BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian
Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio (Fockema
Andrea, dalam Pusdiklatnakes 2014;h.3) atau corruptus (Webster
Student Dictionary, 1960). Selanjutnya, disebutkan pula bahwa
corruptio berasal dari kata corrumpere—satu kata dari bahasa latin
yang lebih tua. Dari bahasa latin tersebut, kemudian dikenal istilah
corruption, corrupt (Inggris), corruption (Perancis), dan
“corruptic/korruptie” (Belanda). Indonesia kemudian memungut kata
ini menjadi korupsi. Arti kata korupsi secara harfiah adalah “sesuatu
yang busuk, jahat,dan merusakkan (pusdklatnakes, 2014;h.3).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat, korupsi
didefinisikan lebih spesifik lagi yaitu penyelewengan ataub
penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dsb.)
untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Korupsi diturunkan dari kata
korup yang bermakna 1) buruk; rusak; busuk; 2) suka memakai barang
(uang) yang dipercayakan kepadanya; dapat disogok (memakai
kekuasaannya untuk kepentingan pribadi). Selain itu, ada kata koruptif
yang bermakna bersifat korupsi dan pelakunya disebut koruptor.
menurut Lubis, Mochtar (2008;h.32) korupsi adalah perwujudan
immoral dari dorongan untuk memperoleh sesuatu dengan metode
pencurian dan penipuan.
Menurut Kalla, M. Jusuf, (2012;h.6) Korupsi dapat terjadi jika tiga
hal terpenuhi yaitu 1) Seseorang yang memiliki kekuasaan terutama
dalam penentuan kebijakan publik dan melakukan administrasi
kebijakan tersebut, 2) Adanya economis rents, yaitu manfaat ekonomi
yang ada sebagai akibat kebijakan tersebutdan 3) Sistem yang ada
membuka peluang terjadinya korupsi
.

B. Ciri-ciri Korups

Ciri-ciri korupsi agar dapat mengidentifikasi hal apa saja yang termasuk tindakan korup. padahal perusahaan yang sesungguhnya tidak menyelenggarakan undian. atau kelompoknya. Menurut Syed Hussein Alatas. Pemberian suap pada kasus yang melibatkan petinggi Makamah Konstitusi bertujuan memengaruhi keputusannya. 5. Adanya kewajiban dan keuntungan bersama. . golongan. 4. Beberapa jenis korupsi melibatkan adanya pemberi dan penerima. Usaha untuk memperoleh keuntungan dengan mengatasnamakan suatu lembaga tertentu seperti penipuan memperoleh hadiah undian dari suatu perusahaan. lembaga swasta. dalam bentuk uang atau yang lain. Korupsi biasanya dilakukan secara tersembunyi untuk menghilangkan jejak penyimpangan yang dilakukannya. Melibatkan lebih dari satu orang atau pihak. 8. seorang sosiolog asal Malaysia. Penipuan terhadap badan pemerintah. Seseorang yang diberikan amanah seperti seorang pemimpin yang menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi. Suatu pengkhianatan terhadap kepercayaan. Adanya usaha untuk menutupi perbuatan korup dalam bentuk pengesahan hukum. Adanya upaya melemahkan lembaga pemberantasan korupsi melalui produk hukum yang dihasilkan suatu negara atas inisiatif oknum-oknum tertentu di pemerintahan. Dilakukan dengan rahasia. Pemberi dan penerima suap pada dasarnya bertujuan mengambil keuntungan bersama. 2. 6. Terpusatnya kegiatan korupsi pada mereka yang menghendaki keputusan yang pasti dan mereka yang dapat memengaruhinya. atau masyarakat umumnya. 3. 7. Dengan sengaja melalaikan kepentingan umum untuk kepentingan khusus. Contohnya. mengemukakan ciri-ciri korupsi adalah sebagai berikut : 1. mengalihkan anggaran keuangan yang semestinya untuk kegiatan sosial ternyata digunakan untuk kegiatan kampanye partai politik. kecuali dalam keadaan di mana orang- orang yang berkuasa atau bawahannya menganggapnya tidak perlu.

terutama dalam pemerintahan walaupun objek yang diuntungkan tidak berkompeten. Menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri. yang termasuk dalam tindak pidana korupsi adalah setiap orang yang dikategorikan melawan hukum. dan Negara c. Istilah KKN ini sempat populer menjelang jatuhnya rezim Orde Baru. dan nepotisme (KKN). kolusi. b. Kolusi merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar. Beberapa istilah yang perlu dipahami terkait dengan jenis-jenis korupsi yaitu adanya pemahaman tentang pengertian korupsi. Nepotisme yaitu setiap perbuatan penyelenggaraan negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya atau kroninya di atas kepentingan masyarakat. a. Beberapa ahli mengidentifikasi jenis korupsi. demi keuntungan kedua belah . dan bangsa. Dalam istilah lain nepotisme adalah tindakan yang hanya menguntungkan sanak saudara atau teman-teman sendiri. a. menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. masyarakat. Kolusi dapat didefinisikan sebagai pemufakatan secara bersama untuk melawan hukum antar penyelenggara negara atau antara penyelenggara dan pihak lain yang merugikan orang lain. negara. di antaranya Syed Hussein Alatas yang mengemukakan bahwa berdasarkan tipenya korupsi dikelompokkan menjadi tujuh jenis korupsi sebagai berikut. Korupsi transaktif (transactive corruption) yaitu menunjukkan kepada adanya kesepakatan timbal balik antara pihak pembeli dan pihak penerima. menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

kepentingannya atau orang-orang dan hal-hal yang dihargainya. C. Korupsi investif (investive corruption) adalah pemberian barang atau jasa tanpa ada pertalian langsung dari keuntungan tertentu. b. selain keuntungan yang dibayangkan akan diperoleh di masa yang akan datang. Korupsi yang memeras (extortive corruption) adalah jenis korupsi di mana pihak pemberi dipaksa untuk menyuap guna mencegah kerugian yang sedang mengancam dirinya. Korupsi defensif (defensive corruption) adalah perilaku korban korupsi dengan pemerasan. dan gratifikasi. f. g. secara bertentangan dengan norma dan peraturan yang berlaku. atau tindakan yang memberikan perlakuan yang mengutamakan dalam bentuk uang atau bentuk-bentuk lain. Korupsi dukungan (supportive corruption) yaitu korupsi tidak secara langsung menyangkut uang atau imbalan langsung dalam bentuk lain. penggelapan. penggelapan dalam jabatan. benturan kepentingan dalam pengadaan. c. Menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Pidana Korupsi yang diperbarui dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 menetapkan 7 (tujuh) jenis Tindak Pidana Korupsi yaitu korupsi terkait kerugian keuangan negara. Korupsi otogenik (autogenic corruption) yaitu korupsi yang dilaksanakan oleh seseorang seorang diri. suap-menyuap. Korupsi perkerabatan (nepotistic corruption) adalah penunjukan yang tidak sah terhadap teman atau sanak saudara untuk memegang jabatan dalam pemerintahan. kepada mereka. penyuapan. pemerasan. Pola Korupsi Pola-pola yang sering digunakan oleh para koruptor dalam melakukan tindak pidana korupsi adalah pemalsuan. korupsinya adalah dalam rangka mempertahankan diri. e. . pihak dan dengan aktif diusahakan tercapainya keuntungan ini oleh kedua-duanya. perbuatan curang. d.

bisnis orang dalam. nepotisme. Pola kuitansi fiktif Sebenarnya pola ini lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan istilah manipulasi atau penyelewengan. baik untuk kegiatan rutin maupun untuk menunjang proyek-proyeknya. termasuk Hadiah lebaran. bahkan tak jarang berupa perempuan cantik yang bisa diajak kencan. 2. Pola komisi Sebuah kantor pemerintah. komisi. misalnya arloji. 4. Tapi karena pola ini lebih banyak mengandalkan pada buku kuitansi dalam rangka menghadapi petugas inspektorat. yang tidak ada diadakan. dan sebagainya. Sesuatu yang kecil dibikin jadi besar. Natal dan Tahun Baru – asalnya selalu dari relasi dan selalu dihitung . Pola konvensional Pola konvemsional adalah menggunakan uang kantor atau negara secara langsung untuk keperluan pribadi. manakala komisi yang diberikan bukanlah berbentuk uang sesuai dengan persentase melainkan berupa barang sebagai hadiah. maupun BUMN. swasta. swasta. yang besar dijadikan kecil. rumah. penyalahgunaan wewenang. Kasus seperti ini boleh dibilang umum dilakukan oleh kantor-kantor pemerintah. maupun pajak. sumbangan illegal dan pemalsuan. atau malah sama sekali tidak ada. Kadang-kadang kasus korupsi dengan pola komisi ini menjadi teramat rumit untuk diusut lebih lanjut. mobil. korupsi dengan pola ini masih tetap ada peluang untuk diusut dan dibuktikan secara hukum. Karena pola konvensional ini justru sudah jarang dilakukan orang karena risikonya tinggi. video. sistem pilih kasih. Berikut merupakan kelompok pola korupsi menurut F. Rahardi adalah : 1. Tapi bagaimanapun rumitnya. maupun BUMN pastilah sering belanja barang dalam jumlah besar. yang ada dibuat tidak ada. pemerasan. audit. 3. Pola upeti Komisi – meski berupa hadiah barang. maka cenderung disebut sebagai pola kuitansi fiktif karena kuitansinya terbukti ada tapi barang atau jasa atau kegiatan yang dibeli atau diselenggarakan justru lain dengan bukti kuitansinya.

Biasanya oknum seperti ini kalau ketahuan akan segera di-PHK. Ada pegawai konfeksi yang di rumah punya usaha jahit sendiri. Jadi sifatnya sudah sangat mirip dengan pola komisi. Dalam kondisi yang sudah cukup gawat pihak atasan bisa langsung memotong upeti yang sudah menjadi kesepakatan bersama itu. Supaya kedudukan aman. Kalau komisi adalah antara oknum pembelian dengan relasi. Ada pegawai bengkel yang di rumah juga punya usaha perbengkelan dan sebagainya. Penjegalan order seperti ini tidak hanya jadi monopoli para tenaga . Tujuannya bisa macam-macam. Dalam kondisi tertentu. tidak digeser atau dimutasikan ke tempat yang “kering”. 5. Order-order yang dijegal ini sebenarnya secara hukum adalah milik perusahaan. Jadi karena pembuktian kasus seperti ini juga tidak sulit. bedanya hanya yang melakukan. Sales memilih lempar ke pengusaha konveksi lain hingga sales menerima komisi yang lebih gede. bisa terjadi tawar-menawar antara atasan dengan bawahan tentang jumlah upeti yang mesti disetor. kemungkinan terbongkarnya kasus ini akan jadi kecil sekali. sesuai dengan persentase nilai transaksi yang telah atau akan dilakukan. Kalau order ini datangnya dari relasi baru. sedang upeti adalah antara bawahan dengan atasan. Itulah sebabnya sering melihat adanya tenaga sales di sebuah perusahaan percetakan yang di rumah juga punya mesin cetak sendiri.000 ditambah persentase dari transaksi yang berhasil didapatkan kemudian tiba-tiba sales mendapatkan order senilai 500 juta rupiah. Tapi. Pola menjegal order Misalnya orang bekerja sebagai tenaga sales di sebuah perusahaan konveksi dengan gaji Rp 300. Supaya “permainan” yang dilakukannya tetap berlangsung dengan selamat dan lain-lain. Misalnya saja agar kondite tetap terjaga baik. yang lebih menguntungkan lagi adalah kalau order tadi dikerjakan sendiri. Upeti meski juga bisa berupa uang maupun barang bahkan juga “pacar” datangnya dari bawahan untuk atasan. penindakannya secara administratif maupn hukum juga paling mudah untuk dilakukan. Persentase yang sales dapat dari kantor sesuai dengan peraturan pastilah kecil sekali.

Di kalangan elite di negeri ini. bahkan juga satpam penjaga pintu gerbang pun bisa saja melakukan penjagalan order. Pola perusahaan rekanan Apabila seorang pimpinan proyek atau pejabat pengambil keputusan. pelicin. istri. suap dan lain-lain. Petugas kantor kelurahan yang sering mengutip minimal gopek (lima ratus) hanya untuk stempel surat keterangan berkelakuan baik. Kalau Anda bekerja di sebuah kantor penerbitan lalu di rumah Anda punya perusahaan percetakan untuk menampung order dari kantor. dan kerabat dekat lain untuk bikin perusahaan rekanan. Misalnya Polantas yang sering terima “salam tempel”. Resepsionis menguasai relasi yang datang lewat telepon. mertua. Namun. Resepsionis. tentu akan terlalu terlihat manakala punya perusahaan yang bisa menangkap order-order dari kantor sendiri. uang semir. 7. Modus Korupsi Berikut adalah 18 modus operandi yang dirangkum KPK. 6. penjaga toko. tentu teman-teman akan ribut lantaran hal itu kelewat mencolok mata. sales. Itulah sebabnya lalu banyak oknum pejabat yang memberi modal pada si keponakan. si saudara sepupu. D. tenaga administrasi menguasai pesanan lewat surat/wesel. Contohnya sudah banyak. tenaga administratif bagian pembuka surat. anak. sogok. Pola penyalahgunaan jabatan/wewenang Pola inilah yang oleh masyarakat banyak lazim disebut sebagai pungli. Kepadanyalah kemudian segala macam order mengalir dengan lumayan deras. Pengusaha menggunakan pengaruh pejabat pusat untuk "membujuk" Kepala Daerah/Pejabat Daeerah mengintervensi proses . dan satpam selalu bisa menyongsong relasi yang datang langsung lewat pintu gerbang. 1. siapakah gerangan yang berani menulis atau membeberkannya di muka umum. bahkan juga oknum wartawan yang minta amplop sehabis menjepretkan kamera dan menodongkan tape recorder. gejala demikian sebenarnya sudah bukan merupakan barang baru lagi.

5. pejabat eksekutif. atau untuk kepentingan pribadi kepala/pejabat daerah ybs. dan pengusaha tersebut memberikan sejumlah uang kepada pejabat pusat maupun daerah. pengadaan dalam rangka memenangkan pengusaha. dan pejabat legislatif daerah bersepakat melakukan ruislag atas aset Pemda dan . Kepala Daerah/Pejabat Daerah memerintahkan bawahannya menggunakan dana/uang daerah untuk kepentingan pribadi koleganya. Kepala Daerah/Pejabat Daerah memerintahkan bawahannya untuk mencairkan dan menggunakan dana/anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya kemudian mempertanggungjawabkan pengeluaran dimaksud dengan menggunakan bukti-bukti yang tidak benar atau fiktif. Panitia pengadaan membuat spesifikasi barang yang mengarah ke merk atau produk tertentu dalam rangka memenangkan rekanan tertentu dan melakukan mark up harga barang atau nilai kontrak. 4. 3. kemudian mempertanggungjawabkan pengeluaran- pengeluaran dimaksud dengan menggunakan bukti-bukti yang tidak benar. kemudian selisihnya dibagi- bagikan. 2. Kepala Daerah menerbitkan peraturan daerah sebagai dasar pemberian upah pungut atau honor dengan menggunakan dasar peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yang tidak berlaku lagi 7. bahkan dengan menggunakan bukti-bukti yang kegiatannya fiktif. Pengusaha. meninggikan harga atau nilai kontrak. dan harga barang/jasa dinaikkan (mark up). Pengusaha mempengaruhi Kepala Daerah/Pejabat Daerah untuk mengintervensi proses pengadaan agar rekanan tertentu dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung. 6.

. Kepala Daerah meminta atau menerima jasa giro/tabungan dana pemerintah yang ditempatkan pada bank. Kepala Daerah memberikan izin pengelolaan sumber daya alam kepada perusahaan yang tidak memiiki kemampuan teknis dan finansial untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. melakukan mark down atas aset Pemda serta mark up atas aset pengganti dari pengusaha/rekanan. 10. 14. 11. 9. dimaksudkan untuk mepermudah pencairan dana tanpa melalui prosedur. Para Kepala Daerah meminta uang jasa (dibayar dimuka) kepada pemenang tender sebelum melaksanakan proyek. Kepala Daerah/keluarga/kelompoknya membeli lebih dulu barang dengan harga yang murah kemudian dijual kembali kepada instansinya dengan harga yang sudah di-mark up. Kepala Daerah meminta bawahannya untuk mencicilkan barang pribadinya menggunakan anggaran daerahnya. 12. 16. Kepala Daerah menerima uang/barang yang berhubungan dengan proses perijinan yang dikeluarkannya. Kepala Daerah memberikan dana kepada pejabat tertentu dengan beban kepada anggaran dengan alasan pengurusan DAU/DAK. 8. Kepala Daerah menerima sejumlah uang dari rekanan dengan menjanjikan akan diberikan proyek pengadaan. 13. 15. Kepala Daerah membuka rekening atas nama kas daerah dengan specimen pribadi (bukan pejabat dan bendahara yang ditunjuk).

Kepala Daerah mengeluarkan dana untuk perkara pribadi dengan beban anggaran daerah D. Dalam prespektif budaya .2012:150) Kebudayaan adalah komplek yang mencakup pengetahuan. korupsi menjadi sesuatu yang dianggap biasa karena telah dilakukan. Dalam hal ini pelaku sadar bahwa tindakannya akan merugikan suatu pihak dan akan ada konsekuensi yang dihadapinya apabila kecurangan itu diketahui. uang pelancar dalam penggunaan fasilitas atau layanan umum . prespektif budaya Menurut E. kesempatan untuk melakukan kecurangan. baik secara sadar maupunpun tidak sadar dalam sikap hidup sehari-hari ( Pusdiklatnakes. kesenian moral. Dalam penerapannya korupsi sudah hampir menjadi kebiasaan yang melekat dalam masyarakat baik itu secara langsung ataupun tidak langsung baik dalam bentuk finansial ataupun non-finansia Secara umum perilaku seseorang yang melakukan praktik korupsi didorong oleh beberapa hal. hukum. Kepala Daerah memberikan dana kepada DPRD dalam proses penyusunan APBD.B Tylor (dalam Soejono.h. 17. dan kebutuhan untuk memenuhi tingkat kehidupan yang menurutnya mapan. Dapat disimpulkan jika segala sesuatu disebut sebagai budaya atau kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang sudah melekat dalam kehidupan mereka. kepercayaan. 18. antara lain perilaku serakah sebagai potensi yang ada dalam diri setiap orang. 2014.20) Contoh budaya korupsi yang sudah membudidaya di masyarakat Kebiasaan nepotisme memasukan anggota kelurga dalam kursi jabatan oleh pemilik kekuasaan. kebiasaan memberikan gratifiksi dianggap masyrakat sebagai tanda trimakasih . kegiatan . Korupsi Dalam berbagai perspektif 1. adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Korupsi dalam.

Dandan. supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. Keharaman perbuatan korupsi tersebut dapat ditinjau dari berbagai segi pertama. tidak bisa dijadikan parameter kenapa korupsi justru marak di negara yang beragama. secara aklamasi dan konsensus (Ijma’) adalah haram karena bertentangan dengan prinsip maqashidussy syari’ah. perbuatan korupsi merupakan perbuatan curang dan penipuan yang berpotensi merugikan keuangan Negara dan kepentingan publik (masyarakat) yang dikecam oleh Allah swt dengan hukuman setimpal di akhirat.“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim. MUI sendiri sudah mengeluarkan fatwa haram mengenai tindak pidana korupsi. 2010 MUI ( Majelis Ulama Indonesia) Mengatakan meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Menurut Ramdan. yakni perbuatan yang merusak tatanan kehidupan yang pelakunya dikategorikan melakukan Jinayaat al-kubra (dosa besar). 2. padahal kamu mengetahui. Sebagaimana dalam firman Allah swt dalam surah Al- Baqarah:188. Korupsi dalam Prespekktif Agama a. Diantara kemaslahatan yang hendak dituju tersebut adalah terpeliharanya harta (hifdzul maal) dari berbagai bentuk pelanggaran dan penyelewengan. b.Hukum perbuatan korupsi menurut pendapat ulama fiqih. Syariat Islam bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi umat manusia dengan apa yang disebut sebagai maqashidussy syaria’ah. Menurut Agama Kristen dan katolik . Perbuatan korupsi dalam konteks agama Islam sama dengan fasad.Korupsi dalam Islam adalah perbuatan melanggar syariat. penyuapan yang sering terjadi seperti memeberikan uang kepada polisi agar tidak menghadapi persidangan tilang. Islam Islam memandang korupsi sebagai perbuatan keji.” .

Dalam semua ajaran agama. Mamotoh(berjudi) 5.Sang Buddha menjelaskan bahwa dalam mata pencarian seseorang akan menjadi tidak benar ketika mata pencariannya didapat dari: Menipu (kuhana). Panca Ma terdiri dari : 1. Madon(memitra: berzina) 4. Mamaling sebagai corruptela pada dasarnya berarti mencuri adalah dosa d. sehingga perbuatan yang telah dilakukan seperti kelima tindakkan diatas tidak dibenarkan dalam agama Buddha. Korupsi merupakan tindakan yang salah dan pada alkitabiah dihumbungkan korupsi melanggan firman Allah yaitu sepuluh perintah Allah . Merampok agar mendapatkan hasil yang banyak (labha) (Majjhima Nikaya. 2010) c. Dalam konteks perilaku korup. Maka diketahui dalam pandangan Iman Kristen . Madat(narkoba) 2. dan dinilai dari sudut pandang apa pun korupsi tetap suatu pelanggaran. yaitu “jangan mencuri”. Membual (nemittakata). Mamunyah(mabuk-mabukan) 3. Menurut Agama Hindu Menurut Ratih. Dan korupsi ialah perilaku yang buruk yang tidak legal dan tidak wajar untuk memperkaya diri .117). dan akibatnya korupsi mengakibatkan kurangngnya pendapatan Negara dan kurangnya kepercayaan terhadap pemerintah ( Pangaribuan.tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk berlaku atau melakukan tindakan . Mamaling(mencuri/korupsi) Kelimanya harus dihindari. Korupsi telah memenuhi kelima hal di atas. 2013dalam pandangan Agama Hindu noktah hitam moral itu dalam Hindu dikenal dengan Panca Ma. agama sebagai dasar dari segala kepercayaan dan keyakinan tiap individu berperan penting. Menggelapkan (neppisikata). 2011 . Dalam Sutta tersebut Sang Buddha menjelaskan bahwasannya mencari mata pencarian dengan cara yang seperti di atas itu tidak dibenarkan. Menurut Agama Budha Menurut Jumadi.

diantaranya makin mencekiknya hutang Indonesia diluar negeri akibat ulah koruptor. Korupsi dalam Prespektif Hukum KPK telah mendata tindakan korupsi di Indonesia sehingga diperoleh hasil 50% adalah penyuapan (Republika. Manusia Indonesia. Pembuktian Korupsi di Indonesia membutuhkan usaha keras. tidak hanya merugikan keuangan negara. Pemikiran Moctar Lubis Tentang Negara. Korupsi Mengorupsi Indonesia. Namun. korupsi. a. Korupsi di Indonesia sifatnya transnasional yaitu para koruptor menyembunyikan uang di luar negeri b. UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi menyatakan bahwa tindak pidana korupsi yang selama ini terjadi secara meluas. lalu melakukan tindak pidana korupsi.Yayasan Obor Indonesia . tindak pidana korupsi perlu digolongkan sebagai kejahatan yang pemberantasannya harus dilakukan secara luar biasa (Pusdiklatnakes. Jakarta. 2014. Lebih jauh KPK mengungkap tiga sebab mengapa korupsi di Indonesia menjadi kejahatan luar biasa. Dampak Korupsi yang luar biasa. Dan Perilaku Politik. Dari data ini KPK memandang korupsi sebagai kejahatan luar biasa. tetapi juga telah merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas. Gremedia Semma Mansyur. Jakarta. Dengan demikian.22) Daftar Pustaka Kalla. M Jusuf. Negara dan Korupsi.21) 3. sebagian besar praktik korupsi adalah penyuapan c. 2014). 2014. ( Pusdiklatnakes . pada kenyataannya praktik korupsi sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan orang-orang beragama Sebagai gaya hidup modern. orang dapat dengan mudah melupakan atau dengan sengaja mengabaikan ajaran-ajaran agama yang dianutnya.h. 2008.h. 2012.

go.co. Les Et Societatis Vol.okezone. Jakarta. diambil pada http://news. Korupsi dalam pandangan Agama hindu.id Ramdan. 2013.. diambil dari https://paduarsana. III No.com . Korupsi Sudah Membudaya di Masyarakat diakses pada tanggal 21 februari 2017.kemenag. Pusdiklatnakes Indika Arini A.00] sumber: www.google.Pusdiklatnakes. 2015 Ratih. 2014. 1.com/2014/01/31/korupsi-menurut-hindu/ Jumadi 2014 PERAN MAHASISWA DALAM MENDUKUNG PENERAPAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI AGAMA BUDDHA diakses pada tanggal 21 februari 2017 diambil dari http://bimasbuddha. 2010. Dandan Muhammad. Buku Ajar Pendidikan Dan Budaya Anti korupsi Untuk perguruan Tinggi. [Diakses tanggal 22 Februari 2015 jam 16. diakses pada tanggal 21 februari 2016.id . “Tindak Pidana Korupsi Menurut Perspektif Hukum Pidana Islam”. Samara.