ANALISIS MEKANISME FOKUS GEMPA DI

BLITAR-JAWA TIMUR 17 MEI 2011

Skripsi
Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains
pada Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh
DAVID HARMADHONI
NIM : 107097003388

PROGRAM STUDI FISIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2011 M / 1433 H

LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI Dengan ini saya menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan karya tulis saya sendiri dan bukan merupakan tiruan. salinan atau duplikat dari Skripsi yang telah dipergunakan untuk mendapatkan gelar kesarjanaan baik dilingkungan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta maupun diperguruan tinggi lain. 05 Desember 2011 DAVID HARMADHONI NIM: 107097003388 iii . serta belum pernah dipublikasikan. Jakarta. Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab serta bersedia menerima segala resikonya jika ternyata pernyataan diatas tidak benar.

Asia Pasifik ke Timur dan Eurasia ke Selatan. Kata Kunci : fokal mekanisme. Metode fokal mekanisme salah satu metode yang sering digunakan untuk mengetahui mekanisme pusat gempa. penyebaran Shallow Dip membentuk sudut sekitar 26º terhadap Horisontal sampai kedalaman kurang lebih 110km. Pada penelitian ini digunakan Analisis data polaritas awal gelombang P yang dihasilkan oleh gempa tektonik Blitar. Kondisi inilah yang menyebabkan Indonesia sering terjadi gempa. iv . Shallow Dip. Hasil dari penampang melintang zona Blitar yaitu segmen B-B’ Penyebaran Hiposenter mencapai kurang lebih 151km. Hasil dari solusi mekanisme pusat gempa Blitar. dan Rake. Jawa Timur pada tanggal 17 Mei 2011 dengan Magnitude 6. Penentuan mekanisme pusat gempa dapat ditentukan dengan data polaritas gelombang P dengan program komputer AZMTAK.1 SR untuk mendapatkan parameter sesar yaitu Strike. Jawa Timur menunjukkan bahwa sesar yang terjadi sesar turun dengan nilai bidang nodal pertama Strike 122º. AZMTAK. Dip dan Rake. Dip 32º dan Rake -109º. Dip 60º dan Rake -78º. ABSTRAK Indonesia merupakan daerah yang dilalui oleh pertemuan tiga lempeng besar dunia yaitu Indo-Australia bergerak ke Utara. Strike. Sehingga dapat ditentukan orientasi bidang sesar atau patahan dan mengetahui jenis patahan yang terjadi berdasarkan data arah gerakan awal gelombang P. Sedangkan pada bidang nodal kedua memiliki Strike 279º. Dip.

AZMTAK. Dip and Rake 32 º -109 º. So it can be determined the orientation of the field of fault or faults. Dip. East Java showed that the fault that occurred fault down to the value field of the first Nodal 122 º Strike. Shallow Dip. and Rake. the spread of Shallow Dip to form an angle of about 26 º to the horizontal to a depth of approximately 110km. East Asia Pacific and Eurasia to the South. v . Determination of the mechanism of the epicenter can be determined by the P wave polarity data with computer programs AZMTAK. Strike. The results of the solution mechanism epicenter Blitar. Dip and Rake. Method of focal mechanisms is often one of the methods used to determine the mechanism of the epicenter. East Java on 17 May 2011 with Magnitude 1. In this study used analysis of the initial P wave polarity data generated by tectonic earthquake Blitar. ABSTRACT Indonesia is an area that is traversed by the confluence of three major plates of the world is the Indo-Australian move to the North. and know what type of fracture that occurs based on the data direction of movement of the early wave of P. While in the second nodal areas have 279 º Strike. This condition often causes the Indonesia earthquake. Keyword: focal mechanisms.6 SR to get the parameters section of Strike. The results of the cross section of segment Blitar zone B-B 'Spread hypocenter reached more than 151km. Dip and Rake 60 º -78 º.

memberikan saran kepada penulis sampai selesai penulisan skripsi ini.pendi. 7.fajar. Syopiansyah Jaya Putra. Jurusan Geofisika . Ibu Tati Zera.tio. Selaku Dosen Pembimbing II yang dengan sabar membimbing. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “ ANALISA MEKANISME FOKUS GEMPA DI BLITAR-JAWA TIMUR 17 MEI 2011” dengan baik.S. 3. romi.Si. 4. Orang tua dan beserta keluarga atas do’a dan dukunganya yang tak terhingga sehingga terselesaikanya skripsi dan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Si. M. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada: 1. mengarahkan. M. bimbingan dan arahan kepada penulis.Si yang telah membimbing di BMKG sehingga skripsi ini dapat selesai. Sahabat-sahabat setia Satria.ozy atar. 2. Bapak Drs. selaku Ketua Jurusan Program Studi Fisika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang telah memberikan izin. M. Bapak DR.Sis Selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah . Mas Bayu. dan Destri yang bersama . KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahim.pangki. 6. Qolby. Penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.yang telah memberikan izin penulisan skripsi. Bapak Wahyudi Yang telah memberikan ruangan untuk mengerjakan skripsi vi .Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.adam.away.sama dalam suka duka menjalani kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sutrisno. Skripsi ini merupakan salah satu syarat kelulusan menempuh perkuliahan jenjang Sarjana (S1) di Program Studi Fisika. 5. andri.

dan menambah kebaikan ketika menghadapi hari pembalasan. saran dan pendapat yang membangun. Untuk perbaikan skripsi ini. Penulis berharap semoga pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini mendapatkan balasan kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya sendiri. 8. Penulis hanya berharap semoga karya kecil ini dapat memberikan kemanfaatan bagi kehidupan. penulis mengharapkan kritik. Jakarta. 05 Desember 2011 David Harmadhoni vii . 2007 dan 2008 yang tidak bisa disebutkan disini yang dengan kebersamaan dan kekompakanya selama dalam menjalani perkuliahan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.teman Fisika UIN angkatan 2006. Teman .

4 1.4 Teori Pegas Elastis……………………………………………… 14 2.1 Teori Kopel Ganda……………………………………….3 Gelombang Seismik……………………………………………......5.. 3 1.1 Teori Gempa Bumi…………………………………………….4 Tujuan Penelitian………………………………………………. 11 2. vi DAFTAR ISI……………………………………………………………… viii DAFTAR GAMBAR…………………………………………………….. 5 BAB II DASAR TEORI………………………………………………….1 Latar Belakang…………………………………………………. 4 1..3 Batasan Masalah………………………………………………. v KATA PENGANTAR…………………………………………………….. 17 2. 15 2. iii ABSTRAK………………………………………………………………. ii LEMBAR PERNYATAAN…………………………………………….5. 6 2.. 15 2..2 Diagram Mekanisme Pusat Gempa………………………. 1 1. 1 1.. DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING………………………….. iv ABSTRACT………………………………………………………………..7 Penentuan Tipe Sesar…………………………………………… 28 viii . 25 2.2 Rumusan Masalah……………………………………………… 3 1. 8 2... 6 2.. i LEMBAR PENGESAHAN UJIAN……………………………………...6 Teori Mekanisme Dengan Metode Impuls Pertama Gelombang Primer (P)……………………………………………………….5 Teori Dasar Mekanisme Fokus…………………………………...2 Macam-Macam Gempa Bumi………………………………….6 Sistematika Penulisan…………………………………………. x BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………....5 Manfaat Penelitian…………………………………………….

.....2 Penampang Melintang………………………………………….... 47 5....2 Alat Dan Bahan………………………………………………… 33 3.. 47 5.. 39 4..... 50 ix .........1 Waktu Dan Tempat Penelitian…………………………………............... 37 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN………………………………… 39 4..... 2.... 34 3..1 Kesimpulan……………………………………………………..2 Saran…………………………………………………………… 48 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………...4 Prosedur Kerja…………………………………………………. 33 3...... 31 BAB III METODE PENELITIAN……………………………………… 33 3.... Jawa Timur Dan Sekitarnya…...3 Solusi Mekanisme Sumber Gempa Bumi……………………… 43 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………………………………….......8 Kondisi Seismotektonik Blitar......3 Pengolahan Dan Analisa Data…………………………………...............1 Penyebaran Pusat Gempa Bumi………………………………................. 49 LAMPIRAN... 41 4.

12 Pengukuran Strike dan Dip Pada Diagram…………………… 22 Gambar 2..1 Diagram Alir Pembuatan Peta Seismisitas dan Penampang Melintang………………………………………………………..11 Bidang Proyeksi Luasan Sama (Stereografis)……………….8 Gambar Tiga Dimensi Radiasi Gelombang Gempa Model Kopel Ganda…………………………………………………. 37 x .6 Sistem Gaya Kopel Ganda…………………………………….20 Sesar Mendatar………………………………………………..19 Sesar Naik……………………………………………………. 12 Gambar 2.2 Skematik Dari Proses Terjadinya Gempa Bumi Tektonik……..7 Bola Pusat Gempa Yang Menggambarkan Hiposenter………..13 Penentuan Sumbu P dan T 45° Dua Kutub Pada Garis………. 23 Gambar 2. 8 Gambar 2.21 Sesar Obliq……………………………………………………. 21 Gambar 2.1 Pola TektonikKepulauan Indonesia…………………………… 1 Gambar 2. 9 Gambar 2...5 Mekanisme Gempa Bumi Yang Menjadi Sumber Gempa……... DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 30 Gambar 2.17 Parameter Orientasi Bidang Sesar…………………………….16 Impuls Gelombang P dan Bola Fokus………………………… 26 Gambar 2. 13 Gambar 2.. 30 Gambar 2.4 Penjalaran Gelombang P & S Didalam Bumi………………….9 Proyeksi Bola Pusat Gempa di Bidang Equatorial……………...15 Sistem Gaya Kopel Ganda……………………………………. 30 Gambar 2.. 25 Gambar 2.22 Peta Seismotektonik Pulau Jawa……………………………… 32 Gambar 3. 26 Gambar 2. 19 Gambar 2..1 Batas-Batas Lempeng Tektonik………………………………. 18 Gambar 2.18 Sesar Turun…………………………………………………….. 29 Gambar 2.3 Sifat Penjalaran Gelombang Seismik…………………………. 16 Gambar 2.10 Orthogonalitas Dua Bidang Nodal…………………………. 19 Gambar 2. 29 Gambar 2... 14 Gambar 2.. 20 Gambar 2.14 Penentuan Sudut Rake Pada Reverse Fault (Kiri) dan Normal Fault (Kanan)………………………………………………….

. 43 Gambar 4.. 38 Gambar 4. 44 Gambar 4.7 Hasil Solusi Mekanisme Dari USGS………………………….. Jawa Timur dan Sekitarnya……………………………………………………… 39 Gambar 4.3 Penampang Melintang Segmen A-A’………………………….4 Penampang Melintang Segmen B-B’………………………….5 Penampang Melintang Segmen C-C’………………………….Jawa Timur…. 45 xi .1 Penyebaran Pusat Gempa Bumi di Blitar. 42 Gambar 4.6 Solusi Mekanisme Sumber Gempa Bumi Blitar.. 42 Gambar 4.Gambar 3.2 Diagram Alir Penentuan Solusi Mekanisme Sumber Gempa Bumi……………………………………………………………...2 Irisan Penampang Melintang…………………………………. 41 Gambar 4.

Oleh karena itu.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia dikenal sebagai wilayah yang mempunyai tatanan geologi unik dan rumit. BAB I PENDAHULUAN 1. Hal ini dikarenakan. lempeng Eurasia yang relative bergerak ke Selatan. Indonesia merupakan daerah yang secara tektonik bersifat labil dan merupakan kawasan pinggir benua yang paling aktif didunia.dan lempeng Pasifik yang relative bergerak ke Barat.1 Pola tektonik kepulauan Indonesia 1 . Pertemuan antar lempeng menyebabkan sering terjadi gempa bumi karena tumbukan atau pergeseran lempeng. Indonesia merupakan jalur pertemuan tiga lempeng besar yaitu lempeng Indo-Australia yang relative bergerak ke Utara. Gambar 1.

Bentuk atau pola penunjaman serta mekanisme dari lempeng dapat diestimasi dari penyebaran hiposenter dan analisis mekanisme sumber gempa bumi. Metode yang dilakukan adalah mengeplot hiposenter dan membuat penampang melintang ( Cross Section ) hiposenter yang arahnya tegak lurus trench. Propinsi Jawa Timur yang terletak di 111 derajat 0-114 derajat 4 Bujur Timur dan 70 derajat 12-80 derajat 48 Lintang Selatan. Kompleksnya proses tektonik dan tingginya tingkat seismisitas di Blitar. Jawa Timur dan sekitarnya berdasarkan pola penyebaran hiposenter dan mekanisme sumber gempa bumi. Penelitian yang dilakukan adalah menganalisis seismotektonik di Blitar. dan rake. Mekanisme sumber gempa bumi merupakan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi sesar dan pergerakannya dengan cara menentukan parameter-parameter sesar berupa strike. Jawa Timur maka perlu dilakukan penelitian. Salah satu zona yang mempunyai aktifitas gempa bumi di Indonesia adalah Jawa Timur. dari rangkaian penampang melintang akan diketahui pola penyebaran hiposenter dan gambaran model tektonik serta penunjamannya. Data gempa bumi yang digunakan diperoleh dari USGS ( United States Geological Survey). Penentuan mekanisme sumber gempa bumi menggunakan polaritas gerakan pertama gelombang P. hal ini karena Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan kondisi tektonik yang sangat kompleks. dip. memang berada di daerah rawan terjadi gempa salah satunya adalah jalur tumbukan lempengan Eurasia dan 2 .

2 Rumusan Permasalahan Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana mengetahui cara penentuan mekanisme fokal gempa di Blitar. tubrukan antar lempeng itu karena lempeng Indo - Australia bergerak menuju ke utara mengarah ke lempeng Eurasia yang bergerak dari timur ke barat. Jawa Timur pada tanggal 17 mei 2011 gempa bumi kedalaman < 25km ? 3. 1. Bagaimana mengetahui karateristik (pola dan tipe patahan) gempa berdasarkan mekanisme fokal gempa di Blitar. Jawa Timur pada tanggal 17 mei 2011 ? 4. Parameter-parameter bidang sesar / patahan yang dicari berupa nilai strike.3 Batasan Masalah Penelitian ini dilakukan dengan membatasi permasalahan pada: 1. Gempa Blitar terjadi karena tumbukan lempeng Indo Australia dan lempeng Eurasia. Bagaimana mengetahui sebaran (seismisitas) gempa dangkal (25 km) di Blitar. 3 . dan rake dengan menggunakan polaritas awal gelombang P. Bagaimana mengetahui kemiringan (dip) dari penampang melintang seismisitas untuk gempa dangkal di daerah Blitar. Jawa Timur ? 1. Jawa Timur ? 2. dip. Indo-Australia di bagian Selatan Jawa Timur dan pergeseran lempeng inilah yang menyebabkan gempa tektonik.

Mengetahui potensi dan kekuatan gempa yang terjadi di daerah penelitian. 1. 3. Jawa Timur sehingga dapat diketahui parameter-parameter pola bidang sesar dari gempa tersebut antara lain arah jenis sesar (strike).55 Lintang Selatan – 112. 2.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah: 1. 1.5 Manfaat Penelitian 1. Mengetahui karateristik (pola tipe patahan ) gempa berdasarkan mekanisme fokal gempa di Blitar.55 Bujur Timur. Menganalisis seismotektonik zona Blitar. Mengetahui cara penentuan mekanisme fokal gempa di Blitar. 3. Masalah pendugaan pola sesar / mekanisme fokal dari gempa kuat di Blitar. Jawa Timur khususnya pada laut Selatan dari koordinat 9. Jawa Timur. sebagai langkah awal untuk pengembangan lebih lanjut. Daerah penelitian di Blitar. besar kemiringan (dip). Jawa Timur dengan magnitudo 6. besar sudut pergeserannya (rake) sehingga dengan parameter tersebut dapat disimpulkan jenis patahan / pola sesarnya.1 Skala Ritcher dan kedalaman 25 km dengan metode polarisasi pertama gelombang P pada tanggal 17 mei 2011. 2. Jawa Timur dan sekitarnya berdasarkan penampang melintang seismisitas dan mekanisme sumber gempa bumi. 4 .

perumusan masalah. Jawa timur. BAB V : Kesimpulan dan Saran Mengenai kesimpulan dan saran untuk pengembangan penelitian berikutnya. tujuan. BAB II : Landasan Teori Menjelaskan teori dasar yang menunjang pembahasan atau interpretasi data yang di dapat dari lapangan. alat dan bahan. 1. Jawa Timur dan sekitarnya. dan pembahasan interpretasi data. 4.6 Sistematika Penulisan Tugas akhir ini terdiri dari lima bab dengan rincian sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan Merupakan pendahuluan yang menjelaskan latar belakang penulisan. 3. 5 . Merevisi pemetaan tektonik dari suatu daerah dengan informasi mekanisme sumber gempa. pemodelan. BAB III : Metode Penelitian Menjelaskan tentang waktu dan tempat penelitian. 2. dan sistematika penulisan. Mitigasi terhadap bencana gempa bumi di zona subduksi dan sesar yang ada di Blitar. BAB IV : Hasil dan Pembahasan Berisi tentang hasil pengolahan data. Sebagai rujukan dalam perencanaan pembangunan daerah di Blitar. manfaat. prosedur pengambilan dan pengolahan data.

bertumbukan serta bergeser satu sama lain. Oleh karena itu timbul tekanan yang menyebabkan lempeng-lempeng tersebut terpecah-pecah atau patah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang lebih kecil. lempeng tektonik adalah litosfer bumi yang terdiri dari mantel dan kerak bumi yang mengapung diatas asthenosfer yang cair dan panas . Adanya gaya tektonik yang timbul akibat arus konveksi di dalam mantel bumi. Maksudnya bumi yang terdiri dari lithosfer dan Asthenosfer yang bersuhu tinggi timbul arus yang disebut arus konveksi. Teori tektonik lempeng menyatakan bahwa kerak bumi tersusun atas beberapa lempeng tektonik besar . 6 . Menurut teori konveksi pergerakan ini disebabkan oleh arus konveksi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pergeseran lempeng-lempeng tektonik. Lempeng-lempeng tersebut bergerak dengan arah dan kecepatan berbeda. BAB II DASAR TEORI 2.1 Teori Gempa Bumi Di Indonesia gempabumi yang sering menimbulkan kerugian dan korban adalah gempa bumi tektonik. Menurut teori lempeng tektonik kerak bumi terpecah- pecah menjadi bagian yang disebut lempeng bumi (plate). maka lempeng tektonik akan saling bergerak.

2. Secara umum batas-batas lempeng terdiri dari tiga jenis: 1. Zona Konvergen Zona ini ditandai dengan adanya dua lempeng yang berbatasan. Batas-batas lempeng merupakan suatu daerah yang secara tektonik sangat aktif. b. Lempeng yang lebih berat (lempeng samudera) akan menunjam di bawah lempeng yanglebih ringan (lempeng benua). Hasil aktifitas tektonik semacam ini berupa rangkaian gunung api. bergerak dengan arah yang saling mendekati. Zona konvergen dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: a. Zona Singgungan Zona ini ditandai dengan dua lempeng yang saling bergerak relatif sejajar satu dengan yang lain sehingga terjadi gesekan pada bidang batas 7 . Zona Subduksi Pada zona ini ke dua lempeng saling bertumbukan (lempeng benua dan lempeng samudera). Zona ini ditandai dengan pembentukan materi-materi lempeng. 3. Zona Divergen Zona ini ditandai dengan adanya dua lempeng yang berbatasan bergerak dengan arah saling menjauhi sehingga membentuk pegunungan (ridge) yang terdapat di tengah samudera. Zona Tumbukan Pada zona ini kedua lempeng bergerak saling mendekati sehingga pada batas-batas kedua lempeng cenderung melipat ke atas dan membentuk pegunungan lipatan.

8 . Gempabumi Tektonik Gempabumi ini terjadi akibat adanya pergeseran-pergeseran atau patahan dari lapisan batuan secara tiba-tiba di dalam bumi. Pada tahun 1978 di Jerman.Hoernes mengemukakan pembagian macam-macam gempabumi yang sampai sekarang masih tetap berlaku yaitu : 1. Menurut penyelidikan 90% dari jumlah gempabumi yang ada di dunia akibat dari gempabumi tektonik.1 Batas-batas lempeng Tektonik 2. Gambar 2. Gempabumi tektonik yang kuat sering mengakibatkan kerusakan fisik diatas kulit bumi. Akibat gesekan ini akan timbul gempa-gempa dangkal yang dapat membawa bencana. R.2 Macam.Macam Gempa Bumi Gempabumi adalah hentakan atau gerakan tanah tiba-tiba akibat pelepasan energi yang terakumulasi atau tersimpan dalam bentuk gelombang seismik. Getaran gempabumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi dan dapat tercatat oleh Seismograf di seluruh dunia. lempeng.

gejala ini terjadi karena sifat garam yang mudah larut. Seperti yang diketahui.2 Skematik dari proses terjadinya gempabumi tektonik. 3. juga di daerah-daerah dimana terdapat endapan garam. gua runtuh dan lain sebagainya yang menimbulkan getaran-getaran. Gempabumi ini hanya dirasakan pada daerah sekitar gunung berapi itu saja. Gempa Runtuhan atau Tanah Longsor Gempabumi ini terjadi karena adanya pergerakan permukaan tanah (longsor). Pada umumnya terjadi pada daerah-daerah dimana terdapat runtuhan-runtuhan di dalam tanah. batuan kapur mudah larut dalam air sehingga akan terjadi rongga-rongga (gua) di dalam tanah yang menyebabkan runtuhnya bagian atas dari gua ini. Gempabumi Vulkanik atau Gempabumi Gunung Api Gempabumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma gas di dalam dapur magma (batholite). Gambar 2. dan jika gejala vulkanis tersebut meningkat maka dapat menyebabkan timbulnya ledakan yang juga diikuti dengan gempabumi. misalnya di daerah kapur atau daerah pertambangan. 9 . 2.

namun sangat jarang terjadi diantaranya : 1. namun karena berada pada kedalaman lebih dari 300 km maka manusia tidak merasakan getarannya. karena letak fokus lebih dekat ke permukaan. 2. parameter sumber gempa bumi antara lain:  Waktu terjadinya gempa bumi (origin time) adalah waktu terlepasnya akumulasi tekanan (stress) yang berbentuk penjalaran gelombanggempa bumi. misalnya karena ledakan dinamit atau nuklir. Berdasarkan kedalaman sumber gempa bumi. 10 . sehingga digolongkan sebagai gempa bumi yang tidak berasosiasi dengan penampakan retakan atau patahan di permukaan. gempa bumi dibedakan menjadi:  Gempa bumi dangkal (kedalaman 0 – 60 km) Gempa bumi dangkal menimbulkan efek goncangan yang lebih dahsyat di bandingkan gempa bumi dalam. Gempa Buatan. namun gempa bumi ini masih dapat diperkirakan mekanisme terjadinya.  Gempa bumi dalam (kedalaman > 300 km) Gempa bumi dalam ini sebenarnya relatif sering terjadi. Berdasarkan parameter . Gempa karena Tumbukan Meteor.  Gempa bumi menengah (kedalaman 61 – 300 km) Gempa bumi menengah terletak pada kedalaman di bawah kerak bumi. Ada juga jenis gempa yang lain.

biasanya dinyatakan dalam skala MMI (Modified Mercally Intencity) dengan skala terendah I dan akala tertinggi VII. 2. Gelombang seismik adalah gelombang elastis yang menjalar di dalam bumi. Gelombang seismik dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu gelombang badan (body wave) dan gelombang permukaan (surface wave). Pola mekanisme ini tergantung pada medium penjalaran atau keadaan struktur kulit bumi serta distribusi gaya atau stress yang terjadi. bujur)  Magnitudo (kekuatan gempa bumi) yaitu ukuran energi yang terpancarkan oleh sumber gempa bumi.3 Gelombang Seismik Mekanisme gempabumi dikontrol oleh pola penjalaran gelombang seismik di dalam bumi. 1. Gelombang Longitudinal (P) yaitu gelombang yang arah rambatnya searah dengan arah getar partikel medium yang dilewatinya. Gelombang ini terdiri dari 2 macam gelombang yaitu : a.  Hiposenter yaitu lokasi terjadinya gempa bumi (pusat gempa bumi)  Episenter yaitu proyeksi hiposenter ke permukaan bumi (lintang. Gelombang badan (body wave) adalah gelombang yang merambat melalui lapisan dalam bumi. 11 . biasanya dinyatakan dalam Skala Richter (SR)  Intensitas yaitu skala dampak kerusakan yang dialami di permukaan bumi akibat gempa bumi.

b. gerakan partikelnya sejajar dengan arah perambatannya. b. Gelombang Transversal (S) yaitu gelombang yang arah rambatnya tegak lurus terhadap arah gerak partikel medium yang dilewatinya. Sedang gelombang sekunder merupakan gelombang transversal atau gelombang shear. seperti gelombang Rayleigh (LR) tetapi menjalarnya melalui batas dua lapisan di dalam bumi. 12 . Gelombang Channel. 2. Gelombang Stonely. Gelombang Permukaan yaitu gelombang yang menjalar sepanjang permukaan atau pada suatu lapisan dalam bumi. gerakan partikelnya terletak pada suatu bidang yang tegak lurus dengan arah penjalarannya. yang menjalar melalui lapisan yang berkecepatan rendah di dalam bumi. c.3 Sifat penjalaran gelombang seismik Gelombang primer merupakan gelombang longitudinal atau gelombang kompresional. Gelombang Love (LQ) dan gelombang Rayleigh (LR) yaitu gelombang yang menjalar melalui permukaan yang bebas dari bumi. gelombang ini terdiri dari: a. Gambar 2.

Gambar 2. namun tetap tidak dapat menembus inti bumi sebagai gelombang transversal. yaitu gelombang SH dengan gerakan partikel horizontal dan gelombang SV dengan gerakan partikel vertikal. Gelombang sekunder terdiri dari dua komponen. Sifat penjalaran gelombang P yang langsung adalah bahwa gelombang ini akan menjadi hilang pada jarak lebih besar dari 130º. Gelombang kompresional disebut gelombang primer (P) karena kecepatannya paling tinggi diantara gelombang yang lain dan tiba pertama kali. dan tidak terlihat sampai dengan jarak kurang dari 140º. Gelombang langsung P akan menyinggung permukaan inti bumi pada jarak 103º dan pada jarak yang akan mengenai inti bumi pada jarak 144º. Gelombang P akan timbul kembali yaitu gelombang yang menembus inti bumi dengan dua kali mengalami refraksi. Menghilangnya gelombang P pada jarak 103º memungkinkan untuk menghitung kedalaman lapisan inti bumi. Untuk 13 . Hal tersebut disebabkan karena adanya inti bumi. Keadaan ini membuktikan bahwa inti luar bumi berupa fluida. Sedang gelombang shear disebut gelombang sekunder (S) karena tiba yang kedua setelah gelombang P.4 Penjalaran Gelombang P & S di dalam bumi Walaupun gelombang body dapat menjalar ke segala arah di permukaan bumi.

pada saat kondisi tertentu dimana batuan tersebut tidak mampu menahan lagi stress/tekanan/gaya yang ditimbulkan oleh gerakan relatif tersebut. Garis tebal vertikal menunjukan pecahan atau sesar pada bagian bumi yang padat. Kalau hal ini terjadi terus menerus. Gesekan kedua lempeng tersebut diasumsikan bersifat elastis. Terjadinya gempabumi dapat dijelaskan dengan teori pegas elastis (Elastic Rebond Theory) pada gambar 2.5 Mekanisme gempabumi yang menjadi sumber gempa tektonik. maka terjadi akumulasi energi yang besar. yaitu bagian luar bumi dan inti bumi (dua media homogen yang berbeda). dapat menimbulkan suatu energi yang disebut energi elastis. Misalkan dua lempeng yang saling bergerak relatif terhadap sesamanya. maka gempabumi tersebut terjadi dan dirasakan sebagai suatu getaran. 2. Gambar 2.penelitian tetap diasumsikan keadaan homogen. pergerakan ini menimbulkan gesekan di sepanjang bidang batas kedua lempeng tersebut. Pada keadaan I menunjukan suatu lapisan yang belum terjadi perubahan bentuk geologi. energi elastis yang terakumulasi akan dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gelombang elastis yang menjalar ke segala arah.2 .4 Teori Pegas Elastis Proses terjadinya gempabumi tektonik dapat didefinisikan sebagai berikut. maka 14 . Karena di dalam bumi terjadi gerakan yang terus-menerus.

maka akan terjadi suatu pergerakan atau perpindahan yang tiba-tiba sehingga terjadilah patahan. 2.5. karena adanya pergerakan yang tiba-tiba dari batuan tersebut. demikian seterusnya. sehingga seluruh proses diatas akan diulangi lagi dan sebuah gempa akan terjadi lagi setelah beberapa waktu lamanya. Untuk daerah A mendapat stress ke atas. Peristiwa pergerakan secara tiba-tiba ini disebut gempabumi. Sistem ini dapat menerangkan posisi gaya yang bekerja pada akhir proses patahnya atau bergesernya suatu lapisan sesuai teori pegas elastis (Elastis Rebound Theory).5 Teori Dasar Mekanisme Fokus 2. Proses ini berjalan terus sampai stress yang terjadi (dikandung) di daerah ini cukup besar untuk merubahnya menjadi gesekan antara daerah A dan daerah B.akan terdapat stress yang lama kelamaan akan terakumulasi dan mampu merubah bentuk geologi dari lapisan batuan.1 Teori Kopel Ganda Gaya kopel ganda menyatakan sumber gempa bekerja empat gaya sama besar dan berlawanan arah yang berlaku sebagai sepasang momen gaya yang saling tegak lurus. Pada keadaan III menunjukan lapisan batuan yang sudah patah. sedang daerah B mendapat stress ke bawah. Keadaan II menunjukan suatu lapisan batuan telah mendapat dan mengandung stress dimana telah terjadi perubahan bentuk geologi. Gerakan perlahan-lahan sesar ini akan berjalan terus. 15 . Teori ini dapat juga menerangkan polaritas gelombang P dari tempat gempa bumi alami. Lama kelamaan karena lapisan batuan sudah tidak mampu lagi untuk menahan stress.

Asumsi sumber titik : Dengan asumsi bahwa sumber gempa adalah sebuah titik. Ekuivalen sistem gaya kopel ganda dengan dislokasi geser (gerak sesar): Sistem gaya kopel ganda menghasilkan medan perpindahan yang sama terhadap sumber gempa seperti yang sama berkenaan dengan dislokasi geser (shear dislocation) disepanjang sesar. Model kopel ganda Model equivalen force Sumber sesar sebenarnya Pola radiasi gelombang S Gambar 2. Konfigurasi sistem gaya kopel ganda : Model ini mempunyai dua pasang gaya yang masing-masing mempunyai magnitude yang sama dan berlawanan arah.6 Sistem gaya Kopel ganda Karakteristik model kopel ganda : a. b. c. Hal ini cocok apabila jarak hyposenter dan stasiun lebih besar dari ukuran sesar. 16 .

Prosedur ini dilakukan untuk semua stasiun yang merekam getaran gempa sehingga diperoleh polaritas gelombang P secara global yang yang dipancarkan dari hiposenter. Kadang-kadang jumlah stasiun tidak cukup sehingga tidak semua gempa dapat ditentukan solusi mekanisme pergerakan pusat gempanya. Salah satu dari dua orientasi kopel ganda merupakan orientasi dari sesar.2 Diagram Mekanisme Pusat Gempa Studi mekanisme pusat gempa bertujuan untuk menentukan model sesar gempa berdasarkan bidang nodal dari hasil pengamatan polaritas gelombang P yang dipancarkan oleh hiposenter. Untuk menggambarkan distribusi polaritas gerakan awal gelombang P secara global dapat digunakan prosedur grafik untuk menentukan dua bidang nodal.5. 2. Jika stasiun seismograf yang melingkupi pusat gempa cukup banyak maka dengan mudah dapat dipisahkan antara kelompok stasiun yang merekam kompresi dan kelompok stasiun yang merekam dilatasi. Ditentukan S pada bola pusat gempa dengan polaritas gelombang P kompresi atau dilatasi yang diamati di stasiun seismograf S. Gelombang gempa mencapai stasiun seismograf S meninggalkan bola pusat gempa dengan sudut elevasi i dan azimuth Ф. sehingga kopel ganda menghasilkan dua orientasi bidang sesar yang mungkin terjadi.7). Metode ini didasarkan pada kenyataan bahwa polaritas gerakan awal gelombang langsung P tidak berubah selama penjalarannya sehingga polaritas pada bola pusat gempa masih sama dengan polaritas pada hiposenter. 17 . Hiposenter diasumsikan sebagai bola dengan radius sangat kecil yang disebut bola pusat gempa (gambar 2.

Hal ini sangat sulit untuk diinterpretasikan secara visual (gambar 2. polaritas gerakan awal akan berubah sebaliknya setelah meninggalkan bidang refleksi. Δ = Sudut yang dibentuk dari Episenter searah jarum jam ( º ) I = Sudut keberangkatan sinar atau take off ( º ) S‟ = Hiposenter gempa Gambar 2. Karena bola pusat gempa merupakan bentuk dimensi ruang maka polaritas gerakan awal gelombang P akan terdistribusi dalam tiga dimensi.8).7 Bola pusat gempa yang menggambarkan hiposenter 18 . Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dibuat proyeksi dari bentuk tiga dimensi ke bentuk dua dimensi yang disebut sebagai diagram mekanisme pusat gempa yang lebih mudah dibuat interpretasinya secara visual (gambar 2.9). Untuk kasus gelombang seismik refleksi seperti gelombang P.

9 Proyeksi bola pusat gempa ke bidang equatorial.8 gambaran tiga dimensi radiasi gelombang gempa model kopel ganda.9 menunjukkan cara memproyeksikan dari bola pusat gempa ke diagram pusat gempa. Pada model 19 . Sebelum membuat diagram mekanisme pusat gempa perlu ditentukan lebih dahulu bagaimana cara menginterpretasikannya. Gambar 2. Gambar 2. Gambar 2.

10 Orthogonalitas dua bidang nodal. Polaritas data S‟ (kompresi atau dilatasi) pada belahan bola bagian bawah diproyeksikan ke titik pada diagram.10 menunjukkan titik potong tersebut sebagai titik A dan B pada garis nodal b dan a. Gambar 2. Bola pusat gempa dibelah menjadi dua (bagian atas dan bawah) oleh bidang horizontal yang melalui hiposenter. Pusat ini merupakan vektor yang tegak lurus bidang.kopel ganda pola radiasi gelombang seismik simetri dengan hiposenter sehingga yang dapat diproyeksikan hanya setengah bola pusat gempa. 20 . Dua bidang nodal dinyatakan pada diagram sebagai dua garis (gambar 2. Arah vektor yang menjauhi hiposenter ditandai dengan titik potong antara vektor dan bola pusat gempa yang dinyatakan titik pada diagram. Gambar 2. Polaritas data pada belahan bola bagian atas simetri dengan data yang ada di belahan bola bagian bawah.10) Karena dua bidang tersebut tegak lurus satu sama lain maka masing-masing bidang saling berpotongan melalui pusatnya.

11 Bidang proyeksi luasan sama (bidang stereografis). Sedangkan bagian kiri digunakan untuk menentukan azimuth dan sudut busur pada garis nodal. dip. Gambar 2. dan rake (slip). Penting untuk diketahui bahwa salah satu dari bidang nodal merupakan sesar/patahan gempa. Gambar 2.11 digunakan untuk menentukan parameter bidang sesar/patahan dari diagram mekanisme pusat gempa. Kuadran kompresi biasanya dinyatakan dengan gambar arsiran. Bagian kanan gambar tersebut digunakan untuk menggambar garis nodal. Pada diagram dapat dibaca parameter bidang nodal yang terdiri dari sudut strike. Garis horizontal 21 . Dua garis nodal membagi diagram ke dalam empat kuadran kompresi dan dilatasi gelombang seismik.

Gambar 2. posisi hanging wall di sebelah kanan arah strike dan diukur searah jarum jam dari arah utara (gambar 2. Dip diukur dengan menggunakan setengah lingkaran bagian kanan (gambar 2. lokasi (plunge dan azimuth) sumbu P dan T pada diagram yang merupakan parameter bidang sesar.12 Pengukuran sudut strike dan dip pada diagram. Untuk menentukan strike.12). 2.12 . Gambar 2.14 menunjukkan cara bagaimana menentukan strike. dip. Prosedur untuk menentukan parameter bidang sesar dapat dijelaskan sebagai berikut : 1.13 dan 2. 2.12). rake. 22 .digunakan untuk menentukan sudut atau bidang nodal yang diukur dari garis vertikal.

sedangkan kompresi dan dilatasi merupakan arah gerakan awal gelombang P seismogram. Sumbu tekanan P dan sumbu tarikan T terletak pada titik 450 dari dua titik A dan B (gambar 2. Sumbu P di kuadran dilatasi dan sumbu T di kuadran kompresi dengan gambar arsiran. dan N ditentukan oleh azimuth (diukur searah jarum jam dari arah utara) dan plunge (diukur ke arah bawah dari horizontal). 23 .3.13 Penentuan sumbu P dan T 450 dari dua kutub pada garis nodal. Kedua sudut tersebut diukur dengan menggunakan kertas stereografis. T. Sumbu P. Gambar 2. Tekanan dan tarikan menunjukkan arah gaya yang bekerja pada hiposenter.13). Perpotongan antara dua garis nodal disebut sumbu N (null) yang merupakan arah stress nol.

rake dari bidang nodal ditandai dengan –[sudut antara strike bidang dan kutub bidang yang lain]. Untuk normal fault. Vektor slip untuk satu bidang nodal tegak lurus pada bidang nodal lainnya sehingga vektor slip untuk bidang nodal berhubungan dengan kutub vektor bidang nodal lainnya. Dengan kata lain bila sumbu T berada pada satu kuadran dengan pusat diagram akan diperoleh reverse fault. Untuk reverse fault rake bidang nodal diperoleh dengan 1800 – [sudut antara strike bidang dan kutub bidang yang lain]. Sudut rake negatif untuk normal fault karena sudut rake negatif menunjukkan bahwa hangingwall block bergerak turun secara relatif terhadap footwall block. Sudut rake diukur menggunakan setengah lingkaran bagian gambar stereografis. Jika pusat diagram (hiposenter) berada di kuadran kompresi (arsiran) maka sesar gempa disebut reverse fault dan jika berada di kuadran dilatasi maka disebut normal fault. Untuk membuat diagram mekanisme pusat gempa digunakan setengah bola 24 . ii. Untuk reverse fault bila vektor slip menunjuk ke arah atas dan diukur sudut antara arah strike dan kutub pada setengah lingkaran bagian atas. Rake dari vektor slip didefinisikan dengan sudut antara arah strike dan vektor slip (kutub vektor) (gambar 2. 4.14). Atau dengan kata lain : i. Sebaliknya bila sumbu P berada dalam kuadran yang sama dengan hiposenter maka akan dihasilkan normal fault. Jika pusat diagram berada pada atau dekat dua garis nodal maka akan dihasilkan strike slip fault.

Gambar 2. bagian bawah kemudian mengkonversi sudut yang telah diukur pada setengah bola bagian bawah ke sudut rake dengan mengurangkan sudut tersebut dari 1800. Arah gerakan pertama impuls dari gelombang P inilah yang kemudian di amati untuk mempelajari fokal mekanisme. Selain untuk menetukan gerakan awal gempa dan studi solusi 25 . dan alat yang digunakan pada umumnya ialah seismograf tipe vertikal sehingga pembacaan gelombang S menjadi sulit.6 Teori Mekanisme Dengan Metode Impuls Pertama Gelombang Primer (P) Ketika gempabumi terjadi maka gelombang gempa bumi akan terpancarkan ke segala arah berbentuk phase gelombang. Hal ini dapat disebabkan karena gelombang P yang paling jelas pembacaannya. 2. karena memiliki kecepatan terbesar dari pada gelombang yang lainnya. Fase awal yang tercatat lebih dahulu ialah gelombang P.14 Penentuan sudut rake pada reverse fault (kiri) dan normal fault (kanan).

16 Impuls gelombang P dan bola fokus 26 . Ada beberapa ketentuan dalam mempelajari solusi bidang sesar ini.15 Sistem gaya kopel ganda b.bidang sesar. Solusi untuk menentukan arah dan orientasi menyebabkan terjadinya bidang sesar yang disebut sebagai “Fault Plane Solution”. Arah gerak awal gelombang P harus dianggap sama atau sesuai dengan arah gaya kopel yang bekerja di sumber gempa Teori kopel ganda menyatakan bahwa pada sumber gempa bekerja empat gaya yang sama besar dan berlaku sebagai pasangan momen gaya yang saling tegak lurus. Fokus harus dianggap berbentuk bola didalam bumi dimana bumi dianggap homogen isotropis. Earth surface P P P P Impuls pertama gelombang P Gambar 2. metode ini penting untuk menetukan gerakan dari plate tektonik dan penting untuk menetukan gerakan relative dari Lithiosfer.: a. Sistem radiasi sistem kopel ganda Gambar 2.

 ). Bola fokus meliputi jejak seismik yang menjalar dari sumber gempa sampai ke stasiun penerima. Pada dasarnya solusi bidang sesar adalah mencari dua bidang nodal orthogonal (orthogonal nodal plane) yang memisahkan gerakan pertama gelombang dalam kuadran kompresi dan dilatasi pada bola fokusnya. 27 . Dapat dihitung dari persamaan : Dimana : P = Parameter Gelombang Gempa (detik) V(h) = Kecepatan gelombang pada kedalaman h (met/det) R = Jari-jari bumi (m) h = Kedalaman Sumber Gempa (m) i = Sudut Keberangkatan Gelombang ( º )  adalah azimuth stasiun penerima yang diukur dari titik utara episenter ke stasiun penerima searah jarum jam. Untuk menetukan posisi suatu titik pada bola fokus yang memuat informasi impuls pertama gelombang primer (P) kompresi atau dilatasi. Dari hasil pengukuran  dan i serta penentuan fase gelombang P. Bola fokus adalah suatu ilustrasi dari sebuah bola yang berpusat di sumber gempa. maka yang dipergunakan koordinat sudut sinar (i. I menyatakan sudut keberangkatan gelombang yang lazim disebut incident angel. kemudian diplot pada bola fokus.

Bidang sesar (fault plane) adalah sebuah bidang yang merupakan bidang tektonik antara dua blok tektonik. Vektor kemiringan (Dip Vektor) adalah vektor yang searah dengan kemiringan bidang sesar. Strike   : Adalah sudut yang dibentuk oleh jurus sesar dengan arah utara. Strike diukur dari arah utara kearah timur searah dengan jarum jam hingga jurus patahan 0    360 . Strike Slip Movement : Pergerakan dasar terjadi dalam arah sejajar dengan sudut strike sesar. Pergerakan yang dominan adalah arah horizontal.2.7 Penentuan Tipe Sesar Sebuah sesar merupakan batas yang menghubungkan dua blok tektonik yang berdekatan. yaitu : 1. sedangkan Vektor strike (Strike vector) adalah vektor yang sejajar dengan arah strike sesar. Dip   : Adalah sudut yang dibentuk oleh bidang sesar dengan bidang horisontal dan diukur pada bidang vertical dengan arahnya tegak lurus jurus patahan 0    90 . Dip Slip Movement : Pergerakan sesar terjadi dalam arah sejajar dengan sudut kemiringan sesar. 2. 2. Kombinasi antara Dip Slip Movement dan Strike Slip Movement. Orientasi sesar ditentukan oleh parameter bidang sesar yang terdiri dari : 1. Arah pergerakan sesar secara umum dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Pergerakan yang dominan adalah arah vertical. 3. Sesar biasanya dipresentasikan secara geometri seperti pada gambar. 28 . Sudut kemiringan sesar (Dip Angel) adalah sudut yang dibentuk antara bidang sesar dengan bidang horizontal.

17 Parameter orientasi bidang sesar Klasifikasi sesar berdasarkan gerak relatifnya sepanjang bidang batas sesar adalah : 1.0) Gambar 2.180    180 ).(. utara strike jurus slip Rake Gambar 2. Rake berharga positif pada patahan naik (Thrust Fault) dan negative pada patahan turun (Normal Fault). Rake   : Adalah sudut yang dibentuk arah slip dan jurus patahan. Parameter sesar jenis ini akan memenuhi nilai δ = 0 dan δ = π/2 (π = radian / 180º) serta nilai λ terletak dalam rentang (-π . Sesar turun atau (normal fault). 3.18 Sesar turun 29 . bila hanging wall pada sesar tersebut relatif turun terhadap foot wall.

Sesar naik (thrust fault). Gerakan kombinasi antara sesar mendatar dengan sesar naik atau turun disebut oblique fault. Sesar mendatar (strike slip fault) bila arah gerakan relatif masing-masing blok pada sesar tersebut sejajar dengan jurus (strike).21 Sesar Obliq 30 . Gambar 2. Gambar 2.0) Gambar 2. Sesar jenis ini dapat dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu left-lateral slip fault bila nilai λ = 0 dan right- lateral slip fault bila nilai λ= π.20 Sesar mendatar 4. Parameter jenis ini memiliki nilai δ =π/2 dan λ = 0 atau π.19 Sesar naik 3.2. bila hanging wall pada sesar tersebut relatif naik terhadap foot wall parameter jenis ini memiliki nilai δ = 0 dan δ =π/2 dan λ terletak dalam rentang (π .

Selatan NTT. jadi konsekuensi tunjaman lempeng tersebut mengakibatkan kegempaan yang tinggi. daerah yang diarsir merupakan daerah kompresi dan yang tidak diarsir adalah daerah dilatasi. Jawa Timur dan Sekitarnya Zona Blitar dan sekitanya termasuk mempunyai aktifitas gempa bumi yang tinggi. lempeng Australia menunjam dengan kecepatan 100-200km di bawah pulau Jawa. Dalam menentukan solusi bidang sesar.8 Kondisi Seismotektonik Blitar. Untuk menentukan tipe sesar dilakukan dengan cara mengamati dimana letak pusat lingkaran. Selatan Jawa. dasar yang di gunakan adalah mencari dua bidang nodal orthogonal yang memisahkan gerakan-gerakan awal gelombang P dalam kuadran–kuadran kompresi dan dilatasi pada bola fokus. yaitu tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. di daerah yang diarsir atau tidak 2. Pesisir selatan Jatim dan Bali masuk dalam zona bahaya gempa yang berpotensi tsunami sebab di wilayah selatan Jatim terdapat patahan panjang mulai dari sebelah barat Sumatra. Pada gambar. sampai ke Papua. 31 . Tektonik Jawa di dominasi oleh tunjaman ke utara lempeng Australia di bawah lempeng Sunda yang relatif diam. Tumbukan antar lempeng tersebut lempeng Indo-Australia bergerak menuju utara mengarah ke lempeng Eurasia yang bergerak dari timur ke barat.

serta Donorojo. Salah satu sesar utama di pulau Jawa ini searah dengan jalur sungai Grindulu yang memanjang dari pantai selatan hingga daerah hulu di Kecamatan Bandar. Jawa Timur). Punung Arjosari.22 Peta Seismotektonik Pulau Jawa Di pulau Jawa terdapat tiga patahan besar yakni sesar di Cimandiri (Jawa Barat). Gambar 2. Sesar Grindulu yaitu patahan yang membelah Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo. 32 . dan sesar Grindulu (Pacitan. jalur sesar ini sangat rawan karena menjadi area rambatan gempa apabila terjadi tumbukan antara lempeng Benua di pulau Jawa dengan lempeng Samudra di laut selatan. sesar Grindulu merupakan jalur patahan lempeng benua yang membentuk pulau Jawa membentang di lima Kecamatan. yakni Kecamatan Bandar. sesar Opak ( Daerah Istimewa Yogyakarta). Nawangan.

Pengolahan dan Interpretasi data dilakukan di BMKG Kemayoran Jakarta Pusat. Daerah penelitian adalah gempa Blitar. 3. BAB III METODE PENELITIAN 3. 3. Magnitude 6.3 6) Program AZMTAK dalam bahasa pemrograman FORTRAN 7) Program PMAN dalam bahasa pemrograman FORTRAN 33 .55 LS – 112. Alat yang digunakan dalam proses pengolahan data adalah: 1) Komputer personal Pentium 4 2) Software WinITDB 3) Microsoft Office 4) Note pad 5) Software Arc View GIS Ver.55 BT) kedalaman (hiposentrum) 25 km . Jawa Timur 17 Mei 2011 dengan koordinat (9. 170 km Tenggara Blitar.1 SR.2 Alat dan Bahan Pada penelitian ini alat dan bahan yang digunakan dalam analisis mekanisme sumber gempa bumi zona Blitar. Jawa Timur berdasarkan seismisitas dan mekanisme sumber gempa bumi. Jawa Timur.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dimulai pada tanggal 1 Juni 2011 sampai dengan 15 Agustus 2011 bertempat di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Jakarta khususnya di bidang Informasi Dini Gempa dan Tsunami.

Jawa Timur dari USGS pada tanggal 17 Mei 2011.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Data gempa bumi Blitar. Magnitudo yang digunakan adalah 6. Data gempabumi yang digunakan meliputi waktu kejadian gempabumi. Data gempabumi tersebut diperoleh dari rekaman United State Geological Survey (USGS) pada tanggal 17 Mei 2011 melalui jaringan internet. karena format data USGS berbeda dengan format data yang dapat diproses software WinITDB. Data USGS yang telah dikonversi menjadi format data software WinITDB . 2) Data polaritas gerakan pertama gelombang P gempa bumi Blitar. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data gempabumi pada koordinat (-8o LS) – (-12o LS) dan (111o BT ). format data USGS harus dikonversi terlebih dahulu ke format data software WinITDB secara manual dengan program notepad. 3.(114o BT). Data USGS yang telah dikonversi kemudian diproses menggunakan software WinITDB dan menghasilkan sebaran pusat gempabumi atau peta seismisitas. posisi lintang-bujur. Data gempabumi yang diperoleh dari rekaman USGS tidak dapat langsung diproses menggunakan software WinITDB.3 Pengolahan dan Analisa Data Tahapan awal penelitian ini adalah membuat peta seismisitas atau pengeplotan data gempabumi Blitar. Oleh karena itu. 34 . Jawa Timur 17 Mei 2011. kedalaman dan magnitudo.1 SR. Jawa Timur menggunakan software WinITDB.

Menentukan batas daerah pengeplotan hiposenter pada penampang melintang dengan memperhatikan hasil penyebaran hiposenternya . Membuat proyeksi masing-masing garis penampang melintang yang tegak lurus trench agar dapat ditentukan proyeksi penampang melintang hiposenternya. 3. Daerah penelitian dibagi menjadi beberapa segmen atau penampang melintang. nama stasiun dan polaritas gerakan pertama gelombang P . Proses berikutnya adalah menentukan solusi mekanisme sumber gempabumi menggunakan polaritas gerakan pertama gelombang P yang dinyatakan dalam kompresi (c) dan dilatasi (d). 2. Tahapan dalam pengeplotan hiposenter pada penampang melintang adalah sebagai berikut: 1. kedalaman. Data yang digunakan diperoleh dari hasil rekaman melalui jaringan internet. nama stasiun dan data polaritas gerakan pertama gelombang P (kompresi atau dilatasi) yang dicatat oleh masing-masing stasiun. Menentukan garis penampang melintangnya yang memilih beberapa bagian daerah yang diteliti. kedalaman. bujur. magnitudo. Menyusun format data input dengan urutan lintang. Data yang digunakan meliputi posisi lintang-bujur. Langkah selanjutnya adalah membuat penampang melintang seismisitas untuk mengetahui bentuk atau pola penunjaman lempeng tektonik. Data yang terkumpul selanjutnya diproses dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Penentuan garis penampang melintang tegak lurus trench. jumlah stasiun yang merekam. notasi kompresi diubah menjadi 1 sedangkan notasi dilatasi 35 .

Dalam hal ini nama file database stasiun yang digunakan dinyatakan sebagai file BMG_ALL. 4. 36 . nama file database stasiun yang digunakan dan nama file output.dat). Nama file output ber-ektention. 3.out). hasil output dari program AZMTAK digunakan sebagai data input dan menghasilkan gambaran proyeksi sebaran data kompresi dan dilatasi pada bola fokus. 5.3. diubah menjadi -1. Membuka program PMAN. gerak kompresi atau dilatasi. Hasil yang diambil adalah solusi mekanisme sumber gempabumi yang mempunyai tingkat kebenaran atau konsisten data ≥ 25%. dip dan rake. File output memuat data nama stasiun.out (nama file output. 6.STA. Menentukan jenis mekanisme sumber gempabumi dengan parameter bidang sesarnya berupa strike. data Azimuth dan take off hasil perhitungan. 2. kemudian menuliskan nama file data input yang sesuai. Dalam bentuk diagram alir (flowchart). Hasil solusi mekanisme sumber gempabumi kemudian diplot menggunakan software ArcView Gis ver 3. Jika tingkat konsisten datanya < 25% maka dilakukan verifikasi data kompresi dan dilatasi. Data input yang sudah disusun disimpan dengan nama file (nama file. Membuka program AZMTAK. Menentukan akurasi hasil parameter mekanisme sumber gempabumi dengan meminimalkan kesalahan data atau inkonsisten data. Menentukan parameter mekanisme sumber gempabumi dengan menentukan dua buah bidang nodal secara manual yang memisahkan antara daerah kompresi dan dilatasi pada bola fokus.

(114°BT) . Jawa Timur dari USGS pada tanggal 17 Mei 2011 pada koordinat (-8°LS) – (-12° LS) dan (111°BT).1 Diagram alir pembuatan peta seismisitas dan penampang melintang 37 .4 Prosedur Kerja mulai Data gempa bumi Blitar.3. semua kedalaman dan magnitudo Konversi format data gempa bumi USGS ke format data software Win ITDB Proses data gempa bumi yang sudah di konversi dengan software Win ITDB Peta seismisitas Membuat penampang melintang ( Cross section ) seismisitas tegak lurus trench Menganalisis seismotektonik zona penunjaman berdasarkan penampang melintang seismisitas Hasil analisis Selesai Gambar 3.

2 Diagram alir penentuan solusi mekanisme sumber gempabumi. kompresi (c). 38 . nama stasiun. 3. Jawa Timur meliputi : nama stasiun.114°BT.3 Peta seismotektonik Menganalisis seismotektonik berdasarkan mekanisme sumber gempa bumi Hasil analisis seimotektonik berdasarkan mekanisme sumber gempa bumi Selesai Gambar 3. kedalaman. semua kedalaman dan magnitudo Menyusun format data input dengan urutan lintang. jumlah stasiun. dan kompresi (1) atau dilatasi (-1) Menentukan sudut Azimuth dan take off menggunakan program AZMTAK Ploting sudut Azimuth dan take off menggunakan program PMAN Menentukan parameter mekanisme sumber gempa bumi dengan menentukan dua buah bidang nodal Konsisten data ≥ 25 % ? Tidak ya Solusi mekanisme sumber gempa bumi menggunakan software Arc View GIS Ver. dilatasi (d). Mulai Data gempa bumi Blitar. pada koordinat (-8°LS)-(-12°LS) dan (111°BT. bujur.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Penyebaran pusat gempa bumi dibedakan menjadi tiga variasi kedalaman yaitu gempa bumi dangkal (0-60km) yang ditandai dengan warna merah.1 Penyebaran Pusat Gempa Bumi Zona Blitar Blitar.1 Penyebaran pusat gempa bumi di Blitar. Jawa Timur dan sekitarnya 39 . Hasil pemetaan data gempa bumi Blitar.1 atau disebut peta seismisitas. gempa bumi menengah (61-300km) ditandai dengan warna kuning dan gempa bumi dalam (>300km) ditandai dengan warna hijau. Jawa Timur dan sekitarnya merupakan zona yang mempunyai tingkat seismisitas tinggi. Pacitan Lumajang Blitar Jember Pusat gempa Gambar 4. Jawa Timur dan sekitarnya menggunakan software Win ITDB yang mencakup batas koordinat (-8°LS)-(-12°LS) dan (111°BT)-(114°BT) dapat dilihat pada gambar 4.

Jawa Timur dan sekitarnya mempunyai aktivitas gempa bumi yang tinggi. Peta di atas menunjukkan bahwa zona Blitar. tabrakan antar lempeng itu karena lempeng Indo Australia bergerak menuju utara mengarah ke lempeng Eurasia yang bergerak dari timur ke barat. sampai ke Papua. Aktivitas gempa bumi yang tinggi berhubungan dengan aktivitas lempeng tektoniknya.selatan Jawa. Aktivitas tektonik zona Blitar. 40 . terutama zona subduksi. Pesisir selatan Jatim dan Bali masuk dalam zona bahaya gempa yang berpotensi tsunami sebab diwilayah selatan Jatim terdapat patahan panjang mulai dari sebelah barat Sumatra. Jawa Timur adalah tumbukan lempeng Indo Australia dan Eurasia. selatan NTT.

2 Penampang Melintang Untuk mempermudah melihat struktur subduksi yang terjadi di Blitar. A B C A’ B’ C’ Gambar 4. dan CC‟. Jawa Timur dan sekitarnya maka zona penelitian ini dibagi menjadi beberapa penampang melintang. BB‟. Penampang melintang tersebut dibuat secara vertikal dengan masing-masing penampang melintang melalui batas koordinat yang berbeda. hasil penentuan batas melintang dapat dilihat pada gambar 4.2 Irisan penampang melintang 41 . Dalam penelitian ini dibuat 3 penampang melintang yang diproyeksikan pada bidang AA‟. 4.2.

Segmen A-A‟ Pada segmen ini. penyebaran hiposenter pada daerah shallow dip membentuk sudut sekitar 25º terhadap horisontal sampai kedalaman kurang lebih 70km.4 Penampang melintang segmen B-B’ 42 . terlihat bahwa trend penyebaran hiposenter menunjukkan penunjaman. Penyebaran hiposenter mencapai kurang lebih 155km.3 penampang melintang segmen A-A’ 1. B’ Gambar 4. A‟ Gambar 4.

terlihat bahwa trend penyebaran hiposenter menunjukkan penunjaman.Segmen B-B‟ Pada segmen ini. untuk dapat mengetahui gambaran pola tektonik suatu daerah dapat juga dilakukan cara lain dengan menentukan solusi mekanisme sumber gempa. Penyebaran hiposenter mencapai kurang lebih 162km. Penyebaran hiposenter mencapai kurang lebih 151km.3 Solusi Mekanisme Sumber Gempa Bumi Selain dengan membuat peta seismisitas dan penampang melintang. Solusi mekanisme sumber gempabumi dapat menentukan orientasi sesar dan pergerakannya serta 43 . penyebaran hiposenter pada daerah shallow dip membentuk sudut sekitar 23º terhadap horisontal sampai kedalaman kurang lebih 80km. terlihat bahwa trend penyebaran hiposenter menunjukkan penunjaman. 4. penyebaran hiposenter pada daerah shallow dip membentuk sudut sekitar 26º terhadap horisontal sampai kedalaman kurang lebih 110km.5 penampang melintang segmen C-C’ 3. C’ Gambar 4.Segmen C-C‟ Pada segmen ini.2.

4 adalah gambar solusi mekanisme sumber gempa bumi di Blitar. jika berada di kuadran dilatasi disebut sesar turun.6 Solusi mekanisme sumber gempa bumi Blitar. sesar mendatar.dip 60˚. Untuk mengidentifikasi tipe sesar dapat menggunakan perbedaan nilai rake (λ). jika pusat diagram berada pada atau dekat dua garis nodal maka akan diperoleh sesar mendatar.arah stress daerah sumber gempa. Gambar 4. pada kenyataannya sesar yang terjadi itu juga dapat ditentukan berdasarkan titik pusat dari diagram mekanisme sumber gempa bumi. Secara umum ada tiga jenis sesar menurut mekanismenya yaitu selalu murni sesar naik. Jawa Timur yang jenis sesarnya adalah sesar turun. Apabila posisi pusat diagram berada di luadran kompresi maka sesar naik. sedangkan pada sumbu T berada di selatan dengan plunge 14˚ dan azimuth -157˚. tetapi ada sesar campuran atau oblique fault yaitu variasi antara sesar mendatar dengan sesar naik atau turun. Selain sesar naik. Bidang nodal pertama memiliki strike 122˚. sesar turun. Sumbu P berada di tengah dengan plunge 73˚ dan azimuth 61˚. Jawa Timur Pada gambar 4. dan rake -78˚. sesar turun dan sesar mendatar. Sedangkan pada bidang nodal kedua memiliki 44 .

7 Hasil Solusi Mekanisme Dari USGS Analisis mekanisme sumber gempa USGS (United States Geological Survey) menunjukkan bahwa gempa utama sumbernya adalah pergerakan pada bidang patahan turun dengan nilai rake -1050 dan arah jurus/jenis sesar (strike) bidang N 279˚ dan miring landai/kemiringan (dip) sekitar 470. Jawa timur kemiringannya ke arah Tenggara.strike 279˚. dan rake -109˚. Jawa timur menunjukkan bahwa sesar yang terjadi adalah sesar turun. Distribusi sumbu P (tekanan) terletak di tengah –tengah antara utara timur selatan dan barat arahnya menyebar ke selatan. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan maksimum berasal dari arah utara yaitu lempeng Eurasia dan dari arah selatan lempeng Indo-Australia.55 LS dan 112. Sehingga bidang nodal kedua cenderung merupakan bidang sesar dan bidang nodal pertama adalah bidang bantu. Lokasi centroid pada gempa Blitar adalah 9.55 BT. Hasil analisis solusi mekanisme sumber gempa bumi di Blitar.dip 32˚. dengan kedalaman 25 km. Gambar 4. Subduksi di Blitar. Sudut pergeseran (rake) pada nodal kedua adalah -750 dengan miring 45 .

landai/kemiringan (dip) 450 dan arah jurus/sesar (strike) sebesar 1200 dengan

magnitudo 6.1 SR. Hasil analisis USGS menggunakan metode momen tensor

centroid.

Dapat dilihat bahwa penyelesaian kejadian gempa bumi yang telah

diselesaikan baik oleh USGS memberikan tipe sesar yang sama dengan yang

diselesaikan oleh penulis, tetapi memiliki nilai parameter-parameter fokus yang

berbeda, sehingga memungkinkan kesalahan penentuan arah sesar.

Dalam penggunaan gelombang seismik yang berbeda dalam setiap metode,

dapat terjadi perbedaan, yaitu penulis menggunakan polaritas gelombang P,

sehingga perbedaan yang terlihat tidak terlalu besar. USGS dengan momen tensor

solution menggunakan gelombang permukaan, USGS pun melakukan penelitian

dengan centroid momen tensor solution menggunakan gelombang badan

(gelombang P dan S). Perbedaan kelajuan gelombang seismik menyebabkan

waktu tiba setiap gelombang di stasiun pun berbeda.

Dalam penggunaan gelombang seismik yang berbeda dalam metode-

metode yang berbeda ini akan menghasilkan interpretasi yang berbeda pula, dan

gelombang P dengan cepat rambat tercepat diharapkan memiliki interpretasi dan

solusi yang lebih akurat, karena gelombang ini mudah ditentukan dan dibedakan

dari gelombang lainnya pada seismogram.

46

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis seismotektonik zona

Blitar, Jawa timur dan sekitarnya berdasarkan seismisitas dan mekanisme sumber

gempa bumi adalah sebagai berikut:

1. Hasil Solusi Mekanisme Gempa Blitar, pada bidang nodal pertama

memiliki nilai rake -78º dan arah jurus /jenis sesar (strike) bidang N 122º

dan miring landai/ kemiringan (dip) sekitar 60º, sudut pergeseran rake pada

nodal kedua adalah -109º dengan landai / kemiringan (dip) 32º dan arah

jurus/sesar (strike) sebesar 279º dengan magnitudo 6,1 SR.

2. Jenis sesar pada hasil analisis mekanisme sumber gempa bumi Blitar, Jawa

Timur 17 Mei 2011 menunjukkan bahwa gempa utama sumbernya adalah

sesar turun karena posisi pusat diagram berada di kuadran dilatasi.

Distribusi sumbu P menyebar ke Selatan, Hal ini menunjukkan bahwa

tekanan maksimum berasal dari arah utara yaitu lempeng Eurasia dan dari

arah selatan lempeng Indo-Australia

47

5.2 Saran

1. Hasil analisis yang diperoleh dengan penyesuaian data geologi dan kondisi

tektonik maka hasil bidang nodal pertama strike 122°, dip 60°, dan rake -

78° serta bidang nodal kedua strike 279°, dip°32° dan rake -109°.

2. Penentuan solusi mekanisme sumber gempa bumi dari bentuk gerakan

pertama gelombang P Jenis sesar pada Blitar, Jawa Timur 17 Mei 2011

adalah sesar turun.

48

Jakarta: BMG.Boatwrig ht.Analisis Mekanisme Pusat Gempa Bumi Di Sulawesi Utara Tahun 1989-2009. A. Suetsugu.Ari Sungkowo.Thaqibul Fikri Niryatama.com 20. (on line). Subarja. Elastic Rebound Theory of Earthquake.vsi.se diakses tanggal 27 April 2009. Harvad CMT catalog.Bahan Diklat Meteorologi dan Geofisika.Eartquake Information Division.L”Seismic sourch And Source Paramaters”. BSSA. diakses tanggal 27 April 2009.uu. 2008. 3 2. 8.2010. Earthquake Focal Mechanisms. magnitude 8. Anonim. Source Mechanism Practice. Jurnal meteorologi dan geofisika. DAFTAR PUSTAKA 1.‟‟Penentuan Jenis sesar pada gempa bumi Sukabumi 2 September 2009‟‟. 16. Http://portal.M.com. Borman. Vol.go. 2005.Pusat survei Geologi. 14. Daisuke S. Reid.id/joomla. 15. H.Grosser.esdm. (on line).google. 2000. Overview Gempabumi dan Tsunami. (on line). 21. Jakarta: UI. The Seismic Moment Tensor. Penentuan Arah Penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia dan aktivitas seismic di daerah jawabarat (kaitannya dengan gempabumi.1996. diakses 21 Maret 2009. Vol 11 (98-100). Japan:IISE. Stein dan Wysession.id. Daisuke “Source Mehanism Pratisce “.msn.(online) http:www.google. Studi Anomali Perubahan Vp/Vs Gempabumi di Sulawesi Utara.United stated geological survey (USGS).john. 2000.unr.Helmut. Universitas islam Negeri Sunan Kalijaga. http://www/hagi.com.. 1982.Seismotektonik dan potensi kegempaan wilayah Jawa. http://www/seismo.Peter.”Schematic „Diagram Of A Focal Mechanism”. 2009. http://www/encarta. Ismail.com.Jakarta. Ginanjar S.Sulaiman. Memahami Konsep Tektonik dan Mekanisme Gempa. (on line). Lempeng Tektonik. 1997. Silangen P. 6. Anonim. United States GeologicalSurvey.1989.Bock. Berita Gempa Bumi Nasional. 49 . http://www. 17. 6. 5.Badan Geologi. Blitarian.F.edu. Rahmat T. 2007. Bahtiar.Bauhmach. Boby A. Jakarta: BMG 4. 1991. 11. 12. 2006. http://www/geofys. 1979. Hamilton W. 7.Gheorge.IISE.M. Bandung.”Pendahuluan Seismologi I”. Tectonics of the Indonesian Region. http://www/usgs. Bjorn L.1 SR thn 1903. No. Seismology Fundamental.UIN Jakarta.SOEHAIMI 2008.Yogyakarta. (on line).Choy. diakses 20 Juli 2009 9. Merdiani Rahmania. 3. 13.2009. Professional Paper 1078 10.com 19.Michael. diakses tanggal 27 April 2009. 18.or.

50 . LAMPIRAN Data Polaritas Gerakan Pertama Gelombang Contoh Data Polaritas gerakan pertama gelombang P pada mekanisme sumber gempa bumi Blitar 17 Mei 2011.

51 . LAMPIRAN Hasil Out Put Program AZMTAK Contoh Out Put Hasil Program AZMTAK pada mekanisme sumber gempa bumi Blitar 17 Mei 2011.

LAMPIRAN Contoh Hasil Solusi Mekanisme Pusat Gempa Bumi Blitar Menggunakan Program PMAN 52 .

LAMPIRAN Contoh Hasil Solusi Mekanisme Pusat Gempa Bumi Blitar Dari USGS Solusi Mekanisme Pusat Gempa Bumi Blitar Dari USGS 53 .

Jawa Timur 54 . LAMPIRAN Contoh peta penyebaran gempa bumi Blitar.

LAMPIRAN Contoh Hasil Penampang Melintang Dengan menggunakan software win ITDB 1. Penunjaman daerah Pacitan 55 .

2. Penunjaman daerah Blitar 56 .

3.penunjaman Jember 57 .