You are on page 1of 37

Asuhan Keperawatan Komunitas Pesantren pada Penduduk Pesantren

dengan Penyakit Diarea

1.1 Pengkajian Komunitas
1. Data inti
1. Geografis Pesantren
a. Wilayah :
b. Luas :
c. Batas Wilayah :
1. Utara :
2. Selatan :
3. Barat :
4. Timur :
2. Demografi Pesantren
a. Jumlah penduduk pesantren :
b. Jumlah santri putri :
c. Jumlah santri putra :
d. Jumlah pengurus santri putri :
e. Jumlah pengurus santri putra
f. Sasaran santri putra dan santri putri dengan diare adalah ....
g. Sasaran santri putra dan santri putri dengan diare adalah ....
h. Jumlah penduduk pesantren ........terdiri dari ........ perempuan
dan ..... laki-laki
3. Demografi fokus padapenduduk pesantren
Distribusi Frekwensi Demografi penduduk pesantrendengan Diare
Di pondok pesantren...
Variabel Kategori Frekuensi Presentase Total
Jenis Laki-laki
Kelamin Perempuan
Betawi
Suku Sunda
Jawa
Lainnya
Sumber :
4. Statistik Vital
Distribusi Frekwensipenduduk pesantrendengan Diare Berdasarkan
Statistik Vital Di pondok pesantren....
Variabel Kategori Frekuensi Presentase Total
Diare terus-
menerus
(lembek, cair)
Keluhan Nyeri perut

1

(mules)
utama Anus Panas
Nafsu makan
menurun
Biasa saja
Perasaan Sedih
Responden Cemas
Kecewa
Riwayat
kesehatan
Ada
penduduk
pesantren
3 bulan yang
lalu dengan Tidak
diare
Sumber :

2. Data Subsistem
1. Lingkungan fisik
a. Keadaan pesantren
1. Tipe pesantren
No Tipe rumah Frekuensi Persentase
.
1. Type A (tembok)
2. Type B ( ½ tembok)
3. Type C (Papan atas)
Jumlah

2. Status kepemilikan pesantren
No Kepemilikan Frekuensi Persentase
.
1. Milik sendiri
2. Sewa
3. Numpang
Jumlah

3. Jenis lantai pesantren
No Lantai Frekuensi Persentase
.
1. Tanah
2. Papan
3. Tegel
4. Semen

2

Jumlah

4. Sistem ventilasi pesantren
No Jendela Frekuensi Persentase
.
1. Ada
2. Tidak ada
Jumlah

5. Sistem pencahayaan pesantren pada siang hari
No Pencahayaan Frekuensi Persentase
.
1. Terang
2. Remang-remang
3. Gelap
Jumlah

6. Jarak pesantren dengan pemukiman penduduk
No Jarak rumah Frekuensi Persentase
.
1. Bersatu
2. Dekat
3. Terpisah
Jumlah

7. Halaman sekitar pesantren
No Halaman Frekuensi Persentase
.
1. Ada
2. Tidak ada
Jumlah

8. Pemanfaatan pekarangan pesantren
No Pemanfaatan pekarangan Frekuensi Persentase
.
1. Kebun
2. Kolam
3. Kandang
4. Tidak dimanfaatkan
Jumlah
9. Jumlah Kamar Tidur Pondok Pesantren

No Penduduk Pesantren Frekeunsi Persentase

3

Tempat penampungan air sementara No Penampungan Frekuensi Persentase . Sumber air bersih pesantren 1. Pengurus Pesantren 2 Pengasuh Pesantren 3 Santri Putra 4 Santri Putri Jumlah b. Lain-lain Jumlah 4 . Ember 3. Sumber air untuk masak dan minum No Sumber air Frekuensi Persentase . Tidak dimasak Jumlah 3. Sistem pengolahan air minum No Pengolahan Frekuensi Persentase . Air sungai atau jublang Jumlah 4. PAM 2. Gentong 4. 1. Air mineral Jumlah 2. Bak 2. Sumur 3. Lebih dari 10 meter Jumlah 5. Jarak Frekuensi Persentase 1. PAM 2. Dimasak 2. Jarak sumber air dengan septic tank No. 1. Kurang dari 10 meter 2. Sumber air mandi dan mencuci No. 1. Sumber air Frekuensi Persentase 1. Sumur 3. 1.

Type B ( ½ tembok) 3. 1. Terbuka Jumlah 7. 1. Semen Jumlah 3. Penjual di lingkungan sekolah di pondok pesantren 5 . Keadaan sekolah No Keadaan sekolah Frekuensi Persentase . Tipe sekolah No Tipe sekolah Frekuensi Persentase . Berasa 4. Tertutup 2. Type A (tembok) 2. Kotor Jumlah 4. Papan 3. Berwarna 2. Kondisi tempat penampungan air No Kondisi tempat Frekuensi Persentase . Tegel 4. 6. Bersih 2. Kondisi air Frekuensi Persentase 1. Type C (Papan atas) Jumlah 2. Kondisi air No. Berbau 3. 1. Lantai sekolah No Lantai Frekuensi Persentase . Keadaan sekolah di pondok pesantren 1. Tanah 2. Tidak berasa/ tdak berwarna Jumlah c. 1.

Sistem pembangunan sampah sekolah di pondok pesantren 1. Tertutup Jumlah 4. Sistem pembuangan kotoran di pondok pesantren 1. 1. Disungai 3. Tempat pembuangan umum 2. 1. Pembuangan sampah No Sistem pembangunan Frekuensi Persentase . Jarak tempat penampungan sampah dengan pondok pesantren No Jarak dengan Frekuensi Persentase . Tempat penampungan sampah sementara No. Kantin Jumlah d. Lebih dari 5 meter Jumlah e. Terbuka 2. No Penjual di sekolah Frekuensi Persentase . Tidak ada/ sembarang Jumlah 3. Kurang dari 5 meter 2. Ditimbun 5. Disembarang tempat Jumlah 2. 1. WC 2. Ada 2. Sungai 6 . Kebiasaan santri BAK & BAB No Sistem pembuangan Frekuensi Persentase . pondok pesantren 1. Penampungan sementara Frekuensi Persentase 1. Penjual kaki lima 2. Kondisi tempat penampungan sampah dengan pondok pesantren No Kondisi penampungan Frekuensi Persentase . Dibakar 4. 1.

Memakai penyedap rasa atau tidak 2. Ditutup / tidak b. Secara bersama – sama dalam satu tempat / tidak 6. Menggunakan air mengalir / tidak b. Makanan yang ada di pondok pesantren 1. Plengsengan 3. Dikukus 4.B a. Dipanaskan lagi 7 . Ada lauk-pauk atau tidak c. Leher angsa Jumlah 3. Ada sayuran atau tidak b. Cara memasak makanan a.K dan B. Cara mencuci bahan makanan : a. Cara menyajikan makanan a. Resapan 2.A. Selokan 3. Dibuang b. Menggunakan piring milamin/ piring plastik/ piring kaca / tampah 5. Sembarang tempat Jumlah 2. 3. 1. Didinginkan c. Cara makan a. Sembarang tempat Jumlah 4. Jenis jamban yang digunakan di pondok pesantren No Jenis jamban Frekuensi Persentase .A. Menggunakan sendok / tidak c. Kebiasaan Setelah B. Sistem pembuangan air limbah di pondok pesantren No Tempat pembuangan Frekuensi Persentase . Menggunakan sabun / tidak 3. Digoreng b. Sebelum dan sesudah makan cuci tangan / tidak b. Cemplung 2. Cuci tangan menggunakan sabun / tidak f. 1. Cara mengolah makanan yang tidak habis a. Jenis makanan di pondok pesantren a. Direbus c.

Beli obat sendiri Jumlah Sumber : 8 . Dokter 3... 3. Penggunaan sarana pelayanan kesehatan Distribusi Frekwensi penduduk pesantren dengan Diare berdasarkanPenggunaan Sarana Pelayanan Kesehatan di pondok pesantren. 1 minggu sekali b. Didiamkan 4. Rumah Sakit : b. Dokter Pratik 4. Kebiasaan memotong kuku a. Dibilas menggunakan air mengalir atau tidak g. RSU/RS Swasta Jumlah Sumber : Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan . 2 minggu sekali c.. No. Datang ke balai pengobatan/ klinik 2. 1 bulan sekali 2. 7. Cara mencuci piring a. Apotek Swasta : d. Puskesmas 3. Kebiasaan saat sakit Distribusi Frewensi penduduk pesantren dengan Diare Kebiasaan Saat Sakit No Variabel Frekuensi Persentase 1. Balai Pengobatan Klinik : c. Menggunakan sabun/ tidak b. Industri Obat Tradisional : 1.... Penggunaan sarana Frekuensi Persentase (Yankes) 1. 3 minggu sekali d. Pelayanan kesehatan dan sosial pondok pesantren Pondok pesantren memiliki fasilitas kesehatan dan pelayanan sosial : a. Toko Obat : e. Balai Pengobat/Klinik 2.

Rata-rata waktu yang di tempuh ke Balai pengobatan/klinik : 3... Transportasi Frekuensi Persentase 1.. 10. < Rp. Dalam Sebulan 1.. Angkutan Umum Jumlah Sumber : Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...000. Jarak dari pondok pesantren ke Balai pengobatan/klinik : 2. didiamkan sebanyak . 4. Media komunikasi yang sering dijumpai di pondok pesantren : 2. Ekonomi Distibusi FrekwensiBerdasarkan Penghasilan Pondok Pesantren dalam Sebulan No Kebutuhan Keluarga Frekuensi Presentase . Media komunikasi yang sering digunakan penduduk pesantren : 9 .. Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil penanganan ketika sakit yang dilakukan santri adalah pergi ke dokter sebanyak .% dan membeli obat sendiri sebanyak .000 2. Transportasi 1..000 Jumlah Sumber : Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ..000. Kelompok pelayanan pesantren N Kelompok Pelayanan Frekuensi Presentase o Pesantren 1 Poskestren 2 Lainnya Jumlah 6. Komunikasi 1.% 3. 10.. ≥ Rp.. Kondisi jalan menuju ke Balai pengobatan/klinik : Distribusi Frekwensi Penduduk Pesantrendengan Diare Berdasarkan Transportasi yang digunakan ke Balai pengobatan/klinik No. Kendaraan yang digunakan ke Balai pengobatan/klinik : 4...%.. 5. Kendaraan Pribadi (di pondok pesantren) 2....

informasi kesehatan 1. 3. Tenaga Kesehatan 4. Lainnya Jumlah Sumber : 10 . Distribusi Frekwensi Penduduk Pesantrendengan Diare Berdasarkan Metode Informasi Kesehatan Tentang Diare yang pernah diperoleh No... Poster/ Leaflet 3. Media Elektronik 2. Penyuluhan 2. Ya 2. Pemutaran Video/ Film 4. Pembina/Pengajar/Teman 5. Media Cetak 3... Metode Informasi Tentang Frekuensi Persentase Kesehatan 1. Tidak Jumlah Sumber : Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan . Sumber Informasi Tentang Frekuensi Persentase kesehatan 1. Lainnya Jumlah Sumber : Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan .. Distribusi Frekwensi Penduduk Pesantrendengan Diare Berdasarkan Sumber Informasi Kesehatan Tentang Diare yang pernah diperoleh No.. Metode informasi kesehatan tentang penyakit diare di pondok pesantren : Distribusi Frekwensi penduduk pesantren dengan Diare Berdasarkan Informasi Kesehatan Tentang Diare yang pernah diperoleh No Pernah memperoleh Frekuensi Persentase . Sumber informasi kesehatan tentang penyakit diare di pondok pesantren : 4.

Data Persepsi Distribusi Frekwensipenduduk pesantren dengan Diare berdasarkan sikap pembina/pengajar terhadap santriwan/santriwati dengan Diare No.. SMP/MTS Swasta 5.. Fasilitas pendidikan Jumlah 1. Sikap keluarga Frekuensi Persentase 1. 7. Biasa Saja 2. SMP/MTS Negeri 6. 8. Pendidikan Distribusi Frekwensi Fasilitas Pendidikan di Pondok Pesantren No.. Rekreasi Tempat Rekreasi/ Fasilitas Umum di Pondok Pesantren a. TK 2. Tempat wisata alam (Kebun) b. SD Swasta 3.. PT Negeri Sumber : Distribusi Frekwensi Penduduk Pesantrendengan Diare Berdasarkan Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase Total Tidak sekolah Tingkat SD Pendidikan SMP SMA PT Sumber : Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan . SMA/MA/SMK Swasta 7. Lapangan sepak bola c.. Lebih Perhatian Jumlah Sumber : 11 . Cemas 3. SD Negeri 4. Kolam Ikan 3. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan . SMA/MA/SMK Negeri 8. PT Swasta 9..

.. Kurang Jumlah Sumber: Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan ... Cukup 2.. Pengetahuan Frekuensi Persentase 1.. Pengetahuan Frekuensi Persentase 1.. Distribusi Frekuensi penduduk pesantren dengan Diare Berdasarkan Pengetahuan No.. Positif 2. 12 . Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan .. Pengetahuan Frekuensi Persentase 1. Positif 2. Distribusi Frekwensi penduduk pesantren dengan Diare Berdasarkan Pengetahuan No.. Negatif Jumlah Sumber : Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan .. Negatif Jumlah Sumber : Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan .. Distribusi Frekwensi penduduk pesantren dengan Diare Berdasarkan Sikap No. Baik 3..

1. Tidak menunjukkan perilaku dalam hidup sehari-hari perubahan status adaptif terhadap perubahan untuk memenuhi tujuan kesehatan lingkungan kesehatan 13 . Kegagalan melakukan tindakan mencegah 2. Gagal melakukan 1. mengelola. Kurang dukungan sosial 1. Kegagalan memasukkan pengendalian optimal bantuan kesehatan regimen pengobatan dalam Batasan karakteristik 3. Tidak menerima 5. Pilihan yang tidak efektif 4. Tidak menunjukkan minat pada kehidupan sehari-hari status kesehatan perbaikan perilaku sehat 3. penyakit dan sekuelanya yang tidak memuaskan untuk memenuhi tujuan kesehatan spesifik 1. Gagal mencapai 3.2 Domain-Domain Yang Berhubungan Dengan Penduduk pesantren pada Penyakit Diare Domain 1 :Promosi Kesehatan Kelas 2 : Kelas 2 : Kelas 2 : Manajemen Kesehatan Manajemen Kesehatan Manajemen Kesehatan Keterangan Perilaku kesehatan cenderung Ketidak efektifan pemeliharaan Ketidakefektifan manajemen berisiko (00188) kesehatan (00099) kesehatan (00078) Hambatan kemampuan untuk Ketidakmampuan Pola pengaturan dan mengubah gaya hidup/ mengidentifikasi. Meminimalkan perubahan 4. Pola perilaku kurang mencari 2. Kurang pengetahuan tentang tindakan untuk masalah kesehatan praktik kesehatan dasar mengurangi faktor risiko 2. dan/ pengintegrasian ke dalam perilaku dalam cara yang atau mencari bantuan untuk kebiasaan terapeutik hidup memperbaiki status mempertahankan kesehatan sehari-hari untuk pengobatan Definisi kesehatan.

serum. Kompleksitas sistem 3. Sikap negatif terhadap 2. keputusan 2. Kurang dukungan sosial. 3. 1. Strategi koping tidak efektif pelayanan kesehatan Faktor yang berhubungan pelayanan kesehatan.. Kurang pemahaman. 1. 3. - Domain 2 :Nutrisi Kelas 1 : Kelas 5 : Kelas 5 : Makan Hidrasi Hidrasi Kategori Ketidak seimbangan nutrisi: Resiko ketidakseimbangan Kekurangan volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh elektrolit (00195) (00027) (00002) Asupan nutrisi tidak cukup Kerentanan mengalami Penurunan cairan intravaskular. . Kesulitan ekonomi 2. yang dapat mengganggu ini mengacu pada dehidrasi. kehilangan cairan saja tanpa perubahan kadar natrium. pengetahuan) 4. 14 . Sumber daya tidak cukup (mis. Stresor. Hambatan pengambilan 1. Kurang pengetahuan rendah. Kurang dukungan sosial 4. Definisi kesehatan. dan/atau intraselular. sosial. untuk memenuhi kebutuhan perubahan kadar elektrolit interstisial. Status sosio-ekonomi finansial. Faktor resiko . tentang program terapeutik 5. metabolik.

Penurunan turgor kulit 1. Diare - Faktor resiko 2. Ada dorongan untuk defekasi 1. Membran mukosa pucat 3. 1. Penurunan berat badan tiba 5. Distensi abdomen Batasan karakteristik 3. Diare 2. Membran mukosa kering Batasan karakteristik 4. Penurunan tekanan nadi 6. Nyeri abdomen 4. ketidakefektifan. Nyeri abdomen 4. Kelemahan 2. 1. Kehilangan cairan aktf Faktor yang berhubungan . Kurang asupan makanan . penurunan. Diare 2. Bising usus hiperaktif . Defekasi feses cair >3 dalam 24 jam 3. 1. Penurunan berat badan tiba- 5. Perubahan bising usus 15 . Kekurangan volume cairan Domain 3 :Eliminasi dan pertukaran Kelas 2 : Kelas 2 : Fungsi Gastrointestinal Fungsi Gastrointestinal Kategori Diare (00013) Disfungsi motilitas gastrointestinal (00196) Pasase feses yang lunak dan tidak berbentuk Peningkatan. 1. atau kurang aktivitas peristaltik di dalam Definisi gastrointestinal 1. Bising usus hiperaktif 2. Kulit kering 3. Nyeri abdomen 4.

Fisiologis 1. Memakan kontaminasi (mis. - Domain 4 :Aktivitas/Istirahat Kelas 1 : Kelas 4 : Tidur/Isirahat Keseimbangan Energi Kategori Gangguan pola tidur (000198) Keletihan (00093) Interupsi jumlah waktu dan kualitas Keletihan terus-menerus dan penurunan Definisi tidur akibat faktor eksternal kapasitas untuk kerja fisik dan mental pada tingkat yang lanzim 1. Kelelahan Batasan karakteristik 2. Malnutrisi 3. Situasional a. Malabsorpsi Faktor yang berhubungan d. Pemaparan pada toksin Faktor resiko . Menyatakan tidak merasa cukup 2. air) c. Kurang energi istiraha 3. 1. - 16 . Parasit 2. b. Peningkatan keluhan fisik . makanan. Stresor Faktor resiko . Malnutrisi a. Iritasi gastrointestinal radioaktif. Pemaparan pada kontaminasi b. 1.. Ketidakpuasan tidur 1. Inflamasi gastrointestinal 2. Kelesuhan fisik Faktor yang berhubungan 2.

Efek gastrointestinal akibat pemajanan limbah 17 . Limbah a. Efek gastrointestinal akibat pemajaman pestisida 2. Pestisida - a.Domain 5 :Persepsi/Kognisi (tidak ada) Domain 6 :Persepsi Diri (tidak ada) Domain 7 :Hubungan Peran (tidak ada) Domain 8 :Seksualitas (tidak ada) Domain 9 :Koping/Toleransi Stres (tidak ada) Domain 10 :Prinsip Hidup (tidak ada) Domain 11 :Keamanan/Perlindungan Kelas 4 Kelas 4 Bahaya lingkungan Bahaya lingkungan Kategori Kontaminasi (00181) Resiko kontaminasi (00180) Pemajaman pada kontaminan lingkungan Rentan pada pemajaman terhadap kontaminan dalam dosis yang cukup menyebabkan efek lingkungan dalam yang dapat mengganggu Definisi yang membahayakan kesehatan. kesehatan Batasan karakteristik 1.

2. 18 . Bermain di area tempat kontaminasi lingkungan digunakan. fasilitas penangan kotoran) 5. Kontaminasi zat kimia dalam air 3. Nutrisi tidak adekuat 2. Layanan kota yang tidak adekuat (pembuangan sampah. Eksternal 1. Eksternal - 1. Pratik higiene tidak adekuat Internal 1. 2. Pratik higiene tidak adekuat Internal 1. Kontaminasi zat kimia dalam makanan 4. Kontaminasi zat kimia dalam makanan 4. Pemajaman kontaminasi. Nutrisi tidak adekuat 2. Pemajaman kontaminasi. Bermain di area tempat kontaminasi lingkungan digunakan. fasilitas penangan Faktor resiko kotoran) 5. Kontaminasi zat kimia dalam air 3. Layanan kota yang tidak adekuat Faktor yang berhubungan (pembuangan sampah.

Berkeluh kesah a. merengek. Mata kurang bercahaya. Brief Pain Inventory) d. Merintih skala nyeri (mis. actual atau potensial atau yang digambarkan sebagai Definisi dan/ atau sosial kerusakan (International Association For the Study of Pain). Ekspresi wajah nyeri (mis. dan Pengalaman sensori dan emosional tidak sempurna dalam dimensi fisik. anggotakeluarga. lingkungan.Domain 12 : Kenyamanan Kelas 1 Kelas 1 Kenyamanan Fisik Kenyamanan Fisik Kategori Gangguan rasa nyaman Nyeri akut (00214) (00132) Merasa kurang nyaman. menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan psikospiritual. Keluhan tentang karakteristik nyeri dengan menggunakan standart instrument nyeri (mis. awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau prediksi. Gelisah pada satu focus. gelisah. Merasa tidak nyaman b. b. Pain Questionnaire. meringis) d. Sikap melindungi area nyeri 19 . menangis. budaya. pemberi asuhan) e. McGill. skala penilaian numeric) c. Perubahan selera makan h. Mengekspresikan perilaku (mis. Laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (mis. Batasan Karakteristik a. lega. waspada) f. Gangguan pola tidur tampak kacau. skala Wong-Baker FACES. gerakan mata berpencar atau tetap c. Perubahan posisi untuk menghindari nyeri g. skala analog visual. Keluhan tentang intensitas menggunakan standart e.

Kurang dukungan sosial kesehatan . Gejala terkait penyakit - 2. Kurang pengetahuan tentang praktik kesehatan dasar . 1. Sikap tubuh melindungi j. Tidak menunjukkan minat pada perbaikan perilaku sehat . Pola perilaku kurang mencari bantuan kesehatan . - Domain 13: pertumbuhan/ perkembangan (tidak ada) Analisa data No Data Etiologi Problem . Faktor resiko . Tidak menunjukkan perilaku adaptif terhadap perubahan lingkungan DS : - 20 . DO : Ketidakefektifan manajemen . i. Kurang penggendaliaan Faktor yang berhubungan lingkungan 3. Sumber daya tidak adekuat. Agens cedera biologis 1.

Tidak menerima perubahan status kesehatan DS : - 21 . Meminimalkan perubahan status kesehatan . DO : Perilaku kesehatan cenderung . Gagal mencapai pengendalian optimal .2. Gagal melakukan tindakan mencegah berisiko masalah kesehatan .

indikator ukur pencapaian tujuan. Domain VII: Komunitas manajemen Kesehatan Kelas C: Peningkatan Kesehatan Komunitas 1. dengan 2) Penyuluhan tentang Diare pada penduduk indikator sebagai berikut: pesantren 1) Faktor penyebab 3) Libatkan semua anggota pesantren dalam 2) Faktor resiko perencanaan dan rencana implementasi 3) Tanda dan gejala gaya hidup atau memodifikasi perilaku 4) Strategi untuk meminimalkan kesehatan. Domain IV: Pengetahuan dan Perilaku a. perkembangan penyakit b.3 Tujuan. Ketidakefektifan manajemen kesehatan pada penduduk pesantren dengan diare 2.Diagnosa Keperawatan 1. kesehatan pada Kelas S: Pengetahuan Kesehatan 5510: Pendidikan Kesehatan 1803: Pengetahuan penduduk pesantren 1) Identifikasi faktor internal atau eks ternal penduduk pesantren tentang proses penyakit Diare meningkat yang dapat meningkatkan atau menguragi dengan diare dari skala 2 (pengetahuan terbatas) motivasi untuk berperilaku sehat menjadi 4 (pengetahuan banyak). dan intervensi keperawatan RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNIKASI DIAGNOSA NO. Domain IV: Pengetahuan dan Perilaku Kelas Q: Perilaku Kesehatan 22 . NOC NIC KEPERAWATAN Ketidakefektifan a. Perilaku kesehatan cenderung berisiko pada penduduk pesantren dengan diare 1.

dengan indikator sebagai berikut: 1) Menghindari resiko 2) Memonitor lingkungan 3) Memonitor perilaku risiko 4) Melakukan perilaku sehat secara rutin a. 1) Mengidentifikasi faktor risiko 2) Mengenali kemampuan untuk merubah perilaku 3) Memonitor faktor risiko di lingkungan 4) Memodifikasi gaya hidup untuk mengurangi faktor risiko 5) Berpartisipasi dalam skrining risiko 23 . Domain IV: Pengetahuan dan Perilaku a. 1602: Perilaku promosi kesehatan meningkat dari 2 (jarang dilakukan) menjadi 4 (sering dilakukan). Domain VII: Komunitas kesehatan Kelas d: Manajemen Risiko Komunitas Kelas T: Kontrol Risiko dan keamanan 6521: Identifikasi Risiko 1902: Kontrol risiko tentang diare 1) Identifikasi risiko lingkungan meningkat dari skala 3 (kadang-kadang 2) Pertimbangan status pemerintahan menunjukkan) menjadi 4 (sering kebutuhan sehari-hari 3) Mengurangi faktor risiko menunjukkan). dengan indikator sebagai 4) Implementasikan aktivitas-aktivitas berikut: pengurangan risiko.

Domain III: Perilaku Kelas P: Interaksi Sosial Kelas R: Bantuan Koping 1504: dukungan sosial terhadap penyakat 5430: Dukungan kelompok Diare meningkat skala 3 (cukup adekuat) 1) Pembentukan keluarga support grup menjadi 4 (sebagian besar adekuat). obat yang sesuai kadang menunjukkan) menjadi 4 (sering 3) Kembangkan strategi untuk mengelola menunjukkan).a. 3) Dukungan emosi 4) Orang-orang yang dapat membantu b. Domain III: Kesehatan Psikososial a. dengan indikator sebagai efek samping obat berikut: 1) Minum obat sesuai dosis 2) Mengkonsumsi obat dengan atau tanpa makanan seperti yang ditentukan 3) Monitor efek samping obat 24 . Domain IV: Pengetahuan Kesehatan dan 1) Monitor efektifan cara pemberian obat Perilaku yang sesuai Kelas Q: Perilaku Sehat 2) Ajarkan pasien dan/atau anggota 1623: Perilaku Patuh Pengobatan Yang keluarga mengenai metode pemberian Disarankan meningkat skala 3 (kadang. 2) Monitor keaktifan setiap peserta dalam dengan indikator: kelompok 1) Kemauan untuk menghubungi orang 3) Dorong agar peserta dapat lain untuk meminta bantuan menyampaikan pikiran & 2) Informasi yang disediakan pengetahuannya. Domain II: Fisiologi Kompleks sesuai kebutuhan Kelas H: Manajemen Obat Obatan 2380: manajemen pengobatan b.

4 Rencana Kerja (Plan Of Action/ POA) Rencana Kerja (Plan Of Action/POA) Penduduk Pesantren dengan Diare 25 . 4) Menggunakan srategi untuk mengurangi efek samping obat 1.

lingkungan pesantren Maket yang sehat. pesantren sehat 3. dapat mengetahui Pengurus Puskesmas Pesantren Pondok keadaan lingkungan Pengasuh pesantren Pondok pesantren Lembar pesantren Pesantren Observasi LCD Setelah dilakukan Mahasiswa Pameran tentang pendidikan kesehatan Laptop Mahasiswa cara mencegah diharapkan Desember Kader diare dan pengetahuan penduduk Sound Kesehatan 2. Waktu dan No Kegiatan Tujuan Sasaran Media Pelaksana Dana Tempat Leaflet Setelah dilakukan Mahasiswa Desember kunjungan diharapkan Pengurus pesantren Tamasya Poster 1. Penduduk pesantren Puskesmas lingkungan pesantren tentang Aula pondok system pesantren yang pencegahan diare dan pesantren Puskesmas sehat. Puzzle games Setelah dilakukan Pengurus pesantren Desember LCD Mahasiswa Mahasiswa pesantren sehat pendidikan kesehatan diharapkan Santri Aula Pondok Laptop Puskesmas Puskesmas pengetahuan penduduk Pesantren pesantren tentang Sound Kader pesantren sehat system Kesehatan meningkat. 26 .

Pembersihan pesantren melakukan Penduduk pesantren Penduduk pesantren Pondok Alat pondok pesantren pembersihan setiap Pesantren pesantren kebersihan hari. media informasi Penduduk Pesantren Puskesmas mampu meningkatkan Pondok Kader tentang Diare Poster pengetahuan dan pesantren Kesehatan pemahaman tentang diare 27 . makanan yang pesantren dapat makanan pesantren pengasuh pesantren pesantren sehat mencuci bahan yang sehat Puskesmas makanan. diharapkan Pengurus Demostrasi pengurus dan pengasuh Bahan Mahasiswa pondok Pengurus dan Pondok 4. Puzzle Setelah dilakukan demostrasi makanan yang sehat. Mahasiswa Setelah dilakukan penyebaran media informasi diharapkan Desember Mahasiswa Penyebaran Leaflet penduduk pesantren 6. mengolah Puskesmas dan menyajikan makanan dengan sehat Setelah dilakukan Mahasiswa Pengurus Desember Poster Kerja Bakti pembersihan pondok pondok 5.

5.500 3. 2. 5. 500 Rp.000 Poster 10 Lembar Rp.000 28 .000 2.000 Rp.5 Rencana Anggaran Tabel Anggaran Biaya Program NO KEGIATAN Peralatan yang di butuhkan JUMLAH ITEM HARGA SATUAN JUMLAH Leaflet 10 Lembar Rp. 330.500 mencegah diare dan Poster 3 Lembar Rp.000 Pameran tentang cara Leaflet 5 Lembar Rp.000 Spidol 5 Buah Rp. 20. 6. 10.000 Rp.000 lingkungan pesantren yang sehat.000 Rp.000 Rp.000 Rp. 2. 100 Rp.000 JUMLAH Rp. 500 Rp.000 Foto Copy Lembar Observasi 50 lembar Rp. JUMLAH Rp.000 1. 30. 300. Setelah dilakukan Poster Desember Mahasiswa tamasya pesantren Pengurus Tamasya 7. 15. 758. Tamasya Pesantren Konsumsi 20 Orang Rp. diharapkan keadaan Penduduk pesantren Leaflet pondok pesantren Pondok Pengurus pondok pesantren sudah pesantren pesantren pesantren bersih Lembar Observasi 1. 2. 15.000 Rp. 6. 750. Konsumsi 50 Orang Rp. Puzzle games pesantren Lembar Balik 5 Lembar Rp. 2.

20. 2. 500 dan Poster JUMLAH Rp.000 RP.000 Rp. 20. 200. 150.000 Absensi Tanda terima Leaflet 5 Lembar Rp. Kerja Bakti Snack 100 Orang Rp. 1.500 29 . Demostrasi makanan Bahan makanan menu makan 1 menu Rp.000 informasi tentang Diare Leaflet 20 Lembar Rp. 20. 5.000 JUMLAH Rp. 2.000 Rp. 905.000 7. 100 Rp. 20. 40. Penyebaran media Poster 20 Lembar Rp. Tamasya pesantren Konsumsi 50 Orang Rp. 50.000 Rp.000 Rp.500 Rp. 750.000 Rp.000 4. 1.000 JUMLAH TOTAL Rp. 240.000 Rp. 270.500 Lembar Observasi 50 Lembar Rp.000 5. 25. 2.000 Pembersihan pondok Poster 10 Buah Rp. 20. 3. 2. 100 Rp.000 JUMLAH Rp. 15.000 Rp. 125. 2. 60.000 pesantren Leaflet 50 lembar Rp.000 Rp.000 JUMLAH Rp.000 yang sehat siang Jumlah Rp.000 6.503. sehat Konsumsi 50 Orang Rp.000 Cetak Puzzle 5 bandel Rp. 5.000 Snack 50 Orang Rp.

Pengetahuan Laptop Puskesmas tentang pesantren penduduk pesantren sehat tentang pesantren Sound system sehat meningkat 30 . 50 % Pengetahuan Laptop penduduk pesantren diare dan Penduduk penduduk pesantren 2. Dihadiri 25 % LCD Meningkatkan Pameran tentang penduduk pesantren. 1. Tamasya Pesantren Poster Puskesmas pondok pesantren dan sehat Pengasuh pesantren Lembar Observasi 1.6 Rancangan implementasi N KEGIATAN TUJUAN SASARAN INDIKATOR HASIL MEDIA PELAKSANA O Leaflet 50 % keadaan pesantren Pengurus pesantren Mengetahui keadaan dalam keadaan bersih 1. pengetahuan Mahasiswa cara mencegah 2. lingkungan pesantren Maket pesantren pesantren yang sehat yang sehat meningkat sehat 3. Puzzle games Meningkatkan Pengurus pesantren 1. tentang pencegahan Puskesmas lingkungan pesantren tentang cara Sound system diare dan pesantren yang mencegah diare dan lingkungan sehat. Dihadiri 25% LCD Mahasiswa pesantren sehat pengetahuan penduduk masyarakat penduduk pesantren Santri 2.

Tamasya pesantren Mengetahui keadaan Penduduk 1. 75 % keadaan Pengurus pesantren lingkungan pesantren lingkungan Poster pesantren setelah pesantren bersih dan dilakukan berbagai sehat. informasi tentang yang diberikan Puskesmas pemahaman Pesantren Diare 2. 1. Pengetahuan dan Poster penduduk pesantren pemahaman meningkat 7. Penduduk pesantren mampu menjaga Lembar Observasi 31 . 1. Pembersihan bakti pembersihan setiap pesantren pondok pesantren 2. Leaflet kegiatan 2. Puzzle Pengurus pesantren Pengurus pesantren dan dan pengasuh Demostrasi pengasuh pondok Pengurus pesantren pondok pesantren Pengurus dan Bahan makanan yang 4. 75 % penduduk pesantren memahami Meningkatkan Penyebaran media isi poster dan leaflet Leaflet pengetahuan dan Penduduk 6. kepada santrinya. Penduduk pesantren Penduduk Pesantren Pengurus pondok Kerja Bakti mengikuti kerja Poster melakukan Penduduk pesantren 5. Mahasiswa pesantren bersih. makanan yang pesantren memberikan mampu memberikan pengasuh pesantren sehat sehat makanan yang sehat Puskesmas makanan yang sehat kepada santrinya. 75 % keadaan Alat kebersihan hari.

32 . kebersihan pesantren.

2. 5. Evaluasi hasil pemantauan  Hasil pemantauan dibahas oleh tim untuk menentukan langkah – langkah penyempurnaan kegiatan : menentukan apakah ada perubahan status diare di pondok pesantren. Aspek yang dipantau  Input : Jumlah tenaga pelaksana. Indikator keberhasilan  Terjadi peningkatan pengetahuan pada penduduk pesantren dalam menjaga kebersihan lingkungan pesantren pada proses pencegahan diare. KRITERIA EVALUASI Kriteria evaluasi merupakan indikator penilaian keberhasilan implementasi yang telah dilakukan. Kriteria evaluasi dilakukan menggunakan teori Donabedian yang meliputi komponen struktur proses dan hasil.  Penduduk pesantren menjaga kebersihan Lingkungan pesantren. mendukung upaya penurunan kesakitan.7 Rancangan Evaluasi KRITERIA KEBERHASILAN KEGIATAN 1. ketersediaan dana. 3.  Proses : Kehadiran pengurus dan pengasuh pondok pesantren dalam pelaksanaan program kegiatan dalam rangka untuk mencegah diare di pondok pesantren dan pameran lingkungan pesantren yang bersih. menentukan tindak lanjut kegiatan. metode pemantauan yang digunakan dan kesinambungan pelaksanaan. Waktu pemantauan  Waktu pemantauan dapat dilakukan tergatung dari kegiatan yang dilakukan.  Penduduk pesantren rutin dalam membersihkan lingkungan pesantren. Pelaksanaan Pemantauan  Pemantauan dapat dilakukan oleh mahasiswa kader kesehatan pondok pesantren serta sektor terkait seperti puskesmas dan dinas kesehatan.  Output : Pengetahuan penduduk pesantren tentang lingkungan pondok pesantren yang bersih dan sehat meningkat.  Lingkungan pondok pesantren dalam keadaan bersih dan sehat. 4. Komponen struktur mengidentifikasi tentang administrasi dan struktur 33 .  Penduduk pesantren terampil melakukan pencegahan diare.1.

f. e. Komponen proses terdiri dari jumlah kunjungan kegiatan.kecukupan alat dan fasilitas fisik. sumber daya keuangan dan kemampuan program untuk menghubungkan program – program dengan organisasi dan komunitas. Tersedianya alat dan media yang akan digunakan dalam kegiatan implementasi. Tersedianya dana untuk pelaksanaan kegiatan implementasi. Tersediannya metode pemantauan dan instrumen evaluasi yang digunakan saat kegiatan implementasi. diskusi/kursus. Perawat bekerjasama dengan kader kesehatan. Komponen proses didasarkan pada aktivitas dan kegiatan – kegiatan yang telah dikerjakan. h. Kriteria Evaluasi Struktur a. jumlah kelengkapan. pengurus dan pengasuh pondok pesantren serta puskesmas dan lintas program dalam pelaksanaan kegiatan 34 . jumlah penyelenggaraan kelompok. Tersedianya tempat pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati antara perawat dan pengurus pondok pesantren. KRITERIA EVAUASI PERAN a. Keikutsertaan kader kesehatan. pengurus dan pengasuh pondok pesantren serta puskesmas) b. Perawat dapat melakukan kegiatan sesuai dengan perencanaan b. Keadaan lingkungan yang nyaman dan mendukung saat pelaksanaan kegiatan implementasi. i. organisasi pelaksana program termasuk pemetaan organisasi. Adanya tenaga pelaksana kegiatan implementasi (Mahasiswa dengan kejasama kader kesehatan. g. Terjalinnya kerjasama dengan lintas sektor dan lintas program dalam pelaksanaan kegiatan implementasi c. pengurus dan pengasuh pondok pesantren dalam mengikuti setiap kegiatan implementasi d. anggota staff yang masih dipercaya.ukuran jumlah staf yang dapat menjalankan program dengan efektif. Keikutsertaan pengurus dan pengasuh pondok pesantren pada pelaksanaan pendidikan kesehatan.

f. Penyebaran media informasi tentang Diare  75 % penduduk pesantren memahami isi poster dan leaflet yang diberikan  Pengetahuan dan pemahaman meningkat 7. KRITERIA EVALUASI HASIL 1. Kader kesehatan. 5. Tamasya pesantren 35 . Tamasya Pesantren  50 % keadaan pesantren dalam keadaan bersih dan sehat 2. Kerja Bakti Pembersihan pondok pesantren  Penduduk pesantren mengikuti kerja bakti  75 % keadaan pesantren bersih. c. h. Penyebaran Leaflet tentang diare merata kepada setiap penduduk pesantren. pengurus dan pengasuh pondok pesantren. pengurus dan pengasuh pondok pesantren dapat menghadiri semua kegiatan yang telah direncanakan. Media yang digunakan dalam kegiatan mampu memberikan pemahaman kepada penduduk pesantren. Instrumen evaluasi yang digunakan mampu menilai keberhasilan kegiatan implementasinya.  50 % Pengetahuan penduduk pesantren tentang cara mencegah diare dan lingkungan pesantren yang sehat meningkat. d. Kader kesehatan. Demostrasi makanan yang sehat  Pengurus pesantren dan pengasuh pondok pesantren memberikan makanan yang sehat kepada santrinya. pengurus dan pengasuh pondok pesantren antusias dalam mengikuti kegiatan implemenasi keperawatan. i. Pameran tentang cara mencegah diare dan lingkungan pesantren yang sehat  Pameran tentang cara mencegah diare dan lingkungan pesantren yang sehat. 3. Puzzle games pesantren sehat  Dihadiri 25% penduduk masyarakat  Pengetahuan penduduk pesantren tentang pesantren sehat meningkat. g. Dihadiri 25 % penduduk pesantren. 4. Perawat mampu memberikan pendidikan kesehatan terkait dengan masalah penanganan dan perawatan diare pada kader kesehatan. 6. Kegiatan terlaksana secara sistematis dan sesuai dengan tujuan. e.

Soal pre dan post test sehat Daftar Hadir Demostrasi makanan yang 4. Masalah Diare yang ada c. Alat pemantauan yang ada  Daftar hadir  Lembar observasi d. Kriteria penilaian kebersihan pondok pesantren Daftar penerimaan leaflet Penyebaran media 6. Dana disediakan oleh :  Mahasiswa 36 . Input a. Tamasya Pesantren Kriteria kebersihan pondok pesantren Komponen Pemantauan Kegiatan Jawab N Item Pemantauan Ya Tida Keterangan O k 1. Soal pre dan post test informasi tentang Diare Lembar Observasi 7. Keterlibatan dalam pemantauan  Pengurus dan pengasuh pesantren  Kader kesehatan pesantren b. Soal pre dan post test lingkungan pesantren yang sehat Daftar Hadir Puzzle games pesantren 3. Lembar observasi sehat Lembar observasi Kerja Bakti Pembersihan 5. INSTRUMEN EVALUASI N Alat Instrumen/Metode Evaluasi Kegiatan O Lembar observasi 1. Tamasya Pesantren Daftar hasil kunjungan Pameran tentang cara Daftar Hadir mencegah diare dan 2.  75 % keadaan lingkungan pesantren bersih dan sehat.  Penduduk pesantren mampu menjaga kebersihan pesantren.

. Tamasya Pesantren b. Puzzle games pesantren sehat d. Tamasya Pesantren Tamasya Desa 3.Penduduk pesantren rutin dalam membersihkan lingkungan pesantren.Penduduk pesantren terampil melakukan pencegahan diare. .  Pengurus pondok pesantren  Puskesmas 2.Terjadi peningkatan pengetahuan pada penduduk pesantren dalam menjaga kebersihan lingkungan pesantren pada proses pencegahan diare. Demostrasi makanan yang sehat e. . Penyebaran media informasi tentang Diare g. Output . Kerja Bakti Pembersihan pondok pesantren f. Pameran tentang cara mencegah diare dan lingkungan pesantren yang sehat c. 37 .Lingkungan pondok pesantren dalam keadaan bersih dan sehat.Penduduk pesantren menjaga kebersihan Lingkungan pesantren. . Proses a.