You are on page 1of 57

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS

TENTANG BOUNDING ATTACHMENT DI RB YULITA
GROGOL SUKOHARJO
TAHUN 2012

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH
DiajukanuntukmemenuhisalahsatusyaratTugasAkhir
Pendidikan Diploma III Kebidanan

DisusunOleh :
Anna Aulia
NIM : B09.065

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2012

HALAMAN PERSETUJUAN

Proposal Karya Tulis Ilmiah

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG
BOUNDING ATTACHMENT DI RB YULITA GROGOL SUKOHARJO

Diajukan Oleh :
ANNA AULIA
NIM : B09.065

Telah diperiksa dan disetujui
Pada tanggal April 2012

Pembimbing

(RAHAJENG PUTRININGRUM, S.ST)
NIK. 201083059

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Proposal Karya Tulis Ilmiah

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG
BOUNDING ATTACHMENT DI RB YULITA GROGOL SUKOHARJO

Diajukan Oleh :
ANNA AULIA
NIM : B09.065

Telah dipertahankan di depan dewan penguji
Program Studi Diploma III Kebidanan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada Surakarta

Pada tanggal April 2012

Penguji I Penguji II

(AnisNurhidayati, SST., M.Kes) (Rahajeng Putriningrum, S.ST)
NIK.200685025 NIK. 201083059

Tugas Akhir ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
untuk memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan
Ka.Prodi

(Dheny Rohmatika, S.SiT)
NIK. 200582015

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas

tentang Bounding Attachment di RB Yulita Grogol Sukoharjo”.

Karya Tulis Imiah ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas

akhir sebagai salah satu syarat kelulusan STIKES Kusuma Husada Surakarta.

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan pengarahan dari berbagai pihak,

Karya Tulis Imiah ini tidak diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu penulis

mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Dra. Agnes Sri Harti, M.Si, selaku Ketua STIKES Kusuma Husada

Surakarta.

2. Ibu Dheny Rohmatika, S.SiT, selaku Ka.Prodi DIII Kebidanan Sekolah Tinggi

Ilmu Kesehatan Kusuma Husada Surakarta.

3. Ibu Rahajeng Putriningrum, S.ST. M.kes, selaku Pembimbing yang telah

memberikan pengarahan, masukan dan motivasi kepada penulis.

4. Ibu Sri Sukarmi, Amd.Keb, selaku pimpinanRB Yulita Grogol Sukoharjo,

yang telah memberi ijin kepada penulis untuk pengambilan data awal dalam

pembuatan.

5. Seluruh Dosen dan Staff Prodi D III Kebidanan STIKES Kusuma Husada

Surakarta terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan.

iv

6. Bagian perpustakaan yang telah membantu penulis dalam memperoleh

referensi dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini.

7. Semua ibu nifas yang ada di RB YULITA Grogol Sukoharjo yang bersedia

menjadi responden.

8. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam

menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Karya Tulis Imiah ini masih

banyak kekurangan, oleh karena itu penulis membuka kritik dan saran demi

kemajuan penelitian selanjutnya. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat bagi

semua pihak.

Surakarta, Juli 2012

Penulis

v

sholatku. MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO v Sebaik-baik manusia adalah yang jiwa dirinya terdapat pancaran ilmu bagi kemanfaatan orang lain v Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak terhormat daripada selalu benar arena tak pernah melakukan apa-apa (George Bernard Shaw) v Bersyukurlah kepada Allah. Al.S. tapi manusia luar biasa. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah SWT.An’aam : 162) v Banyak orang gagal karena tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan sukses ketika menyerah (Thomas Alpha Edison) v Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tuhan semesta alam (Q. Tugas kita adalah untuk mencoba karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil (Mario Teguh) vi . ibadahku. v Semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan – perbuatan baik (Q. sebab Allah memberimu rezeki yang besar dengan diciptakan sebagai manusia. Tugasmu adalah menciptakan prestasi besar. sehingga dirimu bukan sekedar manusia. Al’Ashr) v Sesungguhya. tidak menjadi hewan atau tumbuh- tumbuhan.S.

M dan Hj Marlistiati.pd )yang selalu mencukupi kebutuhanku dengan usaha yang tak pernah mengenal kata lelah dan senantiasa memberikan aku do’a.PERSEMBAHAN · ALLAH SWT yang senantiasa melindungi dan selalu memberikan kemudahan dan kemudahan dalam setiap langkah ku. · Almamater tercinta vii . · Teman-teman seperjuangan dan teman-teman yang telah berpartisipasi dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini.pd. · Budi Susanto yang selalu mensupport. mendewasakanku. semangat dan kepercayaan.inspirasi serta semangat di setiap langkahku. terutama dosen akbid terima kasih atas bimbingan selama ini. · Ayah dan ibu tercinta (H. Suwono. dan memberikan do’a . S. M. · Seluruh dosen dan staf STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA. kasih sayang. S. · Kakakku dan adikku (Evan dan Aziz )yang senantiasa memberikan do’a. support.

Prodi DIII Kebidanan STIKES Kusuma Husada Surakarta Karya Tulis Ilmiah. Juli 2012 Anna Aulia 09. pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment mempunyai pengetahuan cukup. bonding attachment Kepustakaan: 21 literatur (Tahun 2002 s/d 2012) viii . Tujuan : adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment. sedangkan untuk analisa data dilakukan komputerisasi menggunakan SPSS Versi 12.3%) pengetahuan baik. dan 3 responden (10.065 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BOUNDING ATTACHMENT DI RB YULITA GROGOL SUKOHARJO TAHUN 2012 Xi + 45 halaman + 15 lampiran + 7 tabel + 5 gambar ABSTRAK Latar belakang: Bounding Attachment merupakan salah satu cara untuk menurunkan AKI dan AKB. responden (23. Kesimpulan: Sebanyak 20 responden (66. umur responden rata-rata 20-35 dan pekerjaan responden terbanyak IRT. Jumlah sampel sebanyak 30 orang ibu nifas 1 hari postpartum. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment mayoritas mempunyai pengetahuan cukup yaitu sebanyak 20 responden (66. Sedangkan pemberian Asi Eksklusif juga dapat memberikan kekebalan tubuh bayi dan mengurangi AKB. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah Deskriptif Kuantitatif.7%) dengan pendidikan terbanyak SMA.7%). Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Ada berbagai cara untuk melakukan bounding attachment diantaranya Inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian ASI Eksklusif IMD dapat mencegah pendarahan setelah persalinan. Kata Kunci: Pengetahuan. ibu nifas. Lokasi Penelitian diambil di RB YULITA Grogol Sukoharjo pada tanggal 4 Juni 2012. dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.0%) pengetahuan kurang.

CURRICULUM VITAE F O TO 3X4 BER W AR N A Nama : Anna Aulia Tempat tanggal lahir : Pemalang. Prodi DIII Kebidanan STIKES Kusuma Husada Angkatan 2009 ix . 158 RT 02/06 Kecematan Taman Pemalang Riwayar Pendidikan 1. Pemalang LULUS TAHUN 2005 3. SD N 02 Banjardawa Taman. SMP N 2 Taman. SMU N 3 Pemalang LULUS TAHUN 2008 4. Pemalang LULUS TAHUN 2002 2. 5 April 1991 Agama : Islam Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Perum Banjardawa Permai No.

...... Sistematika Penulisan .. xii DAFTAR GAMBAR ...................................... Keaslian Penelitian .................................................................................. xiii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................................................... vi ABSTRAK ..................................................................................................................... viii CURRICULLUM VIATE .... xiv BAB I PENDAHULUAN A.... Tujuan dan Kegunaan Penelitian ............................................. Manfaat Penelitian ........................ Perumusan Masalah ......... x DAFTAR TABEL ................. ix DAFTAR ISI ..... 1 B..................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............ 4 D............................................................................. 3 C............. iii KATA PENGANTAR . 5 F.................... Latar Belakang Masalah ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................. iv MOTO DAN PERSEMBAHAN ...... 5 x ...................................... 4 E................................ i HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................................................ DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ..................

.. 21 E.................................................................. Definisi Operasional ............................... Bounding Attachment ......................... Teknik Pengumpulan Data ............................... 25 H.................................. Kerangka Teori ........................... Jenis dan Rancangan Penelitian .................... 20 D... 20 B................................................ Variabel Penelitian ............................... 18 C........ Sampel............................ 19 BAB III METODE PENELITIAN A......... Pengetahuan ... 26 I........................... 7 2... Metode Pengolahan dan Analisis Data ................ 28 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xi ................ 24 F................ Populasi.................. Teori dari Masalah yang Diteiti............................ 20 C........................................................... Etika Penelitian....... Nifas ............... Kerangka Konsep Penelitian ............BAB II TINJAUAN PUSTAKA A........................... dan Teknik Pengambilan Sampel ................. 7 1......................... 25 G........ 10 3............................. 12 B........................................................................ Lokasi dan Waktu ......................... Instrumen Penelitian ........

................................... 24 xii .................1 Kisi-kisiPertanyaanKuesioner ............... DAFTAR TABEL Tabel 3........2DefinisiOperasional ...... 21 Tabel 3................................

...... 18 Gambar 2.......................................2 Kerangka Konsep Penelitian . DAFTAR GAMBAR Gambar 2........1 Kerangka Teori penelitian ...................................................... 19 xiii ...

KunciJawabanKuesioner Lampiran 7. JadwalPenelitian Lampiran 2. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. PersetujuanMenjadiResponden Lampiran 5. LembarKonsultasi Proposal KaryaTulisIlmiah xiv . Kuesioner Lampiran 6. SuratPermohonanIjinStudiPendahuluan Lampiran 3. PermohonanMenjadiResponden Lampiran 4.

yaitu sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup.000. Pemberian ASI eksklusif dapat memberi kekebalan tubuh bayi dan mengurangi AKB (Utami. Latar Belakang Hasil dari data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007. Inisiasi menyusui dini dapat mencegah perdarahan setelah persalinan karena gerakan bayi dalam mencari putting susu ibu dapat menimbulkan kontraksi uterus. Bounding attachment merupakan salah satu cara untuk menurunkan AKI dan AKB. 2008). AKI di Indonesia masih tinggi jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Bayi yang baru lahir yang menunjukkan serba tidak berdaya. Angka Kematian Bayi (AKB) 34 per 1. Bayi akan berkembang dengan baik dan berbagai potensi yang dimiliki dapat berubah menjadi kemampuan nyata bila dirinya 1 . Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah 228 per 100. Dibalik ketidak berdayaannya tersebut pada dirinya terdapat berbagai potensi yang siap berkembang. Selain itu inisiasi menyusui dini (IMD) pada bayi dapat menurunkan AKB karena hipotermi.000 kelahiran hidup. BAB I PENDAHULUAN A. Ada berbagai cara untuk melakukan bounding attachment diantaranya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian ASI Eksklusif. Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI).

proses yang baru dimulai sama pentingnya untuk masa depan keluarga. Hasil studi yang dilakukan oleh Utami. terutama lingkungan sosial (Klaus dan Kannel. hal tersebut merupakan suatu cara yang tidak ada duanya dalam memberikan makanan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat serta mempunyai pengaruh biologis dan kejiwaan yang unik terhadap kesehatan ibu dan bayi. 2 mendapatkan stimulasi dari lingkungannya. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi bayi. mengubah intonasi dan ritme suara mereka menjadi lembut. serta mengambil posisi muka dengan muka yang berhadapan dengan anak mereka (Klaus dan Kannel. dkk (2004) di 18 rumah sakit yang ada di Jakarta. ketika tiba-tiba atau dengan lembut orang tua mengeksplorasi tubuh bayi baru lahir. Bandung dan Semarang terlihat bahwa setidaknya 11 dari 30 orang ibu nifas (36%) sudah mengerti dan melakukan Bounding Attachment sedangkan sisanya 19 orang (63%) tidak dilakukan dengan alasan persalinannya dengan caesar. hal ini merupakan pengalaman baru yang paling berharga untuk proses bounding. Pada proses setelah kelahiran selesai. Salah satu dunia baru yang dikenal oleh bayi baru lahir kenal adalah proses menyusui. Menyusui merupakan bagian terpadu dari . Gagasan mengenai periode sensitif dapat dilihat pada perilaku awal orang tua yang menemui bayi baru lahir mereka. 2005). 2005). Periode sensitif setelah proses kelahiran penting untuk ditekankan. Ibu mulai merasa bisa terbuka terhadap bayi baru lahir dan bayi berada dalam periode reaktivitas pertamanya.

Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan di atas. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti melalui wawancara tentang Bounding Attachment terhadap 5 orang ibu nifas yang berhasil penulis temui di RB YULITA Grogol Sukoharjo. maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah : “Bagaimana gambaran pengetahuan ibu nifas tentang Bounding Attachment di RB YULITA Grogol Sukoharjo?”. didapatkan 5 orang ibu nifas tersebut tidak mengetahui tentang Bounding Attachment. 2007). Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengambil judul “Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bounding Attachment di RB YULITA Grogol Sukoharjo”. diharapkan bayi tidak mengalami berbagai masalah seperti komplikasi. Pertumbuhan bayi yang baik. B. jika tidak ada komplikasi yang serius setelah bayi lahir dapat langsung diletakan di atas perut ibu. 2007). . kontak segera ini akan sangat bermanfaat baik bagi ibu maupun bayinya karena kontak kulit dengan kulit membuat bayi tetap hangat (Sitti Saleha. 3 proses reproduksi yang memberikan makanan bayi secara ideal dan alamiah serta merupakan dasar biologi dan psikologi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan (Hanifa.

Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas di RB YULITA Grogol Sukoharjo dengan katogeri cukup. Tujuan umum Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang Bounding Attachment di RB YULITA Grogol Sukoharjo. sehingga ibu Nifas mengerti pentingnya ikatan kasih sayang antara ibu dan anak sejak dini. Tujuan Penelitian 1. c. 3. Manfaat Penelitian 1. Bagi institusi pendidikan Sebagai bahan kegiatan terhadap teori yang telah diperoleh mahasiswi selama mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di . Bagi bidan Dapat digunakan sebagai bahan acuhan dan referensi dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan ibu dan bayi. Bagi ibu nifas Dapat digunakan sebagai wawasan pengetahuan tentang Bounding Attachment. Tujuan khusus a. D. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas di RB YULITA Grogol Sukoharjo dengan katogeri baik. 4 C. b. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas di RB YULITA Grogol Sukoharjo dengan katogeri kurang. 2. 2.

yaitu: BAB I : PENDAHULUAN . dengan judul: “Gambaran tingkat pengetahuan bidan tentang bounding attachment di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo bulan Mei 2008”. tempat serta responden penelitian. Sistematika Penulisan Penyajian Karya Tulis ini disajikan dalam tiga bagian. pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. lembar persetujuan. Bagian utama terdiri dari BAB I. Hasil tingkat pengetahuan bidan termasuk dalam kategori cukup. E. lembar pengesahan. Bagi peneliti Dapat menambah wawasan dan pengetahuan penelitian tentang Bounding Attachment dan penerapan ilmu yang didapat di bangku kuliah. Perbedaan dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah judul. 5 STIKES Kusuma Husada Surakarta Prodi D3 Kebidanan sekaligus sebagai bahan atau sumber bacaan di perpustakaan institusi pendidikan. daftar isi. daftar lampiran. yaitu bagian awal. waktu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. kata pengantar. BAB III. Bagian awal terdiri dari halaman judul. Keaslian Penelitian Penelitian sejenis pernah dilakukan oleh Suprianti. daftar tabel. BAB II. 4. bagian utama dan bagian akhir. F.

sibling rivalvy kerangka pemikiran. bounding atachment. sistematika penulisan. ibu nifas. keaslian penelitian. perumusan masalah. lokasi dan waktu penelitian. hambatan Bounding Attachment. teknik pengumpulan data. variabel penelitian. manfaat penelitian. instrumen penelitian. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . metode pengolahan dan analisis data. cara melakukan Bounding Attachment. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Terdiri dari pengetahuan. populasi sample dan teknik penelitian. dan etika penelitian. tujuan penelitian. definisi operasional. 6 Terdiri dari latar belakang. respon ayah terhadap keluarga. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Terdiri dari jenis dan rancangan penelitian.

Tujuan Pengetahuan Menurut Yasir (2009). Kedua aspek inilah yang akhirnya akan menentukan sikap seseorang terhadap objek yang diketahui. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu objek mengandung dua aspek yaitu. maka menumbuhkan sikap yang makin positif terhadap objek tersebut (Notoatmojo. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan itu sendiri banyak di pengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat di peroleh dari pendidikan formal dan non formal. 2003) b. 7 . adalah hasil tahu dari manusia dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Definisi Pengertian pengetahuan menurut Notoatmojo (2003). jadi pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan seseorang maka orang tersebut semakin luas pengetahuannya. adapun tujuan dari pengetahuan adalah untuk mendapatkan kepastian serta menghilangkan prasangka sebagai akibat ketidakpastian tersebut. Teori dari masalah yang diteliti 1. aspek positif dan aspek negatif. Pengetahuan a.

Tingkat Pengetahuan Menurut Notoadmojo (2003). 4) Analisis (Analyisis) Analisis diartikan suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek dalam kompenen-kompenen. tetapi masih didalam struktur organisasi dan kaitannya satu sama lain. oleh sebab itu merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. 2) Memahami (Comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang suatu objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Pengetahuan mempunyai tingkatan yaitu: 1) Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya. 3) Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). . 8 c. Termasuk pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang di pelajari atan rangsangan yang telah diterima.

Dari uraian ini maka dapat kita simpulkan bahwa bertambahnya umur seseorang dapat berpengaruh pada pertambahan . 6) Evaluasi Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. d. pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang makin semakin baik pula pengetahuanya (Hendra. faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah: 1) Pendidikan Tingkat pendidikan turut pula menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh. 2) Usia Makin tua umur seseorang maka proses-proses perkembangan mentalnya bertambah baik. 2008). akan tetapi pada umur tertentu. bertambahnya proses perkembangan mental ini tidak secepat seperti ketika berumur belasan tahun (Hendra. Memang daya ingat seseorang itu salah satunya dipengaruhi oleh umur. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan Menurut Notoatmojo (2003). 9 5) Sintesis (Evaluasi) Sintesis adalah suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian kedalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. 2008).

radio atau surat kabar maka hal itu akan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang (Hendra. 4) Pengalaman Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Pepatah tersebut dapat diartikan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan. Nifas Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Sitti Saleha. akan tetapi pada umur-umur tertentu atau menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan berkurang (Hendra. 2008). atau pengalaman itu suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. 2009). 2010). 3) Informasi Informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang. 10 pengetahuan yang diperolehnya. 2008). Meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media misalnya TV. . 2. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu (Notoadmojo.

Bounding Attachment a. 11 Nifas adalah periode waktu dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keaadaan tidak hamil. Hal ini merupakan proses dimana sebagai hasil dari suatu interaksi terus-menerus antara bayi dan orang tua yang bersifat saling mencintai memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan. Masa ini membutuhkan waktu sekitar 6 minggu (Farrer. 2003). 2002). Pengertian Bounding Attachment Bounding adalah proses pembentukan sedangkan attachment (membangun ikatan) jadi bounding attachment adalah sebuah peningkatan hubungan kasih sayang dengan keterikatan batin antara orangtua dan bayi. 3. Bruce D. Perry (2002) menyatakan bahwa bounding merupakan hubungan antara seseorang dengan orang yang lain dan melalui bounding terbentuklah attachment (ikatan kasih sayang). dan harus dimanfaatkan sebagai sesuatu kesempatan untuk memberikan perawatan ibu dan bayinya (WHO. bounding merupakan ikatan antara ibu dan bayi dalam masa awal neonatus sedangkan attachment adalah . Menurut Suherni (2009). Nifas merupakan bagian integral pada proses melahirkan. Sedangkan Jeff dan Cindi (2006) memandang bounding sebagai hubungan yang istimewa antara bayi dengan ibunya.

Bounding atachment adalah sebuah peningkatan hubungan kasih sayang dengan keterikatan batin antara orang tua dan bayi (Subroto. merupakan dasar terbentuknya rasa percaya diri dikemudian hari. 12 sentuhan. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologis bayi selanjutnya. Dengan memberikan ASI ekslusif. 2) Rawat Gabung Rawat gabung merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar antara ibu dan bayi terjalin proses lekat (early infant mother bounding) akibat sentuhan badan antara ibu dan bayinya. 2003). b. ibu . rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia. Cara Melakukan Bounding Attachment Menurut Bahmawati (2003) bounding Attachment dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya sebagai berikut : 1) Pemberian ASI ekslusif Dengan dilakukannya pemberian ASI secara ekslusif segera setelah lahir. karena kehangatan tubuh ibu merupakan stimulasi mental yang mutlak dibutuhkan oleh bayi. Bayi yang merasa aman dan terlindung. secara langsung bayi akan mengalami kontak kulit dengan ibunya yang menjadikan ibu merasa bangga dan diperlukan. Bounding attachment adalah istilah dalam kebidanan atau psikologi kebidanan yang artinya ikatan antara ibu dan bayi dalam bentuk kasih sayang dan belaian.

Seringkali dalam posisi bertatapan. Orang tua menunggu tangisan pertama bayi mereka dengan tegang. Orang tua dan bayi akan menggunakan lebih banyak waktu untuk saling memandang. karena refleks let-down bersifat psikosomatis. Ibu akan merasa bangga karena dapat menyusui dan merawat bayinya sendiri dan bila ayah bayi berkunjung akan terasa adanya suatu kesatuan keluarga. bayi akan menjadi tenang dan berpaling kearah mereka. Bayi baru lahir dapat diletakkan lebih dekat untuk dapat melihat pada orang tuanya 4) Suara Mendengar dan merenspon suara antara orang tua dan bayinya sangat penting. 13 merasakan kepuasan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya. Keadaan ini juga memperlancar produksi ASI. Suara tersebut membuat mereka yakin bahwa bayinya dalam keadaan sehat. . Sewaktu orang tua berbicara dengan nada suara tinggi. Tangis tersebut membuat mereka melakukan tindakan menghibur. 5) Aroma Setiap anak memiliki aroma yang unik dan bayi belajar dengan cepat untuk mengenali aroma susu ibunya. mereka merasa lebih dekat dengan bayinya. dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. 3) Kontak Mata Beberapa ibu berkata begitu bayinya bisa memandang mereka.

Ia akan merangkak dan mencari puting susu ibunya. bayi dapat melakukan reflek sucking dengan segera. mengangkat kepala. Hambatan Bounding Attachment : 1) Kurangnya support sistem. 8) Sentuhan Sentuhan merupakan suatu sarana untuk mengenal bayi baru lahir dengan cara mengeksplorasi tubuh bayi dengan ujung jari. dengan segera bayi ditempatkan diatas ibu. c. menendang-nendangkan kaki. 2) Ibu dengan resiko (ibu sakit). . Dengan demikian. Mereka menggoyangkan tangan. Orang tua dapat membantu proses ini dengan memberi kasih sayang yang konsisten dan dengan memanfaatkan waktu saat bayi mengembangkan perilaku yang responsif. 7) Bioritme Salah satu tugas bayi baru lahir adalah membentuk ritme personal (bioritme). 14 6) Entrainment Bayi mengembangkan irama akibat kebiasaan. Entrainment terjadi pada saat anak mulai bicara. 9) Inisiasi Dini Setelah bayi lahir. Bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur pembicaraan orang dewasa.

Respon ayah dan keluarga Respon terhadap bayi baru lahir berbeda antara ayah yang satu dengan ayah yang lain. 15 3) Bayi dengan resiko (bayi prematur. keluarga kurang d) Ekonomi rendah e) Pengetahuan rendah f) Kurang informasi kesehatan g) Budaya yang bertentangan dengan kesehatan kuat 2) Respon positif Ayah dan keluarga menyambut kelahiran bayinya dengan sangat suka cita karena bayi sebagai anggota baru dala keluarga. 1) Faktor-Faktor yang mempengaruhi respon orang tua: a) Umur ibu dan ayah yang terlalu muda b) Kesiapan berumah tangga kurang c) Dukungan sosial suami. . bayi sakit. Ayah bertambah giat dalam mencari nafkah karena ingin memenuhi kebutuhan bayi dengan baik. 4) Kehadiran bayi yang tidak diinginkan. Ayah dan keluarga melibatkan diri dalam merawat bayi. Ada sebagian ayah dan keluarga yang lebih menyayangi dan mencintai ibu yang elahirkan karena telah melahirkan anak yang diidam-idamkan. dianggap sebagai anugerah yang sangat menyenangkan. d. bayi dengan cacat fisik).

ayah. tentu hal itu akan menyebabkan rasa malu dan aib e. Anak lahir cacat menyebabkan rasa malu baik bagi ibu. karena perhatia pada bayinya yang berlebihan. Cara mengantisipasi perubahan sikap dan perilaku adalah dengan menyiapkan mereka untuk kelahiran adiknya : 1) Mulai memperkenalkan pada organ reproduksi dan seksual . Kurang berbahagia karena kegagalan KB. Lebih – lebih bila bayi yang dilahirkan adalah hasil hubungan haram. yang dalam hal ini adalah saudara kandungnya (Bayihatun. Ada kalanya faktor ekonomi berpengaruh pada rasa kurang senang atau kekhawatiran dalam membina keluarga karena kecemasan dalam biaya hidup. Ayah merasa kurang mendapat perhatian dari ibu melahirkan (istrinya). Sibling Rivalvy Sibling Rivalvy adalah kecemburuan dan kemarahan yang lazim terjadi pada anak karena kehadiran anggota keluarga baru dalam keluarga. 2009). dan keluarga. 16 3) Respon negatif Keluarga atau ayah dari bayi itu tidak menginginkan kelahiran bayinya karena jenis kelamin bayi yang dilahirkan tidak sesuai keinginan.

Respon ayah dan keluarga 5.1 Kerangka Teori Sumber : Notoatmodjo. Cara Melakukan Bounding Attachment 3. Sibling Rivalvy Gambar 2. Kerangka Teori Umur Pengetahuan Ibu Nifas Bounding Attachment Pendidikan 1. Pengertian Bounding Pekerjaan Attachment 2. 2010 . seperti alasan pindah kamar. 6) Lakukan aktivitas seperti biasa dan lakukan bersama dengan anak. 17 2) Beri penjelasan yang konkret tentang pertumbuhan bayi dalam rahim dengan menunjukkan gambar sederhana tentang uterus dan perkembangan janin. Hambatan Bounding Attachment 4. B. seperti mendongeng sebelum tidur atau piknik bersama. 3) Beri kesempatan anak untuk ikut gerakan janin 4) Libatkan anak dalam perawatan bayi 5) Beri pengertian mendasar tentang perubahan suasana rumah.

Kerangka Konsep Pengetahuan ibu nifas Bounding Attachment Gambar 2. 18 C.2. Kerangka Konsep .

C. Polpulasi Menurut Notoatmodjo (2002). Populasi.Pengambilan Lokasi penelitian ini dilaksanakan di RB YULITA Grogol Sukoharjo 2. B. 2002). Jenis dan Rancangan Penelitian Dalam Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. BAB III METODE PENELITIAN A. 2003). Waktu Waktu penelitian adalah jangka waktu yang dibutuhkan penulis untuk memperoleh data penelitian yang dilaksanakan (Budiarto. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah 19 . Lokasi Lokasi adalah tempat yang digunakan untuk pengambilan data selama kasus berlangsung (Budiarto. yaitu suatu metode penelitian yang digunakan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau mendeskripsikan suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo. populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2012. 2003).

yang oleh peneliti dipandang mewakili populasi target(Darwis.Pada penelitian ini instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner (Suyanto dan Salamah. SampeldanTeknikPengambilanSampel Sampel adalah subunit populasi survey atau populasi survey itu sendiri. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi dijadikan sampel semua atau bisa juga penelitain populasi (Arikunto. 2008) . Jadi sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah semua ibu nifas 1 hari post partum yang ada di RB YULITA Grogol Sukoharjo pada 4 - 30 Juni 2012 sebanyak 30 responden. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini alat yang digunakan adalah kuesioner. Teknik sampling merupakan suatu proses seleksi sampel yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. 2006). yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang dibaca dan dijawab oleh responden penelitian. D. 20 semua ibu nifas yang ada di RB YULITA Grogol Sukoharjopadabulan Juni 2012. sehingga jumlah sampel akan mewakili keseluruhan populasi yang ada (Hidayat. 2007). Kuesioner ini digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu nifas. 2003). 2. Kuesioner ini .

Cara melakukan Bounding 6.25. Hambatan Bounding 18. Definisi Bounding 1. dan sibling rivalvy.14.20 17 4 Attachment 4.15 9. Respon ayah dan keluarga 22.32.24.30 5.4. Sibling Rivalvy 33. Uji validitas Validitas (kesahihan) alat pengumpulan data (instrusmen) sangat diperlukan sebelum digunakan dalam penelitian (Suyanto dan Salamah.5 3 5 Attachment 2.35 5 Total 23 12 35 1.13. Adapun kisi-kisi kuesioner sebagai berikut : Tabel 3.34 31.27.8. Sedangkan pertanyaan dalam kuesioner ini menggunakan pertanyaan favourable (positif) jika menjawab “benar” maka mendapat skor 1 dan jika menjawab “salah” maka mendapat nilai 0 dan pernyataan unfavourable (negatif)jika menjawab “benar” maka mendapat skor 0 dan jika menjawab “salah” maka mendapat nilai 1.valid artinya . respon ayah dan keluarga.23.10. hambatan bounding attacment. Dalam instrument ini ada 35 soal tentang definisi bounding attachment.26. 21 menggunakan pilihan jawaban “Benar” atau “Salah”.12.7.Uji validitas untuk mengetahui apakah alat ukur tersebut valid.11.29 21. cara melakukan bounding attachment.2008).2.19.1 Kisi-Kisi Kuesioner Pengetahuan Ibu Nifas tentang Bounding Attachment Di RB YULITA Sukoharjo No Indikator No Pernyataan Jumlah Favourable Unfavourabel (positif ) (negatif ) 1.28 10 .16 11 Attachment 3.

26. Respon ayah dan keluarga 22.20 17 4 Attachment 4.25.2009).29 21.14*.7.35 5 Total 23 12 35 . maka angka korelasi harus dibandingkan dengan angka kritik tabel. Definisi Bounding 1.SY rxy = {N SX 2 . 2009).24.28 10 . Suatu pertanyaan dinyatakan valid jika rhitung> rtabel(Riwidikdo.13.16 11 Attachment 3.19.10.8.34* 31.32.(SY ) } 2 2 Keterangan: N : Jumlah responden rxy : Koefisien korelasi product moment x : Skor pertanyaan y : Skor total xy : Skor pertanyaan dikalikan skor total Untuk mengetahui apakah suatu item pertanyaan valid. atau alat ukurtersebut tepat untuk mengukur sebuah variabel yang akan diukur. Cara melakukan Bounding 6. Untuk menguji validitas maka dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing pertanyaan dengan skor total. No Indikator No Pernyataan Jumlah Favourable Unfavourabel (positif ) (negatif ) 1.4.SX.27.12*. sehingga pada penelitian ini menggunakan rumus Pearson’sProduct Moment : N . Hambatan Bounding 18*.5 3 5 Attachment 2.23. Sibling Rivalvy 33. 22 ketepatan mengukur. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang seharusnya hendak diukur.30 5.15 9*.2.11. (Riwidikdo. SXY .(SX ) }{N SY 2 .

2008). Menurut Arikunto (2010) teknik penghitungannya dengan rumus Alpha Cronbach : æ k ö æç å α b ö 2 çç ÷÷ 1 . ÷ è (k . Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Windows 12.1) ø çè α12 ÷ ø ri = . 23 Keterangan : * : tidak valid Pengujian validitas dilakukan pada bulan Mei 2012 dengan 30 responden di RB NGUDI SARAS Palur Karanganyar. Dengan demikian lima pertanyaan tidak digunakan dalam kuesioner. 2.14.0 denganrtabel0. Uji Reliabilitas Guna melihat apakah instrumen yang telah disusun handal bila digunakan.18 dan 34. Hasil pengukuran harus reliabel dalam artian harus memiliki tingkat konsistensi dan kemantapan. 12. Reabilitas adalah hal yang dapat dipercaya. Penelitian terhadap gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang bounding attachment hanya dilakukan uji coba reliabilitas internal dalam satu kali pengetesan terhadap responden. (Riwidikdo. 2010). maka perlu dilakukan uji reliabilitas(Suyanto dan Salamah.361. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dari 35 pertanyaan kuesioner terdapat 5 nomor yang tidak valid yaitu pertanyaan nomor 9.

876. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan dalam penelitian adalah melalui pengumpulan : 1. Data primer Data primer adalah data yang secara langsung diambil dari objek penelitian oleh peneliti perorangan maupun orgranisasi (Riwidikdo. E. .7)(Riwidikdo. Data Sekunder Data sekunderadalah data yang didapattidaksecaralangsung (Riwidikdo.7 maka disimpulkan bahwa instrumen tersebut reliabel. Data Primer dalam penelitian ini didapatkan dari mengedarkan “angket/kuesioner” dan di Isi oleh responden.0 diperoleh nilai alpha sebesar 0. 2. Studi Kepustakaan Pada penelitian ini mengambil studi kepustakaan dari buku-buku teks dari tahun 2002 – 2010. 2009). 2009) Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program SPSS for Windows 12.Data sekunder dalam penelitian ini berasal dari : a. Nilai alpha > 0. 2009). 24 Keterangan: ri = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal åα 2 b = jumlah varians butir α12 = varians total Dinyatakan valid bilanilaiAlpha Cronbach>rkriteria(0.

pendapatan. 2011). F. sifat atau ukuran yang dimiliki oleh satuan penelitian dari sebuah teori. 25 b. Variabel Penelitian Menurut Suyanto dan Salamah (2008). memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena (Hidayat. Definisi Operasional Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik. Pengertian lain menyebutkan variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri-ciri. G. penyakit. jenis kelamin. pengetahuan. pekerjaan.variabel penelitian adalah ciri atau ukuran yang melekat pada objek penelitian baik bersifat fisik (nyata) atau psikis (tidak nyata). Studi Dokumentasi Dokumentasi penelitian ini diambil dengan cara pengumpulan data yang diambil dari buku register ibu nifas di RB YULITA Grogol Sukoharjo. status perkawinan. misalnya umur. Definisi Operasional pada penelitian ini dijabarkan sebagai yang diamati. pendidikan. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment. Pada penelitian ini definisi operasional dijabarkan sebagai berikut: . dan sebagainya.

Kurang : bila nilai hambatan bounding responden yang attacment.2 Definisi Operasional penelitian Variabel Definisi Operasional Alat ukur Kategori Skala Tingkat Segala sesuatu yang Kuesioner a. 26 Tabel 3. dan sibling 2008) rivalvy. cara mean – 1 SD ≤ x ≤ melakukan bounding mean + 1 SD attachment. Baik: bila nlai Ordinal Pengetahuan diketahui ibu nifas responden yang ibu nifas tentang bounding diperoleh (x) >mean tentang attachment yaitu + 1 SD bounding definisi bounding b. b. c. . Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul. Cukup : bila nilai attachment attachment. H. respon diperoleh (x) <mean ayah terhadap – 1 SD (Riwidikdo. Editing Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. yaitu : a. keluarga. Pengolahan Data Menurut Hidayat (2011). dalam proses pengolahan data terdapat langkah- langkah yang harus ditempuh. Coding Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik (angka) terdapat data yang terdiri atas beberapa kategori. Metode Pengolahan dan Analisa Data 1.

data hasil observasi. data dari daftar isian. bila nilai responden yang diperoleh adalah (x) > mean+ 1SD b. 2010). bila nilai responden yang diperoleh adalah mean. Selanjutnya menurut Riwidikdo (2008). dan disajikan sebagai temuan penelitian (Darwis. 27 c. kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel kontingensi. 2. hasil untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu ditunjukan dengan keterangan sebagai berikut : a.1SD. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisa univariat yaitu menganalisa terhadap tiap variabel dari hasil tiap penelitian untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan prosentase dari tiap variabel (Notoatmodjo. 2003). baik secara tunggal maupun simultan.1SD ≤x≤mean+ 1 SD c. Data Entry Data entry adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam master tabel atau database komputer. dan materi lain untuk selanjutnya diberi makna. . Cukup. Melakukan teknik analisis Analisa data merupakan proses penataan secara sistematis atas transkrip wawancara. Baik. bila nilai responden yang diperoleh adalah x < mean. Kurang.

Jika subyek bersedia. informasi yang mudah dihubungi. prosedur pelaksanaan. Tujuan Informent Consent adalah agar subyek mengerti maksud dan tujuan penelitian. Etika Penelitian Menurut Hidayat (2011). Informent Consent Informent Consentmerupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. jenis data yang dibutuhkan. tujuan dilakukannya tindakan. Beberapa informasi yang harus ada dalam informed consent tersebut antara lain : partisipasi pasien. Informed consent diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Masalah etika penelitian kebidanan merupakan masalah yang sangat penting dalam penelitian. mengetahui dampaknya. kerahasiaan. manfaat. maka peneliti harus menghormati hak pasien. 28 I. maka segi etika penelitian harus diperhatikan antara lain sebagai berikut : a. dan lain-lain. komitmen. mengingat penelitian kebidanan berhubungan langsung dengan manusia. b. maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan. Anonimity (tanpa nama) Masalah etika kebidanan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur . potensial masalah yang akan terjadi. Jika responden tidak bersedia.

Confidentiality (kerahasiaan hasil) Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian. c. . hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti. 29 dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan. baik informasi maupun masalah- masalah lainnya.

RB Yulita juga mendirikan apotek sendiri yang resmi didirikan pada tanggal 16 Mei 2007 yang ditunjang fasilitas laboratorium dan fisioterapi. 1 dokter spesialis kandungan. pijat bayi. persalinan oleh bidan dan dokter spesialis kandungan. 30 . 1 petugas laboratorium 1 petugas fisioterapi dan 1 apoteker. 4 ruang rawat inap yang memadai dan terdiri dari 2 kamar yang masing-masing dengan 2 tempat tidur dan 2 kaar VIP masing-masing 1 tempat tidur dengan fasilitas yang lebih nyaman. imunisasi dasar dan tambahan. Grogol. RB. Selain itu pelayanan rawat inap pasien nifas terdapat sistem perawatan gabung (rooming in) yang lebih mendukung dalam melakukan bounding attachment. imunisasi TT calon pengantin. Gambaran Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di RB Yulita Grogol Sukoharjo dengan alamat di Jl. Yulita memiliki 10 petugas yang terdiri dari 2 dokter umum. Gedangan. Yulita didirikan atas prakarsa Bapak Robertus Kustoyo dan resmi berdiri pada tanggal 1 Maret 2008. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sukoharjo. pemeriksaan USG. Secara umum jenis pelayanan kesehatan yang diselenggarakan berupa pemeriksaan kehamilan (ANC) oleh bidan dan dokter. pelayanan KB. Raya Solo-Baki km 4 Sektor 10 Solo Baru. Fasilitas gedung terdiri dari 1 ruang periksa. 5 bidan. RB. fisioterapi.

pelayanan medik dasar dengan pelayanan 24 jam. B. Karakteristik Responden a.3 Total 30 100 Berdasarkan tabel 4. 31 antar jemput pasien melahirkan secara gratis. Pendidikan Karakteristik responden berdasarkan pendidikan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Ibu Nifas di RB Yulita Grogol Sukoharjo Tahun 2012 Pendidikan Jumlah Persentase (%) SD 3 10. Hasil Penelitian 1.0 SMA 17 56.7 PT 4 13.0 SMP 6 20. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik batang sebagai berikut : .1 dapat diketahui bahwa mayoritas responden mempunyai tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 17 orang (56.7%).

1 Grafik Batang Tingkat Pendidikan Responden b.7%).7 > 35 tahun 0 0.0 Total 30 100 Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa mayoritas umur responden adalah di rentang usia produktif yaitu 20 – 35 tahun sebanyak 29 orang (96.3 20 – 35 tahun 29 96.2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur Ibu Nifas di RB Yulita Grogol Sukoharjo Tahun 2012 Umur Jumlah Persentase (%) < 20 tahun 1 3. 32 jumlah responden SD SMP SMA PT Series1 3 6 17 4 Gambar 4. Umur Karakteristik responden berdasarkan umur diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik batang sebagai berikut : .

2 Grafik Batang Umur Responden c.7 Wiraswasta 3 10.3 Total 30 100 Berdasarkan tabel 4. Pekerjaan Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pekerjaan Ibu Nifas di RB Yulita Grogol Sukoharjo Tahun 2012 Pekerjaan Jumlah Persentase (%) IRT 13 43. 33 jumlah responden < 20 tahun 20 – 35 tahun > 35 tahun Series1 1 29 0 Gambar 4.0 Tani 2 6.3 dapat diketahui bahwa mayoritas pekerjaan responden adalah sebagai Ibu Rumah Tangga yaitu .7 PNS 1 3.3 Swasta 11 36.

Deviation Total Kuesioner 30 11.77. Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang bounding attachment Hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment menggunakan program SPSS untuk mencari nilai mean dan standar deviasi.07 dan nilai standar deviasi sebesar 4. . Adapun hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 4.1000 4.67089 Hasil perhitungan mean dan standar deviasi dengan program SPSS diperoleh nilai mean sebesar 19.4 Nilai Mean dan Standar Deviasi dengan Program SPSS N Minimum Maximum Mean Std.00 19.00 27. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik batang sebagai berikut : jumlah responden IRT Swasta Wiraswa Tani PNS sta Series1 13 11 3 2 1 Gambar 4.3 Grafik Batang Pekerjaan Responden 2. 34 sebanyak 13 orang (43.3%).

10 + 1 (4.43 £ x £ 23.3 Total 30 100 Berdasarkan tabel 4. 35 Hasil tersebut kemudian digunakan untuk perhitungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment sebagai berikut : Baik : Bila nilai responden yang diperoleh (x) > mean+1 SD 19.5 dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment mayoritas mempunyai pengetahuan .0 Cukup 20 66.77 Baik : > 23.67) £ x £ 19.77 Kurang : Bila nilai responden yang diperoleh (x) < mean–1 SD 19.10 + 1 (4.77 Cukup : Bila nilai responden mean -1 SD £ x £ + 1 SD 19.67) Cukup : 14.7 Baik 7 23.5 Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bounding Attachment di RB Yulita Grogol Sukoharjo Tahun 2012 Pengetahuan Jumlah Persentase (%) Kurang 3 10.43 Kurang < 14.43 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel hasil tingkat pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment sebagai berikut : Tabel 4.67) = 23.10 – 1 (4.10 – 1 (4.67) = 14.

Bounding attachment adalah sebuah peningkatan hubungan kasih sayang dengan keterikatan batin antara orang tua dan bayi (Subroto.0%).7%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik histogram sebagai berikut : jumlah responden Kurang Cukup Baik Series1 3 20 7 Gambar 4. 2003). hal ini perlu diketahui oleh ibu nifas karena dapat meningkatkan hubungan kasih sayang antara orang tua dan bayi. Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 7 responden (23.3%) dan responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (10. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment mayoritas mempunyai pengetahuan cukup yaitu sebanyak 20 responden (66. Oleh karena itu perlu diketahui . 36 cukup yaitu sebanyak 20 responden (66.5 Grafik Batang Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bounding Attachment C.7%).

Proses ikatan batin antara ibu dan bayinya diawali dengan kasih sayang terhadap bayi yang dikandung dan dapat dimulai sejak kehamilan. kontak mata. misalnya bila tangisan pertama bayi membuat mereka yakin bahwa bayinya dalam keadaan sehat. bayi baru lahir dapat diletakkan lebih dekat untuk dapat melihat pada orang tuanya. Sentuhan merupakan suatu sarana untuk mengenal bayi baru lahir dengan cara mengeksplorasi tubuh bayi dengan ujung jari. Pemberian ASI secara eksklusif segera setelah lahir secara langsung bayi akan mengalami kontak kulit dengan ibunya. orang tua dan bayi akan mempunyai banyak waktu untuk saling memandang. Kontak mata. dimana hal ini terjadi bila bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur pembicaraan orang dewasa. orang tua dapat membantu proses ini dengan memberi kasih sayang yang konsisten dengan memanfaatkan waktu saat bayi mengembangkan perilaku yang responsif. entrainment. sentuhan dan inisiasi dini. biorite. 37 tentang cara melakukannya. suara. setiap anak memiliki aroma yang unik dan bayi belajar dengan cepat untuk mengenali aroma susu bayinya. Ikatan batin antara ibu dan bayinya berkaitan erat dengan pertumbuhan psikologi sehat dan tumbuh kembang bayi. Mendengar dan merespon suara antara orang tua dan bayinya sangat penting. Entrainment. . rawat gabung. Menurut Bahmawati (2003) bounding attachment dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah melalui pemberian ASI eksklusif. aroma. Aroma. Bioritme. Rawat gabung merupakan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar ibu dan bayi terjalin proses lekat.

komunikasi dan ketrampilan untuk merawat anak yaitu dalam berkomunikasi dan ketrampilan dalam merawat anak. Kesesuaian antara orang tua dan anak (keadaan anak. Tingkat kemampuan. 38 Inisiasi menyusui dini. Kedekatan orang tua ke anak dimana dengan metode rooming in kedekatan antara orang tua dan anak dapat terjalin secara langsung dan menjadikan cepatnya ikatan batin terwujud diantara keduanya. dimana orang tua yang mengharapkan kehadiran si anak dalam kehidupannya tentu akan memberikan respon emosi yang berbeda dengan orang tua yang tidak menginginkan kelahiran bayi tersebut. Respon emosi yang positif dapat membantu tercapainya proses bounding attachment ini. Dukungan dari keluarga. terutama pasangan merupakan faktor yang juga penting untuk diperhatikan karena dengan adanya dukungan dari orang-orang terdekat akan memberikan suatu semangat / dorongan positif yang kuat bagi ibu untuk memberikan kasih sayang yang penuh kepada bayinya. sehingga bayi dapat reflek sucking dengan segera Bahmawati (2003). teman. Berhasil atau tidaknya proses bounding attachment ini sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi antara lain adalah kesehatan emosional orang tua. Semakin cakap orang tua dalam merawat bayinya maka akan semakin mudah pula bounding attachment terwujud. orang tua satu dengan yang lain tentu tidak sama tergantung pada kemampuan yang dimiliki masing-masing. dimana setelah bayi baru lahir. dengan segera bayi ditempatkan di atas ibu. jenis kelamin) Anak akan lebih mudah diterima oleh anggota keluarga yang lain ketika keadaan anak sehat / normal dan jenis kelamin sesuai dengan . ia akan merangkak dan mencari puting susu ibunya.

umur dan pekerjaan responden (Notoatmodjo.7%) dan hal ini dipengaruhi oleh pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pendidikan responden dengan pengetahuan baik adalah SMA dan Perguruan Tinggi. Pada awal kehidupan. hubungan ibu dan bayi lebih dekat dibanding dengan anggota keluarga yang lain karena setelah melewati sembilan bulan bersama. Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 7 responden (23.3%) dan hal ini dipengaruhi oleh pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas umur responden dengan pengetahuan baik adalah pada usia 20 – 35 tahun. dan melewati saat-saat kritis dalam proses kelahiran membuat keduanya memiliki hubungan yang unik (Ambarwati. Hendra (2008) menyatakan bahwa pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan dimana diharapkan dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pengetahuannya. 39 yang diharapkan. umur dan pekerjaan responden . 2003). 2010). yang dilakukan secara reguler di luar rumah. Hendra (2008) menyatakan bahwa makin tua umur seseorang maka proses-proses perkembangan mentalnya bertambah baik. Depkes RI (2008) menyatakan bahwa ibu yang mempunyai usia produktif akan lebih berpikir secara rasional dan matang. Responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 20 responden (66. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah sebagai Ibu Rumah Tangga sehingga ibu memiliki waktu yang lebih luang dalam membentuk ikatan kasih sayang dan perhatian dengan bayinya daripada ibu yang bekerja mencari penghasilan baik di sektor formal maupun informal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pendidikan responden dengan pengetahuan kurang adalah SD. Hendra (2008) menyatakan bahwa makin tua umur seseorang maka proses-proses perkembangan mentalnya bertambah baik. umur dan pekerjaan responden. Bekerja bagi ibu-ibu akan mempengaruhi terhadap kehidupannya sehingga ibu tidak banyak waktu untuk mendapatkan informasi. Hendra (2008) menyatakan bahwa pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan dimana diharapkan dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pengetahuannya. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu dengan kategori cukup mayoritas responden bekerja di sektor swasta. hal ini berarti dengan tingkat pendidikan SD maka ibu masih belum mendapatkan ilmu yang cukup . Responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pendidikan responden dengan pengetahuan cukup adalah SMA. Hal ini sesuai dengan pernyatan dari Hendra (2008) menyatakan bahwa pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan dimana diharapkan dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pengetahuannya.0%) dan hal ini dipengaruhi oleh pendidikan. Depkes RI (2008) menyatakan bahwa ibu yang mempunyai usia produktif akan lebih berpikir secara rasional dan matang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas umur responden dengan pengetahuan cukup adalah pada usia 20 – 35 tahun. 40 (Notoatmodjo. 2003). Hendra (2008) menyatakan bahwa bekerja pada umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu.

. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan pengetahuan kurang juga terdapat pada IRT. hal ini disebabkan banyak ibu kurang mengetahui maksud dari kuesioner tentang bounding attachment tersebut. Keterbatasan Keterbatasan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam pelaksanaan penelitian ibu-ibu sebagai responden banyak bertanya kepada peneliti. hal ini disebabkan peneliti masih mempunyai tugas lain sehubungan dengan aktivitas belajarnya. sehingga peneliti harus menjelaskan terlebih dahulu sebelum ibu menjawab pertanyaan tersebut. hal ini berarti bahwa sebagai IRT dengan pendidikan rendah yaitu SD membuat ibu juga kurang bisa memahami pengetahuan khususnya tentang bounding attachment. Selain itu karena waktu yang terbatas maka peneliti juga bekerjasama dengan bidan RB. 41 sehingga kurang memperoleh pengetahuan. Hal ini berarti dengan pendidikan yang rendah maka pada usia 20 – 35 tahun tersebut ibu masih memiliki pengetahuan yang kurang khususnya tentang bounding attachment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas umur responden dengan pengetahuan kurang adalah pada usia 20 – 35 tahun. D. Yulita Grogol dalam penyebaran keseluruhan kuesioner.

Saran Saran yang dapat diberikan antara lain adalah sebagai berikut : 1. 3.7%) pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment mempunyai pengetahuan cukup. Bagi Bidan Hendaknya bidan memberikan pemahaman kepada ibu nifas dan memberikan pelayanan dalam menerapkan bounding attachment secara 42 . 2. Kesimpulan Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. B.0%) pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment mempunyai pengetahuan kurang. Sebanyak 20 responden (66. Sebanyak 3 responden (10. 2. BAB V PENUTUP A. Sebanyak 7 responden (23. Bagi Ibu Nifas Hendaknya ibu nifas meningkatkan pengetahuan tentang bounding attachment melalui media massa ataupun elektronik ataupun bertanya pada bidan sehingga lebih meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan anak sejak dini.3%) pengetahuan ibu nifas tentang bounding attachment mempunyai pengetahuan baik.

Bagi Peneliti Hendaknya terus berupaya meningkatkan pengetahuan melalui penelitian- penelitian ilmiah yang lain. . misalnya mengenai sibling rivalvy untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peneliti. 4. 3. 43 langsung kepada ibu dan bayinya. Bagi Institusi Pendidikan Hendaknya institusi pendidikan memberikan bekal teori khususnya mengenai bounding attachment sehingga setelah mahasiswa terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya dapat memberikan pemahaman kepada ibu nifas. misalnya pada saat pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini.