You are on page 1of 11

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BIOPROSES

IDENTITAS PRAKTIKAN
Nama : Muhammad Faris Naufal
NIM : 03031281419092
Shift/Kelompok : Jumat Pagi/5

I. JUDUL PERCOBAAN : Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)

II. TUJUAN PERCOBAAN
1. Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dalam pembuatan Virgin
Coconut Oil (VCO).
2. Untuk mengetahui kandungan dan komposisi Virgin Coconut Oil (VCO).
3. Untuk mengetahui manfaat Virgin Coconut Oil (VCO) dalam berbagai
bidang.

III. DASAR TEORI

3.1. Minyak Kelapa di Indonesia
Buah kelapa berbentuk bulat panjang dengan ukuran sebesar kepala
manusia. Buah terdiri dari sabut, tempurung, daging buah dan air buah. Santan
kelapa dapat dijadikan bahan pengganti susu atau minyak . Selain itu, dari daging
kelapa dapat diisolasi komponen rafinosa, sukrosa, fruktosa, galaktosa dan
glukosa. Minyak kelapa berdasarkan kandungan asam lemak digolongkan ke
dalam minyak asam laurat, karena kandungan asam lauratnya paling besar jika
dibandingkan dengan kandungan asam lemak lainnya. Berdasarkan tingkat
ketidakjenuhannya yang dinyatakan dengan bilangan Iod (iodine value), maka
minyak kelapa dapat dimasukkan ke dalam golongan minyak non drying oils,
karena bilangan Iod minyak kelapa berada pada nilai kisaran 7,5-10,5.
Warna coklat pada minyak yang mengandung protein dan karbohidrat
bukan disebabkan oleh zat warna alamiah, tetapi oleh reaksi browning. Warna ini
merupakan hasil reaksi dari senyawa karbonil (berasal dari pemecahan peroksida)
dengan asam amino dari protein, dan terjadi terutama pada suhu tinggi . Warna

1

Mulai dari buah kelapa yang terdiri atas sabut. Kandungan dan Komposisi Virgin Coconut Oil (VCO) Minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah. Keadaan struktur kimia yang stabil inilah yang menyebabkan asam lemak jenuh sukar dioksidasi dibandingkan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh menunjukkan ikatan kimia yang lebih stabil dibandingkan dengan asam lemak tak jenuh berdasarkan jumlah atom yang terikat. serta penggunaan energi yang minimal karena tidak menggunakan bahan bakar sehingga kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak . 3. Hampir di semua provinsi di Indonesia tanpa terkecuali banyak dijumpai tanaman kelapa yang pengusahaannya berupa perkebunan rakyat. sapu. Pembuatan minyak kelapa murni ini memiliki banyak keunggulan yaitu tidak membutuhkan biaya yang mahal karena bahan baku mudah didapat dengan harga yang murah. dan air kelapa tidak ada yang terbuang dan dapat dibuat untuk menghasilkan. Tempurung dapat dimanfaatkan untuk membuat karbon aktif dan kerajinan tangan berguna. dan matras. Pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena hampir semua bagian kelapa dapat diolah dan dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. 2 pada minyak kelapa disebabkan oleh warna dan kotoran-kotoran lainnya . Minyak terdiri dari asam lemak dimana asam lemak ini terbagi menjadi dua golongan yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. daging buah. Faktor utama yang membedakan keduanya adalah ikatan kimianya . Zat warna alamiah yang terdapat pada minyak kelapa adalah karoten yang merupakan hidrokarbon tidak jenuh dan tidak stabil pada suhu tinggi.4. berbau harum. pengolahan yang sederhana dan tidak terlalu rumit. Hal ini merupakan peluang untuk pengembangan kelapa menjadi aneka produk yang bermanfaat di Indonesia. berwarna bening. serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan. mengingat bahwa pada saat ini pemanfaatan kelapa di Indonesia masih belum maksimal. tempurung. produk industri ataupun dalam kehidupan sehari-hari seperti sabut kelapa dapat dibuat keset.

Minyak kelapa murni tersusun atas senyawa organik campuran ester dari gliserol dan asam lemak yang disebut dengan gliserida serta larut dalam pelarut minyak atau lemak. minyak kelapa murni mengandung asam laurat yang sangat tinggi sekitar 45 sampai 50 % berat kelapa. anti bakteri. berbentuk cair pada suhu 26 oC sampai 35oC. 3 dalam minyak. bukan terbuat dari kopra seperti minyak kelapa biasa. juga mengandung asam laurat yang mempunyai perangkat antivirus yang hebat. tetapi berubah menjadi lemak beku jika suhunya turun. Minyak diperoleh hanya dengan perlakuan mekanis dan pemanasan minimal. dan diubah menjadi monocaprin yang bermanfaat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus HSV-2 dan bakteri. Jika dibandingkan dengan minyak kelapa biasa atau sering disebut dengan minyak goreng (minyak kelapa kopra). Selain mengandung asam laurat juga mengandung asam kaprat. dan anti protozoa serta asam-asam lain seperti asam kaprilat. yaitu asam lemak yang memiliki sifat antimikroba. karena tidak melalui pemanasan tinggi maka vitamin E dan enzim-enzim yang terkandung didalam daging buah kelapa dapat dipertahankan dan tidak akan rusak atau terdegradasi. minyak kelapa murni mempunyai kualitas yang lebih baik di bandingkan dengan miyak kelapa lainnya . minyak kelapa murni dalam keadaan padat. dan proses pembuatannya pun tidak menggunakan bahan kimia dan pemanasan dengan temperatur yang tinggi . Virgin Coconut Oil atau minyak kelapa murni ini dihasilkan dari buah kelapa tua yang segar atau baru diambil dari pohonnya. Minyak kelapa murni mengandung Medium Chain Tryfliceride (MCT) yang mudah diserat oleh . titik lelehnya 24oC sampai 27oC. suatu lemak jenuh berantai sedang dengan jumlah karbon 12 yang biasa disebut dengan Medium Chain Fatty Acid (MCFA). Dari segi ekonomi minyak kelapa murni mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibandingkan minyak kelapa kopra sehingga studi pembuatan VCO perlu dikembangkan. VCO sangat kaya dengan kandungan asam laurat (laurat acid) berkisar 50 sampai 70 %. berbau tidak harum dan mudah tengik sehingga daya simpannya tidak bertahan lama (kurang dari 2 bulan). Didalam tubuh manusia asam laurat akan diubah menjadi monolaurin yang bersifat anti virus. Minyak kelapa kopra akan berwarna kuning kecokelatan.

Daya simpannya pun menjadi lebih lama. Oleh karena itu.1-11. bisa lebih dari 1 (satu) tahun. dilakukan serangkaian pengujian untuk memperbaiki teknik pengolahan minyak kelapa tersebut sehingga diperoleh minyak kelapa dengan mutu yang lebih baik dari cara sebelumnya . Minyak kelapa murni juga mengandung tokoferol sekitar hanya 0. Komposisi VCO . Karakteristik Nilai Standar o 1. berwarna bening.4480-1. Angka Iodin 4. MCT adalah asam lemak berantai C6 (kaproat). Bobot jenis pada suhu 30 C 0. Bilangan penyabunan 250-260 5. Komposisi dari Virgin Coconut Oil (VCO) diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 3. dan C12 (laurat). Minyak kelapa yang kurang baik ditandai dengan adanya kadar air dan asam lemak bebas yang cukup tinggi didalam minyak kelapa . Minyak kelapa yang dihasilkan memiliki kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah. C10 (kaprat). yang selanjutnya masuk mitokondria sehingga metabolisme tubuh meningkat.2. Bahkan warnanya agak kecokelatan sehingga cepat menjadi tengik.03 % berfungsi sebagai antioksidan dan menurunkan kebutuhan vitamin E dalam tubuh. C8 (kaprilat). serta berbau harum.0 6. hanya sekitar 2 bulan saja. Nilai asam Maks 0. Bilangan Polenske 13 7. 4 sel. Proses pengolahan ini dimaksudkan agar semua senyawa-senyawa yang bermanfaat tidak termutasi serta tidak terkontaminasi oleh bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan . Standar Kualitas VCO menurut APCC (2004) No. Daya simpannya pun tidak lama. Tambahan energi dari metabolisme tersebut menghasilkan efek stimulasi dan dalam tubuh terhadap penyakit dan mempercepat penyembuhan dari sakit .2 persen 3. Bahan yang menguap pada suhu 105oC 0.1.4492 4. Indeks bias pada suhu 40oC 1. Berikut ini standar kualitas VCO menurut APCC: Tabel 3. 2004) Virgin Coconut Oil (VCO) dikenal juga sebagai minyak kelapa yang berasal dari daging buah kelapa segar yang diproses tanpa melalui pemanasan atau dengan pemanasan terbatas sehingga bergizi tinggi.920 2.5 (Sumber: APCC.915-0.

12 (Sumber: Malino. Beberapa sifat fisik dari VCO.3.97 Asam palmitat 9.09 Asam stearat 2. mempunyai warna yang bening. Berbeda dengan minyak sayur lainnya. 5 Asam Lemak Persentase (%) Asam laurat 48.01 Asam kaprilat 9. Keberadaan asam laurat menyebabkan VCO bersifat mudah dicerna dan terbakar serta tidak tersintesis dalam tubuh sebagai kolesterol .05 Asam miristat 16.01 Asam oleat 6. Asam laurat yang masuk ke dalam tubuh manusia akan diubah menjadi monolaurin (monogliserida) yang dapat melarutkan lemak dan fotolipid sehingga mematikan virus .12 Monounsaturated Fats 6. 2009) Tabel 3. Ada beberapa metode dalam membuat VCO. mempunyai aroma yang harum. seperti Indonesia .55 Polyunsaturated Fats 1. minyak ini mirip dengan air susu. Dalam proses pembuatan VCO yang harus diperhatikan juga adalah daging buah . Kandungan VCO Kandungan Persentase (%) Saturated Fats 92. Dari komponen asam lemaknya. 2009) Sunyawa utama dari VCO adalah asam laurat yakni sebanyak 50 % sampai 53 %. Jadi VCO sama sekali tidak mengandung asam lemah trans.78 Asam linoleat 1. Saat ini VCO telah diproduksi secara luas di berbagai negara maju ataupun negara berkembang.1 persen. VCO dapat dipertahankan struktur kimianya dan tidak termutasi menjadi asam lemak trans yang dapat meningkatkan kolesterol. serta wujudnya cair. VCO diharapkan dapat dipasarkan secara komersial dan untung. Selain itu monolaurin juga dapat manarik plasma dari membran bakteri sehingga dapat bekerja sebagai anti biotik.09 (Sumber: Malino. akan tetapi semuanya tetap harus memenuhi standar kandungan air dalam VCO harus kurang dari 0 .

proses ini disebut juga proses kering. Setelah itu daging kelapa segar tadi ditekan secara mekanis sehingga menghasilkan minyak. Proses ini diawali dengan memarut daging kelapa segar dan memerasnya sehingga dihasilkan santan kelapa. 2. Proses pemisahan dengan pemanasan atau dikenal juga dengan proses panas. Pada proses ini tidak dilakukan pengeringan terhadap daging kelapa. Pada proses ini daging kelapa yang masih segar dikeringkan dengan panas yang rendah dan waktu sebentar. Hal ini disebabkan karena proses mendapatkan VCO melibatkan pemanasan. Santan kelapa kemudian dipanaskan pada suhu 60oC sampai 80oC. dan minyak kelapa. Secara umum ada 2 cara atau proses pembuatan VCO antara lain sebagai berikut: 1. Metode yang dapat digunakan untuk memisahkan minyak dari air dan ampas kelapa antara lain dengan proses pemanasan. Selanjutnya minyak kelapa yang dihasilkan dipisahkan dari air dan ampas kelapa tersebut. dan protein . Santan adalah sistem emulsi minyak dengan air dengan protein sebagai emulsifier (pemantap emulsi). air. Sedangkan proses-proses pemisahan lainnya termasuk proses dingin. Pada saat itu santan akan terbagi menjadi 3 (tiga) bagian. Bila pemanasannya mencapai suhu diatas 100oC maka hasilnya akan berwarna kuning tua atau kecokelatan. Bila emulsifier diganggu oleh mikroorganisme atau enzim maka sistem emulsi akan goyah dan protein tidak mampu lagi menyatukan minyak dengan air sehingga minyak terlepas. 6 kelapa yang digunakan harus masih segar. Hasilnya adalah ampas kelapa (blondo). Yang harus diperhatikan dalam membuat VCO dengan proses ini adalah suhu pemanasan tidak boleh melebihi 80oC dan waktu pemanasannya juga tidak lama karena prinsip pembuatan VCO adalah tanpa menganggu pemanasan . yaitu minyak. Ketiga bagian ini dapat dipisahkan dengan beberapa metode pemisahan. Proses Wet-Milling. dan centrifuge. enzim. proses ini banyak dilakukan oleh masyarakat. proses fermentasi. air. Proses Direct Micro Expeller (DME). Ini merupakan minyak goreng biasa yang tidak bisa . Minyak yang dihasilkan akan jernih dan dapat dikategorikan sebagai minyak kelapa murni.

Proses pemisahan dengan cara fermentasi merupakan salah satu proses yang paling banyak digunakan oleh produsen Virgin Coconut Oil (VCO) skala industri. dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena pada proses ini tidak digunakan pemanasan sama sekali. Sebagai starter fermentasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan enzim Saccaromyces Cerevisiae. ficin (dari batang cemara). Setelah itu diaduk sampai merata dan biarkan proses fermentasi berjalan selama 24 jam sampai 36 jam. misalnya enzim papain (dari getah pepaya). bromelin (dari empulur nanas). Selama waktu ini air terpisahkan dengan minyak. Selain itu aroma kelapa segar juga masih dapat tercium. Proses pemisahan dengan menggunakan enzim langkah-langkahnya hampir sama dengan pemisahan dengan proses fermentasi. Metode dan Parameter Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Di Indoneisa kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak sekali kegunaannya karena baik dari hasil utama maupun limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai produk-produk yang bernilai ekonomis. Salah satu produk yang . Usaha peningkatan pendapatan petani kelapa dapat dilakukan denga diverifikasi produk olahan dalam skala rumah tangga. Di daerah yang sulit sarana transportasinya. Hasil fermentasi kemudian dipanaskan sebentar untuk mengurangi kandungan airnya dan setelah itu disaring. Hanya saja sebagai starter ditambahkan enzim ke dalam santan. 3. Namun proses ini agak sulit dilakukan. Enzim yang digunakan adalah enzim proteolitik. 7 dikategorikan sebagai minyak kelapa murni. harga kelapa sangat murah sehingga hanya dimanfaatkan sebatas untuk keperluan rumah tangga atau hanya dibiarkan begitu saja. misalnya vitamin E dan anti oksidan. Santan yang diperoleh dari pemerasan tadi dipisahkan menjadi minyak dan air dengan menggunakan alat sentrifugal secara mekanis. Sampai saat ini pemanfaatan produk kelapa tingkat petani masih terbatas dijual dalam bentuk segar dan diolah menjadi minyak kelapa secara tradisional.5. Caranya adalah santan yang sudah didapat tadi diberi ragi air ketam sawah sebagai starter. Hasilnya minyak kelapa murni jernih dan harum. Proses pemisahan dengan alat sentrifugal akan menghasilkan VCO yang kandungan gizinya masih sangat lengkap.

Cara pemrosesan minyak kelapa yang banyak dikembangkan adalah penggilingan basah dan fermentasi (enzimatis). 3. proses ketengikan akan berjalan lebih awal . Keunggulan VCO yang dihasilkan dari proses enzimatis: 1. VCO berwarna bening. hasil penelitian terbaru telah membuka tabir kerahasiaan alam yang terkandung dalam buah kelapa. Cukup aplikatif diterapkan. Minyak kelapa murni merupakan bahan baku industri pangan. VCO yang dihasilkan memiliki keunggulan. bila kualitas VCO rendah. karena manfaatnya begitu besar untuk kesehatan tubuh manusia. enzim protease (kepiting sungai) dipilih salah satu dari ketiga enzim tersebut. Pembuatan VCO dengan cara enzimatis merupakan pemisahan minyak dalam santan tanpa pemanasan. keberadaan air dan mikroba yang akan mengurai kandungan asam lemak yang berada didalam VCO menjadi komponen lain. 8 dapat dihasilkan dari buah kelapa antara lain Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni. seperti kristal karena tidak mengalami proses pemanasan. ditingkatkan petani karena menggunakan teknologi dan peralatan yang sederhana. 4. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh oksigen. Enzim yang digunakan dapat berupa enzim bromelin (pada nanas) atau enzim papain (daun pepaya). 2. pembuatan VCO. Minyak kelapa murni tidak mudah berbau tengik karena kandungan asam lemak jenuhnya relatif tinggi sehingga proses oksidasi tidak mudah terjadi. Disamping itu. Kandungan asam lemak dan anti oksidan didalam VCO tidak banyak berubah sehingga khasiatnya tetap tinggi. yaitu pembuatan santan. dan kosmetik terutama untuk perawatan tubuh. farmasi. Pembuatan VCO dengan enzimatis dikelompokkan menjadi tiga. Namun. . Tidak membutuhkan biaya tambahan yang terlalu mahal karena umumnya daun pepaya atau nanas dijual dengan harga murah. bahwa minyak kelapa murni yang beraroma gurih dan lembut itu dapat meningkatkan metabolisme tubuh serta menanggulangi penyakit. Ada beberapa cara pembuatan VCO untuk skala rumah tangga. Tidak mudah tengik karena komposisi asam lemaknya tidak banyak berubah. VCO merupakan hasil olahan kelapa yangbaru berkembang dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi. dan penyaringan.

Untuk menghasilkan 1 liter minyak kelapa murni. Selain cara pengadukan masih ada beberapa cara lain untuk pembuatan VCO diantaranya: 1. sedangkan bagian luar yang bersifat hidrofil terlipat ke dalam . 9 5. Pada tahap awal kelapa diparut dan diambil santannya kemudian santan ini dipanaskan pada suhu 95oC sampai dihasilkan minyak . dan lapisan pada bagian paling bawah merupakan air. Proses fermentasi dapat dikatakan berhasil apabila terbentuk 3 lapisan dan tidak berhasil jika tidak 3 lapisan. sehingga lapisan minyak dan air dapat dipisahkan. Selanjutnya santan didiamkan hingga terbentuk krim dan skim. Fermentasi Pada tahapan awal kelapa segar diparut untuk diambil santannya. yaitu dari 10 butir kelapa akan diperoleh sekitar 1. Rendemen yang dihasilkan cukup tinggi. dibutuhkan 10 buah samapi 15 (lima belas) buah dengan umur kelapa tua. Caranya dengan menggunakan enzim secara langsung (mikroba penghasil enzim). lapisan pada bagian tengah merupakan blondo. Hal ini menyebabkan protein mengalami koagulasi dan akhirnya akan mengalami pengendapan. Krim inilah yang kemudian diolah dengan berbagai metode menjadi VCO. yaitu lapisan pada bagian atas merupakan minyak murni. 2. Selanjutnya minyak dipanaskan pada api kecil untuk menghilangkan air yang masih ada pada minyak kelapa murni. Salah satu penyebab hilangnya stabilitas protein adalah adanya pengadukan. Santan merupakan suatu emulsi minyak dalam air. Selanjutnya biak santan ini akan di fermentasi selama 1 hari samapi 2 hari. Pemanasan Pada prinsipnya pembuatan VCO metode pemanasan sama dengan cara tradisional. Dapat pula menambahkan larutan cuka atau ragi untuk mencegah protein berikatan dengan minyak dan karbohidrat sehingga dapat terpisah dengan baik. . Lapisan molekul protein bagian dalam yang bersifat hdirofob berbalik keluar. Pada tahap awal pmbuatan VCO yaitu daging buah kelapa diparut atau digiling kemudian diperas untuk diambil santannya.100 mL VCO. Protein (berupa lipoprotein) yang terdapat didalam santan berfungsi sebagai pengemulsi. Selanjutnya santan ini didiamkan selama 1 jam sampai 2 jam hingga terbentuk biang santan yang menggumpal.

Butuh treatment bahan baku dahulu untuk memurnikan minyak kelapa agar dapat di oprasikan dalam skala skala industri. Ikatan tersebut terbentuk karena adanya protein yang mengelilingi molekul minyak. Tarikan tersebut membuat air dan protein yang sebelumnya terikat dengan molekul santan menjadi terlepas. Diantara beberapa cara yang dapat digunakan pada proses pembuatan VCO metode pengadukan merupakan cara yang paling baik dan efisien untuk proses produksi minyak kelapa murni dikarenakan alasan-alasan berikut ini: 1. molekul air. Dengan metode pemancingan. 3. Pada prinsipnya. Metode pemanasan menggunakan suhu yang tinggi sehingga ada kemungkinan komposisi kimia dari minyak kelapa murni ini menjadi berubah. Lalu akan terbentuk 3 lapisan. lapisan tengah berupa blondo. 2. molekul minyak dalam santan ditarik oleh minyak umpan sampai akhirnya bersatu. Jadi. Sudah pasti minyak kelapa tidak benar-benar murni karena adanya tambahan yang dimasukkan untuk menghasilkan minyak kelapa. Sehingga tidak cocok untuk dikembangkan menjadi skala industri. lalu krim kental (kanil) yang berupa cairan kental putih dipisahkan dari air dengan cara mendiamkannya selama 1 jam. itulah sebabnya metode ini tidak efisien untuk skala pabrik besar. Pancingan Tahapan metode pancingan dilakukan dengan cara kelapa segar diubah menjadi santan terlebih dahulu. yaitu lapisan atas berupa minyak murni. kandungan asam laurat pada VCO akan menguap. santan merupakan campuran antara molekul minyak. jenis model pemancingan ini dapat mengubah bentuk- bentuk emulsi dari emulsi air-minyak akan menjadi emulsi minyak-minyak. dan lapisan bawah berupa air. Selain itu. . Metode pemancingan diperlukan minyak kelapa murni terlebih dahulu untuk proses produksinya. 10 3. Kemudian krim itu dicampur dengan minyak kelapa murni sebagai pancingan dengan perbandingan tertentu lalu diaduk merata lalu didiamkan selama 7 jam sampai 8 jam. dan protein. Metode fermentasi menggunakan mikroba-mikroba penghasil enzim.

Meningkatkan stamina tubuh 5. Manfaat Virgin Coconut Oil (VCO) VCO merupakan jenis minyak yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. tanpa pemanasan. 3. Metode pengadukan hanya perlu membutuhkan santan. dan herpes. Melancarkan pencernaan dan penyerapan nutrisi 7. mineral. MCFA dapat memudahkan bayi menyerap nutrisi. ataupun jenis-jenis olahan lanjutan lainnya. Asam tersebut merupakan formula yang dapat melindungi dari virus. Dalam VCO terkandung MCFA (Medium Chain Fatty Acid) yang merupakan komponen asam lemak berantai sedang yang memiliki banyak fungsi.8. dan protein yang bisa dilarutkan lemak. yaitu: 1. penambahan bahan lain. Berikut manfaat yang dapat dirasakan saat mengkonsumsi VCO. . Meningkatkan fungsi kekebalan 4. seperti herpes. Komposisi yang unik pada air susu ibu adalah lemaknya. banyak produk komestik yang menggunakan MCFA agar jerawat dan masalah kulit dapat diatasi. metode ini juga sangat efisien dan efektif di aplikasikan di berbagai bidang. 11 4. VCO dapat meningkatkan MCFA. Membantu mengendalikan diabetes 6. HIV. terutama asam laurat dan asam kaprat sebagai anti mikroba. MCFA juga banyak diterapkan pada dunia farmasi dan kecantikan. Zat kimia alami yang terdapat pada VCO terbukti secara klinis dapat meningkatkan sistem imun sehingga dapat menyembuhkan penyakit. Menghancurkan virus hepatitis C. 3. Selain itu. meningkatkan absorpsi kalsium yang penting untuk pertumbuhan bayi. memperbaiki penyerapan vitamin. Menyuburkan rambut Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1988 oleh American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa kandungan asam laurat dan asam kaprat pada air susu ibu yang mengkonsumsi minyak kelapa dan produk olahannya meningkat secara signifikan. Sehingga minyak kelapa yang dihasilkan benar-benar murni. Membantu penyembuhan kanker kelenjar prostat 8. Mengurangi resiko atherosclerosis (sakit jantung) 2. Hal ini didasarkan pada penelitian bahwa VCO tidak menimbulkan gangguan pada tubuh manusia.