FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT

DALAM PENERAPAN PROSES KEPERAWATAN
DI RSUD TOTO KABUPATEN BONE BOLANGO

Kartin Buheli

Staf Dosen Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo

ABSTRACT

This research aim to analyse factor influencing nurse performance in applying of
treatment process [in] RSUD Toto Sub-Province of Bone Bolango. this Type Research is
analytic research [of] observasional with method " study sectional cross" meant to study
dynamics of variable which included in research title " Factor Influencing Performance Nurse
in Applying Of Process Treatment". Amount of responders counted 51 people as nurse of
executor [in] room take care of to lodge.
Research result indicate that : nurse have enough motivation counted 45,1 % from 51
responder, earnings / enough salary counted 51 %, nurse owning enough supervision counted
62,7 %, development of enough career counted 45,1% and motivation is strongest factor [of]
influence of to nurse performance at home [Common/ Public] Pain [of] Area of Toto Sub-
Province of Bone Bolango Provinsi Gorontalo.
Result Research can be concluded that nurse performance in applying of treatment
process can influence by some factor that is motivations, development of career, earnings and
supervise / salary. Is for that suggested [by] the importance of improvement of nurse
performance in applying of treatment process [pass/through] support of related/relevant
government ( LOCAL GOVERNMENT ) by budget allocation to nurse service in
documentation process treatment and also perform [a] training to commisioned nurse at home
Pain, so that service of more maximal treatment and can give satisfaction to society.

Kata Kunci : kinerja perawat, motivasi, supervise, pendapatan/gaji, pengembangan karir.

Berdasarkan Undang-Undang Republik kewenangannya, salah satu di antaranya
Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang adalah tenaga keperawatan. Rumah Sakit
Kesehatan, bahwa untuk mewujudkan derajat merupakan salah satu komponen sistem
kesehatan yang optimal bagi masyarakat pelayanan kesehatan yang mempunyai
diadakan upaya kesehatan mencakup upaya peranan penting dalam mening-katkan
peningatan kesehatan (promotif), pencegahan derajat kesehatan masyarakat. Beberapa
penyakit (preventif), penyembuhan penyakit tahun terakhir ini rumah sakit di Indonesia
(kuratif) dan pemulihan kesehatan mengalami perkembangan, sejalan dengan
(rehadolitatif) yang dilaksankan secara kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan
menyeluruh, terpadu, dan berkesinmabungan sistem informasi. Peningkatan ini berdampak
dan dilaksanakan bersama antara pemerintah pada persaingan antar rumah sakit, sehingga
dan masyarakat yang didukung oleh sumber rumah sakit saling berlomba untuk
daya kesehatan termasuk tenaga kesehatan. meningkatkan kualitas jasa pelayanan yang
Tenaga kesehatan bertugas diberikan kepada masyarakat.
menyelenggarakan atau melakukan kegiatan Menghadapi era globalisasi saat ini, tuntutan
pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai kinerja pelayanan merupakan hal yang
dengan bidang keahlian dan atau sangat penting. Rumah sakit harus

seperti gugus pelayanan yang berkualitas. selama dibandingkan. perawat yang sedang cuti. HASIL DAN PEMBAHASAN Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 orang dengan metode non random (purposive Karakteristik responden merupakan ciri khas sampling) berdasarkan kriteria inklusi yaitu : perawat yang menjadi responden meliputi perawat yang langsung memberikan umur. Standar praktek keperawatan merupakan salah satu faktor penentu citra adalah pernyataan tentang apa yang rumah sakit di mata masyarakat. maupun peningkatan kesehatan. kepada pasien sebagai pelanggannya. dibutuhkan oleh registered nursed untuk Gronross dalam Kotler (1997) mengatakan dijalankan sebagai profesi keperawatan. Ia memberikan petunjuk menerima jasa pelayanan di rumah sakit. asuhan keperawatan dengan standar. perawat pada penelitian ini bervariasi mulai pendidikan minimal Diploma III atau 21 tahun hingga 30 tahun. Profesi perawat sebagai pemberi kinerja keperawatan. dan perawat jabatan struktural. pelayanan.memberikan pelayanan yang paripurna dan oleh perilaku petugas dalam melaksanakan bermutu untuk dapat memberikan kepuasan pelayanan. yaitu menganalisis pengaruh antara dengan univariat. kendali mutu. Pada Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian ini juga dilakukan uji validitas dan “Cross Sectional Study” (Studi potong reabilitas sedangkan analisis data dilakukan lintang). Proses ini sangat dipengaruhi METODE magang. Sedangkan kriteria merupakan persentase terbanyak yaitu 43 ekslusi yaitu: perawat yang menduduki orang (84. manajeman (management). jenis kelamin dan masa kerja. kinerja mana yang tidak cocok atau tidak Dengan kata lain mutu asuhan keperawatan dapat diterima. pelayanan jasa berada digaris terdepan dan Perawat sebagai suatu profesi harus dapat merupakan komponen yang sangat mempertahankan dan meningkatkan mutu menentukan baik buruknya citra rumah sakit. yang diharapkan profesi keperawatan dari petugas pelayanan (customer service) dan para anggotanya. Issue Perbaikan mutu di rumah sakit melalui strategis dalam perkembangan dan kinerja pelayanan kepada pasien pada persaingan rumah sakit adalah peningkatan umumnya dimulai oleh perawat melalui kinerja pelayanan dengan memberikan berbagai bentuk kegiatan. Umur pelayanan keperawatan pada pasien. bahwa ada tiga unsur pokok yang saling Secara umum standar ini mencerminkan nilai berinteraksi dalam masalah mutu pelayanan profesi keperawatan dan memperjelas apa terhadap kinerja yaitu pelanggan (customer). pendekatan-pendekatan integral dari suatu kinerja pelayanan pemecahan masalah. Interaksi antara petugas dengan prima dan lebih khusus lagi untuk pasien merupakan hal yang sangat mendalam meningkatkan kinerja keperawatan di rumah yang dirasakan pasien saat menerima sakit. Perawat yang sederajat. terhadap variabel terikat (Kinerja perawat dalam Penerapan proses keperawatan). bivariat dan multivariat variabel bebas (faktor kinerja perawat) denan menggunkan uji regresi berganda. perawat yang sedang yang berumur 26 sampai 29 tahun sebanyak . bersedia mengisi informed berumur 22 sampai dengan 25 tahun concent.3%) dari 51 orang. berstatus PNS. penerapan standar asuhan Pelayanan keperawatan merupakan bagian keperawatan. Standar Citra pelayanan kesehatan akan dinilai oleh merupakan level kinerja yang diinginkan dan customer berdasarkan kesan terhadap mutu dapat dicapai dimana kerja aktual dapat pelayanan kesehatan keperawatan. Salah satu hal Dari beberapa uraian di atas berarti bahwa yang penting dalam mencapai mutu kinerja perawat sangat memegang peranan pelayanan ialah kinerja petugas pelayanan penting dalam meningkatkan mutu dalam proses interaksi dengan pelanggan pelayanan keperawatan menuju pelayanan (pasien).

yang masih kurang dalam melakukan supervisi. kurang dalam melaksanakan perencanaan pendapatan/gaji.5 % yang masih Untuk lebih jelasnya pengaruh motivasi. Pendapatan/Gaji. supervisi dan keperawatan.3%) dan masa kerja 3 tahun menyatakan masih kurang dalam melakukan sebanyak 4 orang (7. yang paling berpengaruh melaksanakan perencanaan keperawatan terhadap kinerja perawat adalah motivasi.9 % motivasinya masih kurang.4 %) melakukan statistik dapat di interpretasikan bahwa ada pengkajian keperawatan dan 19.5 % perawat yang sudah perawat.5 % yang masih kurang dalam berpengaruh sebesar 18. melaksanakan evaluasi keperawatan.7%) sedangkan persentase Deskripsi variabel meliputi: kinerja terkecil terdapat pada umur kurang dari 22 perawat. Sedangkan untuk pengembangan Deskripsi proses keperawatan meliputi karir terdapat 45. perencanaan keperawatan.1 % perawat yang pengkajian keperawatan. diagnosa menyatakan cukup dalam pengembangan keperawatan. Hasil masing 1 0rang (2.5 % perawat yang sudah independen.8%). dan pengembangan karir terhadap pengkajian keperawatan. yang gajinya masih kurang. untuk diagnosa kinerja perawat.8 % yang sudah multivariat menunjukkan bahwa motivasi melakukan diagnosa keperawatan dengan berpengaruh sebesar 18.1 % kelamin laki-laki.6 orang (11. Tabel 15 Hasil Analisis Regresi Logistik Antara Variabel Motivasi.4%) 25.2 % yang masih kurang dalam terhadap kinerja perawat adalah motivasi. penelitian menunjukkan terdapat 74. Untuk motivasi hanya 45.7 % perawat yang menyatakan masa kerja perawat 1 tahun sebanyak 19 telah melakukan supervisi dan 37. masing. Untuk supervisi masing sebanyak 1 (2. Dari semua variabel terdapat 74.0%) orang. supervisi dan pengembangan karier Dalam melakukan perencanaan keperawatan dikendalikan.0%). Sedangkan hasil analisis keperawatan terdapat 60. supervisi. Untuk implementasi keperatan pengembangan karir terhadap kinerja terdapat 74.0%) orang. tahun dan diatas umur 29 tahun masing. keperawatan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 15 di bawah Deskripsi Variabel ini. Hasil uji statistik regresi logistik melaksanakan implementasi keperatan dan berganda didapatkan variabel motivasi 25.0 % perawat kerja 4 tahun dan 7 tahun merupakan masa yang memiliki gaji yang cukup dan 49. yang paling berpengaruh cukup dan 39.3 % yang orang (37. Selain itu terdapat 62.298 terhadap kinerja melaksanakan implementasi keperawatan. Sedangkan untuk evaluasi keperawatan supervisi dan pengembangan karier terdapat 60. pendapatan/gaji.298 terhadap kinerja baik dan 39. dengan cukup dan 25.9 % yang menyatakan masih implementasi keperawatan dan evaluasi kurang dalam pengembangan karir.6 % perawat pengaruh antara motivasi. Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil analisis hubungan secara sebagian besar perawat (80. pendapatan/gaji.5 % perawat yang kinerjanya masih orang dibandingkan perawat yang berjenis kurang. sedangkan masa Untuk pendapatan terdapat 51. karir dan 54. perawat setelah variabel pendapatan/gaji. Dari semua variabel melaksanakan evaluasi keperawatan dengan independen.0 % kerja perawat yang paling sedikit.2 % perawat yang masih kurang perawat setelah variabel pendapatan/gaji.5 % Jenis kelamin perawat terdistribusi lebih perawat yang memiliki kinerja cukup dan besar pada perempuan sebanyak 41 (80. dalam melakukan diagnosa keperawatan. Sedangkan masa kerja perawat yan g memiliki motivasi yang cukup perawat terdistribusi terbesar pada 2 tahun dan 54. sebanyak 26 (51. supervisi dan pengembangan karier. Supervisi Dan Pengembangan Karier Terhadap Variabel Kinerja Perawat Di RSU Toto Kabupaten Bone Bolangotahun 2010 . motivasi.8 % perawat yang sudah dikendalikan.

Motivasi berkaitan erat dengan upaya sistematis untuk mengembangkan dorongan yang kuat untuk melakukan setiap sumber daya manusia baik perorangan. Exp (B) Motivasi 2. kenaikan pangkat terdorong untuk lebih giat melaksanakan dan mutasi. Faktor.298 Pendapatan/Gaji 1. mendorong tenaga perawat untuk bekerja Pelatihan dimaksudkan memperbaiki lebih baik sehingga kinerjanya lebih baik penguasaan berbagai keterampilan dan pula.843 Pengembangan 1. Frekuensi dan dicapai oleh seorang pegawai dalam kualitas supervisi menjadi sangat penting melaksanakan tugasnya sesuai dengan dalam melakukan supervisi.996 1. atasan langsung masing-masing baik itu Kinerja atau performace adalah hasil kerja terkait mengenai kesulitan dalam yang dapat dicapai oleh seseorang atau melaksanakan tugas maupun untuk kelompok yang dalam suatu organisasi mendapatkan perhatian dari atasan.453 1 0.023 1.624 Supervisi 2. landasan semangat kerja yang pada secara legal.035 13.160 4. supervisi memberikan pengembangkan karier mereka kurang kontribusi 87. dihadapi.288 0. Pelatihan merupakan suatu tugasnya. sebanyak 54.610 1 0. Umumnya suatu untuk berkerja semaksimal mungkin serta latihan berupaya menyiapkan para karyawan bersikap apatis terhadap tugasnya yang untuk pekerjaan-pekerjaan yang pada saat itu mengakibatkan kinerjanya kurang baik.203 Karier Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil supervisi terhadap perawat maka semakin kerjasama kualitas dan kuantitas yang tidak baik pula kinerjanya. kerja. karena merasa bahwa kemajuan karier selama bekerja meliputi kebutuhannya telah terpenuhi sehingga pendidikan dan pelatihan. lainnya.196 3. Hasil penelitian menunjukkan Supervisi pimpinan juga dapat meningkatkan sebagian besar perawat mengatakan kinerja karyawan.670 1 0. pekerjaan dengan hasil yang optimal. atau masalah-masalah operasional kinerja individu. Faktor sesuai dengan kewenangan dan tanggung ini merupakan prasyarat bagi motivasi jawab masing-masing dalam rangka upaya yang efektif dan dapat membangun mencapai tujuan oganisasi bersangkutan. Pengembangan karier yang Dengan demikian semakin baik supervisi mereka rasakan menunjukkan kurangnya terhadap perawat maka semakin baik pula perhatian pihak rumah sakit dalam kinerjanya.436 1. tidak melanggar hukum dan akhirnya akan mencegah kemerosotan sesuai dengan norma dan etika. semangat kerja dan motivasi yang ahirnya secara langsung akan meningkatkan rendah.354 4. Dapat juga suatu pelatihan Kopelman (1986) mengemukakan bahwa diadakan sebagai akibat adanya tingkat pendapatan/gaji akan berpengaruh untuk kecelakaan atau pemborosan yang cukup meningkatkan motivasi kerja yang pada tinggi.5% terhadap kinerja perawat. Berbeda dengan yang tidak memiliki teknik pelaksanaan kerja tertentu dalam motivasi tinggi maka ia tidak memiliki hasrat waktu relatif singkat. Tenaga perawat yang mempunyai Pengembangan karier merupakan motivasi tinggi. khususnya dari tanggung jawab yang diberikan kepadanya.907 1.970 1 0. kedudukan dan mengurus tugas dan keadaan sekarang.032 18. juga kondisi lingkungan kerja yang kondusif akan untuk memasuki masa depan.628 1.9%. sebaliknya semakin tidak baik mengikutkan dalam pelatihan yang sesuai . Variabel B SE Wald df Sig.245 4. kelompok dan juga kemampuan faktor seperti kepuasan terhadap gaji dan keorganisasian yang diperlukan untuk insentif yang diterima.

2009. 2006. Kuantitatif dan Kualitatif . Metodologi Azwar. Pengantar Daya Manusia. maka pelatihan yang telah diberikan pemberian kesempatan bagi tenaga yang tidak akan meningkatkan kinerja tenaga yang telah dilatih. 2002. 2009. Falsafah Teori dan Penerapannya. 2004. Profesi dan Praktek Keperawatan Sugiyono. Metode Penelitian EGC Tahun 1999. 2004.Kes. dengan nilai p value = Saran 0. Ilyas Yaslis. keperawatan Profesional Cetakan Bandung. Yogyakarta.009 yang berarti ada pengaruh supervisi dan melakukan proses keperawatan. S. Walaupun mereka telah bersangkutan. Universitas Indonesia. Kinerja Teori. terhadap kinerja perawat di RSU Toto.022 yang berarti ada pengaruh motivasi Pimpinan perlu memberikan motivasi bagi terhadap kinerja perawat di RSU Toto. Anwar Prabu.dengan tugasnya. Bandung : CV EGC. Jakarta: Binarupa Aksara. Cetakan IV. edisi ke-11. Manusia. = 0. Soekidjo.7% dengan nilai p value = perawat lebih meningkatkan kinerja mereka 0..022 yang berarti ada pengaruh keterampilan keperawatan sebagai pengembangan karier terhadap kinerja pengembangan karier perawat agar perawat perawat di RSU Toto.Kp. ________. 2009. terutama pelatihan tentang menguasai materi pelatihan yang telah pelayanan keperawatan yang dapat diikuti. Statistika untuk Penelitian. Penerbit Pustaka Selia. Manajemen Kinerja Nursalam. 2002. Jakarta. dengan nilai p yang sesuai dengan peningkatan value = 0. Pengantar Administrasi Penelitian Kesehatan. Cetakan Ke-3. Dharma Surya. namun jika tidak diberi kesempatan meningkatkan kinerja perawat. Manajemen Sumber Jumadi Gaffar La Ode. .1%S. Masyarakat. bonus bagi perawat yang berprestas. 2001. Mangku Negara. perawat berupa penghargaan. Perawat memiliki motivasi yang cukup sebanyak 45.004 yang berarti ada pengaruh Pimpinan hendaknya meningkatkan pendapatan/gaji terhadap kinerja perawat di pendapatan perawat berupa imbalan dan RSU Toto. Metode Penelitian Profesional. dapat melakukan proses keperawatan. Kusnanto.Kp. Pimpinan RSU Toto lebih sering mengirim Perawat memiliki pengembangan karier yang perawat mengikuti pendidikan/pelatihan cukup sebanyak 45. DAFTAR PUSTAKA Notoatmodjo. 2007. Alfabeta. Pengantar Bandung. Manajemen Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran Administrasi. Jakarta: PT. Evaluasi Kinerja Sumberdaya Penerbit CV Alfabeta.M. Penerbit Salemba Medika. Bandung. SIMPULAN DAN SARAN Motivasi merupakan faktor yang paling kuat Simpulan pengaruhnya terhadap kinerja perawat.0% dengan nilai p value menjalankan tugas dengan baik. Penerbit Salemba Medika. Adi Mahasatya. ________. Bandung :PT Refika Aditama. Manajemen Keperawatan.i Perawat memiliki supervisi yang cukup Supervisi pimpinan lebih ditingkatkan agar sebanyak 62. Samsudin S. untuk menerapkan ilmu/keterampilan Demikian juga halnya dengan tersebut. Alfabeta. Azrul. pertama Penerbit Buku Kedokteran Sugiono. Kesehatan.1%. Penilaian. Fakultas Kesehatan Bolango Tahun 2009 Gorontalo. 1996. Penerbit Pustaka Pelajar. 2007. pujian dan Perawat memiliki pendapatan/gaji yang lain-lain agar mereka termotivasi cukup sebanyak 51. Jakarta.S. Pusat Kajian Ekonomi Profil Rumah Sakit Toto Kabupaten Bone Kesehatan. dan Penelitian.

Paradigma dan 10. Bandung :Penerbit Alfabeta. R. revisi. Kebutuhan dasar cetakan ke-3. Bandung: CV Total Quality Management. 2008. Yokyakarta: Penerbit ANDI. Rui. Leslie W. cetakan ke-3. Manajemen Kesehatan. 2006. Kualitatif. Dasar-Dasar Manajemen. Memahami Penelitian Tjiptono Fandy dan Diana Anastasia.________. 2007. Edisi 3 Penerbit Salemba Medika Terry. Jakarta: PT. Wartonah Tarwoto. George.Jakarta: PT. Cetakan ke. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. edisi ke-3. Bumi Aksara. 2003. edisi Alfabeta. . Pustaka Utama. Sulastomo. Graha Media manusia dan proses Keperawatan. Wijono Djoko. 2006. 2007.