BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pengukuran linier adalah proses pengukuran untuk mengetahui dimensi dari suatu benda kerja
yang belum diketahui ukurannya. Pengukuran liner itu sendiri terdari dari dua jenis yaitu linier
langsung dan linier tak langsung. Dalam makalah ini kami membahas mengenai pengukuran
linier langsung dan tidak langsung. Linier langsung adalah alat ukur yang mempunyai skala ukur
yang telah dikalibrasikan dan hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada skala tersebut.
Pengukuran linier tidak langsung itu sendiri adalah pengukuran dengan instrumen pembanding,
maksudnya dengan membandingkan dimensi yang diperoleh dari hasil pengukuran kemudian
membacanya dengan bantuan alat ukur langsung.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah
a) apa definisi alat ukur langsung dan tak langsung?
b) apa saja macam-macam alat ukur langsung dan bagaimana menggunakannya?
c) apa saja macam-macam alat ukur tidak langsung dan bagaimana menggunakannya?

1.3 Tujuan Penulisan
Pembuatan makalah ini selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metologi Industri
juga untuk mengetahui :

a) definisi alat ukur langsung dan tak langsung
b) macam-macam alat ukur langsung dan bagaimana menggunakannya
c) macam-macam alat ukur tidak langsung dan bagaimana menggunakannya
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi pengukuran linear langsung
Pengukuran langsung adalah pengukuran yang hasil pengukurannya dapat langsung dibaca
pada skala ukur dari alat ukur yang digunakan Linier langsung adalah alat ukur yang
mempunyai skala ukur yang telah dikalibrasikan dan hasil pengukuran dapat langsung dibaca
pada skala tersebut. Dengan demikian alat ukur yang digunakan adalah alat ukur yang
mempunyai skala yang bisa langsung dibaca skalanya. Alat ukur linier langsung yang banyak
digunakan dalam bidang otomotif antara lain : Mistar
Geser dan Mikrometer.

a) Mistar Geser Alat ukur ini dalam praktik sehari-hari mempunyai banyak sebutan antara lain : jangka sorong.2 Macam-macam alat ukur linear langsung Alat ukur linier langsung yang banyak digunakan dalam bidang otomotif antara lain : Mistar Geser dan Mikrometer. sigmat. mistar ingsut. Banyaknya garis pada skala vernier menentukan tingkat ketelitian.2. Jarak antar garis pada skala utama untuk satuan metrik pada umumnya 1 mm. Bila garis nol nonius tepat segaris dengan salah satu garis pada skala utama maka pembacaannya dapat secara langsung ditentukan misalnya L. Apabila jarak antar garis pada skala utama dimisalkan x dan jarak antar garis (strip) pada skala nonius adalah n. Pada mistar geser terdapat skala utama dan skala nonius atau skala vernier. sedang pada satuan inci jarak antar garis adalah 1/16 inci untuk ketelitian 1/128 inci dan 0. Pada gambar 1 dapat dilihat salah satu contoh bentuk mistar geser lengkap dengan nama-nama bagiannya. maka selisih antara satu strip pada skala utama dengan skala nonius adalah i. sketmat. atau vernier caliper. semakin banyak garis pada skala nonius maka mistar geser semakin teliti tetapi semakin sulit dibaca karena jarak antar baris semakin rapat. . Gambar 2. Tingkat ketelitian mistar geser Susunan garis-garis yang dibuat secara teratur dengan jarak garis yang tetap dan tiap garis mempunyai arti tertentu biasanya disebut dengan skala.025 inci untuk ketelitian 0.001 inci.

dan sebagainya. Inilah prinsip pengukuran dengan mikrometer. Spindle merupakan poros panjang yang dapat bergerak maju-mundur untuk menyesuaikan dimensi benda yang akan diukur. Untuk menggerakkan spindle dilakukan dengan cara memutar thimble. Apabila thimble diputar ke kanan.fungsi utama mikrimeter adalah untuk mengukur diameter. Ada 3 macam micrometer yaitu : mikrometer dalam. diameter batang katup. . Demikian seterusnya. Prinsip kerja alat ini mirip dengan mur dan baut (lihat gambar 18) Gambar 19. misalnya tinggi nok. Pada alat ukur yang sebenarnya mur berarti inner sleeve dan baut adalah spindle. Apabila jarak ulir 1 mm. Dalam bidang otomotif biasanya micrometer luar digunakan untuk mengukur komponen otomotif antara lain : tinggi nok. b) Mikrometer Mikrometer merupakan alat ukur linier langsung dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi hingga mencapai 0. maka spindle akan mendekati anvil. tetapi makin sulit pembacaannya karena jarak antar garis semakin rapat. dan mikrometer kedalaman.. Bila skala nonius bergeser lagi sebesar 2 i. baut akan bergerak 2 mm dan seterusnya. diameter batang katup. Mikrometer luar (Outside Micrometer) mikrometer luar untuk mengukur dimensi luar. Skala mistar geser Selanjutnya bila skala nonius bergeser (garis nol bergeser) ke kanan sebesar i maka garis pertama nonius akan tepat segaris dengan salah satu garis pada skala utama. Gambar 18.. mikrometer luar. diameter jurnal poros. makin tinggi tingkat ketelitiannya. maka garis kedua dari skala nonius akan tepat segaris dengan salah satu garis skala utama. Makin kecil i.001 mm. dan 1) Macam macam micrometer I. maka baut tersebut akan bergerak satu ulir. Mikrometer luar Alat ukur ini mempunyai bentuk yang bermacam macam yang disesuaikan dengan bentuk benda yang akan diukur. Prinsip kerja mikrometer luar Pada gambar 18 dapat dilihat jika baut diputar satu kali. besarnya i menunjukkan ketelitian dari skala nonius.

Mikrometer dalam (Inside Micrometer) Mikrometer dalam berfungsi untuk mengukur dimensi dalam. jika jarak antara spindle dengan benda kerja masih jauh. Gambar 21. Mikrometer dalam III. maka untuk mendekatkannya dengan cara memutar thimble ke kanan. Mikrometer kedalaman (Depth Micrometer) Mikrometer kedalaman untuk mengukur kedalaman.5 mm.01 mm J arak tiap strip diatas garis horisontal pada outer sleeve adalah 1 mm.01 mm. Mikrometer kedalaman 2) Cara membaca skala pengukuran pada Mikrometer a) Micrometer luar dengan tingkat ketelitian 0. Pada skala thimble tiap strip nilainya 0. Pada saat mengukur benda kerja. II. Lock clamp digunakan untuk mengunci spindle agar tidak dapat berputar sehingga posisi skala pengukuran tidak berubah. Hasil pengukuran pada mikrometer adalah jumlah pembacaan ketiga skala tersebut. dan jarak tiap strip di bawah garis adalah 0. . maka untuk mendekatkannya dengan cara memutar rathchet stoper sampai ujung spindle menyentuh benda kerja. Namun apabila jarak antara ujung spindle dengan benda kerja sudah dekat. missal kedalaman paku keling pada kampas kopling. misalnya diameter silinder Gambar 20.

20 mm --------------------------------------------------- Pembacaan akhir 5.01 mm Pembacaan skala di atas garis 5.20 mm b) Micrometer luar dengan tingkat ketelitian 0.001 mm.25 mm. Hasil pengukuran pada mikrometer adalah jumlah pembacaan ketiga skala tersebut.001 mm Jarak tiap strip diatas garis horisontal pada outer sleeve adalah 1 mm. Mikrometer luar dengan ketelitian 0. .00 mm Pembacaan skala di bawah garis 0. dan jarak tiap strip di bawah garis adalah 0. Gambar 22. Pada skala thimble tiap strip nilainya 0.01 mm Contoh : Gambar 23.01 mm dan pada skala vernier 0. Mikrometer luar dengan ketelitian 0.00 mm Pembacaan pada skala thimble 0.

Mikrometer luar dengan ketelitian 0.001 mm Pembacaan : Pada skala utama : 2. Mikrometer luar dengan ketelitian 0. Prosedur pemeriksaan tanda “ 0 “ adalah sebagai berikut : (1) Bersihkan anvil dan spindle dengan kain bersih. .007 mm --------------------------------------------------.507 m m 3) Memeriksa tanda “ 0 “ Sebelum dipakai. mikrometer harus diperiksa dulu apakah garis nol pada skala thimble segaris dengan garis horisontal pada outer sleeve. Gambar 24. (2) Putar rtachet stoper sampai anvil dan spindle bersentuhan (3) Putar ratchet stoper 2 atau 3 kali sampai diperoleh penekanan yangcukup (4) Kunci spindle pada posisi ini dengan lock clamp (5) Per iksa apakah garis “ 0 “ pada skala thimble segaris dengan garis horisontal pada outer sleeve.50 mm Pada skala thimble : 0.001 mm Contoh : Gambar 25.+ Jumlah : 2.00 m m Pada skala sleeve : 0.

Pemeriksaan angka nol pada mikrometer 4) Menyetel titik “ 0 “ 1) Apabila kesalahannya kurang dari 0.02 mm : (a) Kuncilah spindle dengan lock clamp (b) Kendorkan ratchet stoper sampai thimble bebas. (d) Periksa kembali tanda “ O “ setelah selesai penyetelan. (c) Luruskan tanda “ O “ thimble dengan garis pada outer sleeve dan kencangkan kembali dengan ratchet stoper. .02 mm : (a) Kuncilah spindle dengan lock clamp (b) Putar outer sleeve dengan kunci penyetel sampai tanda “0“ pada thimble lurus dengan garis horisontal pada outer sleeve. Gambar 26. Penyetelan garis nol (2) Apabila kesalahannya lebih dari 0. (c) Periksa kembali tanda “0“ setelah penyetelan Gambar 27.

Penyetelan garis nol 5) Contoh penggunaan micrometer dalam bidang otomotif 1) Pengukuran diameter batang katup dengan mikrometer luar (2) Pengukuran tinggi nok dengan mikrometer luar (3) Pengukuran diameter jurnal dengan mikrometer luar . Gambar 28.

05mm. 2. dimensi dalam dan kedalaman suatu benda kerja. Macam-macam alat ukur linier tidak langsung dibagi menjadi dua yaitu alat ukur standar dan alat ukur pembanding. dalam hal ini adalah pengukuran linier. Akan tetapi.02 mm. Mikrometer diciptakan mengingat keterbatasan mistar geser dalam hal tingkat ketelitiannya. dan 0. dan tingkat ketelitian mistar geser. kadang-kadang kita tidak bisa melakukan pengukuran langsung dikarenakan adanya pengukuran yang memerlukan kecermatan yang tinggi ataupun karena bentuk benda ukur yang tidak memungkinkan untuk diukur dengan alat ukur langsung. 3) Sebagai alat ukur linier langsung. 0. 5) Untuk menghasilkan ukuran yang tepat. 2) Hasil pengukuran dengan mistar geser dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : kebersihan alat ukur dan benda kerja. Prosedur set nol mikrometer tergantung selisih antara garis nol pada thimble dengan garis horizontal pada outer sleeve. pembacaan skala pengukurannya semakin sulit karena jarak antar garis pada skala vernier semakin rapat. Semakin halus atau semakin kecil kisarnya.1 mm. Tingkat ketelitian mikrometer tergantung ukuran kisar inner sleeve dan thimble. Tingkat ketelitian mistar geser dengan satuan metris antara lain : 0.4 Definisi pengkuran linear tidak langsung Pada pengukuran linier langsung hasil pengukurannya dapat dibaca langsung pada skala ukur alat ukur yang digunakan karena memang dari alat ukur tersebut memungkinkan untuk maksud- maksud di atas. . maka mikrometer harus diset nol dahulu sebelum digunakan. posisi alat ukur dengan benda kerja.2. Seperti penjelasan di atas tadi Pengukuran linier tidak langsung adalah pengukuran dengan instrumen pembanding. maksudnya dengan membandingkan dimensi yang diperoleh dari hasil pengukuran kemudian membacanya dengan bantuan alat ukur langsung. Pada pengukuran ini. Dalam bidang otomotif alat ukur tersebut dapat digunakan untuk menentukan diameter luar piston. kedalaman paku keling dan sebagainya. mistar geser dapat digunakan untuk mengukur dimensi luar.001 mm yang prinsip kerjanya mirip dengan mur dan baut.3 Rangkuman alat ukur Linear langsung 1) Mistar geser atau jangka sorong yang beredar di pasaran mempunyai bentuk dan tingkat ketelitian yang sangat beragam baik dalam satuan metris maupun inci. akan terjadi dua kali proses pengerjaan. maka tingkat ketelitiannya semakin tinggi. 4) Mikrometer merupakan alat ukur linier langsung dengan tingkat ketelitian hingga 0. Untuk keadaan seperti di atas maka biasanya dilakukan pengukuran tak langsung. diameter dalam lubang pena piston. posisi penglihatan si pengukur dengan benda yang diukur. Semakin teliti suatu mistar geser. panjang pegas. sedang untuk satuan inci antara lain : 1/128 inci dan 1/1000 inci.

tahan terhadap korosi. dan mengukur serta menginspeksi komponen-komponen yang presisi di dalam ruang inspeksi. rata dan sejajar. panjang dan garis tengah benda bulat secara kasar.5 Alat ukur standar Yang termasuk dalam kategori alat ukur standar untuk pengukuran linier tak langsung adalah: blok ukur (gauge blok).  Jangka Kaki . jo gauge (johanson gauge). Dengan perlakuan proses panas tertentu maka logam ini mempunyai sifat-sifat: tahan terhadap keausan karena tingkat kekerasannya tinggi yaitu 65 RC. Cara pemakaian Untuk pengukuran celah. Sebagai alat ukur standar. Bentuknya ada yang dilengkapi dengan mur penyetel dan ada pula yang tidak. Dengan menyusun blok ukur yang mempunyai ukuran tertentu maka kita dapat mengecek atau mengkalibrasi ukuran yang lain.  Jangka bengkok dilengkapi dengan skala ukuran. Alat ini terbuat dari baja perkakas dengan ujungnya dikeraskan. mikrometer dan mistar ketinggian. diantaranya berfungsi untuk kalibrasi susunan blok ukur dan penyetelan posisi nol dari alat ukur besar 3. Kedua permukaan ini sangat halus dan rata maka antara blok ukur yang satu dengan blok ukur yang lain dapat digabungkan/disusun tanpa perantara alat lain. apabila antara celah dan balok terpasang dengan presisi maka itulah ukuran dari celah tersebut. 1. Macam-macam jangka bengkok terdiri atas :  Jangka bengkok dengan engsel  Jangka bengkok dengan pegas dan baut penyetel. 4. pilihlah balok-balok tersebut yang sesuai dengan celah yang diukur. tingkat kestabilan dimensinya tinggi. koefisien muai panjangnya sama dengan baja karbon yaitu 12 x 10-6 0C-1. (height master) Kaliber induk tinggi merupakan alat ukur standar dalam proses tak langsung. kaliber induk tinggi (height master). diantaranya berfungsi sebagai penyetelan posisi nol pada micrometer dalam. menyetel komparator dan jam ukur. maka blok ukur ini dibuat sedemikian rupa sehingga fungsinya sesuai dengan namanya yaitu alat ukur standar. slip gauge. menyetel posisi batang sinus dan senter sinus dalam pengukuran sudut. baja paduan atau karbida. Dua dari 6 permukaannya adalah sangat halus. lebar. Kegunaan dari blok ukur ini antara lain untuk: mengecek dimensi ukuran alat-alat ukur. 2. karbon tinggi. Panjang kakinya dalam inchi merupakan ukuran jangka bengkok. batang ukur (length height). Blok Ukur (Gauge Blok) Blok ukur dikenal juga dengan berbagai nama misalnya end gauge. Alat ukur ini berbentuk segi empat panjang dengan ukuran ketebalan yang bermacam-macam. Biasanya bahan untuk membuat blok ukur adalah baja. jangka bengkok dan jangka kaki. Bila penyusunannya dilakukan dengan teliti maka akan diperoleh suatu susunan blok ukur yang sangat kuat seolah-olah blok ukur yang satu dengan yang lain sangat melekat. kaliber induk tinggi. Jangka Bengkok dan Jangka Kaki  Jangka Bengkok Guna jangka bengkok digunakan untuk mengukur tebal. mengkalibrasi alat ukur langsung seperti mistar ingsut. 2. Karena blok ukur ini diperlukan untuk pengukuran presisi sebagai alat ukur standar maka alat ukur ini harus dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama. Batang ukur (length height) Batang ukur merupakan alat ukur standar dalam proses pengukuran tak langsung.

Jadi ketika jarum panjang berputar 1 kali penuh maka menunjukkan pengukuran tersebut sejauh 1 mm. Jangka kaki digunakan antara lain untuk mengukur diameter lubang dan jarak sesuatu celah. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan dial indicator adalah keadaan permukaan benda yang akan diukur harus bersih. 2. Macam-macam jangka kaki terdiri atas :  Jangka kaki dengan engsel  Jangka kaki dengan baut. Alat Ukur Pembanding Ketinggian. Pada skala yang besar tiap stripnya bernilai 0. dan pegas  Jangka kaki dilengkapi dengan skala ukuran. Disebabkan kedua kakinya itu mengeper bila menyentuh bidang-bidang yang diukur maka perlu banyak berlatih. Skala dan ring dial indikator dapat berputar ke angka 0 agar lurus dengan penunjuk. menggunakan untuk memperhalus permukaan jari-jari. Penghitung putaran ukur jam berfungsi menghitung jumlah putaran penunjuk. Hasil pengukuran yang diperoleh adalah ukuran kasar. Pupitas (Dial test Indikator). tapi memerlukan kelengkapan seperti di atas yang harus diatur sedemikian rupa pada saat pengukuran.06 mm skala pada jarum pendek dibaca : 3 x 1 mm = 3 mm maka hasil pengukurannya adalah 0. Sentuhkan spindel dial gauge pada permukaan poros.06 mm.06 mm + 3 mm = 3. Jam ukur (dial gauge) DIAL GAUGE atau ada yang menyebut dial indicator adalah alat ukur yang dipergunakan untuk memeriksa penyimpangan yang sangat kecil dari bidang datar. dan baut penjepit. batang penyangga. penyetel. Yang pertama skala yang besar (terdiri dari 100 strip) dan skala yang lebih kecil. b. dan metode pengukuran yang digunakan. Konstruksi sebuah alat dial indikator terdiri atas jam ukur (dial gauge) yang di lengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet.06 mm. Aturlah tinggi dial gauge lock sedemikian rupa sehingga menyentuh permukaan poros. penjepit. 1. dan kaliber.01 mm = 0. Dengan jari-jari yang tidak perasa kesalahan ukur mudah terjadi.6 Alat Ukur Pembanding Yang termasuk dalam kategori alat ukur pembanding untuk pengukuran linier tak langsung adalah : Jam ukur (dial gauge). Metode Pengukuran a. Pengukuran ini diperoleh dari : skala pada jarum panjang dibaca : 6 x 0.01 mm. Sedangkan skala yang kecil merupakan penghitung putaran dari jarum panjang pada skala yang besar. Pada dial indikator terdapat 2 skala. posisi spindel dial (ujung peraba) tegak lurus pada permukaan komponen yang diperiksa. Letakkan V-block di atas plat datar dan letakkan poros di atas block. . Sebagai contoh. Cara pembacaan dan penggunaan alat Saat akan digunakan dial indikator tidak dapat digunakan sendiri. jika jarum panjang pada skala besar bergerak sejauh 6 strip dan jarum pendek bergerak pada skala 3 maka artinya hasil pengukurannya adalah3. bidang silinder atau permukaan bulat dan kesejajaran. Posisi dial gauge harus tegak lurus terhadap benda kerja yang akan diukur. Bentuk kakinya menghadap keluar dan panjang kakinya itulah ukuran jangka kaki dalam inchi.

Mengukur celah (permukaan luar) pada poros kerah (colar) 3. 5. c. pupitas terdiri atas: * Pupitas dengan konstruksi piring ukur sumbunya sejajar dengan sumbu rangka. Pupitas (Dial test Indikator) Pupitas disebut juga jam ukur tes atau dial test indicator yang berfungsi untuk mengetahui kerataan permukaan benda kerja dan mengukur daerah toleransi suatu produk. Putarlah poros perlahan-lahan. Putarlah poros perlahan-lahan dan temukan point pada permukaan pembacaan paling kecil. 2. 3. pupitas atau penggores. 6.8 mm. Perbedaan dengan dial indicator yaitu terletak pada sensornya. 2. baik permukaan luuar maupun dalam. Pupitas sendiri terdiri atas beberapa bagian-bagian yaitu : · Sensor yang berbentuk lengan · Blok gerak · Blok diam · Piring ukur · Rangka terbuat dari metal atau plastic Pemakaian pupitas yaitu dengan cara pupitas dipasang pada dudukan pemindah (transfer stand) dengan tiang dan lengan yang dapat diatur dengan baut penyetel atau pengaturan secara feksibel. Prosedur dan teknik penggunaan alat ukur pembanding ketinggian: · Letakkan objek ukur. kaliber induk ketinggian dan blok geser pada meja rata. Bacalah jumlah gerakan pointer. Putarlah outer ring sampai penunjukkan pada "0". . benda kerja tetap pada posisi diam. Mengukur kerataan permukaan dari lubang bertingkat. Alat Ukur Pembanding Ketinggian Alat ukur pembanding ketinggian disebut juga kaliber ketinggian adalah sebuah alat sebagai pembanding ukuran ketinggian standar dengan tinggi objek ukur yang terdiri atas: · Kaliber induk ketinggian · Blok geser. Mengukur permukaan (kerataan) secara bertingkat. 4. (b) Dial indikator yang dipindahkan. Macam – macam pupitas dapat dilihat dari konstruksi piring pengukur. (c) Benda kerja diputar. Mengukur kerataan bidang horizontal maupun bidang miring. · * Pupitas dengan konstruksi piring ukur sumbunya tegak lurus dengan rangkanya. Mengukur kesejajaran permukaan. d. · Geserkan kaliber ketinggian (blok geser dan kelengkapannya) pada alat ukur (kaliber induk ketinggian) sebagai ukuran standar yang akan digunakan untuk mengukur atau membandingkan dengan ukuran objek ukur (benda kerja). dial indikator tetap pada posisi diam. Adapun metode pengukuran yang digunakan dial indikator adalah sebagai berikut: (a) benda kerja yang dipindahkan.2 s/d 0. mempunyai kapasitas pengukuran yang lebih kecil yaitu antara 0. dial indikator tetap pada posisi diam. Mengukur lubang alur da kesejajaran sumbunya. Penggunaan dari pupitas antara lain sebagai berikut : 1. Sensor pada pupitas berupa lengan dengan ujung berbentuk bola dan gerakkannya seperti busur.

· Tidak memenuhi standar toleransi yang diberikan. tetapi cukup diset pada dial indicatornya atau pada pupitasnya. Pengesetan ukuran standar pada kaliber induk. kaliber poros konis. dan kaliber celah ( snap gauge ). Blok ukur ini digunakan untuk mencocokan ukuran dari alat-alat ukur dan digunakan pula sebagai alat kalibrasi untuk menera alat-alat yang aktif digunakan. Pengukuran pada objek ukur. 2. Pengukuran ukuran standar ketinggian pada kaliber induk dengan menggunakan dial indicator atau pupitas. · Geserkan kaliber ketinggian (blok geser) yang telah diset ukuran ketinggiannya pada benda kerja. memenuhi standar toleransi atau di luar standar toleransi yang diberikannya. · Usahakan ujung penggores atau sensor pada pupitas menyentuh permukaan blok ukur pada kaliber induk ketinggian. Kaliber Kaliber adalah alat ukur yang digunakan untuk memeriksa batas ukur secara langsung atau tidak langsung dan juga sebagai alat pembanding ukuran. BAB III . Pengukuran kaliber induk pada objek ukur. kaliber bola. Keterangan: Untuk mengukur benda kerja yang ditoleransi kita harus membuat dua kaliber katinggian. yaitu ukuran standart sebagai acuan dan ukuran standar batas atau limit. 1. langsung dapat diketahui toleransinya pada alat ukur pupitas atau dial indikatornya. · Simpulkan hasil pengukurannya: · Memenuhi standar ukuran yang diminta. Ukuran diset pada ukuran nominal. Sedangkan ukuran batas atau limit digunakan untuk mencocokan ukuran dari alat-alat ukur yang tingkat ketelitiannya dibawah dari jenis kaliber ukuran standar. lebih tinggi atau lebih rendah. 4. Pada kaliber ini. Ukuran standar sebagi acuan adalah kaliber yang berbentuk blok ukur. · Kaliber ketinggian yang diset untuk ukuran tinggi minimum sebagai kaliber Not – Go. yang terdiri atas: · Kaliber ketinggian yang diset untuk ukuran tinggi maksimum sebagai kaliber Go. yang dibuat khusus dengan ketelitian yang sangat tinggi. · Bandingkan ketinggian blok ukur dengan ketinggian kaliber apakah sama. Stel pada posisi nol atau kencangkan baut pengikatnya jika menggunakan penggores. tidak perlu dibuat dua kaliber. Ukuran pada kaliber terbagi menjadi dua. mengenai besar toleransi yang diijinkan. Jenis dari kaliber ada beberapa macam antara lain kaliber roll.

Anonim. Manusia hanya tinggal mengatur dan mensetingnya melalui komputer tanpa perlu bersusah payah. apalagi pabrik yang memproduksi mesin berskala besar. Terutama dalam hal kespesifikan ukurannya. Alat ukur jaman sekarang lebih banyak jenisnya. PENUTUPAN 3.). lebih canggih. Materi Pelajaran Engine Group Step 1.th. lebar. Terutama dipabrik-pabrik besar.Di samping itu cara penggunaan dan perawatan alat ukur juga bisa berpengaruh pada nilai guna dari alat ukur presisi atau tidaknya dan ketepatan pengukuran. DAFTAR PUSTAKA Agoest. panjang dan garis tengah benda bulat secara kasar. contoh nya. Atas perhatian pembaca.. namun menggunakan sistem komputer. Pratikum Metrologi. Maka dari itu alat ukur akan berfungsi maksimal apabila kita menggunakan pada tempatnya. Dalam hal mengukur barang produksi. karna masih banyak yang menggunakan alat ukur manual. kami mengharapkan kritik dan saran pembaca agar lebih memperjelas tentang materi pembelajaran ini.1 Kesimpulan Saat ini alat ukur mengalami banyak perubahan. tanggal 16 April 2012.memakan waktu yang cukup lama. kami ucapkan terima kasih. yaitu sebagai alat pengukur bahan.Jakarta : PT . di bandingkan alat ukur otomatis. alat ukur manual kurang efisien pada saat ini. maka kami mengharapkan pada pembaca agar memahami isi makalah ini dan menerapkan di lingkungan kerja.Maka dari itu hal tersebut juga harus di perhatikan guna mempertahankan nilai guna dan kepresisian alat ukur. diakses dari : http://www. dll. seperti contoh jangka bengkok digunakan untuk mengukur tebal. jadi kami menyarankan kepada yang memakai alat ukur manual unruk bisa meningkatkan agar memakai alat ukur otomatis. pabrik tersebut tidak menggunakan alat ukur manual yang masih menggunakan tenaga manusia. dan juga kebanyakan tidak memakai cara manual lagi dalam penggunaannya.scribd. dan jika terdapat ada kekurangan dalam makalah ini. kurang teliti. 3.com/agoest_adi/d/33990247-Bab- 2-Praktikum-Metrologi. (t..2 Saran Alat ukur linear langsung maupun tak langsung memang masih menggunakan tenaga manusia. Namun semua alat ukur mempunyai kegunaan yang sama. banyak kekurangan alat ukur manual ini. namun masih banyak juga yang menggunakan alat ukur manual. namun ada baik nya juga kita belajar mengenai alat ukur manual. Banyak juga kelebihan alat ukur otomatis daripada alat ukur manual.

Depdikbud : Dirjen Dikti. New York : Mc Graw Hill. Encyclopedia. Dasar-Dasar Metrologi Industri. Larry. William K.Toyota Astra Motor. (1995). William H.com/terapan/2011/04/13/alat-ukur-linear-pada-smk-jurusan-teknik- mesin/. diakses dari : http://teknologi. (1986). Dirjen Dikti. (1988). Donald L (1986). Jakarta : Depdikbud : Diposkan oleh RYZKI EFFENDI . Proyek Pengembangan LPTK. (1977). dan Johnson. Materi Pelajaran Engine Group Step 2. Automotive Wardan Suyanto. Anonim. Roni.Jakarta : PT Toyota –Astra Motor. Teori Motor Bensin. alat ukur linier pada SMK. South Holland : The Goodheart Willcox. Jakarta : Toboldt.. tanggal 16 April 2012 Sudji Munadi. Automotive Engines. Proyek Pengembangan LPTK. Crouse. dan Anglin.kompasiana.