya. dari pada terus lari. Chet menangkap bajunya dan pada saat yang sama meluruskan kedua kakinya. ia melihat kelompok orang-orang itu berdiri di luar pintu. Si gemuk berguling terlengang. Herkimer. Keduanya jatuh tersungkur. Dua orang yang jatuh terganjal kaki Frank dan Joe bangun kembali. Itu berarti bahwa Fenton Hardy sendiri juga ada di sana. empat orang kuli muatan yang mendengar teriakan Herkimer berlari ke luar dari salah sebuah gudang. Ketika mereka sampai di dekat dos-dos yang terguling. tetapi mereka memperlambat lari mereka untuk melihat ke sekitarnya. tanpa apa- apa kecuali tempat terbuka di antara mereka. mereka tak mempunyai landasan hukum di Atlantic Island. Ketika Herkimer. kok sudah diisi. "Namun bagaimanapun mereka dapat menimbulkan banyak kesulitan. berguling melepaskan diri ketika orang itu juga terhempas jatuh. Chet menekuk lututnya hingga ke dagunya. Pemuda itu mengelak dan mengirimkan tinjunya ke perutnya. hingga orang yang didudukinya mengerang kesakitan. lalu menangkap perut lawannya dengan kedua kakinya. Kuli-kuli itu rupa-rupanya belum pernah main rugby.9. Terjun Bebas "Lari!" seru Joe. Chet begitu saja berlari menabrak yang dua orang lagi dan membuat mereka jatuh terjengkang." Dengan cepat Chet melompat keluar. "Sembunyi saja. Di sebelah kiri mereka ada sederetan tumpukan dos besar dan beberapa mesin cuci. sementara kuli- kuli kembali ke pekerjaan mereka.

Di dekatnya ada pula sebuah bank. Hotel Atlantic!" Hotel itu berada di tengah-tengah pusat pertokoan." Semua telepon dan operator penghubungan telepon diminta melaporkan semua usaha untuk menelepon keluar dari pulau ini. dan kita langsung melewatinya." kata penerima tamu itu dengan congkak. Musuh itu terduduk. "Aku tak percaya! Orang itu tentu bersekongkol dengan penjahat!" "Ah." Para pemuda itu saling berpandangan. hingga mereka dapat segera mandi dan berganti pakaian. Frank berkata: "Aku baru saja mencoba minta hubungan telepon ke Amerika Serikat. pak. sersan jaga rupanya sudah menunggu kedatangan mereka. Ia menyuruh mereka masuk ke kantor seorang kapten yang tampan bertipe orang Latin." kata Joe. mereka lalu berjalan kaki. matanya nampak juling.disusul dengan pukulan kanan yang mematikan. Sebuah pukulan one-two pada rahang menghabisi perlawanannya. lalu jatuh tertelentang." kata kapten Sanchez. Sambungkan dengan Markas Besar FBI di Washington DC. jejak-jejak bis kota nampak membelok memutar dan menuju ke jalan yang berlawanan arah. Joe bertanya kepada kondektur." kata Frank. "Tolong sambungkan dengan jalur luar. Ia duduk lalu bertanya: "Siapa yang hendak kalian hubungi?" "Ayah kami. Kedua lengan lawan itu terkulai. pak." Ketika Frank meletakkan pesawatnya dan memberitahu kedua temannya. Chet meledak marah. ke perut dan wajah lawannya. Ia mendaratkan pukulan beruntun. "Sudah tentu. suara petugas yang sopan itu yang menyahut." Frank bertanya: "Apakah kami dapat memperoleh izin?" "Barangkali. mudah untuk mengetahuinya. tetapi polisi setempat telah melarang hubungan keluar tanpa izin polisi. aku belum pernah mengalami hal demikian. itu memang kebijaksanaan kami. Sebuah bis kota sedang diparkir di tikungan tersebut." kata orang itu. Frank menggunakan kartu kreditnya untuk menarik lima ratus dolar. "Petugas hotel itu mengatakan bahwa kalian minta dihubungkan dengan FBI. Chet bangun dari orang yang didudukinya. kemudian terguling ke samping." "Mengapa?" "Kebijaksanaan pemerintah. lalu melompat bangun. Kapten itu berdiri dan memperkenalkan diri sebagai Luis Sanches. terhuyung. Ketika mereka mengetahui bahwa jauhnya hanya dua blok. Ketika mereka menaikinya. Ia memilihkan bagi mereka sebuah kamar di lantai empat dengan dua tempat tidur besar dan sebuah dipan." "Oke. "Mari kita ke kantor polisi. ia hanya terengah-engah mencari udara." Kapten itu menaikkan sebelah alis matanya. dan karena mungkin harus menggunakan banyak uang." Setelah beberapa saat petugas itu berkata: "Maaf. Chet berkata: "Anda pun akan nampak lusuh kalau terpaksa harus tidur selama dua hari di palka kapal. "Kami akan menyambungkannya. tetapi kuli yang tergolek itu tak berusaha untuk bangun. Itu dapat berarti kesulitan besar. tetapi Joe berguling ke samping. Setengah blok lagi. dia mana mereka dapat mencari hotel. Para pemuda itu membeli pakaian baru sebelum mendaftarkan diri di hotel. Seorang petugas yang sopan dan berpakaian rapih mendengus sombong melihat pakaian mereka yang lusuh ketika mencatatkan diri." "Kuakui." "Ya. Setelah mandi dan berganti pakaian. Para pemuda lalu berlari ke pintu yang jauh. Orang itu mencoba hendak menendang kepalanya. mereka membicarakan gerakan mereka selanjutnya. Anehnya. Tiba-tiba mereka sadar bahwa mereka merupakan musuh tanpa paspor di negeri asing." Sepuluh perhentian kemudian kondektur berseru: "Carson Street. tetapi penerima tamu di hotel kami mengatakan bahwa kami perlu mendapat izin dari polisi. kalau paspor kalian beres. pak. lawan Joe beruntung dapat mendaratkan tinju kanannya hingga Joe terkulai roboh. "Aku akan memberitahu di mana kalian harus turun. Sebaliknya. Sementara itu." "Ia telah menelepon kemari?" tanya Frank." Mereka turun dan bertanya kepada petugas di meja itu di mana kantor polisi. pak. atau bahkan . "Hotel Atlantic cukup bagus. serta bertanya apa yang kiranya dapat dilakukan untuk mereka. Mereka memutuskan untuk menelepon pak Hardy di Washington dan minta petunjuknya. Ketika Frank mengangkat gagang telepon.

"Jelas. menghidupkan mesin dan mengeluarkan pesawat dari hangar. Kukira." jawab Freddie. "Tom Fredericks." saran kondektur." kata Freddie." "Ya ampuuun!" seru Chet. pilot bertanya: "Apa urusan kalian di Pirate's Port. "Itu ada tempat. Freddie dengan mati-matian menangani alat- alat pengemudi dan berhasil meluruskan terbangnya pada ketinggian lima ribu feet. kapan pesawat berikutnya yang menuju ke Prate's Island. Kalian hendak ke mana?" "Pirate's Port. Frank membayarnya dan pilot menyuruh mereka naik. Kapten itu tak ingin mendapatkan kesulitan dengan warga negara Amerika yang berpengaruh. Mereka mengucapkan terimakasih. lagi pula kota mati. tuan-tuan?" "Hanya melihat-lihat pemandangan. mereka bertanya pada petugas bagian penerangan. Tetapi Frank telah memperhitungkan keadaan." Setelah mereka selesai makan. Ketika mereka tiba di lapangan terbang yang kecil. Mungkin pula banyak ikan hiunya! Chet hendak meraih sebuah payung udara. "Corsair City hanya satu-satunya kota yang tidak besar. "Wisatawan?" "Begitulah. "Kami hanya ingin melihat Pirate's Port. Mack Larsoni mengatakan kepada inspektur pelabuhan bahwa peti-peti bertanda "U" akan dikirimkan ke Pirate's Port? Mungkin kita juga harus ke sana. Joe bertanya: "Berapa lama penerbangan ini?" "Kira-kira satu jam. "Lusa. Ia menunjuk ke sebuah warung taco. Joe berkata: "Ingat.penjara! Frank berkata: "Aku meninggalkannya di hotel. Orang- orang memanggil aku Freddie." Pesawat naik sampai sepuluh ribu feet. .' kata Chet. wajahnya pucat. mereka kembali ke tempat bis kota dan bertanya kepada kondektur. Joe berkata: "Gertakan dengan paspor itu hanya untuk menutup jalan kita saja." "Di mana itu Pirate's Port?" "Sebuah pulau kecil agak jauh dari sini." jawab Frank. lalu meletakkan tangannya ke pundak temannya. Mungkin kami akan ke tempat lainnya kelak." Para pemuda itu melihat ke bawah." kata Joe. Ia menegakkan diri memandangi para pemuda ketika mereka mendekat. Siaplah untuk terjun." "Lima puluh dolar setiap orang. Tetapi pada saat itu pula mesin kedua batuk-batuk lalu mati. Dengan suara panik pilot berkata: "Kita akan jatuh! Pakailah payung udara yang ada di rak di atas kepala kalian. Nama di atapnya berbunyi ATLANTIC ISLAND CHARTER SERVICE. sebuah B 24 dari Perang Dunia II." kata Freddie." Di hangar itu hanya ada sebuah pesawat." "Terimakasih. Ketika telah mengudara. Aku akan senang sekali menerbangkan kalian ke pulau-pulau yang lain." "Di mana?" "Ke luar dari pintu itu langsung ke lapangan. polisi di sini sudah bekerja sama dengan para penjahat. kalian akan melihat sebuah hangar kira- kira seratus meter ke kanan. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" "Bagaimana kalau makan?" usul Chet." "Tak banyak yang dapat dilihat di sana. "Apakah anda pilot pesawat charteran?" Orang itu mengangguk. Pesawat menukik tajam. di mana letaknya lapangan terbang. "Hanya dua penerbangan dalam seminggu. tetapi ia juga menghendaki bahwa kita jangan mengganggu kedudukannya. kita lupakan sajalah. Tiba-tiba salah satu mesinnya mati dan baling- balingnya berhenti. Seorang yang langsing berwajah keras berpakaian penerbang sedang memeriksa ban-ban rodanya." Frank mengangguk." jawabannya. Ke mana pun mata memandang yang nampak hanya air. Ia memakai helm dan kacamata. "Kita harus terbang ke sana. "Apakah ada cara lain untuk ke sana?" "Kalian dapat mencarter pesawat." Mereka makan taco di meja luar sementara membicarakan tindakan mereka selanjutnya. Telepon itu memang tak terlalu penting. Pesawat tinggal landas dengan menderu-deru. tetapi bersepakat untuk kembali ke hotel dulu untuk mengambil barang-barang mereka." Ketika mereka sampai di luar. "Ambil jalan ini dengan arah yang berlawanan. tidak usah.

"Engkau sudah menerima seratus lima puluh dolar untuk ongkos menerbangkan kami ke Pirate's Port. Chet berkata: "Seharusnya dia kita adukan karena memaksa kita untuk terjun. "Kalau pada waktu itu engkau belum juga melakukannya. "Kita dapat mengenakan pakaian pribumi." Joe menyimpulkan.zheraf." kata Joe." Ketiga pemuda itu meninggalkan kamar mereka. Ia berpaling ke belakang. "Orang itu hanya menggertak." bisiknya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka itu adalah pekerja kebun tebu." "Jawabannya ialah penyamaran."Tidak usah. bernama Ascot." kata Frank." Freddie mengejek. "Di mana-mana pun kita tidak aman. kami justru mengadukan engkau untuk korupsi. dan sadar bahwa Freddie adalah anggota gerombolan yang sedang mereka kejar. atau Freddie memang anggota komplotan." kata Frank." Pesawat membelok kembali ke arah Pirate's Port." ============================== Ebook Cersil (zheraf." "Ketika kita meninggalkan hotel. "Kita cari taksi ke Corsair City dan mencari hotel." kata Chet. Chet. yang mereka selipkan di kain ikat pinggang. "Mari kita ke luar. Menyamar Sebagai Indian Freddie tak mendengar apa yang dikatakan Frank. Tempat ini penuh dengan orang Indian.com) Gudang Ebook http://www. Ia menelepon kantor pelabuhan. mencari toko pakaian yang mereka butuhkan. pilot membawa pesawatnya ke terminal. Banyak di antara prianya yang membawa machete atau golok. Sambil memandangi B 24 itu mengangkasa." "Untuk itu kita tak dapat berbuat apa-apa kecuali harus hati-hati. aku akan menarik engkau dari kursimu dan engkau kududuki. . "Mengapa kalian tak memakai payung udara?" ia menjerit." kata Joe. lalu segera tinggal landas lagi. "Sebab kita lebih tahu. "Atau dia telah menyogok si pilot. berenang sajalah." kata Joe." katanya kepada pilot. ia berkata: "Tidak akan datang sebelum jam sembilan besok. setelah berkurang takutnya. "Mungkin sekali para penjahat itu juga menguasai tempat ini. Jangan coba- coba mengumpankan kami pada ikan Hiu!" Pilot itu menyumpah-nyumpah." "Tidak! Tidak bisa!" kata Frank. tetapi pesawat ini dapat terbang dengan satu baling-baling. Setelah mencatatkan diri. Apa yang dikatakan Chet memang benar." "Satu yang sudah jelas. Setelah meletakkannya kembali. berpikir dengan cepat.wapamp. mereka telah tahu kita ada di sini. setengah dari penduduknya di jalan adalah bangsa Indian suku Caribia yang berpakaian pribumi. "Kembali ke Atlantic Island. "Engkau kira hendak terbang ke mana?" tanya Joe mengancam. akan kuadukan engkau sebagai pembajak. tetapi rupa-rupanya ia mengetahui bahwa para pemuda itu tak mau melakukan apa yang dimintanya. Siapa yang akan tahu kalau hanya bertambah tiga orang lagi?" "Itu akal yang bagus." "Satu-satunya masalah ialah.net ============================== 10. nanti kalau kita mendarat!" Chet berkata: "Lima belas detik. Kalau kami terpaksa mengambil alih kemudi. Paling tidak. Setelah mendarat. Ia menerbangkan pesawatnya miring memutar lebar." "Aku tak yakin apakah itu akan menguntungkan kita?" kata Frank. Biarlah kedua Hardy itu yang mengemudikan pesawat!" "Kalau engkau berbuat begitu. Letaknya hanya dua blok dari pantai. petugas penerima tamu itu tentu sudah memberitahu teman-temannya untuk mengikuti kita ke airport. menunggu sampai para pemuda itu turun. Kemudian membayanginya ke mana dibawanya." Sopir taksi membawa mereka ke sebuah tempat kecil-rapih. lalu menghidupkan kedua mesinnya lagi." kata Chet. "Urusan pertama ialah kapan Mary Malone akan datang. Kalau kalian ingin ke Pirate's Port. mencari barang-barang itu sebelum Freddie dan anak buahnya datang lagi. berpaling ke depan lagi. "Jadi mereka tentu sudah melakukan pengawasan terhadap kita. Masih cukup waktu untuk membuat rencana." "Apa yang harus kita lakukan." kata Frank. "Kuberi engkau tiga puluh detik untuk kembali ke arah semula. "ialah mengawasi mereka ketika menurunkan muatan uranium. "Kami juga pilot! Tindakanmu tadi memang mengesankan. Yang lain-lain mengenakan pakaian yang berwarna-warni yang dihiasi merjan-merjan yang berkilauan. mereka bertiga lalu berunding.

Esok paginya pada jam delapan tiga puluh. lalu berjalan berkeliling mengamati orang-orang. "Inilah kesempatan bagimu. dan ia semakin kurang berusaha setelah beberapa saat. Peti-peti bertanda "U" diturunkan ke dermaga lalu dimuatkan pada truk ringan." Sambil memandang kurang senang." kata Chet. Pada setiap pakaian dilengkapi wig berambut hitam serta sepasang sandal. Herkimer turun melalui jembatan. engkau akan dipecat. Chet baru saja selesai mengenakan pakaiannya. Tetapi mereka hanya berdasarkan ciri-ciri kita." Dengan lega Chet menerima golok panjang itu. selalu mengamati wajah-wajah orang yang datang ke sana. untuk mengawasi muatan itu. Pekerjaannya membantu memuatkan barang-barang ke truk-truk setelah diturunkan dengan derek. dengan menyamar sebagai orang Indian. kemeja putih bersulam dan bermanik-manik warna-warni. Akhirnya muatan itu telah dibongkar semua. Ketika ia mengulurkan kedua tangannya untuk melindungi diri. Joe mengangguk. tetapi manik-manik di bajunya tidak terlalu banyak dan ikat kepalanya polos." katanya sebelum ia berangkat. lalu kembali ke hotel. Miguel sendiri ternyata seorang bertubuh besar dan berjanggut. "Kalian pekerja pelabuhan untuk Mary Ma-lone?" "Ya." kata Frank. Miguel yang berwajah seram itu masuk mengayun-ayunkan sebilah machete! Chet mundur menjauhi tetapi segera terpojok ke dinding. mereka tentu telah disewa oleh komplotan. ketiga pemuda itu pergi ke dermaga. Ia berembuk dengan salah seorang yang kekar itu. "Aku minta sembilan orang!" Frank berbisik kepada Chet. disuruh mencari kita di antara orang-orang ini. bahkan si Herkimer pula. Ada apa? Engkau tak suka . Datangilah mereka. mereka mengenakan pakaiannya lagi lalu pergi meninggalkan toko." kata salah seorang. "Mereka tentu akan mencurigai kami. ketika pintu terbuka. Pada saat itu seseorang yang bagur berkulit pucat dan gundul lewat. katakan bahwa engkau juga dikirimkan oleh kantor pelabuhan. dengan air muka seperti seorang bajak laut. "Ini untukmu. "Aku yakin. bahwa mereka mendapat undangan untuk mengunjungi pesta karnaval dan membutuhkan pakaian. mereka melihat sebuah papan nama pada sebuah toko: TOKO PAKAIAN MIGUEL. "Sudah tentu. "Kalau engkau masih saja malas-malasan. Akhirnya ia kembali ke kapal. Miguel menyuruh mereka ke tempat mencoba pakaian. Pakaian Joe juga mirip. Herkimer mengangguk lalu kembali naik ke kapal. itu kapalnya datang. "Berhasil!" kata Chet dengan senang. orang itu menunjukkan tiga perangkat." "Engkau juga harus ikut!" Chet menolak.Di dekat hotel. serta ikat kepala bermanik-manik pula." bisik Chet. Setelah menyimpan pakaian yang baru dibeli. Chet pergi untuk melaporkan diri kepada si orang gundul. mereka menghabiskan sore itu untuk melihat-lihat kota. Di tengah jalan mereka membeli alat-alat make-up berwarna coklat. hingga mandor memandanginya dengan merengut. Mereka melihat sejumlah orang yang nampak kekar-kekar. "Ini termasuk pakaianmu." katanya dengan suara yang dalam. Ketika para pemuda itu mem beritahu. Ted Herkimer dan Mack Larsoni turun melalui tangga jembatan. Pakaian Frank terdiri dari celana putih. kemeja dan celana sederhana dengan kain untuk ikat pinggang berwarna merah. Kuharap saja penyamaran kita ini dapat mengecoh mereka." "Kita akan segera mengetahuinya. dan Mack lalu duduk di belakang kemudi truk ringan. "Aku akan berada di Devill's Point kalau engkau mau menghubungi aku. Chet. Mary Motoric " Setelah kapal merapat. Pada saat itu mandor mendatangi Chet. Tetapi Chet dapat melihatnya dari dekat. Pekerjaan itu berat. lalu bertanya kepada enam orang Indian Caribia yang berdiri di dekat ketiga pemuda. "Nah. "Hanya ini yang dikirimkan kantor pelabuhan?" orang gundul itu mengeluh. Setelah ketiga pemuda itu puas dengan pakaian yang terasa pas ukurannya. "Kami tidak berpakaian seperti pekerja. Chet mendapat pakaian sebagai tukang perkebunan tebu. Miguel meletakkan goloknya. Frank dan Joe melihatnya dari kejauhan sementara kapal itu dibongkar muatannya.

" Dengan cepat ia mengambil kotak detektifnya. "Seorang ilmuwan sinting yang sedang melakukan percobaan-percobaan. lalu mengeluarkan alat pendengar elektronik bentuk mini. Ia memutar mobilnya. dan kita berjalan kaki. "Kita parkir mobil ini di dalam semak-semak. "Hanya seorang yang tinggal di sana." ia menjelaskan. . "Chet. Untuk apa itu semua." bisik Frank. Ia memasangnya di bawah meja kerja. dan meninggalkan mobil kecil itu di tempat yang tersembunyi. "Apa yang telah kaubawa itu akan membuat tugasku lengkap." jawab Si Rambut Halus. "Joe dan aku akan masuk dan melihat-lihat di sana. lalu membalikkan tubuhnya dan pergi ke teman-temannya. Rasa merinding merayap di punggung. Mereka berpikir-pikir melihat alat- alat laboratorium yang aneh-aneh. Mereka mendorong muatan yang sudah dibongkar ke tempat yang nampak seperti alat peluncur arang ke gudang arang di bawah tanah." "Mari kita sewa mobil dan membayanginya!" kata Joe penuh gairah." "Engkau ingin berhenti?" Chet mengangguk." "Apa yang hendak anda perbuat dengan ini?" tanya Larsoni." Ia membeberkan sebuah peta lalu menunjuk." Chet mengangguk. Truk ringan itu diparkir di belakang rumah. Frank. "Jadi kita dapat mencuri-dengar. lalu mengintip ke dalam. "Mari kita tanamkan alat penyadap. Pada saat itu juga pintu terbuka pada sebelah atas tangga! Kedua pemuda itu ke luar melalui jendela dan menutup daun jendela itu dari luar. "Sekarang bagaimana?" tanya Chet. Ia menjalankannya lima puluh meter memasuki jalan tanah sempit yang telah dilihat sebelumnya. Dr." kata Frank. "Ada tempat mobil sewaan di dekat hotel. ia berbisik: "Apakah ia sudah pergi? Atau masih saja memandangi aku?" "Ia kembali ke kapal. bagaimana pendapat anda?" tanya Larsoni. Kembali mengintip ke dalam. Minkovitch. ia menuju ke Devill's Point." Chet mengangguk lagi. Joe mengambil alat penerima dari kotaknya. Setelah dekat. Jalan itu berakhir pada sebuah pagar besi setinggi tiga meter dengan papan bertuliskan: DILARANG MASUK." kata Frank. Tak lama kemudian mereka sudah selesai. bertengger di pinggir batu karang. Tetapi bagaimana kalau mereka juga bekerja sama dengan para penjahat?" "Engkau harus berani mengambil risiko. "Di ujung lain pulau ini. Para pemuda itu mengitari rumah. Penduduk pribumi mengatakan. "Nah. "Ada apa?" "Larsoni telah pergi membawa uranium itu. Di sisi yang jauh mereka melihat sebuah jendela ruang bawah yang terbuka. "Punggungku. "Sakit. Ketika sampai pada teman-temannya." ia menggumam. "Ilmuwan sinting itu sedang membuat semacam bom?" bisiknya. dan berkacamata menuruni tangga. engkau tinggal di sini dan mengawasi. Mereka melihat sebuah laboratorium. ia melakukan ilmu sihir. lalu masuk melalui pintu belakang." kata Frank dengan geram. Ambil bayaranmu di kantor pelabuhan besok pagi. ia. lalu pergi menurut arah yang telah ditunjukkan. Sebuah jalan di halaman yang kedua sisinya ditumbuhi semak-semak lebat menuju ke sebuah rumah kayu yang besar. tetapi tidak ada orangnya. "Kalau kalian belum kembali dalam lima belas menit. "Dapatkah engkau mengatakan di mana Devill's Point?" tanya Frank kepada penerima tamu." Mereka mengucapkan terimakasih. "Ayo. dan dua orang yang kuat berotot sedang membongkar muatan. aku akan ke mobil dan memanggil polisi. mereka melihat Mack Larsoni dan seorang bertubuh pendek.pekerjaan ini?" Chet mengkerut takut." jawab orang itu. Akhirnya Frank berhenti di depan sebuah alat berbentuk telur raksasa yang diletakkan dalam sebuah tempat mirip ayunan. Kemudian mereka menuju ke agen mobil sewaan dan menyewa sebuah mobil Ford kecil. "Bom ini akan selesai dalam beberapa hari lagi. "Baik. berambut halus. Joe!" Kakak beradik itu memanjat masuk melalui jendela. Mereka berjalan kaki ke pagar besi dan memanjatnya agar jangan menimbulkan suara. kutunjukkan. dan Chet memasang alat pendengar mini itu di telinga. Ia berkata kepada Herkimer." Mereka segera kembali ke hotel untuk berganti pakaian. "Ini." usul Joe. mereka masuk ke semak-semak dan merangkak mendekat.

Keduanya lalu memasuki sebuah gudang di mana telah dimasukkan peti-peti melalui peluncur arang." Larsoni mengangkat bahu. Sesaat kemudian petugas hotel itu turun ke lantai bawah dan Dr. Dengan demikian mereka berada di luar jangkauan alat penyadap Joe." jawab Minkovitch. Sekarang. Dan engkau akan mendapatkan kekayaan dan nama besar. sebuah gerakan pembebasan di Eropa." Lanky berkata dengan nada keras: "Engkau berkata tentang kerja keras. dok. Minkovitch mengeluh. demi dapat menimbuni proyek ini dengan uang. "Tetapi janganlah kita pergi dulu." Dr. mana uraniumnya?" Dr. jadi kita tak akan mendengar ledakannya. "Kulihat Larsoni sedang keluar. Ia menunjuk benda yang . Tetapi sebaliknya kami seperti budak yang melakukan kerja kasar. hingga pemerintahan-pemerintahan di dunia akan menyerah tanpa syarat kepada kita. bukankah kita semua?" tanya Minkovitch. dan melihat penerima tamu hotel Atlantic turun dan masuk ke rumah! Dengan cepat para pemuda itu kembali ke jendela. "Mereka sudah selesai. Nah. Barangkali engkau akan mendapat kedudukan di kabinet dunia. Tetapi hilangkan dari benakmu bahwa engkau akan ikut memerintah.." "Aku sudah bekerja keras. dan Lanky menanyakan berapa lama lagi bom-bom itu akan selesai." kata Lanky. "Ia tak tahu bahwa kita mempunyai banyak bom untuk dipasang pada setiap kota besar di seluruh dunia. Kita akan menguasai seluruh dunia!" 11." kata ilmuwan itu dengan marah." kata Lanky. kecuali uraniumnya." kata Dr. yang telah menyediakan semua keuangan untuk percobaan-percobaanmu." Beberapa saat kemudian kedua orang itu muncul lagi di laboratorium. Para pemuda itu mengintip dari sudut rumah. Engkau hanya pegawai yang dibayar!" "Tetapi kalian tak dapat berbuat apa-apa tanpa aku." Suara Lanky mengeras dan matanya bersinar dengan bayangan ketidak- warasan. Ancaman Bahaya Bom Atom Tetesan-tetesan keringat membasahi dahi Chet. pembajak itu menghitungnya dengan teliti dan memasukkannya ke dalam saku. mari kita selesaikan keuangannya. "Ledakan nuklir itu akan sedemikian hebatnya. Barangkali kita masih dapat mengetahui lebih banyak lagi. "Pemerintahan akan dibagi antara tiga direktur. dan beberapa saat kemudian terdengar pergi dengan truknya. Minkovitch menuju ke sebuah almari besi di dinding dan mengeluarkan beberapa bundel uang." kata doktor itu. "Ia . Lanky. "Sssst!" "Apakah maksudmu dengan 'kita' doktor?" tanya Lanky dengan suara dingin. bukan engkau. "Untuk itulah mereka membutuhkan uranium!" Frank menangkap lengannya. sebuah sedan sport yang mengkilat datang." "Apakah ia tahu untuk apa barang itu?" "Ia mengira hanya sebuah bom untuk kepentingan gerakan pembebasan di Eropa. "Lho." "Tentu. Minkovitch menunjukkan jalan baginya melalui sebuah pintu di bagian belakang laboratorium. "Orang-orang ini sudah gila!" kata Joe tertahan. Ketika truk itu telah hilang dari pandangan..ia mengatakan bom atom!" pemuda itu berbisik. "Aku hanya melihat satu yang sudah terpasang. "Aku mempunyai hak lebih dari sekedar kedudukan di kabinet." katanya. Setelah diberikannya kepada Larsoni. "Memang. "Itu cukup jauh. "Selamat berpesta petasan!" Ia pergi ke atas. "Para direktur yang lain bersama aku." "Kukira urusan kita sudah beres. doktor? Kami dapat hidup bagaikan raja-raja dengan hasil bajakan. "Kita harus menghentikan mereka!" Frank mengangguk."Rekan-rekanku dan aku mempunyai penadahnya . Minkovitch menyapanya dengan nama Lanky." Ia menghela napas sambil meremas-remas kedua tangannya. "Ia sudah menyerahkan barang-barang itu?" "Sudah.

Dengan pisau-pisau lipat mereka memotong cabang-cabang semak dan menutupi mobil Ford itu sebagai penyamaran. hingga bisa cepat-cepat memindahkan uranium itu ke sana." kata Lanky menenangkan. Frank dan Joe. detektif yang ter-mashur itu. "Rupa-rupanya aku telah melewatinya tanpa kuketahui!" Sementara itu. Mereka hendak mengikutinya. tempat yang kusebut sebagai pabrikku. Pada saat itu pula ketiga pemuda itu bangkit berdiri. "Hanya kedua anaknya. "Tentu. Barangkali pihak polisi! Tidakkah engkau dapat menyuap polisi?" "Tidak." "Apa?" seru doktor itu. sehingga tak dapat dilihat lagi dari jalan. Minkovitch dan Lanky sedang berdiri di sana. Dengan lindungan pohon- pohon." kata Lanky kepada Minkovitch. Siapa yang belum? Mengapa aku tak diberi-tahu bahwa ia mengejar-ngejar kita?" "Ia tidak ada di sini." Sambil menggangguk Joe dan Chet menyelinap pergi." kata Lanky sambil menunjuk ke tanah. Minkovitch dan Lanky ke luar ke serambi." kata Lanky. "Hagar akan ke bawah untuk menurunkan peti dari ban tersebut kalau peti itu dikirimkan oleh Quark. Joe membawanya lebih jauh masuk dari tepi jalan sampai tiba ke tempat terbuka." Doktor itu menghidupkan alat intercom dan berkata ke dalam mikrofonnya: "Hagar dan Quark. sementara Frank bergegas menuju ke arahyang dituju si orang bertubuh besar. Frank tiba di atas pohon-pohonan tepat pada saatnya melihat Hagar kembali menaiki tangga masuk ke rumah. Kemudian mereka kembali lagi dengan hati-hati ke tempat mobil mereka semula diparkir. Sampai nanti. Lanky. "Di Atlantic Island polisi sudah sangat jinak dengan kita. Mengapa?" "Aku melihat sebuah mobil diparkir di sana ketika aku kemari. Tetapi polisi di sini jujur-jujur. inilah tempatnya. Ia berjalan di antara pohon-pohon yang membatasi batu karang untuk beberapa saat. Tentu saja tidak ada. "Tetangga? Apa maksudmu?" "Apakah tidak ada orang yang tinggal di pinggir jalan tanah itu? Kira-kira lima puluh meter sebelum pintu pagar?" "Tidak ada. Di Pirate's Port ini tidak. kita sering mendapat kunjungan dari pemburu-pemburu. Minkovitch menyuruh mereka memindahkan uranium tersebut ke pabrik. namun Dr. "Aku hanya melakukan percobaan di sini. Para pemuda mengambil alat-alat pendengar mereka lalu bersembunyi di semak-semak. Hagar dan Quark tentu dapat menangani mereka. mereka lari ke mobil mereka. "Lihat bekas ban itu?" ." "Tempatnya dekat doktor?" "Cukup dekat. datanglah ke laboratorium. "Memang. Aku malah hendak melakukannya sekarang juga." kata Minkovitch. Aku ingin tahu ke mana perginya Hagar." Kedua orang itu kembali masuk ke rumah.terletak di tempat mirip ayunan. Tak lama kemudian mereka melihat Hagar ke luar dari rumah lalu berjalan menuju ke batu karang. "Kukatakan kepadamu." "Kita harus segera mengetahui mobil siapa itu?" kata doktor Minkovitch." - "Fenton Hardy!" kata doktor itu dengan ketakutan. "Aku tak tahu kalau engkau punya tetangga. "Engkau dan Chet yang ke sana." Kedua orang bertubuh besar dan berotot yang telah membongkar muatan uranium dari truk itu muncul. Ketika ia kembali ke arah semula. Joe dan Chet bergegas ke pagar dan memanjatnya. Tentu ada pintu rahasia untuk masuk ke bawah tanah. "Bagaimana aku bisa tak bertemu dengan dia?" pikir Frank. Kudengar anak-anak Hardy itu ada di pulau ini. Frank mengangguk. ditambah seorang lagi temannya yang bernama Chet Morton. dan yang seorang lagi kembali ke atas. "Itu berarti ada yang memata-matai kita. Engkau tentu sudah pernah mendengar namanya. aku pernah mendengar namanya." Beberapa saat kemudian doktor itu bersama Lanky naik ke atas. Perakitan yang berbahaya dilakukan di bawah tanah. "Kita harus mendahului mereka!" kata Joe mendesak. Yang seorang masuk ke ruangan tempat menyimpan peti-peti itu. Tetapi barangkali bukan mereka. "Di sana ada peluncur dengan ban berjalan dari gudang menuju ke pabrik di bawah tanah." "Anak-anak Hardy? Anak-anak Hardy yang mana?" "Anak-anak Fenton Hardy. Dr. Mungkin juga salah seorang dari mereka. namun penjahat itu tak kelihatan.

Dari percakapan tersebut. Dengan merangkak. Kedua pemuda itu memanjat pagar lalu menggabungkan diri dengan Frank. untuk bersembunyi di semak-semak di dekat jendela laboratorium. Beberapa saat kemudian. Ketika Lanky tak kelihatan dari sudut rumah. Minkovitch dan Lanky baru saja masuk ke dalam rumah. Chet tetap di tempatnya. Lanky?" "Tidak. Ketika akhirnya mereka sampai di pagar. "Apakah engkau akan kembali ke kota." Namun. Dengan hati-hati mereka mengelilingi rumah. Kerut-kerut yang memilukan nampak di wajah Chet ketika ia melihat ke arlojinya. "Ya." Frank memberi isyarat kepada Joe dan Chet untuk mengikuti dia sedikit menjauh agar tak dapat mereka dengar. Dr. "Mereka mengira bahwa mobil itu milik pemburu-pemburu. "Setelah makan. Quark dan aku akan segera mengisi bom-bom itu. pemuda itu menuju ke . kita dapat menunggu mereka lalu mengikuti kalau mereka pergi. engkau tinggal di sini dan mengawasi rumah ini. Chet merasa capai bertiarap di bawah semak-semak. Kemudian sunyi lagi. Setelah beberapa menit. "Chet. segeralah panggil polisi secepat-cepatnya. Chet baru saja hendak membuka jendela untuk dapat naik ke lantai dua dan melihat apa yang dilakukan oleh Lanky. ia mengangguk." Kedua orang itu kembali ke jalan tanah. dan Quark ke luar dan menuju ke arah pohon-pohon di batas batu karang. Chet merangkak maju untuk mengintip dari pinggir serambi. "Mengapa aku sekali-sekali tak diikutkan dalam operasi!" "Ini sangat berbahaya. Joe dan Chet menunggu beberapa menit lagi untuk mengikuti. apakah mereka ada di laboratorium. Ia mendengar suara Lanky dari mobil sportnya. "Joe dan aku akan membuntuti Minkovitch dan kedua begundaknya. Dengan cepat ia kembali ke bawah semak-semak tepat ketika Lanky sedang menuruni anak tangga. tak seorang pun yang nampak. "Aku belum dapat menemukan jalan masuk ke pabrik." Ketika Chet sadar bahwa operasi penyelidikan di bawah tanah itu memang sangat berbahaya. Minkovitch. Joe dan Frank mengikuti. Di sisi yang jauh mereka melihat sebuah jendela yang terbuka. Waktu itu sudah jam dua belas tiga puluh! "Seharusnya engkau menyelamatkan roti yang diambil dari kapal Mary Malone!" Joe menggoda. Ini tentu pemburu-pemburu. bung. Hagar. Tempat itu kosong. Devill's Point Para pemuda itu kembali mengitari rumah." "Bagus." katanya. "Atau setidak-tidaknya memperpanjang sedikit kalau kita tak segera mendapatkan makanan!" Frank meletakkan telunjuknya pada mulutnya dan ketika pemuda itu mendengarkan. "Kalau kami tak kembali setelah mereka kembali. doktor dan kedua pembantu bertubuh raksasa itu sedang makan. Aku akan menunggu. "Roti itu sudah menyelamatkan nyawa kita!" Chet menggumam." Chet mengeluh. lalu merangkak untuk mengintip ke dalam laboratorium. Dalam hal itu. "Engkau dapat mengandalkan aku!" 12." katanya. Ketika mereka tak nampak lagi." kata Frank.Doktor itu melihat ke bawah." Joe menjelaskan. ketika mereka sampai di jendela dan mengintip ke dalam. berapa lama pekerjaan itu." kata Minkovitch. Jadi aku dapat melaporkannya kepada direktur-direktur yang lain." Joe mengangguk. "Tugas selesai!" Joe melapor. Dari jendela itu mereka dapat mendengar suara. "Coba kulihat. berarti bahwa kami telah ditawan di pabrik bom mereka. mereka dapat memperkirakan bahwa Lanky. "Baik." "Aku harus jadi anjing penjaga lagi. mengintip dari jendela-jendela yang lain. Tetapi karena semua orang sedang ada di dalam rumah sekarang ini. Hagar. terdengarlah pintu depan dibuka dan ditutup kembali.

" kata Lanky. Jalan itu sangat berbahaya. "Apa masalah kecil yang lain lagi?" tanya Kapten." "Nah. dan tak membutuhkan dia lagi." "Katakan saja kepadanya. Silakan masuk. Aku menyuruh sebuah regu untuk berpatroli di sekitar tempat itu. Tetapi ketika tak terdengar lagi percakapan beberapa saat lagi. "Mohawk red kepada Mary Malone. Ia kembali merangkak ke sudut rumah. "Maukah engkau memastikannya. aku memergoki sebuah mobil sewaan di dekat sini." kata Lanky. "Dok sedang menyelesaikan pembuatannya sekarang ini." "Jadi kaukira mereka tak mungkin ada di sekitar sini?" tanya Lanky. Mereka sadar. Kemudian terdengar suara yang sudah ia kenal. Apache biru. Sekarang sudah pergi. dan mereka tak pernah memergoki anak-anak itu. tetapi aku ingin tahu dengan pasti." "Luis. "Masih ada lagi?" Chet tak dapat menangkap jawaban Lanky yang hanya menggumam. disusul oleh kakaknya. dengan menyuruh seseorang menyelidiki daftar penumpang penerbangan- penerbangan yang baru lalu? Aku ingin lebih merasa tenang. kita dapat membuang dia. Kapten Sanchez telah menakut-nakuti mereka dengan masalah pasport. Doktor dan kedua pembantunya masih kelihatan ketika Frank dan Joe tiba di batu karang. Ia menginginkan kedudukan yang sama dengan para direktur. Ia akan segera siap untuk menyerahkannya tepat pada waktunya. "Bagaimana keadaannya?" tanya Sanchez. "Herkimer di sini." "Mary Malone di sini. Sementara ini biarlah kita buat dia senang hatinya. Dengan heran kedua pemuda itu bergegas ke tempat tersebut. Angin yang bertiup hampir saja menerbangkan mereka dari jalan setapak tersebut. tetapi bisa juga anak-anak Hardy itu. selesai. "Aku melihat sebuah mobil di dekat sini dengan lambang perusahaan mobil sewaan." Sunyi beberapa menit." kata penjahat itu. mereka bersembunyi karena tahu bahwa mereka kita kejar-kejar." "Ya.belakang mobil. Ganti. Namun. Dok agak menjadi terlalu besar kepala. kemudian suara si wajah kapak terdengar. mungkin sekali mereka ada di situ." "Tunggu sebentar. setelah Freddie menerbangkan mereka ke Pirate's Port. namun sesaat kemudian mereka menghilang. kapten Luis Sanchez dari Kepolisian Atlantic Island. Mary Malone. . ia dapat memperolehnya." "Jelas. Ada petunjuk tentang mereka?" "Tidak lagi. ia menyimpulkan bahwa komunikasi itu telah selesai." Sesaat kemudian suara Lanky terdengar lagi. tidak lebih dari setengah meter! Joe segera menuruninya. mencebur ke dalam ombak-ombak yang memecah dahsyat pada tebing tersebut." terdengar suara dari radio. di sini Lanky berbicara dari lokasi proyek 'A'. "O. Menurut perkiraanku." "Di sini Lanky dari Devill's Point. "Minta berbicara dengan Ted Herkimer. kukira begitu. namun tak ingat suara siapa. Ada berita tentang anak-anak Hady?" "Tidak." pikir Chet." "Apa?" kata Lanky menghina." "Boleh. satu langkah saja yang akan menjatuhkan mereka tiga puluh meter dari tebing yang curam." "Bagaimana mereka dapat mengetahui lokasi 'A'? Kukira mereka sedang bersembunyi. "Apache biru di sini. Mungkin hanya pemburu-pemburu. Apakah Herkimer dan anak buahnya tak memergoki mereka?" "Aku belum mendengar. akan kulakukan." pikir Chet. Mungkin hanya pemburu-pemburu. Mereka melihat sebuah jalan setapak di sepanjang langkah batu yang sempit. "Mohawk red memanggil Apache biru. Sanchez adalah salah satu direktur. "Silakan masuk." kata Herkimer. Ada masalah?" "Beberapa soal kecil saja. atau telah mengambil penerbangan pertama ke Miami. Ketiga orang tersebut berjalan di sepanjang pinggiran. "Haa. tetapi aku akan menanyakannya." Ia sedang berbicara dengan radio mobilnya. ternyata ia kurang cepat! Pintu mobil menutup dan Lanky berteriak tajam: "Berhenti!" Chet menoleh dan memandang tepat ke dalam mulut sepucuk pistol! Dengan malu-malu ia merayap berdiri. pikir Chet. tetapi terdengarnya ia belum yakin. Mereka pasti tidak ada di dermaga ketika kami bersandar. "Setelah kita dapat memegang kendali." "Bagus sekali.

Dengan jantung berdebar keras ia membuka pintu beberapa senti. di mana Dr." kata Joe kepada kakaknya. "Mereka akan terhempas. menghapus segala jejak. perahu itu terhisap semakin dekat dengan lubang kema-tian. Ruangan itu berbentuk bulat dengan garis tengah lebih dari seratus meter. Setiap detonator bom. sambil berpegangan pada apa saja yang dapat mereka temukan. Tiba-tiba perahu itu tertangkap oleh arus bawah dari pusaran tersebut. dengan tombol-tombol dan susunan alat-alat yang sangat rumit. telah disiapkan di sebuah ruangan kecil di ujung bom. dan lantainya juga empat meter di bawah terowongan. derek katrol." Frank menggumam hampir tak terdengar. dan mereka masuk. Mereka bergerak dengan hati-hati. Hanya pada ujungnya nampak ada cahaya. Mesin perahu itu menderu-deru menyanyikan lagu kecemasan. alat las dan tungku induksi. terjadilah reaksi berantai yang akan meluas sampai di ruangan bagian belakang dari bom tersebut. Dengan hati-hati mereka berjalan di terowongan. dimasukkan ke dalam bola-bola. Ia bergerak semakin jauh dari pusaran ombak. di antaranya mesin-mesin bubut. mesin-mesin bor. Hagar dan Quark sedang mengangkut peti-peti ke deretan bom. mesin plat baja. Doktor bersama kedua pembantunya sedang mendekati setumpuk daun-daunan pada sisi batu karang. "Sekarang aku tahu mengapa tempat ini disebut Devill's Point. yang nantinya akan diisi dengan uranium. tidak tertarik ke tebing. mirip yang ada di laboratorium. yang satu di dalam yang lain. Minkovitch sudah mulai merakit uranium yang mengkilat berbentuk setengah bola. Kedua pemuda itu dengan ngeri menyadari. Ujung sebuah ban berjalan nampak di mulut sebuah terowongan pada dinding sebelah. Kemudian ia memasangnya di ruang belakang setiap bom.Mereka beristirahat sejenak. Hagar memegangi sebatang cabang lalu menariknya. Kedua pemuda itu merangkak menuju ke tangga yang turun ke gua tersebut. Sebuah pintu kayu yang lebar terbuka! Setelah para penjahat itu masuk. Joe membuka pintu tersebut lebih besar." seru Joe. Minkovitch telah selesai mengisi bom yang keenam. "Memang mirip sekali dengan Sarang Setan!" Frank mengangguk dan memandangi air yang berpusat jauh di bawah mereka. "Rupa-rupanya hal ini tak menyulitkan doktor itu. Langit-langit itu empat meter di atas terowongan. dan akhirnya bebas dan melaju cepat menjauh. Mereka tiba di sebuah gua yang besar sekali. Di belakang tempat bom terdapat rak-rak alat elektronik. berupa generator nuklir neutron bertekanan besar sekali yang mulai bekerja oleh suatu ledakan. dan semua akan meledak! Pulau ini akan lenyap dan engkau akan dapat melihat asap seperti jamur itu dari bulan!" Dr. Ketika ia bergerak hendak pindah . Sejumlah peti-peti yang diletakkan agak jauh dari yang satu ke yang lain di sebelah kanan." Joe berpendapat." kata kakaknya. Namun. itu akan bertindak sebagai penyala yang lain-lain. "Kuharap saja ia tahu mengerjakannya. mereka melihat di mana jalan setapak itu berakhir. massanya akan menjadi kritis. Kedua pemuda itu melanjutkan jalan turun. namun setiap makhluk hidup di dalam gua itu akan terkena radiasi yang mematikan. bahwa sejumlah besar uranium yang disimpan dalam tempat yang terlalu kecil. Frank dan Joe melanjutkan berjalan turun ke batu yang datar. Ketika mereka mengintip dari balik sudut. Tetapi dengan mendadak perahu itu mulai sedikit maju. mesin sekrup otomatis. Reaksi berantai ini memang tak akan menimbulkan ledakan. Mereka tiba pada sebuah tikungan. Di dinding jauh mereka melihat rak tempat bom beberapa buah. yaitu pada langkah batu yang pipih selebar kurang lebih enam meter. pintu itu tertutup kembali. berisi bom-bom yang sudah hampir jadi. Mereka mengintip ke dalam sebuah terowongan yang gelap. diterangi oleh lampu-lampu dari langit-langit. Joe memegang cabang yang tadi dipegang Hagar. padahal ia jauh lebih tua dari kita. Dengan berdebar-debar ia mengharap. Mereka melihat sebuah perahu nelayan datang terlalu dekat. Sebelah kiri gua berisi sebuah laboratorium yang sangat lengkap beserta ruang alat-alat elektronik. moga-moga jangan ada orang di dalam! Untunglah memang tidak ada. Bila detonator ini dinyalakan. Mereka mengetahui. Kalau salah satu kebetulan menyala." "Aku tak ingin melakukan latihan ini lebih lanjut. bahwa peti-peti itu tentu berisi bahan nuklir aktif. ketika kedua penumpangnya berusaha berjuang melawan daya tarik arus bawah. "Semua alat pemacu sudah dipasang. "Kukira hal ini mudah dilakukan kalau sudah terlatih. mesin penggiling. Peleburan unsur uranium itu akan menyebabkan ledakan nukhr yang panas sekali dan menghancurkan. bila melihat jarak masing-masing peti. Di tengah-tengah terdapat beberapa mesin.

Tolong tahan terus tuas itu. Minkovitch nampaknya tak menyadarinya. Namun meskipun tersambung. Ia melompat bangun dan berlari menuruni tangga batu. Kalau berhasil.. Mengerti?" Quark menggigil." doktor itu memerintah. "Ya. Ketika ia memberikannya kepada Minkovitch. Kalau kau lepaskan. "Bom ini sudah mulai menghitung sendiri waktu meledaknya. pak." "Tentu saja begitu. sikunya terkait kabel yang mencuat dari tempat bom yang keenam yang bersambung pada alat pengontrol serta alat percobaan yang ada di belakangnya.pengapian itu!" ia berteriak dengan serak. "Angkat tuas tekanan penghubung-pengon-trol.. kalau aku sudah mulai melakukan hal itu. Chet Menangkap Penjahat "Apa yang harus kita . Ia belum merasa pasti bahwa itulah tuas penghubung yang dimaksud. Namun Frank tak mau mendengar kata-kata Joe diselesaikan.. . Kemudian ia berpaling kepada Frank. memandangi dengan mengancam pemuda itu. Aku akan mencoba menjinakkan bom ini. Seluruh tempat beserta segala-galanya akan terurai menjadi atom-atom. ah jangan khawatir. dan penghitungan itu akan berlanjut. "Apa yang harus kulakukan?" Doktor itu memandanginya.. alat pengontrol mungkin sekali secara otomatis tersambung pada penentu waktu yang ada di dalam. "Dan setiap detik berarti semakin dekat dengan ledakan bom!" 13.. betul yang itu!" desis Minkovitch. tetapi kali ini dari bomnya sendiri. aku masih sempat melepaskan detonator sebelum hitungan mencapai nol atau zero. "Siapa anak-anak ini?" Hagar bertanya. Tiba-tiba suara tik-tik-tik lirih terdengar dari alat percobaan. "Minkovitch tentu agak tuh!" Frank mendesis. ketika pemuda itu lari ke bom yang sudah berbunyi tik-tik-tik.. "Anak muda. "tak ada satu tempat pun di pulau ini yang aman kalau bom ini meledak. matanya terbelalak lebar. Kita dapat mendengar tik-tik-tik itu lagi." kata orang tinggi besar itu. apa yang harus kulakukan hanyalah membuka detonator. anak muda. ketika tangan anda terkait kabel!" ia berseru kepada Dr." Joe hendak bertanya. bom akan meledak!" Hagar dan Quark menjadi pucat. Hagar dan Quark berpaling dan melihat dengan terkejut. tetapi engkau benar-benar telah menyelamatkan kita semua." "Hagar. "Dorong itu ke atas!" Dengan jari-jari gemetar Frank menekan tuas tersebut dan tetap menahannya dengan jari- jarinya. Semua warna hilang lenyap dari wajahnya. "Ayo kita keluar dari sini!" Quark menjerit. yaitu untuk menghitung waktu dalam percobaan peledakan nuklir. Hagar dan Quark mendekat. dan ragu-ragu sejenak." kata ilmuwan itu. doktor itu berkata kepada Frank: "Sekarang dengar benar baik-baik. . setiap detik sekali bunyi. Atau bisa juga. Minkovitch. "Ya. Sebenarnya tidak sulit . Frank melihat ujung sebuah tuas kecil pada permukaan dinding alat pengapian." doktor itu memotong..ke bom yang ketujuh. dan kini ia mendengar suara tik-tik-tik itu. aku juga tak tahu siapa engkau. "Ya.. "Tetapi itu tak akan membantu. dan mengambil sebuah obeng dari atas meja kerja. pak. "Tahan terus." "Apakah itu berarti bahwa. Minkovitch tak sabar. Tetapi kakak beradik itu saling berpandangan dengan ngeri! Mereka mendengar suara tik-tik-tik yang dingin datar semacam itu. "Dari mana dia?" "Diamlah!" kata Dr. "Lalu apa lagi?" ia bertanya. ambilkan sebuah obeng besar. Tetapi. sementara Hagar dan Quark terlalu jauh untuk dapat mendengarnya. Tergantung dari sudah berapa jauh penghitungan itu berlangsung. mungkin alat pengontrol belum tersambung pada alat penentu waktu di dalam. "Tetapi di tempatmu dan tutup mulut!" kata Minkovitch kepadanya. Ia memiringkan sedikit kepalanya.

"Kalau ban ber-jalan ini dapat berjalan ke kedua arah. Setelah dilihatnya kosong. "Siapa engkau. "Namamu?" "John Smith. "Syukuuur!" ia berseru. Mereka tentu akan jatuh. "Lanky sudah tahu bagaimana rupa mereka. "Pistol pun dia tak punya!" teriak Hagar dengan marah sekali. dan suara tik-tik-tik terdengar lagi. ia menyambar sebuah bagian alat bor. letakkan kedua tangan di belakang. Ia kembali ke ban berjalan yang masih bergerak. Minkovitch. "Engkau naik dulu. dok?" tanya Hagar sambil memberengut ke arah Frank. kali ini lebih keras dari semula. Joe. Tepat pada saat itu Joe berlari ke tengah tempat mesin-mesin.." Frank menatapnya dengan nanar. dan Frank memutar tombol. "Siap. anak muda?" tanya Dr. "Kemudian teman-teman kita ini akan kukirimkan kepadamu." Ia mempelajari tombolnya dan mengetahui. "Siap. Frank memotong tiga utas dan mengikat pergelangan tangan mereka di belakang.. melangkah ke belakang Doktor Minkovitch dan menekankan ujung alat itu ke punggung doktor Minkovitch. ia melebarkan pintu untuk memasukkan cahaya. ." jawab Frank. Frank melepaskan tuas itu dan menghela napas lega. bukan?" Frank mengangguk lunglai. "Hanya seorang wisatawan yang kebetulan lewat. ketika tik-tik-tik itu berhenti." kata Minkovitch. "Tolong. "Oke. dari jarak agak jauh. Dengan menggunakan obeng itu sebagai 'dongkrak. Doktor itu meletakkan detonator tersebut bersama obengnya ke meja kerja." Ilmuwan itu memasukkan ujung obeng ke dalam sebuah lubang dekat dengan ujung alat pengapian. Di dalam kegelapan. sudah terlalu jauh." kata doktor itu sambil memutar detonator itu secepat yang dapat ia lakukan." Frank mendekati ban berjalan dan memandang ke dalam terowongan. lakukan apa yang diminta tuan-tuan muda ini. kita dapat menggunakannya. anda bijaksana. Kedua pembantunya seperti hidup lagi! "Bagaimana dengan anak ini. ia meraba-raba mencari jalan ke pintu laboratorium. bahwa bila tombol diputar ke kiri akan berjalan ke atas. Joe mengikat tangan Doktor Minkovitch." katanya kepada Joe." Di sebelah katrol ada segulung tali.aku tak berhasil. "Mari kita bawa dia ke atas. Hagar dan Quark membalikkan tubuh mendengar suara Joe.' ia memutarnya dengan tekanan itu ke arah berlawanan dengan jarum jam.bergerak sedikit. Doktor itu hanya mengangkat bahu. Karena gudang di atas sama gelapnya dengan terowongan. "Bagaimana cara kita membawa mereka ini ke rumah itu?" tanya Joe kepada kakaknya." Joe merangkak tertelungkup ke atas ban. "Sekarang lepaskan kakakku. Ia terjungkal dengan kepalanya terlebih dulu ke lantai. Tiba-tiba detonator itu terlepas dan jatuh di tangan Minkovitch." ia berkata. Tenggorokan Frank terasa kering. lalu berteriak ke dalam terowongan. "Ampunnn . Perjalanan melalui terowongan yang gelap itu panjang dan mengerikan. Joe tak dapat mempersiapkan diri pada saat ban sampai di ujung. kemudian melemparkan sukucadang bor itu ke meja. carilah apa saja untuk mengikat mereka. dan Hagar serta Quark seperti terpaku pada tempatnya berdiri. dapat melihat bulu kuduk Hagar dan Quark berdiri. "Tekankan jarimu kuat-kuat." kata Joe. Sebuah sukucadang bagian dalam yang berbentuk bulat ." kata Minkovitch dengan gemetar." Joe meneruskan." "Aku berani bertaruh." Kedua orang 'besar' itu menangkap lengan Frank. tak ada gunanya untuk berkhawatir. Tanpa diketahui oleh ketiga penjahat. dia tentu salah seorang anak-anak Hardy!" kata Quark.yaitu detonatornya sendiri ." Hagar dan Quark melepaskan pegangan mereka. "Cukup lebar. "Frank. lalu mengintip ke dalamnya. "Yah. dan ia hanya sedikit gemetar. "Pung-punggungku ditodong dengan pistol." jawab Frank. "Jangan bergerak!" kata Joe tenang. karena kita tak mungkin merubah hitungan. sementara doktor itu menjadi kaku. anak muda?" Bagaimana engkau bisa sampai di sini?" tanya doktor Minkovitch. Untung ia masih sempat mengulurkan kedua tangannya untuk meredam kejatuhannya." "Nah. "Kita tak dapat menyuruh mereka berjalan di jalan setapak.

" Chet berseri-seri. "Kuharap saja jalan ini akan kembali ke jalan besar. "Nah. Pekerjaan itu membutuhkan tenaga yang lebih besar ketika harus menurunkan Hagar dan Quark. "Mau makan siang?" 14. Dengan diam-diam kedua pemuda menaiki tangga dan membuka pintu di ujung atas tangga. Mereka mendapatkan Chet sedang duduk di meja menghadapi segelas susu. sementara mereka melaju melalui jalan yang tidak rata. Empat orang lagi turun dari bak belakang! "Waaah. "Aku dan Joe hendak membawa Minkovitch dan kedua pembantunya dengan mobil Ford kita. melongok ke ruang kerja. Joe yang ada di depan. Ia sedang beristirahat dengan tenang di bagasi mobilnya sendiri di depan. lalu memanggil dengan suara rendah: "Chet?" Tak ada jawaban." "Memang." kata Joe sambil menggertak gigi. Frank!" Frank mengirimkan doktor Minkovitch lebih dulu. Mereka baru saja berjalan seperempat kilo ketika mereka melihat sebuah pickup mendatangi. Joe menangkapnya di bawah bahunya lalu mengangkatnya dari atas ban. Ketika Frank sampai di ujung." kata Frank dengan bersungguh-sungguh. Tepat sebelum jalan berakhir di pagar besi. "Hebat." Dengan singkat Chet menceritakan tentang percakapan radio antara Lanky dan Sanchez. "Ia menodong aku dengan pistol." Segera pula mereka sudah di perjalanan ke Corsair City. ruang makan dan dapur. tetapi ada overval untuk gembok. Joe mematikan gerak ban berjalan itu dan Frank dapat turun sendiri. Tertawan di Laut "Ada apa dengan Lanky?" Frank bertanya. Dengan segera Herkimer dan Larsoni kembali melompat masuk ke mobil mereka dan segera mengejar." Joe tertawa." Chet membenarkan." "Luar biasa. Tak seorang pun yang nampak. Dengan hati-hati mereka menuju ke depan." usul Frank. dan melaju ke arah kembali. "Tetapi aku berhasil menjatuhkannya dan menangkap dia. Chet memutar tepat di belakangnya. Chet. apa yang hendak kita lakukan dengan para penjahat yang kita tangkap ini?" "Serahkan kepada polisi Pirate's Port. "Nah. melaju melewati tempat ia menyembunyikan mobil mereka sebelumnya." Joe menggumam. . teman!" "Apa yang kautemukan di pabrik mainan doktor itu?" "Bukan mainan. dan makan roti berisi yang sangat besar! "Halo!" serunya dengan gembira. tetapi kami telah dapat mengurung penjahat-penjahat itu. Mobil pickup itu dekat di belakang mereka. kukira. Oke?" "Tentu. Frank membuka jendela ruang bawah. Ted Herkimer dan Mack Larsoni melompat keluar dari kabin. Joe membelok ke jalan tanah yang sempit. Mereka mengurung tawanan mereka dengan memasukkan obeng pada lubang overval. Pintu gudang itu tidak ada kuncinya. Pintu itu menuju ke bagian tengah lorong serambi yang sempit panjang. Namun ia berhasil juga. Ketika ia sampai di ujung. "Di sana ada beberapa bom atom. engkau mengikuti dengan membawa Lanky dalam mobil sportnya. Tiba-tiba mobil pickup itu meminggir ke seberang dan menghalangi jalan! Baik Joe maupun Chet menginjak rem. melintang ke seluruh rumah."Oke. "Aku tak suka kalau harus satu lawan dua!" Ia menancap gas dan memutar mobilnya membentuk huruf U. engkau. sekarang coba terka!" "Apa?" "Kapten Luis Sanchez adalah salah satu direktur juga. sekarang katakan. "Tak terlalu mengherankan." kata Chet. Joe bersiul.

Herkimer dan Larsoni telah membebaskan tawanan mereka." kata orang yang bersuara kasar itu. dan bersama Frank melompat ke luar. Frank berkata kepada Larsoni: "Apa yang kauharapkan dengan menculik kami?" "Aku hanya bekerja. Ketiga pemuda detektif itu dinaikkan ke bak pickup. melihat air berpusar tigapuluh meter di bawahnya. Ted Herkimer duduk di belakang kemudi. sebab mereka tahu di mana jalan itu akan berakhir. Tertelentang.Frank hanya mengangguk. dan kini kekuatan penyerang menjadi enam orang! Dengan mati-matian ketiga pemuda itu berbalik lagi. Tak seorang pun dari ketiga pemuda itu minta dijelaskan lebih lanjut. sementara mereka dapat menyarangkan beberapa pukulan balasan yang telak. Chet berkata: "Apa yang menyebabkan engkau tunggang-langgang kemari. Aku tak percaya bahwa kalian hendak membawa kami ke sana pula. kakak beradik itu mendongak memandangi wajah Herkimer dan Lanky. Lima orang yang lain mengerubuti Frank dan Joe." Satu perkataan itu terdengar menyeramkan. hingga para pemuda itu dapat merangkak di bawahnya. Chet menoleh ke belakang. Hagar dan Quark kembali ke rumah. Ketika mobil pickup berhenti dengan rem berderit-derit. Ketiga pemuda dengan baik dapat menangkis pukulan. Hagar dan Quark kini digunakan untuk mengikat mereka. "Akhirnya. jalanan itu mendekati Devill's Point." Melalui pundaknya Herkimer berkata: "Apa yang kami lakukan hanyalah menyekap kalian. Di tepi jurang. Harapan mereka segera buyar ketika mereka sadar. Herkimer? Engkau tentu telah mengharapkan kami. Di sana jalanan tanah itu membelok dan menyusur tepi batu karang. "Kita kembali saja!" Mereka berbalik dan lari ke arah pagar. dan segera sadar bahwa pagar kawat itu adalah batas tanah miliknya. Sekarang keempat orang tersebut menghadang dari arah pagar. Namun mereka sedikit demi sedikit tergiring ke arah pinggir batu karang. ketiga anak muda itu berbuat segalanya untuk menangkis pukulan-pukulan. Joe dan Frank menangkapnya pada setiap lengan dan menariknya ke depan. Mereka melihat rumah bobrok milik Dr. ketiga pemuda itu melompati pagar kawat bagaikan peloncat tinggi olympiade. Ia kehilangan keseimbangan. Hagar dan Quark berlari mendatangi. kalau tidak engkau tentu tak akan membawa pasukan sebesar ini. ikut dalam pertempuran. "Tanyakan kepada boss." Tali yang tadi mereka gunakan untuk mengikat Dr. namun terpaksa berhenti dengan kecewa. Joe menginjak rem dengan mendadak. Setelah sunyi cukup lama. dikawal oleh Mack Larsoni dengan pistolnya. dan mendadak pula berakhir pada pagar kawat berduri. Setelah ketiga pemuda itu diikat tangannya. Chet terbanting menimpa dua orang penjahat hingga mereka terjatuh." kata Herkimer dengan mengejek. Tariklah kembali monyet-monyetmu ini. "Kami sedang hendak membawa mereka ke kantor polisi." "Kami tangkap." "Ah. Mereka ternyata tiba kembali pada titik awal! Mereka juga mengetahui dengan tiba-tiba. "Kalian hendak membawa kami ke polisi?" tanya Frank dengan heran. Dr. Dengan tujuh lawan tiga. tetapi kanan keliru. dan tak mungkin lagi berusaha untuk membalas. Herkimer dan Lanky tinggal di belakang untuk mengawasi. namun empat orang pengejar itu mendekat menghadang. sedangkan keempat orang yang datang dengan mobil pickup kini naik ke mobil Ford sewaan para pemuda." . Sebuah pukulan pada rahangnya membuatnya terhuyung ke belakang. Minkovitch. Lanky naik ke mobil sportnya." kata Frank. Larsoni. mereka digiring ke pagar kawat. "Kami menyerah. "Baik. Mereka itu bertubuh besar dan nampak sangat kuat. Kini kedua belah pihak bertukar pukulan. namun mereka segera bangun dan menahan Chet ke tanah. Minkovitch." Joe membetulkan. Mereka mundur semakin jauh. Chet menghentikan mobilnya hingga berhenti di belakang Ford. dan kedua tangannya menggapai-gapai tak berdaya ketika ia mulai menukik melewati tepi jurang. kedua tangan dan kaki tertindih. Dua orang penjahat mengangkat kawat yang terbawah. Minkovitch. Ketiga pemuda itu terjebak! "Di belakang hanya ada Herkimer dan Larsoni!" kata Joe terengah-engah. Minkovitch di depan. membawa kendaraan tersebut ke arah Corsair City. untuk tidak menyebutkan bahwa kami membebaskan rekan-rekan kami yang justru kalian culik. bahwa empat dari musuh-musuhnya telah memisahkan diri.

Ia melihat ke sekeliling. bahwa mobil sewaan itu diparkir di dekat rumah Minkovitch. "Bawa mereka ini ke kapal. hingga kita dapat melihat apa yang akan kita lakukan. Setelah mereka tiba di Corsair City. lalu menyuruh Frank untuk menaikinya. Tetapi kacanya dicat hitam hingga tak ada cahaya dari luar yang dapat masuk. "Ingat akrobat yang kita lihat di sirkus?" katanya. Para penjahat itu memastikan diri bahwa tangan mereka benar-benar terikat kuat." Joe menyarankan. "Lanky mengirimkan berita radio kepadaku. "Kalau mereka berbicara. menghadap ke dinding." "Apa gunanya bagi kita?" kata Chet. Mack. Engkau yang paling bawah. Setelah semuanya turun." kata Joe. mereka akan menceburkan kita ke laut!" 15. kapten Sanchez tentu dapat memikirkan sesuatu untuk menahan mereka di penjara dengan cukup lama." kata salah seorang mengejek. "Sekarang yang paling sulit. Ted?" tanya Larsoni. lekatkan punggungmu ke punggungku. "Yang kutahu. justru kita yang ditangkap!" "Polisi Pirate's Port tidak akan. Chet menggerendeng.Si muka kapak mengejek lagi. ia segera membuka ikatan Joe dan Chet. kedua tangannya membentuk sanggurdi. Jendela-jendela itu lima belas meter tingginya dari lantai." Ketiga pemuda dibawa ke ruang palka yang kosong. Begitu Frank bebas. Di Corsair City hanya ada satu perusahaan mobil sewaan. Mula-mula Chet membongkok. Pada tiap sisi hanya ada sebuah jendela kapal. Kekacauan di Dermaga "Paling tidak mereka membiarkan lampu menyala. "Pertama-tama kita kurung mereka di palka kapal Mary Malone." Pemuda itu mengkerut. Larsoni menutupi pistolnya dengan saputangan hingga tak akan terlihat oleh orang-orang yang lewat. lalu Frank naik lagi ke pundak Chet. "Sial!" katanya." kata Joe. Kadang-kadang dipenjara sampai bertahun-tahun." Sementara para pemuda digiring melalui jembatan. Herkimer berkata kepada Larsoni: "Kembalikan mobil mereka ke tempat sewaan." "Lalu bagaimana?" "Engkau sudah mendengar apa yang kukatakan kepada mereka. dan kurung mereka di dalam palka." Joe menarik-narik ikatan tangan Frank hingga menjadi kendor." . "Selamat menikmati perjalanan. "Ya. Aku harus kembali ke pekerjaanku." kata Joe. "Seharusnya mereka tahu bahwa kita dapat melepaskan diri begitu ditinggalkan. Mereka teringat akan cerita-cerita tentang orang- orang Amerika yang ditangkap atas tuduhan palsu di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Me- reka tak mempunyai paspor. "Apa yang hendak kaulakukan dengan anak-anak ini. Larsoni. "Kita tetap tidak bisa keluar." Kemudian ia berpaling kepada keempat penjahat yang mengendarai mobil Ford. Ted. "Tiga saudara yang berdiri pada pundak masing-masing?" "Kakak-beradik Gimlet?" kata Chet. Kita serahkan kepada polisi. Aku telah menyelidikinya dan mengetahui bahwa sebuah mobil Ford telah disewa oleh Frank Hardy. "Penjahat-penjahat itu tak terlalu cerdik." "Engkau sungguh-sungguh?" tanya Larsoni terkejut. "Aku harus merayap memanjat ke tubuh kalian." Para pemuda itu saling berpandangan. "Frank. dekat langit-langit. Setelah Frank diangkat. kemudian keluar melalui pintu tingkap." "Jangan terlalu mudah putus asa. Tetapi Joe mempunyai akal. Aku yakin." Ia menempatkan Chet di bawah jendela sisi kanan. dan di tempat yang kosong itu tak ada sesuatu yang dapat dipanjat. tinggi. Konvoi tiga mobil tersebut menuju ke dermaga dan berhenti di dekat Mary Malone. Coba berdiri di sini. mereka mendengar Lanky berkata: "Aku akan terbang kembali ke Atlantic Island.

"Kukira tidak. Chet menggerutu mendapat beban ganda. Ia memungut ketiga potong tali bekas ikatan mereka. Di depan papan pengontrol itu duduk operator radio. seorang perwira sedang memandang melalui jendela kapal ke . "Aku turun kembali. dan segera ia bergantung pada lubang jendela. dan ada beberapa orang lagi yang menyandarkan diri pada pagar. "Sekarang bagaimana?" tanya Frank. Ia melongok ke luar lalu melemparkan kaitan itu ke atas." kata Joe. "Tak perlu main akrobat. Chet. "Coba kita cari semacam kaitan untuk dapat menarik diri kita ke atas. "Ingin melihatnya?" "Ya. entah para penyekap mereka lupa atau tak peduli tawanannya menderita lapar." "Dengar. "Begitu kami telah di luar. "Nah." Frank melakukannya. Kini tali itu menjadi dua setengah meter panjangnya. di samping geladak. dan ujungnya dipasangi kaitan. "Nah. Ia turun. "Apakah kaukira kita mendapat makan?" ia bertanya." Setelah berpikir sejenak. ke segala arah. kalian berdua!" Sekali lagi Joe naik ke pundak Frank." kata Joe. Tak nampak sesuatu di kiri kanan maupun di bawahnya. yang jelas tak seorang pun membawakan makanan bagi mereka. "Yang paling tidak kita harapkan ialah ada orang yang masuk dan memeriksa tali ikatan kita!" Tetapi. Cukup lama juga sebelum salah satu kaitannya mengenai pagar." Mereka merayap maju dan menaiki tangga pendek untuk mengintip ke ruang kemudi." Dengan penuh kemauan mereka mencari-cari." kata Joe. Setelah menguji talinya. "Sekarang bagaimana?" tanya Frank. mereka melihat dua awak kapal mengawasi tangga jembatan. itulah yang kupikirkan. dan menyusul Joe ke atas. Ia membuka kuncinya. Kalian tentu tak menginginkan aku." katanya kepada Frank dan Chet. "Pegangi kakiku. di mana tempat radio kapal?" "Barangkali di anjungan. namun ia tak mengeluh." kata Joe. lalu mengintai ke segala jurusan. "Sudah gelap sekarang di luar? Dapatkah kita mulai operasi penyelamatan ini?" Joe berdiri dan berkata. "Ke dinding. Joe memanjat tali hingga mencapai geladak di atasnya. "Kini giliranmu mencari akal. Dengan demikian dadanya menjadi setinggi jendela. Perut Chet mulai menggerutu minta isi. kami akan membuka pintu tingkap untukmu! Oke?" "Engkau malah mendapat bagian yang paling mudah. dan memanjatlah hingga engkau dapat berpegangan pada bingkai jendela." Chet menimbang-nimbang sebentar. Frank bertanya: "Tahukah engkau. "Pagar geladak tengah tepat ada di atas jendela. "Coba katakan. Tak perlu mengambil resiko lehermu patah." kata Joe.Ia memanjat ke punggung Chet hingga kakinya dapat menginjak pundaknya bersama Frank. yang biasa digunakan untuk mengangkat ikan dari tali pancing. "Aku sudah melaksanakannya sekian jauh. Kita ambil dia kemudian saja. memegangi tali. Joe memanjat punggung Frank hingga berdiri di pundaknya." sambung Frank. mereka merangkak ke sekoci penyelamat seperti waktu pertama kali mereka naik ke kapal. Akhirnya ia menunjuk ke jendela kapal. lalu disambung-sambungnya. "Bagus sekali!" seru Joe gembira. Dengan hati-hati ia melongok keluar. Setelah mereka sampai di geladak. kalau kita hanya berdua. Tetapi di sebelah kiri. Joe menarik kembali kepalanya. Tak seorang pun berada di sisi kanan kapal. sekarang tunggu sampai malam-" Chet mengerutkan dahinya. dan berseberangan dengan radio. Bagaimana orang yang paling bawah bisa keluar?" "Ia memang tak akan keluar.. Chet berseru: "Apakah ini bisa dipakai?" Ia menunjukkan sebuah kait bercabang tiga. Joe naik memanjat ke luar dari jendela hingga kakinya bergantungan di dalam." "Kita bebaskan Chet dulu?" Frank menggeleng." kata Frank. namun ia tak mau mengatakannya. Bagaimana pun engkau tak bisa lolos dari lubang jendela itu.. dan Frank lalu melompat turun pula. Kemudian kakaknya merangkak ke luar dari jendela. Pada sebelah kanannya mereka dapat melihat papan pengontrol radio gelombang pendek serta telepon dari kapal ke darat. kemudian tak berkeberatan lagi. Tetapi tepat di atasnya adalah pagar dari geladak tengah. "Kita mendapat lebih banyak kesempatan untuk tidak diketahui.

Anggota- anggota komplotan dan para awak yang mencoba melarikan diri menuruni tangga jembatan. ketika orang itu memasuki tempat tugasnya. "Frank Hardy. dan menarik . Hanya menunggu. Anggota-anggota polisi menunggu di pinggir kalau kalau orang yang hendak melarikan diri naik ke dermaga. Operator itu terkejut dan berhenti. Kemudian ia berpaling kepada operator radio. kali ini secara terang-terangan dan melangkah naik ke anjungan. "Selamat sore." katanya. Di tengah-tengah kehebohan ini Joe menemukan Frank di geladak. "Bagaimana engkau bisa ke luar dari palka?" "Dengan sulapan. "Panggil segera kapten kemari!" "Engkau sinting?" Frank menegakkan tubuhnya setinggi mungkin. Dengan tergopoh-gopoh operator radio itu lari dari anjungan. Frank memanjat lagi. Sambil memutar tubuhnya. "Siapa engkau?" ia bertanya. Joe sedang duduk di kursi operator. ingat?" "Kita akan makan setelah selesai urusan dengan polisi. "Engkau juga hendak mengambil alih kapal ini?" "Tidak. Kedua awak kapal itu mengejarnya." Joe bersembunyi di bawah tangga. Tetapi Frank menangkapnya dan menanyakan hendak ke mana dia. ia berusaha memutar melalui lorong sisi menuju ke sebelah kanan.arah dermaga. Frank melawan demikian hebatnya hingga diperlukan kira-kira lima menit untuk menjinakkannya. "Ke dapur. "Joe Hardy." kata Frank. sampai kuketahui bagaimana ia bisa lolos dari palka. Aku mengambil-alih pimpinan kapal!" "Engkau mengambil apa?" "Mengambil alih kapal. segera ditangkap polisi dan digiring ke mobil tahanan. berusaha melarikan diri dengan berenang ke tempat-tempat yang agak jauh dari dermaga." Sambil berdiri dari kursi. Ketika ia akhirnya di telentangkan di geladak dengan kedua tangan dan kaki dibentangkan. yang secara sistematik memeriksa setiap sudut dan lubang dari buritan sampai haluan. "Itu mereka sudah datang!" Enam buah mobil polisi dengan lampu di atas berkedip-kedip berhenti membentuk setengah lingkaran melingkari tangga jembatan." Perwira jaga itu kelihatan heran tak percaya." Operator radio itu bangkit berdiri dan keduanya melompat mengejar Frank. pemuda itu lari menuruni tangga menuju ke tangga jembatan. Tangkap dia." Operator radio itu mengira menghadapi orang gila lagi dengan sikap waspada. Mereka yang mencoba bersembunyi di atas kapal digiring keluar oleh sepasukan polisi. Lihat sajalah. Joe melangkah ke samping dan melongok dari jendela. Ketika si gemuk itu keluar dari palka. kemudian engkau masuk dan memanggil polisi." "Bagaimana engkau hendak memancing mereka ke luar?" tanya Joe. Operator radio menoleh dan perwira itu memutar tubuhnya." Ia pergi dan operator radio itu kembali ke tempatnya. "Siapa engkau?" ia bertanya. Frank berbisik: "Aku akan memancing mereka ke luar. Selama dua puluh menit berikutnya terjadilah hiruk-pikuk yang kacau sekali. pelaut!" Perwira itu berkata kepada operator radio: "Orang ini sudah gila. "Mereka tak membawakan makanan untuk kita. tetapi tak ada waktu untuk menjelaskannya. Kedua pemuda itu mundur lalu merayap ke samping tangga untuk berunding." kata Chet. tuan-tuan." jawabnya. salah seorang petugas jaga dengan tersengal-sengal bertanya kepada perwira jaga: "Kita apakan dia?" "Tahan dulu dia di sini. Katanya mereka akan sampai di sini dalam tiga menit." kata Frank tak sabar. "Lebih baik engkau kembali ke anjungan." "Menunggu apa?" "Polisi. "Tangkap anak itu!" teriak salah seorang ketika Frank sudah dekat dengan jembatan. Lampu-lampu sorot diarahkan kepada mereka yang menceburkan diri ke laut. Dua penjaga dan beberapa awak kapal di pagar segera menyerbu mengejar Frank. dan keduanya turun ke palka untuk membebaskan Chet. "Aku sudah punya rencana. "Bilang 'pak' bila berkata kepadaku.

Daripada membuang-buang waktu menanyakan pada petugas penerangan. Pembajakan uranium ini akan memungkinkan kami menggulung komplotan itu. "Ia mengatakan kepadaku." kata letnan itu kepada Frank. Kalau tidak. Letnan Flores mengirimkan pasukan penyerbu ke Devill's Point untuk menangkap Doktor Minkovitch dan kedua pembantunya." kata Letnan Flores. bahwa kalian berdua telah mengikuti jejaknya. Ia juga mengirimkan telegram ke Polisi Atlantic Island. Letnan itu mengangguk." "Kami memang sudah mencurigai Mary Malone. Jadi tak ada apa-apa yang dapat kita lakukan kecuali menunggu." Chet mengusulkan. meminta untuk menangkap Kapten Sanchez serta penerima tamu Hotel Atlantic yang bernama Lanky. "Itu mungkin. "Kami sungguh mengira bahwa anda mengetahui siapa kami. "Hanya saja kami belum memperoleh bukti. Ia melihat ke arlojinya." kata Frank." "Kapten itu mungkin sekali direktur ketiga. "Aku pernah bertemu ayah kalian di New York tahun lalu." Frank membenarkan. "Tolong sebutkan ciri-cirinya seteliti mungkin. "Tetapi. Ketiga pemuda itu menunjuk Mack Larsoni. "dengan sejujurnya aku tak dapat mengharapkan kerjasama dengan baik. jadi mereka telah mempunyai waktu lebih dari satu jam untuk membuat rencana. bagaimana Herkimer bisa meloloskan diri?" tanya Chet." "Misalkan saja mereka menelepon Freddie Fredericks di Atlantic Island untuk menjemput mereka?" kata Frank." "Mereka akan kabur. bahwa ia telah menyuruh mengawasi dermaga dan lapangan terbang yang ketat. sementara mereka melanjutkan berbicara dengan pokok pembicaraan misteri tersebut. mereka langsung ke menara kontrol untuk menanyakan apakah pesawat itu telah datang." ia berjanji. "Ia dapat turun di Pirate's Port cukup lama agar mereka dapat melompat naik." "Dengan senang hati." "Barangkali ada baiknya kita ke sana dan menyelidikinya." kata Chet. Mereka tak mendapat kesulitan ." Setelah mereka tiba di markas. "Tetapi di mana mereka itu?" "Kalau mereka tahu bahwa pihak polisi mencari mereka." kata Frank. "Kami juga menerbitkan selebaran yang lengkap tentang Pete McGinnis. "Sekarang sudah hampir jam sepuluh malam. "Ted Herkimer tak ada di antara para tawanan!" ia berseru." kata letnan itu kepada para pemuda. Namun tiba-tiba Joe teringat akan sesuatu. Mereka pergi dan makan." Para pemuda melakukannya dengan sebaik-baiknya." Joe menduga. Ia mengundang para pemuda itu ikut ke mobilnya ke markas polisi. "Aku juga akan mengeluarkan selebaran lengkap tentang dia. Ia tak ada di kapalnya ketika kami serbu. lalu minta diri kepada letnan. operator radio serta beberapa penjahat dan awak kapal.temannya yang kelihatannya ogah-ogahan itu. Pengejaran yang Menyeramkan Letnan Flores kecewa. Pesawat B 24 tak nampak di lapangan. "Barangkali saja ia bersama kapten McGinnis. Lagi pula hanya satu jam terbang dari Atlantic Island kemari. kapten dari kapal Mary Malone. "Mungkin dia tidak ada di kapal. lalu tinggal landas lagi sebelum polisi tahu apa yang telah terjadi. Kudengar Letnan Flores berkata. "mungkin mereka berusaha keluar dari pulau ini. 16." Mereka memanggil taksi ke lapangan udara. mungkin anda tak dapat percaya apa yang kukatakan. mandor yang tegap-besar. Di tengah perjalanan mereka membicarakan perkara tersebut. Perwira yang mengepalai pasukan penyerbu adalah Letnan Flores." Joe tertawa. pak. Hanya ada dua jalan: dengan perahu atau pesawat. "Menurutmu." jawab Joe. aku ingin kalian dapat menyertai aku untuk mengenali para tersangka yang telah kita tangkap. Sekarang.

" Kepala menara itu memeriksa buku yang lain lagi. "Maukah anda menelepon Letnan Flores dan memberitahu dia?" "Tentu saja. Frank membuntuti dan melihat mereka keluar dari terminal ke lapangan. "Biarlah aku sendiri yang mengikuti dia. "Ia belum mendaftarkan rencana penerbangan. memandangi mereka dengan curiga. Winn menggeleng. Tak lama kemudian mereka melihat kelap-kelip lampu pendarat sebuah pesawat." Frank mengangguk. "Untuk apa anda ingin tahu?" "Kukira barangkali anda mencari Ted Herkimer!" Fredericks bertambah curiga. "Apa yang dapat kulakukan bagi kalian?" ia bertanya." kata pilot. "Anda bukan Herkimer!" "Aku bukan mengatakan bahwa aku Herkimer. Para pemuda itu mengawasi lapangan." "Terima kasih atas pemberitahuannya. Dengan cara demikian ia dapat menyesatkan polisi. seperti sedang mencari-cari seseorang. Pesawat mendarat dan berjalan menuju ke terminal. "Aku tak tahu. sementara Frank menyelinap masuk dan bersembunyi di balik sebuah pot pohon palem. sedang membantu polisi di sini." Kedua orang itu keluar bersama-sama. "Di rumah sana kami harus mendaftar sebelum tinggal landas." "Kok bisa begitu?" tanya Frank. "Apakah sebuah pesawat B-24 yang telah diubah. Sebab di sini tak begitu padat lalu-lintas udaranya. pak Winn mendatangi mereka dari terminal." "Kalau begitu kita naik saja ke pesawat. Aku . Fredericks melihat ke sekeliling. milik Atlantic Island Charter Service telah mendarat di sini selama beberapa jam yang lalu?" Setelah memeriksa buku catatan penerbangan. Beberapa penumpang sedang duduk-duduk di kursi empuk. Sambil berhenti di bawah tangga luar. "Ia akan melihat kita bertiga kalau kita mengikutinya. lalu menuju ke ruang tunggu kelas satu." kata Frank. Joe dan Chet datang. "Freddie Fredericks baru saja mendaftarkan rencana penerbangan dalam perjalanan. "Mari kita pasang mata di sini sebentar. tidak berarti bahwa Freddie tidak akan datang untuk menjemput Herkimer dan McGinnis. Para pemuda mengucapkan terimakasih dan pergi. Ia harus hati-hati. Kepala petugas menara yang memperkenalkan diri sebagai Gary Winn. sebab polisi telah mengawasi tempat ini. "Mencari seseorang?" tanya orang yang berpakaian wol itu kepada Freddie." kata Joe." Beberapa saat kemudian. sementara kalian jangan menarik perhatian di ruang tunggu. Frank mengintip ke dalam ruang tunggu. "Mungkin ia merencanakan untuk mendarat secara sembunyi-sembunyi. Akhirnya. Anda juga mencari kapten McGinnis?" "Andakah kapten McGinnis?" "Tergantung dari siapa anda. Di mana Ted?" "Ia akan datang. "Justru karena tidak mendaftarkan rencana penerbangan. mereka berunding. "Ia akan mendarat dalam sepuluh menit ini. "Siapa orang itu yang berpakaian wol?" tanya Joe. sudah dianggap syah." Para detektif muda itu berdiri mengawasi selama satu jam." kata Frank." kata Frank. "Gary Winn mengangguk dan masuk lagi." "Apakah ia akan datang. hanya beberapa meter di belakang pilot. "Ia berkata kepada Freddie bahwa ia adalah McGinnis. "Kami detektif-detektif swasta." "Jangan berbantahan lagi." kata Frank. Freddie mengamatinya. Seorang pilot berkacamata dan helm turun. Pesawat itu milik orang yang bernama Freddie Fredericks. membuka perlengkapan terbangnya dan melemparkannya ke dalam pesawat." "Di sini kami lebih lunak. Itulah dia: Freddie Fredericks! Para pemuda tetap tinggal dalam bayangan di belakang dia ketika ia masuk ke terminal. Ted dapat pergi ke sana sendiri. Selama ia memberitahu bahwa ia akan datang.untuk ke sana setelah mereka menunjukkan surat izin terbang. Pilot itu memandanginya dengan curiga. Seorang yang jangkung berpakaian wol berdiri lalu mendekati Freddie. Ia sudah beberapa hari tidak kemari. Aku sendiri ingin sekali menyembunyikan diri." katanya." katanya. "Aku tahu pesawat yang kaumaksudkan. "Aku adalah Freddie. mengamati pesawat-pesawat yang datang dan pergi.

Freddie melihat Herkimer dan temannya. Rupa-rupanya. sebab ia mulai menghidupkan mesin pesawatnya dan membuka pintu untuk penumpang. Joe dan Chet mengikuti. Apakah anda yang menyebabkan pesawat tak dapat tinggal landas?" Munoz mengangguk. "Mari!" Kedua orang itu bergegas ke pintu yang langsung menuju ke lapangan. Joe yang pertama-tama mencapai pintu dan menariknya hingga terbuka. Mereka sedang menaiki pesawat dan menunggu Herkimer." kata Joe. Ketiga pemuda berlari lagi. Di luar. tak tersangka-sangka. bagaimana kalau kalian membantu membawa orang- orang ini ke kantor keamanan airport?" "Dengan senang hati. mereka melihat penjahat-penjahat itu berhenti dan memandang ke sekeliling mencari jalan untuk melarikan diri. Para penjahat itu ditahan di kantor keamanan hingga sebuah mobil tahanan datang. menendangnya.mengira mula-mula." katanya. bahwa ia hendak menyebut dirinya Herkimer." katanya. orang yang berpakaian wol itu sedang memborgol pilot. "Aku sungguh gembira mengetahui anda di pihak kita. Pesawat mulai bergerak. tetapi ketika ia mengetahui bawa Freddie mengenal Herkimer. Tiba-tiba Herkimer melihat para pemuda tersebut. Frank terhuyung mundur. dan kita tak tahu siapa mereka itu." Joe tersenyum menyeringai. Ketiga pemuda berada dua puluh lima meter di belakang mereka ketika Herkimer dan kapten McGinnis melompat naik dan menutup pintu. pusing. Frank melihat bahwa Chet dapat menguasainya seorang diri. ketika pesawat mulai menuju ke landasan. Aku sersan Julio Munoz dari bagian keamanan lapangan terbang. lalu menariknya hingga jatuh ke tanah. Frank. lalu berkata: "He. gelisah dan gugup. "Kukira tak akan berhasil. Mereka menuju ke ruang tunggu kelas satu dan melongok ke dalam. "Itu dia mereka!" kata Chet. ia berubah dengan halus. Kemudian. "Mungkin mereka bersenjata. Kapten McGinnis mengayunkan sebuah pukulan ke arah Joe. Herkimer dan kapten kapal berdiri di dekat pohon palem. "Anak-anak Hardy!" ia mendesis. Tak satu pun kelihatan seragam polisi. Ketiga pemuda itu lari mengejar. "Kalian tentu anak-anak Hardy." 17. Joe menangkap kaki yang menjulur itu. lalu melompat masuk ke pesawat. khawatir kalau kalau anda anggota komplotan pula. Di kokpit. keempat baling-baling pesawat berhenti berputar dan pesawat pun berhenti. Joe menoleh kepada kakaknya yang sedang mengelus-elus rahangnya dengan pandangan minta maaf." Frank melihat ke sekeliling. "Kita tangkap saja mereka. "Untuk kali ini mengapa tak kita serahkan saja kepada polisi?" "Oke. Tetapi Joe mendaratkan pukulan kiri yang segera disusul tinju kanannya. Mereka melihat pesawat B-24 dan segera langsung berlari ke arahnya. Ia menunjukkan kartu pengenal kepada kedua pemuda. Ted Herkimer. memandangi dengan putus asa pesawat yang bergerak menuju ke landasan. Ted Herkimer dan kapten dari kapal Mary Malone baru saja memasuki ruang tunggu kelas satu. kalau engkau menunjukkan polisinya." Frank memperingatkan. Kapten itu jatuh tertelentang. Dialah yang memberitahu aku dan menyuruh aku mencari Herkimer dan McGinnis. Kemudian. Seorang Tersangka Menghilang Frank tersenyum. Kami mengamati anda di ruang tunggu. Semua . sambil berpegangan kedua ambang pintu. Joe membiarkan dia ditangani oleh Frank dan Chet. Ketika Joe menunduk mengelak. Ketiga pemuda berhenti. "Mungkin mereka tak berseragam. "Letnan Flores telah menceritakan hal ikhwal kalian. dan semangat juangnya sirna seketika. pukulan itu tepat mengenai rahang Frank. Ketika mereka berlari ke luar. merayap naik menyusul adiknya. Chet berhasil menduduki Ted Herkimer. aku sudah cemas!" Ia tertawa.

Joe dan Frank tidak yakin bahwa Ted mengatakan yang sebenarnya. Tetapi mereka sadar. "Engkau terpancing. Selanjutnya apa yang hendak kalian lakukan?" "Kami akan pulang ke Amerika dan menyelidiki Cy Ortiz. untuk apa?" "Demi tiga orang yang menyebut dirinya direktur-direktur. Tahukah engkau kalau memang dia?" Herkimer menyelidik dengan matanya memandang kapten McGinnis. untuk menuntut setiap negara agar menyerah tanpa syarat. Ted?" "Uranium apa?" "Ah. "Itu sangat tidak menguntungkan." Herkimer menatap dia tanpa berkata-kata. "Tahukah engkau. Siapa boss komplotan ini. Minkovitch menginginkan uranium itu. "Menyembunyikan sesuatu tak ada gunanya bagimu. Ted." Dengan mendadak ia berhenti. janganlah mampir di Atlantic Island dalam perjalananmu. Ini membawa kita ke masalah yang lain." "Demi setan. bahwa pihak polisi telah menangkap seluruh anggota komplotan yang ditempatkan di Devill" Point. "Aku tak tahu-menahu apa yang sedang terjadi. lalu pulang ke hotel. "Pembajakan. Minkovitch beserta kedua orang yang besar itu telah ditahan. "Apakah engkau direktur yang ketiga dari komplotan gila ini? Yang ingin menguasai dunia." jawab Frank. Siapa big boss itu?" Herkimer menghela napas. bahwa Dr. Para pemuda itu menunggu cukup lama untuk melihat para tawanan itu dikurung. dia adalah Cy Ortiz. Letnan Flores sedang tidak bertugas ketika mereka tiba di markas kepolisian." jawab Herkimer. termasuk para pemuda dan seorang penjaga berseragam. Joe mengalihkan perhatiannya kepada si muka kapak. "Aku tak akan mengatakan apa-apa." Freddie Fredericks menatap Herkimer. seolah-olah mencari tanda-tanda ketidakwarasan. "Aku hanya ikut dalam pem. Letnan itu hanya mengangkat bahu. Sebenarnya ia membangun bom-bom atom untuk menghancurkan setiap kota besar di seluruh dunia. "Para pejabat di Atlantic Island melaporkan. Ted?" Tetapi Herkimer lalu diam cemberut. bahwa Lanky dan kapten Sanchez tidak dapat ditemukan. "Kusarankan. "Kalau aku tahu bahwa mereka terlibat sesuatu seperti itu. Hanya sersan detektif yang duduk di depan bersama sopir. "Betul." Frank memotong. dan akhirnya hendak menguasai seluruh planet kita. Kami mendengar." sahut Pete McGinnis. kapten?" "Aku tak mengerti apa yang kaukatakan!" kapten itu menjawab." Chet memotong. aku tak sudi terbang kemari!" ia meratap "Sungguh keliru aku!" "Aku tidak terlibat!" kata Herkimer dengan panas. Kemudian ia kembali berpaling kepada ketiga pemuda. "Oke. harus menyelidiki Ortiz begitu mereka tiba di rumah. "Padahal mereka sebenarnya melindungi kedua orang itu!" kata Frank dengan geram." Letnan Flores . sudahlah. Minkovitch. Frank menekankan hal itu lebih jauh." "Minkovitch menipu Larsoni." sambungnya. mengapa Dr. "Kalau aku tahu kalian ini sudah bertindak sejauh itu." kata Herkimer. "Apa yang kaukatakan itu?" tanya Herkimer. Joe yang menyelesaikan kata-katanya.orang. Itu berarti. duduk di belakang. Dan kami menduga bahwa Pete McGinnis inilah yang ketiga." Joe melanjutkan. aku tak sudi berada dalam jarak seribu kilo dari mereka! Apakah kaukira aku juga sinting? Untuk apa aku mau membantu orang membuat bom yang dapat menghancurkan diriku sendiri pula?" "Aku pun jelas bukan direktur yang ketiga. Letnan Flores mengatakan kepadanya. "Mereka merencanakan. "Itu bukan miliknya. Ia hanya mengangkutnya. Joe memandangi kapten kapal. "Kami telah menyadap laboratorium Dr. "Tetapi aku ingin mendengar ocehanmu." "Pemilik perusahaan angkutan itu?" kata Frank terkejut dan heran.." "Untuk apa ia mencuri barang-barangnya sendiri?" tanya Chet. ia mengatakan kepada temanmu Larsoni bahwa ia sedang membangun bom A untuk suatu gerakan pembebasan di Eropa. "Kami telah mengetahui dua dari ketiga direktur: Lanky dan Luis Sanchez. Esok paginya mereka kembali ke kantor polisi. Larsoni tentu menyampaikan informasi ini kepadamu..

" Sejam kemudian. bahwa komisi pengaduan serikat buruh hendak meminjam kantornya untuk pertemuan. dan mendapatkan mandor itu sedang berbicara dengan salah seorang montir di bengkel. "Ya. Minkovitch. Anak-anak. "Aku sedang mencari baut setengah inci." Ox melanjutkan. "Stewart Zegas sedang bersamaku dan ia ingin mendengarkan laporanmu. dan dari sana mereka mengambil penerbangan komersial biasa ke Washington DC. Ia menyambut ketiga pemuda itu dengan hangat. dan berbicara dengan ayahnya. Fenton. Suara dari sana tidak sejelas suara operator. dan gudang hanya buka setengah hari. betul." Mandor itu nampak geram. serta satu regu ahli nuklir untuk memereteli pabrik Dr. Telepon interlokal pribadi dari Atlantic Island untuk Cy Ortiz. "Tunggulah di sini. Entah mengapa." Tetapi di dalamnya terdapat sebuah radio mini. "Aku hendak ke kantor Ortiz. Rupanya ia ingin tahu apa yang hendak mereka lakukan. aku mengucapkan terimakasih kepada kalian. "Itulah rencana kami." Untuk sesaat tak ada yang berbicara. "Kami ingin tahu. dapatkah engkau pergi bersamaku ke Pirate's Port besok pagi?" "Tentu. kudengar Ortiz sedang berbicara kepada salah seorang sopir truk." jawab perwira polisi itu. Kami masih harus membereskan diri di Boston. "Aku akan merasa senang kalau bagian kami dari masalah ini juga dapat terbongkar pula. dan ketika aku membuka kardus itu. tetapi dialah boss dari komplotan pembajak itu!" "Mengapa?" tanya Joe." "Kalian akan terbang ke sana besok pagi?" tanya pak Hardy." kata Ox. aku mendengar telepon interlokal yang ia lakukan kemarin. Atas nama FBI. "Kalian mungkin akan ditahan dengan tuduhan palsu. "Sebenarnya kami sudah curiga." Beberapa saat kemudian ia kembali dan menutup pesawat tersebut. kalian telah melakukan tugas yang hebat. Beberapa informasi yang kami terima seperti menunjukkan." Para pemuda mengambil penerbangan ulang-alik ke Miami." kata pak Zegas. sehingga akan menutup sebagian besar perkara ini. Mobil sport mereka ternyata masih diparkir di depannya." "Bagaimana engkau tahu bahwa itu telepon interlokal?" tanya Frank." jawab Joe. letnan. bahwa Cy Ortiz terlibat dalam masalah ini." kata ayahnya. dan tiba sekitar jam tujuh sore. dan melakukan penyelidikan." "Kita akan membawa serta seorang dari Kemlu agar menekan kepolisian Atlantic Island. "Datanglah kemari. Kukira memang disengaja berbicara tidak keras. siapa yang sebenarnya bertanggung jawab. Pak Zegas berkata dengan rasa puas: "Itu telah membongkar perkara pembajakan uranium." Sambil menunjukkan jalan ke ruang penyimpanan. Kemudian Joe bertanya: "Engkau dapat mendengar percakapannya?" "Hanya suara Ortiz. ia menuju ke sebuah rak dan mengambil sebuah kotak kecil." "Tidak. mereka langsung menuju ke gudang Ortiz Trucking Company. Frank segera menelepon kamar 26 hotel Glasgow. "Terima kasih atas bantuan anda. siapa yang tak ingin berhenti?" kata Chet. Ia menyadap kantornya sendiri!" "Mengapa?" tanya Joe. "Mari ikut." ia bertanya. aku yakin bahwa ia memang terlibat. "Halo." jawab Frank. Aku belum mengerti pada saat itu.menyarankan. tetapi setelah kalian menyebutnya. "Setelah dibajak pada tugas pertama. Mereka mencari Ox Manley. "Aku melihatnya secara kebetulan. Frank tertawa kecil. "Dari apa yang terjadi kemarin. kukira Ortiz bukan hanya terlibat." Joe tertawa kecil. Kotak itu bertanda "Baut 1/2 inci." Satu-dua menit berlalu. "Satu-satunya alasan yang dapat kuduga ialah. dan bertanya mengapa mereka ke luar setelah tugas mereka yang pertama sebagai sopir cadangan. sebab kudengar Ortiz . mereka berkesimpulan bahwa Ortiz telah pulang lebih awal. kemudian suaranya terdengar dari radio tersebut." kata Frank. Aku hanya tahu namanya Lanky. Karena hari itu hari Sabtu. Ketika hari berikutnya ketiga pemuda itu tiba di Boston. Aku mendengar suara operatornya. tepat di bawah pesawat teleponnya." "Aku yang berhutang padamu. "Kalian dengar suaraku. "Aku harus menunjukkan sesuatu sebelum aku menjelaskannya. "Kalian telah berjasa besar memberikan bukti-bukti kejahatan komplotan ini. "Pemancar penyadap itu ada di mejanya." kata Ox. anak-anak! Aku berbicara dari kantor boss. Kantor Cy Ortiz ternyata kosong.

" Mereka tak menemukan apa-apa." Frank. "Di mana Ortiz sekarang?" tanya Joe." kata Frank. "Kuharap saja ada orang yang mendengarnya. kecuali tikus barangkali. "Untuk apa itu?" tanya Joe. Ia selalu berkata: 'Ah. "Aku juga hendak pergi. Di sana terdapat sebuah lubang persegi. apa yang harus kucari atau di mana mencarinya. Lagi-lagi lift tak bergerak. Jadi itu tak perlu lagi kauperiksa. namun sekali lagi tak menemukan apa-apa." 18. Chet menekan tombol UP." Ketiga pemuda itu memulai dengan kantor Cy Ortiz. "Dan terima kasih. Terdengar suara lemah seperti logam yang bergesek di atas atap lift. Sementara mereka memeriksa laci-laci. "Ia tentu akan mengira ada gorilla yang lepas. tinggal menutup pintu gudang." "Dengar. Joe dan Chet mendapat pikiran yang sama." Joe menduga. . anak-anak Hardy jahanam benar'. Aku tak menemukan apa-apa. dan sebuah bel berbunyi di lantai pertama." kata Ox pula. "Tak ada gunanya. Chet bertanya: "Apa sebenarnya yang kita cari?" Joe menjawab: "Kwitansi pembelian tiket pesawat. dan tak kembali lagi sampai kini. sebab aku memerlukan beberapa informasi dari padanya. kita akan tertahan di sini sampai Senin pagi. ia menekan tombol DOWN. tetapi terlalu kecil untuk dilalui. Ketika gema suara tersebut berhenti. "Aku tak tahu. bahwa ia memang terlibat dalam komplotan. Mereka memeriksa dengan teliti seluruh bagian lantai bawah. lalu mengeluarkan teriakan Tarzan yang memekakkan telinga! Frank dan Joe mendekap kedua telinga mereka. Semua petunjuk mengarah kepada Ortiz. Kedua pemuda lainnya melihat ke atas pula dan mendengarkan. Lanky. matanya memandang ke atas. Kukira ia lari untuk bersembunyi." Hari sudah siang." sambung Manley." Ia memandang Frank dan Joe dengan penuh pertanyaan. "Ya. Ketika mereka turun. dan semua sudah pergi." kata Joe. "Apa yang harus kalian kerjakan setelah selesai. "Isterinya tak bertemu dia sejak kemarin. Cerita yang Janggal "Barangkali ia pulang. Ketika tak ada perubahan. kalau kalau menemukan sesuatu? Aku baru saja memeriksa semua truk-truk di tempat parkir dengan menyeluruh." kata Joe. mereka melintasi gudang ke tempat lift barang-barang untuk naik ke loteng nomor dua. Mereka memeriksa loteng nomor satu dan ternyata juga kosong. Bahkan mungkin dialah direktur ketiga itu! "Apakah engkau sudah mencari petunjuk-petunjuk di kantor Cy?" tanya Frank kepada Manley." "Kalau ada yang mendengar malah tak berani datang kemari. "Aku sudah menelepon rumahnya tadi pagi." Frank berkata: "Kalau kita tak mencari jalan untuk ke luar. beberapa menit lagi." kata Frank.menyebut begitu." "Oke. Tetapi mungkin ada sesuatu yang akan terungkap di dalam gudang. "Tak ada seorang pun di bawah. sebuah memo tentang percakapannya dengan Atlantic Island." Mereka mendongak melihat ke atap lift." bisik Frank. "Ia keluar setelah percakapan itu. Lift itu naik dua meter lalu berhenti. Ia menekan tombol merah untuk DARURAT." "Bagaimana dengan gudang?" tanya Chet ikut berbicara. mereka dengan hati-hati membuka telinga mereka. apa saja yang mungkin menjadi petunjuk ke mana ia pergi. Ia akan mengunci sendiri. Chet menarik napas dalam-dalam. Mengapa kalian tak ke sana. "Tahukah kalian siapa mereka itu?" "Mungkin.

Frank menunduk dan memungut secarik kertas. ia membuka pintu. Ia adalah Dave Falcon." katanya. Banyak terdapat bandela dan peti di mana pun. sementara ia dan Frank ke arah yang berlawanan. Joe menyandar pada pintu kanan depan. Akhirnya Chet berhenti." "Oooo. dan Chet terlentang di bangku belakang. "E-e-e." Kemudian ia sadar lalu duduk. "Aku masih membawa kunci yang diberikan oleh Ortiz. Joe tinggal di bawah untuk membantu sekiranya lift macet lagi. Frank terkulai pada roda kemudi. "Dikenal sebagai gas ketawa." Mereka kembali ke pintu gudang. ANAK-ANAK HARDY! KEMBALILAH KE Bayport. bekas rekan sopir Frank. "Untuk apa engkau kemari. dan baru satu menit kemudian ia sadar sepenuhnya. Loteng itu penuh dengan barang yang siap untuk dikirimkan." bisik Frank. sebelum kita teruskan ke loteng. Mereka tak melihat asap atau apa pun ke luar dari ujung slang itu." Mereka tak melihat seorang pun di lantai satu. "Jadi ia masih berkeliaran di sekitar sini. Joe bertanya: "Sekarang apa?" Frank berkata: "Ortiz jelas-jelas tak mengingini kita melihat sesuatu di loteng nomor dua. Sesungguhnya. Aku sudah berhenti. "Tidak. dan mereka mulai tertawa terbahak-bahak! Tak lama kemudian semua gerak dan suara berhenti. Mereka menyerbu ke balik peti-peti dari dua sisi dan menjebak si penjahat yang sedang berusaha untuk lari ke lift. Para pemuda itu bergerak dari satu peti ke peti yang lain. tetapi di ruang penyimpanan mereka melihat sebuah botol logam yang kosong yang dipasangi slang karet." Frank menjelaskan. Chet berkata: "Aku tak masuk sekolah hari ini. Joe memberi isyarat kepada Chet untuk bergerak ke satu arah. Kaki tangan mereka mulai bergerak-gerak seperti sedang berlari." Frank menyarankan. Sementara Chet dan Frank naik ke atas. "Perusahaan asuransi yang membayar para pemilik. Dengan tulisan huruf blok tertera: "JAUHI GUDANGKU. "Ada sesuatu yang mengganggu perasaanku. Mereka mendengar suara langkah kaki yang hati-hati di balik tumpukan peti. "Itulah yang terdengar seperti logam bergeser di atap lift. Aku sakit. namun mengurung dia dengan waspada. pandangan menjadi kabur dan sangat kuat rasa ingin berbaring. "Hanya untuk memastikan apakah Ortiz ada di sini." "Apa yang ada di pangkuanmu itu?" tanya Joe. mereka menurunkannya kembali untuk digunakan oleh Joe. Ketiga pemuda itu melepaskan pegangan. Mereka siuman di dalam mobil sport mereka sendiri. "Lebih baik kita periksa bagian bawah lagi terlebih dulu. Jadi tindakan kita berikut adalah melihat ada apa di sana. Dave?" tanya Frank." kata Chet. Tiba-tiba Joe memberi isyarat untuk berhenti dan mendengarkan."Ada orang di atas itu. tenang-tenang!" orang itu berseru parau. membaca label-label. ternyata sudah dikunci. Mereka merasa genderang. Botol itu bertanda: GAS KETAWA. Dalam sekejap mereka telah menangkapnya. Frank yang pertama-tama tersadar menggapai adiknya dan meng-guncang-guncangnya. bukankah ia harus membayar kerugian kepada para pemilik yang memberikan perintah untuk mengirimkan barangnya?" "Ia telah mengasuransikannya." Setelah diambil dari sakunya." jawab Frank. "Aku justru hendak menanyakan hal itu kepadamu!" Falcon balas menghardik. Mata Joe semakin terbuka." . namun tiba-tiba ruang lift itu dipenuhi bau manis." jawab Joe. Kali ini mereka lebih hati-hati menggunakan lift untuk barang. "Kalau Ortiz mencuri barang ini dengan membajak truknya sendiri." Ketika mereka turun dari mobil. "Engkau bekerja untuk Cy Ortiz?" tanya Joe. Chet berkata kepada Joe: "Ada alat-alat untuk membuka pintu di kotak-detektifmu?" "Tidak perlu. dan Ortiz bebas dengan barang curiannya. Ujung sebuah slang karet masuk melalui lubang atap. Setelah ternyata lift itu membawa Frank dan Chet tanpa gangguan apa pun." Frank mengangkat kertas itu untuk dilihat kedua temannya. "Apa yang terjadi?" ia bertanya. Ia menegakkan duduknya. menoleh ke belakang. mereka justru merasa gembira dan riang ria. "Cy Ortiz!" seru Chet. Mereka bergerak terus. "Kita mendapat semprotan nitro-oksida." kata Frank. tangannya diulurkan ke belakang dan mengguncang-guncang Chet. Sambil membuka matanya. Namun mereka tidak merasa takut. telinga mereka berdengung.

Dan seperti yang sudah kukatakan. sebenarnya aku belum keluar secara resmi. Karena itu kuambil. "Maksudku sebagai anggota komplotan pembajak. Kami tahu bahwa engkaulah yang menyemprotkan gas kepada kami."Jadi engkau pernah bekerja untuk dia?" tanya Frank." Pemuda Indian itu menatap dia dengan wajah sama sekali tak mengerti." Frank berkata: "Apa yang menyebabkan engkau mengira bahwa barang-barang itu mungkin ada di sini?" "Sebab aku menduga. Pemuda Indian itu nampak tak mengerti. Dave. memo itu telah hilang!" 19. lalu pergi." "Aku tak menanyakan bagaimana caranya engkau masuk. dan aku sedang hendak ke luar." kata Frank. bahwa yang memimpin orang-orang yang bertopeng itu adalah Ortiz. Dave." Dave menawarkan diri. "Biarlah kumulai dari awalnya. . "Lebih baik kaukatakan saja apa yang sedang kaulakukan di sini. Aku mengira." "Oooo. apakah muatan itu ada di sini?" tanya Joe. jadi engkau sudah tahu juga bahwa ia yang mengepalai komplotan pembajak?" Chet berkata: "Jangan pura-pura lagi. Rupanya hanya sebuah memo kepada dirinya sendiri." "Maksudku bukan sebagai sopir. Dengan singkat mereka menjelaskan kepadanya. Ketika kulihat kantor itu kosong. barangkali surat itu dapat menunjukkan di mana ia berada dan kapan kembalinya. lalu mengangkat bahu. Kemarin pagi aku masuk ke kantornya untuk minta berhenti." Falcon memandangi ketiga pemuda itu." "Ortiz menyerang engkau?" tanya Joe. "Pintu bawah terbuka. Kemudian ia menyerang aku dari belakang." Ketika pemuda itu saling berpandangan. mengingatkan agar menelepon kembali kepada seseorang yang bernama Lanky di Atlantic Island. Kepala Perampok Bertopeng "Bagaimana engkau tahu bahwa ia Ortiz?" tanya Frank. Ia merangkul leherku dari belakang dan menekannya hingga aku menjadi pingsan. tetapi ia tidak ada. maka aku menyelinap masuk." kata Frank. Frank mendekatinya. "Mungkin kita akan dapat membongkar sampai akar-akarnya!" "Aku belum dapat memikirkan apa yang dapat kaulakukan sekarang ini. Engkau yang menjadi sopir cadanganku. "Tidak." "Lalu. bahwa mereka sedang menyelidiki perkara tersebut dan mereka telah mendapatkan petunjuk-petunjuk yang cocok dengan cerita pemuda Indian tersebut. dan Ortiz memang kidal. "Engkau kan tahu aku pernah bekerja di sini. Ketika aku sadar. Di mana kami dapat menghubungi engkau?" Pemuda Indian itu menuliskan alamatnya beserta nomor teleponnya pada secarik kertas dan memberikannya kepada Frank. tetapi untuk apa!" "Aku sedang mencari muatan yang telah dibajak dari truk kita beberapa hari yang lalu itu. "Aku bersedia untuk membantu. kulihat sepucuk surat tergeletak di meja Ortiz. "Karena engkau menduga bahwa Ortiz penjahatnya?" "Eh. "Tetapi mungkin kita membutuhkan engkau nantinya. Ortiz adalah orang kidal!" Frank dan Joe yakin bahwa pemuda Indian itu tidak berdusta. mengunci gedung tersebut. mereka turun. Cerita yang dikatakan Ox itu rupanya memang benar! Dave Falcon melanjutkan: "Ada orang yang masuk ke kantor tanpa bersuara. Falcon. Ia memegang pistolnya di tangan kiri." "Apakah karena itu engkau minta berhenti?" tanya Frank. Karena tak ada apa-apa lagi yang dapat dilakukan sampai hari Senin. Falcon menggeleng. "Sebab tangan kirinya yang mencekik leherku.

"Aku akan segera mengirimkan sebuah truk bermuatan alat-alat stereo yang sangat berharga. "Aku tak mengerti." Joe memandang kurang percaya kepada Frank. Frank juga menghubungi polisi." Frank meletakkan gagang telepon." Joe dan Brian membicarakan pembajakan serta watak para sopir yang telah tenggelam begitu rendah. Cobalah cari informasi.. "Bagaimana?" tanya Frank." kata mandor itu. dan mengetahui bahwa ayahnya dapat dihubungi di Corsair Hotel di Pirate's Port. "Tentu. dan mereka akan menghubungi Cy. . Setelah ia menjelaskan keadaannya. bahwa mereka membutuhkan sarana dari ayah mereka. boss. lalu memutar nomor perusahaan telepon. Sudah jelas beberapa sopir ikut dalam masalah pembajakan ini. memanjat naik ke kabin. "Apakah kaukira Ortiz yang menjadi penyebab ini semua?" tanya Joe ingin tahu. Tetapi aku ingin agar engkau memeriksa sekali lagi pada salah seorang dari mereka. Joe yang memegang kemudi. ayahnya sedang tidak di tempat. "Aku sudah siap untuk berangkat.. "Kalian berdua berangkat lebih dulu. Ketika mereka merasa truk itu bergerak ke luar dari tempat parkir. Frank lalu menelepon FBI. Apakah engkau. boss. lalu menjebaknya. Ia ingat kata-kata Herkimer akan menghentikan pembajakan untuk sementara waktu. Mengapa engkau mau mengemudikan truk ini?" "Aku mempunyai firasat.. Ketika ia tiba di perusahaan angkutan." Smithson nampak terkejut. ayah. akan kutunjukkan truk gandengan itu. tetapi ada baiknya dilakukan. lalu menyusul. tetapi tak mau mendesak.. Chet memegangi pintu belakang yang terbuka. Frank." Sementara mereka berjalan beriringan ke truk White. Ia tentu akan mengambil kesempatan itu dan mencuri barang-barang tersebut. Apakah kaukira ia masih bisa ikut?" Manley mengangkat bahu." kata Frank. Kita semua mendengar Herkimer mengatakan." "Oke. Tetapi manajer mengatakan kepadanya. bahwa gerombolan yang rakus itu tak mau kehilangan harta rampasan. "Aku mempunyai akal untuk memancing Ortiz ke luar dari persembunyiannya." Kali ini Frank berhasil menghubungi ayahnya. Frank minta diri sebentar. "Kita bertamasya dengan kelas satu. dan kedua pemuda itu duduk bersantai. "Kedua orang ini yang akan mengemudikan truk itu. yang ternyata belum juga mendapatkan petunjuk- petunjuk tentang menghilangnya Cy Ortiz." Dengan kata-kata itu ia membuka tingkap di atap gandengan. Cukup lama waktunya untuk mendapatkan informasi yang dikehendakinya. "Mari ke luar. "Hanya ini. "Aku hendak menghubungi ayah sekali lagi. Mengapa tidak?" Kemudian ia ber- paling kepada para pemuda. Frank menelepon Glasgow Hotel di Washington. Avery. Brian Goodman ingin ikut ke Washington. "Mengapa engkau tak menyuruh kami yang mengemudikan truk itu dan. Ia kembali menggabungkan diri ketika Brian Goodman. Katakan juga kepada Chuck bahwa aku pun tak memerlukan dia. Joe dan Chet sedang bercakap-cakap dengan Ox Manley. pak Hardy berkata: "Nampak-nampaknya semua petunjuk memberatkan Ortiz sebagai pimpinan komplotan." katanya kepada Frank sambil menyeringai." Pada saat itu Avery Smithson berjalan mendatangi.Ketiga pemuda itu mencatatkan diri di sebuah hotel. Kemudian ia meletakkan gagang telepon dan lari ke luar. Ketika Frank menelepon Pirate's Port." kata Manley kepadanya. Aku akan menyebarluaskan hal itu. Chet memandangi temannya. "Kita dapat mengendorkan otot-otot di bawah sinar matahari. tetapi tak berhasil. Pada hari Senin pagi. ia bersiul perlahan-lahan. yang tidak lebih tua dari pada kakak beradik Hardy." "Berliburlah dengan bayaran penuh. bahwa pak Hardy telah keluar dari hotel tersebut. duduk di samping Joe. ketiga pemuda itu hendak kembali ke perusahaan angkutan. Ia baru hendak mengatakan sesuatu ketika Frank memotongnya. Ini hanya suatu firasat. apakah panggilan radio dari Lanky itu benar-benar khusus untuk Cy Ortiz. Pemuda itu berusaha beberapa kali untuk menghubungi ayahnya selama akhir pekan ini. Setelah mempertimbangkan. Tetapi ketika ia memperolehnya. bahwa tak akan ada lagi pembajakan.

" kata pembawa senapan. Seorang temanku akan mengatur dengan seorang kapten polisi. sebuah truk gandengan merk International sudah menunggu. "Aku sendirilah yang menelepon mereka. Ditambah lagi. Ia pun tak mengatakan." "Ox Manley!" seru Chet. Kalau ia bukan orang yang baik hati. "Mengapa Frank mau menyetujui hal ini? Pembajakan itu sudah dihentikan. bahwa pemimpinnya memegang sepucuk pistol dengan tangan kiri." Salah seorang pembajak mengejek.. Setelah disekap di dalam gandengan. Sebab aku memang tak pernah memanggil mereka.. Di rumah pertanian. tepat sebelum kami naik ke truk. "Polisi akan datang setiap saat. yang menerima telegram dari Lanky. "Sayang sekali engkau dapat menerka siapa aku. Tiga orang bertopeng lagi berada di luar dan mendorong kedua pemuda itu ke bagian belakang gandengan. dan pemimpinnya yang kidal memberi isyarat kepada mereka untuk memindahkan muatan itu ke gandengan truk International. kali ini kita dapat menangkap para pembajak." "Ke mana?" tanya Chet." kata Frank. "Kalau saja aku sendiri tahu. "Jangan mencoba yang bukan-bukan. Itulah yang mengecoh kami beberapa saat. Sungguh cerdik engkau menulis memo di meja Cy Ortiz hingga orang yang pertama-tama masuk akan melihatnya. Tetapi mereka sudah datang!" kata Frank." jawab Brian. lalu kaucuri kembali memo tersebut. kemudian ambil jalan kedua ke kanan empat kilo menuju ke rumah pertanian. Brian membalikkan tubuh dan tergagap. Boss kita itu orang yang jujur. "Polisi ada di belakang kita. Pada saat ini di pertigaan jalan besar sudah dipasang halangan. aku mengetahui bahwa engkaulah. lalu berpaling kepada pemimpinnya.. Joe pada saat yang sama merasakan ujung senapan memotong di antara kedua bahunya. Ia memerintah anggota-anggota komplotan itu hanya dengan isyarat. Joe menatap kakaknya. dan ia tahu hal itu!" Tetapi mereka belum pergi jauh ketika di belakang mereka terdengar suara. bagaimana engkau bisa tahu." hardik seorang bertopeng yang telah bersembunyi di kabin. bukan Cy Ortiz. "Apakah ada yang mau menceritakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi?" "Dengan sedikit beruntung." pikirnya." Setelah memindahkan pistolnya ke tangan kanan. "Atlantic Island. "Aku tak percaya. "Harap engkau tahu. "Mundurkan ke arah pintu bak truk itu." Tak lama kemudian para pemuda itu disuruh ke luar." Wajah Brian pucat pasi. "Kini engkau harus terbang jauh sekali dengan pesawat pribadi." kata Frank kepadanya. "Semua itu tak akan mengubah kenyataan. Karena itulah engkau mencekik Dave Falcon dengan tangan kirimu. bahwa polisi tak akan datang. Kemudian orang itu menyuruh Joe dan Brian ke luar. Manley membuka topengnya." Manley tertawa gugup. Kemudian engkau menghantamnya hingga tak sadar. sebab jalannya buntu!" ." kata Frank. "Belokkan ke jalan simpang berikut. atau engkau yang menjadi mayat!" Dengan hati-hati Joe mengikuti perintah. mengapa ia yang mengemudi sebagai pengganti Avery. "Tak ada gunanya." katanya. semua sudah tentu ke luar sekarang ini. Ox! Engkau bukan orang kidal! Engkau hanya berpura-pura agar semua orang mengira bahwa Ortiz adalah pemimpin komplotan ini. yang merupakan satu- satunya tempat tinggal di jalan itu." ia menghardik." "Oo. "Frank. sedangkan engkau tak mungkin lari ke jurusan lain. "Engkau agak kikuk memegang pistol itu. di belakang sandaran tempat duduk mereka." "Aku mempunyai perasaan bahwa komplotan ini tak mau melewatkan pesawat-pesawat stereo itu."Ah. Joe melihat. Frank tersenyum kepadanya. agar kalian berempat tak dapat berbicara lagi selama sepuluh tahun!" "Kukira tak begitu. Joe tak menyinggung-nyinggung lagi persoalan itu. mereka melihat suatu kesempatan untuk menyingkirkan kita untuk selama-lamanya.. "Padahal kita.

tepat di mulut tikungan. berseru kepada sopir bus. mereka masih mendengar suara langkah-langkah kaki di depan. Mobil sedan berhenti dengan roda-roda terbenam di tanah gembur. Ox Manley dan teman-temannya segera lari tunggang-langgang masuk ke hutan di sebelah kanan rumah pertanian. Semuanya terengah-engah. Keempat penjahat menghilang ke dalam pohon-pohonan. Ia memadamkan lampu- lampunya. Namun dengan bertambahnya kecepatan. sementara Chet agak perlahan di belakang. mematikan mesin. akibat debu yang semakin tebal! Joe berusaha mendahului mobil penjahat. Joe meminggir ke kanan. Kira-kira tiga puluh orang anak-anak beserta beberapa orang dewasa sedang berpesta ayam panggang. Di depan kelihatan sebuah jalan. semakin dekat semakin sulit melihatnya. Frank dan Joe mencapai jalan itu dengan Chet dan Brian di belakangnya. seorang berseragam sopir lari mendatangi dari tempat piknik. Tak lama kemudian pohon-pohonan menjadi semakin jarang. menambah goncangan bus. mencari-cari mobil yang kunci kontaknya tertinggal di dalamnya. Ketika para pemuda mendekatinya. dan para pembajak itu mulai tampak lagi. Badan bus menyenggol spakbor kiri depan mobil. dan Ox Manley hilang penguasaan kemudi mobilnya. dari mobil yang satu ke yang lain. benjol-benjol berbatu-batu. bus terperangkap di sisi kiri jalan. Bus itu berguncang ke sana kemari terhempas di setiap lubang. Para pemuda sudah mendekati dua puluh meter di belakang mereka. "Kejar mereka!" seru Joe sambil lari mengejar. namun memperkecil jarak dari mobil yang melarikan diri. "Kami rampas bus itu. mereka berlari-lari dari mobil yang satu ke mobil yang lain. Pistol mereka diacungkan. Seperti para penjahat. Joe menancap gas. Truk lewat dengan klakson meraung-raung. Dengan ketiga teman di belakangnya. Para pemuda mendengar suara langkah kaki yang berat di belakang mereka. Sebuah spanduk di sisi bus berbunyi: DARMAWISATA SEKOLAH MINGGU GEREJA AVENUE. "Minggir!" teriak Ox Manley. Beberapa mobil dan sebuah bus sekolah berjajar di kedua tepinya. dan melemparkan kunci kontak jauh ke kebun jagung! . Ketika akhirnya Joe berhasil menyikat mendahului. Salah seorang temannya duduk di sebelahnya. berdiri di pintu bus. dan mencabut kunci kontaknya. Satu-satunya yang demikian hanya bus sekolah itu! Ketika para pemuda menghambur naik. Pada saat keempat pemuda tiba di pinggir hutan. tepat pada saatnya untuk menghindari tabrakan.20. mereka melihat sebuah taman dengan meja-meja piknik di sebelah sananya. Frank. Joe menghentikan busnya di pinggir jalan. Mesin mobil segera meraung-raung sementara roda belakang menghamburkan pasir dan kerikil ketika mobil itu meloncat lagi. "Polisi akan datang untuk menjelaskan!" Joe menarik tuas yang menutup pintu-pintu." "Silakan!" kata Joe. Kemudian mereka berlompatan ke luar. namun tak dapat melihat mereka. Joe melompat ke belakang kemudi. mencari-cari kalau-kalau kunci kontaknya tertinggal. Mobil itu melompat dari jalan masuk ke kebun jagung. melihat-lihat ke dalam. Ox Manley berlari ke mobil-mobil yang diparkir. sementara kedua kendaraan itu melonjak-lonjak bagaikan kuda lepas kendali. Frank dan Brian menyusul. Sebab dua belas orang polisi berseragam yang bersenjata senapan anti huru-hara muncul di tikungan lima puluh meter dari mereka. Mobil berisi para pembajak meninggalkan debu di depan. ketika Manley melompat naik ke tempat sopir sebuah sedan coklat. mereka menghadapi sebuah tikungan. Bukti Terakhir Keempat orang penjahat memandang takut-takut ke arah jalan besar. sedangkan yang dua duduk di belakang. Tiba-tiba sebuah truk nampak di tikungan. Ox Manley beserta ketiga temannya melompat ke luar dan lari mendatangi bus. dan melarikan bus itu di sepanjang jalan sempit. sementara Chet tersungkur di tempat duduk di belakangnya. Jauh di belakang menyusul para anggota polisi. Namun. Ox Manley berkata dengan keberanian dibuat-buat: "Ia hanya mencoba membuat kita panik! Tak ada polisi di sana!" Namun pernyataan itu sesaat kemudian telah terbantah dengan sendirinya. Frank terjerembab dan jatuh di tempat duduk di samping Chet. Joe berayun ke sisi kanan jalan.

" kata Frank. bus itu digunakan untuk menarik sedan coklat keluar dari kebun jagung." katanya. "Apakah polisi sudah berhasil menyuruh dia berbicara?" "Sejauh ini. Ia sudah ditahan sekarang." "Kami juga sudah membereskan semua persoalan di sini. "Aku ingin memberitahu. mereka memberikan alamat mereka kepada sopir bus dan pemilik sedan. Yang masih kusut ialah. bahwa ayah memberikan semacam petunjuk bagaimana caranya mencari Ortiz. Ketika mereka sampai di taman piknik. sementara para bawahannya mengacungkan senapan anti huru-hara kepada para pembajak." "Betul juga!" kata Frank. Mereka adalah orang-orang yang mereka lihat di Teluk Chesapeake bersama Ted Herkimer. kita tak usah memikirkan truk-truk yang ada di tempat parkir. Namun mereka masih bungkam. Para anggota polisi menggiring para pembajak itu ke ketiga mobil." kata Frank. Kami akan naik kereta-api ke Boston. "Pabrik Dr. bahwa Cy Ortiz belum dapat ditemukan. "Kalau begitu aku sajalah. Ia mengaku." "Nah. bahwa keempat pembajak itu telah diperiksa. Minkovitch telah dibongkar." "Tentu Manley yang bertanggung jawab atas itu. Selamat malam!" Setelah ia meletakkan gagang telepon. Mereka diantarkan ke selnya. Akhirnya. Ia mengendarainya selalu di bawah batas kecepatan sampai di gudang. "Ayo kita ke sana!" Mereka lari ke luar dan melompat ke mobil mereka. cukup lama para pemuda itu mencari kunci kontak yang dilemparkan Joe di kebun jagung. Mereka itulah yang membawa TV-TV Spectrocolor ke kapal Mary Malone. agar mereka menelepon pak Hardy. dengan Frank yang mengemudikan sedan coklat. Namun mereka menjelaskan pula." kata detektif itu. ia sendiri telah memeriksanya dengan teliti." "Terima kasih. Ketika topeng-topeng dilepas. Manley tetap membungkam. "Setan alas. Setelah ketiga pemuda tiba di hotel mereka. dan uranium itu telah di tengah jalan menuju Amerika Serikat. lalu pergi ke kantor polisi." "Bagus. Frank yang mengemudi. Ia malah tak mau melihat kami. Sementara itu. ketika Ox Manley mengusulkan agar kita memeriksa gudang? Ia berkata. "Dengan senang hati aku akan mengantarkan muatan itu. sebab katanya. . Itu bagus sekali. "Bagaimana dengan kapten Sanchez?" "Ia ditahan untuk sementara. bahwa direktur yang ketiga ialah Ox Manley." "Baik." kata pak Hardy. Tetapi ketika menanyakan perihal Cy Ortiz. Frank dan Joe minta izin untuk menemui Manley. "Menurut pendapatmu. sebuah pesan telah menunggu. Joe tertawa kecil. Kementerian Luar Negeri kita telah mendesak para pejabat Atlantic Island. Mereka menaiki mobil sport kuning mereka. Brian. tetapi kita malah tak mengetahuinya!" "Apa?" tanya Frank dan Joe bersama-sama. "Ingat. "Buang senjatamu!" teriak sersan yang mengepalai pasukan itu. Siapa yang menghendakinya?" "Apakah engkau akan membawanya ke Washington?" Frank nampak agak resah. ayah. Sampai ketemu di Bay-port. Sersan polisi yang membawa Ox Manley dan teman-temannya mengatakan kepada mereka. "Aku akan pulang dengan pesawat besok. dan kini sudah ada di penjara. Rupanya mereka telah berhasil menemukan temanmu Lanky. kuharap kalian dapat segera menemukan Ortiz. Mobil-mobil itu berhenti di belakang bus dan sejumlah anggota polisi menghambur keluar. Frank berkata dengan nada kecewa: "Sebenarnya aku berharap." kata Frank. apakah truk kita masih ada di rumah pertanian?" tanya Brian. bahwa pihak polisi yang akan menanggung segala kerusakan yang telah mereka lakukan.Ox Manley menjerit putus asa. "Kami masih harus menemukan Cy Ortiz. mengapa kaubuang?" Joe hanya tersenyum menyeringai sementara tiga buah mobil datang dari taman piknik. Pak Hardy nampaknya girang." kata Brian." katanya. Bahkan memandang mereka pun ia tak mau. "Kukira masih." Chet berkata: "Aku baru saja mendapat gagasan istimewa! Sebuah petunjuk sudah lama mengikuti kita selama ini. Hari sudah malam ketika mereka tiba di gudang. dan dalam penyelidikan atas tuduhan menerima suap. bahwa di sini semuanya telah beres. "Manley ternyata juga menjadi otak pembajakan. Frank dan Joe mengenali pembajak-pembajak itu. apalagi menjawab pertanyaan. serta bersekongkol sebagai salah seorang direkturnya. belum.

" Frank mengangguk. "Mari kita periksa tiga buah truk yang ada di bengkel terlebih dulu.Pagar tempat parkir telah dikunci. "Apakah kau sadar. Ortiz meregang-regangkan kaki-tangannya yang kaku. Kita memang telah menyelamatkan dunia.wapamp. dan memberi aku waktu untuk membersihkan diri di ruang istirahat gudang. Joe lari ke dalam gudang untuk mengambil air. bahwa aku telah mengetahui dialah pemimpin komplotan pembajak. "Menekan tuas bom atom itu akan menimbulkan mimpi-mimpi buruk bagiku selama beberapa tahun!" Tak seorang pun dari mereka menyadari. tangan dan kaki terikat serta mulut disumbat. lalu membukanya. di tengah perjalanan pulang ke Bayport. Ketika mereka mendekati. kalau Cy Ortiz memang ada di sini. "Aku . "Menurut dugaanku. "Tak mungkin menyembunyikan orang di dalam truk yang dipakai sehari-hari. dan mereka dapat memanjat melalui atap. pemilik perusahaan angkutan itu sudah dapat berbicara. Setelah beberapa saat." Ortiz terkejut. bahwa pak Ortiz memang benar. Dapatkah kita menghindar dari segala kesulitan untuk beberapa bulan mendatang ini?" "Tak ada yang menyenangkan bagiku selain itu. Dengan cepat Frank membuka palang pintu belakang gandengan. terbaring tubuh Cy Ortiz! Ia berhasil menggeleser sampai ke dinding gandengan dan menendang-nendang dengan kakinya.zheraf.PP Assalam Cepu . mereka terpaksa membantu memecahkan misteri baru! TAMAT Djvu: BBSC ============================== Ebook Cersil (zheraf.net ============================== Re edited by: Farid ZE Blog Pecinta Buku . Ox Manley dan komplotannya datang setiap malam untuk memberi makan aku." katanya. "Betul. Tetapi Frank menghentikan mobilnya di dekat pagar. Kemudian ia menyorotkan lampu senternya ke dalam." kata Joe. akibatnya terlalu mengerikan untuk dipikirkan. mereka mendengar suara gedebak-gedebuk tertahan dari arah truk yang ada di tengah. bahwa aku sudah kenyang dengan petualangan untuk sementara ini. Di lantai. "Ia dan komplotannya sudah ada di penjara." Esok paginya." Truk-truk yang dimaksudkan itu berdiri di tempat yang paling terpisah di tempat parkir. "Apakah anda terikat dalam gandengan ini selama ini?" tanya Frank. "Bagus sekali kalian dapat membongkar misteri ini.com) Gudang Ebook http://www. Tetapi selebihnya aku sudah berhari-hari di sini. bahwa tak lama setelah mereka tiba di rumah." ia berkata. Dengan segera mereka melepaskan sumbat serta tali ikatannya. Manley melakukan hal itu karena mengetahui. ia tentu disembunyikan di dalam salah satu kendaraan yang sedang menunggu perbaikan. bahwa kalian telah menghindarkan suatu musibah besar? Bila orang-orang gila ini sempat melaksanakan rencana mereka. Tetapi aku harus mengatakan." Frank membenarkan. Chet berkata: "Kalian tahu.aku sungguh gembira kalian menemukan aku." "Kami juga tahu. heran ketika mendengar segala apa yang telah terjadi." kata Frank.