BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Lipid adalah sekumpulan senyawa di dalam tubuh yang memiliki ciri-ciri
yang serupa dengan malam, gemuk (grease), atau minyak. Karena bersifat hidrofobik,
golongan senyawa ini dapat dipakai tubuh sebagai sarana yang bermanfaat untuk
berbagai keperluan. Misalnya jenis lipid yang dikenal sebagai trigliserida berfungsi
sebagai bahan bakar yang penting. Senyawa ini sangat efisien untuk dipakai sebagai
simpanan bahan penghasil energi karena terkumpul dalam butir-butir kecil yang
hampir-hampir bebas air, membuatnya jauh lebih ringan daripada timbunan
karbohidrat setara yang sarat air. Jenis lipid yang lain lagi merupakan bahan structural
yang penting. Kemampuan lipid jenis ini untuk saling bergabung menyingkirkan air
dan senyawa polar lain menyebabkannya dapat membentuk membran sehingga
memungkinkan adanya berbagai organisme yang kompleks. Membran tersebut
memisahkan satu sel dengan sel yang lain di dalam jaringan, serta memisahkan
berbagai organel di dalam sel menjadi ruangan-ruangan yang memiliki ciri kimia
tertentu sehingga dapat ditata dan diatur sendiri (Striyer, 2000).
Senyawa-senyawa yang termasuk lipid dapat dibagi dalam beberapa
golongan.. Ada beberapa cara penggolongan yang dikenal. Bloor membagi lipid
dalam tiga golongan besar, yaitu: (1) lipid sederhana, yaitu ester asam lemak dengan
berbagai alkohol, contohnya lemak atau gliserida dan lilin (waxes); (2) lipid
gabungan yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan, contohnya
fosfolipid, cerebrosida; (3) derivate lipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses
hidrolisis lipid, contohnya asam lemak, gliserol dan sterol. Di samping itu
berdasarkan sifat kimianya yang penting, lipid dapat dibagi dalam dua golongan
besar, yaitu lipid yang dapat disabunkan, yakni yang dapat dihidrolisis dengan basa,
contohnya lemak, dan lipid yang tidak dapat disabunkan, contohnya steroid. Lipid
dibagi dalam beberapa golongan berdasarkan kemiripan struktur kimianya, yaitu:

asam lemak, lemak, lilin, fosfolipid, sfingolipid, terpen, steroid, lipid kompleks
(Sriyer, 2000).
Suatu asam lemak merupakan suatu rantai hodrokarbon dengan suatu gugusan
karboksil terminal, telah diidentifikasi lebih dari 70 asam lemak yang tersedia di
alam. Walaupun asam lemak berantai pendek, contohnya, asam lemak berantai
empat-atau enam- adalah lazim ditemukan, namun triasilgliserolutama ditemukan
pada tumbuh-tumbuhan memiliki asam lemak dengan jumlah atom karbon genap,
dengan panjang 14 hingga 22 karbon. Asam lemak jenuh tidak mengandung ikatan
ganda C=C dalam strukturnya, sementara asam lemak tidak jenuh memiliki satu atau
lebih ikatan ganda, yang kadang-kadang berada dalam konfigurasi geometris cis.
Asam lemak tidak jenuh paling melimpah memiliki satu atau dua ikatan ganda
(masing-masing, asam lemak monoenoat dan dienoat); namun, asam lemak olefinik
dengan tiga (trienoat) dan empat (tetraenoat) ikatan ganda juga ditemukan secara
alamiah (Murray,dkk, 2006).

1.2 Tujuan Percobaan
I.2.1 Tujuan Umum
1. Mengetahui beberapa sifat fsikokimia dari lipid.
2. Mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi pada identifikasi sifat
Minyak.
3. Mengetahui pembentukan emulsi dari lipid.
4. Mengidentifikasi adanya sterol pada suatu bahan.

7. kloroform. Uji keasaman Minyak Mengatahui sifat asam basa minyak kelapa. Sabun mempunyai daya aktif permukaan. 4. 3.2. Uji pembentukan Emulsi Mengetahui terjadinya pembentukan emulsi dari minyak.2 Tujuan Khusus 1. benzene. . aseton.1 Uji pengenalan lipid 1. Sebaliknya. 5. Uji penyabunan minyak Mengatahui terjadinya hidrolisis pada minyak oleh alkali.3. Uji kolesterol Mengatahui adanya sterol (kolesterol) dalam suatu bahan secara kualitatif. atau pelarut nonpolar lainnya. minyak dalam soda (Na2CO3) akan membemtuk emulsi yang stabil karena asam lemak yang bebas dalam larutan lemak bereaksi dengan soda membentuk sabun. Uji kelarutan lipid Mengatahui kelarutan lipid pada pelarut tertentu 2. Uji Kristal kolesterol Mengetahui bentuk Kristal dari kolesterol. Minyak dalam air akan membentuk emulsi yang tidak stabil karena bila dibiarkan. 6. I. Uji kelarutan lipid Lemak dan minyak tidak larut dalam air. maka kedua cairan akan memisah menjadi dua lapisan. tetapi sedikit larut dalam alcohol dan larut sempurna dalam pelarut organic seperti eter. 3 Prinsip Percobaan I. sehingga tetes-tetes minyak tersebar seluruhnya. Uji sifat ketidak jenuhan Mengatahui sifat ketidakjenuhan minyak atau lemak. I.

Asam lemak jenuh mempunyai titik cair lebih tinggi daripada asam lemak tidak jenuh. Hal ini disebabkan minyak mengalami hidrolisis dan oksidasi menghasilkan. Pada minyak. jenuh atau tidak jenuh. asam askorbat (vitamin C). gom. Dan pada asam lemak tak jenuh . Uji Pembentukan Emulsi Emulsi adalah dispersi atau suspensi metastabil suatu cairan dalam cairan lain dimana keduanya tidak saling melarutkan. Ni. Proses ketengikan pada lemak atau minyak dapat dipercepat oleh adanya cahaya. aksi mikroba. diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut emulsifier yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase cairan. baik pada minyak maupun air. Bahan emulsifier dapat berupa protein. aldehida. sedangkan minyak yang sudah tengik bersifat asam. sehingga mengurangi kemungkinan bersatunya butir-butir minyak satu sama lain. kelembaban. pemanasan. 3. Agar terbentuk emulsi yang stabil. dan flavonoid. Sebaliknya. Daya kerja emulsifier terutama disebabkan oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat. atau Mn. sedangkan minyak yang sudah tengik bersifat asam. Emulsifier akan membentuk lapisan di sekeliling minyak sebagai akibat menurunnya tegangan permukaan dan diadsorpsi melapisi butir-butir minyak. 4. seperti Fe. keton dan asam-asam lemak bebas. polifenol. Uji Sifat Ketidakjenuhan Minyak Minyak murni umumnya bersifat netral. Uji Keasaman Minyak Minyak murni umumnya bersifat netral. zat-zat yang dapat menghambat terjadinya proses ketengikan disebut antioksidan. hidroquinon. titik cairnya bergantung pada jenis asam penyusunannya.2. dan katalis logam tertentu. atau garam empedu. misalnya : tokoferol (vitamin E). sabun.

7. kelenjar adrenalin bagian luar (adrenal cortex). seperti NaOH atau KOH. kolesterol terdapat dalam darah. 6. dapat dilakukan uji kolesterol menggunakan reaksi warna. mempunyai dua atau lebih ikatan kembar (ikatan tak jenuh). Uji Penyabunan Minyak Lemak dan minyak dapat terhidrolisis. Warna hijau yang terjadi sebanding dengan konsentrasi kolesterol dalam bahan. Untuk mengetahui terjadinya pembentukan emulsi dari minyak. Salah satu diantaranya adalah reaksi Lieberman burchard. empedu. sehingga aliran darah terganggu. Jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi. melainkan berkonjugasi sebagai lipoproteida. Uji ini positif bila reaksi menunjukkan warna yang berubah dari merah. Kolesterol dalam serum tidak terbatas bebas. 2. melalui pemanasan dan menghasilkan gliserol dan sabun. maka akan membentuk kristal. Pada tubuh manusia. Akibatnya. Proses hidrolisis minyak oleh alkali disebut reaksi penyabunan atau saponifikasi. lalu menghasilkan asam lemak dan gliserol. Uji Kristal Kolesterol Kolesterol terdapat pada hamper semua sel hewan dan manusia. Uji Kolesterol Untuk mengetahui adanya sterol dan kolesterol. I. yaitu pembentuk protein yang terdiri atas 25% kolesterol dan 75% ester asam lemak tidak jenuh. elastisitas pembuluh darah menjadi berkurang. 5. kemudian biru dan hijau. Untuk mengetahui kelarutan lipid pada pelarut tertentu. Endapan kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (arteriosclerosis) karena dindingnya menjadi tebal. Proses hidrolisis yang disengaja biasa dilakukan dengan penambahan basa kuat. . dan jaringan saraf. 4 Manfaat Percobaan Adapun manfaat yang dapat kita peroleh dari percobaan ini adalah: 1.

Berbeda dengan karbohidrat dan protein. . tetapi larut dalam pelarut organic nonpolar seperti eter. dan benzene. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Lipid adalah sekelompok senyawa organic yang terdapat dalam tumbuhan. hewan atau manusia dan memegang peranan penting dalam struktur dan fungsi sel. Untuk mengetahui adanya sterol (kolesterol) dalam suatu bahan secara kualitatif. Untuk mengetahui sifat asam basa minyak kelapa. 5. 7. Untuk mengetahui sifat ketidakjenuhan minyak. Berdasarkan sifat demikian. Untuk mengetahui bentuk Kristal dari kolesterol. kloroform. Senyawa lipid tidak mempunyai rumus empiris tertentu atau struktur yang serupa. lipid mempunyai sifat tidak larut dalam air. 2013). Untuk mengetahui terjadinya hidrolisis pada minyak oleh alkali. 4. aseton. 3. lipid dapat diperoleh dengan cara ekstraksi dari jaringan hewan atau tumbuhan menggunakan eter atau pelarut nonpolar lainnya (Sirajuddin. 6. tetapi terdiri atas beberapa golongan.

2013). Lipid sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alcohol. Kolesterol merupakan senyawa induk bagi steroid lain yang disintesis dalam tubuh. Lipid yang terdapat sebagai bagian dari makan hewan merupakan campuran lipid yang sederhana (terpena dan steroida) dan yang kompleks. Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar yakni (Poedjiadi.(triasilgliserol fosfolipida. vitamin D . Serebrosida mengandung glukosa dan galaktosa dan dengan kerangka sfingosinga termasuk dalam glikolipid. Derived lipid yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid. 1994). contonya steroid (Poedjiadi. maka lipid komplek terutama triasilgliserolnya dihidrolisis oleh lipase menjadi asam lemak bebas dan sisa. Senyawa-senyawa yang termasuk lipid ini dapat dibagi dalam beberapa golongan. gliserol. lipid tadi belum mengalami pemecahan yang berarti. dan lilin) yang berasal dari tanaman dan jaringan hewan. Steroid tersebut adalah hormone-hormon yang penting seperti hormone korteks adrenal serta hormone seks. dan asam empedu (Sirajuddin. Lipid merupakan komponen penting dalam membrane sel. Di samping itu berdasarkan sifat kimia yang penting. 1994) : 1. termasuk di antaranya fosfolipid. Enzim ini dibantu oleh garam asam empedu (terutama asam kholat dan taurokolat) yang disekresikan oleh hati. glikolipid. contohnya lemak. Fungsi garam tersebut ialah mengemulsikan makanan sehingga dengan demikian maka terbentuklah emulsi partikel lipid yang . Dalam mulut dan lambung hewan. contohnya asam lemak. Dan lipid yang tidak dapat disabunkan . lipid dapat dibagi dalam dua golongan yang besar yaitu lipid yang dapat disabunkan. Fosfolipid mempunyai banyak kerangka gliserol (fosfogliserida) atau sfingosinga (sfingomylin). Contohnya lemak atau gliserida dan lilin (waxes) 2. contohnya fosfolipid dan serebrosida 3. Ada beberapa cara penggolongan yang dikenal. Lipid gabungan (kompleks) yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugs tambahan. dan dalam sel hewan adalah kolesterol. Hormon Epineprin lah yang mengatifkan enzim lipase. Setelah berada dalam istensin. dan sterol. yakni dapat dihidrolisis dengan basa.

Cairan empedu lain bekerja mengemulsi lemak. Lemak ini merupakan lemak tak kentara dalam pangan nabati maupun hewani dan secara komersial digunakan sebagai aditif untuk membantu emulsifikasi (Martoharsono. Selanjutnya lemak akan dihidrolisis oleh enzim lipase pankreas menjadi gliserol dan asam lemak atau mono dan digliserida (Striyer. lemak membantu sekresi asam lemak dan pengosongan lambung. Pencernaan lemak dimulai dari usus halus. Lemak berfungsi sebagai sumber energy menghasilkan kalori 9 kkal setiap gram lemak. hati. Garam empedu . sebagai pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan. Hasil pencernaan lemak diserap ke dalam membrane mukosa usus halus dalam bentuk asam lemak dan gliserol sebanyak 20-45 persen. Oleh karna itu permukaan lipid per satuan berat menjadi lebih berat dan lebih muda dihidrolisis oleh lipase. D. lemak menghemat penggunaan protein untuk sintesa protein. fosfat dan atau nitrogen. member tekstur khusus dan kelezatan makanan. 2000). 2000). Cairan empedu bertugas menetralisasi keasaman makanan sehingga dapat masuk ke dalam usus halus. 2000). sebagai sumber asam lemak esensial asam linoleat dan asam linolenat. dkk. Dari kebutuhan tersebut paling banyak 10 persen berasal dari lemak jenuh dan 3-7 persen lemak tidak jenuh dan konsumsi kolesterol dianjurkan kurang dari 300 mg sehari (Striyer. ginjal dari benturan dan bahaya lainnya (Marks. Enzim ini tidak peka terhadap larutan lemak sempurna (Martoharsono. WHO menganjurkan konsumsi lemak berkisar 15-30 persen dari total kebutuhan energy. Cairan empedu dan lipase pancreas membantu proses pencernaan. lemak sebagai pelarut vitamin juga membantu transportasi dan absorpsi vitamin A. E. Jumlah tersebut dianggap memenuhi kebutuhan asam lemak esensial dan membantu penyerapan vitamin larut dalam lemak. sisanya dalam bentuk mono dan digliserida. memelihara suhu tubuh. Fosfolipid merupakan senyawa lipid yaitu gliserol dan asam lemak bergabung dengan karbohidrat. Cara penyerapan lipida adalah dengan difusi pasif. Emulsi tersebut akan memecah lemak menjadi bagian yang kecil. dan K.lebih kecil. 2006). 2006). melindungi organ jantung.

. Asam lemak jenuh yaitu asam lemak yang tidak dapat mengikat hydrogen lagi. Setelah menembus dinding usus halus. asam lemak tidak jenuh mempunyai titik lebur lebih rendah. Rantai karbon yang jenuh adalah ranatai karbon yang tidak mengandung akatan rangkap. minyak kelapa. dan rantai sedang diserap langsung menuju aliran darah (Striyer. sedangkan yang mengandung ikatan rangkap rantai karbon tidak jenuh (Poedjiadi.membantu asam lemak dan digliserid membentuk micelle sehingga mudah melalui dinding usus halus. Demikian juga asam lemak dan gliserol. Trigliserida yang terbentuk dibawa kilomikron disimpan dalam jaringan adipose melalui system limfatik. 2000). asam lemak rantai pendek. Hal ini tampak pada titik lebur asam linoleat yang lebih rendah dari titik lebur asam oleat (Poedjiadi. linolenat (Striyer. Asam palmitat dan stearat berupa zat padat pada suhu kamar (Poedjiadi. Asam lemak jenuh yang mempunyai rantai karbon pendek yaitu asam butirat dan kaproat mempunyai titik lebur yang rendah. 1994). 1994). akan tetapi suhu kamar asam oleat berupa zat cair. Gliserol bebas. makin rendah titik leburnya. Asam lemak adalah asam organic yang terdapat sebagai ester trigliseraldehida atau lemak. baik yang berasal dari hewan atau tumbuhan. keju. maka makin tinggi titik leburnya. 1994). Makin panjang rantai karbon. Di samping itu makin banyak jumlah ikatan rangkap. mempunyai satu titik terbuka untuk mengikat hydrogen disebut asam lemak tak jenuh tunggal seperti asam olet yang ditemukan pada minyak kacang tanah. Asam oleat mempunyai rantai karbon sama panjang dengan asam stearat. mono dan digliserida membentuk trigliserida. seperti asam palmitat. asam stearat yang banyak ditemukan pada lemak hewani. Asam ini adalah asam karboksilat yang mempunyai rantai karbon panjang. Apabila dibandingkan dengan asam lemak jenuh. Ini berarti bahwa kedua asam tersebut berupa zat cair pada suhu kamar. Sedangkan asam lemak tak jenuh. mentega. 2000). Asam lemak tak jenuh ganda mempunyai titik terbuka untuk mengikat hydrogen seperti asam linoleat. dan cokelat.

Pada tahun 1943. Selanjutnya pada tahun 1984 E.L. Lemak di dalam hidangan memberikan kecenderungan meningkatkan kadar kolesterol darah. Kennedy dan A. 2000). terutama lemak hewani yang mengandung asam lemak jenuh rantai panjang. Kadar kolesterol darah yang meningkat berpengaruh tidak baik terhadap jantung dan pembuluh darah. Jika hewan tersebut diberi makan berbagai makan-makanan yang mengandung β-fenil asam karboksilat maka anjing tersebut akan mengsekresikan asam hipurat atau asam finel- aseturat melalui urinnya. Jalur oksidasi asam lemak di awali oleh hasil penelitian Knoop pada tahun 1914.Leloir dan J. Dan kemudian F. Pada waktu itu hewan penelitian yang di gunakan adalah anjing. Apabila asam lemak(karboksilat) yang di berikan pada anjing itu beratom C ganjil maka sekretnya adalah asam hipurat (Martoharsono. Kolesterol hanya ditemukan dalam jaringan hewan seperti telur. Ia juga mendapat bahwa hasil oksidasi asam lemak adalah senyawa yang beratom C sebanyak dua buah yang kemudian bisa masuk kedalam lingkaran asam trikarboksilat. Lehninger. lemak jenuh dan energy total.P. Melihat bahwa oksidasi itu hanya berlangsung dalam mitokondria. 2006). Pada orang yang menderita obesitas (kegemukan) terdapat kadar kolesterol darah yang tinggi (Marks. Kolesterol yang tinggi bertalian dengan peningkatan prevalensi penyakit hipertensi. daging. Factor makanan yang paling berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah. Mereka menyatakan bahwa system tersebut sangat labil. Tidak lama setelah itu A.L.F.L. Lynen dan kawan-kawannya . Kenaikan trigliserida dalam plasma juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit jantung koroner. Kolesterol adalah semacam lemak dengan struktur cincin yang kompleks yang disebut sterol. Hati dan usus dapat mensintesis semua kolesterol yang diperlukan tubuh tanpa mengkonsumsi kolesterol dari luar (Poedjiadi. lemak susu.M. Lehlinger mengumukakan bahwa system oksidasi asam lemak bembutuhkan ATP. dkk. dalam hal ini LDL adalah lemak total. Munoz mencoba mengoksidasi asam lemak dengan menggunakan system bebas sel. Kadar trigliserida plasma banyak dipengaruhi oleh kandungan karbohidrat makanan dan kegemukan. 1994).

2006). Kekurangan asam lemak omega-3 menimbulkan gangguan saraf dan penglihatan. air suling. gegep. pipet ukur. Uji Kelaruitan Lipid Adapun alat yang digunakan dalam percobaan uji kelarutan lipid adalah tabung reaksi. . defisiensi lemak atau gangguan absorpsi lemka dapat memberikan gejala-gejala defisiensi vitamin yang larut dalam lemak. Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan uji kelarutan lipid adalah minyak kelapa. dan hati. dan larutan Na2CO3 0. alcohol 96%.mendapatkan bahwa aktifitas asam lemak tidak hanya dilakukan oleh ATP saja melikan juga oleh KoASH (Martoharsono. gegep. 2. dan rak tabung. pada hewan percobaan defisiensi lemak menimbulkan defisiensi PUFA yang memberikan gejala-gejala kelainan kulit dan rambut (Martoharsono.1 Alat dan Bahan 1. 2006). pipet ukur. dan rak tabung. kegagalan reproduksi serta gangguan pada kulit. eter. BAB III METODE PERCOBAAN III. misalnya vitamin A dan vitamin K. pipet tetes. kloroform. Uji Pembentukan Emulsi Adapun alat yang digunakan dalam percobaan uji pembentukan emulsi adalah tabung reaksi. ginjal. Bayi yang diberi makanan tanpa lemak akan menunjukkan gejala eczema dermatitis yang dapat dicegah atau disembuhkan dengan pemberian asam linoleat ke dalam makanan.5%. Di samping itu kekurangan asam lemak esensial menghambat pertumbuhan pada bayi dan anak-anak. Dalam kaitan lemak sebagai pelarut vitamin.

Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan uji kolesterol adalah kolesterol 0. dan sunlight. Uji kelarutan lipid . kertas lakmus merah atau biru. minyak ikan. 6. larutan Na2CO3 0. III. Uji kolesterol Adapun alat yang digunakan dalam percobaan uji kolesterol adalah tabung reaksi. 3. larutan empedu encer.pipet ukur. Bahan yang digunakan minyak kelapa.5% dalam kloroform. Uji sifat ketidak jenuhan minyak Alat yang digunakan tabung reaksi. sikat tabung. pipet tetes. larutan sabun. asam asetat anhidrid. Uji Kristal Kolesterol Adapun alat yang digunakan dalam percobaan uji Kristal kolesterol adalah mikroskop. larutan Pb-aseatat 5%. dan pipet tetes. larutan protein 2%.5%. dan gegep. Uji Keasaman Minyak Adapun alat yang digunakan dalam percobaan uji keasaman minyak adalah porselin tetes. tissu roll. NaOH. Erlenmeyer. alat pemanas. gelas preparat. 5. kertas label. klorofrom. Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan uji pembentukan emulsi adalah minyak kelapa. Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan uji keasaman minyak adalah minyak kelapa. gelas objek. Uji penyabunan minyak Adapun alat yang digunakan dalam percobaan uji penyabunan minyak adalah tabung reaksi. margarin/lemak padat. larutan CaCl2 5%. pipet ukur. neraca analitis. 7. pipet tetes. 4. dan rak tabung. penjepit tabung. kloroform. alcohol 95%. Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan uji Kristal kolesterol adalah kolesterol dan alcohol. larutan MgSO4 5%. minyak kelapa tengik. minyak kelapa. H2SO4 pekat. pipet tetes. 2 Prosedur Percobaan 1. larutan deterjen. Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan uji penyabunan minyak adalah minyak kelapa. asam asetat encer (5M). air brom.

Diamati terjadinya pembentukan emulsi. lalu dibiarkan sampai beberapa saat.Uji Keasaman Minyak 1. dan 3 tetes larutan sabun. eter. Disiapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering. 6. 2. 2. 3 tetes minyak kelapa. Dikocok sampai homogen. lalu dibiarkan beberapa saat. 5. Ditambahkan 3 ml klorofrom. Diamati sifat kelarutannya. alcohol 96%. Dihitung jumlah tetesan yang dibutuhkan. 3. 3. Ditabung 4 diisi 3 ml larutan protein 2 % dan 3 tetes minyak kelapa. Hidrolisis Minyak Kelapa (Saponifikasi) . Diujilah dengan kertas lakmus. 4. Ditambahkan pada setiap tabung 4 tetes minyak kelapa. 1. 2. Uji Pembentukan Emulsi 1. Diteteskan sedikit minyak kelapa pada porselin tetes. 7. Ditabung 3 diisi 2 ml air. 4. Ditambahkan setetes demi setetes air brom sambil dikocok hingga warna air brom (merah) tidak berubah. Ditabung 2 diisi 3 ml air. Dibandingkan jumlah tetesan yang dihasilkan. dan 3 tetes Na2CO3 0. 8. 3. 2. Uji sifat Ketidakjenuhan Minyak 1. 5. Disiapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering. Berturut-turut diisilah dengan air suling. Diulangi percobaan dengan menggunakan margarine atau lemak padat. 4. Dikocoklah setiap tabung dengan kuat. 4. 3. 2 tetes minyak kelapa. Ditabung 5 diisi 3 ml larutan empedu encer dan dua tetes minyak kelapa. Diamatilah perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus. 4. Ditabung 1 diisi 3 ml air dan 3 tetes minyak kelapa. dan larutan Na 2CO3 0.5% sebanyak 2 ml.5%. 2. Ditambahkan 3 tetes minyak kelapa kedalam tabung reaksi. 6. kloroform. Diulangi percobaan dengan menggunakan minyak kelapa tengik. Uji Penyabunan Minyak 1. 3. 5.

Disiapkan 3 tabung reaksi yang bersih dan kering. Untuk mengetahui apakah reaksi penyabunan telah sempurna. 4. ditambahkan 2-3 tetes asam sulfat pekat. 2. Ke dalam tabung 1. MgSO4 5%. kemudian dilarutkan dalam air. Diuapkan alcohol yang tersisa sampai habis. Bila larut. Dilarutkan sedikit kolesterol dalam alcohol panas pada gelas objek. . Uji Kristal Kolesterol 1. 6. diambillah 3 tetes larutan. Disilah tabung pertama dengan 1 ml minyak kelapa. 2. Melalui dinding tabung. 3. Pada setiap tabung ditambahkan kloroform sebanyak 2 ml. Diambil setetes larutan kolesterol dan teteskan pada gelas preparat. Uji Kolesterol 1. lalu dibandingkan hasilnya. 2. dan 3 berturut-turut ditambahkan CaCl3 5%. 2. Dikocok hati-hati dan didiamkan beberapa detik. Diamati dan dicatat perubahan warna yang terjadi. masing- masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi. 7. Didinginkan.2.5 gram NaOH dan 25 ml alcohol 95%. 5. 2. Dipanaskan sampai mendidih selama 15 menit. Ditambahkan 1. 6. Ditambahkan 10 tetes asam asetat anhidrid. lalu ditambahkan 75ml air dan dipanaskan sampai semua sabun larut. 1. Setelah sempurna. 6. dan tabung ketiga dengan 5 tetes kolesterol 0. tabung kedua dengan 5 tetes minyak ikan. 4.5%. lalu dikocok dengan kuat 4. Diulangi percobaan menggunakan deterjen. Uji Sifat-Sifat Sabun (Saponifikasi) 1. 5. Diamati perubahan yang terjadi. Diambil 6 ml larutan sabun dengan pipet ukur. Larutan sabun yang telah netral dibagi menjadi tiga bagian. 3. 3. 5. maka reaksi telah sempurna. Dimasukkan 5 ml minyak kelapa ke dalam tabung reaksi. dan Pb-asetat 5% sebanyak 5 ml. lalu dinetralkan dengan asam asetat encer.

1 Hasil Pengamatan IV. 2 ml . . BAB IV PEMBAHASAN IV. 3. 2 ml - Na2CO3 0. 4. . - Kloroform . - Eter . - Alcohol 96% . . Diperiksa Kristal kolesterol di bawah mikroskop. . . . 2 ml . Uji Kelarutan Lipid Bahan Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3 Tabung 4 Tabung 5 Air suling 2 ml . . 2 ml .5% .1 Tabel Hasil Pengamatan 1. . Dibiarkan sampai semua alkoholnya menguap. .1.

- Minyak kelapa 3 tetes 3 tetes 3 tetes 3 tetes 3 tetes Na2CO3 0. dibiarkan beberapa saat Tidak larut Hasil: Tidak larut Larut Larut Tidak larut sempurna larut/tidak dan tidak sempurna sempurna sempurna dan emulsi larut/terbentu terbentuk dan emulsi dan emulsi dan emulsi tidak k emulsi emulsi stabil stabil tidak stabil sempurna 2. Uji Pembentukan Emulsi Tabung Bahan Tabung 2 Tabung 3 Tabung 4 Tabung 5 1 Air suling 3 ml 3 ml 3 ml . Minyak 4 tetes 4 tetes 4 tetes 4 tetes 4 tetes kelapa Dikocok tabung sampai homogen. - Larutan sabun . . 3 ml protein Larutan . . 3 tetes . . 3 ml empedu Dikocok tabung sampai homogen. . - Larutan - . Uji Keasaman Minyak . 3 tetes . dibiarkan beberapa saat Hasil: Terbent Terbent Terbent Terbent terbentuk uk uk Terbentu uk uk emulsi Emulsi emulsi k emulsi emulsi emulsi stabil/tidak tidak tidak stabil stabil stabil stabil stabil stabil 3.5% . . . .

5 ml - Larutan Pb-asetat . Uji Penyabunan Minyak 1. 5 ml 5% Kocok tabung dengan kuat Terdapat Sedikt keruh Tidak terjadi Hasil: ada banyak dan sedikit endapan dan endapan/tidak ada endapan dan endapan paling lemah paling keruh . Uji Sifat Ketidakjenuhan Minyak Bahan Tabung 1 Tabung 2 Minyak kelapa 3 tetes - Margarin . Hidrolisis Minyak Kelapa (Saponifikasi) Bahan Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3 Larutan sabun 2 ml 2 ml 2 ml Larutan CaCl3 5% 5 ml . seujung spitel Kloroform 3 ml 3 ml Hasil: jumlah tetes cair 5 Tetes 5 Tetes brom 5. Perubahan warna No Zat uji Sifat asam/basa Lakmus merah Lakmus biru Minyak 1 Tetap Merah Tetap Biru Netral kelapa Minyak 2 Tetap Merah Tetap biru Netral tengik 4. - Larutan MgSO4 5% . .

2. 5 ml 5 tetes dalam kloroform Uji dengan Lieberman burchard Hasil : terbentuk warna merah. . Uji Kolesterol Bahan Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3 Minyak kelapa 1 ml . Tidak terjadi Warna merah Warna hijau kemudian biru dan perubahan warna hijau (+/-) . - Kolesterol 0. 5 ml - 5% Larutan Pb-asetat . Uji Sifat-Sifat Sabun (Saponifikasi) Bahan Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3 Larutan sabun 2 ml 2 ml 2 ml Larutan CaCl3 5% 5 ml . - Minyak ikan .5% . - Larutan MgSO4 . 5 ml 5% Kocok tabung dengan kuat Terdapat Sedikt keruh Tidak terjadi Hasil: ada banyak dan sedikit endapan dan endapan/tidak ada endapan dan endapan paling lemah paling keruh 6. .

Uji Kelarutan lipid . Uji kristal kolesterol Zat uji Pengamatan kristal Terdapat suatu kristal yang Kolesterol dalam alkohol sempurna IV.2 Pembahasan 1. 7.

. tabung pertama diisi dengan 3 ml air dan 3 tetes minyak kelapa. Hal ini disebabkan karena kesalahan yang mungkin dilakukan oleh praktikum atau sebab lain sehingga tidak sesuai dengan teori dimana bila Na2Co3 bertemu dengan asam lemak bebas akan membentuk sabun. alcohol 96%. Hal ini disebabkan karena air suling bersifat polar sedangkan minyak kelapa nonpolar. Pada tabung keempat diisi dengan kloroform sebanyak 2 ml dan ditambahkan 4 tetes minyak kelapa dan diperoleh hasil minyak kelapa larut sempurna dan emulsi stabil dalam kloroform. Pada tabung ketiga diisi dengan eter sebanyak 2 ml dan ditambahkan 4 tetes minyak kelapa dan diperoleh hasil minyak kelapa larut sempurna dan emulsi stabil dalam eter. Hal ini disebabkan karena minyak kelapa dan kloroform sama-sama bersifat nonpolar sehingga larut sempurna.5 % sebanyak 2 ml dan ditambahkan 4 tetes minyak kelapa dan diperoleh hasil minyak kelapa tidak larut sempurna dan emulsi tidak stabil dalam Na2CO3. kloroform. dilakukan pengujian kelarutan minyak kelapa di dalam air suling. Uji Pembentukan emulsi Pada percobaan uji pembentukan emulsi. Hal ini disebabkan karena minyak kelapa dan eter sama-sama bersifat nonpolar sehingga larut sempurna. sehingga tidak larut. eter. Pada tabung kelima diisi dengan Na2CO3 0. Pada tabung kedua diisi dengan alkohol 96% sebanyak 2 ml dan ditambah 4 tetes minyak kelapa dan diperoleh hasil miyak kelapa tidak larut sempurna dan emulsi tidak sempurna dalam alcohol karena alcohol bersifat semipolar sehingga ada bagian yang larut dan ada bagian yang tidak larut. dimana sabun memiliki daya aktif permukaan yang akan menyebarkan minyak sehingga minyak akan tersebar seluruhnya. Pada percobaan uji kelarutan lipid. Pada tabung pertama yang berisi 2 ml air suling ditambahkan 4 tetes minyak kelapa diperoleh hasil minyak kelapa tidak larut dalam air suling dan tidak terbentuk emulsi. dan Na2CO3. 2.

Pada saat dikocok larutan ini terlihat keruh dan menghasilkan busa. dan 3 tetes larutan sabun. Pada tabung kedua diisi dengan 3 ml air. diperoleh hasil kertas lakmus tidak mengalami perubahan warna. disediakan dua zat uji yaitu minyak kelapa dan minyak tengik. Hal ini di sebabkan karena asam lemak yang bebas bereaksi dengan soda membentuk sabun dan sabun merupakan emulsifier. Dari hasil pengujian minyak kelapa dengan menggunakan kertas lakmus merah dan biru. Hal ini terjadi mungkin karena . Hal ini tejadi karena larutan empedu dan sabun berperan sebagai emulsifier. terbentuk emulsi tidak stabil. dan 3 ml larutan empedu. Antara minyak dan larutan empedu encer terjadi emulsi yang stabil seperti pada tabung ketiga. Hal ini membuktikan bahwa minyak kelapa bersifat netral. Kemudian pada pengujian minyak tengik dengan menggunakan kertas lakmus merah dan biru. Antara minyak dan larutan protein terjadi emulsi yang tidak stabil. Dan pada tabung kelima berisi 3 tetes minyak kelapa. Antara minyak dan larutan sabun membentuk emulsi lebih stabil dari larutan yang kedua. 3 tetes minyak kelapa. 3 tetes minyak kelapa dan 3 tetes Na 2CO3. Pada tabung ketiga. Dalam hal ini terbentuk emulsi stabil. Setelah dikocok dan didiamkan beberapa saat. diperoleh hasil lakmus merah tetap merah atau tidak mengalami perubahan warna begitupun lakmus biru tidak mengalami warna. Uji Keasaman Minyak Pada percobaan uji keasaman minyak. 3. diisi dengan 3 ml air. Lalu pada tabung empat diisi dengan 3 tetes minyak kelapa dan 3 ml larutan protein.

larutan berwarna kekuning- kuningan dan terbentuk busa sabun di permukaan setelah dipanaskan sampai semua sabun larut. 3 tetes minyak kelapa dan 3 ml kloroform dimasukkan ke dalam tabung reaksi pertama dan pada tabung kedua diisi dengan seujung spitel margarine dan 3 ml kloroform. Kemudian diteteskan sedikit demi sedikit air brom lalu dikocok sampai warna air brom (merah) tidak berubah. Sedangkan pada tabung kedua menghasilkan 5 tetes dan pada margarin asam jenuhnya tidak dapat menghilangkan air brom karena adisi brom pada satu ikatan atau lebih ikatan rangkap. Uji Penyabunan Minyak Pada percobaan uji penyabunan minyak. Pada percobaan uji kesadahan larutan sabun dengan CaCl2 menghailkan sedikt keruh dan sedikit endapan. pada uji hidrolisis minyak kelapa ditambahkan NaOH dan alkohol 95% dan dipanaskan 15 menit terbentuk sabun yang berwarna putih dan setelah alkohol diuapkan dan ditambah 75 ml air. Sehingga minyak lebih tinggi ketidak jenuhannya dibandingkan dengan margarin. karena pada teori bahwa minyak yang sudah tengik itu akan bersifat asam. sedangkan pada larutan sabun dengan MgSO4 tidak terbentuk endapan dan paling lemah. 5. kesalahan praktikum atau sebagainya. Pada . 4. Uji Sifat Ketidakjenuhan Minyak Pada percobaan uji sifat ketidakjenuhan minyak. Lalu dihitung jumlah tetes dan bandingkan jumlah tetesan antara kedua tabung. Pada tabung pertama menghasilkan 5 tetes yang tidak jenuh dan pada keadaan tidak jenuh dapat menghilangkan air brom karena adisi brom pada satu ikatan rangkap.

percobaan larutan sabun dengan Pb-asetat berbusa banyak dan terbentuk endapan yang paling keruh yang menandakan tingkat kandungan kesadahannya tinggi.dan pb. ditemukan adanya suatu kristal yang sempurna. Hal ini sesuai dengan teori dimana minyak ikan itu mengandung kolesterol. dan tiga tetes asam sulfat pekat. Hasil pengujian larutan yang ada pada kedua tabung adalah positif reaksi menunjukan warna yang berubah menjadi merah. Hal ini terjadi karena kandungan-kandungan mineral pada air sadah adalah ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).asetat lebih tinggi dari pada CaCl2 hal ini dapat terlihat dali hasil penggumpalan sabun yang dihasilkan. kemudian diteteskan pada gelas preparat dan dibiarkan sampai alkoholnya menguap. Tabung pertama menghasilkan perubahan warna merah. Uji Kolesterol Pada percobaan uji kolesterol. tabung kedua menghasilkan perubahan warna hijau dan tabung ketiga tidak terjadi perubahan warna. dan tiga tetes asam sulfat pekat. Dan setelah diperiksa di bawah mikroskop. 6. 7. Sedangkan pada tabung kedua diisi dengan lima tetes minyak ikan. kolesterol dilarutkan dalam alcohol panas. Tingkat kesadahan pada CaCl2 lebih tinggi dari pada MgSO4. Uji Keristal Kolesterol Pada percobaan uji kristal kolesterol. . 2 ml kloroform. tabung pertama diisi dengan 1 ml minyak kelapa. 2 ml kloroform.

2. Sifat asam dan basa minyak dapat di ketahui dengan menggunakan kertas lakmus ke dalam minyak 4. Untuk Dosen: Sebaiknya untuk dosen biokimia dalam memberikan materinya agar waktunya ditambah lagi. tetapi sedikit larut dalam alcohol. Sterol dalam suatu bahan dapat diketahui dengan perubahan warna merah menjadi hijau tua. Kesadahan minyak diketahui dengan terbentuknya busa dan endapan 5. Kolesterol dalam alkohol terdapat suatu bentuk keristal yang didalamnya terdapat macam-macam keristal yang sempurna. 2. Lemak tidak larut dalam air. Untuk Asisten Sebaiknya untuk asisten agar tidak mempersulit dalam pembuatan laporan. 6. Minyak lebih tinggi ketidakjenuhannya dibandingkan dengan margarine V.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan dari percobaan ini : 1. dan larut sempurna pada pelarut nonpolar seperti eter dan kloroform. Emulsi pada minyak terbentuk jika terdapat zat pengemulsi atau emulsifier sebagai pada larutan 3. . Hidrolisis minyak oleh alkali diketahui dengan terbentuknya endapan dan perubahan warna menjadi kuning. BAB V PENUTUP V.2 Saran 1. 7.

Untuk Laboratorium Sebaiknya alat dan bahan untuk percobaan lebih dilengkapi agar praktikum dapat berjalan lebih efektif. Untuk Praktikum Sebaiknya setelah melakukan percobaan.3. 2. dilakukan evaluasi kembali mengenai hasil percobaan secara keseluruhan agar praktikan memahami .

Lubert.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: EGC. Dawn B. saifuddin. Marks.1994. DAFTAR PUSTAKA Martoharsono. Biokimia kedokteran. Makassar : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Anna.Jakarta: EGC . 2006.Biokomia 2. 2013. Biokimia. Poedjiadi. Sirajuddin. 2009.. Soeharsono. Penuntun Praktikum Biokimia. Striyer.dkk. 2000. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.