You are on page 1of 12

PERTEMUAN I

HEMODIALISIS DAN PERITONIAL DYLISIS

 Hemodialisis adalah sebuah terapi medis. Hemodialisis suatu tindakan membersihkan
racun dalam tubuh, karena ginjal tidak mampu lagi membuang sisa-sisa metabolisme
dalam tubuh.
 Hemodialisis dilakukan pada pasien dengan penyakit ginjal kronik dan penyakit ginjal
akut dalam kondisi tertentu.
 Prinsip dialisis digunakan dalam alat cuci darah bagi penderita gagal ginjal, di mana
fungsi ginjal digantikan oleh dialisator.
 Hemodialisis merupakan salah satu dari Terapi Pengganti Ginjal, yang digunakan pada
penderita dengan penurunan fungsi ginjal

FUNGSI DARI HEMODIALISIS
Hemodialisis berfungsi membuang produk-produk sisa metabolisme seperti
potassium dan urea dari darah dengan menggunakan mesin dialiser. Mesin ini mampu
berfungsi sebagai ginjal menggantikan ginjal penderita yang sudah rusak kerena
penyakitnya, dengan menggunakan mesin itu selama 24 jam perminggu, penderita dapat
memperpanjang hidupnya sampai batas waktu yang tidak tertentu.

PRINSIP KERJA MESIN
• Prinsip dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan ultrafiltrasi pada
ginjal buatan, dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh
• Pada hemodialisis, darah dipompa keluar dari tubuh lalu masuk kedalam mesin dialiser
( yang berfungsi sebagai ginjal buatan ) untuk dibersihkan dari zat-zat racun melalui
proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan khusus untuk dialisis (dialisat)
• Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam
darah, sehingga cairan, limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring
melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Proses hemodialisis melibatkan difusi solute
(zat terlarut) melalui suatu membrane semipermeable. Molekul zat terlarut (sisa
metabolisme) dari kompartemen darah akan berpindah kedalam kompartemen dialisat
setiap saat bila molekul zat terlarut dapat melewati membran semipermiabel demikian
juga sebaliknya. Setelah dibersihkan, darah dialirkan kembali ke dalam tubuh.

elektrolit • Nilai laboratorium: darah rutin. Sedangkan tusukan vaskuler merupakan tempat keluarnya darah dari tubuh penderita menuju dializer dan selanjutnya kembali lagi ketubuh penderita. Pompa darah berfungsi untuk mengalirkan darah dari tempat tusukan vaskuler ke alat dializer. ureum & creatinin. Hep. HBsAg. Suhu larutan dialisat yang terlalu rendah ataupun melebihi suhu tubuh dapat menimbulkan komplikasi. Larutan dialisat harus dipanaskan antara 34-39 C sebelum dialirkan kepada dializer. Kecepatan dapat di atur biasanya diantara 300-400 ml/menit. asam urat. sistem pengaturan larutan dialisat. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HEMODIALISIS a. HIV. Pengkajian • Pengkajian sebelum hemodialisis: • Riwayat penyakit. C. • Dializer adalah tempat dimana proses HD berlangsung sehingga terjadi pertukaran zat-zat dan cairan dalam darah dan dialisat. • Lokasi pompa darah biasanya terletak antara monitor tekanan arteri dan monitor larutan dialisat. • Mesin hemodialisis (HD) terdiri dari pompa darah. • Status emosional • Pemeriksaan fisik: head to toe • Pengkajian setelah hemodialisis: • Tekanan darah: hipotensi . • Sistem monitoring setiap mesin HD sangat penting untuk menjamin efektifitas proses dialisis dan keselamatan. • Respon terhadap dialysis sebelumnya. keluhan saat ini • Usia • Keseimbangan cairan. dan sistem monitor.

Risiko cidera 7. Kelebihan volume cairan. 3. Risiko infeksi . palpitasi • Komplikasi HD: kejang. Harga diri rendah 6.mual. 2. Intoleransi aktivitas. dsb MASALAH KEPERAWATAN/DIAGNOSIS MASALAH 1. muntah. 5. Gangguan pola nafas. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. 4. • Keluhan: pusing.

perubahan mental. tetapi sebagian besar penderita menjalani dialisa sebanyak 3 kali/minggu. Laboratorium abnormal Asidosis. hipertensi maligna. Indikasi Segera Koma. Frekuensi Hemodialisa Frekuensi dialisa bervariasi. gangguan pertumbuhan dan perkembangan seks dan perubahan kulitas hidup. atau efusi pericardium. muntah. tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal yang tersisa. Gejala uremia Mual. 2. oliguri berat atau anuria. azotemia (kreatinin 8-12 mg %) dan Blood Urea Nitrogen (BUN) : 100 – 120 mg %. 3. Indikasi 1. TKK : 5 ml/menit. perikarditis. Indikasi Dini a. neuropati perifer. over hidrasi atau edema paru.B. hiperkalemi. Program dialisa dikatakan berhasil jika: § penderita kembali menjalani hidup normal . b. penyakit tulang.

segmen pump. kreatinin. D. port biru obat . ujung runcing. Air ini dapat berasal dari berbagai sumber. Meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penurunan fungsi ginjal. seperti ureum. priming volume adalah volume cairan yang diisikan pertama kali pada AVBL dan kompartemen dialiser. .yaitu: Ø Kompartemen darah yaitu ruangan yang berisi darah Ø Kompartemen dialisat yaitu ruangan yang berisi dialisat Kedua kompartemen dipisahkan oleh membran semipermiabel. Dialiser mempunyai 4 lubang yaitu dua ujung untuk keluar masuk darah dan dua samping untuk keluar masuk dialisat. seperti air PAM dan air sumur.tubing infuse/transfuse set. Menggantikan fungsi ginjal sambil menunggu program pengobatan yang lain. yang harus dimurnikan dulu dengan cara “water treatment” sehingga memenuhi standar AAMI (Association for the Advancement of Medical Instrument). disebut Inlet ditandai dengan warna merah. 2.tubing arterial/venouse pressure. Jumlah air yang dibutuhkan untuk satu session hemodilaisis seorang pasien adalah sekitar 120 Liter. Priming volume AVBL antara 100-500 ml. b) Venouse Blood Line Adalah tubing/line plastic yang menghubungkan darah dari dialiser dengan tubing akses vascular menuju tubuh pasien disebut outlet ditandai dengan warna biru. Menggantikan fungsi ginjal dalam fungsi ekskresi. yaitu membuang sisa-sisa metabolisme dalam tubuh.port darah/merah herah heparin.tubing udara. Menggantikan fungsi ginjal dalam mengeluarkan cairan tubuh yang seharusnya dikeluarkan sebagai urin saat ginjal sehat. Peralatan Haemodialisa 1. Arterial – Venouse Blood Line (AVBL) AVBL terdiri dari : a) Arterial Blood Line (ABL) Adalah tubing tubing/line plastic yang menghubungkan darah dari tubing akses vaskular tubuh pasien menuju dialiser.bubble trap. 3. 2. Dializer /ginjal buatan (artificial kidney) Adalah suatu alat dimana proses dialisis terjadi terdiri dari 2 ruang /kompartemen. 4. Bagian-bagian dari AVBL dan kopartemen adalah konektor. Air Water Treatment Air dalam tindakan hemodialis dipakai sebagai pencampur dialisat peka (diasol). Tujuan 1.tubing heparin dan ujung tumpul. 3.§ penderita kembali menjalani diet yang normal § jumlah sel darah merah dapat ditoleransi § tekanan darah normal § tidak terdapat kerusakan saraf yang progresif. dan sisa metabolisme yang lain. C.

Larutan Dialisat Dialisat adalah larutan yang mengandung elektrolit dalam komposisi tertentu. . Mesin HD juga mengatur cairan dialisat yang masuk ke dialyzer. darah dialirkan ke luar tubuh dan disaring di dalam ginjal buatan (dialyzer). free potassium. dan selama proses hemodialisa hanya sekitar 0. blood volume monitor. kateter vena. Mesin HD sendiri merupakan perpaduan dari komputer dan pompa. program ultrafiltrasi. Tetapi prinsipnya sama yaitu blood pump.4. 5. AV fistula adalah akses vaskular yang paling direkomendasikan karena cenderung lebih aman dan juga nyaman untuk pasien. Untuk proses hemodialisa dibutuhkan pintu masuk atau akses agar darah dari tubuh dapat keluar dan disaring oleh dialyzer kemudian kembali ke dalam tubuh. Setelah semua terpasang maka proses terapi hemodialisa dapat dimulai. perawat akan memeriksa tanda – tanda vital pasien untuk memastikan apakah pasien layak untuk menjalani Hemodialysis.6 s/d 6. F. sehingga sebelum dipakai perlu dilarutkan dalam air murni/air water treatment sebanyak 9. dimana cairan tersebut membantu mengumpulkan racun – racun dari darah. low calsium dan lain- lain.5 liter yang berada di luar tubuh.8 liter darah. yaitu akses untuk jalan keluar darah ke dialyzer dan akses untuk jalan masuk darah ke dalam tubuh. Proses Haemodialisa Pada proses hemodialisa. Kram otot seringkali terjadi pada ultrafiltrasi (penarikan cairan) yang cepat dengan volume yang tinggi. dimana mesin HD mempunyai fungsi untuk mengatur dan memonitor aliran darah.5 liter dan ada yang bentuk cair (siap pakai). Mesin Haemodialisis Ada bermacam-macam mesin haemodilisis sesuai dengan merek nya. Komplikasi Haemodialisa 1. Dipasaran beredar dua macam dialisat yaitu dialisat asetat dan dialisat bicarbonate. Langkah berikutnya adalah menghubungkan pasien ke mesin cuci darah dengan memasang blod line (selang darah) dan jarum ke akses vaskular pasien. control ultrafiltrasi. Dialisat asetat menurut komposisinya ada beberapa macam yaitu : jenis standart. Rata – rata manusia mempunyai sekitar 5. Bentuk bicarbonate ada yang powder. system pengaturan larutan dilisat. tekanan darah. dan memberikan informasi jumlah cairan yang dikeluarkan serta informasi vital lainnya. melainkan hanya melalui selang darah dan dialyzer. Pompa yang ada dalam mesin HD berfungsi untuk mengalirkan darah dari tubuh ke dialyzer dan mengembalikan kembali ke dalam tubuh. Pada proses hemodialisa. Kram otot Kram otot pada umumnya terjadi pada separuh waktu berjalannya hemodialisa sampai mendekati waktu berakhirnya hemodialisa. system pemantauan mesin terdiri dari blood circuit dan dillisat circuit dan bebagai monitor sebagai deteksi adanya kesalahan. Terdapat 3 jenis akses yaitu arteriovenous (AV) fistula. Selain itu pasien melakukan timbang badan untuk menentukan jumlah cairan didalam tubuh yang harus dibuang pada saat terapi. E. Darah yang telah disaring kemudian dialirkan kembali ke dalam tubuh. AV graft dan central venous catheter. tombol bicarbonate. darah sebenarnya tidak mengalir melalui mesin HD. Sebelum melakukan proses hemodialisa (HD). Dan komponen tambahan seperti heparin pump.

Penggunaan heparin selama hemodialisa juga merupakan faktor risiko terjadinya perdarahan. dan kelebihan tambahan berat cairan. 7. 6. penurunan kalsium. kalium. Hipoksemia Hipoksemia selama hemodialisa merupakan hal penting yang perlu dimonitor pada pasien yang mengalami gangguan fungsi kardiopulmonar. ginjal adalah organ yang bertanggung jawab dalam melakukan hal ini. neuropati otonomik. 3. Aritmia Hipoksia. yang mengakibatkan suatu gradien osmotik diantara kompartemen-kompartemen ini. Perdarahan Uremia menyebabkan ganguan fungsi trombosit. Hipotensi Terjadinya hipotensi dimungkinkan karena pemakaian dialisat asetat. . Dalam proses alami. Gradien osmotik ini menyebabkan perpindahan air ke dalam otak yang menyebabkan oedem serebri. 5. magnesium. 8. Sindrom ini tidak lazim dan biasanya terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisa pertama dengan azotemia berat. Gangguan pencernaan sering disertai dengan sakit kepala. hipotensi. penyakit jantung aterosklerotik. 4. Fungsi trombosit dapat dinilai dengan mengukur waktu perdarahan. Gangguan pencernaan Gangguan pencernaan yang sering terjadi adalah mual dan muntah yang disebabkan karena hipoglikemia. dan bikarbonat serum yang cepat berpengaruh terhadap aritmia pada pasien hemodialisa. Pembekuan darah Pembekuan darah disebabkan karena dosis pemberian heparin yang tidak adekuat ataupun kecepatan putaran darah yang lambat. penghentian obat antiaritmia selama dialisa. Saat ini cuci darah identik dengan proses medis untuk menghilangkan kelebihan kotoran dan air di dalam darah.2. Sindrom ketidakseimbangan dialisa Sindrom ketidakseimbangan dialisa dipercaya secara primer dapat diakibatkan dari osmol-osmol lain dari otak dan bersihan urea yang kurang cepat dibandingkan dari darah. rendahnya dialisat natrium.

atau kebas di kaki. “Creatinine clearance” pada urine sebagai tolak ukur untuk memeriksa kecepatan ginjal menyaring darah. perut. yaitu: • Bagian yang menutupi / melapisi dinding rongga perut (parietal peritoneum). Jika kecepatan proses pembersihan kreatinin menurun sekitar 10-12cc/menit. Level kreatinin dan ureum pada darah adalah dua hal yang akan dijadikan tolok ukur keputusan dokter. + 20% dari total luas membran peritoneum. Meski begitu. Peritoneal Dialysis Anatomi Membran Peritoneum Membran Peritoneum • Membran peritoneum merupakan lapisan tipis bersifat semi permeable. Kondisi ini berisiko membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Indikator tersebut adalah kemampuan tubuh pasien dalam mengatasi masalah kelebihan air. Pada penderita penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. • Total suplai darah pada membran peritoneum dalam keadan basal + 60 – 100 ml/mnt. Normalnya adalah 90-110 militer per menit.55m2 yang terdiri dari 2 bagian. Tentu saja dibutuhkan penilaian dari dokter dan serangkaian tes medis untuk menentukan mengenai wajib atau tidaknya seseorang melakukan cuci darah. . Demikian juga pemeriksaan urine. Luas permukaan + 1. • Bagian yang menutup organ di dalam perut (vasceral peritoneum). terjadilah penumpukan limbah dan cairan pada darah. + 80% dari luas total membran peritoneum.Kenapa Membutuhkan Cuci Darah? Penyaringan darah adalah tugas ginjal. keluhan seputar jantung. ada indikator lain yang mewajibkan pasien melakukan cuci darah meskiCreatinine Clearance masih di atas angka minimal. Seseorang yang kehilangan fungsi ginjalnya antara 85-90 persen wajib melakukan cuci darah agar terhindar dari beragam komplikasi yang fatal. pernapasan. fungsi ginjal ini tidak dapat dilakukan secara optimal. 2. Karena ginjal gagal untuk melakukan pembersihan. maka orang tersebut wajib menjalani dialisis atau cuci darah.

tetapi dengan metode yang berbeda. Mini cap ini bersifat steril dan di dalamnya terdapat busa yang dibasahi povidone iodine. Titanium connector . Anda dapat melakukan pergantian di mana saja seperti di rumah. namun tempat- tempat tersebut harus memenuhi syarat agar terhindar infeksi. Proses Peritoneal Dialysis Dalam peritoneal dialysis dilakukan pergantian cairan setiap hari tanpa menimbulkan rasa sakit. tahap cairan disimpan di dalam rongga peritoneal selama 4 samapi 6 jam (tergantung anjuran dari dokter). jadi darah tidak perlu dikeluarkan dari tubuh untuk dibersihkan dan disaring oleh mesin dialysis. tempat bekerja. Sehingga “patient’s line” tetap tertutup dengan baik. Mini Cap “disconnect cap” Penutup ini berfungsi melindungi ujung “short transfer line” dan memberikan keamanan dan kemudahan bagi pasien. Peritoneal Dialysis merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang fungsinya sama dengan hemodialisa. Proses ini terdiri dalam 3 langkah: Mengeluarkan cairan. Pergantian cairan diulang setiap 4 atau 6 jam. atau di tempat lainnya yang anda kunjungi. pastikan anda mencuci tangan dengan bersih setelah mebuangnya. 7 hari dalam seminggu. Proses mengeluarkan cairan tersebut dalam jangka waktu tertentu dan kemudian menggantikannya dengan cairan baru. Outlet port clamps Klem yang terbuat dari plastik ini berwarna merah dan berfungsi untuk mencegah aliran cairan pada setiap tahap yang berbeda pada waktu pertukaran cairan. pastikan dengan mencuci menggunakan air dan sabun. Memasukan cairan. proses pengeluaran cairan dari rongga peritoneal berlangsung dengan bantuan gaya gravitasi dan memerlukan waktu sekitar 20 menit. Klem ini tidak bersifat steril. dengan maksud minimal 4 kali sehari. cairan dialysis ke dalam rongga peritoneal melalui kateter dan memerlukan proses 10 menit. Waktu tinggal. Short transfer set Sistem PD produksi baxter merupakan “sistem tertutup” yang bertujuan melindungi rongga peritoneal. dan sistem tidak terkontaminasi. Cara membuang cairan bekas pakai dapat dibuang di toilet dan kantungnya dapat dibuang di tempat sampah. Peritoneal dyalisis adalah metode cuci darah dengan bantuan membran peritoneum (selaput rongga perut). dan mengeringkan dengan bersih dan disimpan dalam posisi terbuka.

. pasien diharuskan menjalani rawat inap. Metode BEDAH. dilakukan oleh dokter spesialis ginjal. Metode Pemasangan Kateter Metode PERCUTANEUS. Sesudah pemasangan. kunjungi tempat dialysis).karena mengangkat beban --> hindari mengangkat beban dan kunjungi unit dialysis anda 2. Jika keluar cairan yang berwarna merah : . Jika cairan keluar berwarna kuning tua tetapi tidak keruh : cairan berada di dalam rongga peritoneum selama beberapa jam. Biasanya kateter dilengkapi dengan manset fiksasi putih yang berfungsi mempertahankan posisi kateter tetap berada di otot di antara kulit dan rongga selaput perut (peritoneal). Keduanya harus tetap kering paling tidak 10 hari setelah pemasangan.karena menstruasi --> akan hilang dengan sendirinya . Lubang-lubang ini berfungsi untuk mengalirkan cairan masuk ke dalam maupun keluar dari rongga peritoneum. karena akan melukai exit site dan sering menyebabkan timbulnya infeksi. Perawatan kateter ditujukan agar tidak terjadi infeksi dalam waktu panjang dan diperlukan perawatan pasca operasi yang sifatnya mencegah pertumbuhan bakteri pada luka operasi maupun exit site. Konektor titanium adalah sejenis logam yang berfungsi sebagai penghubung antara kateter dengan transfer set. pada tempat baring pasien dilakukan pembiusan lokal. Lebih baik dijadwalkan waktu yang memadai untuk proses penyembuhan luka perut karena operasi pemasangan kateter. Cuci tangan sebaik mungkin menggunakan sabun dan keringkan dengan lap atau handuk yang bersih.Berfungsi menghubungkan kateter dengan “transfer line” konektor ini terbuat dari bahan yang ringan. Pemasangan kateter direkomendasikan untuk dikakukan pada saat klirens kreatinin antara 5-10 ml/menit. Mintalah cara mencuci tangan oleh perawat anda. kateter diarahkan ke dalam dan ditempatkan di dalam rongga perut dengan menggunakan pemadu. Cara Mengatasi Masalah Yang Kemungkinan Terjadi Di Rumah 1. jika ditemukan sejumlah kecil cairan bening dan darah disekitar exit site merupakan hal yang normal. kuat dan anti infeksi. Kateter terletak di dalam lobang peritoneum sebagian besar berlubang. Menjaga exit site dan luka operasi anda tetap kering. Perawatan ini berupa: Mandi setiap hari tanpa membahasahi exit site maupun luka operasi yang belum sembuh. Mempertahankan posisi kateter. Melakukan pergantian cairan ditempat yang memenuhi syarat seperti yang dijelaskan diatas. dapat dilakukan bius lokal maupun umum. contoh pergantian di pagi hari --> tidak perlu khawatir (jika berlanjut.sebagian kateter muncul dari dalam perut disebut ‘exit site’. dan tidak diperkenankan untuk menarik atau memutar kateter. dilakukan di ruangan operasi. Kateter Kateter dipasang bedasarkan keputusan anda dan dokter anda. Tempat an. Cairan tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu seiring dengan sembuhnya exit site. hal ini dimaksudkan agar mencegah kuman dari hidung dan mulut anda masuk ke dalam kateter. Untuk metode ini pasien tidak memerlukan rawat inap. Menggunakan masker pada saat pergantian cairan.

fast food. kurang lebihnya sebagai berikut: kantung 1. Dalam jangka waktu yang lama fosfor akan menyebabkan tulang lebih rapuh dan mudah patah. Jumlah kalori yang diserap setiap 2 liter cairan berbeda pada setiap pasien. tomat. . ginjal tidak dapat mengeluarkan natrium yang berlebih sehingga tetap berada dalam jaringan bersama dengan air. Selain memerlukan protein tinggi ada beberapa kandungan zat yang perlu di batasi. Sehingga diperlukan protein lebih banyak guna menggantikan protein yang hilang terbawa cairan dialysis. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan protein tidak terserap oleh tubuh: Semakin besar kandungan dextrose pada cairan dialysis (4. dan bumbu rempah lainnya. dan produk susu. Untuk menggantikan natrium dapat menggunakan bawang putih. Jika terjadi infeksi dapat menyebabkan kehilangan protein juga. pepaya. fosfor banyak terdapat pada kacang-kacangan. kantung 2. Kabohidrat Pada saat menjalani terapi Dialysis peritoneal. Makanan yang mengandung natrium tinggi sangat perlu dihindari. maka fosfor akan menumpuk pada tubuh anda. ikan. tubuh menerima kalori secara normal dari makanan yang dikonsumsi. Sebaiknya hindari garam diet dikarenakan mengandung kalium tinggi.Pola Makan Pengguna Terapi Peritoneal Dialysis Pengguna terapi peritoneal dialysis memerlukan makanan berprotein tinggi guna melawan infeksi.25%) semakin banyak protein yang hilang. Dikarenakan sejumlah protein terbawa cairan dialisis pada saat cairan tersebut dikeluarkan. ditambah dari cairan dialysis yang masuk ke dalam rongga peritoneal mengandung glukosa sejenis gula. Perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran hijau yang mengandung kalium tinggi seperti pisang. dan keju. Saat ginjal tidak berfungsi. Dapat diperhatikan jika mengkonsumsi makanan yang mengandung natrium (garam) akan menimbulkan rasa haus sehingga akan sulit mengontrol jumah cairan yang diminum. Kalium Merupakan elektrolit yang dibutuhkan untuk fungsi syaraf dan otot yang baik. Asupan natrium dan garam yang tinggi menyebabkan tubuh menahan air dan tekanan darah menjadi tinggi. lada. Produk sisa tersebut adalah: Fosfor Ketika ginjal tidak dapat mengeluarkan kelebihan fosfor. Kelebihan dan kekurangan dalam kalium dapat menyebabkan otot menjadi lemah dan sering kram. jeruk limau. Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik akan sulit untuk membuang kelebihan kalium. dikarenakan ada sejumlah produk sisa di dalam darah yang tidak dapat terbuang dengan sempurna selama dialysis peritoneal. kudapan yang asin. Natrium Adalah elektrolit yang berperan dalam mengontrol cairan dan tekanan darah di dalam tubuh. Dan kadar kalium yang tinggi dapat membahayakan jantung. makanan ini berupa makanan kaleng.5% mengandung 80 kalori. Hindari menggunakan garam diet / pengganti. bumbu penyedap. jambu biji.5% mengandung 14% kalori. bawang. kecap. kentang dan kacang-kacangan.

Nilai tersebut tergantung karateristik peritoneal. dan jumlah yang diresepkan oleh dokter .25% mengandung 230 kalori.kantung 4.