BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kebutuhan masyarakat akan sebuah lembaga agama yang
menaungi dan menjamin hak keagamaan seta menjawab semua
permaslahan masyarakat yang berkaitan dengan hukum islam
merupakan sebauah singgungan yang membuat para ulama
bertekad mendirikan sebuah lembaga independen dibawah
naungan pemerintah yang sah.
Lembaga tersebut dikenal dengan istilah Majelis Ulama
Indonesia yang merupakan bentuk lembaga keagamaan yang
dipimpin oleh seorang ketua umum yang saat ini dijabat oileh Din
Syamsudin. MUI juga memiliki cabang di berbagai kabupaten dan
kota. Hal ini memiliki tujuan untukj mempermudah MUI dalam
mengetahui permasalahan di masyarakat itu secara akurat agar
dapat diberikan jawaban yang sesuai kebutuhan.

B. RUMUSAN MASLAH
Dalam setiap penelitian lazimnya akan dibuat rumusan
masalah. Adapun rumusan masalah pada pembahasan kali ini
diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Apakah yang dimaksud dengan MUI ?
2. Bagaimanakah sejarah dan kinerja MUI ?
3. Apakah contoh-contoh hasil fatwa MUI ?

C. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini diantaranya
yakni :
1. Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan MUI;
2. Untuk mengetahui bagaimanakah sejarah dan kinerja
MUI;
3. Untuk mengetahui apakah contoh-contoh hasil fatwa MUI.

1

responsive dan reventif terhadap berbagai problem-problem itu sedini mungkin dapat diatasi. Jakarta. BAB II PEBAHASAN A. Majelis yakni wadah atau perkumpulan. Beirut. damai dan sejahtera dalam Negara kesatuan Republik Indonesia. PENGERTIAN MUI Majelis Ulama Indonesia atau sering dikenal dengan istilah MUI terdiri dari tiga suku kata. FORMAS. dan ukhuwah insaniyah. Al- Maktabah al-Katulikiyah.1 Majelis Ulama Indonesia adalah wadah musyawarah para ulama.2 Dengan demikian dapat diketahui dengan jelas bahwa MUI merupakan sebuah lembanga yang akan sedia mengayomi 1 Luis Ma’luf. H. Ulama memiliki makna orang yang memiliki ilmu pengetahuan atau mengetahui akibat sesuatu. ukhuwah wathaniyah. aman. 527 2 Tim Penulis MUI Pusat. Al-Munjid fi Luhah wal Adab wal Ulum. zu’ama dan cendikiawan muslim yang kehadirannya bermanfaat untuk mengayomi dan menjaga umat. demi untuk mencapai dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis. untuk tidak menimbulkan dampak yang lebih luas pada masyarakat khusus nya umat islam. Mengenal dan mewaspadai penyimpangan syi’ah di Indonesia. Untuk menjalankan fungsi dan tujuan diatas MUI melakukan upaya pendekatan yang proaktif. Hal 15 2 . Selain itu MUI juga sebagai wadah silaturahim yang menggalang ukhuwah islamiyah.

H. B. Syari’at islam tidak hanya berupa akidah dan akhlak. dan hukum yang berkaitan dengan muamalah. Jakarta Selatan. Dr. SEJARAH MUI 3 Habib Rizieq Shihab. Oleh sebab itu dibentuklah MUI sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat islam di Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa MUI adalah salah satu wadah di Indonesia yang berfungsi menegakkan syari’at islam ditengah masyarakat yang majemuk. H.Abdullah Syah MA. Karena itu syari’at islam diturunkan menjadi rahmat kepada alam seluruhnya.3 sehingga dengan hadirnya MUI dapat meminimalisir dan menjadi wadah yang berfungsi menegakkan syari’at. tetapi meliputi seluruh hukum yang menyangkut hubungan dengan Allah. 24 3 .masyarakat dari berbagai isu-isu yang akan meresahkan dan memberikan fatwa untuk menc\jawab persoalan ditengah-tengah masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia. Yang Pro adalah umat yang merindukan pemimpin yang mampu mewujudkan NKRI yang lebih bersih dari berbagai konflik keagamaan baik disebabkan oleh masalah politik. aliran sesat dan lain sebagainya.4 Hal ini tentunya sulit ditegakkan apabila tidak ada lembaga yang sah dan berwenang mengayomi masalah-masalah tesebut. Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyari’ah. yakni hubungan sesama manusia dan alam sekitar. sudah biasa terdapat sambutan pro dan kontra. Suara Islam Press. Bandung. paham liberal. Butir –Butir Pemikiran Islam Prof.H. Cipta Pustaka Media. v 4 Akmaluddin Syahputra. Ketika wacana NKRI bersyari’ah digulirkan.

10 orang ulama yang merupakan unsur dari ormas-ormas Islam tingkat pusat. Momentum berdirinya MUI bertepatan ketika bangsa Indonesia tengah berada pada fase kebangkitan kembali. bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta. yang ditandatangani oleh seluruh peserta musyawarah yang kemudian disebut Musyawarah Nasional Ulama. seperti yang pernah dilakukan oleh para ulama pada zaman penajajahan dan perjuangan kemerdekaan. Antara lain meliputi dua puluh enam orang ulama yang mewakili 26 Propinsi di Indonesia. sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama. yaitu. AD. Di sisi lain umat Islam Indonesia menghadapi 4 . di mana energi bangsa telah banyak terserap dalam perjuangan politik kelompok dan kurang peduli terhadap masalah kesejahteraan rohani umat. zuama dan cendekiawan muslim. cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air. yang tertuang dalam sebuah “PIAGAM BERDIRINYA MUI”. NU. AU. 4 orang ulama dari Dinas Rohani Islam. GUPPI. AL dan POLRI serta 13 orang tokoh/cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan. Ulama Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa mereka adalah pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya). Al Washliyah. 7 Rajab 1395 H. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal. Math’laul Anwar. Muhammadiyah. DMI dan al Ittihadiyyah. Maka mereka terpanggil untuk berperan aktif dalam membangun masyarakat melalui wadah MUI. PTDI. dihasilkan adalah sebuah kesepakatan untuk membentuk wadah tempat bermusyawarahnya para ulama. Perti. setelah 30 tahun merdeka. Dari musyawarah tersebut. Syarikat Islam.

serta pendewaan kebendaan dan pendewaan hawa nafsu yang dapat melunturkan aspek religiusitas masyarakat serta meremehkan peran agama dalam kehidupan umat manusia. menjadi penghubung antara ulama dan umaro (pemerintah) dan 5 . Oleh karena itu kehadiran MUI. organisasi sosial dan kecenderungan aliran dan aspirasi politik. selama dua puluh lima tahun Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah musyawarah para ulama.tantangan global yang sangat berat. zu’ama dan cendekiawan muslim berusaha untuk memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat. sering mendatangkan kelemahan dan bahkan dapat menjadi sumber pertentangan di kalangan umat Islam sendiri. serta budaya global yang didominasi Barat. Dalam perjalanannya. Kemajuan sains dan teknologi yang dapat menggoyahkan batas etika dan moral. demi terciptanya persatuan dan kesatuan serta kebersamaan umat Islam. meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa serta. makin dirasakan kebutuhannya sebagai sebuah organisasi kepemimpinan umat Islam yang bersifat kolektif dalam rangka mewujudkan silaturrahmi. Akibatnya umat Islam dapat terjebak dalam egoisme kelompok (ananiyah hizbiyah) yang berlebihan. Selain itu kemajuan dan keragaman umat Islam Indonesia dalam alam pikiran keagamaan.

Sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya) 2. KH. Ketua Umum MUI yang pertama. Ali Yafie dan kini KH. Sahal Maffudh. lembaga Islam dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik. Sedangkan dua yang terakhir masih terus berkhidmah untuk memimpin majelis para ulama ini. KH. Sebagai gerakan Islah wa al Tajdid 5. meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi. Dalam khitah pengabdian Majelis Ulama Indonesia telah dirumuskan lima fungsi dan peran utama MUI yaitu: 1. M. Sebagai pembimbing dan pelayan umat (Riwayat wa khadim al ummah) 4.penterjemah timbal balik antara umat dan pemerintah guna mensukseskan pembangunan nasional. 6 . Syukri Ghozali. dimulai dengan Prof. Prof. Sebagai penegak amar ma’ruf dan nahi munkar Sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia mengalami beberapa kali kongres atau musyawarah nasional. KH. Sebagai pemberi fatwa (mufti) 3. Hasan Basri. Dr. Hamka. dan mengalami beberapa kali pergantian Ketua Umum. kedua dan ketiga telah meninggal dunia dan mengakhiri tugas-tugasnya.

08 7 . 2. maka akan sulit menegakkan islam dan hukum islam di Indonesia disebabkan pengaruh globalisasi dan modernisasi yang membawa Indonesia lebih kepada kiblat barat yang orientalis dan merusak bangsa.id/mui/tentang-mui/profil-mui/profil-mui.. FATWA-FATWA MUI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 01 Tahun 2001 tentang HAJI BAGI NARAPIDANA Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam sidangnya. 27 Muharram 1422 H. Demikianlah sekilas tentang Majelis Ulama Indonesia. namun mengenai kriterianya./21 April 2001 M. bahwa kedudukan istitha`ah (‫ )التستطاعة‬Narapidana dalam ibadah haji sebagai syarat wajib adalah hal yang telah disepakati oleh seluruh ulama. Setelah menimbang : 1. bahwa umat Islam Indonesia.html diakses 21/3/2015 pukul 18. nampaknya beranggapan bahwa setiap orang yang sudah memiliki sejumlah uang yang cukup untuk biaya pelaksanaan ibadah haji wajib melaksanakan haji pada saat itu. Sabtu. Tanpa adanya MUI sebagai lembaga independen yang berwenang mengatasi problem masyarakat.or. 5 Yang memiliki peranan yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. C. walaupun kondisi fisiknya 5 http://mui. ulama berbeda pendapat.

” (QS.Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. yang lazim disebut dengan istitha’ah Dengan arti bahwa istitha’ah adalah syarat wajib haji. yaitu (bagi) orang yang sangggup mengadakan perjalanan ke Baitullah... Ali Imran [3]: 97). 3. Pendapat Imam Maliki bahwa criteria istitha’ah hanya me- 8 . Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum Menimbang : HAJI BAGI NARAPIDANA HIMPUNAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Pelaksanaan ibadah haji bagi narapidana untuk dijadikan pedoman oleh umat Islam umumnya dan pihak terkait lainnya. tidak lagi memung-kinkan sehingga mengakibatkan resiko yang tidak kecil. ia wajib membiayai orang lain untuk menghajikannya (pendapat dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh kedua imam mazhab ini lihat lampiran). bahwa atas dasar itu. Pendapat Imam Syafi`i dan Ahmad bin Hanbal bahwa istitha’ah hanya menyangkut kemampuan dalam bidang biaya (mãl). Ayat ini menyatakan bahwa ibadah haji hanya diwajibkan kepada orang yang telah sanggup mengadakan perjalanan untuk haji.. sehingga orang sakit yang tidak dapat melaksanakan haji sendiri tetapi ia mempunyai biaya untuk melaksanakan haji dipandang sudah memenuhi kriteria istitha’ah. Firman Allah SWT: “. Oleh karena itu.

A. orang yang secara fisik tidak dapat melaksanakan haji sendiri tidak dipandang sudah memenuhi kriteria istitha’ah. tetapi situasi dan kondisi tidak memungkinkannya untuk melaksanakan ibadah haji. Karena itu.nyangkut kesehatan badan. Pendapat peserta Sidang Komisi Fatwa MUI 3. Menurutnya. karena suatu penyakit. Surat dari Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Depag RI 2. Orang yang sudah mempunyai biaya untuk menunaikan ibadah haji. Orang sebagaimana tersebut pada point 1 tidak dibolehkan melaksanakan haji pada saat itu tetapi ia wajib membiayai orang lain yang sudah menunaikan haji untuk menghajikannya jika diduga kuat ia tidak mlagi memiliki kesempatan haji sendiri. baik sendiri maupun dengan membiayai orang lain (pendapat dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh imam mazhab ini lihat lampiran). maupun karena dilarang oleh peraturan perundangundangan seperti narapidana. Ali Mustafa Yaqub. K. Karena itu. Fatwa Komisi Fatwa ini 9 . M. Makalah Prof.H. 2. ia sudah kewajiban menunaikan haji. Memperhatikan : MEMUTUSKAN Menetapkan : FATWA TENTANG IBADAH HAJI BAGI NARAPIDANA 1. dipandang telah memenuhi syarat istitha’ah. ia belum berkewajiban menunaikan haji. walaupun ia memiliki sejumlah harta yang cukup untuk membiayai orang lain untuk menghajikannya. baik karena sudah terlalu tua. Mengingat : 1.

ukhuwah wathaniyah.194-196 10 . Selain itu MUI juga sebagai wadah silaturahim yang menggalang ukhuwah islamiyah.6 Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 27 Muharram 1419 H. Maktabah Syamilah Nahdlatul Ulama. responsive dan reventif 6 Himpunan Fatwa MUI. KESIMPULAN Majelis Ulama Indonesia adalah wadah musyawarah para ulama. aman. disampaikan kepada Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia untuk diketahui dan di-tanfiz-kan sebagaimana mestinya. Juz 2 h. 21 April 2001 M BAB III PENUTUP A. dan ukhuwah insaniyah. zu’ama dan cendikiawan muslim yang kehadirannya bermanfaat untuk mengayomi dan menjaga umat. demi untuk mencapai dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis. Untuk menjalankan fungsi dan tujuan diatas MUI melakukan upaya pendekatan yang proaktif. damai dan sejahtera dalam Negara kesatuan Republik Indonesia.

yang ditandatangani oleh seluruh peserta musyawarah yang kemudian disebut Musyawarah Nasional Ulama. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal. GUPPI. yang tertuang dalam sebuah “PIAGAM BERDIRINYA MUI”. AD. PTDI. Syarikat Islam. 7 Rajab 1395 H. sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama. Math’laul Anwar. DAFTAR PUSTAKA 11 . dihasilkan adalah sebuah kesepakatan untuk membentuk wadah tempat bermusyawarahnya para ulama. DMI dan al Ittihadiyyah. yaitu. cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air. NU. Antara lain meliputi dua puluh enam orang ulama yang mewakili 26 Propinsi di Indonesia.terhadap berbagai problem-problem itu sedini mungkin dapat diatasi. untuk tidak menimbulkan dampak yang lebih luas pada masyarakat khusus nya umat islam. 10 orang ulama yang merupakan unsur dari ormas-ormas Islam tingkat pusat. zuama dan cendekiawan muslim. bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta. 4 orang ulama dari Dinas Rohani Islam. Perti. Al Washliyah. AL dan POLRI serta 13 orang tokoh/cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan. Dari musyawarah tersebut. Dengan demikian dapat diketahui dengan jelas bahwa MUI merupakan sebuah lembanga yang akan sedia mengayomi masyarakat dari berbagai isu-isu yang akan meresahkan dan memberikan fatwa untuk menc\jawab persoalan ditengah-tengah masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia. B. Muhammadiyah. AU.

Maktabah Syamilah Nahdlatul Ulama.H.08 PDF : Himpunan Fatwa MUI.diakses 21/3/2015 pukul 18. Al- Maktabah al-Katulikiyah.2013 Syahputra. Juz 2 12 . Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyari’ah. Luis. Ma’luf. Akmaluddin. Jakarta. Beirut. Cipta Pustaka Media. Dr. Butir –Butir Pemikiran Islam Prof. Shihab. FORMAS. 2014 Situs Web : http://mui. Al-Munjid fi Luhah wal Adab wal Ulum. Mengenal dan mewaspadai penyimpangan syi’ah di Indonesia.id/mui/tentang-mui/profil-mui/profil- mui.or. Suara Islam Press. Jakarta Selatan. Tim Penulis MUI Pusat.Abdullah Syah MA. Cet 2. Bandung.html. Habib Rizieq.