You are on page 1of 14

TUGAS MANDIRI

MATA KULIAH AGROEKOLOGI

“EKOSISTEM KLIMAKS”

DOSEN PENGAMPU : Dr. Ir. Soesilo Wibowo, Ms

Disusun Oleh :

Di susun oleh :

Muhammad Afdhal Sadri

NIRM : 04.1.16.0839

No.Absen : 22

TINGKAT.1B

Jurusan Penyuluhan Pertanian

SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR TAHUN
AJARAN 2017/2018

Muhammad Afdhal sadri 1

Komunitas klimaks adalah komunitas terakhir dan stabil (tidak berubah) yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya Suksesi merupakan proses yang menyeluruh dan kompleks dengan adanya permulaan.1. Ekosistem adalah suatu unit ekologi yang didalamnya terdapat hubungan antara struktur dan fungsi. contohnya saja hubungan hewan dengan air. Interaksi antara mahluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan keteraturan. 1. Manfaat Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh adalah : Muhammad Afdhal sadri 2 . Komunitas demikian disebut komunitas klimaks. dan didalamnya berlangsung berbagai interaksi antar anggota komunitas. kedua komponen ini tentunya saling mempengaruhi. Klimaks adalah tingkat terakhir dari proses suksesi dicapai ketika komunitas tersebut stabil. perkembangan dan akhirnya mencapai kestabilan pada fase klimaks. tahan lama. Ekosistem adalah tatanan dari satuan unsur-unsur lingkungan hidup dan kehidupan (biotik maupun abiotik) secara utuh dan menyeluruh. BAB I PENDAHULUAN 1.2. dan selama tidak ada fungsi yang terganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga. jenis mahluk hidupnya lebih banyak dan lebih kompleks. yang saling mempengaruhi dan saling tergantung satu dengan lainnya. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing- masing. Jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup) dan juga komponen abiotik (tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini. Didalam ekosistem terjadi interaksi antara kominitas sebagai komponen biotik (mahluk hidup) dengan lingkungannya sebagai komponen abiotik (mahluk tak hidup). Ekosistem merupakan satu kesatuan antara komunitas dengan lingkungannya. Komunitas terakhir ini biasanya relatif stabil. Struktur yang dimasukkan dalam definisi ekosistem tresebut adalah berhubungan dengan keanekaragaman spesies (species diversity). Latar Belakang Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Muhammad Afdhal sadri 3 .3. 1. dan untuk semestinya lingkungan tersebut agar menuju kearah lingkungan yang lebih teratur dan stabil dan juga berguna untuk mempertahankan kestabilan internalnya. Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan konsep-konsep dasar ekologi dan menelaah baik secara teoritis maupun praktek untuk memecahkan masalah lingkungan dalam upaya perbaikan dan konservasi. 2.1. Menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa dalam hal perkembangan ekosistem dan menyadari perannya didalam ekosistem. Kegunaan Untuk mengubah ekosistem yang awalnya lingkungannya tidak baik dan tidak terukur secara teratur.

maka akan mengundang datangnya pengurai. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner yang menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya. Tumbuhan printis ini mulai melakukan pelapukan didaerah permukaan lahan. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. dan minyak bumi. yaitu yang dikenal dengan suksesi primer dan suksesi sekiunder. misalnya tanah longsor. dan endapat pasir dipantai. Suksesi primer Suksesi primer terjadi ketka komunitas awal terganggu dan mengakibatkan hilangnya komunitas awal tersebut secara total sehingga ditempat komunitas asal tersebut akan terbentuk subtrat dan habitat baru. Ekosistem yang klimaks dapat dikatakan elah memiliki homeostatis. Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. yang mebedakan antara suksesi primer dan suksesi sekunder terletak pada kondisi awal proses suksesi terjadi. Dengan adanya tanah ini. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Sementara itu. Bila tumbuhan tumbuhan printis mati. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Didaerah bekas letusan gunung krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (lichenes) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. letusan gunung berapi. Saat Muhammad Afdhal sadri 4 . Gangguan ini dapat terjadi secara alami. sehingga terbentuk tanah yang sederhana. rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terus mengadakan pelapukan lahan. batubara. dibawah ini penjelasan mengenai suksesi primer dan suksesi sekunder. Proses suksesi akan berakhir apabila lingkungan tersebut telah mencapai keadaan yang stabil atau telah mencapai klimaks. endapan lumpur yang baru dimuara sungai. Pengertian suksesi adalah proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu menuju kearah lingkungan yang lebih teratur dan stabil. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah. Pada suksesi terdapat dua jenis. Zat yang terbentuk karena aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. sehingga mampu mempertahankan kestabilan internalnya. Kemudian semak tumbuh. Contoh yang terdapat diindonesia adalah terbentuknya suksesi digunung krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur.

Suksesi sekunder Apabila dalam suatu ekosistem alami mengalami gangguan. Jenis subtrat baru yang terbentuk BAB III PEMBAHASAN Muhammad Afdhal sadri 5 . dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja. Kecepatan pemancaran biji atau benih dalam ekosistem tersebut 4. angin kencang. yaitu : 1. baik secara alami ataupun buatan (karena manusia).itulah ekosistem tersebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan sebagai ekosistem mencapai klimaks (ekosistem klimaks). gelombang laut. Contohnya : gangguan alami misalnya banjir. dan gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme yang ada sehingga dalam ekosistem tersebut subtrat lama dan kehidupan lama masih ada. kebakaran. dan benih lain serta curah hujan yang sangat berpengaruh dalam proses perkecambahan 5. Luasnya habitat asal yang mengalami kerusakan 2. Jenis-jenis tumbuhan disekitar ekosistem yang terganggu 3. Iklim terutama arah dan kecepatan angin yang mebawa biji. spora. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses suksesi.

Keadaan keseimbangan yang tampaknya begitu mantap. Daerah yang terganggu itu bisa dikolonisasi oleh berbagai varietas spesies. Proses perubahan atau perkembangan ekosistem atau komunitas yang berlangsung menuju kedewasaan dan keseimbangan kesatu arah yang berlangsung lambat secara teratur. unsur hara tanah dan suhu. yang secara perlahan-lahan digantikan oleh suatu komunitas spesies lain. Dengan demikian keberadaan tegakan vegetasi akan bervariasi antara satu tipe dengan tipe lainnya bahkan terdapat variasi antar unit hu-tan. Muhammad Afdhal sadri 6 . Faktor lingkungan yang membatasi jumblah spesies yang hidup pada suatu tahap suksesi dikenal kedalam dua kategori. seperti kebakaran besar atau ledakan gunung berapi.  Faktor yang berhubungan dengan terjadinya kerusakan baik kerusakan sebagian maupun keseluruhan biomassa vegetasi seperti serangan hama. Komunitas yang terdiri dari berbagai populasi bersifat dinamis dalam interaksi-nya yang berarti dalam ekosistem mengalami perubahan sepanjang masa. Dinamika dialam adalah suatu kenyataan yang tidak dapat diingkari. hanyalah bersifat relatif karena keadaan itu segera akan berubah jika salah satu dari komponennya mengalami perubahan. pasti dan terarah serta dapat diramalkan disebut suksesi. akibat telah tercapai keadaan seimbang (HOMEOSTATIS). Segala sesuatu yang sekarang ada sebenarnya hanyalah merupakan suatu stadium dari deretan proses perubahan yang tidak pernah ada akhirnya. Suksesi terjadi akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. air. patogen atau manusia. dan terjadinya faktor persaingan diantara satuan-satuan vegetasi menyebabkan perubahan kearah tertentu. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas mantap (EKOSISTEM KLIMAKS). Perubahan komposisi dan struktur dalam komunitas dapat dengan mudah diamati atau terlihat dan sering kali perubahan itu berupa pergantian satu komunitas oleh komunitas lain setelah beberapa gangguan. yaitu (mueller (10974):  Faktor lingkungan yang mengakibatkan stres terdiri dari fenomena- fenomena yang membatasi hasil fotosintesa seperti cahaya. Interaksi dari semua faktor lingkungan yang berpengaruh akan menentukan komposisi jenis vegetasi komunitas.

pertumbuhan dan reproduksi  kompetisi :adanya pergantian spesies  reaksi :perubahan habitat karena aktivitas spesies  final stabilisasi. dapat diartikan bahwa komunitas sudah dapat mempertahankan kestabilan internalnya sebagai akibat dari respon (tanggapan) yang terkoordinasi dari komponennya terhadap setiap rangsangan yang cenderung mengganggu kondisi atau fungsi normal komunitas. Umumnya komunitas tumbuhan terbentuk mulai dari tingkat pioner yang kemudian digeser oleh seri tumbuhan yang lebih dewasa sampai pada komunitas yang relatif stabil dan berada dalam keseimbangan dengan lingkungan setempat. 2. (Suksesi pada habitat darat) Menurut Clements (1974). Laju pertumbuhan populasi dan komposisi spesies berlangsung dengan cepat pada fase awal suksesi. bersih dari vegetasi  migrasi :tersebarnya biji  eksesis :proses perkecambahan. dalam mekanisme suksesi dikenal adanya enam sub- komponen. Perubahan dalam suksesi bersifat kontinu. demikian perubahan-perubahan vegetasi tersebut bisa mencakup hi-langnya jenis-jenis tertentu dan dapat pula suatu penurunan Muhammad Afdhal sadri 7 . Gambar 1. Pergantian progresif dalam bentuk pertumbuhan (life form). Proses suksesi yang berakhir dengan suatu komunitas atau ekosistem klimaks. Kondisi yang membatasi laju pertumbuhan populasi dan komposisi spesies pada tahap berikutnya adalah faktor lingkungan yang kurang cocok untuk mendukung kelangsungan hidup permudaan jenis-jenis tertentu. sehingga membawa pengertian ke dua hal: 1. klimaks :komunitas stabil Beberapa ahli berpendapat bahwa proses suksesi selalu progresif (selalu meng-alami kemajuan). Pergantian progresif pada kondisi tanah (habitat) yang biasanya pergantian itu dari habitat yang ekstrim ke optimum untuk pertumbuhan vegetasi. dan komunitas yang sudah mencapai kemantapan dan permanen disebut KLIMAKS. yaitu :  nudasi :terbukanya lahan. kemudian menurun pada perkembangan berikutnya. Akan tetapi. dimana rentetan suatu perkembangan dan pergantian komunitas merupakan suatu seri komunitas yang terbentuk pada keadaan tertentu disebut SERE.

hal ini disebabkan habitat (tanah dan air) sudah terbentuk untuk menyokong pertumbuhan vegetasi. dan berakhir dengan komunitas klimaks. sehingga dalam komunitas terbentuk stratifikasi. Keadaan seperti itu mungkin saja terjadi mi-salnya hilangnya mineral dalam tanah. ratusan bahkan ribuan tahun. dan tingginya tumbuhan.  Peningkatan jumlah jenis sampai pada tahap tertentu dari suksesi. Konsep lama tentang suksesi menyatakan bahwa suksesi berlangsung secara teratur. kon-sep ini masih diterima. Proses yang terjadi selama proses suksesi dapat diringkaskan sebagai berikut : Perkembangan sifat substrat atau tanah yang progresif. JENIS SUKSESI Mueller (1974) menyatakan. terarah.kompleksitas struktural sebagai akibat dari degradasi setempat. Tingkat perubahan komunitas berlangsung dalam periode pendek dengan perkem- bangan yang cepat. yaitu suksesi primer dan suk-sesi sekunder.  Semakin kompleksnya struktur komunitas. Sedangkan menurut konsep mutakhir. peningkatan kepadatan. Muhammad Afdhal sadri 8 . Perubahan vegetasi seperti itu dapat dikatakan sebagai suksesi retrogresif atau regresi (suksesi yang mengalami kemunduran). Perbedaaan dua tipe suksesi ini terletak pada kondisi habitat awal proses terjadinya suksesi. suksesi ini tidak lebih dari pergantian jenis-jenis pionir oleh jenis-jenis yang lebih mantap dan dapat menyesuai-kan secara lebih baik dengan lingkungannya.  Peningkatan produktifitas sejalan dengan perkembangan komunitas dan perkem-bangan tanah. dapat membutuhkan waktu puluhan. suksesi ada dua tipe. dapat diramalkan. pasti. PROSES TERJADINYA SUKSESI Proses pergantian antar tingkat dalam suksesi primer untuk mencapai klimaks. Sedangkan waktu yang dibutuhkan suksesi sekunder lebih cepat dibandingkan dengan suksesi primer. misalnya terjadinya pertam- bahan kandungan bahan organik sejalan dengan perkembangan komunitas yang semakin kompleks dengan komposisi jenis yang lebih beraneka ragam daripada sebelumnya.

 Peningkatan pemanfaatan sumber daya lingkungan sesuai dengan peningkatan jumlah jenis. Suksesi di ekosistem daratan yang mengarah ke perairan Jika vegetasi yang ada kemudian musnah dan timbul lahan kosong disebut lahan sekunder atau lahan terdenudasi. Suksesi sekunder mempunyai tahap yang Muhammad Afdhal sadri 9 . spora dan benih la-in.  Macam atau jenis substrat baru yang terbentuk  Sifat-sifat jenis tumbuhan yang ada di sekitar tempat terjadinya suksesi. terutama arah dan kecepatan angin yang membawa bjiji.  Perubahan iklim mikro sesuai dengan perubahan komposisi jenis bentuk hidup (life form) tumbuhan dan struktur komunitas. Gambar 2. serta curah hujan yang mempengaruhi perkecambahan biji dan spora dan per-kembangan semai selanjutnya. Kecepatan proses suksesi pada suatu komunitas atau ekosistem dipengaruhi oleh faktor antara lain :  Luasnya komunitas asal yang rusak karena gangguan  Jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar komunitas yang terganggu  Kehadiran tumbuhan pemencar biji dan benih  Iklim.  Komunitas berkembang menjadi lebih kompleks.

Lumut dan tumbuhan berpembuluh merupakan penyokong terbesar dalam pembentukan tanah dan vegetasi. Jadi suksesi ini hanya terjadi jika kolonisasi komunitas tumbuhan menempati kolam buatan yang kecil dan dangkal. dan biasanya klimaks pada suksesi sekunder lebih cepat dicapai. suksesi menghasilkan suatu komunitas aquatik yang stabil dan sukar meng-alami pergantian. Tipe suksesi ini tidak selalu memerlukan komunitas aquatik untuk menuju ke perkem-bangan komunitas daratan. semak dan akhirnya pohon. kemudian akumulasi seresahnya baru menumpuk di dasar kolam dan kemudian mengubah kolam menjadi rawa dengan jenis tumbuh-an baru menggangti jenis tumbuhan sebelumnya. hal ini disebabkan oleh ke- adaan iklim batuan yang kering yang disertai belum terbentuknya tanah. sehingga batas air akan semakin kecil dan hilang setelah waktu yang lama.lebih sedikit daripada suksesi primer. Karenanya hanya tumbuhan tertentu yang dapat hidup pada keadaan tersebut. serta diikuti terjadinya erosi ta-nah di tepi danau. Pada kolam. Spesies pertama hidup di atas habitat yang belum pernah ditumbuhi tumbuhan disebut tumbuhanpioner. contoh lumut. Secara berangsur-angsur kemu-dian habitat menjadi lebih kering dengan aerasi yang lebih baik yang akhirnya akan terjadi tanah yang cukup matang dan tebal. Tumbuhan lumut umumnya sangat sedikit pengaruhnya dalam penghan- curan bongkah batuan menjadi tanah. kemudian lumpur rawa. Vegetasi yang sering berganti dalam hidrarch disebut hidrosere. rumput daratan. Muhammad Afdhal sadri 10 . Jika air yang ada dalam jumlah cukup besar dan sangat dalam atau jika air selalu bergerak kuat (gelombang) atau adanya kekuatan fisik lain. Sebaliknya proses suksesi primer berjalan lambat. eceng gondok berangsur-angsur akan menutup permukaan air.Ada beberapa macam tipe suksesi berdasarkan habitatnya yaitu: Hidrosere Tipe suksesi yang berkembang di daerah (habitat) perairan yang biasanya disebut Hidrarch. Tumbuhan pelopor adalah tumbuhan air yang terendam. kemudian di-ganti tumbuhan terapung seperti eceng gondok.

Tidak semua proses suksesi xerik seperti di atas. Suksesi xerosere.Urut-urutan terjadinya proses ini:Lumut kerak — lumut kerak berdaun — lumut — rumput-rumputan (herbaceus) — semak (shrubs) — pohon-pohonan. Halosere Suksesi yang dimulai pada tanah bergaram atau air asin. Kalau habitat permukaannya merupakan pasir maka akan dimulai oleh rumput tahan ke-ring. Serule : suksesi untuk mikroorganisme (bakteri. fungsi) dalam sisa-sisa produsen/konsumen. De-ngan demikian tumbuhan yang mampu hidup disitu hanyalah tumbuhan yang ta-han kering dan mampu hidup di tanah miskin. Partikel batuan yang lepas itu akan bereaksi de-ngan sisa-sisa Lichenes yang mengalami pembusukan. didasarkan pada substrat awal yaitu: 1. Ipomea pescapre dll. biasanya dimulai dari jenis tumbuhan yang tahan kadar garam tinggi. Suksesi xerik biasanya terjadi pada lahan yang tinggal batuan induknya saja. Dalam proses respirasi Lichenes akan mengeluarkan CO2yang akan bereaksi dengan H2O membentuk H2CO3. seperti Spindifec. Muhammad Afdhal sadri 11 . mengikat N yang terbawa oleh air hujan. Xerosere Suksesi vegetasi yang berkembang pada daerah xerik(kering). ada 3 macam. Asam karbonat ini akan bereaksi dengan bahan- bahan dari batuan induk sehingga melepaskan ikatan partikel batuan. 3. Tumbuhan pioner adalah lumut ke-rak (Lichenes) dalam bentuk lapisan kerak. disebut Xerarch. Kondisi seperti itu tidak sesuai lagi bagi lumut kerak sehingga lumut kerak mati. Lithosere : suksesi vegetasi yang dimulai pada batuan. baru kemudian semak dan pohon-pohonan. Setelah itu akan muncul vegetasi jenis lain yaitu Thallus (Thallophyta). 2. Demikian seterusnya vegetasi pertama akan memberikan pengaruh pada habitat yang tidak cocok untuk vegetasi kedua. Psammosere : suksesi vegetasi yang dimulai pada daerah berpasir.

Suatu seri suksesi pada ekosistem danau BAB IV PENUTUP 4. Gambar 2. dan terjadinya faktor persaingan diantara satuan-satuan vegetasi menyebabkan perubahan kearah tertentu.SUKSESI DI PERAIRAN (AQUATIC SUCCESSION) Suksesi alami pada perairan umumnya dijumpai pada kolam-kolam dan danau yang terjadi secara bertahap akibat masuknya bahan tererosi dari sekeliling ekosistem daratan. pasti dan terarah serta dapat diramalkan. Kesimpulan Proses perubahan atau perkembangan ekosistem atau komunitas yang berlangsung menuju kedewasaan dan keseimbangan kesatu arah yang berlangsung lambat secara teratur. Tahap selanjutnya terjadinya pergerakan tumbuhan darat ke arah dalam perairan se-cara bertahap yang dimulai oleh tumbuhan air ke tumbuhan darat berupa rumput-rum-putan sampai pada semak dan pohon. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas Muhammad Afdhal sadri 12 .1. sehingga kolam dan danau hilang sama sekali. Suksesi terjadi akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses ini terjadi karena kuantitas partikel tanah yang tererosi tidak dapat dihin-darkan dari darat dan mengendap atau tertinggal di dalam kolam atau danau. Tumbuh-an akuatik memproduksi detritus juga berkontribusi terhadap proses pengendapan.

id/2013/04/pengertian-suksesi-dalam- ekosistem. Dan juga sebagaimana kita umat manusia harus menjaga lingkungan agar kelestarian lingkungan kita tidak rusak dan terus ada proses perubahan atau perkembangan ekosistem. Saran Sebagaimana agar ekositem ini perlu kita jaga keseimbangannya dan supaya lingkungan yang ada didalam ekosistem tersebut dapat terarah dengan baik.htmI?m=1 https://artikelbermutu.2.co.mantap (EKOSISTEM KLIMAKS). akibat telah tercapai keadaan seimbang (HOMEOSTATIS). DAFTAR PUSTAKA Ak3lvan.com/tag/pengertian-ekosistem- klimaks Muhammad Afdhal sadri 13 .pelajaransekolahonline.com/2014/04/suksesi-pengertian-suksesi. 4.html# http://www.blogspot.

Muhammad Afdhal sadri 14 .