You are on page 1of 30

MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN

COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PERUSAHAAN DANONE:
AQUA

KELOMPOK 10:
BAGUS MUTAQIN (A44140050)
RIZZA MAHARANI (A44140051)
ROBI TAMBING (A44140053)
SARAH AULIA (A44140054)
NEVIERA (A44140056)

DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat
dan karunia yang telah diberikan, penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Coorporate Social Reponsibility (CSR) Perusahaan Danone : Aqua. Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen. Dalam penyusunan
makalah ini, penulis banyak menerima referensi dari teman – teman maupun internet.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun
tidak langsung telah membantu penulis dalam menulis makalah Ini.
Demikianlah makalah yang telah penulis susun. Jika ada kesalahan penyusunan dan
kesalahan penggunaan kata dan makna, kami selaku penulis memohon maaf. Penulis
mengharap kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan isi makalah ini. Terima kasih.

Bogor, 18 Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI

2
Kata Pengantar ............................................................................................................... 2
Daftar Isi ........................................................................................................................ 3
Daftar Gambar ............................................................................................................... 4
Pendahuluan ................................................................................................................. 5
Gambaran Umum Perusahaan ....................................................................................... 7
Kegiatan CSR AQUA .................................................................................................... 9
Alasan Perusahaan melakukan CSR ............................................................................ 18
Dampak Positif Terhadap Masyarakat ........................................................................... 19
Ruang Lingkung Program CSR ................................................................................... 21
Faktor Pendukung Keberhasilan .................................................................................. 24
AQUA Merupakan Go-Green Company ...................................................................... 26
Keberlangsungan Perusahaan ...................................................................................... 27
Kesimpulan .................................................................................................................. 28
Daftar Pustaka ............................................................................................................. 29

DAFTAR GAMBAR

3
Gambar 1 ................................................................................................................. 10
(Kegiatan Konservasi Lingkungan yang Dilakukan Bersama Masyarakat)
Gambar 2 .................................................................................................................. 11
(Proses Pembuatan MCK di Kampung Darmaga)
Gambar 3 ................................................................................................................. 12
(Bantuan Pendidikan yang Dilakukan AQUA yang Bertajuk Bersama AQUA
Meraih Prestasi)
Gambar 4 ................................................................................................................. 13
(Program Pembagian 1000 Paket Sembako saat Hari Raya Idul Fitri
di Desa Cicurug Mekarsari)
Gambar 5 .................................................................................................................. 15
(Program 10 L AQUA untuk 1 L Air Bersih di Kabupaten Timur Tengah Selatan)
Gambar 6 .................................................................................................................. 16
(Program Socio-Eco Bisnis yang Melibatkan Seluruh Komponen Desa)
Gambar 7 ................................................................................................................. 17
(Program Pembersihan Daerah Sekitar Sungai dan DAS)

BAB I
PENDAHULUAN

4
1.1 Latar Belakang
Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) mulai diwacanakan sejak munculnya
tulisan Howard Bowen yang berjudul “Social Responsibilty of Businessmen” pada tahun
1953. Konsep CSR sendiri pada mulanya belum diimplementasikan oleh berbagai
perusahaan karena masih terdapat pendapat yang kuat di kalangan penguasaha bahwa
tanggung jawab sosial telah dilakukan ketika pegawai atau buruh mendapatkan gajinya
secara utuh sertaanggapan bahwa CSR merupakan pengeluaran biaya yang dapat
mengurangi keuntungan perusahaan.Saat ini masyarakat mulai bangkit. Mereka mulai
menyadari dampak negatif atau hilangnya rasa nyaman atas lingkungan yang didiami
akibat keberadaan suatu perusahaan dikawasan tempat tinggalnya. Pembuangan limbah,
eksploitasi sumber daya alam dan manusia mengantarkan masyarakat pada kondisi
lingkungan yang tidak lagi seimbang. Kondisi yang merugikan ini membuat mereka
gencar memberontak dan melakukan protes.
Berdasarkan kondisi yang telah disebutkan, dalam makalah ini penulis ingin
menjelaskan mengenai bagaimana kegiatan CSR diterapkan oleh salah satu perusahaan
air minum terbesar di Indonesia serta manfaat program CSR yang telah diterapkan bagi
masyarakat. Selain itu untuk menganalis sejauh mana praktik CSR yang baik bagi
masyarakat dan perusahaan. Pro dan kontra terhadap ketentuan tersebut masih tetap
berlanjut sampai sekarang. Kalangan pelaku bisnis yang tergabung dalam Kadin dan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yangsangat keras menentang kehadiran dari
pasal tersebut. Jika ditarik pada berbagai pengertian di atas, maka CSR merupakan
komitmen perusahaan terhadap kepentingan pada stakeholders dalam arti luas dari
sekedar kepentingan perusahaan belaka. Dengan kata lain, meskipun secara moral adalah
baik bahwa perusahaanmaupun penanam modal mengejar keuntungan, bukan berarti
perusahaan ataupun penanam modal dibenarkan mencapai keuntungan dengan
mengorbankan kepentingan-kepentnganpihak lain yang terkait.

Belakangan CSR segera diadopsi, karena bisa jadi penawar kesanburuk

5
perusahaan yang terlanjur dalam pikiran masyarakat dan lebih dari itu pengusaha
dicap sebagai pemburu uang yang tidak peduli pada dampak kemiskinan dan
kerusakan lingkungan. Kendati sederhana, istilah CSR amat marketable melalui
CSR pengusaha tidakperlu diganggu perasaan bersalah. Pengertian CSR sangat
beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk
meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan
sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Beberapa
nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR
adalah corporate giving, corporate community relations, dan community
development.

1.2 Tujuan
Dengan Adanya makalah ini mahasiswa dapat memahami Coorporate Social
Responsibility (CSR) dan dampak positifnya bagi perusahaan, masyarakat, dan juga
lingkungnan.

1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkupperusahaan adalah perusahaan Nasional yaitu Danone (AQUA)
Perusahaan air murni kemasan di Indonesia.

BAB II
GAMBARAN PERUSAHAAN

6
Aqua adalah sebuah merek air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh
PT Aqua Golden Mississippi di Indonesia sejak tahun 1973. Aqua Group didirikan
olehAlmarhum Tirto Utomo, warga asli Wonosobo pada tahun 1973. Tirto Utomo atau
Kwa SienBiauw (lahir di Wonosobo, 9 Maret 1930 – meninggal 16 Maret 1994 pada
umur 64 tahun) adalah pengusahaIndonesia. Lulusan Fakultas Hukum Universitas
Indonesia ini dikenalsebagai pendiri Aqua Golden Mississipi pada tahun 1973. Pada 16
Maret 1994, ia meninggaldunia dan dimakamkan di pemakaman warga Tionghoa di
dekat Hotel Kresna, Wonosobo. Awalnya Aqua bernama Puritas, kemudian seorang
konsultan Tirto, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena
cocok terhadap imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju
dan mengubah merek produknya dari Puritas menjadi Aqua. Dua tahun kemudian,
produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentukkemasan botol kaca ukuran 950 ml
dengan harga jual Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai
Rp.46 untuk 1.000 ml.
Aqua berasal dari bahasa Latin yang artinya air, dimana pada awalnya di jual
untukorang asing, tetapi kemudian Tirto Utomo melihat pasar masyarakat Indonesia juga
memilikipotensi, sehingga dia menjual air kemasan botol ukuran kecil dan ditempatkan
di terminal-terminal bus di Jakarta dan sekitarnya, serta sepanjang jalan pantura Jawa
Tengah. Hal initernyata sukses, membuat Aqua diminati oleh para supir-supir bus dan
penumpang, sertamasyarakat lainnya. Hal ini menunjukkan, bahwa masyarakat Indonesia
sangat membutuhkan air mineral botol yang bersih. Aqua adalah merek AMDK dengan
penjualan terbesar diIndonesia dan merupakan salah satu merek AMDK yang paling
terkenal di Indonesia.
Tahun 1982, Aqua mengganti bahan baku (air) yang semula berasal dari sumur bor
ke mata air pegunungan yang mengalir sendiri (self-flowing spring) karena
dianggapmengandung komposisi mineral alami yang kaya nutrisi seperti kalsium,
magnesium, potasium, zat besi, dan sodium.Willy Sidharta, sales dan perakit mesin
pabrik

7
pertama Aqua,merupakan orang pertama yang memperbaiki sistem distribusi Aqua.
Ia memulai dengan menciptakan konsep delivery door to door khusus yang menjadi
cikal bakal sistem pengiriman langsung Aqua. Konsep pengiriman menggunakan
kardus-kardus dan galon-galon menggunakan armada yang didesain khusus
membuat penjualan Aqua Secara konsisten menanjak hingga akhirnya angka
penjualan Aqua mencapai dua triliun rupiah pada tahun 1985. Pada tahun 1984,
Pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan, Jawa Timur sebagai upaya mendekatkan
diri pada konsumen yang berada di wilayah tersebut. Setahun kemudian, terjadi
pengembangan produk Aqua dalam bentuk kemasan PET 220 ml. Pengembangan ini
membuat produk Aqua menjadi lebih berkualitas dan lebih aman untuk
dikonsumsi.Pada tahun 1995, Aqua menjadi pabrik air mineral pertama yang
menerapkan sistem produksi in line di pabrik Mekarsari.
Pemrosesan air dan pembuatan kemasan AQUA dilakukan bersamaan. Hasil
sistem in-line ini adalah botol AQUA yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih
di ujung proses produksi, sehingga proses produksi menjadi lebih higienis.Pada
tahun 1998, karena ketatnya persaingan dan munculnya pesaing-pesaing baru, Lisa
Tirto sebagai pemilik Aqua Golden Mississipi sepeninggal suaminya Tirto Utomo,
menjual sahamnya kepada Grup Danone pada 4 September 1998. Akusisi tersebut
dianggap tepat setelah beberapa cara pengembangan tidak cukup kuat
menyelamatkan Aqua dari ancaman pesaing baru.

8
BAB III
KEGIATAN CSR AQUA

Perseroan Aqua telah berdiri selama hampir 36 tahun dan selama itu pula Perseroan
ini
sangat bergantung pada sumber daya air sebagai bahan baku utamanya. Ketersediaan air
untuk kelangsungan usaha Perseroan Aqua sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan
sumber air yang tidak terlepas dari keberadaan masyarakat yang tinggal dalam radius
tertentu di sekitarnya yang merupakan bagian dari lingkungan itu sendiri. Perseroan
menyadari pentingnya keseimbangan antara sumber air, Perseroan dan masyarakat di
lingkungan sekitar sebagai salah satu syarat terciptanya pertumbuhan berkelanjutan.
Perseroan berkomitmen menjalankan berbagai kegiatan atau program dalam rangka
menciptakan keseimbangan serta wujud Tanggungjawab Sosial Perseroan.
Perseroan Aqua sudah menerapkan pendekatan berbasis masyarakat dalam
menjalankan program-program sosialnya dengan melakukan kemitraan dengan
masyarakat, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yanglain. Pertumbuhan
Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Sustainable Development and
Corporate Social Responsibility – SD&CSR) telah menjadi bagian dari kebijakan
strategis Perseroan di bawah payung “AQUA Lestari”, yaitu perkembangan
berkelanjutan berbasis masyarakat. Kegiatan-kegiatan atau program yang telah
dilaksanakan Perseroan di lingkungan pabriknya antara lain:
1. Konservasi Lingkungan
Perseroan Aqua turut berkontribusi dalam inisiatif-inisiatif konservasi lingkungan.
Fokus kegiatan konservasi yang dilakukan Perseroan pada saat ini adalah pembibitan
pohon keras dan pohon buah, yang merupakan langkah awal dari kegiatan konservasi di
hutan dan daerah tangkapan air. Program yang dinamakan “Hutan Sekolah” dirancang
untuk melibatkan sekolah-sekolah supaya ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan.
Selama Tahun 2008, sudah 3 sekolah yang terlibat, yakni SDN Babakan Pari 2, SDN
Dukuh dan Madrasah Al Barokah.

9
Murid dan guru dari ketiga sekolah dengan pendampingan Perseroan dan Kebun
Raya Bogor, mengembangkan pembibitan pohon keras dan buah di lingkungan
sekolah. Selain itu, dilakukan juga penanaman pohon di daerah sekitar daerah
sumber dan pembagian pohon manggis sebanyak 4.000 buah yang dilakukan dalam
dua tahap kepada 1.665 Kepala Keluarga di Desa Tangkil, Kecamatan Ciawi sebagai
lanjutan dari program tahun lalu di Desa Babakan Pari. Pada tahun ini, Perseroan
juga mulai bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al- Amin dalam program
pembibitan Pohon Puspa dan Albasia yang nantinya digunakan untuk program
konservasi Gunung Salak.
Perseroan dalam melakukan kegiatannya selalu mengacu pada kebutuhan
masyarakat sekitar, dan bekerja sama dengan pemerintah, sekolah dan masyarakat di
daerah sekitar Pabrik dalam pembibitan, pendistribusian dan penanaman pohon, baik
di daerah konservasi, lingkungan desa, pekarangan masyarakat maupun di sekitar
sumber AQUA.
Gambar 1 Kegiatan Konservasi Lingkungan yang Dilakukan AQUA Bersama Masyarakat

1. Air Bersih Hidup Sehat
Program Air Bersih Hidup Sehat merupakan program yang dirancang oleh
Perseroan untuk berkontribusi dalam upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat
melalui peningkatan kesehatan lingkungan. Pada tahun 2008, Perseroan
mengimplementasikan program tersebut di Kampung Darmaga, Babakan Pari, yang

10
lokasinya berdekatan dengan Sumber Air Kubang. Sebelum program tersebut
dilaksanakan, masyarakat menggunakan air yang berasal dari rembesan sawah yang
disalurkan ke kolam penampungan air. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan
sehari-hari seperti mandi, cuci, masak, wudhu dan kebutuhan lainnya.

Di dalam program ini, kegiatan yang dilakukan adalah pembangunan instalasi
pompa, penampungan air, MCK umum, dan tempat wudhu yang dapat dimanfaatkan
oleh sekitar 320 orang yang merupakan penduduk Rt 4 - Rw 2, Desa Babakan Pari. Pada
pelaksanaan Program Air Bersih Hidup Sehat ini, Perseroan bekerja sama dengan Panitia
Sarana Air Bersih yang dibentuk secara mandiri oleh masyarakat.
Partisipasi masyarakat ditunjukkan dengan keterlibatan yang aktif dalam
perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan fasilitas yang telah terbangun. Kontribusi
Perseroan dalam program ini berbentuk bantuan teknis, peralatan dan material bangunan,
pompa, listrik, serta pemipaan. Selain pembangunan sarana-sarana tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melanjutkan program ini dengan pelatihan dan penyuluhan perilaku
hidup bersih bagi masyarakat.

Gambar 2 Proses Pembuatan MCK di Kampung Darmaga

2. Pendidikan
Sejak akhir tahun 2007 Perseroan berpartisipasi dalam mengembangkan program
pendidikan di sekitar lokasi Pabrik Perseroan. Program pendidikan yang telah
dikembangkan, mengutamakan pola transparansi dan kemitraan, baik melalui capacity
building (perencanaan, pelaksananaan, pelaporan) dan pendanaan. Dengan

11
mempertimbangkan sejumlah faktor, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun
Perseroan maka disusunlah Program Bantuan Sekolah (Supporting School Program).
Program ini bertujuan untuk memperkaya dalam bentuk dukungan pendidikan dari
Perseroan.
Secara rutin, Perseroan mulai memberikan kontribusi tersebut kepada 25 SD/MI
sekitar lokasi pabrik berupa pengembangan infrastruktur maupun kelengkapan lain yang
terkait dengan aktivitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah tersebut. Di samping itu,
Perseroan juga turut mengembangkankampanye lingkungan hidup bagi murid-murid
sekolah melalui RAMSAR Game. Pendidikan tentang lingkungan hidup yang
disampaikan melalui permainan ini, dapat dimainkan di dalam kelas. Diharapkan dapat
menumbuhkan kesadaran dan kecintaan anak-anak sebagai generasi penerus akan arti
pentingnya pelestarian lingkungan.

Gambar 3 Bantuan Pendidikan yang Dilakukan AQUA yang Bertajuk Bersama AQUA Meraih Prestasi

3. Bantuan Sosial
Selain tiga program tersebut, kepedulian Perseroan kepada masyarakat juga
ditunjukkan dengan melakukan bantuan-bantuan sosial, antara lain:

 Khitanan masal dan pembagian hewan kurban setiap tahun di sekitar pabrik.

Pengobatan gratis di Desa Mekarsari dan Babakan Pari bekerja sama dengan
Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Sukabumi

 Perbaikan saluran air untuk penanggulangan banjir di sekitar Pabrik

12
Citeureup. Perseroan tetap terus melaksanakan program-program tanggung
jawab sosialnya secara bertahap, dan berkesinambungan dengan melibatkan
para pemangku kepentingan. Pengeluaran Perseroan dalam program sosial
pada tahun 2008 sejumlah Rp. 1,5 milyar yang dialokasikan untuk program-
program dan bantuan sosial untuk masyarakat di sekitar pabrik-pabrik milik
Perseroan.

 Pemabagian 1000 paket sembako saat hari raya Idul Fitri yang dilakukan di

Desa Cicurug, Mekarsari, Jawa Barat. Pembagian sembako ini diikuti pula
oleh pejabat serta warga setempat.

Gambar 4 Program Pemabagian 1000 Paket Sembako saat Hari Raya Idul Fitri di Desa Cicurug, Mekarsari

Selain melakukan program CSR di lingkungan sekita perusahaan, AQUA juga
melakukan program CSR ke beberapa wilayan Indonesia. Adapun program CSR AQUA
yang dilakukan di beberapa wilayah Indonesia adalah:

1. Program Air Bersih di NTT
Masih banyak daerah di Indonesia yang kesulitan mendapat akses air bersih. Padahal,
air bersih merupakan faktor penting untuk mewujudkan hidup sehat. Di beberapa daerah
di Nusa Tenggara Timur masih banyak warganya yang mengalami kelangkaan air bersih.
Untuk mendapatkan air bersih, tak jarang mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang
jauh. Alhasil, banyak anak-anak yang kehilangan waktu bermain karena harus
mengambil air. Di salah satu desa di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur,

13
jarak sumber air dengan rumah penduduk sangat jauh.
Kelangkaan air bersih memang menjadi sumber munculnya berbagai persoalan di
TTS. Masa depan sekolah tak terurus karena anak-anak harus berkonsentrasi penuh
mencari air bersih. Belum lagi penyakit demam berdarah, malaria, dan diare akut silih
berganti mendera mereka. Lebih lanjut, pihak Aqua akan menyediakan 10 liter air bersih
bagi komunitas untuk kebutuhan memasak, mencuci, dan mandi dari setiap 1 liter botol
Aqua ukuran 600 mililiter dan 1.500 mililiter berlabel khusus yang terjual sejak Juli
2007 sampai dengan September 2007.
Kemudian pada 13 Agustus 2009, Danone AQUA hari ini bersama-sama
mengumumkan peluncuran program komunitas jangka panjang ”1L AQUA untuk 10 L
Air Bersih” atau lebih dikenal dengan nama program lanjutan ”Satu untuk Sepuluh”.
Program Satu untuk Sepuluh merupakan program penjangkauan masyarakat yang
bertujuan untuk mempromosikan hidup sehat dengan menyediakan akses air bersih dan
pendidikan kesehatan.
Baskorohadi Sukatmo, Brand Director, DANONE AQUA mengatakan, ”Untuk setiap
liter produk AQUA berlabel khusus yang dijual, program ini berkomitmen untuk
memberikan 10 liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Satu untuk
Sepuluh tahap II ini merupakan kelanjutan dari program tahap pertama. Pada tahap
pertama, kami telah menyediakan akses air bersih kepada lebih dari 12.000 penerima
bantuan di beberapa desa di Kecamatan Boking dan Amanatun Utara di NTT. Sedangkan
untuk tahap II, AQUA menargetkan untuk menjangkau 18.900 penerima bantuan di desa-
desa di Kecamatan Boking, Amanatun Utara, Toianas dan Noebana di NTT.”
Kami kembali mengimplementasikan program baru di NTT mengingat proyek SUS
2007 merupakan program yang menunjukkan keberhasilan di mana telah memberikan
kontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat yang tinggal di TTS
(Timor Tengah Selatan), NTT (Sebagai contoh, sebelum implementasi program, waktu
yang diperlukan untuk memperoleh air adalah 46 menit. Sekarang diperkirakan menjadi
20 menit. Jarak tempuh untuk memperoleh air sebelum program ini dilakukan adalah 700
meter. Dan sekarang diperkirakan menjadi 200 meter).

14
Pertama karena masalah kelangkaan air tetap menjadi suatu tantangan besar yang
harus ditangani melalui pendekatan baru. Kedua – karena hal ini sejalan dengan
semangat kelanjutan dan tujuan pendekatan, adalah penting untuk tetap fokus dan
berkomitmen terhadap tantangan kelangkaan air ini untuk menciptakan dampak yang
berkesinambungan. Implementasi program Satu Untuk Sepuluh di Nusa Tenggara Timur
dilaksanakan oleh AQUA yang bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat
Internasional, Action Contre la Faim (ACF). Selain itu, dalam rangka kelanjutan
pemberdayaan kapasitas masyarakat lokal, kami juga bekerja sama dengan Lembaga
Swadaya Masyarakat Lokal, yaitu YASNA dan pemerintah daerah TTS.
Terdapat tiga kunci utama yang menentukan keberhasilan program. Pertama yaitu
perbaikan akses air bersih yang diukur dengan jumlah air yang tersedia dan jarak tempuh
yang lebih dekat dan waktu yang lebih singkat untuk memperoleh kebutuhan air minum
dan memasak bagi individu dan rumah tangga. Kedua, meningkatnya kesadaran untuk
terbiasa hidup bersih dan sehat melalui penyuluhan kesehatan. Ketiga adalah aplikasi
yang tepat melalui proses participatory dari stakeholder lokal untuk memastikan
kelanjutan program.
Gambar 5 Program 10L AQUA Untuk 1L Air Besih di Kabupaten Timur Tengah Selatan

2. Program Pembangunan Desa Sosio-eko-bisnis
Berkaitan dengan program pemerintah Go Organic 2010, Danone Aqua memfasilitasi
pengembangan masyarakat menuju desa sosio eko bisnis di Desa Karanglo, Kecamatan
Polonharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Corporate Sosial Responsibilty dari
Danone Aqua ini ini dihadiri Menteri Pertanian Suswono sekaligus memberikan

15
pengarahan kepada petani di Laboratorium Pertanian Desa di Desa Karanglo, Klaten
pada Rabu, 17 Februari 2010. Kegiatan yang melibatkan Gabungan Kelompok Tani
(Gapoktan) Tani Mulyo Desa Karanglo merupakan pendekatan sosial dan lingkungan
komunitas yang inovatif serta multipihak dengan tujuan pelestarian lingkungan, terutama
sumber daya air dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami bangga dapat mendukung program pemerintah Go Organic 2010. Ini sesuai
dengan komitmen ganda perusahaan terhadap kegiatan usaha dan sosial,” kata Pimpinan
Danone Aqua Parmaningsih Hadinegoro dalam acara Wilujengan Garap Pasiten. Selama
ini kata dia, pihaknya telah berupaya meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat
dan ekonomi produktif lainnya yang berbasis ramah lingkungan melalui program Aqua
Lestari.
Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Jawa Tengah untuk Sustainable
Development dan Social Responsibility Danone Aqua, Fainta Susilo Negoro. Ia
mengatakan keberhasilan berbagai program dari Hulu ke Hilir, termasuk peresmian
Laboratorium Pertanian Desa di Desa Karanglo, kecamatan Polonharjo, merupakan suatu
bentuk kelanjutan dari program CSR Danone Aqua yang didukung oleh Pemda, LSM,
gapoktan dan masyarakat setempat.
Perusahaan membantu melakukan reboisasi taman nasional, penanaman bibit pohon,
menyediakan akses air bersih, pemetaan penggunaan lahan dan air irigasi sampai dengan
melakukan pelatihan manajemen pertanian dengan tujuan untuk memajukan serta
memberikan manfaat.
Sementara Menteri Pertanian Suswono mengatakan proyek kerjasama ini menjadi
salah satu proyek percontoan dari sistem pertanian anorganik menjadi sistempertanian
organik. “Program ini akan dikembangkan di seluruh Indonesia untuk mengolah tanah
yang rusakakibat sistem pertanian anorganik yang menggunakan pupuk kimia," kata dia.

16
Gambar 6 Program Socio-Eco Bisnis yang melibatkan seluruh komponen masyarakat

3. Program Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)
Direktur Sustainable Development Department Danone Aqua, Yann Brault menjelaskan,
Danone memiliki komitmen ganda. Yakni, keberhasilan bisnis dan perkembangan sosial.
Yann menjelaskan, ada beberapa program CSR yang dijalankan Aqua. Antara lain, program
pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).
Menurut Yann. saat ini ada sekitar delapan DAS yang masuk ke program CSR Aqua.
"Program ini dibagi ke dalam dua bagian, yakni hulu dan hilir," ujar Yann. Di hulu,
tambahnya, dilakukan dengan melakukan perlindungan hutan dan merehabilitasi lahan kritis.
Pertanian di sekitar aliran sungai pun dibuat agar lebih ramah lingkungan yang arahnya
menuju pertanian organik. Selain itu. Aqua juga melakukan pengolahan sampah.
Aqua pun ikut serta dalam program penanaman pohon. Tahun ini, Yann menargetkan
dapat menanam 400 ribu pohon, termasuk mangrove. "Untuk bagian hilir, kami sesuaikan
dengan daerah di sekitar DAS. Untuk masyarakat laut misalnya, maka kami membuat
program untuk melindungi daerah laut." papar Yann. Kegiatan CSR Aqua lainnya adalah
program air bersih yang berjalan sejak 2007. Program ini bertujuan untuk menciptakan
pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

17
Gambar 7 Program Pembersihan Daerah Sekitar Sungai dan DAS

BAB IV
ALASAN PERUSAHAAN MELAKUKAN CSR

Aqua menyadari bahwa produk yang mereka produksi adalah air mineral yang
merupakan sumber daya alam, sehingga program CSR yang mereka buat sebagian besar
berorientasi pada pelestarian alam. Dengan melestarikan alam, disamping mereka
membantu masyarakat dan Negara dengan menciptakan lingkungan alam yang baik,
tentunya program pelestarian alam tersebut dapat menjaga produksi air mineral yang
baik pula. Mengingat air menieral merupakan komoditi yang mereka perjualkan.
Selain melestarikan alam, Aqua juga mengadakan program-program CSR dalam bidang
pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut dilakukan
diseluruh golongan terkait baik itu di sekitar lingkungan pabrik, kemudian yang berskala
nasional, maupun yang berskala internasional dengan mendukung program Millenium
Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna memerangi kemiskinan
dan kelaparan di berbagai belahan dunia.
Didalam menjalankan program-program CSR nya, Aqua pun bekerjasama dengan
berbagai lapisan masyarakat, LSM, dan oraganisasi pemerintah sehingga proses
pelaksanaan program CSR tersebut dapat terpantau oleh seluruh golongan.Tidak hanya
sampai disitu, Aqua pun didalam melaksanakan program-program CSR nya selalu
mengutamakan aspek yang berkelanjutan. Dimana setiap program CSR yang telah
dilaksanakan dipantau perkembangan dan tingkat keberhasilannya, kemudian program
tersebut dilakukan secara continue dan berkesinambungan sehingga tidak hanya sekedar
membahagiakan masyarakat secara instant dan sekejap. Jika ditinjau berdasarkan salah
satu prinsip CSR yaitu “Triple Bottom Lines”, dimana perusahaan harus memperhatikan

18
tiga unsur penting diantaranya:

 Profit (Perusahaan tetap harus berorientasi untuk mencari keuntungan ekonomi

yang memungkinkan untuk terus beroperasi dan berkembang)

 People (Perusahaan harus memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan manusia)

 Planet (Perusahaan peduli terhadap lingkungan hayati. Beberapa program CSR

yang berpijak pada prinsip ini biasanya berupa penghijauan lingkungan hidup)
BAB V
DAMPAK POSITIF TERHADAP MASYARAKAT

Kegiatan CSR dilakukan secara berkelanjutan hingga dapat membentuk masyarakat yang
mandiri, sementara donasi biasanya hanya memberikan efek sementara.Industri harus mampu
mendorong kegiatan CSR-nya menjadi kegiatan yang dapat mengembangkan masyarakatnya.
Upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Danone Aqua mungkin dapat dijadikan
salah satu inspirasi bagi dunia industri.Sebagai salah satu pelaku industri, PT Tirta Investama,
produsen air minum dalam kemasan Aqua melakukan sejumlah pemberdayaan masyarakat
dan dukungan pengembangan UKM sebagai bagian dari kegiatan CSR Danone Aqua.
Program CSR telah dilakukan Danone Aqua sebelum melakukan investasi di berbagai daerah
melalui pembangunan pabriknya.Hal ini berbanding terbalik dengan kebiasaan investor yang
baru mulai melakukan CSR ketika pabriknya sudah berdiri.
Danone Aqua melakukan kegiatan CSR sejak tahap perencanaan investasi. Hal ini secara
tidak langsung menunjukkan keseriusan itikad baik Danone Aqua terhadap masyarakat untuk
turut serta mengembangkan ekonomi masyarakat dan daerahnya. Kami ingin menunjukkan
kepada masyarakat tentang komitmen bisnis kami yang tidak semata melakukan usaha bisnis,
tapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan sosial lingkungan”, jelas Troy
Pantouw (Direktur Komunikasi PT Tirta Investama).
Tujuan peningkatan ekonomi masyarakat menjadi target dari kegiatan pemberdayaan
masyarakat dan pengembangan UKM oleh Danone Aqua. Di wilayah Pasuruan tempat 2
lokasi pabrik Aqua berdiri menjadi salahsatu contoh dimana Tim CSR Danone Aqua

19
bekerjasama dengan LSM membentuk kelompok-kelompok kerja.Salahsatunya kelompok
kerja Jati Anom di Desa Karangjati yang mengelola sampah plastik menjadi sebuah kerajinan
dan sampah organik menjadi kompos.
Ada juga kelompok kerja lainnya dari warga desa yang terdiri dari kaum pria yang
melakukan budidaya jamur tiram dan keripik. Contoh lain juga dilaksanakan di Desa
Dayurejo dimana CSR Danone Aqua membantu pemberdayaan masyarakat sekitar lewat
pengolahan sabun sereh, arang, dan budidaya tanaman kopi. Di daerah Kebon Candi, Danone
Aqua juga membantu pertanian organik, peternakan sapi perah dan kambing etawa
masyarakat sekitar.
Di luar dukungan pemberdayaan masyarakat di lapangan, beberapa pelatihan kerja
berupa motivasi kewirausahaan, teknis kewirausahaan, pemberian bantuan modal awal,
alat-alat, bahan baku hingga pendampingan juga dilakukan Danone Aqua dan LSM.
Bahkan Danone Aqua bekerjasama dengan UKM di Pasuruan mengembangkan Koperasi
bernama “Akar Daun” untuk keberlanjutan dan kemandirian kelompok kerja yang
ada.Hal ini memudahkan pengembalian modal kerja sehingga dapat bermanfaat untuk
pengembangan usaha masyarakat yang lainnya.Danone Aqua juga secara aktif
memberikan media promosi bagi produk UKM tersebut dengan mengikutsertakan
mereka dalam sejumlah pameran dalam skala regional.
Pujian untuk Aqua datang dari Ghofur (Warga Kebon Candi, Kecamatan Gondang
Wetan, Pasuruan).Dahulu perkerjaan utama warga hanya bercocok tanam di
sawah.Datangnya Aqua memberikan wawasan baru kepada masyarakat tentang
pengolahan plastik. Saat ini kami telah mengelola sampah plastik bersama warga berupa
PET dam BDPE di sela senggang ketika para petani pergi ke sawah.Hasilnya lumayan
buat tambah-tambah.Hasil olahan sampah tersebut sudah sering di kirim dan diterima
pabrik plastik di Surabaya.
Rasa syukur atas keberadaan pabrik Aqua juga dikemukakan Ibu Rikah (Warga Desa
Karangjati – Pandaan). Dijelaskan Warung makanan dan minuman miliknya yang ada di
depan pabrik ini punya omzet antara Rp 200 ribu tiap harinya. Saat rame bisa
mendapatkan omzet Rp 250 ribu hingga RP 300 ribu.Kebanyakan memang sopir-sopir

20
truk pengangkut Aqua dan pekerja pabrik disini yang makan.Para satpam pun juga
hampir setiap hari makan di warungIbu Rikah. Dengan berjualan seperti ini, anak-anak
Ibu Rikah bisa lulus hingga SMA.

BAB VI
RUANG LINGKUP PROGRAM CSR

Program CSR AQUA mencakup Lingkungan hidup, Penghematan dan Efesiensi Energi dan
Pengembangan Mansyarakat.

 Penghematan dan Efisiensi Energi

Seiring dengan produksi yang terus bertambah, penambahan pemakaian energi memang
tidak dapat dihindari. Namun, kami terus berupaya melakukan berbagai inisiatif dalam
pengurangan dan efisiensi pemakaian energi dalam operasional kami.
Berbagai inisiatif efisiensi energi terus kami lakukan, beberapa di antaranya adalah :
Fix the basic, mengurangi listrik, mengganti penggunaan freon R-22 dengan freon yang lebih
ramah lingkungan dan menutup kebocoran pada mesin.Meningkatkan efisiensi mesin,
pemanfaatan kembali output energi yang terbuang, dan mengganti mesin lama dengan mesin
baru yang lebih hemat energi. Penggunaan energi baru terbarukan, seperti penggunaan energi
geothermal di pabrik Berastagi dan memperluas penggunaan CNG di pabrik Kebon Candi
dan Pandaan.

 Lingkungan Hidup

Inovasi kemasan yang ramah lingkungan dan higienis.Aqua berupaya untuk membuat
inovasi-inovasi kemasan yang ramah lingkungan dengan tetap memastikan sesuai standar

21
keamanan pangan dan higienis. Pada tahun 2007-2008, AQUA mengembangkan program
Lightweighting pada kemasan 240 ml dengan mengurangi kebutuhan material kemasan
melalui redesain kemasan. Tahun 2010, AQUA menggunakan campuran plastik High Density
Polyethylene (HDPE) dan Low Density Polyethylene (LDPE) untuk kemasan AQUA galon
dan menggunakan teknologi double injection pada tutup kemasan AQUA Galon. Penerapan
teknologi ini juga bertujuan untuk mengurangi pemalsuan (counterfeiting) produk AQUA.
Lalu 2011, AQUA melakukan desain tutup dan teknologi double injection yang telah
diterapkan sehingga unit produk AQUA Galon tidak lagi memerlukan seal plastik untuk
menjaga kualitas produk. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemasan. Kami juga
melakukan penggantian bahan baku seluruh label pada produk dan kemasan AQUA, dari
material jenis plastik Polyvinyl Chloride (PVC) menjadi OPP yang terbuat dari jenis plastik
PET yang lebih
ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Pada 2012, AQUA Group bekerja sama
dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menjajaki peluang
pemanfaatan biomaterial sebagai bahan baku kemasan minuman.
AQUA juga menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam operasionalnya,
sebagai berikut :
Reduce: Di tahun 2005, kami menginisiasi program penelitian dan pengembangan yang
bertujuan untuk varian produk. Komponen kemasan ini terdiri dari botol plastik, botol
kaca, tutup botol, karton, selotip, kemasan galon, dan ragam lainnya sesuai dengan
masing-masing varian dan lini produk. Lightweighting adalah salah satu inisiatif dalam
mengurangi pack ratio (rasio material yang digunakan terhadap volume produksi).
Reuse: Galon AQUA merupakan kemasan yang returnable.
Recycle: Pada 1993, AQUA Group menjalankan program AQUA Peduli, bertujuan untuk
mengurangi pencemaran tanah akibat sampah kemasan. Di tahun 2009, AQUA juga
mengembangkan Program Pemberdayaan Pemulung (Pemulung Empowerment Program-
PEP) karena pemulung memiliki peran penting dalam industri ini. Oleh karena itu,
melalui PEP, kami bertujuan untuk memberdayakan para pemulung, memperbaiki
kesejahteraan mereka dan sekaligus mengurangi dampak lingkungan sampah kemasan.

22
Sebagai implementasi dalam mewujudkan Kebijakan Sumber Daya Air, AQUA Group
memiliki strategi besar Water Conservation. Strategi ini menjadi panduan perusahaan
dalam mengadakan berbagai program dan kegiatan pelestarian air dan lingkungan.
Aspek-aspek yang dipertimbangkan dalam pengembangan strategi besarnya meliputi :
alam dan lingkungan, sosial ekonomi, pengembangan kelembagaan, pendidikan, dan
pembiayaan.
Dalam implementasinya, AQUA Grouup melibatkan para pemangku kepentingan
untuk bersama-sama melakukan pelestarian di sekitar daerah resapan air dan sumber air
dari tindakan perusakan maupun kontaminasi bahan kimia. Karenanya AQUA
mengembangkan program biopori,sumur resapan,dan mendorong perilaku organik bagi
petani dan masyarakat di sekitar area tersebut.

 Pengembangan masyarakat

Kegiatan CSR yang dilakukan PT Tirta Investama (Danone Aqua) secara
berkelanjutan dari pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UKM hingga dapat
membentuk masyarakat yang mandiri. PT Tirta Investama memandang bahwa
pengembangan masyarakat bukan hanya kewajiban pemerintah saja, maka perusahaan
bersifat mendukung secara langsung kepada masyarakat ketika pendanaan pemerintah
terbatas untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UKM. Danone Aqua
melakukan kegiatan CSR sejak tahap perencanaan investasi. Hal ini secara tidak
langsung menunjukkan keseriusan itikad baik Danone Aqua terhadap masyarakat untuk
turut serta mengembangkan ekonomi masyarakat dan daerahnya.

23
BAB VII
FAKTOR PENDUKUNG KEBERHASILAN CSR

CSR Aqua tentang pengadaan Air Bersih, jika kita mengkritisi program CSR tersebut
maka akan tampak ketiga faktor itu akan muncul. Dalam program CSR pengadaan air
bersih Aqua menunjukan sikap kepeduliaanya terhadap lingkungan kususnya dalam
kategori air sebagai sumber penghidupan mengingat sektor bisnis yang digalakan dalam
hal penjualan air minum maka akan menjadi tidak etis jika perusahaan Aqua kurang
peduli akan fenomena kelangkaan air minum, sekaligus sebagai bentuk kepatuhannya
terhadap peraturan UU Perseroan Terbatas mengenai Program CSR.

Faktor Internal
Umumnya perusahaan menyadari jika dirinya termasuk dalam kelompok sosial
yang berkecimpuk di suatu tempat tertentu dan berkaitan dengan kelompok sosial
lainnya.
Perusahaan menyadari jika niatan membantu sesama kelompok sosial (manusia) dan

24
menjaga kelestarian lingkungan (Bumi) merupakan suatu tindakan yang mulia dan
dianjurkan disetiap agama
Perusahaan menyadari jika dengan adanya program CSR ini maka akan berdampak
positif salah satunya adalah berdampak pada kelancaran dan kelangsungan kegiatan
operasional perusahaan. Perusahaan mempunyain niatan untuk mendorong karyawan
supaya dapat hidup lebih disiplin, mengembangkan kemampuan untuk kemajuan
perusahaan serta menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar.

Faktor Eksternal
Perusahaan ingin menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar perusahaan
dalam hal ini masyarakat yang berdomisili dekat dengan lokasi perusahaan maupun
masyarakat secara luas yang dalam hal ini diartikan masyarakat yang lokasinya jauh dari
perusahaan.Ikut berpartisipasi dalam pengelolaan dan melestarikan lingkungan hidup.
Perusahaan ingin berperan dalam mendorong pendapatan masyarakat melalui program
ekonomi kerakyatan

Faktor Pemerintah
Anjuran yang dilayangkan pemerintah kepada perusahaan untuk ikut berperan serta
dalam menjaga dan memelihara / melestarikan kehidupan yang harmonis dengan
pengelolaan limbah yang baik dan ramah lingkungan. Sebagai lembaga yang berorientasi
pada pendapatan maka pemerintah menganjurkan kepada perusahaan untuk ikut berperan
serta dalam hal mendukung program – program pemerintah kususnya dalam hal
pengentasan kemiskinan dan kelayakan hidup. Munculnya UU Perseroan Terbatas serta
Keputusan Menteri Negara yang mengatur mengenai Tanggung Jawab Sosial.

25
BAB VIII
AQUA MERUPAKAN GO-GREEN COMPANY

Saat ini, seluruh pabrik AQUA telah memenuhi standar produksi yang dibutuhkan,
guna menghasilkan air minum terbaik bagi keluarga anda. Berikut ini standart yang telah
di capai oleh AQUA sebagai Go-Green Company:

 ISO 9001:2000 (sistem manajemen mutu)

Kemampuan untuk memenuhi berbagai persyaratan internasional berdasarkan
karakteristik/sifat yang dimiliki suatu produk.

 ISO 14001 (sistem manajemen lingkungan)

Bagian dari sistem manajemen yang mencakup struktur organisasi, perencanaan,
kegiatan, tanggung jawab, praktek dan sumber daya untuk membangun, menerapkan,
mencapai, menelaah dan memelihara kebijakan lingkungan

26
 HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)

Sebuah konsep/gagasan yang sistematik untuk mengidentifikasikan (potensi) bahaya
yang sangat mempengaruhi keamanan pangan.

 GMP (Good Manufacturing Practices) DANONE 2005

Persyaratan Grup DANONE tentang proses produksi yang baik (terdiri atas 153 syarat)

BAB IX
KEBERLANGSUNGAN PERUSAHAAN

Dalam perusahaan Aqua, karyawan memiliki peran penting keberlangsungan
perusahaan. Dalam hal ini, bukan berarti perusahaan mengeksploitasi kaum pekerja, oleh
karena itu perusahaan dapat bertahan dan mengeksiskan diri bukan hanya ditentukan
oleh pemimpin perusahaan tapi semua itu berkenan dengan peran karyawan. Untuk
menjaga keberlangsungan prusahaan juga harus menjaga dan dapat merangkul
lingkungan sekitarnya. Program CSR merupakan komitmen perusahaan terhadap
kepentingan pada stakeholders dalam arti luas dari sekedar kepentingan perusahaan
belaka. Dengan kata lain, meskipun secara moral adalah baik bahwa perusahaanmaupun
penanam modal mengejar keuntungan, bukan berarti perusahaan ataupun penanam

27
modal dibenarkan mencapai keuntungan dengan mengorbankan kepentingan-
kepentnganpihak lain yang terkait. Kegiatan CSR juga menambah kepercayaan
konsumen terhadap produk AQUA karena berorientasi pada kesejahteraan masyarakat
dan juga lingkungan.

BAB X
KESIMPULAN

Aqua adalah sebuah merek air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh
PT Aqua Golden Mississippi di Indonesia sejak tahun 1973. Aqua menyadari bahwa
produk yang mereka produksi adalah air mineral yang merupakan sumber daya alam,
sehingga program CSR yang mereka buat sebagian besar berorientasi pada pelestarian
alam. Dengan melestarikan alam, disamping mereka membantu masyarakat dan Negara
dengan menciptakan lingkungan alam yang baik, tentunya program pelestarian alam
tersebut dapat menjaga produksi air mineral yang baik pula. Mengingat air menieral
merupakan komoditi yang mereka perjualkan.

28
Kegiatan CSR Aqua lainnya adalah program air bersih yang berjalan sejak 2007.
Program ini bertujuan untuk menciptakan pemberdayaan masyarakat dan perlindungan
lingkungan. Kegiatan CSR dilakukan baik di lingkungan sekitar maupun di beberapa
wilayah Indonesia. secara berkelanjutan hingga dapat membentuk masyarakat yang
mandiri, sementara donasi biasanya hanya memberikan efek sementara.Industri harus
mampu mendorong kegiatan CSR-nya menjadi kegiatan yang dapat mengembangkan
masyarakat di sekitarnya.

BAB XI
DAFTAR PUSTAKA

http://csrindonesia.com/csr-danone-aqua-perjalanan-yang-mendewasakan/
http://scylics.multiply.com/journal/item/176/Sejarah_AQUA
http://swa.co.id/swa/headline/aqua-group-berpedoman-pada-water-ground-policy
http://utami-hatlia.mhs.narotama.ac.id/2014/07/09/pt-aqua-golden-mississippi-tbk-aqua-
danone/

29
30