You are on page 1of 22

BAB III

GANGGUAN SIMPATETIK TRIP PADA GARDU INDUK
PUNCAK ARDI MULIA

3.1. Pengertian

Simpatetik Trip adalah sebuah kejadian yang sering terjadi pada sebuah gardu

induk, dimana pemutus tenaga dari penyulang-penyulang yang sehat ikut menjadi trip

“OFF”, akibat dari penyulang lain yang sedang mengalami gangguan hubungan pendek

satu fasa ke tanah. Pada keadaan normal, bila terjadi gangguan hubungan pendek pada

sebuah penyulang, seharusnya rele penyulang itu sendiri yang bekerja mengamankan

kejadian, dan tidak mempengaruhi rele penyulang lain. Tetapi dengan kasus Simpatetik

Trip ini, rele proteksi penyulang-penyulang lain (sehat) ikut bekerja, padahal penyulang

itu sendiri tidak mengalami gangguan. Hal ini tentu merugikan para pelanggan, karena

proses produksi mereka terhenti dan di pihak PLN menjadi kerugian besar karena terjadi

pemadaman luas sehingga banyak tenaga listrik yang tidak terjual.

Simpatetik Trip yang dibahas ini adalah yang terjadi pada jaringan distribusi

tegangan menengah 20 kV.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kasus simpatetik trip ini disebabkan oleh

adanya gangguan hubungan pendek satu fasa ke tanah, dimana pada saat kejadian

tersebut, arus kapasitif yang dikandung penyulang yang tidak terganggu (penyulang

sehat) mengalir menuju titik gangguan dan melalui rele tanah penyulang sehat. Bila

setelan rele tanah ini lebih kecil dari besar arus kapasitif yang mengalir, maka rele tanah

ini akan bekerja dan mengirim sinyal ke pemutus tenaga untuk trip “OFF”. Sedangkan

bila setelan rele tanah penyulang ini lebih besar dari arus kapasitif yang mengalir, maka

rele tanah tidak akan bekerja (penyulang sehat tidak ikut padam). Untuk lebih jelasnya

gangguan Simpatetik Trip ini terjadi kita lihat gambar 3-1.

50

Penyebab lain terjadinya gangguan Simpatetik Trip adalah terjadinya kenaikan tegangan pada fasa yang sehat. arus kapasitif yang dikandung fasa R pada penyulang 2 sampai dengan penyulang n juga mengalir menuju titik gangguan di fasa R pada penyulang 1 melalui interbus trafo. dan mengakibatkan GFR1 ini bekerja sehingga PMT Trip “OFF”. sehingga rele tanah pada penyulang 2 merasakan/mendeteksi gangguan ini dan mengakibatkan PMT penyulang 2 untuk trip “OFF”. Tetapi pada saat yang sama. setelan rele tanah harus lebih besar dari arus kapasitif yang dikandung masing-masing penyulang yang keluar dari interbus trafo yang sama. Untuk mencegah 51 . Tetapi bila setting relenya lebih besar maka penyulang 2 dan penyulang n tidak akan trip “OFF”. pada isolator-isolator yang terkontaminasi dimana nilai isolasinya menurun. akan terjadi flash over dan mengakibatkan gangguan. maka penyulang 2 dan penyulang n akan trip “OFF”. maka akan terjadi gangguan 2 fasa atau satu fasa ke tanah. Pada saat terjadi gangguan satu fasa ke tanah.Dalam gambar. Dengan kenaikan tegangan pada fasa sehat tersebut. tegangan fasa sehat akan naik sebesar √3 kali tegangan normal. Bila setelan rele tanah pada penyulang 2 dan penyulang n lebih kecil dari arus kapasitif yang mengalir. gangguan hubungan pendek terjadi pada fasa R penyulang 1 dengan titik gangguan umpamakan jaraknya 50 % panjang saluran penyulang 1. Bila lokasi isolator yang flash over terletak pada penyulang 2 misalnya. agar tidak terjadi simpatetik trip. Arus gangguan dari pangkal saluran (interbus trafo) menuju titik gangguan melalui GFR1. Jadi sebagai kesimpulan.

Penyulang Lotto dan Penyulang Kazoot. Jaringan Distribusi Gardu Induk Puncak Ardi Mulia Jaringan distribusi primer 20 kV Gardu Induk Puncak Ardi Mulia mendapat catu daya dari sebuah transformator150 kV / 20 kV – 60 MVA. Penyulang Tania. Penyulang Pita 3. 3. yaitu : Penyulang Crown 2. Penyulang Oxa. Penyulang Crown 1.kejadian tersebut di atas.3. Penyulang Reebok. 3.2. Penyulang Adidas. Dari rel daya 20 kV Gardu Induk Puncak Ardi Mulia ini keluar dua belas penyulang. Keduabelas penyulang ini dapat bekerja secara radial maupun ring sistem. Penyulang Pita 1. Dalam perhitungan gangguan hubungan pendek pada sistem distribusi tegangan menengah. 52 . perlu dilakukan pemeliharaan atau penggantian isolator yang sudah tua. Lihat Bagan Kutub Tunggal Lampiran A1 halaman 84. biasanya dimulai dari rel daya tegangan tinggi di gardu induk. Penyulang Pita 2. Perhitungan Arus Hubungan Pendek Pada Penyulang Gardu Induk Puncak Ardi Mulia Analisa sistem penyulang dalam keadaan gangguan akan dilakukan dengan metoda komponen simetris. untuk itu diperlukan data-data mengenai Impedansi Urutan Sistem. Kemudian pada titik lain yang letaknya semakin jauh dari gardu tersebut.

Dari sumber ini arus dan tegangan didistribusikan melalui jaringan tegangan menengah. dimana bila terjadi arus hubungan pendek. Dengan demikian tahapan perhitungan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Skema Sederhana Sistem Distribusi Perhitungan hanya dilakukan pada dua titik. Menghitung Impedansi Sumber (Reaktansi) Sebagai titik acuan. 3-3-1. Perhatikan suatu bagan sederhana dari suatu sistem distribusi di bawah ini : A B SISTEM 150 kV/20 kV F ZL TENAGA LISTRIK Zt ZL ZS GBR 3-2. Menentukan Impedansi urutan sumber 2. Menentukan Impedansi gangguan 5. Menetukan reaktansi saluran ke tanah. Sebagai 53 . Menentukan Impedansi urutan transformator daya 3. besar arusnya harus dapat dihitung. digunakan Gardu Induk sebagai sumber tenaga. Menentukan Impedansi urutan saluran / penyulang 4. yaitu pada pangkal saluran (titik B) yang menghasilkan arus gangguan maksimum dan pada ujung saluran (titik F) yang menghasilkan arus gangguan minimum.

.......... dimana besar nilainya ditentukan dari konfigurasi tiang yang digunakan untuk jaringan SUTM atau dari jenis kabel tanah untuk jaringan SKTM. Z penyulang x Z per km penyulang ………………... (Z1eq) = (Z2eq) = ZS1 + Zt1 + ZL…………………… (3-6) 54 .. kV2 .(3-2) Xt1 = Xt2 = Z x MVA Xt0 = 10. Menghitung / menentukan reaktansi saluran ketanah Perhitungan yang akan dilakukan disini adalah besarnya nilai Impedansi urutan positif (Z1eq) Impedansi urutan negatif (Z2eq) dan Impedansi urutan Nol (Z0eq) dari titik gangguan sampai ke sumber. Menghitung Impedansi urutan saluran (Penyulang) Impedansi penyulang yang akan dihitung disini tergantung dari besarnya Impedansi per kilo meter dari penyulang yang bersangkutan..(3-1) XS = MVA 3-3-2...sumber dianggap trafo daya Gardu Induk...... maka sumber memiliki Impedansi sebesar Impedansi hubungan pendek trafo.Xt1 …………………… (3-3) Bila ada hubungan delta maka Xt0 = 3Xt1 …………………… (3-4) 3-3-3. Menghitung reaktansi trafo tenaga kV2 ... (3-5) 3-3-4..

3-4.Puncak Ardi Mulia merupakan sumber tenaga listrik untuk penyulang yang terdapat pada G. Data-data transformator daya tersebut sebagai berikut : Daya nominal : 60 MVA Tegangan : 150/20 kV Impedansi bocor : 13 % I pengenal : 1.Z0eq = Zt0 + 3Rn + Z0L………………………….. Data–Data Jaringan Distribusi 3-4-1. Transformator Daya Transformator daya di G.732 Ampere Hubungan belitan : YnYnd Tahanan pentanahan : 12 Ohm C. (3-7) Dimana : ZS1 = Impedansi urutan sumber Zt1 = Impedansi urutan trafo Z1L = Impedansi urutan saluran Zt0 = Impedansi urutan nol trafo Z0L = Impedansi urutan nol saluran Dari data–data tersebut dapat dihitung arus hubungan pendek maksimum.I. yaitu untuk menetukan rating dari peralatan dan arus minimum untuk menetukan pemilihan pengaturan alat pengaman.T : 2000/5 55 .I.Puncak Ardi Mulia...

558 3-4-3.5 5 Penyulang Oxa .Penghantar : Jenis saluran yang digunakan untuk menyalurkan daya keluar dari G.Puncak Ardi Mulia. Saluran . 13. - Jumlah 27.630 13 Spare .67 - 11 Penyulang Lotto . 8.Puncak Ardi Mulia adalah seperti tertera pada Lampiran halaman 56 .3-4-2. menggunakan kabel tanah Aluminium 3x240 mm² dan 3 x 300 mm² .205 - 2 Penyulang Crown 1 7. 3.I.I. 6. 16.8 - 3 Penyulang Reebok .213 12 Penyulang Kazoot .015 63. Sistem Proteksi Saluran Kabel Tanah Setting dari sistem proteksi yang terpasang di G. 15.807 7 Incoming .67 - 10 Penyulang Pita 3 2. - 8 Penyulang Pita 1 2.083 6 Penyulang Adidas .325 4 Penyulang Tania .Panjang saluran : Dihitung dari Gardu Induk Puncak Ardi Mulia sesuai tabel dibawah ini Tabel 3-1.67 - 9 Penyulang Pita 2 2. Daftar Panjang Kabel pada Gardu Induk Puncak Ardi Mulia KABEL TANAH (kms) No Saluran 3 x 300 mm² 3x240 mm² 1 Penyulang Crown 2 11.

. dua fasa dan satu fasa ketanah. ( 3-8) Z1S + Z1T IF2ф = j √3 Eph ……………………………….300 13 Spare .5.3-4-4. 20 √3 = 34. Sesuai dengan keperluan yang dihitung adalah : Gangguan hubungan pendek tiga fasa.475 3.64 8 Penyulang Pita 1 0 .700 2 Penyulang Crown 1 125 4. Dibulatkan = 35 9 Penyulang Pita 2 0 - 10 Penyulang Pita 3 0 - 11 Penyulang Lotto 40 1.400 12 Penyulang Kazoot 180 6.375 3 Penyulang Reebok 15 525 4 Penyulang Tania 0 - 5 Penyulang Oxa 190 6. Gangguan dipangkal saluran : IF3ф = Eph ………………………………. Perhitungan Arus Gangguan Hubungan Pendek Perhitungan dilakukan untuk dua titik gangguan yaitu dipangkal saluran (Arus gangguan maksimum) dan diujung saluran (Arus gangguan minimum). Beban Terpasang Tabel 3-2. ( 3-9) 2(Z1S + Z2T) IF(K-T) = 3 E ph ……. ( 3-10) (Z1S + Z1T) + (Z2S + Z2T) + (Z0T + Z0S + 3Rn) 57 .650 6 Penyulang Adidas 15 525 Keterangan : 7 Incoming .Besar Arus Beban Penyulang Pada Gardu Induk Puncak Ardi Mulia No Nama Penyulang Ampere kVA 1 Penyulang Crown 2 220 7. Besar arus gangguan dihitung melalui persamaan berikut : . - Jumlah 785 27.

.22069 kA Tegangan pengenal = 150 kV Lihat Lampiran halaman 3-5-1..( 3-12) 2(Z1S + Z1T + Z1L) IF(K-T) = 3 Eph ……........................………………………….... Lihat lampiran halaman ...kemudian dengan menggunakan rumus : ZS1 = E1 Zƒ ..Gangguan di ujung Saluran IF3ф = Eph____ ……………………………….... ( 3-11) Z1S + Z1T + Z1L Dimana : Z1S = Impedansi Positif urutan sumber Z1T = Impedansi Positif urutan transformator daya Z1L = Impedansi Positif urutan saluran (kabel tanah IF2ф = j √3 Eph ..... ............( 3-13) 2(Z1S + Z1T) + (Z2S + Z2T) + (Z0T + Z0S + 3Rn) Di mana : Arus hubungan pendek 3 phasa = 10....... Menghitung Impedansi Urutan Sumber Impedansi urutan sumber dihitung berdasarkan hasil studi hubungan pendek yang dilakukan oleh PLN..... ( 3-14 ) I3F j ZS2 = √3 E1 _ ZS1 _ Zƒ I2F ZS0 = 3 E1_ _ ZS1 _ ZS2 _ Zƒ I 1F 58 ............

ZS0 adalah impedansi urutan yang ditinjau pada rel tegangan tinggi Gardu Induk (Impedansi urutan sumber) dan Zƒ adalah impedansi gangguan yang digunakan pada studi hubungan pendek.473 Ω 2. ZS2.655.655.220.335.ZS1.34 MVA ZS1 = (150) 2 = 8.262 VA = 2. Biasanya Zƒ sama dengan nol dan dapat dihilangkan dari persamaan di atas.473 ohm 59 . di mana : I3F = 10.22069 kA E1 = 150 kV / √3 Zƒ = 0 maka : ZS1 = 8. PLN (Persero) P3B untuk transformator daya 60 MVA sisi tegangan 150 kV Gardu Induk Puncak Ardi Mulia didapat hasil sebagai berikut : Menghitung Impedansi Sumber (Reaktansi) Sisi 150 kV XS = kV2_ Ditentukan : I3F = 10.655.732 x 10.22069 kA MVA kV = 150 kV maka MVA = E I √3 → 150 x 103 x 1. Berdasarkan hasil perhitungan hubungan pendek pada pembangkitan – region I tahun 2006 oleh Dinas Proteksi PT.69 = 2.34 Cara lain untuk menghitung impedansi sumber bisa kita gunakan Rumus (3-14).

Sehingga Xt0 = 3 X 0. Dengan demikian Xt0 ditentukan 3 kali Xt1.150 Ω 3-5-2. Menghitung Impedansi Penyulang/Saluran Karena yang akan dihitung adalah arus hubungan pendek di pangkal/awal saluran maka Z1.150 Ω XS sumber = 0.150 Ω maka ZS = 0 + j 0.473 Ω (150) 2 = 0. Menghitung Reaktansi Trafo Xt1 = Xt2 = Z (kV)2 MVA = 13 __ x (20) 2 100 60 = 0.87 ohm Trafo daya mempunyai gulungan delta.87 Ω Maka Z t1 = Z t2 = 0 + j 0. Z2 dan Zo = 0 60 .6 Ω 3-5-3.Sisi 20 kV XS = kV22_ XS1 kV12 = (20) 2 _ x 8.87 Ω = 2.6 Ω → Zt0 = 0 + j 2.61 Ω Dibulatkan Xt0 = 2.

494 Ampere I3F = .1. Arus hubungan pendek tiga phasa I3F = E1_ Z1 eq = 20.034 = _ j 11.000/√3 j 1. Arus hubungan pendek dua phasa I2F = j E1 √3 _ Z1eq + Z2 eq = j 20.017 Ω Z0eq = Zt0 + 3 Rn + Z0L Z0eq = 36 + j 2.357.j 11.6 ohm 3-5-5.150 Ω ) + ( 0 + j 0.017 .017) 61 .5 Ampere (Pembulatan) 3-5-5-2.867 Ω ) + 0 = 0 + j 1.j 11.3-5-4.743649 1.357.000___ 2 ( 0 + j 1. Menghitung Arus Hubungan Pendek di Pangkal Jaringan/Saluran 3-5-5-1.000/√3 x j 1. Menghitung Impedansi Ekuivalen Jaringan Z1eq = Z2eq = ZS1 + Zt1 + ZL = ( 0 + j 0.034 I3F = .017 = 20.

4 Ampere 3-5-6.000/√3________ 2 ( 0 + j 1.6) = 3 x 20.000/√3 36. Reaktansi Trafo Xt1 = Xt2 = 0.2 Ampere I2F = 9.017) + ( 36 + j 2.150 ohm Zs = 0 + j 0.833 Ampere (Pembulatan) 3-5-5-3.034 = 40.150 ohm 3-5-6-2.000/√3 36 + j 4. Impedansi Urutan Sumber/Sistem Xs sumber = 0.833. = j 20.6 ohm 62 .867) = 0 + j 2.297 I1F = 954.137 I2F = 9.867 ohm maka Zt1 = Zt2 = 0 + j 0.634 = 3 x 20.601 ohm → dibulatkan = 0 + j 2.867 ohm Zt0 = 0 + 3(j 0. Menghitung Arus Hubungan Pendek Pada Ujung Jaringan/Saluran 3-5-6-1.680 4.000 j 2. Arus hubungan pendek satu phasa I1F = 3E1_______ Z1eq + Z2 eq + Z0 eq = 3 x 20.

67 . - 10 Pita 3 AL 3X240 2.44 + j 0.666 + j 1.01 + j 0. - 63 .708 + j 0. Hasil perhitungan Impedansi urutan positif.807 1.180 12 Kazoot AL 3X240 16.613 4. .8 .325 1. Negatif dan Urutan Nol Saluran Kabel Tanah AL 3 X 240 mm2 Pada Ujung Jaringan Tabel 3-3.029/km (km) 1 Crown 2 AL 3X240 11.275 + j 0.664 + j 0.34 0.67 .097/km 0. negatif dan urutan nol kabel AL 3 X 240 mm2 12/20 kV pada penyulang Gardu Induk Puncak Ardi Mulia.386 4 Tania AL 3X240 3. Berdasarkan Tabel PLN. - 3 Reebok AL 3X240 13. Lampiran Halaman Panjang Z1L = Z2L Z0L Nama q kabel No Kabel Penyulang (mm2) 0. - 9 Pita 2 AL 3X240 2.3-5-6-3. Menghitung Impedansi Positif.29 3.573 + j 0. .079 + j 1.777 + j 0.101 5 Oxa AL 3X240 8.347 + j 0. .213 0.784 2.125 + j 0.205 . - 11 Lotto AL 3X240 6.223 + j 0.976 + j 1. - 8 Pita 1 AL 3X240 2.482 13 Spare .234 6 Adidas AL 3X240 15.67 . Negatif dan Urutan Nol Saluran Kabel Tanah AL 3 X 240 mm2 dan 3 X 300 mm2 Pada Ujung Jaringan Perhitungan Impedansi Positif.083 1.630 2. - 2 Crown 1 AL 3X240 7.603 1. .5 0.962 + j 0.533 4.458 7 Incoming .

267 + j 0.15 0 + j 0.267 + j 0. Impedansi ekuivalen positif dan negatif pada ujung jaringan kabel 12/20 kV 3 X 240 mm2 dan 3 X 300 mm2 Gardu Induk Puncak Ardi Mulia Nama Impedansi Z1 dan Z2 No Z1 eq = Z2 eq Penyulang Sumber (ohm) Trafo (ohm) Saluran (ohm) 1 Crown 2 0 + j 0.87 0.976 + j 1.359 5 Oxa 0 + j 0.251 0.15 0 + j 0.Hasil perhitungan Impedansi urutan positif.67 0.15 0 + j 0.12 + j 1.267 + j 0.31 4 Tania 0 + j 0.533 1.15 0 + j 0.78 + j 0.666 + j 2.87 1.95 + j 2.15 0 + j 0.87 1.87 0.78 + j 0.251 0.079 + j 1.623 12 Kazoot 0 + j 0.87 1.339 0.553 7 Incoming .666 + j 1. Lampiran Halaman Panjang Z1L = Z2L Z0L Nama q kabel No Kabel Penyulang (mm2) 0.053 1. .777 + j 1. Negatif dan Urutan Nol Saluran Kabel Tanah AL 3 X 300 mm2 Pada Ujung Jaringan Tabel 3-4.251 0.784 1.271 11 Lotto 0 + j 0.67 0.87 0.079 + j 2.633 13 Spare . negatif dan urutan nol kabel AL 3 X 300 mm2 12/20 kV pada penyulang Gardu Induk Puncak Ardi Mulia berdasarkan tabel PLN. . - 64 .87 0.267 + j 1.733 1.67 0.251 0.437 + j 1.437 + j 0.160 8 Pita 1 AL 3X300 2.271 10 Pita 3 0 + j 0.12 + j 2. - 8 Pita 1 0 + j 0.251 0.15 0 + j 0.15 0 + j 0.100 + j 0.205 1.053 2.267 + j 0.15 0 + j 0.603 0.271 9 Pita 2 0 + j 0.753 9 Pita 2 AL 3X300 2.801 + j 3.01 + j 0.267 + j 0.251 0. .777 + j 0.667 + j 0.87 0.87 0.753 10 Pita 3 AL 3X300 2.Perhitungan Impedansi Positif.87 2.667 + j 0.753 3-5-6-4.250 + j 0.267 + j 1.282/km (km) 1 Crown 1 AL 3X300 7.073 2 Crown 1 0 + j 0.15 0 + j 0.01 + j 1.753 3 Reebok 0 + j 0.87 1.267 + j 0.733 0.267 + j 1. .78 + j 1.613 2. Menghitung Impedansi ekuivalen positif dan negatif pada ujung saluran/ penyulang kabel 12 / 20 kV 3 X 240 mm2 dan 3 X 300 mm2 Tabel 3-5.200 2 Crown 2 AL 3X300 11.29 1.094/km 0.976 + j 2.12 + j 1.80 0.15 0 + j 0.15 0 + j 0.804 6 Adidas 0 + j 0.667 + j 0.

95 + j 2.353 11 Lotto 0 + j 2.60 36 4.667 + j 3.701 5 Oxa 0 + j 2.353 10 Pita 3 0 + j 2.780 12 Kazoot 0 + j 2.3-5-6-5.386 39.907 ∟118° Ampere Arus hubungan pendek 2 fasa I2F = E1√3___ Z1 eq + Z2 eq 65 .347 + j 3.753 36.573 + j 0.667 + j 0.963 + j 2.60 36 0.082 13 Spare .80 3 Reebok 0 + j 2.12 + j 2.07 I3F = 4.101 36.60 36 0.234 38.60 36 0.667 + j 3.353 9 Pita 2 0 + j 2.458 40. Menghitung Impedansi ekuivalen urutan nol pada ujung jaringan kabel 3 X 240 mm2 dan 3 X 300 mm2 – 12 / 20 kV Tabel 3-6.801 + j 5. .160 38.713 + j 2. - 3-5-6-6.667 + j 0.60 36 3.664 + j 2. .667 + j 3.60 36 2. .664 + j 0.482 40.347 + j 0.60 36 0. .20 37. - 8 Pita 1 0 + j 2.667 + j 0.801 + j 3.95 + j 4.058 7 Incoming .000/√3__ 1.985 4 Tania 0 + j 2.180 37. Perhitungan arus hubungan pendek pada ujung saluran penyulang Crown 2 Gardu Induk Puncak Ardi Mulia Arus hubungan pendek 3 fasa I3F = E1_ Z1 eq = 20.573 + j 3.223 + j 2.60 36 1.223 + j 0.753 36.76 2 Crown 1 0 + j 2.962 + j 0.60 36 1.753 36.60 36 4.834 6 Adidas 0 + j 2. Impedansi ekuivalen urutan nol pada ujung jaringan kabel 12/20 kV 3 X 240 mm2 dan 3 X 300 mm2 Gardu Induk Puncak Ardi Mulia Nama Impedansi Ζ0 No Ζ0 eq Penyulang Ζt0 (ohm) 3Rn (ohm) Ζ0L 1 Crown 2 0 + j 2.60 36 2.708 + j 0.

penyulang Pita 1.000/√3________ 2 (1. penyulang Adidas. dan penyulang Kazoot dapat diketahui.000____ 2 ( 1.penyulang Pita 2.76) = 3 X 20. Perhitungan Arus Hubungan Pendek Seluruh Penyulang dari Gardu Induk Puncak Ardi Mulia Dengan melakukan perhitungan yang sama dengan perhitungan pada 3-5-6-6. Hasil perhitungan besar arus gangguan ini disajikan pada tabel 3-7 di bawah ini : 66 .000/√3 40.25 + j 9.000__ 4. penyulang Reebok.906 I1F = 836.76 = 3 X 20.24 + j 4. penyulang Tania. penyulang Oxa.56 Ampere 3-5-6-7.14 = ___20.146 + 38.01 + j 5.12 + j 2. dua fasa.01 + j 5. = 20.24 + j 4.249 ∟118° Ampere Arus hubungan pendek 1 fasa I1F = 3E1________ → Z1 eq = Z2 eq Z1 eq + Z2 eq + Z0 eq = 3 X 20. Penyulang Lotto. Penyulang Pita 3.073) + (38.000__ 2.12 + j 2.07) = ___20.707∟62° I2F = 4. dengan menggunakan data-data pada tabel 3-4 dan tabel 3-5 besar arus hubungan pendek tiga fasa. dan satu fasa pada penyulang Crown 1.000/√3_____ 2.

845∟119° 850 A 6 Adidas 3.219∟115° 855. Besar arus gangguan hubungan pendek pada pangkal dan ujung Penyulang di Gardu Induk Puncak Ardi Mulia dengan impedansi gangguan Ζf = 0 ohm Gangguan Di Pangkal Gangguan Di Ujung Nama No Saluran Saluran Penyulang I3F(A) I2F(A) I1F(A) I3F(A) I2F(A) I1F(A) 1 Crown 2 4.4 . apabila terjadi gangguan satu fasa ke tanah.584∟128° 3. .894∟102° 7. Hasil Perhitungan Besar Arus Kapasitif Pada Saluran yang Tidak Mengalami Gangguan Besar arus kapasitif yang akan mengalir pada saluran lain yang tidak mengalami gangguan.05 A 7 Incoming 11.079∟108° 6.31 A 13 Spare . dihitung dengan menggunakan rumus persamaan (2-42).15 A 3 Reebok 4. - 8 Pita 1 8. Berikut ini tabel 3-8 hasil perhitungan besar arus kapasitif yang mengalir pada fasa sehat bila terjadi hubungan pendek satu fasa ke tanah.575∟115° 872 A 12 Kazoot 3.438∟115° 5.74 A 11 Lotto 6.833 954.444∟128° 2.595∟119° 4.103∟128° 769.249∟118° 836. 67 .702∟102° 919.40 A 4 Tania 8. - 3-6.74 A 10 Pita 3 8.702∟102° 919.907∟118° 4. Lihat Lampiran Halaman . (2-43) dan (2-44).982∟128° 761. Tetapi saat ini besar arus kapasitif yang dimaksud sudah dapat kita ketahui melalui tabel yang dibuat oleh PLN.998∟108° 906.74 A 9 Pita 2 8.702∟102° 919.5 9.894∟102° 7.31 A 5 Oxa 5.357.894∟102° 7. .027∟115° 5. Tabel 3-7.56 A 2 Crown 1 6.515∟126° 793.059∟126° 3.

39. - Total 590. . 22.32 . 84. 99.32 .0 18. 51. Puncak Ardi Mulia Untuk membatasi dan mengatasi adanya arus lebih bila terjadi gangguan hubungan pendek pada penyulang 20 kV G.67 .90 7 Incoming . 7.807 6. Tabel 3-8.27 12 Kazoot 16. .5 6. Istilah PMT ini sering juga disebut C. 7. Hasil perhitungan besar arus kapasitif yang mengalir pada fasa yang sehat bila terjadi gangguan hubungan pendek satu fasa ke tanah Nama Panjang ICE (A) / km Total ICe No Penyulang Saluran (km) 3 X 240 mm2 3 X 300 mm2 (A) 1 Crown 2 11. 105.0 18. Puncak Ardi Mulia. 7.795 3-7.32 .205 .084 6 Adidas 15.32 .32 .0 54.630 6.8 .6 3 Reebok 13. . digunakan system proteksi pemutus daya (PMT).B.12 5 Oxa 8. Penentuan Sistim Proteksi Terhadap Gangguan Fasa Setting rele arus lebih yang digunakan pada saluran catu daya menuju pusat-pusat beban (pabrik atau industri) untuk mengamankan gangguan hubungan pendek antar fasa-fasa adalah sebagai berikut : 68 . Penentuan Sistim Proteksi Terhadap Gangguan Arus Lebih Pada Penyulang 20 kV di G.69 11 Lotto 6. - 8 Pita 1 2.080 6.213 6.I.0 18.67 .32 .325 6.I.69 9 Pita 2 2.67 . . 7.69 10 Pita 3 2. 7.0 78.102 13 Spare . PMT ini dipasang pada pangkal penyulang di Gardu Induk Puncak Ardi Mulia 3-7-1.435 2 Crown 1 7.214 4 Tania 3.

5 0.1 8 Pita 1 440 400/5 5.0 0. .50 0.25 0.1 13 Spare . Beban (A) di Sekunder (detik) 1 Crown 2 440 400/5 5. Tabel 3-9.1 6 Adidas 300 400/5 3. - Dengan setting rele seperti tabel 3-9 di atas dan dari hasil perhitungan pada tabel 3–7 dan 3-8 .75 0. maka setiap gangguan yang terjadi akan mengakibatkan membukanya Pemutus daya (PMT) yang terpasang pada Gardu Puncak Ardi Mulia 3-7-2.1 5 Oxa 300 400/5 3.75 0.75 0.5 0.T.1 3 Reebok 300 400/5 3.1 2 Crown 1 440 400/5 5.75 0.75 0. Penentuan Sistim Proteksi Terhadap Gangguan Fasa – Tanah Setting rele untuk mengamankan gangguan hubungan pendek fasa tanah pada penyulang yang bersumber dari Gardu Induk Puncak Ardi Mulia adalah sebagai berikut : 69 . Setting rele gangguan Fasa-Fasa pada penyulang 20 kV Gardu Induk Puncak Ardi Mulia Arus Setting Arus Setting Waktu No Nama Penyulang C.1 10 Pita 3 440 400/5 5.1 12 Kazoot 300 400/5 3.1 11 Lotto 300 400/5 3.1 7 Incoming 2100 2000/5 5.1 9 Pita 2 440 400/5 4.75 0.1 4 Tania 300 400/5 3.5 0. .

10 4 Tania 80 400/5 1.25 0.0 0.25 0.10 10 Pita 3 100 400/5 1. . 70 . maka bila terjadi gangguan hubungan pendek antara fasa dengan tanah akan mengakibatkan membukanya Pemutus daya (PMT) yang terpasang pada Gardu Induk Puncak Ardi Mulia.25 0.0 0.25 0.10 2 Crown 1 100 400/5 1.10 13 Spare .10 9 Pita 2 100 400/5 1. Setting rele gangguan Fasa – Tanah pada penyulang 20 kV Gardu Induk Puncak Ardi Mulia Setting Arus Setting Waktu No Nama Penyulang 3I0 C. .75 0.75 0.10 5 Oxa 140 400/5 1.50 0.25 0.10 12 Kazoot 160 400/5 2.T.10 11 Lotto 80 400/5 1.10 3 Reebok 140 400/5 1. - Dengan setting rele seperti tabel 3-10 di atas dan dari hasil perhitungan pada tabel 3-8. Tabel 3-10. di Sekunder (detik) 1 Crown 2 100 400/5 1.10 6 Adidas 120 400/5 1.10 7 Incoming 500 2000/5 1.25 0.0 0.35 8 Pita 1 100 400/5 1.