ANALISIS PROGRAMA PENYULUH PERTANIAN BP3K TAMBAKSARI

Dosen : Dr. Ir. Soesilo Wibowo, MS.
Di susun oleh : Kelompok 4
Nama anggota :
1. Septian Permana Putra
2. Sinta Novianti
3. Siska Pranita
4. Siti Maesaroh
5. Sufredi
6. Tedo Harris Chandra
7. Tita Maudi Julia
8. Umi Rahmasari
9. Vivit Munawaroh
10. Ziyan Farahdiba

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor (STPP Bogor)
Jurusan Penyuluhan Pertanian
2016 / 2017

No Ciri-ciri Ya Tidak
.
1 Wilayah sesuai persyaratan teknis √

Dari data yang berasal dari tabel dibawah ini No Kriteria Nilai Kelas Kelompok .45% berada di Desa Tambaksari.000. 4.Kaso.5 ha / orang √ 3 Pengairan teknis ( > 2 x / th ) √ 4 Daerah intoduksi teknologi maju √ 5 Spare part. Jumlah Anggota masyarakat yang bergabung menjadi anggota kelompoktani sebanyak 2.28 hektar dan rata-rata luas garapan darat seluas 0. Kadupandak . Sukasari. Rata-rata luas garapan sawah di BP3K Tambaksari pada Tahun 2014 seluas 0. bengkel dekat (1 hari) √ 6 Bahan bakar. 3. 9. Pemilik Penggarap 3. pelumas mudah √ 7 Ada BRI √ 8 Petani mau dan mampu bayar √ 9 Ada anggota kelompok tani yang √ terampil 10 Ada Willingness petani dan pemda √ Penjelasan Penilaian 1. dan Desa Karangpaningal. Sumber modal berasal dari iuran anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib.21 hektar. Mekarsari.pemanfaatan teknologi 5. Dari data yang berada di BP3K Kecamatan Tambaksari menunjukan bahwa terdapat irigasi yang mengairi sawah sehingga dapat dilakukan budidaya tanaman padi setahun 2 kali ataupun lebih. Bahan bakar dan pelumas dapat ditemukan secara mudah 7. Masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbudidaya. Jumlah tabungan kelompok sampai bulan Desember 2014 sebesar Rp 108. Dari data tersebut tidak ada bengkel terdekat di BP3K Tambaksari 6.768 orang. Penggarap/Penyakap 1.2 Ratio sawah / TK : 0. Tabungan tersebut digunakan untuk kegiatan simpan pinjam dan pembelian sarana produksi di masing-masing kelompoktani.450. Daerah dengan topografi sedang dengan kemiringan 11 . Status pemilikan garapan terdiri dari Pemilik 621 orang.066 orang dan telah menjadi menjadi anggota Koperasi Pertanian atau KUD sebanyak 98 orang. Dari data BP3K Tambaksari tidak adanya BRI 8. 2.256 orang dan Buruh Tani sebanyak 636 orang.

Sarana dan Prasarana yang perlu ditambah yaitu : 1. Kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompoktani 78 46 89 - Jumlah : 231 318 517 - 10. walaupun baru sebagian kelompoktani yang dapat terlayani. 5.5 ha / orang sehingga jumlah lahan milik pribadi harus ditambah ataupun melakukan kerjasama dengan pemilik lahan dan menyatukan lahannya. Perlu ditambahnya cabang baru BRI di daerah Kecamatan Tambaksari. 4. Jumlah kepemilikanlahan masih di bawah 0. Kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan 5 17 55 - 5. Kerjasama Kelompoktani dengan Koperasi/KUD di BP3K Kecamatan Tambaksari baru pengadaan dan penyaluran sarana produksi. 3. . Perlu adanya sosialisasi mengenai teknologi maju agar para petani mengetahui teknologi yang sedang marak digunakan. Kemampuan mengorganisasikan 37 83 129 - 3. Pemula Lanjut Madya Utama 1. Perlu dilakukannya pelatihan pada tiap anggota kelompok petani sehingga mereka bisa lebih terampil di kelompok tani. Perlu adanya dibukanya toko spare part dan bengkel yang dapat dijangkau oleh pemilik alat dan mesin pertanian. Kemampuan melaksanakan 26 59 91 - 4. Kemampuan merencanakan 84 113 153 - 2. 2.

hortikultura. dan menumbuhkan kelembagaan dari aspek tanaman pangan. pengembangan kemitraan usaha. . peternakan maka wilayah ini seharusnya memerlukan bantuan dengan menambah beberapa orang penyuluh yang intensif untuk menjadi pelatih dasar keterampilan. baik untuk penggunaan maupun perawatan dan perbaikan alat dan mesin pertanian.Dari data tersebut dapat diketahui bahwa wilayah Kecamatan Tambaksari termasuk wilayah pengembangan mekanisasi pertanian tipe I – B atau wilayah siap. dan belum ada petani yang memiliki mesin pertanian yang dikelola oleh perusahaan. perkebunan. Karena wilayah ini memiliki banyak masalah tentang keterbatasan pengetahuan. karena wilayah ini belum memiliki petani yang terampil menggunakan alat dan mesin pertanian. keterampilan sikap (PKS) pelaku utama dalam penggunaan komponen teknologi alat dan mesin pertanian.