You are on page 1of 65

LAPORAN KERJA PRAKTIK

DI
FUNGSI SURFACE FACILITIES
PT. PERTAMINA EP
9 Januari – 9 Februari 2017

PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUCT LIQUID
TRANSFER PUMP STASIUN PENGUMPUL
BERINGIN A FIELD PRABUMULIH

Disusun oleh:
KATYA DARA OZZILENDA SOEGIHARTO
NIM: 14/363266/TK/41430

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017

i

ii

iii

LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN LAPORAN KERJA PRAKTIK DI FUNGSI SURFACE FACILITIES PT. Surface Facilities PT. 14/363266/TK/41430 Jakarta. S. Pembimbing. Pertamina EP Firmansyahrullah.T. PERTAMINA EP 9 Januari – 9 Februari 2017 Disusun oleh: Katya Dara Ozzilenda Soegiharto NIM. Mechanical Engineer iv . 9 Februari 2017 Menyetujui.

v .

5. 3. informasi dan dukungan. penjelasan dan nasehat selama kerja praktik. Departemen Teknik Mesin dan Industri. Ibu. Kerja praktik merupakan salah satu mata kuliah yang wajib untuk ditempuh mahasiswa di Program Studi Teknik Mesin. Insan. Pertamina EP atas pemberian bahan tambahan referensi dan pertemanan. Dicky. 4. Pertamina EP. Universitas Gadjah Mada yang telah menyetujui penulis untuk melaksanakan kerja praktik. Pertamina EP yang telah memberi bimbingan. Ayah dan kakak penulis yang selalu memberikan motivasi. Institut Teknologi Bandung di fungsi Enhanced Oil Recovery PT. KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya. 6. Pertamina EP khususnya lantai 30. Fakultas Teknik. Pak Kusmono selaku Kepala Program Studi Teknik Mesin. Laporan ini disusun sebagai pelengkap kerja praktik yang telah dilaksanakan selama 1 bulan di Kantor Pusat PT. Bapak Fauzi dari fungsi HR PT. Bapak Firmansyahrullah selaku pembimbing di fungsi Surface Facilities PT. 2. Universitas Gadjah Mada. Pertamina EP yang telah memberikan kesempatan penulis untuk melaksanakan kerja praktik selama 1 bulan. Seluruh staff PT. Nuel. Oleh karena itu. Adnan. dan menjadi syarat kelulusan mahasiswa untuk meraih gelar sarjana teknik. arahan dan doa restu. penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dari awal sampai terselesaikannya laporan ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. vi . khususnya di fungsi Surface Facilities. sehingga penulis dapat menyelesaikan kerja praktik beserta laporan ini. Metra – teman-teman kerja praktik dari Teknik Perminyakan. fungsi Surface Facilities yang telah memberikan bantuan.

baik untuk perusahaan. Jakarta. inisiatif maupun teknik penyajiannya. 8. Untuk itu. baik secara materi. Penulis berharap laporan ini bisa bermanfaat bagi berbagai pihak. 7. Universitas Lampung di fungsi Surface Facilities atas kerja sama dan diskusinya. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menjalani kerja praktik dan penyusunan laporan ini. 9 Februari 2017 Penulis vii . Teman-teman kerja praktik dari Teknik Mesin. pembaca maupun teman-teman mahasiswa. dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik serta saran konstruktif yang berguna bagi masa yang akan datang. Seluruh pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu-satu oleh penulis atas segala bantuan yang diberikan kepada penulis selama kegiatan kerja praktik dari awal sampai akhir.

..... 3 1.................................. 5 2..............2 Struktur Organisasi .................................................. 2 1.................................5 Metode Penulisan Laporan Kerja Praktik ......................................................................................2 Produk Minyak dan Gas Bumi ....................... DAFTAR ISI Halaman Judul .............1 Proses Terbentuknya Minyak dan Gas Bumi ......................................................................... 5 2............................................... v Kata Pengantar .......... 11 BAB III MINYAK................1 Latar Belakang .... 1 1.......................................................................................................................... 2 1...............................................................................................3 Visi dan Misi PT..................................................... 13 3......................................7 Manfaat Kerja Praktik .......................................3 Batasan Kerja Praktik ............... Pertamina EP ....................... i Halaman Surat Permohonan Kerja Praktik ..................................... 3 BAB II PROFIL PERUSAHAAN ......................................... iv Lembar Penilaian dari Perusahaan .....................................................1 Sejarah PT..................... 13 3................................................................. viii BAB I PENDAHULUAN ...................................2 Tujuan Kerja Praktik ...............................4 Waktu dan Lokasi Kerja Praktik ...................................... 2 1........................1 Minyak dan Gas Bumi ......................... 2 1......................... 11 2..............1................................4 Tata Nilai ..............................................................................6 Sistematika Penulisan Laporan Kerja Praktik.............. iii Lembar Pengesahan dari Perusahaan ...................... 15 3...........................................1................ 20 viii .................................................. vi Daftar Isi............................. 9 2.......... 16 3....................................................1..................................................................................................................................................................... 1 1.................. Pertamina EP .......... 13 3.. ii Halaman Balasan Surat Permohonan Kerja Praktik ...................... GAS BUMI DAN PRODUKSINYA .......................3 Proses Ekstraksi Minyak dan Gas Bumi ......................2 Surface Production Facilities ..

.......................................................................... 27 3....................2........................................3.................................Manifold .............................2.1 Kesimpulan ............2.................................2 Rumusan Masalah .......................... 36 4.............................. 36 4..............2 Saran ................... Separator .............................................. Penyimpanan dan Ekspor ........6................4.................................................... Pengukuran........................................................................ 53 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................1 Kepala Sumur ........................ 46 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................... 32 BAB IV TUGAS KHUSUS ........................................2............. 36 4..................... 53 5. 26 3................5 Landasan Teori .......2.................... 36 4.............................................................................. 28 3.................................................. 53 5.......................... Oil/Condensate Stream ............ 3........5............................................................3 Tujuan Penilitian ...................................... 55 ix ........................... 33 4........ 37 4.6 Hasil dan Pembahasan ............................... 30 3....... Gas Stream ..............................................................................1 Latar Belakang Masalah .......... 23 3.........................4 Batasan Masalah..2.................2...............................................................

1 . Proses yang hanya mengandalkan teori semata tanpa adanya praktik untuk mengimplementasi teori tersebut hanya akan berujung pada hasil yang kurang optimal.1 Latar Belakang Menghadapi dunia penuh saingan antar kompetensi adalah tantangan yang berat untuk setiap orang. tuntutan yang harus dipenuhi selain kecapakan dalam bidang akademik – teoritis dan praktik – mencakup profesionalisme. kompetensi. Universitas Gadjah Mada mewajibkan mata kuliah Kerja Praktik (KP) untuk seluruh mahasiswanya. metode yang paling efektif adalah dengan terjun langsung ke lingkungan kerja. Untuk mewujudkan aspirasi ini. Selain bermanfaat bagi mahasiswa. BAB I PENDAHULUAN 1. Program Studi Teknik Mesin. Padahal di dalam realita. Agar bisa bersaing. Namun disadari atau tidak. Pertamina EP. kerja keras dan etos kerja yang baik. Untuk melatih kebutuhan-kebutuhan itu. dan mendapat bekal untuk memenuhi tuntutan di dunia kerja ketika sudah lulus. pemahaman keilmuan di bangku kuliah yang hanya didasarkan pada tataran teoritis sering kali tidak dapat memberikan pengertian secara utuh kepada mahasiswa. kegiatan kerja praktik dapat berperan sebagai jembatan informasi dan perkembangan ilmu antara universitas dan perusahaan. dalam konteks ini antara Universitas Gadjah Mada dengan PT. baik untuk mempraktikkan teori yang selama ini dipelajari dalam bangku kuliah maupun untuk melatih soft skills. tak terkecuali para mahasiswa. Dengan program tersebut. pengalaman. diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan. mahasiswa harus menyiapkan diri agar menjadi sumber daya manusia yang mampu memberikan kinerja terbaiknya.

Pertamina EP adalah: 1. Menambah pengalaman dan pengetahuan mengenai bidang yang telah didalami di universitas.1. Pertamina EP. Pertamina EP apabila ada yang bisa diperbaiki. Satrio No. Jalan Dr. Memberikan rekomendasi terhadap pelaksanaan ataupun perhitungan dalam proyek yang ditangani oleh fungsi Surface Facilities.3 Batasan Kerja Praktik Batasan kerja praktik yang diambil adalah tentang surface facilities dan perhitungan untuk komponen yang dibutuhkan di dalamnya. PT. Mengenali dan mengetahui kegiatan yang dilakukan di fungsi Surface Facilities.30. 1. Gedung Standard Chartered Lantai 21. 3. PT. Perhitungan dilakukan berdasarkan data yang telah disediakan oleh pembimbing dan didukung dengan literatur dari berbagai referensi.2 Tujuan Kerja Praktik Tujuan kerja praktik di lingkungan kantor pusat PT.5 Metode Penulisan Laporan Kerja Praktik Penyusunan laporan kerja praktik ini dilakukan dengan menggunakan metode sebagai berikut: 2 . Pertamina EP.4 Waktu dan Lokasi Kerja Praktik Kerja praktik dilakukan selama kurang lebih 1 bulan: Tanggal : 9 Januari – 9 Februari 2017 Tempat : Kantor Pusat PT. 2. 1. 4. khususnya pompa untuk stasiun pengumpul. Untuk mengimplentasikan materi-materi yang telah diberikan di bangku kuliah ke dunia nyata dan permasalahan riil.164. Jakarta Selatan 1295 1.

terutama bagian surface facilities yang ada di PT. a. Pertamina EP. Analisis Data Menganalisa data dengan mengaplikasikan teori yang berkaitan dengan perumusan masalah di atas sehingga mencapai suatu kesimpulan. tata nilai. metode penulisan laporan kerja praktik dan manfaat kerja praktik. GAS BUMI DAN PRODUKSINYA Memberikan penjelasan singkat mengenai proses terbentuknya minyak dan gas bumi. 3 . Penjelasan dan Pengamatan Sistem Diberikan penjelasan oleh pembimbing dan karyawan fungsi Surface Facilities. Pertamina EP secara keseluruhan. Pengumpulan Data Mengumpulkan data yang diperlukan. BAB II PROFIL PERUSAHAAN Berisi pengenalan PT. visi dan misi. Perumusan Masalah Merumuskan persoalan yang bisa dilakukan selama kerja praktik di PT. waktu dan lokasi pelaksanaan kerja praktik. Selanjutnya. produksi migas dijelaskan lebih lanjut. batasan kerja praktik. 1. data spesifikasi pompa serta studi literatur. d. tujuan kerja praktik. termasuk data yang diberikan oleh pembimbing yang mencakup P&ID alur produksi minyak dan gas. kegunaannya serta alur produksi migas. khususnya sejarah singkat. data- data untuk perhitungan pompa. Pertamina EP dan fasilitas-fasilitas yang membentuk sistemnya. b. BAB III MINYAK. c. lokasi dan unit kerja.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan laporan kerja praktik adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Memuat latar belakang kerja praktik.

Pertamina EP ke depannya.BAB IV TUGAS KHUSUS Memuat tugas khusus yang diberikan selama kerja praktik di PT. khususnya perhitungan kapasitas untuk salah satu pompa di sebuah stasiun pengumpul baru di PT. 4 . Memperoleh pengalaman bekerja dalam suasana yang nyata melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama kerja praktik di PT. Menambah wawasan tentang tempat kerja praktik dan dunia kerja. Saran berisi beberapa masukan yang dapat diberikan untuk perkembangan PT. Pertamina EP. 2. Pertamina EP. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang dibuat oleh penulis.7 Manfaat Kerja Praktik Manfaat yang didapatkan selama kerja praktik di kantor pusat PT. Mendapat ilmu baru mengenai proses produksi migas dan fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam surface facilities PT. yaitu mata kuliah mekanika fluida. 4. 1. Kesimpulan memuat rangkuman pelaksanaan kerja praktik dan tugas khususnya. 3. Pertamina EP. Pertamina EP adalah: 1. Tema tugas khusus diarahkan ke bidang energi dan desain. Pertamina EP. Menggunakan teori yang didapat ketika kuliah dan mengimplementasikannya secara langsung ke kasus yang riil.

Meskipun pertama berdiri dengan nama PN Permina. Pemerintah Indonesia menerbitkan Undang-Undang no. 8 Tahun 1971. baik untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk peningkatan devisa negara dengan cara diekspor ke luar negeri. sebutan perusahaan menjadi Pertamina. BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2. 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Walaupun sudah dieksploitasi selama hampir dua abad. PERTAMINA merupakan perusahaan minyak dan gas bumi yang berdiri sejak 10 Desember 1957. Dengan bergulirnya Undang-Undang no. pada tahun 1968 namanya berubah menjadi PN Pertamina setelah merger dengan PN Pertamin. sudah tidak diragukan lagi apabila sumber daya ini sangat penting. Sebutan ini tetap dipakai setelah Pertamina berubah status hukumnya menjadi PT Pertamina (Persero) pada tanggal 17 September 2003 yang berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia no. Seiring dengan dinamika yang terjadi di dunia industri migas dalam negeri. Dua sumber daya yang memiliki potensi besar adalah minyak dan gas bumi yang telah dikelola sejak masa penjajahan Belanda. 22 Tahun 2001 tentang 5 . Minyak bumi sendiri merupakan salah satu sumber penghasilkan energi dan pembangkit tenaga listrik. dan merupakan perusahaan di bawah kepemilikan Pemerintah Indonesia (National Oil Company).1 Sejarah PT. masih terdapat jumlah yang tidak sedikit yang masih tersimpan di tanah Indonesia. Bagi negara kita. Pertamina EP Indonesia adalah negara yang terkenal karena keanekaragaman sumber daya alam yang dimilikinya.

2004 – memegang peran yang sama untuk sektor hilir.9 km2 adalah limpahan dari sebagian besar Wilayah Kuasa Pertambangan Migas PT. peran sebagai regulator dijalankan oleh BPMIGAS yang dibentuk pada tahun 2002. Pertamina hanya memegang peran sebagai operator murni.Di sektor hulu. atas seluruh Wilayah Kuasa Pertambangan Migas yang diberikan melalui perundangan yang berlaku. Sejalan dengan terbentuknya PT Pertamian EP maka pada tanggal 17 September 2005. maka Pertamina melepas peran gandanya sebagai peran regulator dan peran operator. yaitu sebagai regulartor diserahan kepada lembaga pemerintahan sedangkan PT. sedangkan BPH MIGAS – yang dibentuk dua tahun kemudian. PT. Pertamina 6 . Selain itu. Atas dasar itulah PT. Pertamina EP. Peran pertama.Minyak dan Gas Bumi. serta berubah bentuk menjadi PT. jasa pemboran dan pengelolaan portofolio di sektor hulu. Wilayah Kerja (WK) PT. sebagai penyelenggaran kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi. Saat ini tingkat produksi Pertamina EP adalah sekitar 85. Pertamina EP juga melaksanakan kegiatan usaha penunjang lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung mendukung bidang kegiatan usaha utama. Pertamina kemudian mendirikan anak-anak perusahaan sebagai wujud bisnis yang bertujuan untuk menunjukkan eksistensinya dalam pengelolaan kegiatan bisnis di sektor hulu.000 barrel oil per day (BOPD) untuk minyak dan sekitar 1016 million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk gas. PT. Pertamina (Persero). Pertamina (Persero) dipisahkan menjadi wilayah kerja (WK) PT. Pertamina EP. Mayoritas wilayah PT. Pertamina EP terbentuk pada tanggal 13 September 2005. gas dan panas bumi. pengelolaah transportasi migas. Pertamina EP seluas 113613. melakukan aktivitas seperti eksplorasi dan eksploitasi. Sektor hulu yang dimaksud meliputi eksplorasi dan eksploitasi minyak. Sebagai konsekuensi pelaksanaan Undang-Undang tersebut. Pertamina (Persero) melaksanakan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) dengna BPMIGAS yang kini bernama SKKMIGAS.

mulai dari Sabang hingga ke Merauke. Dari kelima asset tersebut. Pola pengelolaan usaha WK seluas itu dilakukan dengan cara dioperasikan sendiri maupun kerja sama.Jawa Timur 2 Field Poleng Jawa Timur 3 Field Matindok Sulawesi Tengah Asset 5 7 . Raja) Sumatera Selatan Asset 3 No. Wilayah Kerja Pertamina EP terbagi ke dalam 5 asset. Field Geografis 1 Field Subang Jawa Barat 2 Field Jatibarang Jawa Barat 3 Field Tambun Jawa Barat Asset 4 No. terdapat 21 Field. Field Geografis 1 Field Cepu Jawa Tengah . Pertamina EP beroperasi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Apabila dilihat dari rentang geografisnya. Dewa. yaitu : Asset 1 No. Area Operasi Geografis 1 Field Prabumulih Sumatera Selatan 2 Field Pendopo Sumatera Selatan 3 Field Limau Sumatera Selatan 4 Field Area (Abab. Area Operasi Geografis 1 Field Rantau Aceh 2 Field Pangkalan Susu Sumatera Utara 3 Field Lirik Riau 4 Field Jambi Jambi 5 Field Ramba Sumatera Selatan Asset 2 No.(Persero).

Matindok Gas Development Project di Sulawesi Tengah 8 . Pertamina EP juga melakukan pengembangan lapangan-lapangan baru dengan pola project base. Pertamina EP Selain pengelolaan 21 Field. No. Apaun project yang sedangn berlangsung adalah: 1. Field Geografis 1 Field Sangatta Kalimantan Timur 2 Field Bunyu Kalimantan Timur 3 Field Tanjung Kalimantan Selatan 4 Field Sangasanga Kalimantan Timur 5 Field Tarakan Kalimantan Timur 6 Field Papua Papua Barat Tabel 1. Cikarang-Tegal Pacing Development Project di Jawa Barat 2. Daftar asset PT. Paku Gajah Development Project di Sumatera Selatan 3.

Pertamina EP Technical Support Exploration & New Discovery Project Exploration Director New Discovery Project (s) Exploitation Development Surface Facility Director EOR Asset (s) Production & Drilling Operation Director Partnership President Treasury Director Controller Finance & Business Support Director ICT Legal & Relation Oil & Gas Monetization Strategic Plannin g & Risk Management OC & OE Internal Audit HSSE SCM & General Service Human Resources 9 .2 Struktur Organisasi PT.2.

Senior Security Mechanical Engineering Specialist Surface Facilities Advisor Mechanical Engineer Senior SF Specialtist Senior Corrosion Engineer Senior SF Specialist Process Engineering Specialist Senior SF Specialist Process Engineer Senior SF Specialist Engineering Senior Lost Manager Prevention Engineeri RAM Manager Electrical Engineer Specialist Vice President OGT & Sharing Faclities Manager Engineering Manager Electrical Engineer Surface Facilities Construction Manager Senior Electrical Engineer QA/QC Manager Instrument & Control SF Planning & Engineering Specialist Evaluation Manager Instrument & Control Asset 1 SF Manager Engineer Civil & Geodetic Asset 2 SF Manager Specialist Asset 3 SF Manager Civil & Geodetic Engineer Asset 4 SF Manager Civil & Geodetic Engineer Asset 5 SF Manager Process Engineer 10 .

Pertamina EP Visi 2014 – 2025: Menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kelas dunia Misi 2014 – 2025: Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan penekanan pada aspek komersial dan operasi yang baik. tidak menoleransi suap. Customer Focused (Fokus pada Pelanggan): Berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.3 Visi dan Misi PT. sebagai ciri khas PErtamina EP di antara perusahaan-perusahaan lainnya. menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. 2.4 Tata Nilai PT. mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat 11 .2. 3. 5. menjadi pelopor dalam reformasi BUMN dan membangun kebanggaan bangsa. 4. mendorong pertumbuhan melakui investasi. Pertamina EP Tata Nilai : 6C 1. Confident (Percaya Diri): Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. serta tumbuh dan berkembang bersama lingkungan hidup. 2. Clean (Bersih): Dikelola secara profesional. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik. membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja. Budaya Perusahaan: Pertamina EP membangun budaya Perusahaan (corporate culture) melalui Tata Nilai 6C. Competitive (Kompetitif): Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional. Commercial (Komersial): Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial. menghindari benturan kepentingan. Tata Nilai 6C merupakan nilai-nilai penting yang harus dimiliki oleh insan Pertamina EP yang akan membentuk perilaku aygn menjadi budaya.

berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan. 12 .6. Capable (Berkemampuan): Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknik tinggi.

sungai.1 Minyak dan Gas Bumi 3. Sedangkan gas alam terbentuk dengan cara yang sama dengan minyak namun 13 . Ketika mati. Minyak bumi terbentuk dari organisme-organisme yang kecil seperti zooplankton dan algae dimana tekanan yang tinggi menyebabkan senyawa organik yang kompleks ini untuk terurai. dan laut yang penuh dengan organisme dan tumbuhan.1. bahkan sebelum dinosaurus menjelajahi bumi ini. Hidrokarbon memiliki dua fasa yaitu gas dan liquid yang kemudian dinamakan gas dan minyak bumi. yang berlangsung sekitar 362 hingga 286 juta tahun yang lalu. Jenis bahan bakar fosil yang terbentuk ditentukan oleh beberapa faktor. dan kondisi tekanan saat berdekomposisi. tinggi rendahnya suhu. BAB III MINYAK. Pada saat hidup. Reaksi kimia yang terjadi selama proses dekomposisi mengeliminasi nitrogen dan sisa oksigen yang terkandung dalam sisa organik. waktu. Pada zaman tersebut. GAS BUMI DAN PRODUKSINYA 3. mereka mengabsorbsi energi dari matahari lalu menyimpannya di dalam tubuh dalam bentuk senyawa organik yang terdiri atas karbon. yaitu sebuah kelompok sumber energi yang terbentuk dari tumbuhan dan organisme pada zaman Carboniferous. bumi tertutupi oleh rawa. hidrogen. sehingga menyisakan hidrogen dan karbon yang apabila digabungkan menjadi senyawa hidrokarbon. yaitu kombinasi senyawa organik. dan mineral lainnya seiring berjalannya jutaan tahun. nitrogen dan oksigen. tanah liat (clay).1 Proses Terbentuknya Minyak dan Gas Bumi Minyak dan gas bumi adalah bahan bakar fosil. organisme-organisme ini tenggelam ke permukaan dasar air dan mulai berdekomposisi di bawah lapisan pasir. danau.

Senyawa-senyawa hidrokarbon tersimpan di dalam bebatuan yang bernama source rock. Namun apabila hidrokarbon menemukan lapisan impermeable – bernama seal atau cap rock – saat bermigrasi naik. dan air terdorong ke posisi paling bawah karena memiliki massa jenis paling berat.terpapar pada suhu dan tekanan yang jauh lebih tinggi sehingga memaksakannya untuk terurai lebih lanjut dan berubah menjadi bentuk gas. hidrokarbon ini terperangkap di bawahnya dan tersimpan di dalam celah/pori-pori batu yang bernama batu reservoir. Gas menempati posisi paling atas karena merupakan senyawa yang paling ringan. Lokasi cadangan ini yang merupakan tempat di mana kita dapat menemukan minyak dan gas bumi sekarang. tetapi karena lebih ringan dibandingkan dengan air. Gambar 1. gas dan air di dalam tanah 14 . maka ada kecenderungan untuk mencari jalan naik dan bermigrasi ke permukaan bumi. Lapisan formasi minyak. lalu di bawahnya terdapat minyak karena lebih ringan dari air namun lebih berat daripada gas.

kain. Mayoritas produk digunakan sebagai energi. sepatu.) Gambar 2. dsb.2 Produk Minyak dan Gas Bumi Setelah proses produksi minyak dan gas selesai. sulfur. deterjen. hasilnya dikirim ke refinery untuk diolah. Pengolahan juga bisa menghasilkan produk lain yang beragam macamnya. Produk-produk olahan minyak dan gas bumi berupa: 1. Konstruksi jalan (aspal. perabotan.) 4. Berdasarkan komposisi dan permintaan. bahan kimia. pakaian. pasta gigi. mainan. dsb. seperti bensin dan diesel.3. dsb. Bahan bakar (bensin. vitamin. komputer. parfum. Plastik (mobil. Bahan sintetis (ban. Gas (helium. bahan bakar jet. obat-obatan. sampo. industri-indrusi pengolah minyak bumi dapat memproduksi berbagai jenis produk minyak bumi.1. Parafin 6. Pelumas 7. material-material untuk membangun bangunan. make-up.) 3. tinta. diesel. peralatan rumah. Jenis-jenis hasil olahan minyak dan gas bumi 15 . propana) 2. cat. tar) 5.

namun sekarang sumur mampu dibor dari satu titik saja – yaitu dari sebuah wellpad. 16 . Dengan pemboran horizontal yang dilakukan di wellpad. Explorasi dan Development a. butuh dilakukan pemboran dan segala aktivitas yang menyangkutnya. Urutan proses ekstraksi minyak dan gas bumi 1. Langkah-langkah tersebut mencakup: Explorasi dan Produksi Abandonment Development Tabel 2. Membeli hak-hak mineral c. Langkah yang dilakukan meliputi: a. Mendapatkan lisensi dan izin dari pemerintahan d. Merangkai prosedur keamanan dan keadaan darurat serta mengidentifikasi kebutuhan lingkungan f. Mempelajari geologi dari tanah sekitar b. dampak yang terjadi pada lingkungan (terutama tanah) dapat diminimalisir. Mendapatkan persetujuan dengan pemilik tanah dan pemilik saham lainnya e. industri-industri migas melakukan pemboran vertikal pada beberapa titik di tanah dengan maksud untuk mencapai beberapa titik kontak dengan reservoir. Membangun Jalan Akses dan Penyiapan Wellpad Untuk eksplorasi dan development. Menyiapkan lokasi untuk pemboran b.3.1. Pre-exploration Beberapa langkah awal diambil oleh industri-industri minyak dan gas bumi sebelum proses produksi berlangsung untuk menentukan potensi dari sebuah reservoir. beberapa langkah harus dilalui. Sebelumnya.3 Proses Ekstraksi Minyak dan Gas Bumi Dalam proses pengambilan dan produksi minyak dan gas bumi.

Pemboran sumur vertikal maupun horizontal dimulai dengan langkah yang sama yaitu pembuatan lubang awal (wellbore) yang dibor lurus ke bawah. jembatan. Pemboran vertikal tanpa menggunakan wellpad dan pemboran horizontal dengan wellpad c. Gambar 3. pemboran perlahan-lahan diarahkan menyamping untuk mencapai titik reservoir. 17 . dan bangunan yang bersifat permanen ataupun sementara serta infrastruktur lainnya yang diperlukan untuk menunjang kegiatan pemboran. Membangun sumur dan cementing Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemboran yang meliputi menginstalasi casing baja. proses cementing serta memindahkan semua peralatan dari lokasi sumur sebelum proses fracturing dimulai adalah 4 sampai 5 minggu. Pekerjaan wellpad mencakup penyiapan lokasi untuk pemboran sumur yang meliputi pembuatan jalan. Untuk sumur horizontal.

Sumur migas dan casing Lapisan-lapisan casing dan semen memiliki fungsi untuk: a. Melindungi air tanah b. Menahan peralatan bernama BOP (Blowout Preventer) di bagian atas sumur untuk memastikan bahwa tekanan sumur tertahan. Gambar 4. dan menjaga 18 .

sumur siap untuk dipasangkan peralatan untuk produksi. d. Produksi Produksi dilakukan setelah melakukan pemboran pada sejumlah sumur lalu menyambungkannya ke suatu sistem perpipaan. 19 . Menlindungi bebatuan sekitar dari tekanan tinggi yang digunakan saat proses stimulasi dan produksi. c. yaitu setelah sumur distimulasi maka siap untuk diproduksi. Pengasaman atau acidizing adalah metode yang menggunakan asam untuk menstimulasi aliran produksi dengan menghancurkan bebatuan yang sudah rusak. Setelah menstimulasi zona-zona yang memiliki potensial. terkadang lebih. Minyak dan gas dapat mengalir lebih mudah dari batuan formasi ke wellbore ketika distimulasi oleh hydraulic fracturing dan pengasaman (acidizing). Produsen akan menyewa jasa kepada sebuah service company untuk mendesain sebuah program yang menggaris besar solusi teknik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dan perkiraan dananya. Ketika sebuah sumur berada pada tahap produksi. Fracturing dan Stimulasi Untuk melepas hidrokarbon dari reservoir-reservoir yang lebih sempit. umumnya bisa berproduksi selama 10 sampai 30 tahun. para pekerja dan peralatan yang digunakan selama proses pemboran. keselamatan dari sumur. Alur yang dilewati setiap sumur atau kumpulan sumur adalah sama. Pada tahap ini segala peralatan dan persiapan lain yang dibutuhkan untuk memproduksi dan mengangkut migas dihubungkan. 2. terkadang teknik khusus dibutuhkan untuk menstimulasi sumur agar minyak dan gas dapat mengalir lancar. Menjaga stabilitas wellbore d. Hydraulic fracturing hanya membutuhkan beberapa hari selama proses pemboran dan produksi.

Setelah suatu cadangan hidrokarbon yang ditemukan dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan jumlah produk yang memenuhi kebutuhan. Surface facilities. berbagai fasilitas penunjang dibutuhkan untuk mengeksekusi rencana manajemen reservoir. maka tahap selanjutnya adalah memproduksi cadangan tersebut. seperti namanya. Abandonment Sumur yang sudah tidak dapat memproduksi migas dalam jumlah yang menguntungkan secara komersial.2 Surface Production Facilities Dalam proses pengembangan suatu lapangan minyak dan gas bumi. merupakan fasilitas-fasilitas di permukaan yang berfungsi untuk menyalurkan fluida yang diproduksi dari kepala sumur 20 . ataupun sumur yang tidak sukses. 3. Setidaknya 40% dari lokasi wellpad sumur bisa direstorasi ke kondisi semula ketika sumur sudah mulai berproduksi. merestorasi tanah dan menanam tumbuhan sesuai dengan peraturan. harus ditutup secara benar. 3. tanah harus direstorasi oleh pemilik/perusahaan yang memiliki sumur tersebut. Proses restorasi pada lokasi sumur mencakup membersihkan atau meremedasi ulang kontaminasi yang terdeteksi. maka dibutukan perencanaan fasilitas produksi minyak dan gas yang melayani proses treatment serta penyaluran migas mulai dari wellhead sampai ke titik serah (sales point). memindahkan material-material yang seharusnya tidak berada di lokasi. Tanah harus dikembalikan sesuai dengan kebutuhan lingkungan atau permintaan pemerintahan. Agar proses produksi berjalan dengan optimal dan ekonomis tanpa menyingkirkan faktor keamanan. Selanjutnya. Air dan limbah sisa dipindahkan ke fasilitas treatment yang berlisensi untuk diolah kembali agar bisa dibuang dalam kondisi yang tidak merusak lingkungan ataupun diinjeksi kembali ke dalam sumur.

sistem pengelolaan air. surface facilities menangani fasilitas pendukung dan utilities seperti sistem pembangkit listrik. instrumentasi dan control.menuju fasilitas pemisah sampai fasilitas penampungan dan penjualan (sales point). Selain fasilitas-fasilitas yang terkait secara langung dengan proses produksi. pada umumnya suatu production facility memiliki sistem pemrosesan yang sama seperti yang ditunjukkan di gambar berikut ini: 21 . sistem pengukuran. Meskipun terdapat berbagai macam ukuran dan layout.

Gambar 5. Skema umum produksi minyak dan gas bumi 22 .

Kepala sumur terletak di atas sumur minyak yang menyambung turun ke dalam reservoir. wellhead juga bisa terletak pada sumur injeksi yang berfungsi untuk 23 . sistem kompresi. Penyimpanan dan Ekspor Setiap fasilitas akan dijelaskan lebih lanjut dan mendetail sebagai berikut: 3. CO2 removal. yang terdiri atas tanki dan sistem pemompaan 5. Oil/kondensat stream. Manifold 3. Rangkaian fasilitas yang terdapat pada alur produksi dimulai dari manifold disebut dengan stasiun pengumpul. Separator 4. Fungsi dari separatornya adalah sebagai tahap awal proses pemisahan. ketika fluida keluar dari sumur maka akan mencapai kepala sumur (wellhead) lalu memasuki manifold produksi dan penguji. yang terdiri atas scrubber. Komponen/peralatan utama surface facilities yang terkait langsung dengan proses produksi migas pada umumnya adalah sebagai berikut: 1. karbon dioksida. fluida memasuki separator untuk dipisahkan antara gas dan minyaknya. dan lain lain) 6. Aliran dari sumur biasanya mengandung komponen-komponen yang tidak dibutuhkan seperti air. Utility systems terdiri atas rangkaian sistem yang tidak terlibat dalam proses aliran fluida hidrokarbon secara langusng namun memberi pelayanan pada keamanan proses utama. Setelah melewati manifold. dan pasir. sistem treatment lanjut (dehydration unit.2. Kepala Sumur atau Wellhead 2. Gas stream.1 Kepala Sumur (Wellhead) Kepala sumur atau wellhead merupakan peralatan kontrol sumur di permukaan yang terbuat dari baja yang membentuk suatu sistem seal/penyekat untuk menahan semburan atau kebocoran fluida sumur ke permukaan. Selain itu. Seperti yang ditunjukkan pada gambar. Pengukuran. garam. sulfur.

menginjeksi air dan gas balik ke reservoir untuk menjaga tekanan dan level agar produksi bisa berlangsung secara maksimal. Gambar teknik kepala sumur Stasiun Pengumpul Stasiun pengumpul adalah area/fasilitas yang dibangun khusus yang berfungsi sebagai tempat dikumpulkannya fluida produksi dari beberapa sumur 24 . Gambar 6. Kepala sumur Gambar 7.

Separator Produksi b. Gas stream Sedangkan fasilitas yang dilewati gas setelah melewati separator adalah : 1. Fasilitas lebih lanjut yang dilewati oleh campuran minyak dan air adalah : 1. penyimpanan sementara liquid. Degassing Boot 2. penampungan awal. Tanki Produksi 3. Meskipun fasilitas pada setiap stasiun pengumpul bervariasi sesuai dengan kondisi masing-masing kebutuhan. Separator a. Separator Pengujian 3. yang dijelaskan berikut ini merupakan fasilitas yang terdapat pada stasiun pengumpul di Field Beringin. yang terdiri dari : a. Manifold Pengujian 2. Manifold Produksi b. yang merupakan batasan dari laporan kerja praktik penulis. Apabila fluida telah melewati separator maka gas telah berpisah dari air dan minyak. Sistem Kompresi Gas. Oil/condensate stream Manifold dan separator digunakan untuk fluida hidrokarbon ketika masih bercampur menjadi satu senyawa. Pipelines 4.dari suatu struktur reservoir yang biasanya terdiri atas peralatan-peralatan yang berfungsi untuk pemisahan awal fluida. Liquid Pig Launcher 5. sistem pemompaan dan atau sistem kompresi sebelum disalurkan untuk diproses lebih lanjut. Inlet scrubber b. Stasiun pengumpul di Field Beringin mencakup fasilitas : 1. Liquid Transfer Pump 4. Manifold a. Suction scrubber 25 .

Scrubber Gas Tekanan Tinggi (High Pressure Gas Scrubber) 2. Pig Receiver 3. Teg Regeneration Package d. Unit Dehidrasi. 26 . Manifold dibagi menjadi dua jenis. b. yaitu: a. Sump Pump g. Teg Sump Drum f. Pig Launcher h. Teg Sump Pump e. c. Akan ada setidaknya satu untuk tiap sistem proses (process train) ditambah dengan manifold untuk pengujian dan penyeimbangan. mendistribusi atau menggabungkan. Teg Contactor b. Lean Teg/Dry Gas Exchanger c. Manifold Produksi Manifold Produksi (Production Manifold) digunakan untuk proses produksi yaitu dengan mengalirkan atau menggabungkan aliran fluida dari sumur-sumur menuju separator produksi. dan memonitor aliran fluida.2. yang terdiri dari : a. Kompresor d. Discharge scrubber f.2. Manifold Manifold merupakan rangkaian perpipaan dan katup-katup yang berfungsi untuk mengontrol. Aftercooler e. Manifold Pengujian Manifold Pengujian (Test Manifold) berfungsi untuk mengarahkan fluida dari satu sumur atau lebih ke separator pengujian.

Pengujian dilakukan ketika pertama kali produksi kemudian dengan interval tertentu secara teratur. Fluida yang dipisahkan akan dianalisa di lab untuk mengetahui komposisisi kandungan hidrokarbonnya – gas. Manifold 3.3. Separator Pengujian (Test Separator) Separator pengujian (test separator) digunakan untuk mengukur atau mengetahui volume aktual aliran fluida hidrokarbon dari satu sumur atau lebih. Separator bisa diklasifikasikan menjadi dua. yaitu: a. Separator Separator adalah vessel berbentuk silindris maupun bulat yang digunakan untuk memisahkah aliran fluida yang diproduksi dari sebuah sumur. Separator Produksi (Production Separator) Separator ini digunakan untuk produksi secara umum. minyak dan kondensat. serta kandungan impuritiesnya.2. 27 . Gambar 8. b. Separator di Stasiun Pengumpul Beringin A Field Prabumulih terdiri atas dua jenis. yaitu separator dua fasa dan tiga fasa.

Oil/Condensate Stream Fasilitas oil/condensate stream adalah rangkaian fasilitas yang dilalui oleh liquid sumur yang telah dipisahkan dari kandungan gasnya sehingga hanya tersisa minyak dan air. Separator horizontal Gambar 10. Fasilitas yang dimaksud meliputi : a. Separator di SP Tambun 3. Degassing Boot 28 .2.4. Gambar 9.

d. Liquid Pig Launcher Pig launcher merupakan alat berbentuk corong Y pada bagian pipa yang digunakan untuk meluncurkan pig ke dalamnya. Tanki Produksi di SP Tambun c. Pompa-pompa ini memiliki tingkat kerumitan yang berbeda-beda namun memiliki fungsi yang sama dalam dunia industri migas. Degassing boot merupakan tempat di mana tekanan fluida diturunkan menjadi tekanan rendah. Liquid Transfer Pump Liquid transfer pump atau pompa transfer liquid adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lainnya. Pompa transfer mampu memindahkan air. Fluida yang bertekanan rendah akan menyebabkan gas yang terkandung di dalam liquid untuk terlepas dan keluar melalui saluran yang ada. bahan kimia. Pig merupakan peralatan yang dijalankan di dalam pipa mengikuti aliran fluida untuk membersihkan 29 . dalam hal ini digunakan untuk memindahkan fluida dari tanki produksi di SP Beringin A ke SP Beringin D. b. Gambar 11. Tanki Produksi Tanki produksi adalah tanki yang digunakan untuk menampung liquid hasil produksi sebelum ditransfer melalui pipa penyalur. minyak dan beragam fluida lainnya.

para operator memeriksa pipa untuk korosi dan cacat secara rutin dengan menggunakan pigs. 3.5.2. Gas dari kepala sumur gas terkadang memiliki tekanan yang cukup untuk masuk ke sistem transportasi pipa dengan sendirinya. mendeteksi kebocoran kecil. dan kecacatan lain sepanjang bagian interior pipa yang dapat menyebabkan gangguan pada aliran minyak dan gas atau memberi potensi untuk membahayakan keselamatan dari pengoperasian pipa. Sistem Kompresi Gas Sistem kompresi gas adalah fasilitas yang membantu dalam proses pengangkutan gas dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Pengembangan teknologi pigging saat ini dapat digunakan untuk mengobservasi serta mengukur anomali yang terjadi pada pipa penyalur. Gambar teknik pig launcher e. tanda-tanda korosi. Ketika gas dialirkan melalui pipa. Pipeline Pipeline adalah pipa untuk transfer minyak dan gas bumi yang memiliki diameter antara 6 sampai 48 in. Gambar 12. Gas Stream 1. namun gas dari sumber yang memiliki tekanan rendah atau sudah mengalami penurunan tekanan memerlukan sistem 30 . bagian internal pipa tanpa menggangu/ menghentikan operasi/aliran. seperti ketebalan pipa. gas harus selalu memiliki tekanan yang cukup supaya bisa berpindah. kebulatan. Untuk memastikan bahwa operasi perpipaan berjalan dengan efisien dan aman.

maka akan merusak komponen-komponen utama dari unit kompresor. Droplet air dan hidrokarbon juga bisa terbentuk ketika gas mendingin di heat exchanger. yaitu scrubber. Kompresor Fungsi utama kompresor yaitu untuk menaikkan tekanan fluida gas dengan cara dimampatkan. Selain memiliki fungsi untuk menghilangkan liquid. Scrubber Gas yang telah melewati separator dan dipisahkan dari wujud liquidnya masih memilki kemungkinan mengandung uap air dan droplet. tetapi harus dihilangkan sebelum mencapai kompresor. Dalam pembangunan SP Beringin A Field Prabumulih kompresor yang digunakan adalah tipe reciprocating. 31 . Gambar 13. Gas Scrubber b. Sistem kompresi gas mencakup peralatan seperti: a. Oleh karena itu dibutuhkan peralatan untuk menghilangkan droplet ini. Apabila titik-titik liquid memasuki kompresor. scrubber juga berfungsi menghilangkan kotordan dan material asing yang terkandung dalam gas yang tidak diperlukan.kompresi untuk dapat mengalir sampai ke titik tujuan.

Air ini bisa menyebabkan beberapa masalah untuk proses hilir (downstream) dan peralatan-peralatannya. hidrat bisa terbentuk pada suhu yang relatif tinggi. Aftercooler yang paling umum menggunakan udara sekitar yang lebih dingin atau air dingin untuk menghilangkan panas. 2. Ketika diproduksi dari sebuah reservoir. 32 . c. gas alam biasanya mengandung air dalam jumlah yang tinggi yang bersifat jenuh. Suhu yang semakin rendah akan membuat energi yang digunakan untuk mengkompresi gas menjadi semakin rendah pula. Tergantung pada komposisinya. mayoritas produsen gas menggunakan Triethylene glycol (TEG) untuk menghilangkan air dari aliran gas agar sesuai dengan standar yang dibutuhkan pipa. Oleh karena itu. sebelum memasuki kompresor tahap selanjunya. caranya adalah dengan menurunkan titik kondensasi air pada inlet ke suhu titik kondensasi pada outlet. Unit Dehidrasi Tujuan dari unit dehidrasi adalah untuk menghilangkan air dari gas. Unit dehidrasi glikol (glycol dehydration units) mampu menekan titik formasi hidrat dari gas melalui penghilangan air. Aftercooler Aftercooler adalah heat exchanger yang menghilangkan panas dari gas yang telah melalui proses kompresi. Proses dehidrasi penting dilakukan untuk mencegah terbentuknya hidrat pada suhu rendah ataupun masalah korosi karena adanya karbon dioksida (CO 2) atau hidrogen sulfida (H2S) yang biasa ditemukan dalah gas alam. yang juga efektif untuk menyerap kelembaban dari gas terkompresi.

382 BPD kondensat dan 434 BPD air. Sistem Dehidrasi Gas (Gas Dehydration System). Penyimpan Liquid dan Sistem Ekspor (Liquid Storage and Export System) dan Fasilitas Auxiliary (Auxiliary Facilities). Sumur-sumur produksi diproses di fasilitas SP Beringin A yang terdiri dari Sistem Pemisah Gas (Gas Separation System). PERTAMINA EP bertujuan untuk mengeksploitasi 8 sumur gas sebagai sumur produksi dalam Stasiun Pengumpul Beringin A.1. Gas yang diproduksi akan dikirim ke SP Beringin D melalui garis transmisi gas dan kondensat akan dikirim ke SP Beringin D melalui perpipaan liquid yang sudah ada di SP Beringin C untuk proses lebih lanjut. Sistem Kompresi Gas (Gas Compression System). 33 . Delapan sumur gas ini terdiri dari 4 sumur produksi yang sudah dibuat yang dijalurkan ulang dari SP Beringin D ke SP Beringin A dan 4 sumur produksi baru. Latar Belakang Masalah PT. Sumatera Selatan. Perkembangan dan eksploitasi dari kedelapan sumur gas tersebut diharapkan bisa menghasilkan 15 MMSCFD gas. Stasiun Pengumpul Beringin A terletak 45 km dari Prabumulih. BAB IV TUGAS KHUSUS 4.

Skema stasiun pengumpul di Beringin Field 34 .Gambar 14.

Minyak dan kondensat yang telah lolos melewati separator akan dialirkan melalui pipa ke degassing boot untuk dihilangkan kadar gasnya yang tersisa. gas akan ditransfer ke scrubber gas bertekanan tinggi (high pressure gas scrubber). lalu melanjutkan treatment di sistem kompresi gas yang terdiri dari 1 st stage suction srubber. Di separator inilah fluida dipisah menjadi gas. Setelah melewati treatment di sistem ini. kondensat dan air. Seperti proses produksi yang telah dijelaskan pada bab 3 laporan ini. ada proses produksi dalam rangkaian fasilitas. aftercooler. Apabila masih ada liquid yang terkandung didalamnya. Gas yang sudah benar-benar murni dari kandungan liquid akan diteruskan ke heat exchanger untuk didinginkan dan dialirkan melalui pipa gas (gas pipeline) dari stasiun pengumpul Beringin A ke stasiun pengumpul Beringin D. Sesampainya di SP Beringin D. 35 . 2nd stage compressor. Di dalam unit dehidrasi terdapat teg contactor yang mana akan memisahkan gas untuk terakhir kalinya. Kemudian dengan interval waktu tertentu minyak dan kondensat ini akan dipompa dari stasiun pengumpul Beringin A menuju stasiun pengumpul Beringin C dengan bantuan Product Liquid Transfer Pump (BRA-P-1001A/B). dan discharge scrubber. 1st stage compressor. aftercooler. fluida akan dikirim untuk proses pemisahan di separator. Setelah fluida melewati manifold produksi dan sebagian ke manifold pengujian. Gas yang telah dipisahkan dari fasa liquidnya akan memasukin inlet scrubber. fluida hidrokarbon yang telah diambil dari dalam sumur akan mengalir ke kepala sumur dan memasukin pipa-pipa yang mengarah ke manifold. fluida terbagi menjadi gas dan kondensat. Kondensat yang telah sampai di stasiun pengumpul Beringin C akan disimpan di Liquid Storage SP Beringin D. apabila sudah murni gas maka akan melanjutkan perjalanannya ke unit dehidrasi untuk menghilangkan kandungan kelembabannya terakhir kali. gas dialirkan masuk ke dalam gas scrubber untuk selanjutnya dialirkan menuju pipa transmisi. maka akan dikirim kembali ke sistem separator. Selanjutnya menuju production tank A dan B dimana kondensat dan minyak ditampung untuk sementara. 2nd stage suction scrubber.

4. Berapa net positive suction head (NPSH) yang dimiliki oleh Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B? 3. 4. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada penelitian yang dilakukan adalah: 1. 2. Berapa daya (power) yang dibutuhkan oleh Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B? 4. Mengkalkukasi tingginya net positive suction head (NPSH) yang dimiliki oleh Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B di stasiun pengumpul Beringin A. 4. yaitu Product Liquid Transfer Pump (BRA-P-1001A/B). 3. Menghitung kebutuhan daya (power) dari Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B. pompa yang digunakan untuk mengirim fluida kondensat dari Production Tank (BRA-P-1001A/B) ke Liquid Storage yang terletak di Stasiun Pengumpul (SP) Beringin D. Batasan Masalah 36 . Berapa differential head yang dimiliki oleh Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B pada stasiun pengumpul Beringan A? 2. butuh dihitung kapasitasnya agar proses pemompaan berjalan dengan lancar dan efisien. Menghitung differential head yang dibutuhkan oleh Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B di stastiun pengumpul Beringan A.2. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah: 1. tugas khusus yang dilaksanakan oleh penulis dalam kerja praktik di PT. Oleh karena itu. Agar dapat memompa kondensat.3. Pertamina EP adalah menghitung kapasitas yang dibutuh oleh pompa Product Liquid Transfer Pump (BRA-P-1001A/B).

2. serta menambah kecepatan liquid melalui pipa-pipa. Tanpa sebuah pompa. Pompa-pompa dinamik juga secara umum memiliki efisiensi yang lebih rendah dibandingkan dengan pompa jenis positive displacement. pompa aksial. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah bahwa data yang digunakan untuk perhitungan adalah data yang disediakan oleh pembimbing kerja praktik di PT.5.1. maka liquid akan bergerak ke arah sebaliknya karena perbedaan tekanan. dengan mengambil beberapa asumsi untuk parameter yang tidak diketahui. Pompa juga memiliki fungsi untuk memindahkan liquid dari posisi rendah ke posisi yang lebih tinggi. yaitu pompa dinamik dan pompa positive displacement. Pompa dinamik bisa beroperasi pada kecepatan yang tinggi dengan debit aliran yang tinggi pula. Jenis pompa yang masuk ke dalam kategorinya ini beroperasi dengan menghasilkan kecepatan fluida tinggi dan mengkonversi kecepatan tersebut menjadi tekanan melalui perubahan penampang aliran fluida. Kedua kelompok ini terbagi menjadi beberapa macam lagi. namun memiliki biaya yang lebih rendah untuk perawatannya. Pompa Dinamik Pompa dinamik terbagi menjadi pompa sentrifugal. 1. dan pompa efek special. 4. Landasan Teori 4. Pompa secara umum dibagi menjadi dua kelompok besar. Pompa Positive Displacement 37 . Pertamina EP dan khusus untuk stasiun pengumpul Beringin A.5. memindahkannya dari satu tempat ke tempat lainnya. Pompa Pompa digunakan untuk memindahkan liquid dari zona bertekanan rendah ke zona bertekanan tinggi.

serta dapat bekerja pada kecepatan yang tinggi sehingga pada aplikasinya dapat disambungkan langsung dengan turbin uap dan motor listrik. 4.2. serta memberikan perpindahan fluida yang tetap di setiap putarannya.5. Kelebihan dari pompa jenis positive displacement adalah gaya per satuan beratnya yang dapat dihasilkan lebih besar. Pompa jenis positive displacement mencakup pompa reciprocating dan rotary. Cara Kerja Pompa Sentrifugal Pompa sentrifugal terdiri dari impeler yang berotasi di dalam volute casing yang stasioner (diam di tempat). Kecepatan dari impeler yang berotasi akan mendorong fluida keluar melalui discharge nozzle. Fluida memasuki pompa melalui suction inlet menuju mata impeler. 4. Penggunaan pompa sentrifugal mencapai 80% karena cocok untuk mengatasi jumlah fluida yang lebih besar dibandingkan pompa positive displacement. Pompa jenis ini bekerja dengan cara memberikan sejumlah gaya tertentu pada volume fluida dari sisi inlet menuju sisi outlet pompa. Gambar 15. Pompa Sentrifugal Pompa sentrifugal adalah salah satu jenis pompa dinamik yang memiliki keuntungan seperti aliran yang halus. biaya yang relative rendah.3.5. Bagian-bagian pompa sentrifugal 38 .

kecepatannya bertambah.5. kapasitas dari Product Liquid Transfer Pump BRA-P- 1001A/B dicari. Ketika kecepatan fluida turun.4. lalu mengalir ke mata impeler. a. serta daya (power) dari pompa yang dibutuhkan untuk melaksanakan transfer fluida kondensat. yang akan menurunkan kecepatan fluida. Karena penurunan tekanan terjadi di inlet pompa dan mata impeler. net positive suction head. 4. Fluida memasuki inlet pompa di bawah tekanan atmosfer. Differential Head Perhitungan differential head diperoleh dari perhitungan tekanan diferensial yang kemudian dikonversi dari satuan tekanan (psi) menjadi satuan panjang (feet of liquid). Gaya sentrifugal yang bekerja pada fluida oleh impeler yang berotasi ini akan mendorong fluida menjauhi mata impeller dan mengalir mengikuti impeller vanes dan akhirnya sampai di ujung. Kapasitas pompa yang dimaksud meliputi differential head. energi kinetik berubah menjadi tekanan. Tekanan inilah yang mendorong fluida untuk keluar melalui discharge nozzle dan menuju pipa outlet. dimana fluida menabrak dinding bagian dalam dari volute casing dan keluar melalui bagian discharge pompa. ini disebut dengan energi kintetik. Ketika fluida dari impller menabrak bagian samping volute. fluida tersedot ke dalam pompa dengan aliran yang kontinu (tidak berhenti). Perhitungan Pompa Sentrifugal Dalam tugas khusus ini. Bentuk dari volute menyebabkan fluida untuk mengembang. Bentuk dari volute casing adalah lebih lebar di bagian discharge dibandingkan dengan bagian di mana fluida pertama kali menabrak dinding. ???????????? ???????? = ?????? ????ℎ???? ???????? − ?????? ??????? ???????? 39 .

?????? ????ℎ???? ???????? = ??????????? ???????? + ?????? ???? + ???????? ???? ?????? ??????? ???????? = ???????? ??? ?????? ??????? + ?????? ???????? − ???????? ???? b. yaitu aliran yang memiliki nilai Reynold’s number di atas 4000. yang diekspresikan oleh persamaan Darcy-Weisbach. Friction loss adalah tekanan atau head di dalam pipa yang hilang akibat viskositas fluida yang timbul di daerah permukaan pipa. 40 . maka perlu perhitungan untuk loss akibat gesekan atau lebih sering disebut dengan friction loss.185 ft/s2 atau 9.9 )] 3.74 2 [?? ( + 0.81 m/s2) k = koefisien gesekan fitting-fitting pipa f = Darcy friction factor (tanpa satuan) 1. ? ?2 ∆ℎ? = (? + ∑ ?) ? 2? ∆ℎ? = friction loss (ft atau m) L = panjang pipa (ft atau m) D = diameter pipa (ft atau m) V = kecepatan aliran rata-rata (ft/s atau m/s) g = percepatan gravitasi (32.7? ?? Rumus ini digunakan apabila aliran fluida adalah turbulen. Friction Loss Agar perhitungan di atas memungkinkan.325 ?= ? 5.

e = kekasaran permukaan material pipa. Pipa yang digunakan dalam Stasiun
Pengumpul Beringin A adalah baja karbon – non corroded, yang memiliki nilai e
sebesar 0,000164042 ft atau 5 x 10-5 m.

Re = Reynold’s number

????
?? =
?

? = densitas fluida (lb/ft 3 atau kg/m3)

V = kecepatan rata-rata fluida (lb/s2 atau kg/s2)

Di dalam perhitungan friction loss, nilai gesekan yang diberikan oleh fitting-
fitting dalam pipa juga berpengaruh pada besar kecilnya friction loss yang terjadi
di dalam pipa. Fitting-fitting yang digunakan dalam pipa yang berhubungan
dengan Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B adalah:

1. Elbow 90
Elbow 90 adalah salah satu jenis fitting yang berbentuk 90 derajat seperti
namanya, gunanya adalah untuk membelok arah aliran fluida. Nilai
resistance factor k adalah sebesar 0,51.

Gambar 16. Elbow 90
2. Ball Valve
Valve katup adalah sebuah perangkat yang terpasang pada sistem
perpipaan, yang berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan
laju aliran fluida dengan cara membuka, menutup atau menutup sebagian
aliran fluida. Katup dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis.
Ball valve merupakan tipe quick opening valve yang hanya memerlukan

41

1/4 putaran dari posisi tertutup penuh ke terbuka penuh. Nilai k ball valve
adalah 0,08 untuk ukuran ¾” dan 0,05 untuk ukuran 4”.

Gambar 17. Gambar perpotongan ball valve

3. Y-Strainer
Strainer adalah alat sejenis penyaring yang fungsinya adalah supaya pada
saat pompa menghisap air, kotoran atau material asing tidak ikut terhisap
ke dalam pompa sehingga tidak mengakibatkan kerusakan impeler pompa.
Y-Strainer merupakan salah satu jenis strainer yang berbentuk seperti
huruf Y dan memiliki nilai k sebesar 3,94.

Gambar 18. Y-Strainer
4. Standard Tee
Tee adalah fitting yang memiliki cabang dan bertugas untuk membagi
aliran. Pada umumnya, cabang dari tee memiliki ukuran yang sama dengan
ukuran pipa utamanya. Jenis ini disebut dengan straight tee atau standard
tee, sedangkan apabila ukurannya berbeda maka disebut reducing tee.
Standard tee memiliki nilai k 1,02.

42

Gambar 19. Standard tee fitting
5. Gate Valve
Jenis katup ini didesain untuk membuka dan menutup aliran dengan cara
menutup rapat dan membuka penuh. Karena sistem kerjanya hanya
membuka dan menutup, maka katup ini kurang cocok untuk mengatur
debit aliran karena kurang akurat dalam hal mengontrol volume aliran di
dalam pipa. Gate valve memiliki faktor gesekan sebesar 0,14 untuk
diameter 4” serta 0,12 untuk diameter 6”.

Gambar 20. Gate valve
6. Check Valve
Check valve merupakan salah satu jenis katup yang dirancang untuk
mencegah terjadinya aliran balik di dalam pipa. Nilai k dari check valve
adalah 10,2.
7. Reducer dan Expander
Sesuai dengan namanya, fitting jenis ini bertugas untuk mengurangi aliran
fluida. Mengurangi disini bukan seperti valve, tapi ukuran pipanya saja
yang berkurang. Jadi, reducer bertugas untuk mengabungkan pipa dari
diameter yang lebih besar ke yang kecil dan apabila dari kecil ke besar

43

Net Positive Suction Head (NPSH) Untuk mencegah terjadinya kavitasi di dalam pompa sentrifugal. Karena untuk setiap diameter nilai faktor gesekannya berbeda. maka dituangkan dalam rumus: c. yaitu NPSH available (NPSHa) dan NPSH required (NPSHr). NPSH dibagi menjadi dua. Net Positive Suction Head available (NPSHa) adalah perbedaan antara tekanan di bagian suction pompa dengan tekanan jenuh (saturation pressure) fluida yang 44 . maka dinamakan dengan expander. tekanan fluida pada setiap titik di pompa harus lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan jenuhnya. Parameter yang dipakai untuk menentukan apabila tekanan fluida yang dipompa cukup untuk mencegah kavitasi disebut sebagai Net Positive Suction Head atau NPSH.

dikurangi dengan head losses pada perpipaan suction pompa. Sedangkan NPSHr adalah net positive suction head minimum yang dibutuhkan untuk mencegah kavitasi. ????? ≥ ????? ????? (??) = ????? ℎ??? ??????? (??) − ??????? ????? (??) Ketika pompa sentrifugal melakukan suction dari tanki atau reservoir lain.8745 ???????? ??? 62.31 ???? ?? ?????? (??) = ???????? ??????? ???????? ?????? 54. maka tekanan pada bagian suction pompa adalah penjumlahan dari tekanan absolut pada permukaan fluida dalam tanki. Power yang dibutuhkan oleh pompa (daya hidrolik) bisa dikalkulasi dengan rumus berikut ini: ? ? ∆? ????????? ????? = 1. ????? (??) = [???? ???? ????????? ?????? (??) + ???? ?????? (??) − ???? ??????? ??????? (??) − ??????? ????? (??) ??? ? 2.714 Q = rate aliran fluida (US gpm) ∆? = differential pressure (psi) Sedangkan brake horsepower dapat dihitung sebagai: 45 . Daya (Power) yang Dibutuhkan Pompa Sebuah motor membangkitkan horsepower (HP) sedangkan pompa mengonsumsi brake horsepower (BHP).57 ??/?? 3 ???????? ??????? = = = 0. tekanan akibat perbedaan elevasi permukaan fluida dan suction pompa.4 ??/?? 3 d.dipompa. dan dikurangi dengan tekanan jenuh fluida (saturation pressure).

Data berikut digunakan untuk mengestimasi rate operasi pompa: 46 .89 C Vapour Pressure 13. Hasil Untuk mencari kapasitas dari Product Liquid Transfer Pump (BRA-P- 1001A/B).87 0. khususnya differential head. maka parameter yang telah diketahui akan diolah untuk mendapatkan hasil.07 cP 3.43 psia 0.61 kg/m3 3. Properti fluida kondensat b.47 ft m Molecular Weight MW 27.6 lb/ft3 874.7 psia 1. ????????? ????? ??? = ????????? ????? 4. Properti Fluida Parameter Symbol Value Imperial Value SI Fluid Pumped Condensate Temperature T 93 F 33.4 27.6.93 bar(a) Pv Vapour Pressure (in feet) 35. Hasil dan Pembahasan 4. Flowrate rancangan Production Liqud Transfer Pump dalam konteks di sini dirancang untuk memompa tanki produksi selama 6 jam dalam satu hari.1.64 bar(a) Suction Liquid Surface Psur 14.00206 lb/fts 0.01 bar(a) Pressure Specific Gravity sg 0.6.07 cP Dynamic Viscosity μ 0. net positive suction head (NPSH) dan daya yang dibutuhkan.00307 kg/ms Destination Pressure Pdes 23.4 Mass Density ρ 54. Parameter-parameter tersebut meliputi : a.87 Tabel 3.8 psia 1.

014 bar(a) Suction Liquid Surface Head Hsur 38.Production Tank Capacity 154 m3/day 113 gpm 25.81 Ft 10 m Static Head (Diff.21 psia 1.95 m Static Pressure Ps 1.83 m Design Suction Pressure Ps Design 15.081 bar Suction Liquid Surface Pressure Psur 14. maka kalkulasi dilakukan untuk menghitung design suction pressure. Konfigurasi Perpipaan Pompa Untuk bagian suction dari pompa. Konfigurasi sederhana pompa d. suction liquid surface pressure serta suction liquid surface head. Suction Length Ls 32. tekanan statis.11 Ft 0.0071 m3/s Tabel 4. Desain laju alir fluida (flowrate) c.18 psi 0.25 ft3/s 0. Elevation) Hs 3. Properti pompa dan pipa bagian suction Adapun fitting-fitting yang digunakan dalam pipa bagian suction adalah sebagai berikut beserta nilai k yang merupakan resistance factor yang nantinya akan digunakan untuk menghitung gaya gesek yang terjadi di dalam pipa: 47 .7 m3/h Design Flowrate Q 0. Sistem konfigurasi pompa yang disederhanakan Gambar 21.05 bar(a) Tabel 5.82 Ft 11. Untuk melengkapi data.7 psia 1. telah diketahui panjang pipa bagian suction pompa. head statis.

51 1.94 7.88 Fittings untuk Reducer (6" X 4") 1 0.05 Total 11.94 48 .08 0.8 psia 1.64 bar(a) Design Discharge Pressure Pd Design 244.12 Ball valve (3/4") 3 0. tekanan statis dan tekanan destinasi yaitu tekanan dalam Liquid Storage di SP Beringin D. Sama halnya dengan bagian suction.11 0.94 3.02 2.00 m Static Pressure Pd 12.51 2.02 Standard Tee 2 1. head statis. Properti pompa dan pipa bagian discharge Fitting-fitting pada pipa discharge adalah sebagai berikut: Type Amount k Total Fitting untuk pipa Elbow 90 4 0. Type Amount k value Total Elbow 90 2 0.81 ft 10.04 Y-Strainer 2 3.04 discharge Ball valve 5 0.12 0. yaitu panjang pipa discharge.08 0.14 Flanged gate valve (6") 1 0.05 0. Elevation) Hd 32.14 0.11 pipa suction Flanged gate valve (4") 1 0. parameter yang telah disediakan oleh data adalah hampir sama dengan data yang disediakan untuk bagian suction.42 psi 0.83 bar Tabel 7.92 m Static Head (Diff.24 Ball valve (4") 1 0. Fitting pipa suction Sedangkan pada bagian discharge.07 psi 16. dilakukan perhitungan untuk design discharge pressure Discharge Length Ld 55774 ft 16999.86 bar Destination Pressure Pdes 23.4 Y-strainer 1 3.59 Tabel 6.

31 Tee 2 1.10 m Cross-section Area A 0.8 Total 49. Parameter yang digunakan untuk menghitung frictional loss meliputi parameter yang tercantum di dalam tabel frictional head loss properties.7 ft 9. Frictional Head Loss Properties Mean Velocity of flow V 2.88 m/s Gravity Acceleration g 32.81 ft 10.85 ft/s 0.11 ft 0. Static Head Difference Suction Static Head SSH 3.81 m/s2 Pipe Diameter D=4 in.95 m Discharge Static Head DSH 32.53 Tabel 9.000164042 ft 5E-05 m 49 . Fitting pipa discharge e.2 40.04 Check valve 4 10.02 2. Untuk kekasaran permukaan e.17 ft/s2 9. non corroded.05 m Static Pressure Difference SPD 11.00 m Static Head Difference SHD 29.34 ft 0. Perbedaan Statis Head (Static Head Difference) Telah diketahui head statis bagian suction dan head statis bagian discharge. maka perlu diketahui loss yang terjadi akibat gesekan di dalam pipa. material yang digunakan adalah baja karbon.78 bar Tabel 9. Loss Akibat Gesekan (Frictional Loss) Agar dapat mengetahui total differential head. Expander 1 0.087 ft2 0.0081 m2 Kinematic Viscosity v 3.51E-06 m2/s Surface Roughness e 0. sehingga perbedaan statis head dapat dihitung serta konversinya ke dalam satuan tekanan.78E-05 ft2/s 3.24 psi 0. Static head difference f. 0.31 0.

friction loss dapat dihitung menggunakan rumus Darcy-Weisbach.67 m Discharge Frictional Pressure Loss FPL dis 207. Perhitungan dilakukan untuk mengetahui loss pada suction dan discharge.48 ft 184.74 ft 171. Frictional Loss g.05 bar(a) Design Discharge Pressure Pdes design 244.24 m Tabel 12.83 bar(a) Differential Pressure 228.33 bar Total Frictional Head Loss FHL total 550.14 25418.67 psi 0.96 ft 170.52 psi 14. Differential head h.26 m Total Frictional Pressure Loss FPL total 208.85 psi 14.025 0. maka hasil perhitungan untuk Net Positive Suction Head Available (NPSHa) adalah sebagai berikut ini: 50 .78 ft 0.21 psia 1. Frictional head loss properties Setelah didapatkan properties untuk loss akbiat gesekan. Frictional Loss Suction Frictional Head Loss FHL suc 1.07 psia 16.56 m Suction Frictional Pressure Loss FPL suc 0.025 Tabel 10. Net Positive Suction Head Available (NPSHa) Dengan menggunakan rumus-rumus yang telah diuraikan pada subbab landasan teori bagian NPSH. Differential Head Differential head yang dimiliki oleh pompa setelah perhitungan adalah: Differential Head Design Suction Pressure Psuc design 15.87 psia 15. lalu ditambahkan untuk mendapat total frictional head loss serta total frictional pressure loss.78 bar(a) Differential Head 604.82 Moody Friction Factor f 0.38 bar Tabel 11.046 bar Discharge Frictional Head Loss FHL dis 548.Reynold's Number Re 25135.

Perbedaan antara kedua nilai tersebut 51 .2.6 Hydraulic Power HP 15.47 ft 10.21 psia.15 hp 18.6 0.11 ft 0.07 psia dan design suction pressure yang terhitung memiliki nilai sebesar 15.95 m Suction Friction Head 1.08 hp 11. Kebutuhan Power Dalam perhitungan daya atau power pompa yang dibutuhkan oleh Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B.68 ft 1.25 kW Brake Horsepower BHP 25. Kebutuhan daya pompa 4.75 kW Proposed Installed Power 26 hp 19 kW Tabel 14. Differential pressure adalah perbedaan antara nilai design discharge pressure yang bernilai 244. maka didapat hasil sebagai berikut: 1.81 m Net Positive Suction Head Available NPSHa 4.84 m Suction Static Head 3. sehingga: Power Requirement Pump Efficiency Η 0. Net Positive Suction Head Available Head at Liquid Surface 38. Berdasarkan katalog vendor. net positive suction head yang tersedia (NPSHa) serta besarnya daya yang dibutuhkan untuk menjalankan pompa dengan flowrate yang telah ditentukan oleh PT. maka efisiensi pompa adalah sebesar 60 %.6.54 m Vapour Pressure (in feet) 35. Pembahasan Berdasarkan data hasil perhitungan kapasitas pompa Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B yang mencakup perhitungan untuk differential head. Pertamina EP.43 m Tabel 13. NPSHa i.82 ft 11. diperlukan angka persentase efisiensi yang dapat diberikan oleh pompa.78 ft 0.

2. yaitu setinggi 38. 3.47 ft. Net Positive Suction Head yang tersedia (NPSHa) adalah hasil penjumlahan antara head pada permukaan liquid.24 m dalam satuan Standard International.75 kW.09 hp atau 11. Hasil perhitungan memberikan hasil 15. adalah 228.11 ft. sehingga untuk mengubahnya menjadi besaran differential head.15 hp atau 18. Nilai ini memenuhi kriteria yang tertera pada dokumen BRGA-10-R1-SP- 001 mengenai Centrifugal Pump Specification halaman 9 yang menyatakan bahwa net positive suction head required (NPSHr) diwajibkan berada setidaknya 3 ft di bawah NPSHa.25 kW. Sedangkan besarnya daya yang dikonsumsi oleh pompa sentrifugal Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B adalah hydraulic power dibagi dengan efisiensi pompa.48 ft dalam satuan imperial atau 184. Persentase efisiensi pompa menurut katalog vendor adalah sebesar 60%. Hasil yang diperoleh setelah dikonversi menyatakan bahwa differential head adalah setinggi 604. Apabila ketentuan ini tidak terpenuhi.78 ft serta dikurangi dengan tekanan vapor kondensat yang memiliki nilai 35.68 ft atau 1. Hasil yang didapatkan adalah sebesar 4. 52 .83 ft ditambah dengan head statis pada titik suction (suction static head) sebesar 3. dilakukan konversi dari satuan tekanan ke satuan panjang/tinggi. sehingga nilai brake horsepower (BHP) yang dihasilkan adalah 25. Besarnya daya yang dibutuhkan oleh motor yang disambungkan pada pompa adalah equivalen dengan perhitungan hydraulic power yang merupakan perkalian antara flowrate dalam satuan gpm (galons per minute) dengan perbedaan tekanan (differential pressure) lalu dibagi dengan faktor pembagi 1.87 psia. Nilai tersebut merepresentasikan perbedaan tekanan yang terjadi antara inlet dan outlet dari pompa.714.43 m. maka pompa tidak akan diterima. lalu dikurangi dengan head yang equivalen dengan gesekan/friksi pada titik suction sebesar 1.

1. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.48 ft atau 184.24 m. Kesimpulan Berdasarkan pengumpulan data. sehingga daya yang sebaiknya dimiliki Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B adalah sebesar 26 hp atau 19 kW. Net Positive Suction Head Available (NPSHa) yang didapatkan sebesar 4. yaitu: 53 .15 hp atau 18. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1.68 ft atau 1. 3. Hasil ini dinilai aman untuk memenuhi persyaratan pompa yang menyatakan bahwa selisih nilai NPSHa dan NPSHr harus minimal 3 ft untuk mencegah kavitasi. studi literatur. perhitungan serta pembahasan yang telah dilakukan.43 m. maka terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan.75 kW. Daya yang dibutuhkan pompa – brake horsepower (BHP) – berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada subbab perhitungan power yang dibutuhkan adalah sebesar 25. net positive head suction yang tersedia (NPSHa). 4. Kapasitas Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B mencakup differential head. Differential head dari Product Liquid Transfer Pump BRA-P-1001A/B setelah dilakukan perhitungan adalah setinggi 604. Saran Agar pompa dapat dengan maksimal. serta daya yang dibutuhkan oleh pompa.2. 5. 2.

47 ft 10. 54 . b. 2. Kavitasi adalah fenomena dimana gelembung-gelembung gas muncul dan meletus di dalam pompa karena tekanan absolut di dalam pompa yang jatuh di bawah tekanan jenuh liquid. sebaiknya dilakukan perawatan rutin pada pompa sesuai dengan panduannya.11 ft 0.81 m Net Positive Suction Head Available NPSHa 6.1. sehingga mengurangi friction loss yang tejadi di dalam pipa. Memperbesar ukuran diameter pipa suction untuk mengurangi loss yang terjadi akibat gesekan dalam pipa.11 m Vapour Pressure (in feet) 35.34 ft 0. c. Mengubah sistem konfigurasi pipa agar fitting yang dipakai lebih sedikit. Supaya pompa dapat bekerja dengan optimal. Menaikkan suction static head dengan cara: .13 ft 1. apabila diameter pipa diubah dari 4” menjadi 6” maka NPSH menjadi: Net Positive Suction Head Available Head at Liquid Surface 38. Beberapa cara untuk meningkatkan NPSH adalah dengan: a. Sebagai permisalan. Menurunkan elevasi pompa dengan membuat dudukan pompa yang lebih rendah dari permukaan tanah.83 ft 11.87 m Seperti yang terlihat di tabel. Menaikkan level liquid di dalam production tank di SP Beringin A.84 m Suction Static Head 3.98 m Suction Friction Head 0. . Memperbesar net positive suction head agar kemungkinan untuk terjadinya kavitasi berkurang. maka NPSHa menjadi sekitar 30% lebih besar dibandingkan apabila pipa suction berdiameter 4”.

Fittings. 2013.. 2016. A. PT. Pertamina EP. Laporan magang Universitas Indonesia Arnold. Jakarta. Crane Valves North America PT. Analisa Pengendalian Resiko Pekerjaan Pembersihan Heat Exchanger dan Kondensor dengan Menggunakan Metode Risk Assessment.. Oil and Gas Production Handbook: An introduction to oil and gas production.. Pertamina EP. 2006. S.aspx (1 Februari 2017) 55 . 2014. M.. K. ABB ATPA Oil and Gas Crane. 2016. L. Custodio. BRGA-10-P1-PFD-001 PFD Separation & Handling System (Sheets 1 &2)_Rev B PT. Visi dan Misi. Pertamina EP. (online) : http://www. Devold. H. Know and Understand Centrifugal Pumps. 2016.com/vision_and_mission. Bachus..pertamina. DAFTAR PUSTAKA Nugraha. Surface Production Operations: Design of Oil Handling Systems and Facilites. North America. 2008. Elsevier Ltd. BRGA-10-R1-SP-001 SP Beringin A Enginerring Support for LLI Tender: Centrifugal Pump Specification. 2016. Flow of Fluids Through Valves. Oslo. Pertamina EP. Oxford. 1999. Elsevier Ltd. Third Edition. Stewart. Pertamina EP. Balikpapan. 2003. BRGA-10-P1-PFD-002 PFD Compression System _Rev B PT.. Oxford. and Pipe. PT. BRGA-10-P1-PFD-003 PFD Dehydration & Sales Gas Delivery (Sheets 1 &2)_Rev B Pertamina.

Canadian Society for Unconventional Resources.blogspot.id (6 Februari 2017) 56 . Understanding Oil & Gas: Just the basics Chemical & Process Technology: How to Increase NPSHa to a Pump webwormcpt.co.