You are on page 1of 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penyusunan makalah ini akhirnya dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Adapun isi
materi di dalamnya disususn atas dasar materi dengan komposisi/pola penyajian yang telah
ditetapkan.

Dalam penyusunanan makalah ini, kami juga mendapatkan tantangan dan
hambatan. Akan tetapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah yang kami
miliki sehingga segala tantangan dan hambatan dapat kami lewati. Dengan akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Selaku penyusun makalah ini, kami sangat menyadari bahwa apa yang ditorehkan
dalam makalah sederhana ini barulah merupakan sebuah awal yang masih sederhana dan
jauh dari sempurna .oleh karena itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah kedepannya.

Akhir kata kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung
dan membantu penyelesaian makalah ini. Semoga kehadiran makalah ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.

Amien .........

Makassar, 16 November 2011

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme
biologis.Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan
memanfaatkan sel makhluk hidup. Virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk
bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan biasanya virus
mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya)
yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein,
atau kombinasi ketiganya. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang
menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal).
Virus memiliki karakteristik yang khas yaitu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada
manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau
tanaman (misalnya virus mozaik tembakau/TMV).

Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mozaik.
Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan jerman yang telah menemukan bahwa
penyakit mozaik dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot
dengan getah tanaman yang sakit.akan tetapi ia tidak berhasil menemukan mikroba di getah
tanaman tersebut sehingga Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh
bakteri yang lebih kecil dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.

Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari rusia menemukan bahwa getah daun
tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan
penyakit mozaik. Lalu ivanowsky menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri
penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati
saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan.
Kemudian pada thun 1897 Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi
di dalam getah yang sudah di saring dapat bereproduksi karena kemampuannya
menimbulkan penyakit. Patogen mozaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri,
melainkan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

Pada tahun 1935, pendapat Beijerinck baru terbukti setelah Wendell Meredith
Stanley dari AS berhasil mengkristalkan penyebab penyakit mozaik yang kini dikenal
sebagai virus mozaik tembakau. Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali
divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan jerman
G.A.Kausche, E.Pfankuch, dan H. Ruska.
1.2 RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari makalah ini :

1. Apa yang dimaksud dengan virus?
2. Bagaimana ukuran dan bentuk virus?
3. Bagaimana struktur dan anatomi virus?
4. Bagaimana kedudukan virus diantara makhluk hidup serta apa saja cirinya?
5. Bagaimana proses reproduksi dan perkembangan virus?
6. Apa saja klasifikasi virus berdasarkan tipe asam inti?
7. Apa saja peranan virus bagi kehidupan manusia?
8. Apa pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus?

1.3 TUJUAN PENULISAN

Makalah ini disusun dengan tujuan :

1. Untuk mengetahuipengertian,ukuran,struktur,ciri-ciri,proses
perkembangan,klasifikasi, peranan, serta pencegahan dan pengobatan penyakit
yang disebabkan oleh virus.
2. Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen mata kuliah yang bersangkutan.
BAB 2

ISI

2.1 PENGERTIAN

Virus adalah parasit intraseluler obligat dengan bentuk dan komposisi kimianya
bervariasi, tetapi hanya mengandung RNA atau DNA. Partikelnya secara utuh disebut
”VIRION” yang terdiri dari “Capsid” yang dapat terbungkus oleh sebuah
Glycoprotein/membran lipid.

Virus merupakan partikel yang bersifat parasit obligat pada sel/makhluk hidup
aseluler (bukan merupakan sel) berukuran sangat renik. Didalam sel inang,virus
menunjukan ciri makhluk hidup, sedangkan diluar sel menunjukan ciri bukan makhluk hidup.

2.2 UKURAN DAN BENTUK VIRUS

Virus sangat kecil, atau “ultramikroskopis” sebab hanya dapat dilihat dengan
mikroskop elektron yang canggih. Diameter virus berkisar antara 200-300 milimikron
dibandingkan dengan diameter dari eritrosit manusia yaitu 7 mikron dan 1 sel bakteri yaitu
10 mikron. Bentuk virus berbeda-beda ada yang batang, oval, bulat, T,lamda, polihedron dan
kompleks.

2.3 STRUKTUR DAN ANATOMI VIRUS

Model skematik virus berkapsid heliks (virus mosaik tembakau): 1. asam
nukleat (RNA), 2. kapsomer, 3. kapsid.
Genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA
untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu,
asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen
virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk
yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA,
dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.
Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung.Protein yang menjadi
lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid
bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan
terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak
subunit protein yang disebut kapsomer
Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid)
terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein
nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang
sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut
nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid
yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat
pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada
dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.

2.4 KEDUDUKAN VIRUS DIANTARA MAKHLUK HIDUP

Di alam bebas virus adalah benda mati dengan cirri-cirinya yaitu :

 :tidak memiliki nucleus tetapi mempunyai bahan inti.
 virus disebut makhluk hidup bila hidup, melakukan metabolisma dan
bereproduksi dalam sel hidup (Endoparasit-sejati) atau Endoparasit-obligat.
 .Virus itu pathogen/penyebab penyakit dan dapat dibiakkan dalam embrio ayam
hidup.

Sel hidup pertama sudah ada 5 miliyard tahun yang lalu, mengalami evolusi jadi 5
kingdom saat ini,yaitu :
 Kingdom Monera yang anggotanya bakteri dan ganggang biru. Ciri selnya:
bahan inti tersebar dalam sitoplasma sel,tanpa dibungkus oleh membran inti.
Organismanya disebut prokarion, selnya disebut prokariotik. Ada organella
ribosom seperti pada sel eukariotik.
 Kingdom protista ,Kingdom fungi, Kingdom plantae, dan kingdom animalia.Ciri
selnya : bahan inti terbungkus oleh membran inti sehingga inti tampak jelas, dan
memiliki inti sel. Organisma disebut eukarion , selnya disebut eukariotik. Ada
organella sel yang lengkap.

2.5 REPRODUKSI VIRUS

Reproduksi virus boleh disebut proliferasi, ada 5 tahap utama berturut-turut :
1. Adsorbsi (Fase penempelan) virus pada sel inang.
2. Injeksi / Infeksi (Fase memasukan asam inti).
3. Sintesis (Fase pembentukan).
4. Perakitan
5. Lisis / Litik (Fase pemecahan sel inang).

Atas dasar tahap-tahap di atas, daur hidup virus dibedakan atas Daur Litik dan Daur
Lisogenik.

 Tahap Daur Litik :

1. Fase Adsorbsi
 Virus menempel pada sel yang diinginkan karena ada reseptor di ujung
serabut ekornya.
 Virus mengeluarkan enzim penghancur dinding sel lizozim supaya ada
lubang di dinding sel inangnya.
2. Fase Injensik / Infeksi
 Kapsid berkontraksi untuk memasukan ADN (asam inti)virus ke dalam sel
bakteri melalui lubang yang dibentuk di dinding sel.
 Kapsid kosong di luar sel tidak lagi berguna.
3. Fase Sintesis
 Virus tidak memiliki sistem enzim jadi tidak dapat melakukan
metabolisme dan reproduksi sendiri. Di luar tubuh virus “ Mati “.
 Di dalam sel bakteri, lizozim menghancurkan ADN bakteri, sekarang
kegiatan hidup sel bakteri diambil alih oleh ADN virus. Mesin
metabolisma dilaksanakan oleh ADN virus.
 Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya ini, ADN virus mereplikasi diri
berulang kali dengan jalan mengkopi diri membentuk banyak ADN virus.
 Dalam akhir masa sintesis ini, dengan memakai Ribosom dan Enzim
milik bakteri, maka ADN virus membentuk protein virus untuk membuat
kapsid bagi virus-virus baru.
4. Fase Perakitan
 Kapsid yang disintesis mula-mula terpisah-pisah antara bagian kepala,
ekor, serabut ekor.
 Hasil rakitannya : kapsid virus utuh, lalu ADN masuk ke dalam kapsid.
Untuk 1 sel bakteri, virus yang dirakit 100-200 buah.
5. Fase Litik.
Setelah selesai perakitan virus baru, virus ini membuat Enzim Lizozim untuk
memghancurkan dinding sel inang.Akibatnya sel bakteri Lisis (pecah) dan rusak.
Virus-virus baru terhambur keluar dan siap menginfeksi lagi bakteri yang sehat.

 Poliferasi Daur Lisogenik

Poliferasi virus memperlihatkan Daur Lisogenik dan Daur Litik serta hubungan antara
keduanya. DNA virus di dalam bakteri setelah melewati tahap :
1. Adsorbsi
2. Injeksi / Infeksi
3. Fase Penggabungan
DNA- Bakteri terputus,lalu DNA-Virus menggabung atau menyisip pada rantai
DNA-Bakteri yang terputus itu dan membentuk lagi DNA sirkuler (lingkaran).
DNA- virus yang menyisip ini tidak aktif, disebut “Profag”.

4. Fase Pembelahan
Dalam keadaan tersambung, Profag (DNA-virus yang tidak aktif) tidak aktif.
Tetapi bila DNA-Bakteri bereplikasi lalu mengkopi diri maka Profag juga ikut
terkopi. Sekarang terbentuklah 2 sel bakteri yang identik / sama, mengandung
DNA bakteri dan DNA virus.
5. Tahap Perakitan
DNA-virus dan protein.
6. Tahap Sintesis
Terbentuk virus-virus baru hasil perakitan.
7. Fase Litik / Lisis
Sel bakteri rusak dan membebaskan virus.

2.6 KLASIFIKASI VIRUS BERDASARKAN TIPE ASAM INTINYA
Virus dapat diklasifikasikan menurut kandungan jenis asam nukleatnya.Virus
merupakan benda mati sehingga tidak memilki inti sel. Bahan inti terbungkus oleh
“Kapsid”. Bahan inti atau asam nukleat adalah senyawa yang bertugas sebagai
pembawa sifat keturunan.

Ada 2 jenis asam nukleat :
1. DNA (Deoksiribosa Nucleat Acid
Berupa rantai ganda berpilin atau Doble Helix.
2. RNA (Ribonucleat Acid)
Berupa rantai tunggal atau rantai ganda tak berpilin.

Asam nukleat pada virus ada macam macam :i
1. Ada DNA ganda
2. Ada DNA tunggal
3. Ada RNA

Karena itu virus dapat dikelompokan atas dasar “Tipe Asam Nukleat” yang
dimilikinya.Virus RNA terdiri atas 3 jenis utama :
 Virus RNA beranting positif (+), yang genomnya bertindak sebagai m RNA dalam
sel inang dan bertindak sebagai cetakan untuk intermediet RNA yang beranting
negatif (-).
 Virus RNA beranting negatif (-), tidak dapat secara langsung bertindak sebagai
m RNA melalui Virion transkriptase, dan retrovirus.
 Yang beranting positif (+) dapat bertindak sebagai m RNA, tetapipada waktu
infeksi segera bertindak sebagai cetakan sintesis DNA beranting ganda (segera
berintegrasi ke dalam kromosom inang) melalui suatu transkiptase balaik yang
terkandung atau tersandi.

Tingkat Klasifikasi Virus :

Ordo - Famili- Subfamili – Genus – Spesies – Strain / Tipe

Untuk saat ini, klasifikasi virus yang penting hanya dari tingkat famili ke bawah. Semua
famili virus memiliki akhiran-viridae, misalnya

 Poxviridae
 Herpesviridae
 Parvoviridae
 Retroviridae
Anggota-anggota famili Picomaviridae umumnya ditularkan melalui jalur faecal / oral
dan melalui udara.

Genus memiliki nama dengan akhiran-virus, misalnya famili Picomaviridae yang terdiri
dari 5 genus :

 Genus Enterovirus misalnya poliovirus 1,2,3
 Genus Cardiovirus misalnya mengovirus
 Genus Rhinovirus misalnya Rhinovirus 1a
 Genus Apthovirus misalnya FMDV-C
 Genus Hepatovirus misalnya virus Hepatitis A

Definisi “spesies” merupakan hal yang paling penting, namun sulit dilalukan untuk
virus. Penentuan spesies virus mengandung unsur subyektif. Sebagai contoh, Genus
Lentivirus terdiri dari banyak spesies yang berbeda termasuk :

 HIV-1, Human Immunodeficiency Virus 1
 HIV-2, Human Immunodeficiency Virus 2
 SIV, Simian Immunodeficiency Virus
 FIV, Feline Immunodeficiency Virus
 BIV, Bovine immunodeficiency Virus
 Visna (domba)
 EIAV (kuda)
 CAEV (kambing)

Dasar-dasar Klasifikasi Secara Taksonomi

Ciri khas seperti morfologi (ukuran, bentuk, ada tidaknya selubung), sifat-sifat fisika
kimia (berat molekul, densitas, ph,stabilitas terhadap temperatur dan kosentrasi ion),
genom (RNA, DNA, urutan materi genetik yang tersegmentasi (segmented seguence),
pemetaan posisi restriksi (restriction map), modifikasi, dsb),

Makromolekul (komposisi dan fungsi protein), sifat-sifat antigenik, sifat-sifat biologis
(organisme apa saja yang menjadi inangnya, cara penularanya, cara pemindahan, dsb),
semuanya dipertimbangkan dalam menentukan klasifikasi virus.

2.7 STRATEGI REPRODUKSI VIRUS

Virus dapat “memaksa” sel-sel inang untuk memproduksi virus-virus baru,
dibedakan atas 2 menurut jenis asam nukleatnya :

1. Virus yang mempunyai asam nukleat ADN / DNA
Virus menginfeksi / menginjeksi sel inang, DNA-Virus :
a. Mengalami Replikasi (penggandaan) menjadi banyak DNA-Virus.
b. Mengalami Transkripsi (Fotokopi) membentuk RNA-duta (m RNA) yakni RNA
pembawa pesan.

RNA-duta mentranlasi (menterjemah) perintah dari DNA-Virus untuk
membuat protein selubung / kapsid virus. Terjadi perakitan kapsid
bentuk virus baru dari protein, lalu DNA-Virus masuk ke dalam
kapsid.
c. RNA-duta juga mentranlasi / menerjemah perintah DNA-Virus untuk
membuat Enzim penghancur membran sel hewan atau dinding sel bakteri.
 Akibatnya sel inang Lisis (hancur) virus-DNA berhamburan ke luar sel
siap menginfeksi inang baru.
 Contoh virus DNA : virus Herpes, virus cacar, dan Bakteriofag.

2. Virus yang mempunyai asam nukleat ARN / RNA
Contoh virus RNA :
HIV (Human Immunodeficiency Virus) penyebab penyakit AIDS (Acquired
Immuno Deficiency Virus) artinya kumpulan berbagai gejala penyakit akibat
menurunnya sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih / Leukosit T4 bertugas
menjaga sistem kekebalan tubuh orang. Bila tubuh terinfeksi penyakit lain, Leukosit
T4 akan membentuk antibodi untuk menawarkan racun dari kuman / virus.

Tetapi bila yang masuk ke dalam sel : virus HIV maka sel T4 akan hancur
(lisis) dan tubuh tidak mampu lagi melawan bibit penyakit yang masuk. Daur hidup
virus HIV mulanya “Lisogenik” tetapi setelah 8 tahun virus HIV masuk dalam Daur
Litik lalu menghancurkan sistem kekebalan tubuh.
Penularan HIV melalui : Kontak seks, Tranfusi darah, jarum suntik yang dipakai
bergantian, dan plasenta embrio saat ibu hamil.

2.8 PERANAN VIRUS BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

1. Virus yang Merugikan

 Mata belek atau Trachom. Cara penularannya melalui kontak langsung
dan sentuhan pada penderita dan orang sehat.
 Influenza. Cara penularannya oleh virus influenza dan virus flu burung
yang ditularkan melalui saluran pernapasan.
 Polio. Cara penularannya oleh virus polio dalam feces penderita yang
masuk ke dalam mulut lewat makanan.
 Cacar. Cara penularannya oleh virus cacar yang menginfeksi tubuh
melalui saluran pernapasan, kontak langsung, cairan hidung, ludah, dan
selimut.
 Hepatitis atau Lever/sakit kuning. Cara penularannya melalui sistem
pencernaan, lalu virus masuk ke dalam hati penderita menyebabkan
hati membengkak sehingga zat warna empedu masuk ke rongga tubuh,
kulit, dan mata menjadi kuning.
 Campak/Morbili. Cara penularannya melalui sistem pernapasan.
 Rabies. Cara penularannya melalui gigitan anjing gila, lalu virus masuk
lewat bekas luka gigitan hewan.
 Herpes Simplex. Cara penularannya melalui ciuman, alat makan,
handuk, seta kontak seks yang menyebabkan alat kelamin memerah,
panas, dan melepuh.
 Gondong/Bow. Cara penularannya melalui hidung dan mulut yang
menyerang kelenjar ludah di bawah telinga (Parotis) sehingga bengkak
di belakang telinga.
 Kanker. Di sebabkan oleh virus dan zat kimia.
 Penyakit Ebola. Cara penularannya melalui kulit lalu masuk ke dalam
sel darah putih menyebabkan pendarahan di sekujur tubuh.
 Demam berdarah. Cara penularannya melalui virus Dengue yang di
tularkan oleh ludah nyamuk Aedes aegepty melalui gigitan pada kulit
orang.
 Cacar Air.Cara penularannya melalui lendir saluran pernapasan oleh
virus Herpes Virus Varicellae masuk ke dalam darah menuju kulit.
 Pilek (Selesma). Cara penularannya melalui ludah penderita dan kontak
langsung.
 CUPD: Citrus vein Phloem Diaeration. Cara penularannya melalui
pembuluh tapis/floem tumbuhan jeruk menyebabkan tumbuhan menjadi
rusak dan menyusut.
 SARS: Sindrom Pernapasan Akut parah (severe acute respiratory
syndrome). Cara penularannya melalui kontak langsung, udara, feces,
dan bersentuhan dengan bendah yang mengandung virus sars.

2. Virus yang Menguntungkan

Berdasarkan prinsip lisogenik, maka virus dapat di gunakan untuk :
1. Membuat antitoksin
 DNA (Gen) manusia yang bertugas mengontrol sintesis antitoksin di
sambungkan ke dalam DNA-Virus. Virus yang di pakai adalah virus
yang daur hidupnya “lisogenik”.
 Virus lisogenik menggabungkan DNA-Rekombinan virus manusia
dengan cara menyambungnya ke DNA-bakteri (PLASMID) dengan
bantuan Enzim Endonuklease “Ligase”.
 Lalu sel bakteri telah membuat DNA-Rikombinan antara virus
manusia dan bakteri.
 Bakteri telah siap di biakkan dalam industri obat-obatan. Tiap sel
baru hasil pembelahan diri mengandung DNA manusia dan
memproduksi antitoksin.
 Memanen antitoksin yang di produksi oleh bakteri dan di gunakan
untuk melawan penyakit.
2. Memproduksi vaksin
Protein asing pada virus, termasuk antigen. Bila antigen (virus)
masuk ke dalam tubuh, maka tubuh akan terpicuh memproduksi
antibody khusus sesuai macam virusnya.
 Virus dapat di buat vaksin, contoh vaksin polio, hepatitis, cacar,
rabies, dan campak
 .Vaksin adalah bibit penyakit yang telah di lemahkan dengan
tekhnologi tinggi di laboratorium industri obat-obatan.
 Vaksinasi adalah memesukkan vaksin ke dalam tubuh supaya tubuh
kebal akan penyakit tertentu.
 Imunisasi adalah usaha membuat tubuh menjadi kebal (Imun)
denga vaksinasi.
 Setelah tubuh di beri vaksin, tubuh di picu untuk membuat antibody
yang melawan vaksin itu. Cara ini di sebut pembentukan antibody
secara buatan bilamana tubuh terinfeksi oleh virus yang sesuai
dengan virus tadi maka tubuh akan kebal terhadap virus itu karena
telah terbentuk antibody (daya tahan tubuh) bagi virus tadi.
 Bila virus hanya dapat di lawan oleh daya tahan tubuh (antibody)
maka bakteri dapat di basmi oleh obat antibiotika (obat anti hidup).
3. Melemahkan bakteri
 Bila seluruh masa hidup virus pasti parasit sejati, maka bakteri dapat
hidup di alam bebas dan parasit.
 Bakteri yang hidupnya parasit dalm tubuh organisme Eukariotik,
pasti menyebabkan penyakit atau patogen.
 Sifat patogen pada bakteri dapat di hilangkan dengan cara :
Menginfeksi ADN-Virus lisogenik ke dalam plasmid bakteri patogen,
sehingga DNA-Bakteri patogen telah berisi DNA-Virus akibatnya
bakteri menjadi tidak berbahaya.

2.9 PERTAHANAN TUBUH TERHADAP SERANGAN VIRUS

Sebagian besar virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, kulit, dan
luka. Telah ada sistem pertahanan dalam tubuh yang dapat menyerang virus di
sebut antiviral atau virus yaitu :
1. Leukosit/Sel darah putih segera memakan (Fagositosis) Virus atau kuman
lain.
2. Tubuh memproduksi molekul protein penangkal virus dan kuman di sebut
antibody.
3. Tubuh membuat protein khusus yakni interferon sebagai bentuk respon
atas serangan virus.

DIAGNOSIS DI LABORATORIUM

Deteksi, isolasi, hingga analisis suatu virus biasanya melewati proses
yang sulit dan mahal. Karena itu, penelitian penyakit akibat virus
membutuhkan fasilitas besar dan mahal, termasuk juga peralatan yang
mahal dan tenaga ahli dari berbagai bidang, misalnya teknisi, ahli biologi,
molekuler, dan ahli virus. Biasanya proses ini di lakukan oleh lembaga
kenegaraan atau di lakukan secara kerjasama dengan bangsa lain melalui
lembaga dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN

Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk
bereproduksi, virus sangat sulit untuk di bunuh. Metode pengobatan sejauh
ini yang di anggap paling efektif adalah vaksinasi, untuk merangsang
kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang
mengatasi gejala akibat infeksi virus.

Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah
antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, yang sama sekali tidak
mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping
penggunaan antibiotik adalah resistensi bakteri terhadap antibiotik. Karena
itulah di perlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu
penyakit di sebabkan oleh bakteri atau virus.

BAB 3

PENDAHULUAN

KESIMPULAN :

Virus adalah parasit yang berukuran mikroskopis yang menginfeksi sel organisme
biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dan menginvasi dan
menfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk
bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar
inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung senjumlah kecil asam nukleat
(DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan
pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Istilah
virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota
(organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag
atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan
organisme lain yang tidak berinti sel)
SARAN :

Virus sangat berbahaya dalam kehidupan mahkluk hidup selain manusia, virus juga
menyerang hewan dan tumbuhan. Virus dapat menginfeksi, menyerang, serta
menghancurkan sitem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya
untuk pencegahan dan pengobatannya yaitu cara membuat antitoksin, membuat vaksin,
dan melemahkan bakteri.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://rahma02.wordpress.com/2007/10/31/VIRIOLOGI
2. http://nuy3a.blogspot.com/2010/12/mikrobiologi-per3-virus.html.
3. http://rarhma02.wordpress.com/2009/03/18/mikrobiologi-virus
Tugas Makalah : Mikrobiologi

VIROLOGI

KELOMPOK 2
OLEH :

ISLAMIAH
JAMILAH
JULIYANTI IBRAHIM
JUSNIATI
KARMILA
KARNINA
LILI NIRWANA SARI
MARLINDA HELIYANA D
MASRAH
MIRNAWATI
MURFAJRINA
AKADEMI KEBIDANAN MAKASSAR (YAPMA)

TAHUN AJARAN 2011/2012

DARTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................ I
DAFTAR ISI......................................................................................................... II
BAB 1 PENDAHULUAN....................................................................................
1.1 LATAR BELAKANG.................................................................................... 1
1.2 RUMUSAN MAKALAH.................................................................................. 2
1.3 TUJUAN MAKALAH...................................................................................... 2
BAB 2 ISI.............................................................................................................. 3
2.1 PENGERTIAN VIRUS.................................................................................... 3
2.2 UKURAN DAN BENTUK VIRUS.................................................................... 3
2.3 STRUKTUR DAN ANATOMI VIRUS............................................................... 3
2.4 KEDUDUKAN VIRUS DI ANTARA MAKHLUK HIDUP................................ 4
2.5 REPRODUKSI VIRUS..................................................................................... 4
2.6 KLASIFIKASI VIRUS BERDASARKAN ASAM INTINYA..............................
2.7 SRATEGI REPRODUKSI VIRUS ..................................................................
2.8 PERANAN VIRUS BAGI KEHIDUPAN MANUSIA.........................................
2.9 PERTAHANAN TUBUH TERHADAP VIRUS................................................
BAB 3 PENUTUP.............................................................................................................
KESIMPULAN..................................................................................................
SARAN.............................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................