You are on page 1of 2

KERANGKA ACUAN PEMANTAUAN MP ASI

1. Pendahuluan
Dalam rangka menangulangi dapak krisis ekonomi terhadap
status kesehatan dan gizi pada keluarga miskin, berbagai langka dan
upaya terus-menerus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat
luas. Salah satu upaya adalah pemberian makanan tambahan kepda
bayi berupa MP-ASI yang telah difortifikasi (blendeed food).
Pelaksanaan kegiatan pemberian MP-ASI yang dimulia dari
tingkat produksi-distribusi-penyimpanan dan pelaksanaannya di
tingkat rumah tangga/konsumen memerlukan pengelolaan yang baik
mengingat MP-ASI ini merupakan bahan pangan untuk kelompok
bayi.

2. Latar Belakang
Upaya meningkatkan status kesehatan dan gizi bayi dan balita
melalui perbaikan perilaku masyarakat dengan pemberian makanan
tambahan merupakan bagian dari upaya perbaikan gizi masyarakat
secara menyeluruh.
Kebiasaan menyusui yang dilakukan oleh ibu dipedasaan dan
perkotaan perlu dipertahankan karena ASI merupakan makanan
utama dan terbaik bagi bayi. Selain mempunyai kandungan zat gizi
yang sesuai dengan kebutuhan bayi, juga mengandung zat kekebalan
yang sangat diperlukan untuk melindungi bayi dari berbagai
penyakit.
Bertambahnya umur bayi, bertambah pula kebutuhan gizinya,
sebab itu sejak usia 6 bulan bayi mulai diberi makanan pendamping
ASI (MP-ASI). Selain ASI juga memenuhi kebutuhan gizi bayi perlu
diperhatikan waktu pemberian, frekuensi, porsi, pemilihan bahan
makanan, cara pembuatan dan cara pemberian MP-ASI.

3. Tujuan
Meningkatkan status gizi pada bayi dan balita dari keluaraga miskin.

4. Langka Kegiatan
a. Tingkat Desa
Bidan di desa malakukan pendataan sasaran dengan mengisi
formulir daftar keluarga miskin dan dilaporkan kepada Kepala
Puskesmas.
b. Tingkat Puskesmas
 Tenaga pelaksana Gizi Puskesmas melakukan pengecekan
data sasaran MP-ASI yang dilaporkan oleh bidan di desa.
 Tenaga pelaksana gizi puskesmas membuat rencana
pelaksanaan kegiatan MP-ASI tingkat kecamatan dengan
langkah-langkah
 Menghitung jumlah sasaran (bayi umur 6-11 bulan).
 Menghitung kebutuhan MP-ASI adalah (jumlah sasaran) x
180 hari x 100 gram.
 Mengajukan usulan kebutuhan MP-ASI kepada Kepala
Puskesmas (lebih baik dirinci pebulan).
 Tenaga Pelaksana Gizi menginformasikan kepada bidan di
desa tentang jumlah sasaran dan jumlah MP-ASI untuk
masing-masing desa

5. Pemantauan dan Evaluasi