You are on page 1of 18

LINGKUNGAN BISNIS

Diketik Oleh :

FAUZAL AZIM NIM (160201023)
(Salinan Dari Buku Pengantar Bisnis Karangan Amirullah)

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS SAMUDERA
TAHUN AKADIMI
2016
Lingkungan Bisnis
Setiap perusahan, baik yang berkala besar, menengah, maupun kecil akan
berinteraksi dengan lingkungan di mana perusahaan tersebut berada. Lingkungan itu
sendiri selalalu mengalami perubahan-perubahan yang yang begitu cepat. Dengan
demikian perusahaam yang bisa bertahan hidub adalah perusahaan yang bisa
menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Sebaliknya, perusahaan akan
mengalami massa kehancuran apabila perusahaan tersebut tidak memperhatikan
perkembangan dan perubahan lingkungan sekitarnya. Lingkungan perusahaan (busines
and vironmen) dapat diartikan sebagai kekutan-kekuatan yang mempengaruhi, baik
secara langsung maupun tidak langsung terhadab kinerja perusahaan. Pengertian lain
tentang lingkungan di ungkabkan oleh robbin dan coulter (1999) bahwa lingkungan
merujuk kepada lembaga-lembaga atau kuatan-kekuatan yang berada di luar perusahaan
tersebut dan secara potensial mempengaruhi kinerja perusahaan

Keberhasilan perusaan untuk bertahan dan berkembanng di pengaruhi oleh
berbagai factor, baik factor yang bisa di control oleh perusahaan maupun yang tidak.
Oleh karna itu, prestasi perusahaan merupakan fungsi dari fariabel yang bisa di control
seperti strategi dan lingkungan perusaan sebagai fariabel yang tidak terkontrol (kim dan
lim 1986).

Para ahli mengelompokkan lingkungan perusahan kepada dua jenis, yaitu
lingkungan langsung dan tidak langsung. Penulis lain nya membagi lingkungan
perusahaan menjadi dua bagian, yaitu lingkungan makro (mackronvironmen) dengan
lingkungan mikro (mickronvironmen). Pada bagian ini secara khusus akan mengkaji
lingkungan eksternal perusahaan (eksternal evironmen), baik yang bersifat langsung
(direk) maupun yang sifat nya umum (general evironmen) dan lingkungan internal
perusahaan (internal evironmen).
Porter (1980) mengemumukan bahwa lingkungan bisnis dapat di bagi dua
kategori, yaitu lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan eksternal terbagi dua
kategoori, yaitu lingkungan umum dan lingkungan industri, sementtara itu lingkungan
internal merupakan aspek-asopek yang ada di dalam perusahaan. Lingkungan umum
meliputi factor-faktor politik, ekonomi, social dan tecnologi,’ lingkungan industry
meliputi aspek-aspek yang terdapat dalam konseb strategi bersaing (com petitivi
strategi) yang meliputi aspek hambatan masuk, aspek daya tawar pemasok, aspek daya
tawar pembeli,aspek ketersediaan barang subtitusi dan aspek persaingan dalam industri;
lingkungan internal perusahaan meliputi aspek keungan, SDM, pemasaran, koperasional
dan aspek perusahaan. Lingkungan bisnis terseut dapat mempengaruhi seluruh aspek
bisnis baik pada tingkat perusahaan maupun individual.

Komponen apa saja yang termasuk dalam lingkungan eksternal dan umum
tersebut dapat dilihat pada gambar 2.1

Demografi

Budaya
Ekonomi
Pemerintah Pemasok

Perusahaan
Pelanggan Alam
Politik Pesaing
Lembaga
Keuangan

Teknologi

Internal Perusahaan
Lingkungan Industri
Lingkungan Umum

Gambar 2.1 Perusahaan dan Lingkungannya
2.1 LINGKUNGAN UMUM

Lingkungan umum merupakan lingkungan yang berpengaruh secara tidak
langsung terhadap kinerja perusahaan dan hamper semua perusahaan dipengaruhi oleh
lingkungan tersebut. Komponen-komponen dari lingkungan umum tersebut meliputi
demografi, ekonoomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.

a. Demografi. Isu-isu penting yang perlu di amati oleh perusahaan dalam lingkungan
demografiitu antara lain adalah perubahan tentang struktur umum penduduk,
permasalahan jenis kelamin (gender), ras, peluang kerja dan pengangguran, serta
masalah-masalah yang menyangkut urbanisasi.

b. Ekonomi. Lingkungan ekonomi yang mempengaruhi prestasi kerja dari suatu
perusahaan meliputi tingkat petumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan masyarakat,
perubahan selera dan pola pengeluaran konsumen yang di akibat kan dari perubahan
pendapatan. Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi baik secara langsung maupun
tidak terhadap praktik perusahaan. Perusahaan perlu mengamati perkembangan
indicator-indikator sehingga dapat menetabkan strategi yang efektif.

Kondisi ekonomi suatu daerah atau 7egara dapat mempengaruhi iklim berbisnis
suatu perusahaan, di mana semakin buruk pula iklim bisnis. Oleh karna itu pemerintah
bersama-sama dengan masyarakat harus berusaha mempertahankan atau jika perlu dapat
dapat meningkatkan kondisi ekonomi agar menjadi lebih baik sehingga pelaku bisnis
dapat meningkatkan atau memajukan bisnisnya. Umar(2001:76) mengemumukan
beberapa hal hal yang terutama diperhatikan dalam mengenalisis ekonomi suatu daerah
atau 7egara adalah sebagai berikut. Siklus bisnis, ketersediaan energy, inflasi suku
bunga, investasi,harga produk dan jasa,produktivitas,dan tenaga kerja.
c. Alam. Sumber daya alam memberikan bahan-bahan maka yang di butuhkan oleh
perusahaan. Ketersediaan bahan akan menjamin kelancaran kerja dari perusahaan.
Sebaliknya, perusaantidak dapat melakukan aktifitas dengan baik kalau bahan-bahan
yang diperlukan tidak tersedia.

d. Teknologi. Lingkungan teknologi merupakan kekuatan yang dapat menciptakan
produk dan pasar baru. Perusahaan perlu mengamati setiap perkembangan penggunaan
teknologi. Teknologi yang janggih akan dapat menciptakandaya saing yang kuat pada
perusahaan pada akhirnya akan mengubah cara kerja perusahaan. Dewasa ni
perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik bidang bisnis
maupun di bidang yang mendukung kegiatan bisnis. Teknologi tidak hanya mencakup
penemuan-penemuan baru saja, akan tetapi juga meliputi cara-cara pelaksanaan atau
metode-metode baru dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang memberikan suatu
gambaran yang luas yang meliputii mendesain, menghasilkan, dan mendistribusikan.
Setiap kegiatan bisnis yang diinginkan berjalan terus, harus selalu mengikuti
perkembangan-perkembangan teknologi yang dapat diterapkan pada produk atau jasa
yang di hasilkan atau pada cara operasinya.

Porter (1980) mengemukakan agar perusahaan tidak terpuruk karna keselahan
dalam penggunaan teknologi, maka beberapa hal penting perlu diperhatikan, misalnya:

1. bagaimanakah kecepatan transfer teknologi oleh para pekerja

2. bagaimanakah masa/waktu keusangan teknologi nya, dan

3. bagaimana harga teknologi yang akan diadobtasi

e. Politik. Kebijakan-kebijakan yang dibuat leh pemerintah sering kali bermuatan
politis. Kebijakan tertentu biasanya berlawanan arah dengan misi dan tujuan
perusahaan. Ada beberapa perusahaan yang di untungkan dari kebijakan politik tersebut,
da nada pula perusahaan yang di rugikan bahkan menjadi mati karna kebijakan yang di
buat tersebut bermuatan politis.
Faktor politik bisa berupa arah,kebijakan,dan stabilitas politik, di mana factor-
faktor tersebut penting bagi para pebisnis untuk melakukan bisnis. Situasi politik yang
tidak kondusif akan berdampak negative pada dunia bisnis, dan begitu pula sebaliknya.
Umar (2001:76) mengemukakan beberapa hal utama yang perlu di perhatikan dari
factor politik agar bisnis dapat berkembang dengan baik adalah: a) Undang-undang
tentang lingkungan dan perubahan, b) Peraturan tentang perdagangan luar negri, c)
Stabillitas pemerintah, d) Peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja, e) Sistem
perpajakan.

Table 2.1 Aspek-Aspek dalam Lingkungan Umum Perusahaan

Aspek Demografis  Besarnya populasi
 Struktur usia
 Distribusi demogafis
 Komposisi etnis
 Distribusi pendapatan

Aspek Ekonomi  Tingkat imflasi
 Tingkat suku bunga
 Surplus dan deficit anggaran
 Produk domestic bruto

Aspek Politis/Hukum  Hukum perpajakan
 Hukum tenaga kerja
 Deregulasi

Aspek Sosial budaya  Wanita dalam angkatan kerja
 Variasi dalam angkatan kerja
 Prilaku kualitas kerja
 Nilai dan kepercayaan

 Inovasi produk
Aspek Teknologi  Inovasi proses
 Aplikasi pengatahuan
 Teknologi komunikasi

f. Sosial dan Budaya. Seperti yang telah di kemukakan sebelumnya, bahwa kehidupan
perusahaan tidak terlepas dari dinamika lingkungan di sekitarnya. Masyarakat dan
budaya merupakan kekuatan yang secara umum mempengaruhi kehidupan perusahaan
yang terjamin dari persepsi, nilai-niali kemasyarakatan dan agama, prilaku dan
kepercayaan. Manajer-manajer harus menyesuaikan praktik mereka dengan harapan
masyarakat yang berubah-ubah dimana mereka bekerja dan berada. Pada saat nialai dan
cita rasa berubah, manajer-manajer harus pula berubah.

Kondisi sosial masyarakat memang berubah-ubah. Hendaknya perubahan-
perubahan social yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan dapat diantipasi oleh
perusahaan. Aspek kondisi social ini misalnya sikab, gaya hidup, adat istiadat, dan
kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan, serta kondisi kultural,
ekologis, demografis, religious, pendidikan, dan etnis.

2.2 LINGKUNGAN INDUSTRI

Porter (1980) mengemukakan bahwaaspek lingkungan industry akan lebih
mengarah pada aspek persaingan di mana perusahaan berada. Hal hal ini mengakibatkan
factor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan, seperti ancaman-ancaman dan
kekuatan-kekuatan yang di miliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri
menjadi sangat perlu untuk dianalisi, Porter mengemukakan suatu konseb competitive
strategy yang menganalisis persaingan bisnis berdasarkan lima aspek dan satu aspek
pelengkap. Secara lengkab ke enam aspek atau variable yang membentuk model untuk
strategi bersaing dapat di lihat pada gambar 2.2
Potential
Entrants

Relative Power Of Thret Of New Entrants
Unions, Government, etc

Industri
Bargaining
Other Competitors
Power Of Buyers
Stakeholders

Suppliers
Buyers

Bargaining Power Of Rivalry Among
Suppliers Existing Firms

Threat of Substitute
Products or Serice

Substitutes

Sumber : Porter (1980), Techniques for Analyzing Industries and Competitors

Gambar 2.2 Cmpetitve Strategy Porter

Keenam aspek variable yang membentuk model untuk strategi bersaing tersebut
di atas dapat di jelaskan sebagai berikut:

a. Ancaman masuk pendatang baru

Masuknya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah
implikasi bagi perusahaan yang sudah ada sehingga akan terjadi perebutan pasar yang
semakin kompetetif serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. Kondisi
seperti ini akan menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada.
Terdapat beberapa factor tarhambat pendatang baru untiuk masuk ke dalam
suatu industry yang sering di sebut hambatan masuk, factor-faktor tersebut adalah
sebagai berikut:

1. Skala ekonomi, aopabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka akan
dipaksa berproduksi pada baiya perunit yang tinggi, padahal perusahaan yang telah ada
tengah berupaya pada skala produksi yang semakin besar dan proses produksi yang
terus-menerus diefisiensikan sehingga harga per unitnya menjadi lebih redah.

2. Diferensiasi produk, Diferensiasi akan menciptakan hambatan untuk masuk sehingga
memaksa para pentangtang baru untuk mengeluarkan biaya dan bisnis yang besar untuk
merebut pelanggan yang loyal kepada perusahaan yang ada

3. Kecukupan modal, jenis industry yang memerlukan modal yang besar merupakan
hambatan besar bagi pemain baru, terutama pada industry yang memerlukan industry
yang sangat besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi

4. Biaya pemelihara, hambatan masuk akan tercipta adanya biaya peralihan pemasok,
yaitu biaya yang harus di keluarkan pembeli bila mana berpindah dari produk pemasok
tertentu ke pemasok lainnya. Biaya peralihan ini berupa biaya latihan,, biaya perlalatan
yang harus diganti, dan desain ulang produksi/jasa. Biaya-biaya ini akan di tanggung
oleh konsumennya, apabila biaya peralihan di tanggung cukub besar, pesaing baru harus
memberikan penawaran yang umum lebih menarik, terutama soal harga.

5. Akses ke seluruh distribusi , jalur distribusi sangat ditentukan penyebaran produk,di
mana perusahaan yang memiliki jalur distribusi yang luas dan bekerja secara baik, akan
dapat menghambat masuknya produk baru ke dalam pasar yang di kuasa. Pendatang
baru akan mengalami keselutan untuk memasuki saluran distribusi yang ada dan jika
ingin memasuki saluran yang ada maka ia harusmengeluarkan biaya yang cukub besar
untuk membangun saluran sendiri
6. Keunggulan biaya independen, keunggulan biaya yang di punyai oleh perusahaan
yang sudah ada sangat sulit di tiru oleh pendatang baru. Keunggulan itu mungkin
dimiliki karna adanya teknologi yang telah di patenkan oleh perusahaan yang ada,
konsesi bahan baku, atau subsidi pemerintah.

7. Peraturan pemerintah, pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang
mengatur bidang-bidang tertentu yang selalu di terbitkan oleh pemerintah Indonesia,
misalnya lewat Daftar Infertasi Negatif (DIN), sehingga peraturan pemerintah tersebut
dapat menghambat masuknya pendatang baru.

b. Persaingan sesama perusahaan dalam industri

Adanya persaingan dalam dunia industry akan dapat mempengaruhi kebijakan
dan kinerja perusahaan, di mana dalam persaingan yang oligopoly perusahaan
mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi pasar, sedangkan kan
pada pasar persaingan sempurna biasanya akan memaksa perusahaan untuk menjadi
follower termasuk dalam hal harga produk. Porter (1980) mengemukakan bahwa tingka
persaingan oleh beberapa factor, yaitu:

1. Jumlah competitor, komputitor hendaknya dilihat dari beberapa sisi yakni seperti,
jumlah, ukuran, dan kekuatan nya.

2. Tingkat pertumbuhan industri, pertumbuhan industry yang besar biasanya
menyediakan sejumlah peluang bagi perusahaan untuk tumbuh bersama industrinya,
sebaliknya pertumbuhan industry yang lambat sebaiknya tidak di respon dengan
ekspansi pasar kecuali pasar mampu pangsa paasar pesaing. Kondisi ini dapat
menimbulkan kecendrungan penerunan harga atau terjadi perang harga.

3. Karakteristik produk, produk hendaknya tidak sekedar menyediakan kebutuhan dasar,
tetepi memeliki suatu pembeda atau nialai tambah.
4. Biaya tetab yang besar, pada jenis inndustri yang mempunya total biaya tetab yang
besar, memaksa perusahaan untuk beroperasi pada skla ekonomi yang tinggi sehingga
kadangkala perusahaan terpaksa menjual produk di bawah produksi.

5. Kapasitas, kapasitas selalu berhubungan dengan biaya produksi per unit. Produksi
pada kapasitas tinggi diperlukan untuk menjaga efisiensi biaya per unit. Penambahan
fasilitas produksi dapat di lakukan apabila telah mampu memproduksi pada tingkat yang
maksimal.

6. Hambatan keluar, hambatan keluar dapat memaksa perusahaan untuk tidalk keluar
dari industry. Hambatan ini dapat berupa asset-aset khusus ataupun kesetiaan pada
biisnis tersebut.

c. Ancaman dari produk pengganti

Selain beberapa ancaman di atas, perusahaan-perusahaan yang berada dalam
suatu industri tertentu akan bersaing pula dengan produk pengganti. Walaupun
karakeristiknya berbeda, barang subsitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama.
Ancaman produk penngganti ini akan semakin kuat jika konsumen di hadapkan pada
biaya peralihan (switching cost) yang sedikit dan jika produk pengganti tersebut
mempunyai harga yang lebih murah dan kualitas nya sama atau bahkan lebih tinggi dari
produk-produk suatu industri.

d. Kekuatan tawar pembeli

Kekuatan tawar yang di miliki para pembeli akan dapat mempengaruhi memaksa
perusahaan untuk menurunkan haraga suatu produk, meningkatkan mutu produk dan
layanan, serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya. Beberapa kondisi yang
mungkin dihadapi perusahaan sehubung dengan adanya kekuatan ini antara lain adalah
(Porter, 1980)

1. Pembeli mampu memproduksikan yang diperlukan

2. sifat produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok
3. switching cost pemasok kecil

4. pembeli mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah, sehingga sensitive terhadap
harga dan differensiasi pelayanan.

5. Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli, sehingga pembeli dengan
mudah mencari subsitusinya.

e. Kekuatan tawar pemasok

Kekuatan tawar pemasok juga dapat mempengaruhi atau memaksa industry
lewat kemampuan mereka menaikkan haraga atau mengurangkan kualitas produk atau
pelayanan. Pemasok akan menjadi lebih kuat jika beberapa kondisi berikut terpenuhi.

1. Jumlah pemasok sedikit

2. Produk atau jasa yang ada adalah unik dan mampu menciptakan switching cost yang
besar

3. Tidak tersedia produk substitusi

4. Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang di hasil
kan menjadi produk yang sama dihasilkan perusahaan.

f. Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya

Para pemegang saham (stakeholder) memliki kepentingan dan tanggung jawab
tertentu terhadap perusahaan. Tanggung jawab tersebut di dasarkan pada beberapa besar
sumbangan (saham) mereka terhadap perusahaan. Demikian sebaliknya, apabila
perusahaan memproleh keuntungan maka mereka akan memproleh imbalan sebesar
yang mereka sertakan.
2.3 LINGKUNGAN INTERNAL

Lingkungan internal perusahaan merupakan kekuatan-kekuatan yang ada dalam
perusahaan itu sendiri dan sifatnya dapat dikontrol oleh pperusahaan. Lingkungan
internal berpengaruh secara langsung terhadap kompetensi atau kinerja dalam sebuah
perusahaan. Kekuatan-kuatan yang ada dalam lingkungan internal tersebut meliputi;
pekerjaan, dewan komisaris, dan pemegang saham.

Toom Peter dan Robert Waterman (dalam, Pearce and Robinson:1996),
mengidentifikasi factor-faktor kunci yang di gunakan untuk menjelaskan kinerja dari
sebuah perusahaan. Kerangka itu di kenal sebagai kerangka 7-S McKinsey. Kerangka
tersebut memberikan visualisasi yang bermanfaat mengenai komponen kunci yang
harus di perhatikan para manajer atau pebisnis dalam menjalan kana tau
mengembangkan bisnisnya. Kerangka McKinsey menyarankan agar manajer atau
pebisnis memusatkan perhatian pada tujuh komponen untuk memastikan pelaksaan
perusahaan yang efektif. Ketujuh komponen tersebut meliputi;struktur, system, nilai
bersama (kultur), ketrampilan, gaya, staf, dan system.Gambar 2.3 menampilkan
komponen-komponen dalam lingkungan internal yang di kembangkan oleh Tom Peter
dan Robert Waterman.

a. Struktur

Struktur membantun mengidentifikasi kegiatan-kegitan kunji perusahaan dan cara
kegiatan-kegiatan itu dikoordinasikan untuk untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menyusuaikan struktur dengan stragi dengan strategi dengan tugas fundamental para
pemilik dan manajer perusahaan.

b. Strategi

Strategi dapat didefisinikan sebagai penentuan tujuan dasar jangka panjang dan sasaran
sebuaah perusahaan, dan penerimaan dari semua rangkaian tindakan seta alokasi dari
sumber-sumber yang di butuh kan untuk melaksaan tujuan perusahaan (Robis: 1990).
Penerapan strategi-strategi yang efektif akan menjamin tercapainya tujuan perusahaan
yang efektif pula.

Strategi

Struktur Sistim

Nilai Bersama
(Kultur)

Keterampilan Gaya
Kepemimpinan

Staf (Management)

Sumber: Pearce and Robinson (1996),Strategic Management,Richard D. Irwan, Inc.

Gambar 2.3 Kerangka 7-S McKinsy

c. Sistem

Motifasi dan pengandalian ;personil manajerial dalam pelaksanaan strategi dilakukan
melalui mekanisme atau system imbalan perusahaan yang meliputi kompesensi, demosi,
penghargaan, pujian, kritik, tanggung jawab, norma kellompok, penilaian prestasi,
ketegangan, dan kekuatan. Mengikuti pedoman-pedoman untuk menyusun struktur
system yang efektif akan dapat menjamin suksesnya implementasi strategi.
d. Gaya kepemimpinan

Kepemimpinan dan kultur perusahaan merupakan fonemena yang saling bergantung.
Setiap aspek (style) dari kepemimpinan pada akhirnya dapat membantu membantu
kultur perusahaan. Sebaliknya, Kultur perusahaan yang sudah ada dapat mempengaruhi
efektifitas seseorag pemimpin.

e. Staf atau karyawan

Karyawan adalah salah satu sumber daya yang sekaligus input yang berharga yang
dimiliki oleh perusahaan. Dalam suatu perusahaan, antara pekerja dan pemimpin
memiliki kepentingan-kepentingan tersendiri. Para pekerja menginginkan adanya
imbalan berupa upah atau gaji yang layak dari hasil kerja mereka. Sementara
pemimpin menginginkan adanya kinerja yang tinggi di tunjukan oleh sebesar omset
penjualan dan laba. Pertentangan dua kepentingan ini sering kali menimbulkan konflik
di dalam perusahaan itu sendiri.

f. Budaya perusahaan

Selain memberikan indentitas pada perusahaan, budaya perusahaan juga dapat
menumbuhkan komitmen bagi para karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Bahkan komitmen yang melebihi tujuan pribadi nya sendiri. Karyawan akan
memberikan komitmen nya kepada keyakinan dan nillai-nilai tertentu bila mereka
menginternalisasikannya,artinya menganut keyakinan dan nilai-nilai itu sebagai
keyakinan dan nilai-nilai pribadinya.

Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di kemukakan bahwa baik lingkungan
eksternal, lingkungan industry, dan lingkungan internal berpengaruh terhadap
perusahaan. Oleh karna itu, analisis lingkungan bisnis sangat perlu di lakukan oleh
seorang pelaku bisnis untuk mengantisipasi serangan atau maneuver dari pesaing,
khusus nya dalam pasar yang sama. Analisis lingkungan bisnis selain bertujuan untuk
menganti sipasi maneuver dari pesaing, dapat pula digunakan untuk mengetahui
kemungkinan adanya peluang untuk mengembangkan bisnis nya yakni dengan cara
mengetahui situasi ekonomi, politik, budaya, dan sebagainya di suatu daerah yang
ddapat di gunakan sebagai dasar untuk pengembangan bisnis suatu daerah tersebut.
Analisis lingkungan bisnis dapat pula di gunakan untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan perusahaan jikan di bandingkan dengan perusahaan lain, sehingga dapat
diguunakan sebagai dasar pengembang bisnis.

Variabel-variabel lingkungan yang telah di uraikan di atas tentunya akan
memberikan pengaruh secara bersamaan terhadap cara kerja dari perusahaan. Yang
menjadi permaslaahan ini adalah bagaimana untuk pengaruh dari lingkungan itu
terhadap perusahaan dan bagaimana strategi manajemen dalam menghadapi perubahan
lingkungan. Dengan memeahami dan mengkaji kedua permasalahan tersebut diharabkan
manajemen nantinya dapat bekerja mencapai tujuan yang telah di tetabkan secara efektif
dan efisien.

2.4 LINGKUNGAN DAN KONDISI BISNIS

Untuk dapat melihat bentuk pengaruh lingkungan terhadap kondisi bisnis, disini
akan diperkenal kan oleh James D. Thomson. Dalam model ini Thomson membagi dua
dimensi utama yang di bagikan yaitu: 1) tingkat perubahan, dan 2) tingkat homogenitas.
Tingkat perubahan akan di lihat seumum mana stabilitas suatu lingkungan yang di ukur
dengan skala tingkat perubahan stabil dan perubahan di namis. Sementara itu, tingkat
homogenitas melihat seumum mana kompleksitas lingkungan yang di ukur dengan
skala homogenitas sederhana dan homogenitas kompleks. Masing-masing skala akan
membentuk suatu derajat ketidakpastian lingkungan seperti yang di tunjukkan dalam
gambar 2.4.
Stabil Tingkat Dinamis
Sederhana Perubahan
Ketidakpastia Ketidakpastia
n n
Rendah Moderat (1)
Tingkat
Homogenit
Ketidakpastia Ketidakpastia
as n n
Modarat (2) Tinggi
Kompleksitas

Gambar 2.4 Model Hubungan Lingkungan dan Perusahaan

Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa masing-masing matriks memiliki
tingkat ketidakpastian yang yang berbeda-beda tergantung pada situasi dan kondisi
tingkat homogenitas dan perubahan lingkungan yang dihadapi. Ketidakpastian juga
sangat tergantung pada jenis kegiatan yang di lakukan. Perusahaan di katakana berada
dalam kondisi ketidak pastian tinggi apabila perusahaan tersebut mengadapi perubahan
lingkungan yang cepat dan elemen homogenitas yang sangat kompleks

Sebaliknya, kombinaasi perubahan yang dinamis dengan elemen lingkungan
yang sederhana menunjukkan perusahaan itu dalam ketikpastian moderat (1). Perbedaan
tingkat kepastian tersebut menuntuk manajer untuk mengambil tindakan antisipasi yang
berbeda pula. Semakin besar ketidakpastian lingkungan yang di hadapi oleh perusahaan,
maka semakin lingkungan itu membatasi pilihan-pilihan dan kebebasan para manajer
untuk membentuk nasib mereka sendiri.

Beberapa strategi yang dapat di ambil dalam rangka menghadapi perubahan
lingkungan dan ketidakpastian itu dapat dilakukan dengan berbagai cara,antara lain
pertama, melakukan penyusuain terhadap perubahan lingkungan,. Tindakan ini di
lakukan manakala kekuatan lingkungan idak dapat diubah. Perusahaan dapat melakukan
penyusuaian dengan mungubah perusahaan, struktur atau desainya. Kedua, melakukan
pemantoan yang tidak langsung. Dalam hal ini manajer terus memantau perkembangan
lingkungan dengan mencari informasi dari berbagai media. Ketiga, mempengaruhi
lingkungan langsung. Alternatif dari tindakan ini adalah melakukan hobi, pemasangan
iklan dan perunding-perunding dengan pihak-pihak terkait.

Sehubungan dengan perubahan lingkungan bisnis saat ini dan kecendrungan
masa depan, maka di tuntut kemampuan perusahaan untuk melakukan hal-hal sebagai
berikut.

a. Membangun keunggulan kompetetif melalui distinctive capability

b. Membangun dan secara berkelanjutan memutahirkan peta perjalanan untuk
mewujudkan masa depan perusahaan.

c. menempuh langkah-langkah strategi dalam membangun masa depan perusahaan.

d. Mengarahkan dan memusatkan kapabilitas dan komitmen seluruh personel dalam
membangun masa depan perusahaan.

Dengan demikian pembuat keputusan strategi (decicion making strategy) sadar
bahwa mengenai lingkungan perusahaan mereka akan menolong dalam meningkatkan
posisi bersaing perusahaan, meningkatkan efisensi operasi, serta memenangkan
pertarungan dalam perekonomian global. Ada dua alas an utama yang membuat analisa
linkungan menjadi suatu analisa pentinng dalam mendukung peningkatan kinerja
(market share) sebuah perusahaan yaitu, a) sebuah perusahaan tidak berdiri sendiri,
sehingga setiap perubahan di lakukan oleh pesaing maupun komponen lingkunngan
lainya tertentu akan mempengaruhi kemampuan perusahaan tersebut. Cara terbaik untuk
menghadapi kondisi tersebut adalah mengubah cara kerja dan target yang di inginkan,
b) perubahan lingkungan adalah masalah yang pasti sehingga sikap kehati-hatian dan
berjaga-jaga menjadi sangat penting.